Do You Love Me?
cast : Byun Baekhyun
Kim Jongin
Park Chanyeol
Oh Sehun
Xi Luhan
Do Kyungsoo as Byun Kyungsoo (Baekhyun's hyung)
Wu Yifan as Byun Yifan/Kris (Baekhyun's appa)
Kim Jongdae as Baekhyun's cousins
Kim Joonmyeon as Baekhyun's friend
Zhang Yixing as Baekhyun's friend
Kim Minseok as Baekhyun's best friend
Huang Zitao as Baekhyun's teacher
Increase depending on the story and the readers
Genre: hurt/comfort, romance
Rated: T to M
Chapter: 4 of (?)
Disclaimer: story, plot=mine. Casts=entertainment, family, theirselves, God
Warning(s): Yaoi! EXO COUPLES. School-Life. Friendship. BaekhyunxChanyeol,Jongin,Sehun,Luhan. DLDR. OOC!
NO PLAGIARISM. NO BASH. LOVE THE STORY, CASTS, PLOT, AND ME IF YOU COULD :D /no
Forgive me if there's any typo left here..
.
.
.
Baekhyun mengerucutkan bibirnya malas dan memejamkan matanya perlahan. Lelaki mungil itu menghembuskan napas keras-keras sebelum meraih ponselnya yang berada di sebelahnya.
*256 missed calls*
"Hebat," gumamnya. Ia membuka call logs dan mendapati sekitar 250 missed calls itu adalah dari kakaknya, Kyungsoo. Selain itu, ia mendapati 4 dari nomor tak dikenal dan 2 dari Yixing.
Baekhyun mengetik nomor ponsel Kyungsoo dan menempatkan ponsel miliknya ke telinga kirinya.
"Yoboseyo?"
"BYUN BAEKHYUN! TAHUKAH KAU AKU MENGKHAWATIRKANMU? DASAR ADIK TAK TAHU SOPAN SANTUN!"
"Aw, aw, oke maafkan aku hyung. Semalam aku menginap di rumah Jongdae, kemarin aku pulang larut jadinya kupikir hyung sudah tidur."
Baekhyun dapat membayangkan Kyungsoo sedang memijit pelipisnya kesal sambil menghela napas kesal sekarang. "Aku terbangun sampai jam 3 pagi hanya untuk menunggumu, Baek. Kabari aku kalau kau menginap di rumah temanmu lagi. ARRA?!" Suara Kyungsoo meningkat 3 oktaf di kata yang terakhir.
"Arraseo, hyung," Baekhyun berbisik. "Appa dirumah?"
"Tidak, ia bilang ada dinas mendadak, jadi ia baru bisa pulang 3 hari lagi."
Rasanya Baekhyun ingin membanting ponselnya dan membunuh appa-nya kalau bisa. "Ah, oke. Aku pergi dulu. Pai!"
Baekhyun menempatkan ponselnya kembali ke sebelahnya dan berniat melanjutkan tidurnya, bermimpi menjadi seorang penyanyi dan seorang dosen—yang mungkin memang mustahil.
"Kyungsoo hyung, ya?"
Baekhyun menolehkan kepalanya ke sebelah kiri. Dan tersenyum. "Hm, aku membangunkanmu, ya? Maaf."
"Tidak, tak apa," Jongdae tersenyum. "Kau boleh menginap disini sesukamu, kok. Jaga-jaga kalau kau emosi Yifan ahjussi selalu pergi."
Tawa. Hal yang didengar Jongdae adalah tawa sepupunya itu. "Oke, oke, terima kasih. Tapi besok hyung-ku ada acara kuliah, dia menginap selama 5 hari 4 malam," jawab Baekhyun.
"Ah jinjjayo? Aku boleh menginap disana, kan, Baek?" Jongdae menunjukkan puppy eyes-nya.
Baekhyun tertawa lagi. "Tentu, tentu."
Jongdae tersenyum. "Sekolah?"
.
.
.
"Xing-ieeeee~" rengek Baekhyun saat melihat temannya baru akan memasuki kelas.
Lelaki berlesung itu menoleh, dan ia langsung tersenyum. "Baekhyunnieeee~" lalu Yixing langsung memeluk Baekhyun erat. "Kau tidak apa-apa, kan? Jongdae tidak melakukan apa-apa padamu, kan?"
Jongdae menjitak kening Yixing. "Jangan bercanda, Xing. Aku sepupunya, mana mungkin aku melakukan hal-hal seperti itu."
"Aku hanya bercanda, sensitif sekali," cibir Yixing. "Ayo masuk, Baek!"
.
.
.
"Dua minggu lagi akan diadakan konser amal sekolah kita, dan setiap kelas harus berpartisipasi. Zitao seonsae tidak akan ikut campur, jadi kita menentukan pilihan sendiri," kata Joonmyun di depan kelas.
"Bagaimana kalau Byun Baekhyun yang menampilkan sexy dance—pole dance juga mungkin?"
Baekhyun menghela napas. Apakah makhluk ini ingin balas dendam?! Matanya menatap tajam sosok di pojok, yang hampir bercinta dengannya 2 hari lalu.
"Aku setuju!" sahut Jongdae riang.
Mata Baekhyun beralih menatap tajam sepupunya, yang dibalas cengiran usil.
"Aku ikut!" Yixing menimpal, tersenyum pada Baekhyun.
Minseok juga mengangkat sebelah tangannya, tersenyum canggung pada Baekhyun.
Tak lama, seluruh kelas ikut mengangkat tangannya. Hanya beberapa yang Baekhyun ingat, seperti si tampan—Jung Daehyun, duo J dan si satu lagi—Park Jinyoung, Im Jaebum, Choi Youngjae, si seksi—Kim Jonghyun, juga tersenyum—mesum—padanya. Sampai akhirnya Luhan mengangkat tangannya, bibirnya membentuk seringaian.
"Oke! Sudah diputuskan. Untuk kelas kita, Byun Baekhyun akan melakukan—ehhm, sexy dance," seru Joonmyun.
"Joon—"
Joonmyun menatap Baekhyun. "Maaf Baek, seluruh kelas mendukungnya."
Baekhyun menghela napas. Ia sudah pasti akan membunuh Yixing, Minseok, dan Jongdae. Tapi yang penting, ia akan membunuh Luhan.
.
.
.
"Loh? Park Chanyeol?"
Lelaki jangkung itu melirik ke sebelah kiri, dimana suara itu berasal. "Ah, kalian," katanya pelan. "Tidak masuk kelas? Kalian ada kelas kan?"
"Justru itu yang ingin kutanyakan padamu, bodoh," celetuk Jongin.
Sehun merangkul Chanyeol yang lebih tinggi beberapa cm darinya. "Park Chanyeol kan terkenal rajin. Kok kau tidak masuk kelas?"
"Aku sedang tidak ingin," jawab Chanyeol dingin dan dengan kasar menyingkirkan lengan Sehun.
"Mwoya?" keluh Jongin. "Sombong sekali dia."
Sehun berdecak kesal sebelum merangkul pundak Jongin. "Kudengar kelas menyanyi akan membiarkan Byun itu sexy dance untuk acara amal kita."
"Benarkah?"
Sehun mengangguk. "Lalu, kelas tari akan mengadakan apa?" Sehun memasang pose berpikir. "Byun Baekhyun melakukan seks di depan umum?"
"Ya, dasar mesum," Jongin menjitak dahi Sehun. "Aku lebih memilih Baekhyun crossdressing, bermain drama, dan berakhir dengan mencium lelaki di depan umum."
"Ah benar juga kau!" Sehun berseru riang.
Sehun dan Jongin saling menjitak satu sama lain, membolos satu pelajaran hari itu.
.
.
.
"Kau ingin mati?" Baekhyun bertanya pelan, memukul tangannya di meja.
Lawan bicaranya tersenyum. "Aku menanyakan hal yang sama padamu. Apakah KAU ingin mati 2 hari yang lalu?"
"Demi Tuhan, lupakanlah! Itu sudah dua hari lalu Luhan. Dua setengah."
Luhan menarik kerah baju Baekhyun, mendekatkan wajahnya pada lelaki imut yang sedang mengamuk ini. "Aku tidak akan pernah melupakannya, Sayang. Maafkan aku."
"Ew. Lepaskan aku," desis Baekhyun, berekspresi jijik.
Lelaki berambut merah itu tersenyum, lalu segera menyerang bibir Baekhyun. Dilumatnya kasar, digigitnya bibir bawah Baekhyun dengan kasar, dan tangannya yang juga meremas kejantanan Baekhyun dengan kasar.
Baekhyun merintih. Ia sedikit masokis, sebenarnya. Ia suka didominasi dan diperintahkan, dibanding ia harus berbicara untuk memberitahu. "Mmhh! Lu-Luhan~ aaahh!"
BUGH!
"Aw," desis Luhan, memegangi pipinya yang sedikit lebam dan sakit. Tubuhnya tersungkur ke dinding, meskipun itu hanya satu pukulan. Matanya menatap ke atas, penasaran siapa yang baru menonjoknya.
Namja yang baru menonjoknya malah menatap Luhan tajam. "Ia sudah blang tidak jadi hentikanlah!"
"Park Chanyeol?!" Luhan tertawa.
Chanyeol tersenyum. "Ya, itu aku," jawabnya lalu menggenggam tangan Baekhyun dan membawanya lari.
.
.
.
"Masa, sih, tidak ada?!" geram Jongin, terengah-engah sambil menyeka beberapa keringatnya dengan tangannya.
Sehun juga tak jauh berbeda, namja dingin itu memegangi perutnya, tak kalah berkeringat dengan Jongin. "Aish Byun Baekhyun sialan!"
.
.
.
Chanyeol menatap Baekhyun saat dirinya memakaikan sabuk pengaman pada lelaki mungil di sebelahnya. "Dimana rumahmu?" tanyanya pelan.
"Eh?"
"Rumahmu."
Baekhyun tersenyum. "Aku tinggal di apartemen itu," jawab Baekhyun, menunjuk sebuah apartemen mewah berlantai ratusan yang bisa dilihat dari tempat mereka.
Well dia tidak berbohong—ayahnya memang sudah membeli satu untuknya.
"Oh, disitu," jawab Chanyeol. "Mau kuantar?"
"Yah berhubung aku sudah di mobilmu kenapa tidak sekalian saja?"
.
.
.
"Yes, this is Seokjin's phone."
"Hyung, aku menemukan art school yang bagus!"
Lelaki berambut hitam itu bangkit. "What? Where?"
"Here, Seoul," jawab telepon di sebrang.
"Kita harus pindah ke Seoul just for an art school? You're overreacting, Hoseok. Stop," jawabnya kesal.
Orang di sebrang menghela napas kesal. "Seokjin hyung, I'm serious! Disini mereka juga punya kelas dan guru yang memang bertalenta. Dan mungkin kita bisa merayu beberapa pria atau wanita?"
"Kau tahu aku sudah bersama Taehyung."
"Ish, the point is kita harus pindah kesini. Aku keluar kalau kita tidak pindah. Terima kasih."
"Hoseok! Ya! Jung Hoseok!"
.
.
.
"Ah, terima kasih banyak, Chanyeol-ssi!" Baekhyun membungkuk saat Chanyeol membukakan pintu untuknya.
Chanyeol tersenyum. "Tak apa. Toh, aku juga tinggal disini."
"Benarkah? Kamar berapa, kalau aku boleh tahu?"
"460, kau?"
Baekhyun memajukan bibirnya kaget. Dia tidak akan menyangka salah satu targetnya tinggal di apartemen yang sama dengan yang sering ia tinggali. "Ah, aku tetanggamu! Aku di kamar 461," jawab Baekhyun, tersenyum.
"Salam kenal, eumm.. Byun Baekhyun?"
"Baekhyun saja cukup."
"Tepat," kata Chanyeol, tersenyum.
Sisa perjalanan mereka dihabiskan dengan diam. Mulai dari saat di lift sampai saat mereka sampai di kamar masing-masing, hanya diselingi beberapa senyuman.
Setelah memasukkan kode apartemennya, Baekhyun masuk ke dalam kamar dan membanting tasnya, bersandar di sofa dan meraih ponselnya.
Setelah menekan beberapa tombol dan mengecek semua pesan yang masuk ke dalam ponselnya, Baekhyun mendekatkan ponselnya ke telinga kirinya.
"Hyung, hari ini aku tidur di apartemen, ya," katanya.
Kyungsoo berdecak. "Ya, Byun Baekhyun! Kau rela meninggalkan kakakmu sendirian di rumah ini?"
Baekhyun tak bisa menahan untuk tidak memutar bola matanya. "Hyung menginap sajalah di rumahnya Jung Jinyoung itu saja. Tidak usah merengek."
"Arraseo," rajuk Kyungsoo.
.
.
.
"Apa namanya tadi, kau bilang?"
"SOPA, hyung."
"WHAT THE—HOSEOK!"
"Disitu ada anak pindahan yang beken hyung, namanya Byun Baekhyun."
"Dia mirip Taehyung, ya? Dan mirip Jungkook sedikit."
"Lumayan juga dia."
"Benar kan? Sudah, kita sekolah disitu saja, hyung!"
"Alright alright, tapi kita harus bilang pada anak lainnya."
"It's not even official that they're our family, hyung. They can't speak Korean. They're not one of our siblings."
"Okay I got it. Let's go."
.
.
.
"Jongdae, Minseok, Yixing, mainlah kesini," rengek Baekhyun sambil mengigit roti yang ia temukan di kulkas tadi.
"Ada apa? Tumben kau seperti ini," cibir Jongdae.
Baekhyun mengunyah makanannya selama beberapa saat. "Ingat tetangga yang kukatakan itu? Aku sudah tahu siapa orangnya."
"Siapa? Tetangga?" Yixing menjawab.
"Jadi dulu ayahku pernah membeli satu kamar apartemen untukku, saat aku sering study tour ke Seoul, tapi karena kamar ini sering kutinggalkan, aku baru tahu pemilik kamar di sebelahku."
"Ah, ya, dan pemilik kamar tersebut adalah?" Minseok bertanya.
Baekhyun menghela napasnya. "Park Chanyeol."
"APA?!" teriak mereka bertiga bersamaan.
.
.
.
Ting tong!
"Ya, aku datang!" seru Baekhyun, beranjak dari duduknya.
Cklek.
"Ya Byun, kau berhutang berjuta-juta penjelasan untukku," ketus Yixing, memasuki apartemen Baekhyun.
"Hatiku sakit, Byun. Kau tidak memberitahu kami," kata Minseok sambil berakting seperti sedang menangis.
Baekhyun tersentak karena dahinya tiba-tiba sakit. "Aw!"
"Itu balasannya. Setidaknya kau harus kubuat jera," jawab Jongdae, berjalan masuk dan duduk di sofa. "Keberatan jika kuminta kau jelaskan?"
Baekhyun meringis. "Sangat," bisiknya. Dengan perlahan ia duduk di sebelah Jongdae dengan Yixing dan Minseok yang duduk di sofa yang berbeda.
Baekhyun menceritakan segalanya pada ketiga temannya itu—dan satu saudaranya. Mulai dari saat ia hampir diperkosa—yeah, diperkosa—oleh Luhan sampai Park Chanyeol yang seperti pahlawan.
"Jadi, Chanyeol menyelamatkanmu, mengantarmu pulang, dan ternyata ia tetanggamu?" Jongdae berkata.
Suara tepuk tangan Yixing menggema di seluruh kamar. "Bravo, Baek! Kau sudah mengencani seorang Park!"
"Kau akan ada di buletin sekolah besok, Baek. Hati-hati pada gadis-gadis fans Chanyeol. Mereka agak sinting," nasihat Minseok.
"AKU TIDAK MENGENCANINYA BODOH!"
"Lalu? Selingkuhannya?" tanya mereka bersamaan.
Dan Byun Baekhyun menyesal sudah menceritakan segala sesuatunya pada ketiga temannya—dan satu saudaranya.
TBC
. . Worse than I thought:"
Ya maaf atuh buat yang nungguin ff ini tapi jadinya malah gajelas kek gini:" dan buat yang nanya kenapa ada chenbaek itu karena author ngusil._. Jadi ada foto flashback chenbaek trus karena author juga shipper chenbaek jadinya kemasukkin._. Maapin atuh maapin._.
Reviewnya 81 saya terharu:"
Special thanks to:
Dinda. .58, Roxanne Jung, , .39, dyaKim, yoonAHeartfilia, rachel suliss, LubaekShipper, Vanessa Stacia Juno, Guest, Blacknancho, YDragon95, ChanBaekLuv, devrina, aiiu d'freaky, luwhan, Chanbaek forever, nam mingyu, and siders.
Mind to review?:)
Love,
Me
