Do You Love Me?

cast : Byun Baekhyun

Kim Jongin

Park Chanyeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Do Kyungsoo as Byun Kyungsoo (Baekhyun's hyung)

Wu Yifan as Byun Yifan/Kris (Baekhyun's appa)

Kim Jongdae as Baekhyun's cousins

Kim Joonmyeon as Baekhyun's friend

Zhang Yixing as Baekhyun's friend

Kim Minseok as Baekhyun's best friend

Huang Zitao as Baekhyun's teacher

Increase depending on the story and the readers

Genre: hurt/comfort, romance

Rated: T to M

Chapter: 5 of (?)

Disclaimer: story, plot=mine. Casts=entertainment, family, theirselves, God

Warning(s): Yaoi! EXO COUPLES. School-Life. Friendship. BaekhyunxChanyeol,Jongin,Sehun,Luhan. DLDR. OOC!

NO PLAGIARISM. NO BASH. LOVE THE STORY, CASTS, PLOT, AND ME IF YOU COULD :D /no

Forgive me if there's any typo left here

.

.

.

"Byun?! Apakah kami orang terakhir yang mengetahuinya?" tanya Jongdae, jelas-jelas terlihat dan terdengar kesal.

"Jangan konyol, aku bisa memberitahu siapa lagi selain kalian, hah?"

Minseok menghela napasnya, lalu berdiri, terlihat gelisah. "Hampiri saja kamarnya."

"Minseok-ah!" jawab Baekhyun kesal. "Aku tidak serendah atau se-bitchy itu untuk dapat menghampiri kamarnya dan langsung meminta melakukan seks dengannya!"

"Ya pakai trikmu saja, kau kan mudah sekali merayu lelaki. Luhan, Sehun, dan Jongin saja sudah tahu bahayanya," kata Yixing.

Baekhyun menghela napasnya kesal. Luhan, Sehun, dan Jongin mungkin tidak mengetahui apartemen Baekhyun, tapi kalau Chanyeol?! Bisa-bisa ia diteror kalau melakukan yang macam-macam.

"Tapi…" bisik Baekhyun.

Jongdae, Minseok, dan Yixing sontak mendekati Baekhyun.

"Park Chanyeol itu sebenarnya tampan juga ya, apalagi saat tadi dia menyetir mobilnya, maskulin sekali!"

Jongdae berdecak dan menjitak dahi Baekhyun. "Tentu saja bodoh, kalau dia biasa-biasa saja mana mungkin siswa-siswi tergila-gila padanya."

Dan mereka bertiga akhirnya bermalam di apartemen Baekhyun, mencoba menyusun rencana untuk mendekati Park Chanyeol tanpa harus membuat lelaki jangkung itu dendam dan akhirnya meneror Baekhyun.

.

.

.

"Ada yang bisa saya bantu, gentlemen?" tanya seorang pria maskulin yang jangkung.

"Ah ya, I'm Kim Seokjin. A pleasure to meet you," jawab seorang lelaki dengan tubuh yang cukup tinggi seraya melepas sunglass-nya.

Pria maskulin itu menjawab dengan senyuman. "Have a seat," katanya sopan. Lelaki yang lebih muda mengangguk lalu duduk di depan pria maskulin tersebut. "Anda ingin menjadi murid di sekolah ini?"

"Ya, ehm… I mean, we will."

"We?" tanya pria jangkung itu.

"Ya, aku membawa beberapa temanku untuk sekalian bergabung di sekolah ini," jawab Seokjin.

"Bisakah saya bertemu mereka?"

Lalu, 6 lelaki masuk ke dalam ruangan tersebut, dalam formasi yang sedikit acak-acakan.

"I'm Kim Namjoon, nice to meet you," kata seorang lelaki berambut putih.

"Min Yoongi," kata seorang lelaki berambut coklat terang.

"Nice to meet you, sir, Jung Hoseok," lelaki berambut coklat.

"It's a pleasure to meet you, Park Jimin," kata seorang lelaki yang lebih pendek dari yang lainnya, berambut hitam.

"Hello, I'm Kim Taehyung," kata seorang laki-laki berambut coklat tua, seraya tersenyum.

"It's very nice meeting you sir, I'm Jeon Jungkook, I hope we will have a good relationship," kata seorang lelaki berambut hitam-ungu.

"These are my friends," kata Seokjin. "Tidak apa-apa, kan?"

Pria jangkung itu tersenyum sopan sekali lagi. "Of course, sir. It's nothing," jawabnya. "Any specific requests?"

"Ah ya, ada," jawab Seokjin. "Boleh aku minta data tentang seorang siswa pindahan bernama Byun Baekhyun?"

.

.

.

Ting tong

"Ya, sebentar," jawab seorang pria jangkung dengan suara beratnya, berjalan menuju interkom di apartemennya. "Byun Baekhyun?" Ia berjalan menuju pintu apartemennya dan membukanya, dan ia langsung disuguhi lelaki yang lebih kecil darinya yang bermuka seperti puppy—bukan anjing, anak anjing, dan terlihat sangat antusias, seakan-akan ia menggoyangkan ekornya.

"Park Chanyeol-ssi!" panggil Baekhyun riang.

Chanyeol menatap Baekhyun. "Ada apa?"

"Aku bosan dan aku kesepian di apartemenku, boleh kan aku berkunjung sebentar?"

"Boleh-boleh saja, tapi melihat waktunya—ah, ya! Byun Baekhyun!" kata Chanyeol kesal saat Baekhyun melewatinya melalui celah di lengannya dan masuk ke apartemennya begitu saja.

Sementara lelaki yang lebih kecil tersebut terlihat sangat senang, ia mengelilingi apartemen Chanyeol dengan mata berbinarnya—yang sangat jarang ditunjukkannya. "Ah, jadi apartemenmu lebih besar dari apartemenku. Harganya lebih mahal, ya?"

"Byun Baekhyun, sekarang pukul enam di pagi hari. Pulanglah."

Baekhyun berjalan mendekati Chanyeol, sengaja memberi jarak agar ia tidak perlu mendongak untuk menatapnya. "Biarkanlah aku disini sebentar, lagipula kita harus sekolah nanti."

"Ya, dua jam lagi!" jawab Chanyeol frustasi. "Terserah kau mau apa, aku mau mandi dulu."

"Eum," kata Baekhyun singkat sebelum mendudukkan dirinya di sofa yang terletak di depan TV 42 inch milik pria jangkung tersebut.

Baekhyun memejamkan matanya sesaat, menghirup wangi maskulin yang berada di seluruh sudut apartemen Chanyeol, bahkan di bantal yang tengah ia genggam sekarang. Entah karena Chanyeol terlalu dewasa atau Baekhyun yang terlalu anak-anak sehingga lelaki yang lebih kecil itu mabuk setiap kali menghirup bau maskulin tersebut—mungkin karena ia memakai parfum strawberry dan Jongdae memakai parfum mint dan Yixing memakai parfum chocolate dan Minseok memakai parfum yang wanginya seperti bayi, semacam cotton baby atau apalah itu yang pernah Baekhyun lihat di toko parfum langganannya—karena ia terbiasa dengan bau yang sederhana, namun aroma yang Chanyeol miliki tidak bisa Baekhyun ketahui apa saja campurannya, mungkin ia sengaja mencampurnya?

"Chanyeol-ssi," panggil Baekhyun.

"Hm?"

"Kau mencampur parfum-parfummu ya?"

"Hm, wae?"

"Tak apa, hanya bertanya," jawab Baekhyun lalu bangkit dari duduknya, berjalan ke meja dekat TV 42" itu berada. Ia mengamati dengat lamat-lamat, lalu memutuskan untuk merogoh sakunya, mengambil sebuah pajangan berbentuk kerang dan menaruhnya di atas meja tersebut. Baekhyun mengambil ponselnya dan memencet speed dial.

"Aku bisa melihatmu, Baekhyun-ah."

"Tidak apa, kan, kalau aku menaruhnya disini?"

"Tempat yang brilian malah. Beruntung benda ini kau taruh di dekat pintu masuk, jadi kita dapat melihat siapa saja yang masuk dan keluar apartemen Park Chanyeol."

"Hm. Aku tutup, Jongdae-ya," katanya sebelum menyimpan ponselnya kembali dan duduk di sofa putih itu lagi.

Suara air yang mengucur dari shower itu tidak terdengar lagi. "Kau tidak melakukan hal-hal yang aneh, kan?" tanya Chanyeol.

Baekhyun menoleh, menatap ke arah kamar mandi—yang baru ia ketahui saat Chanyeol masuk kesana tadi—dan sontak ia meletakkan bantal putih tersebut di daerah selangkangannya, dan berusaha sekeras mungkin agar pipi bodohnya tidak mengeluarkan warna menjijikkan itu.

Tapi, ayolah.

Park Chanyeol terlalu sempurna. Entah karena ini memang apartemen Chanyeol jadi ia biasa-biasa saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk pendek sebatas lutut dari pinggulnya dan tangan berototnya dengan santai mengusak-usak rambutnya yang basah dengan sempurna, dan abs-nya… astaga.

"T-tidak!" jawab Baekhyun. "Pakai bajumu sana, aku ini tamu!"

"Tamu yang datang pada pukul enam di pagi hari," decih Chanyeol kesal sebelum berjalan menuju sebuah kamar—yang Baekhyun duga adalah kamar tidurnya.

Baekhyun mengutuk dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia setengah tegang hanya karena melihat Chanyeol seperti itu?! Sekarang ia serba salah, kalau ia ke toilet Chanyeol pasti suara desahannya akan terdengar karena tadi saja suara shower terdengar sampai tempat ia duduk sekarang, kalau ia meraba kejantanannya, yang ada dia malah tambah tegang, kalau ia izin pulang, ia juga tidak dapat menutupi kejantanannya. Masa, dia harus memakai selimut?! Ia juga mengumpat karena memakai celana kulit yang ketat dan bukannya celana training yang dapat membuat kejantanannya sedikit bernafas.

"Kau ingin berangkat bersamaku nanti?" tanya Chanyeol keluar dari kamarnya, sambil tetap mengusak-usak rambutnya.

"E-eum, ya," jawab Baekhyun. "Kalau boleh."

Chanyeol mendudukkan dirinya di sebelah Baekhyun, lalu menghela napas sebelum bersandar pada sofa tersebut. "Kau tidak punya mobil?" Baekhyun menggeleng. "Lalu? Selama ini kau berangkat kemana-mana dengan apa?"

"Naik bus atau bersama saudaraku."

"Bus?" Chanyeol tertawa dengan suara beratnya. "Kau adalah penghuni salah satu apartemen termahal di Korea dan kau naik bus? Maksudku, bus?! Taksi akan lebih baik, Byun. Aku tidak mengerti dirimu."

"Ya—kau juga harus menghemat uangmu!" desis Baekhyun.

"Menghemat?" Chanyeol tertawa lagi. "Kalau ingin menghemat tinggal di apartemen yang tidak seluas dan semahal ini, Baekhyun-ssi."

Baekhyun mengerucutkan bibirnya. "It's my life, Park Chanyeol!"

"Oke, oke, maaf," ujar Chanyeol, "tak usah marah-marah."

Lelaki mungil itu tidak menjawab, tangannya meraih remote TV yang berada agak jauh di sebelahnya, dan dia menekan tombol power.

"Ah—JANGAN DINYALAKAN!" teriak Chanyeol.

.

.

"Ah-aahhh! Punish me, daddy! Baby is a bad boy, baby needs to be punished, daddy—ugh!"

"Oh yeah, you're a bad boy, baby. Who told you to touch yourself and your slutty hole when daddy is working, huh?"

"Dad—Daddy! Baby needs to pee! Daddy-ugh!"

"Not now, baby. It's a punisment."

.

.

Baekhyun membuka kedua matanya dan mulutnya lebar-lebar melihat yang ada di layar TV di depannya ini sedangkan Chanyeol menutup matanya kesal sambil menggigit bibirnya.

"Park-Chan-Yeol… kau seorang gay?! Ani, kau seorang sex maniac?!"

TBC

Muahahahabhahahhaha turns out worse than I thought :')

Sebenernya ada alasannya selama ini saya ga update, masalahnya

ffn

di block

sama

first media

kan bisa apa;;

maafin deh ya, nanti kita coba untuk yang terbaik aja, amin amin bisa diakalin lagi ntar wkwk.

dan kalo disini feelnya juga ga kerasa banget, maaf ya. Ini saya bikin dalam waktu 3 jam-an loh, tercepatnya cepat :"D

ini dulu ya yang di update, yang lainnya nyusul kok:D daddies, iliaww dikit lagi selesai, trus you again baru aja bikin :D sebentar ya kak, sibuk tugas nih wkwk.

last, mind to review?

Love,

Me