Title : Unusual Feeling

Main Cast : Sehun x Luhan (BxB)

Genre : Fantasy, Romance

Rating : M (Mature) take your own risk if you below 18yo.

by: Whiteyes, 2015

Summary : Luhan kehilangan akal saat melihat seorang yang baru saja ia lihat seumur hidupnya, yang anehnya, membuat hormonnya berteriak senang dan memerintah sarafnya untuk segera menghampiri orang itu.

Warning : Please kindly leave this story if you just want to throw the hatred. No bash, no hate, no harmful words! I already warned you.

.

.

.

.

CHAPTER I

.

.

.

.

Nyaris.

Andai saja teman sebangku Luhan, Kyungsoo, tidak datang, maka Oh Sehun, namja sialan yang telah meledakkan hormonnya- akan duduk disampingnya. Luhan bersyukur karena Kyungsoo mempunyai alasan yang logis mengapa ia datang terlambat dan akhirnya diijinkan mengikuti kelas- mengingat walikelasnya, Mr. Kim, sangat tidak menyukai anak-anak yang tidak tepat waktu dengan alasan yang konyol. Lagipula, ini bukanlah sebuah drama dimana seorang murid baru akan duduk disampingnya bukan? Luhan membuat catatan untuk dirinya sendiri bahwa ia harus menghindar dari murid baru itu. Ia tak mau dicap sebagai orang aneh yang terangsang hanya karena melihatnya. Dan juga ia bukan seorang yang populer, dan oh! Lihatlah teman-teman sekelasnya yang telah sibuk menatap Oh Sehun. Bahkan gadis populer yang berada dikelasnya, Suzy, terlihat melempar senyum termanisnya terhadap Oh Sehun.

'Cih, dasar. Hanya tersenyum pada cowok keren dan jika ada maunya saja' decih Luhan dalam hati.

.

.

Luhan berada di perpustakaan sekarang. Ia melarikan diri dari nikmatnya kehidupan saat istirahat berlangsung. Biasanya ia akan kekantin bersama Kyungsoo untuk makan siang. Namun, seminggu terakhir ini Kyungsoo lebih memilih membawa bekal untuk dirinya dan kekasihnya, Kai, another flower boy in this school. Bahkan Luhan bingung mengapa seorang Kyungsoo yang biasa-biasa saja bisa memikat hati seorang idola sekolah seperti Kim Jongin.

"Permisi"

Luhan tersentak saat suara seseorang memasuki indra pendengarannya.

'sial! Mengapa ia disini?!' umpat Luhan dalam hati. Luhan menarik nafas dan berusaha bersikap sewajarnya.

"Ya? Ada apa?", Jawab Luhan

"Bisakah aku meminjam catatanmu? Err materi yang diajarkan disini sedikit berbeda dengan yang aku pelajari di Kanada" kata Sehun yang sialnya membuat Luhan sangat terpesona sekaligus panas.

"Tte…tentu saja, akan kubawakan besok. Kau bisa meminjam catatanku untuk pelajaran hari ini, akan kubawakan besok untuk pelajaran yang lain", sial! Luhan mengumpat saat mendengar suaranya sendiri bergetar.

"Aku bisa mengambilnya dirumahmu sepulang sekolah, bagaimana?" Tawar Sehun.

"Aa..ah ya jika itu menurutmu itu ide yang bagus" jawab Luhan pasrah. Sial! Ia sudah tak tahan dengan segala hal tentang Sehun. Dan fakta Sehun berdiri tepat didepannya membuat ia mual, mual dengan arti yang erotis- menurut Luhan.

"Tentu, terima kasih banyak."

Setelahnya Sehun berbalik dan berjalan meninggalkan Luhan. Luhan masih terdiam ditempat sambil menenangkan jantungnya yang berdegup kencang, darahnya yang mengalir sangat deras dan kepalanya yang pusing.

'sial! Ada apa denganku?! Kenapa dengan melihat Oh Sehun saja aku merasa seperti mau meledak?' Umpat Luhan dalam hati. Luhan akui Oh Sehun sangat tampan, luar biasa mempesona dan memiliki aura yang kuat. Memiliki mata yang bisa menghipnotis siapa saja, hidung yang sempurna dan jangan lupakan bibir yang tipis, membuat Luhan penasaran ingin merasakan bagaimana rasa bibirnya. Tunggu! Ini tak benar! Kyungsoo bilang Luhan merupakan pengamat yang payah, daya observasinya sangat minim walau ia pintar luar biasa. Mengapa ia bisa mendeskripsikan Sehun dengan cara yang begitu senonoh?

'Bagus Luhan, teruslah memikirkanku, dan akan kupastikan aku akan selalu berada dipikiranmu'

.

.

"Sekian dari materi hari ini. Selamat sore"

Mr. Kim keluar dari kelas dan disambut gembira oleh murid-murid dalam kelas, Luhan mendesah pelan saat ia merenggangkan otot-ototnya, merasa sangat lelah menerima pelajaran hari ini, atau bisa dibilang, lelah karena berusaha mengenyahkan segala pemikiran tentang Sehun dalam pikirannya. Ia memandang sekitar kelas dan menemukan seorang Oh Sehun berjalan menghampiri mejanya. Dan sialnya Kyungsoo sudah keluar kelas, tentunya menemui kekasih tercintanya yang sedari tadi telah menunggunya didepan kelas.

"kita kerumahmu?" Luhan tau itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataannya.

"eum" jawab Luhan singkat, ia berusaha mengatur lagi dirinya sendiri yang makin lama tidak ia mengerti ini.

Sehun dan Luhan berjalan keluar kelas, Luhan mengikuti Sehun yang berjalan didepannya tanpa memulai obrolan apapun. Dingin. Namun ini suasana yang baik menurut Luhan. Luhan tidak mau mengambil resiko jika mereka berbincang dan suaranya akan bergetar lagi seperti tadi saat di Perpustakaan. Dan kabar buruknya, Luhan sangat marah saat ia melihat Sehun menghampiri sepeda motor sport berwarna hitam yang sangat elegan dan memberi helm cadangan untuk Luhan.

Dengan ragu Luhan memakainya dan menaiki sepeda motor sport itu saat ia mendengar Sehun berkata "Ayo"

"dimana rumahmu?" Tanya Sehun sambil menyalip beberapa mobil

"Flat disamping Phantom Shop, kau tau phantom shop kan?" kata Luhan, bahkan Luhan tidak bisa menyebutkan alamat flatnya sendiri. Flat yang telah 2 tahun ini ia tinggali seorang diri. Sehun tanpa banyak tanya segera melesatkan motornya kejalan menuju flat Luhan. Sehun menyetir dengan luwes, mempesona, dan sial! Mengapa Luhan selalu menambahkan kata 'mempesona' saat dirinya sedang memikirkan Sehun? Jangan lupa tubuhnya merasa sangat panas

'aku harus ke psikiater segera' kata Luhan dalam hati. Luhan merasa detik-detik dirinya bersama Sehun diatas motor sialan ini sangat lama, ya walaupun ia akui flatnya memang lumayan jauh namun waktu seakan melambat tiga kali lipat saat ini. Akhirnya mereka tiba dan segera saja mereka masuk kedalam flat yang berukuran sedang ini. Tidak buruk, tidak juga bagus. Sedang adalah kata yang pas untuk mejabarkan bagaimana keadaan lingkungan tempat tinggal Luhan.

"Kau tinggal sendiri?" tanya Sehun pada Luhan sembari ia mengikuti Luhan berjalan menuju kamar flatnya.

"Ya, 2 tahun aku tinggal disini sendiri" jawab Luhan seadanya

mereka masuk kedalam flat Luhan dan bau Lavender yang segar langsung tercium saat Luhan membuka pintu flatnya. Terlihat tempat tinggal Luhan sangat rapi, bukan tipikal tempat tinggal seorang pria yang memasuki masa pubertas yang biasanya condong ke keadaan yang berantakan, rapi dan bersih, dan sederhana.

"Silahkan duduk dulu, akan aku ambilkan minum dan beberapa makanan kecil yang kupunya"

Saat Luhan akan melangkah, tangannya ditahan oleh Sehun, Luhan terkejut saat kontak fisik antara ia dan Sehun terjalin. Terlalu parah, sangat parah, setidaknya itu yang dipikirkan Luhan

"Sehun? Biarkan ak—"

"Luhan"

kata-kata Luhan terpotong saat Sehun mengucapkan namanya. Seketika terlihat bola mata Luhan terlihat kosong seakan ia tidak menyadari apa apa. Dengan cepat Sehun merengkuh tubuh Luhan dan mengecup kening Luhan dengan penuh makna. Sehun memejamkan matanya seakan menikmati kondisi mereka saat ini. Lalu Sehun membawa Luhan kedalam dekapannya dan mulutnya mendekati telinga Luhan sambil berbisik,

"Aku merindukanmu, sangat merindukanmu"

dan saat mata Sehun yang tadinya terpejam terbuka, terlihatlah bola mata berwarna merah yang memancarkan emosi kesedihan yang sangat dalam

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Note:

Terima Kasih banyak untuk kalian yang telah membaca. Dan terima kasih banyak untuk yang sudah meninggalkan review hun12han20selu, Ami Yuzu, yeonkkoch, oasana, levy95.