Do You Love Me?

cast : Byun Baekhyun

Kim Jongin

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Do Kyungsoo as Byun Kyungsoo (Baekhyun's hyung)

Wu Yifan as Byun Yifan/Kris (Baekhyun's appa)

Kim Jongdae as Baekhyun's cousins

Kim Joonmyeon as Baekhyun's friend

Zhang Yixing as Baekhyun's friend

Kim Minseok as Baekhyun's best friend

Huang Zitao as Baekhyun's teacher

Increase depending on the story and the readers

Genre: hurt/comfort, romance

Rated: T to M

Chapter: 2 of (?)

Disclaimer: story, plot=mine. Casts=entertainment, family, theirselves, God

Warning(s): Yaoi! EXO COUPLES. School-Life. Friendship. BaekhyunxChanyeol,Jongin,Sehun,Luhan. DLDR. OOC!

NO PLAGIARISM. NO BASH. LOVE THE STORY, CASTS, PLOT, AND ME IF YOU COULD :D /no

Forgive me if there's any typo left here..

.

.

Luhan mencium bibir Baekhyun dengan kasar, lidahnya memaksa masuk ke dalam mulut Baekhyun, yang dibalas dengan kasar juga oleh Baekhyun. Kedua tangan Luhan menuruni tubuh putih Baekhyun dan berhenti tepat di depan kedua nipple Baekhyun. Luhan, dengan tetap mencium bibir Baekhyun yang manis menekan nipple Baekhyun dengan ibu jarinya.

"A-ahhh Luhann~" desahan Baekhyun tertahan karena bibir Luhan yang masih menghalangi mulutnya mengeluarkan suara-suara aneh itu.

Jari-jari lentik Baekhyun mencengkram bahu Luhan, bukan karena kehabisan nafas, namun betapa ia ingin melepaskan ciuman ini sekedar untuk mengeluarkan desahannya.

Luhan mengalihkan bibirnya ke leher Baekhyun dan menyesapnya perlahan, sambil tetap melakukan aktivitas mari-menekan-nipple-Byun-Baekhyun.

"Mhhhh Lu-Luhan... cepat masuki aku saja-ahh~" omongan Baekhyun terpotong saat Luhan dengan santai menurunkan celana sekolah Baekhyun dan meremas adik kecil Baekhyun yang memang lebih kecil darinya.

Luhan mengarahkan bibirnya tepat di telinga Baekhyun, lalu mulai berbisik dengan nada yang rendah dan seduktif, disertai suara desahannya. "Mengakulah, Baek. Kau seorang pelacur..mmhh.."

Jujur, Baekhyun sedikit terangsang dengan nada yang dipakai Luhan tadi. "A-ahhh aku jadi pela-uhhh-cur hanya untukmu, Lulu..."

Luhan tersenyum. Ia melepaskan celana dalam Baekhyun, lalu melepas celana sekolah dan celana dalamnya sedikit agar kesejatiannya bisa keluar dari tempat sesak itu. "Aku akan melakukannya dengan kasar, Sayang. Semua pelacur mencintai hardcore," bisik Luhan dengan nada itu lagi sambil menggesekkan kesejatiannya di lubang ketat Baekhyun.

"Aku mencintai hardcore, Lu-AHHH!" jeritan Baekhyun menggema di ruang kelas itu. Bagaimana tidak, Luhan tanpa aba-aba ataupun persiapan langsung memasukkan kejantanannya yang bisa dibilang panjang dan besar itu ke dalam lubang Baekhyun. Dan Luhan memasukkan seluruhnya dalam satu hentakan.

Seolah tidak mendengar jeritan Baekhyun, Luhan langsung menghentak-hentakkan pinggulnya kasar, tidak berminat membiarkan Baekhyun menyesuaikan besar kejantanannya atau sekedar bernapas.

Namun, seperti yang sudah dibilang, Baekhyun menyukai jika ia didominasi, dengan kasar tanpa acara 'sayang, kau tidak apa?'.

"Ah! Ah! Lu-ahhhhh! Janganhh berhenti ohhh!" desahan Baekhyun mengalun indah dan menggema di penjuru kelas. Ia mengalungkan kedua kakinya di pinggang Luhan, dan sebenarnya punggungnya sakit berbenturan dengan dinding karena Luhan menghentaknya dengan kasar namun ia tidak peduli. Setidaknya sekarang ia tidak peduli.

"Asshhh kau sempithh Byun!" Luhan menggeram disaat Baekhyun entah sengaja atau tidak menyempitkan dinding hangatnya, dan Luhan berasa ia sampai di langit ke 8 jika memang ada.

Tidak jauh dengan Luhan, makin lama gerakan Luhan di tubuh Baekhyun makin menggila, makin kasar, makin cepat, dan selalu menubruk prostat-nya dengan telat. "AH! AH! LU-LUHAN AKU..."

"Bersama chag-" ucapan Luhan terhenti.

Pintu kelas mereka terbuka. "Baekhyun? Yixing dan Minseok menunggumu. Mereka bilang akan mengadakan pesta penyambutan nanti malam di rumah," ucap suara yang sangat Baekhyun kenal pasti, Kim Jongdae.

"Arraseo! Aku akan kesana," jawab Baekhyun yang dengan santai melepas kontaknya dengan Luhan, memakai celananya dan me-resleting celananya dan mengambil tasnya. Ia mulai berjalan dengan santai ke arah pintu.

Luhan menggeram frustasi. "Ya Byun Baekhyun! Selesaikan urusanmu denganku dulu!"

Baekhyun menoleh menatap Luhan. "Tidak mau," jawabnya. Sebenarnya selangkangannya juga sakit, karena belum mengeluarkan hasratnya dan sekarang harus berada di tempat yang sesak pula. "Aku pergi dulu, Luhan! Pai~" dan dengan agak cepat Baekhyun menuju pintu kelasnya dan membukanya. Disana Jongdae sudah menunggunya. "Kajja!" ajak Baekhyun sambil mengalungkan tangannya di lengan kiri Jongdae sambil bergelayut mesra di lengan saudaranya itu.

"Aish apa-apaan sih kau?" protes Jongdae (sok) tidak suka.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya. "Wae? Kau tidak suka? Pulang dengan Yixing dan Minseok sana! Aku naik bis saja!" Baekhyun memang orang yang keras kepala.

Jongdae menghela napasnya berat. "Ar-arraseo, jangan ngambek."

Senyum Baekhyun mengembang. "Ne!"

.

.

.

Luhan tetap frustasi, sudah 30 menit ia tetap di posisi yang sama, menunggu adiknya sedikit melemas dan dia tidak usah berjalan dengan celana menggembung.

Berkali-kali ia mengecek smartphone-nya hanya sekedar ingin melihat jam, tidak ia perdulikan semua missed call dan segalanya dari ibunya. Sekarang jam 5.00 PM, biasanya Luhan akan melatih vokalnya di rumahnya sekarang, namun terima kasih kepada Byun Baekhyun, ia tidak bisa meninggalkan tempat ini. Mungkin untuk selamanya. Setiap kali adiknya mulai melemas, bayangan seorang Byun Baekhyun yang imut dan seksi sedang mendesahkan namanya terus berputar.

"Aish sialan kau Byun Baekhyun!" teriak Luhan frustasi.

.

.

.

Yixing, Minseok, Baekhyun dan Jongdae sekarang tengah duduk di ruang TV di rumah Baekhyun, awalnya mereka memang menonton dan tertawa-tawa.

"Eum, omong-omong Baek, aku tidak menyangka kau akan bercinta dengan Xi Luhan," kata Yixing sambil menyilangkan tangannya dan bersandar di sofa.

"Eung," Minseok menanggapi. "Dulu saja disaat ada yeoja seksi menggodanya dia tidak mau bercinta dengannya. Tapi ia cepat sekali menerima ajakanmu."

Baekhyun menatap Jongdae, Minseok, dan Yixing yang duduk di sebelah kirinya, lalu tersenyum. Matanya yang memang sudah sipit tambah menyipit lagi. "Itu bukti kalau dia seorang gay," jawabnya. 'Dan ini baru target pertama'.

Jongdae yang seakan-akan dapat membaca hati dan pikiran Baekhyun hanya menjitak dahi Baekhyun agak keras. "Dasar kau tidak berubah," decak Jongdae.

Minseok dan Yixing menatap Jongdae penuh tanda tanya. "Memangnya apa yang dilakukan Baekhyun?" tanya Minseok dan Yixing penasaran.

Jongdae melirik mata Baekhyun sekilas. "Matanya berkata bahwa Luhan hanyalah target pertama. Dan kutebak ia mengincar idola-idola di sekolah," jawab Jongdae.

Baekhyun tersenyum lagi dan mengangguk, tanda ia mengiyakan pernyataan Jongdae. "Kau memang saudaraku, Jongdae!"

Jongdae terkekeh pelan. Sementara, Minseok dan Yixing berpikir dengan keras siapa saja 'idola-idola' di sekolah mereka itu.

"Ah! Aku tau! Kim Joonmyeon, ia bisa masuk dalam kategori idola, kan?" tebak Yixing.

"Dan... Huang seonsaengnim! Meskipun ia guru banyak yang menyukainya!" timpal Minseok tidak mau kalah.

Baekhyun tersenyum lalu menggeleng. "Mereka bukan targetku, sama seperti kalian. Kalian meskipun idola sekolah tapi bukan targetku."

"Berarti hanya tersisa 4 orang," kata Jongdae, menjulurkan 4 jarinya. "Xi Luhan, Park Chanyeol, Kim Jongin, dan... Oh Sehun."

Lalu Minseok dan Yixing sama-sama terperangah. Kompak sekali mereka berdua.

"O-Oh Sehun?!" tanpa sadar Minseok menjerit.

Yixing masih mempertahankan wajah kagetnya, karena ia memang kaget. "Dia kan namja dingin yang sangat dingin bahkan yeoja secantik apapun dia tolak berkali-kali! Dia manusia yang tidak memiliki hati sama sekali, Oh Sehun..." gumam Yixing.

Tanpa sadar Jongdae tersenyum. Reaksi Minseok dan Yixing terlalu lucu. "Tenanglah, guys. Baekhyun sudah pernah menaklukkan yang lebih tidak berperasaan dari Sehun saat ia berumur 6 tahun, tenanglah."

Baekhyun hanya meng-glare saudaranya itu, sedangkan saudaranya tertawa.

Beberapa saat keheningan menghampiri mereka.

"Jadi, siapa target selanjutmu?" tanya Yixing ragu-ragu.

Baekhyun tidak mengalihkan pandangannya dari LCD TV yang masih menyala tapi menjawab pertanyaan itu. "Kim Jongin dan Oh Sehun."

"Kenapa tidak Park Chanyeol dulu?" tanya Minseok.

Baekhyun terlihat tersenyum sekilas. "Aku tidak mengambil kelas yang si Park itu ambil. Sedangkan untuk Kim dan Oh, aku bisa bertemu mereka besok."

Seringaian dan decakan muncul di wajah Jongdae. "Ck, ternyata karena inilah kau mengambil kelas menari juga," kata Jongdae.

Baekhyun tertawa. "Ya, kau benar Jongdae-ya."

Mereka berempat tetap di ruangan itu sambil berbicara tanpa kehabisan materi, sampai Jongdae, Minseok, dan Yixing dipaksa menginap oleh Kyungsoo karena rumah mereka lumayan jauh dari rumah keluarga Byun, meskipun Jongdae memiliki mobil.

.

.

.

Besoknya, hari Selasa. Sebenarnya Jongdae dan Minseok tidak memiliki kelas apapun hari ini karena sekarang adalah kelas tari, tapi mereka hanya menemani Baekhyun dan Yixing.

Mereka datang berempat, menaiki mobil Jongdae. Dengan tas ransel yang tersampirkan hanya di salah satu bahu, blazer yang berwarna kuning cerah yang seakan-akan dibuat khusus untuk mereka, dan berjalan berdampingan. Layaknya seorang geng.

Para siswi yang melihatnya seketika menahan napas mereka. Terperangah. Bagaimana tidak, melihat pemandangan 4 namja idola bak malaikat menjadi satu pasti akan mengundang mimisan.

Baekhyun tersenyum lalu menghadap teman-temannya saat mereka mencapai kelas tari. "Kau bisa pulang sekarang, Jongdae-ya, Minseok-ie. Kami tidak apa," katanya dan merangkul bahu Yixing.

Minseok berdecak. "Tsk, sudah kubilang kami akan menunggumu. Kami akan ke kantin, telpon jika kalian sudah selesai, arra?" tanya Minseok.

Yixing mengangguk. "Arraseo, hyung," jawabnya.

"Minseok-ie, kajja," ajak Jongdae. "Kalian, masuklah. Dan Baekhyun, hati-hati."

Baekhyun dan Yixing mengangguk lalu memasuki kelas tari, sementara Jongdae dan Minseok berjalan ke kantin.

Mata Baekhyun bergerak antusias saat ia memasuki kelas tari yang sedikit lebih luas dari kelas menyanyi, namun bukan itu tujuannya. Matanya tertuju ke salah satu sudut di kelas itu, satu namja berkulit putih susu dan satunya berkulit tan sedang asik membicarakan sesuatu... atau seseorang. Bibir Baekhyun membentuk sebuah senyum merangkap seringaian.

"Mereka disini," bisik Yixing.

Baekhyun menoleh ke arah Yixing. "Persiapkan dirimu, Xing. Aku akan menggoda Kim dan Oh bersamaan dan kau harus mendampingiku," jawab Baekhyun, balik berbisik. Matanya kembali menatap dua sosok itu dan ia melihat dua-duanya melihat ke arahnya juga. Baekhyun tersenyum manis.

'Persiapkan dirimu, Kim Jongin dan Oh Sehun' gumam Baekhyun dalam hatinya, sambil sedikit menyeringai.

TBC

Huweeeeeeeeeeeee;A; tau kok ini jelek. Tau kok:) nc-nya kurang anu ya?.-. Mungkin chap depan author bikin threesome KaiBaekHun. Tapi kalo didukung._. Mending threesome atau sendiri-sendiri nih?

Dan, untuk chap depan yang tampil sebagai cameo-tapi-lumayan-penting menurut kalian siapa?

-Super Junior

-DBSK

-SHINee

-Bangtan Boys

-Infinite

-Beast

-BtoB

Oke makasih! Review? :))))))))))

Love,

Me