LeChi's project proudly presents

.

.

.

CAFEIN for CAFEE: Everyday

.

.

.

Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi

Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi. Kami tidak mengeruk keuntungan materil atau komersil sama sekali dalam membuat fanfiksi bersama ini.

Senam Ritmik (c) Baka Ikemen

.

.

.

"Furihata! Kamu di belakang ya? Soalnya kan kamu gak tahu gerakannya diubah," ucap sang ketua kelompok, Aida Riko, kepada Furihata yang baru saja meminjam baju olahraga dari kelas sebelah.

"Ha'i," balas Furihata.

"Selanjutnya, kelompok 5," ucap Kuroko-sensei, ini hari kedua mereka melakukan ujian praktek olahraga dan kali ini di bidang senam ritmik.

Kelompok 5 terdiri atas: Aida, Kawahara, Fukuda, Momoi, Kagami, dan Furihata.

Dan posisi mereka; Momoi dan Aida seorang diri di depan; Kawahara, Kagami, dan Fukuda dibaris kedua; dan Furihata di belakang.

Seharusnya posisi Furihata ada di tempat Kagami sekarang. Hanya karena dia mendapat latihan khusus kemarin dia tidak tahu gerakan yang dadakan diganti sang ketua, berharap dengan tubuh Kagami yang menjulang dapat menyamarkan gerakan Furihata yang aneh nantinya.

Tapi sayang, tidak semua harapan bisa menjadi kenyataan. Kini sang ketua menyesal menganti posisi mereka, karena sang guru penguji yang keduanya biasanya di depan kini berada di depan dan di belakang, sialnya guru penguji yang berada di belakang adalah—Akashi Seijurou.

Iya, guru yang memberinya latihan khusus dan nilai '100' dengan alasan terselubungnnya.

Suara lagu khas senam SKJ 2004 itu menggema di seluruh ruangan gim. Kelompok 5 bergerak mengikuti Aida dan Momoi yang memang menghapal gerakan itu di luar kepala, maklumi saja ayah Aida kan instruktur senam.

Furihata bergerak mengikuti gerakan yang ada di depannya dengan kaku. Bukan hanya karena faktor dia tak tau gerakannya, ini juga karena baju olahraga yang dipinjamnya terasa tak nyaman dipakainya. Jangan salahkan dirinya tak sengaja memasukkan baju olahraga ke dalam mesin cuci karena telah menyerap keringat berlebihan kemarin.

Dan juga entah kenapa dia merasa Akashi-Sensei terus memerhatikannya. Bulu kuduk Furihata terus berdiri sepanjang waktu.

Gerakan pemanasan dapat dia lalui dengan cukup baik, sepertinya Furihata harus berterima kasih kepada sekolah SD-nya karena setiap hari Jum'at mereka senam skj 2004.

Gerakan inti Furihata tampak kewalahan karena temponya bertambah sedikit cepat dan juga dia tak hafal gerakannya.

Kira-kira di menit ke 10-11, Furihata merasa tatapan Akashi-sensei semakin terfokus padanya. Kini bukan hanya bulu kuduk Furihata yang berdiri melainkan hampir seluruh bulu-bulu yang menjalar di tubuh berdiri.

Memasuki gerakan pendinginan, Akashi-sensei sudah mencoret-coret kertas penilainya.

Pertengahan gerakan pendinginan, Akashi-sensei sudah memberikan kertas penilainannya kepada Kuroko-sensei. Gerakkan kelompok 5 langsung berhenti begitu melihat Akashi-senseimeninggalkan gim. Gurat wajah kecewa terpancar jelas di kelompok 5, terlebih Furihata. Seorang sensei meninggalkan ruangan pada saat ujian praktek berlangsung, sudah pasti itu pertanda buruk.

"Kenapa kalian berhenti?" tanya Kuroko-Sensei.

"Bukannya hasilnya sudah jelas?" Aida balik bertanya.

Kuroko-sensei menyeritkan alisnya, heran melihat perubahan anggota kelompok 5. Tak lama kemudian ia menyadarinya.

"Tak apa, Akashi-sensei sedang ada urusan mendadak saat ini. Dia sudah memberi nilai sempurna untuk kalian," kata Kuroko-sensei sambil memperlihatkan kertas penilaian milik Akashi-sensei.

"Kecuali untuk Furihata-kun, disini terdapat catatan ehm—" Kuroko-sensei berhenti sejenak, mencerna kata-kata yang tertulis disana.

"—di sini tertulis, sebaiknya jika ingin meminjam baju olahraga lihat dahulu ukurannya," lanjut Kuroko-sensei.

Ah, kini Kuroko mengerti kenapa sebelum meninggalkan ruangan, di hidung teman seprofesinya itu terdapat dua titik berwarna merah.

~Fin~

Special thanks: Baka Ikemen.

Readers and Reviewers, mind to give review? ;)