Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto
.
.
.
Kami adalah 13 prajurit dari pasukan rahasia yang dipersiapkan untuk melawan pasukan federasi. Suara tembakan, bau amis darah, teriakan membahana, peluru berterbangan, penyelinapan dalam gelap, penyanderaan, pencurian data, dan lainnya adalah makanan kami. Rasa gentar dan ragu telah lama menguap dari kami meninggalkan tekad bertahan dan mempertahankan yang besar dalam jiwa kami.
KAMI ADALAH AKATSUKI
.
.
Call Of Duty
By: Akasuna No Nagi-chan
Genre: Adventure, Action, Friendship, Crime, And Romance
Rate: T+
Character: Sakura, Sasuke, Naruto, And Akatsuki
Warning: OOC, AU, Confusing, etc
.
.
Happy Reading
.
.
.
Chapter 1: Brave New World
-5 tahun kemudian-
"Komando Sektor B kepada Tim Alpha"
"Alpha 2 di sini"
"Lakukan patroli di sekitar dinding"
"Roger"
"Dengan siapa kau berbicara"
"Aa, teme kau sudah bangun? Tadi itu Komando sektor B, kita disuruh berpatroli"
"Hn" Sasuke pun bangkit dari tidurnya dan kembali menggunakan rompi anti pelurunya. Setelah itu diambilnya Assault rifle semi-otomatis dan handgun yang diletakkannya di dekat tangan kanannya sebelum ia tertidur. Setelah itu di susulnya Naruto yang telah menunggunya di dekat runtuhan bangunan tempat mereka beristirahat bersama seekor anjing.
"Serangan Federasi 5 tahun lalu benar-benar dahsyat" celetuk Naruto tanpa sadar ketika memperhatikan sekitarnya. Dilihatnya bangunan, jalan, dan rumah yang hancur hanya menyisakan puing-puing dan beberapa bangunan yang masih berdiri walau dengan keadaan mengerikan.
"Sudahlah" ujar Sasuke dengan nada datar.
"Etto, hehehe gomen Sasuke" jawab Naruto dengan cengiran khas-nya.
"Hn, saatnya bergerak"
"Aa, benar. Kau yang pimpin jalan" titah Naruto pada Sasuke yang hanya dibalas dengan dengusan oleh Sasuke. Mereka pun berjalan melewati sisa-sisa runtuhan bangunan dengan hati-hati dan siaga terhadap kemungkinan bangunan tersebut kembali runtuh. Namun, tiba-tiba anjing tadi mulai menyalak ke arah pintu memberi kode kepada kedua tuannya.
"Tenang, Kurama" Perintah Naruto pelan namun tegas yang langsung dituruti oleh anjing bernama kurama tersebut.
"Ia merasakan sesuatu, atau seseorang" ujar Sasuke berbisik pelan kepada Naruto dan dibalas dengan anggukan dari Naruto yang mendekati pintu. Setelah itu Sasuke mengepalkan dan mengangkat tangannya ke arah Naruto sebagai kode untuk diam. Setelah itu diacungkan jari telunjuknya dan kemudian diikuti oleh jari tengahnya sebagai tanda waspada dan membuat Naruto mengangkat senjatanya. Setelah jari manis ikut terangkat, mereka berdua bersama Kurama mendobrak pintu dan mengarahkan senjata ke depan. Namun mereka hanya mendapati kawanan rusa yang langsung berlari tak beraturan ketika mendapati pendatang baru.
"Hah, kurasa kurama lapar" celetuk Naruto.
"Hn, tenang sobat, kita akan makan di markas nanti" ujar Sasuke sembari mengelus ringan kepala Kurama. Mereka melanjutkan perjalanan menuju jalanan dan kali ini Kurama menyalak tertahan dengan ekor yang tegak. Setelah itu mereka sedikit menunduk dan memperhatikan keadaan jalanan yang berada di bawah runtuhan tempat mereka berada.
"2 orang" bisik Sasuke pelan. Setelah itu ditepuknya pelan bagian punggung Kurama yang menyebabkan anjing tersebut berlari menerkam salah satu prajurit federasi di depan mereka. Sementara itu dengan sigap Naruto yang telah bersiaga dengan senjatanya sedari tadi langsung melayangkan peluru menuju prajurit satu lagi. Dalam hitungan milisekon prajurit tadi tumbang tanpa sempat menembakkan pelurunya ke Kurama, begitupun dengan prajurit yang diserang oleh Kurama.
"Kerja bagus sobat" Puji Naruto setelah menghampiri Kurama dan mengelus pelan kepalanya.
"Aku akan mengontak markas" celetuk Sasuke mengeluarkan radio dari sarung pada pinggangnya.
"Alpha 1 kepada markas"
"Silahkan"
"Kami baru saja menumbangkan 2 prajurit federasi di sisi barat daya dinding"
"Baiklah, akan kukirim prajurit lainnya untuk berpatroli, akhiri"
"Kita lanjutkan patroli" perintah Sasuke setelah menyimpan radio kembali ke sarung pada pinggangnya. Tanpa menunggu jawaban dari Naruto, ia melompati retakan jalanan yang diikuti oleh Naruto dan Kurama dalam diam. Di ujung jalanan yang retak, mereka bertemu dengan salah seorang prajurit mereka yang berlari dan memberi kode kepada mereka untuk mengikutinya.
"Ada apa Sai?" Tanya Naruto setelah mensejajarkan dirinya dengan prajurit tadi tanpa menghentikan langkahnya.
"Aku mendengar Kontak Senjata di arah barat, ikutlah"
"Hn"
"Guk...guk"
.
.
.
Dor...dor...dor...
Trrrt...trrrt...trrrt...
"Markas, masuk"
"Silahkan"
"Kami diserang, kirimkan pasukan"
"Baik. Akhiri"
Suasana perperangan benar-benar memenuhi atmosfer daerah di barat 'dinding' yang memisahkan markas komando sektor B. Sasuke, Naruto, Sai serta Kurama langsung berlari bersembunyi dibelakang apapun yang bisa dijadikan sebagai pertahanan.
"Beta team, serang di sebelah kanan! Delta team, serang di sebelah kiri! Dan Alpha team, ikut aku!" perintah salah seorang prajurit bertopeng dengan lantang dan tegas yang langsung dituruti.
Sasuke, Naruto, dan Kurama mengikuti prajurit bertopeng tadi yang menghabisi musuh-musuh di di depan mereka. Suara tembakan memenuhi daerah tersebut disertai dengan peluru yang berterbangan di udara layaknya hujan. Tak lupa darah mulai bertumpahan di tanah diikuti berbagai teriakan.
"Grenade"
"Cover me"
"Affirmative"
"Sasuke, fokus dengan musuh di depanmu" teriak prajurit bertopeng tadi membuyarkan lamunan Sasuke.
"Hn, ha'i" balas Sasuke singkat dan langsung mengarahkan senjatanya ke arah salah seorang prajurit federasi yang sedari tadi mengincar Naruto. Dalam hitungan milisekon Sasuke merasa senjatanya diarahkan dengan tepat dan dalam kedipan mata, Sasuke meluncurkan pelurunya. Tanpa ampun peluru tadi menembus leher prajurit federasi tersebut dan bahkan mengenai teman dibelakangnya.
Tidak mau kalah, Naruto pun langsung menargetkan senjatanya ke salah seorang prajurit federasi dengan cepat. Setelah merasa tepat sasaran, tanpa membuang waktu Naruto menarik pelatuknya dan meluncurkan peluru dari shotgun miliknya. Peluru tadi dengan cepat menembus rompi anti perluru milik prajurit federasi dan menewaskannya dalam hitungan detik. Sementara itu Kurama pun telah berhasil menumbangkan musuh dengan brutal sementara Naruto melindunginya.
"Kerja bagus, prajurit. Tetap pertahankan serangan 'tepat sasaran' tadi" perintah prajurit bertopeng tadi tanpa melihat ke arah Sasuke dan Naruto.
"Ha'i" balas Naruto dan Sasuke bersamaan tanpa memalingkan wajah mereka dari arena perperangan.
Sasuke's PoV
Sial, musuh terus berdatangan tanpa henti. Beginikah perasaan Itachi beserta pasukannya dulu? Hn, kurasa tidak, mereka sudah profesional, berbeda dengan kami yang masih berada dalam level 'Regular'. Dan siapa pria bertopeng ini? Apa mungkin dia salah satu pasukan 'elite force'? Atau jangan-jangan 'Secret Force'?
Ah, ini tidak penting. Untuk saat ini aku harus memikirkan cara untuk memukul mundur musuh dan mendesak mereka. Walaupun kami berhasil membuat mereka mundur perlahan, ini belum cukup dan akan memakan waktu lama. Hn, aku harus melakukan sesuatu.
Aku pun berlari maju menuju tumpukan kontainer yang bisa kujadikan pertahan dengan sedikit zig-zag yang aneh untuk mempersulit musuh 'mengunci'-ku. Setelah itu kutumbangkan beberapa musuh dalam pandanganku dengan satu peluru untuk satu musuh. Kulirik Naruto yang terlihat berapi-api setelah menyaksikan bagaimana aku menumbangkan banyak musuh dalam waktu singkat dengan akurasi tinggi. Ia langsung mengikuti kegiatanku menembak semua musuh dalam pandangannya, begitupun dengan Kurama. Hn, anjing pintar.
Si topeng juga terlihat berhasil menyapu bersih semua musuh di hadapannya dalam waktu singkat, yang sialnya melebihiku. Tanpa berpikir lebih lanjut, aku berlari menghampiri mayat salah satu prajurit yang kutembak dan memungut machine gun yang dibawanya dan membuang assault rifle milikku. Aku pun mulai menembaki musuh dengan mambabi buta, mengabaikan perintah awal si topeng. Si topeng yang sepertinya melihat aksiku mulai membentakku melalui earphone di telingan kananku.
"Apa yang kau lakukan?" teriaknya dengan keras kepadaku. Namun aku hanya mengabaikannya dan melanjutkan aksinya. Ia pun kembali berteriak menanyakan hal yang sama, namun disertai umpatan-umpatan. Dan tanpa rasa bersalah aku kembali mengabaikannya. Aku harus menjadi bintang di perperangan kali ini, HARUS.
Normal PoV
Sasuke terlihat menikmati kegiatannya dengan sebuah machine gun. Sesuai dengan perkiraannya, para musuh mundur dan terdesak lebih cepat. Pada akhirnya, musuh di hadapan mereka semua pun habis tersapu bersih. Mereka semua langsung berlari menuju gerbang raksasa yang menjadi akses menuju 'daerah perlindungan'. Namun, baru saja tiba di depan pintu gerbang, musuh kembali menyerbu dan kali ini disertai dengan sebuah helikopter yang ikut menembaki mereka.
"Alpha 2, gunakan rocket launcher di sana untuk menghancurkan helikopter" perintah si topen selagi berlindung dan menembaki musuh. Tanpa membuang waktu Naruto mengarahkan pandangannya ke sebuah pos dan mendapati rocket launcher dengan amunisi penuh. Diambilnya dengan cepat dan segera diposisikannya pada bahu tegapnya. Setelah itu dikuncinya helikopter tadi dengan cermat dan dengan segera diluncurkannya sebuah roket yang mengejar dan menghancurkan heli tadi. Puing dan bangkai heli tadi jatuh mengenai beberapa prajurit federasi. Akhirnya para prajurit federasi pun mundur dengan cepat meninggalkan gerbang besar tadi.
Gerbang pun terbuka setelah seluruh prajurit federasi melarikan diri. Mereka semua memasuki gerbang dengan perasaan lega dan gembira, begitupun dengan Naruto, Sasuke dan Kurama yang melewati gerbang tadi. Namun, dengan cepat pria bertopeng tadi mencengkram tangan Sasuke dan membantingnya ke dinding terdekat.
"Apa yang kau lakukan tadi bocah? Apa yang kau pikirkan? Kau ingin sok hebat dan menunjukkan kebolehanmu? Kalau dalam situasi lain, aku tidak akan mempermasalahkannya, tetapi akibat aksi sok pahlawanmu, salah seorang prajurit kita terkena peluru nyasar dari serangan membabi butamu. Kau pikir apa alasanku menyuruh kalian berdua berhati-hati dalam menembak? Tentu saja karena kita tidak berperang sendiri. Untuk kali ini kau kumaafkan, lain kali aku akan menembak kakimu untuk memberimu hukuman." Bentaknya dan kemudian melepas cengkeramannya pada Sasuke.
"Hn, gomenasai senpai" balas Sasuke dengan sedikit menundukkan wajahnya. Ia tahu ia bersalah dan bagaimana bisa ia melupakan fakta bahawa ada prajurit lainnya yang ikut maju bersama mereka. Si topeng tadi pun berlalu setelah berdehem singkat dan meninggalkan mereka berdua, maksudnya bertiga bersama Kurama.
"Yang tadi itu jangan terlalu dimasukkan ke hati teme, yang penting kau merubahnya" saran Naruto sok bijak kepada Sasuke.
"Urusai, dobe" balas Sasuke sewot dan mulai berjalan meninggalkan Naruto
"E-eh, matte" kejar Naruto diikuti Kurama. Sementara itu mereka tidak menyedari sepasang mata yang menatap mereka dari atas.
"Akhirnya kita bertemu lagi, Sasuke dan Naruto" ujar sosok tersebut.
.
.
.
TBC
Huaaahhh, apa ini? Gomen minna, ceritanya masih jelek dan membosankan, semoga kalian suka, ehehehe. Hm, jika ada yang bingung, silahakn tanyakan di kotak review aja
By the way, anyway, busway, ketebak gak sih siapa si topeng dan yang natap mereka itu? Yang bener author kissu deh, ahahaha.
Ohya, balas review dulu yaww
Luca Marvell
Enggak kok, memang semua wilayah Jepang diserang, ehehe
Arigatou atas review-nya Luca-san, semoga suka chapter ini, review lagii
Nao Yowanke
Ini udah dilanjut, Nao-san, jujur saya termotivasi lagi buat lanjut ini cerita berkat review dari Nao-san yang bilang dia setia baca ini fic, arigatou gozaimasu Nao-san *mewek* review lagi yaa
Makasih amatsuki-san, jadi terharu, ehehehe
review lagi yaa
Belyuva Sasuko
Sipp, ini gatau sih udah panjang atau nggak, stuck sih, ahahaha
updated, dan semoga suka, nggak kilat tapi sih, ehehehe
review lagiii
Well, itu aja, bagi yang lain jangan jadi silent reader, dengan banyaknya review saya bisa memperbaiki kekurangan fic ini. Review kalian adalah penyemangat buat saya, bagaikan tetesan embun ditengah kehausan *lebay*
Intinya jangan lupa review minna-san
Dan Special thanks to:
Nao Yowanke
Luca Marvell
Belyuva Sasuko
Arashi no Magatama
Pleuro
Dan Semua Reader yang meluangkan waktunya buat membaca fic ini
Sekali lagi terimakasih kepada yang udah nge-review, fav, dan follow. Tanpa kalian fic ini bukanlah apa-apa
Akasuna No Nagi-chan
