Do You Love Me?
cast : Byun Baekhyun
Kim Jongin
Park Chanyeol
Oh Sehun
Xi Luhan
Do Kyungsoo as Byun Kyungsoo (Baekhyun's hyung)
Wu Yifan as Byun Yifan/Kris (Baekhyun's appa)
Kim Jongdae as Baekhyun's cousins
Kim Joonmyeon as Baekhyun's friend
Zhang Yixing as Baekhyun's friend
Kim Minseok as Baekhyun's best friend
Huang Zitao as Baekhyun's teacher
Increase depending on the story and the readers
Genre: hurt/comfort, romance
Rated: T to M
Chapter: 2 of (?)
Disclaimer: story, plot=mine. Casts=entertainment, family, theirselves, God
Warning(s): Yaoi! EXO COUPLES. School-Life. Friendship. BaekhyunxChanyeol,Jongin,Sehun,Luhan. DLDR. OOC!
NO PLAGIARISM. NO BASH. LOVE THE STORY, CASTS, PLOT, AND ME IF YOU COULD :D /no
Forgive me if there's any typo left here..
.
.
.
Baekhyun dan Yixing baru menaruh tas mereka dan mereka sudah dihampiri dua orang itu. Yang diincar seorang Byun Baekhyun.
"Byun Baekhyun, benar?" tanya Jongin.
Baekhyun memasang wajah polosnya dan mengangguk malu-malu. "E-eh ne sunbae.."
Sehun tersenyum. "Kenalkan, aku Oh Sehun dan dia Kim Jongin, temanku," kata Sehun sambil mengulurkan tangannya. Jongin juga mengulurkan tangannya disaat yang sama.
Baekhyun membalas uluran tangan mereka dengan mengguncangkan tangannya berkali-kali. "Bangapseumida, sunbaedeul," katanya sambil menunduk.
Sekarang Jongin malah tersenyum. "Tak usah panggil sunbae," kata Jongin sambil melambai-lambaikan tangannya (apaan nih-_-). "Ah iya, Xing, kau yang memimpin hari ini."
Mata Yixing melebar. "Mwo?! Hari ini kan jadwalnya Sehun! Lagipula aku harus mengurus Baek-"
"Ya tapi aku belum belajar gerakannya dan kami akan mengurus Baekhyun, terima kasih," jawab Sehun sedikit tersenyum.
Yixing mendengus kesal. "Arraseo, aku tanya Baekhyun dulu," jawabnya, menggandeng tangan Baekhyun dan membawanya keluar kelas.
"Yixing terima kasih!" kata Baekhyun setengah menjerit ketika mereka berada di luar kelas.
"U-untuk apa? Aku bahkan tidak membantumu," elak Yixing.
Baekhyun setengah memutar bola matanya. "Astaga, Xing! Itu sangat membantuku!"
Yixing membulatkan kedua matanya. "Be-benarkah?"
Ingin sekali Baekhyun menggeplak kepala sahabatnya agar ia sadar. "Iya, Xing. Sekarang ayo masuk, kelas dimulai 10 menit lagi."
.
.
.
Yixing memimpin di kelas tari dengan mudah, lincah, dan gesit. Ruang tari mereka seperti ruang tari kebanyakan, dipasang cermin-cermin agar bisa mengevaluasi diri mereka sendiri. Mata Yixing kadang melirik ke arah Baekhyun dan melihatnya sedang dibantu oleh Jongin dan Sehun. Bibirnya membentuk senyum tipis. 'Aku benar-benar berhasil!'
.
.
.
Semua murid kelas tari sudah pulang, hanya tersisa Baekhyun, Yixing, Sehun, dan Jongin.
"Ah Xing, kau pulang saja duluan, bilang pada Jongdae dan Minseok juga aku telat, ingin berlatih dulu," kata Baekhyun.
Yixing mengangguk. "Arraseo. Pai~!"
Baekhyun melambaikan tangannya dan menghadap ke Sehun dan Jongin.
"Ah, Byun, kau ingin latihan? Ayo, kami berdua juga ingin latihan," ajak Sehun.
Baekhyun tersenyum. "Sunbae beli makan saja dulu, aku tahu sunbae belum makan dari tadi pagi."
"A-ah bagaimana kau tahu..." bisik Jongin. "Arraseo, jangan menghilang, eo?"
"Ne, arraseo~" jawab Baekhyun sambil terkekeh.
Setelah Sehun dan Jongin menghilang di balik pintu dan langkah-langkah kaki itu menjauh, Baekhyun menyeringai.
Ia melepas semua bajunya, menghadap ke salah satu cermin, membuka kakinya, dan mulai menyentuh dirinya sendiri. Tak lupa, ia mengeluarkan desahan yang memanggil Jongin dan Sehun.
.
.
.
"Hun."
"Hmm?" jawab Sehun cuek sambil melihat menu hari ini di kantin.
Jongin mendecih pelan tapi tetap melanjutkan omongannya. "Instingku mengatakan bahwa si Byun itu bukan anak biasa."
Sehun menatap Jongin malas. "Kim Jongin, berhentilah berkhayal atau aku akan menjitak kepalamu."
"Aku serius, Sehun," jawab Jongin.
Sehun mendecak dan menjitak dahi Jongin. Dengan sigap, ia langsung berlari dan menjulurkan lidahnya ke Jongin, mengejeknya.
"Yak! Oh Sehun! Beraninya kau.. aish!"
.
.
.
Jongin dan Sehun yang sepertinya sudah 'berdamai' itu berjalan pelan ke arah kelas tari dengan 2 porsi jjajangmyeon yang masih hangat. Mereka tertawa seperti kejadian 'Sehun menjitak Jongin yang lebih tua darinya' itu angin lalu, karena mereka sahabat baik.
Mereka tertawa terbahak-bahak karenya lelucon konyol tentang Joonmyun yang pernah tertangkap masturbasi di ruang janitor. Sampai, mereka dengar suara-suara aneh.
"A-ahhh Jongin hyunggg~ Se-Sehunnie ohhhh~"
Jongin dan Sehun saling bertukar pandang. 'Itu suara Byun Baekhyun, kan?' jerit kedua pikiran masing-masing.
Dengan ragu, Sehun memegang kenop pintu dan memutarnya perlahan, dan pemandangan pertama yang ia lihat membuatnya menjatuhkan 1 porsi jjajangmyeon miliknya.
Jongin mengerutkan keningnya saat melihat Sehun menjatuhkan 1 porsi jjajangmyeon-nya yang 'berharga'. Takut ia akan menjatuhkan miliknya juga, ia mendekap jjajangmyeon itu di dadanya. Jongin berjalan pelan ke arah Sehun dan berjinjit, mengingat ia lebih pendek daripada Sehun. Dan itu membuatnya hampir kehilangan jjajangmyeonnya juga.
Ayolah, melihat Byun Baekhyun mendongakkan kepalanya, terhanyut dalam kenikmatan, seluruh tubuh putih dan mulusnya diselimuti keringat, napasnya terengah-engah, tengah mem-fingering dirinya sendiri, sambil mempermainkan benda mungil yang tetap mungil meksipun saat tegang dan mengeras. Sesekali tangannya yang memainkan kejantanan yang berwarna pink di ujungnya itu beralih ke kedua nipples-nya, yang malah membuat punggungnya melengkung, dan desahan, erangan, rengekan makin keras keluar dari bibir tipis namun sexy-nya itu. Dan oh, jangan lupa sperma yang sedikit tersembur sampai cermin di depannya itu.
Sehun meninggalkan Jongin dan berjalan ke arah Baekhyun dengan pelan. Kejantanannya mulai ereksi karena melihat dan mendengar kegiatan Baekhyun. "Sayang," panggilnya tepat di telinga kiri Baekhyun, dengan nada yang rendah.
Baekhyun yang mendengar ada suara yang menggelitik telinganya pun membuka matanya, dan itu sangatlah sayu. Makin meningkatkan gairah seorang Oh Sehun.
"S-Sehun-ah?" tanya Baekhyun pelan.
"Ini aku, Sayang," jawabnya. "Apa yang kau lakukan disini? Kau tahu kan kalau mau bermasturbasi harusnya di toilet." Tangan Sehun malah menuju ke area selangkangan Baekhyun dan langsung memasukkan 3 jari yang masih kering miliknya, bersamaan dengan 4 jari Baekhyun yang masih bersarang di lubangnya sendiri.
Bukannya menjawab, Baekhyun malah mendesah. "O-oohhh~ mhhh i-iya disitu Sehunnie ahhhh!" Belum sampai 5 menit dan seorang Oh Sehun sudah menerjang prostat Baekhyun dengan bertubi-tubi. Hebat.
Sehun mencium bibir Baekhyun kasar, menuntut dan diiringi suara desahan Baekhyun yang dikarenakan 3 jarinya yang makin cepat dan dalam di lubang Baekhyun.
"Sehun-ah aahhh aku ingin—AH SHIT!"
Dry orgasm. Itulah yang membuat Baekhyun meneriakkan kata kutuk itu. Dan siapa yang membuatnya mengalami hal itu? Kim Jongin.
Jongin menahan napasnya saat dilihat Baekhyun yang sangat seksi tengah menatapnya—campuran antara sayu, nafsu, dan kesal.
"Sshh—sialan kau Kim Jongin! A-aahhh ngghhh!" Dan Jongin bertanggung jawab, ia memasukkan seluruh pusat tubuh Baekhyun yang mungil ke dalam mulutnya yang hangat.
Tidak membuang waktu lagi, Sehun buru-buru membebaskan benda kebanggaannya dan segera memasukkannya, dengan 4 jari Baekhyun dan 3 jari Baekhyun yang masih bergerak liar.
"Oohhh~ lihat lubangmu yang menghisap-hisap kejantanan dan jariku, Baek. Aahh, sempitnya..." Sehun langsung menggerakkan tubuhnya, dengan cepat dan kasar.
Baekhyun menutup matanya, dan menikmati sensasi penuh yang diberikan Sehun dan hangat yang diberikan Jongin. Well ia sudah sering merasakan yang lebih nikmat daripada ini—tapi ya sudahlah.
"J-Jongin aku keluar...AHHH!"
Seluruh sperma Baekhyun tertampung di mulut Jongin, dan Jongin segera menghampiri Sehun, menciumnya kasar—berbagi sperma Baekhyun dengannya.
Setelah habis seluruhnya, Jongin melepas celananya sekaligus celana dalamnya, dan memasukkan kesejatiannya yang tak kalah besarnya dengan milik Sehun tanpa aba-aba dan pemanasan apapun ke dalam lubang Baekhyun, bersamaan dengan kejantanan Sehun.
"AAHHH!" Baekhyun mendesah keras.
Ia tidak merasakan sakit? Tentu ia merasakannya, namun karena ia sudah terlalu sering melakukan 2 penetrasi, 3 penetrasi, bahkan 5 penetrasi, ini masih belum apa-apa.
"Oohh sempitnya..." desis Jongin dan Sehun bersamaan.
Dan dengan itu, Sehun dan Jongin menggerakkan pinggul mereka brutal, dan membuat Baekhyun mendesah tanpa henti.
Yeah, Baekhyun is a moaning mess if someone fucked him hard.
.
.
.
"Sudah berapa lama, Xing?" tanya Minseok yang sedang menyeruput coca cola-nya.
Yixing melihat jam tangannya. "Hmm, sekitar 45 menit, lama juga. Seingatku kemarin bersama Luhan hanya 15 menit-an." Yixing mengerucutkan bibirnya.
"Ini sudah terlalu lama, ayo jemput Baekhyun," kata Jongdae sambil menghabiskan nasi goreng kimchi miliknya.
Minseok dan Yixing menatap Jongdae heran. "Wae?"
"Eh—eum itu Baekhyun menyuruhku untuk menjempuntya kalau sudah lewat 45 menit, katanya mau jaga-jaga, hehe~"
Bibir Minseok membuat huruf 'o' dan berdiri dari tempat duduknya. "Kajja."
.
.
.
"A-anggghhh~" desah Baekhyun feminim saat Sehun dan Jongin lagi-lagi memukuli prostatnya. Dan, sialnya, sekarang malah dua-duanya sekaligus.
Harus Baekhyun akui, Sehun dan Jongin tipe orang yang kuat ber-seks. Dirinya sudah 3 kali ejakulasi—tidak dihitung dengan saat ia mengeluarkannya di mulut Jongin—sedangkan kedua pria yang sedang menggagahinya belum sama sekali.
Sampai akhirnya, Baekhyun merasa kedua benda yang tengah mengisi dirinya membesar, membuat dirinya terasa lebih penuh.
"Baekhyunnie, aku-sshh! Akan—" ucap keduanya.
"BAEKHYUNNIE? KYUNGSOO MENELEPON, KATANYA ADA MASALAH DENGAN KRIS AHJUSSI!"
Dan suara cempreng Jongdae merusak segalanya.
Seperti kemarin, tanpa dosa Baekhyun mengeluarkan kedua benda yang sudah sepenuhnya tegang itu, sedikit membereskan seragamnya, dan berjalan keluar.
"YA! BYUN BAEKHYUN!" teriak Sehun dan Jongin frustasi begitu Baekhyun sudah menghilang di balik pintu.
Sedangkan, Baekhyun menyeringai dan merangkul bahu Jongdae dan mulai berjalan bersama Yixing dan Minseok.
.
.
.
"Ah, Minseok, Yixing, aku dan Baekhyun harus pergi ke toilet dulu," kata Jongdae.
Bibir Minseok mengerucut. "Waee? Aku ingin cepat pulang!"
"Tidak per—" kata Baekhyun terpotong oleh tatapan mata Jongdae yang seakan mengatakan 'diam dan ikuti saja aku'. "Eum maksudku—sebentar saja."
Jongdae langsung menarik Baekhyun ke dalam toilet yang tentu saja sepi—yeah, tidak ada orang. Disana, Jongdae merapihkan seragam Baekhyun dan menyisir rambut Baekhyun dengan lembut.
"Kenapa kau lama sekali, hm? Tidak tahukah aku khawatir kalau-kalau sesuatu terjadi padamu?" gumam Jongdae, mengecupi wajah Baekhyun dengan sayang.
Baekhyun pouting. "Mereka lama sekali membeli makanannya, dan maafkan aku," jawabnya, mengalungkan lengannya di leher Jongdae.
"Lain kali jangan begitu, arrachi?"
Baekhyun terkekeh. "Arraseo, arraseo."
Jongdae tersenyum dan mencium bibir Baekhyun dengan lembut, sambil memeluk pinggul Baekhyun.
TBC
Huaaaaaaaaaa /,\
Chanyeol mana nih Chanyeol wkwkwkwk
Review kalian membantu semua, meskipun kadang sedih kalo dibandingin sama beberapa ff yang chapter-nya lebih dikit daripada ini tapi reviewnya 100++
Thanks for all readers, reviewers, followers. I love you!
Love,
Me
