Do You Love Me?

cast : Byun Baekhyun

Kim Jongin

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Do Kyungsoo as Byun Kyungsoo (Baekhyun's hyung)

Wu Yifan as Byun Yifan/Kris (Baekhyun's appa)

Kim Jongdae as Baekhyun's cousins

Kim Joonmyeon as Baekhyun's friend

Zhang Yixing as Baekhyun's friend

Kim Minseok as Baekhyun's best friend

Huang Zitao as Baekhyun's teacher

Genre: hurt/comfort, romance

Rated: T to M

Chapter: 1 of (?)

Warning(s): Yaoi! EXO COUPLES. School-Life. Friendship. BaekhyunxChanyeol,Jongin,Sehun,Luhan. DLDR

.

.

.

"Aku pulang," kata Baekhyun lesu saat memasuki rumahnya.

"Oh kau sudah pulang, Baekhyun-a?"

"Ne, hyung." Baekhyun melepas sepatunya. "Appa sudah pulang?"

Kakaknya, Byun Kyungsoo mendekati Baekhyun dan menggeleng. "Appa baru saja pergi karena ada rapat."

"Rapat lagi?"

Kyungsoo mengangguk kecil. "Oh, ya, Baek. Appa menyuruh kita bersiap-siap."

Baekhyun membulatkan matanya. "Untuk?"

"Kita akan pindah rumah. 3 hari lagi," Kyungsoo berkata lemah.

"APA?!" Baekhyun menjerit protes.

.

.

.

Tidak terasa sudah 3 hari setelah mereka membicarakan hal itu. Dengan berat hati, Baekhyun meninggalkan rumah mewahnya (hasil jerih payah Kris, appanya) di Busan dan pindah ke rumah yang tidak kalah mewahnya di Seoul.

"Tapi aku tidak mau pindah, appa," Baekhyun merengek pada ayahnya.

"Tapi kau harus," jawab Kris singkat. "Ikut appa dan Kyungsoo atau kau bukan bagian dari keluarga Byun lagi."

Baekhyun membulatkan matanya dengan sempurna. Ia tidak pernah tahu ayahnya akan bertindak begini teganya. Baru saja Baekhyun ingin memprotes, hp-nya sudah duluan berbunyi.

'Kim Jongdae' terlihat di layar hp-nya. Dengan segera Baekhyun mengangkatnya.

"Yeoboseyo, Jongdae-ya."

"Yeoboseyo, Baek. Kau serius akan pindah ke Seoul hari ini?"

Baekhyun menggembungkan pipinya kesal. "Iya, dan aku kesal aku harus pindah."

"Ahh~ kenapa harus kesal jika kau akan pindah ke kota, sekolah, dan kelas yang sama denganku? Ayolah berbahagia dikit~"

Baekhyun tersenyum kecil tanpa sepengetahuan Jongdae. "Ne, tunggu aku disana, ya? Annyeong!" Baekhyun langsung menutup telponnya dan tanpa sadar dia mencium hp-nya sendiri.

'Fufu~ terima kasih sudah membuat hariku lebih baik Jongdae-yaa~' gumamnya dalam hati.

"Baekhyun! Ayo cepat pergi!" Kyungsoo memanggil dari luar rumah.

Baekhyun segera tersadar dari lamunannya. "Eh? I-iyahyung, aku akan segera kesana!" Baekhyun segera menyambar ranselnya dan dengan cepat menuruni tangga lalu menyampiri hyung-nya.

.

.

.

"Jongdae-yaaa~ aku sudah sampai di Seoul!" Baekhyun setengah menjerit karena terlalu senang.

"Ahh jinjja? Woah~ mari kita bertemu dan mengelilingi Seoul besok! Aku akan menjadi tour guide-mu, Baekkie-ya," Jongdae berkata dengan ceria.

"Aku mau sekali, Jongdae-ya.. Tapi besok aku harus sekolah," Baekhyun tertunduk lesu.

"Ah benar. Besok aku juga sekolah. Kau sekolah dimana?"

"S-Seoul Performing Art High School.."

"AH JINJJA?!" Jongdae berteriak dengan suara melengkingnya sehingga kuping Baekhyun terasa berdenging.

"Ash, sialan kau Jongdae," kutuk Baekhyun sambil menjauhkan HP-nya dari telinganya. "Ne, untuk apa aku berbohong?"

"AH! Berarti kita satu sekolah, Baekhyunnie!" Jongdar berjerit kegirangan. "Kau mengambil kelas apa?"

"E-eh.. Menyanyi dan eum.. Menari," Baekhyun membalasnya lagu-lagu.

"YEAH KITA SEKELAS LAGI!" Baekhyun pun menjauhkan HP-nya dari telinganya (lagi).

"Ah jinjja? Aku tidak percaya kau ikut kelas menari, Jongdae-ya."

"Tsk, memang tidak. Tapi aku ikut kelas menyanyi dan kita bisa menjadi duo nanti," goda Jongdae sambil sedikit tertawa.

"Ah, arraseo arraseo. Aku tahu kau ingin ber-duet bersamaku arraseo," Baekhyun terkekeh pelan.

Suara ketukan terdengar di pintu kamar Baekhyun yang baru. "Baekhyun-a? Ini hyung."

"Sudah dulu, ya. Sampai ketemu besok, pai~" dengan cepat Baekhyun menutup telponnya, berjalan kedepan pintu kamarnya dan membukanya. "Ne hyung? Ada apa?"

Yang Baekhyun dapati bukan jawaban. Bukan senyum cerah kakaknya. Bukan suara merdu kakaknya. Melainkan sesosok orang yang terlihat begitu rapuh, tersakiti, dan tersiksa.

Baekhyun langsung panik seketika. Mulutnya terbuka dan matanya melebar. "Oh astaga hyung! Apa yang terjadi denganmu?" Baekhyun mengelap beberapa air mata yang jatuh dari mata bulat Kyungsoo.

"Hiks, Baekhyun-a.. Hiks," Kyungsoo langsung memeluk Baekhyun.

"A-ada apa hyung?" Baekhyun bertanya panik.

Kyungsoo tidak menjawab. Ia hanya tetap memeluk Baekhyun dan terisak. "Bolehkah aku masuk ke kamarmu dulu?"

"Ten-tentu hyung.." Baekhyun mempersilakan kakaknya masuk lalu mendudukkannya di kasur barunya.

Ia menunggu beberapa menit, lalu hyungnya sedikit tenang. "Begini Baekhyun-a..."

.

.

.

Baekhyun menggembungkan pipinya kesal.

"Eih, ada apa Baekhyunnie? Kita sudah hampir sampai di sekolah, jangan sampai kau dikatai tukang cemberut selama kau sekolah nanti," kata Jongdae mengingatkan.

Baekhyun menghiraukan Jongdae dan menatap jalanan lewat kaca mobil Jongdae. "Jongdae-ya, kau ingat Yoo Youngjae?"

"Youngjae hyung? Kurasa aku pernah ingat," jawab Jongdae. "Ah! Pacarnya Kyungsoo hyung kan?"

Baekhyun menatap Jongdae lalu mengangguk.

"Lalu apa masalahnya?"

"Dia memutuskan Kyungsoo hyung."

"MWOOO?!" Jongdae menjerit dan hampir saja mobilnya menubruk motor di depannya.

Baekhyun pun menutup telinganya. Suara melengking Jongdae baru saja membuat kupingnya berdenging. "Aish tidak usah berteriak juga."

"Mian, mian," gumam Jongdae. "Lalu, Kyungsoo hyung bagaimana?"

"Aku tidak tahu keadaannya sekarang. Yang kutahu aku ingin membunuh Yoo Youngjae."

"Wah wah, Kyungsoo hyung pasti terpukul sekali." Jongdae membelok setirnya memasuki sebuah komplek sekolah. "Selamat datang di SOPA."

Baekhyun terkesiap. Mewah sekali. Ia bahkan tidak bisa menutup mulutnya. Ia memang tahu Kris sangat kaya dan seharusnya dari dulu ia bersekolah di sekolah yang mirip istana ini tapi tetap saja ia kagum.

"Kau kagum, nona?" goda Jongdae sambil nyengir.

Baekhyun dengan kesal pun memukuli lengan Jongdae yang bisa ia gapai. "Ish aku ini namja!"

"Ya, ya tapi kau cantik jadi lebih cocok dipanggil nona."

"Diamlah Jongdae," kata Baekhyun dingin. Ia selalu sensitif jika menyangkut wajahnya yang cantik ketimbang tampan.

"Itu gedung olahraga," Jongdae menunjuk ke gedung yang lumayan pendek dan bercat merah, "disana semua fasilitas olahraga lengkap. Kau bisa sesukamu di situ."

Baekhyun mengangguk. "Aku tebak ini gedung pentas?" Baekhyun menunjuk gedung berwarna coklat muda dan ada panggung konser di depannya.

"Yep, kita biasa nge-jam disitu," jawab Jongdae. "Dan ini gedung sekolah kita."

Baekhyun menoleh ke luar jendela. "Whoa...tinggi sekali," gumamnya kagum. Terlihat olehnya gedung tinggi berwarna kuning cerah dengan beberapa siswa-siswi yang bersenda gurau di luarnya.

Jongdae tersenyum tipis. "Aku tahu, kan? Memang menakjubkan," katanya lalu memarkirkan mobilnya di salah satu tempat parkir yang tersedia.

Baekhyun membuka pintu mobil Jongdae dan begitu pula Jongdae. Mereka berjalan berdampingan dan mulai memasuki sekolah. Baru saja Baekhyun menginjakkan kakinya memasuki gedung sekolahnya, langsung ada suara-suara.

"KYAAAAA! KIM JONGDAE-SSI MEMBAWA FLOWER BOY!" jerit salah satu siswi.

"AAAHHHH! KAU BEGITU TAMPAN DAN CANTIK! JADIKAN AKU MILIKMU!" jerit siswi lainnya.

Baekhyun yang melihat Jongdae berlari pergi pun hanya mengikuti Jongdae. Jujur, ia bingung langsung dikerubuti seperti itu. Di belakangnya pun masih terdengar teriakan-teriakan yeoja seperti 'kumohon jadi kekasihku' atau sebagainya.

"Jongdae-ya," panggil Baekhyun agak lantang sambil mengejar Jongdae. Jongdae pun diam di tempat dan menunggu Baekhyun. "Kenapa kau meninggalkanku?"

Jongdae menghela napasnya lalu berbalik menatap Baekhyun. Dan tersenyum. "Aku malas dikerubuti seperti itu, dan seperti yang kau tahu aku benci keributan."

"Eum," Baekhyun mengangguk. "Jadi, kita masuk sekarang?"

Jongdae tersenyum lebar lalu merangkul bahu Baekhyun. "Kajja!"

Baekhyun pun hanya mengikuti langkah Jongdae sambil sesekali tertawa karena kelakuan Jongdae.

.

.

.

"Annyeong haseyo, Byun Baekhyun imnida. Bangapseumida," ucap Baekhyun sambil memperkenalkan dirinya di depan kelas menyanyinya.

"Ya, silakan duduk Baekhyun-ssi," ucap Zitao seonsae.

Baekhyun mengangguk dan membungkuk sebelum kembali duduk di tempatnya.

"Hei anak baru, kenalkan aku Kim Joonmyeon, panggil saja aku Joonmyeon," kata namja berambut hitam dengan senyum malaikatnya.

"Aku Zhang Yixing, panggil aku Lay saja," ujar namja berlesungpipi. "Aku juga pacar Joonmyeon."

"Ish Yixing hentikan!" tegur Joonmyeon sambil sedikit memukul pundak kekasihnya.

"Aku Kim Minseok!" kata namja berpipi chubby. "Panggil saja aku Minseok."

"A-ah ne arraseoo," jawab Baekhyun sambil menundukkan kepalanya berkali-kali.

Pandangannya terpaku pada satu sosok yang duduk begitu saja di ujung kelas. Rambut merah berantakan, blazer yang tidak terkancing rapih, dan duduk sendirian.

Entah kenapa senyum Baekhyun memudar. "Dia siapa?"

"Oh dia?" Jongdae bertanya.

"Xi Luhan. Jangan mendekatinya kecuali kau ingin dipelototi," kata Joonmyeon.

"Ia selalu sendirian, semua orang takut padanya," lanjut Minseok.

"Tapi bagaimanapun juga, suaranya sangat bagus," Xiumin berkata sambil menghela napasnya.

"Benarkah? Suaranya sebagus itu?" Baekhyun mengerucutkan bibirnya penasaran.

"Yah tidak sebagus Jongdae tapi masih lumayan."

"Baekhyun-ssi, kenapa kau tidak menyanyi untuk teman-temanmu disini?" Zitao seonsae memecah keberisikan yang mereka buat.

"E-eh ne.." Baekhyun menjawab lemah dan perlahan berjalan ke depan kelas. Baekhyun membersihkan tenggorokannya dan mengambil napas panjang sebelum memulai bernyanyi.

Aju jeogumako yakhan sarami neoui sarangi

Ireoke modeungeol (nae sarmeul modu) bakkungeol (sesangeul modu)

Oh hoo oh hoo oh

Sarangi gomaun jul mollasseotdeon naega hoo oh

Kkeutnamyeon geumanin jul aratdeon naega oh

Neo wonhaetdeon geu moseub geudaero nalmada nareul gochyeoga

Nae sarangeul kkeuteobsi gyesokdoel geot gata

Baekhyun selesai menyanyi. Ia membungkuk lalu memberi hormat. Seluruh isi kelas bertepuk tangan dan meminta Baekhyun menyanyi lebih. Baekhyun hanya tersenyum malu. Matanya menangkap sosok Luhan yang menatapnya intens dan bibir Luhan membentuk senyum.

.

.

.

"Baek, kau tidak akan pulang?" Jongdae bertanya saat ia, Joonmyeon, Yixing, dan Minseok sudah berada di depan pintu kelas.

"A-aku akan menyusulmu nanti," kata Baekhyun tidak beranjak dari tempat duduknya.

"Hm," jawab Jongdae, menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar kelas dengan Joonmyeon, Yixing, dan Minseok.

"Kenapa kau tidak ikuti temanmu saja?"

Baekhyun dengan cepat menoleh ke belakang, sudut kelas dan melihat Luhan. Bibir Luhan membentuk seringaian tipis.

"Aku..belum ingin pulang," jawab Baekhyun tetap tidak beranjak.

Tanpa suara, Luhan mulai beranjak dari duduknya dan berjalan ke tempat Baekhyun. "Kau tahu sayang, suaramu bagus sekali."

"Terima kasih."

"Terlalu bagus malah," kata Luhan, memegang pipi Baekhyun saat ia sampai di dekat Baekhyun. "Sampai-sampai aku bernafsu ingin mendengar suara desahanmu."

"Oh kau tidak akan bisa."

"Benarkah? Mari kita bertaruh.."

"Aku tidak suka bertaruh," jawab Baekhyun singkat.

Luhan tersenyum. "Tentu saja. Kau anak baik-baik, Baekkie Sayang."

Baekhyun berdecih. "Baekkie? Nama macam apa itu?"

"Diamlah sekarang, Sayang," kata Luhan lalu langsung menunduk dan mencium bibir Baekhyun.

Cukup lama mereka berciuman, sampai Luhan pun memojokkan Baekhyun di dinding kelasnya. "Kau menggairahkan, Sayang," bisik Luhan seduktif di telinga kanan Baekhyun sambil menjilati telinga Baekhyun.

"A-ahhh...nghhh Lu-Luhan..sentuh aku nghh cepaat," perintah Baekhyun sambil terengah.

Mendengar itu, Luhan menyeringai. Kau yang memintanya, Sayang."

TBC

Maaf kalo gaje hehe chapter 1 kan perkenalan dulu hoho. Jadi kalo mau tau, Baekhyun ketemu Luhan di kelas bernyanyi, ketemu Jongin sama Sehun di kelas menari, dan tabrakan gitu sama Chanyeol(?) Hehe begitulah

Dan author terseenntuuh banget review kalian bagus-bagus semua :" maaf kalo author telat update *sujud*

Last, mind to review again?:)

Love,

Me