Sehun x Luhan (BxB)

Other Cast : Kyungsoo, Jongin.

Genre : Fantasy, Romance

Rating : M (Mature) take your own risk if you below 18yo.

by: Whiteyes, 2015

Summary : Luhan kehilangan akal saat melihat seorang yang baru saja ia lihat seumur hidupnya, yang anehnya, membuat hormonnya berteriak senang dan memerintah sarafnya untuk segera menghampiri orang itu.

Warning : Please kindly leave this story if you just want to throw the hatred. No bash, no hate, no harmful words! I already warned you.

.

.

.

.

CHAPTER V

.

.

.

.

.

Luhan menghentikan kegiatan mencuci piringnya setelah ia memasak saat mendengar seseorang mengetuk pintu flat-nya. Ia berjalan menuju pintu dan membukanya untuk melihat siapa yang bertamu di jam seperti ini.

"Luhan!" teriak seorang gadis sembari memeluk Luhan dengan erat. Luhan membalas pelukan gadis itu, gadis tetangga flatnya yang sering memberikan kue saat ia pulang dari kerja.

"Yah! Kemana saja kau selama 2 bulan ini?" tanya Luhan sambil menatap gadis itu, gadis itu pun mengambil sekotak kue dalam plastiK yang ia letakkan dibawahnya dan memberikannya pada Luhan.

"Bosku mengirimkanku untuk men-trainee pegawai di Busan, kau tau toko kue tempatku bekerja membuka cabang baru di Busan dan Incheon dan aku bertanggung jawab atas perekrutan pegawai di Busan" jelas gadis itu seraya masuk kedalam flat Luhan setelah Luhan membuka lebar pintu flatnya, tanda ia mempersilahkan gadis itu masuk. Gadis itu meletakkan bungkusan kue pemberiannya diatas meja yang terdapat diruang tamu flat milik Luhan

"Terima Kasih, Seulgi-ya" kata Luhan singkat.

"kau tau? Eommaku menanyakan keadaanmu setiap hari padaku. Yang sebenarnya anaknya itu aku atau kau sih?" sebal Seulgi seraya melangkah kedapur dan menemukan bahwa Luhan baru saja selesai memasak makan malamnya. Ia membantu Luhan untuk menyajikan makan malamnya di meja makan.

"itu karena aku tampan" jawab Luhan narsis

"Kau itu manis bodoh, cantik malahan! Tapi aku lebih cantik darimu" kata Seulgi tak mau kalah

"Bagaimana keadaan eommamu? Apa ia senang dengan rumah barunya di Jeju?" tanya Luhan. Seulgi dan Eommanya tadinya tinggal disebelah flat Luhan, namun kakak Seulgi yang baru saja mendapatkan promosi dari tempat dimana ia bekerja dan mengharuskan ia pindah ke Jeju. Ia membeli sebuah rumah dan meminta eommanya menetap disana. Tentu saja eomma dari Seulgi tidak menolak, Jeju adalah tempat idamannya untuk bertempat tinggal.

"Tentu, jika kau ada waktu, mungkin kita bisa ke Jeju, supaya eomma ku berhenti menanyakanmu lagi" kata Seulgi yang dibalas oleh tawa Luhan yang begitu lepas.

"setidaknya kau beruntung eommamu masih sering menghubungimu" perkataan Luhan membuat dirinya merenung sendiri. Ia tak pernah bertemu dengan orang tuanya. Yang ia tau ia hanyalah anak tunggal dari keluarga Xi. Orang tuanya berada di Amerika, namun walau tak pernah bertemu dengan orang tuanya, Luhan selalu mendapatkan uang bulanan dan sebuah email dari orang tuanya yang menyerukan bahwa semoga ia dapat hidup dengan baik. Tidak ada pertanyaan 'bagaimana keadaanmu?' atau 'bagaimana sekolahmu?'. Ia hanya punya foto kedua orang tuanya yang masih utuh.

Setau Luhan, 5 tahun lalu rumahnya terkena musibah kebakaran. Dokter mengatakan bahwa ia terkena amnesia karena kepalanya terbentur oleh bahan bangunan yang jatuh roboh saat kebakaran itu berlangsung. Dan yang Luhan tau, ia sempat koma selama hampir sebulan lamanya di rumah sakit. Setelah itu ia dirawat oleh orang suruhan kedua orang tuanya. Ia sempat hidup disebuah apartemen mewah di Seoul sampai ia memutuskan untuk hidup sendiri. Ia menyampaikan keinginannya kepada orang tuanya melalui email dan orang tuanya tidak keberatan asalkan Luhan tetap mau menerima uang yang rutin mereka berikan.

Seulgi yang melihat wajah murung Luhan berusaha menghiburnya dengan menyendokkan makanan kemulut Luhan.

"Setidaknya masih ada yang peduli padamu Luhan. Orang tuamu pasti memiliki alasan mengapa mereka seperti itu" jawab Seulgi sambil tersenyum manis. Luhan tersenyum tipis. Ia selalu percaya orang tuanya memiliki suatu alasan mengapa mereka belum menemui Luhan selama 5 tahun ini.

'Mereka menyayangiku, jika mereka tidak menyayangiku, pasti mereka tidak akan memperdulikanku sejauh ini' kata Luhan mantap dalam hati.

.

.

.

"Luhan?" panggil Kyungsoo saat bel tanda sekolah telah berakhir terdengar.

"Ada apa?" tanya Luhan tanpa menoleh karena ia sibuk untuk memasukkan buku-bukunya kedalam tas.

"Kau ada acara setelah ini?" tanya Kyungsoo

"Tidak, ada apa? Kau mau mentraktirku?" tanya Luhan balik

"mau kerumahku? Maksudku, aku belum terlalu mengerti tentang pelajaran tadi dan kau tau ujian sudah mulai dekat, kau mau kan membantuku belajar? Ya ya? Aku akan memasakkan masakan yang super lezat sebagai bayarannya. Bagaimana?" rayu Kyungsoo dengan puppy eyesnya

"Tentu saja" jawab Luhan sambil tersenyum.

"kau sudah baik-baik saja kan? Ada apa denganmu kemarin?" tanya Kyungsoo menyelidik

"Ya, terima kasih telah membawaku ke Ruang Kesehatan kemarin. Aku baik-baik saja. Hanya saja mimpi buruk tentang bagaimana menakutkannya ujian mulai menghantuiku" ujar Luhan sambil tersenyum jahil terhadap Kyungsoo.

"Yah! Kau ini! Memangnya soal soal ujian itu mengejarmu dimimpi dan memakanmu hidup-hidup?!" Kyungsoo tak habis pikir dengan Luhan.

"Dan untungnya aku berhasil kabur, jika mereka menangkapku dan memakanku hidup-hidup, aku janji akan ke psikiater untuk konsultasi" mendengar jawaban Luhan, Kyungsoo hanya menggelengkan kepala.

Diam-diam Kyungsoo menatap kearah Luhan dan memberikan tatapan sendu.

'maafkan aku, Lu'

.

.

.

"Tao…"

lelaki yang merasakan namanya dipanggil menoleh dan menemukan seorang lelaki berambut pirang yang berdiri tak jauh dari dirinya. Tao berbalik membelakangi jendela yang sedari tadi ia tatapi. Dan berjalan menghampiri Kris, memberikan sebuah kecupan dipipinya dan merebahkan kepalanya pada dada bidang milik kekasihnya tersebut.

"kau mempercayaiku kan?" tanya Kris sambil merengkuh tubuh Tao.

"eum" gumam Tao mengiyakan pertanyaan dari Kris. Kris menghela nafas lalu mengangkat wajah Tao untuk menatap bola mata Tao yang indah itu.

"aku akan memberitahumu" kata Kris, masih menatap bola mata Tao, seakan akan mencoba menyelami untuk jatuh lebih dalam lagi.

"huh? Apa?" kata Tao bingung. Tao terlalu terhanyut pada tatapan Kris yang membuatnya meleleh. Ia merasa bahwa Kris menatapnya dengan amat sangat dalam, seolah mencari kekuatan dalam diri Tao untuk bersandar.

"tentang kejadian 5 tahun yang lalu" jawab Kris.

"Tentang Luhan."

.

.

.

Mitos tentang adanya keberadaan vampire tidak sepenuhnya sebuah mitos. Mereka benar-benar ada. Dan jangan kira semua vampire itu sama. Mereka mempunyai golongan tersendiri. Pureblood adalah golongan tertinggi dari vampire. Mereka bagaikan raja dan ratu. Lalu golongan bangsawan yang bagaikan menteri jika dalam kedudukan dikerajaan. Lalu ada golongan I, golongan II dan golongan III sebagai vampire biasa. Namun golongan I, II dan III dibedakan dari percampuran darah yang dimiliki. Tentunya, dunia vampire dipimpin oleh pureblood. Mereka memiliki kekuatan diatas golongan lainnya dan berumur lebih panjang. Pemilihan vampire bergolongan pureblood sebagai pemimpin para vampire diadakan oleh dewan vampire setiap 50 tahun sekali. Hal ini terjadi supaya tidak ada perebutan kekuasaan sesama keluarga pureblood. Walau faktanya kalangan pureblood itu sendiri tidak berminat pada ramalan datang, diramalkan akan muncul 12 vampire pureblood dengan kekuatan spesial.

Yunho, adalah ahli waris keluarga Wu, salah satu keluarga pureblood yang sangat disegani oleh keluarga pureblood yang lain. Yunho dijodohkan pada seorang gadis bernama Tiffany, seorang vampire bergolongan pureblood. Yunho menolak karena ia sudah memiliki kekasih sendiri bernama Kim Jaejoong. Kim Jaejoong merupakan vampire dari golongan bangsawan, meskipun derajatnya termasuk tinggi, tentu saja keluarganya menolak karena darah mereka akan tercemar dan tidak murni. Malam sebelum pernikahan Yunho dan Tiffany berlangsung, Yunho dan Jaejoong melangsungkan pernikahan yang dihadiri oleh teman baik Yunho yang juga seorang pureblood, Xi Hankyung. Layaknya seorang pengantin, mereka melakukan malam panas mereka dan mereka berjanji walau mereka terpisah, mereka akan terus mengingat bagaimana cinta mereka.

Yunho pun menikah dengan Tiffany. Sebenarnya, Tiffany juga telah memiliki kekasih hati bernama Nichkhun namun Tiffany hanyalah gadis penurut yang selalu menuruti apa yang keluarganya katakan. Saat Tiffany hamil, Jaejoong pun juga hamil. Anak pertama Tiffany dan Yunho diberi nama Wu Kris. Setelah Wu Kris berumur sekitar satu tahun umur manusia, Tiffany kembali hamil kembali, dan anak keduanya mereka beri nama Wu Yixing. Semua tampak bahagia sampai Hankyung datang membawa seorang anak bernama Luhan. Hankyung berkata bahwa Jaejoong menghilang di hutan saat ia sedang mencarikan darah hewan untuk anaknya, Luhan. Tiffany merasa marah terhadap Yunho, ia telah mengorbankan cintanya demi pernikahannya dengan Yunho tetapi Yunho malah mengkhianatinya walau itu terjadi sebelum mereka menikah. Suasana menjadi dingin semenjak kehadiran Luhan dirumah mereka.

Walau lahir bukan dari pasangan murni pureblood, anehnya Luhan mewarisi darah murni pureblood. Darahnya tidak bercampur dengan darah dari golongan bangsawan Jaejoong. Dan mereka menemukan bahwa Luhan memiliki sebuah symbol yang membuktikan bahwa ia membawa kekuatan spesial yang telah diramalkan, seperti halnya Kris dan Yixing. Luhan adalah telekinesis. Ia berbahaya karena bisa memasuki pikiran orang lain bahkan mengendalikannya. Tidak seperti pureblood lain yang bisa mengendalikan pikiran vampire juga namun tidak bisa mengendalikan vampire bergolongan pureblood, Luhan dianggap ancaman. Namun Hankyung dan Yunho mengatakan pada dewan vampire bahwa mereka sudah melatih Luhan dan akan membatasi Luhan supaya ia tak berbahaya. Tinggal dirumah dimana memiliki ibu tiri yang tidak suka padanya dan kakak-kakaknya yang tidak menghiraukannya membuat Luhan kesepian. Apalagi Yunho sering bepergian karena pada saat itu ia terpilih menjadi pemimpin vampire. Dan Luhan selalu ingat apa kata Yunho yang melarangnya keluar rumah. Yunho berkata ia tidak mau kehilangan Luhan seperti ia kehilangan Jaejoong. Luhan sangat menghormati Yunho maka dari itu ia menuruti apa yang diperintahkan oleh Yunho.

Saat Luhan berusia 8 tahun, diadakan pesta pertemuan sesama vampire pureblood. Tujuan pesta tersebut diselenggarakan adalah mencari pasangan hidup sesama vampire. Memang, pada saat itu perjodohan diusia muda tidaklah aneh mengingat obsesi para pureblood menjaga kemurnian rasnya. Pada saat itulah Luhan bertemu Sehun. Luhan merasa Sehun merupakan malaikatnya. Dan semenjak pesta pertemuan itu, Sehun selalu mampir kerumah Luhan sekedar bercerita atau mengajak Luhan bermain. Luhan yang tak pernah mendapatkan perhatian sangat bergantung kepada Sehun.

Naas, Sehun dikirim ke Amerika untuk melanjutkan studinya disana mengikuti ibunya yang kebetulan juga bekerja sebagai perancang busana di negeri paman sam itu. Luhan kembali terpuruk dalam kesendiriannya. Dalam keterpurukan, Luhan merasa dirinya terbelah menjadi dua, Luhan sering tersadar disebuah ruangan yang tidak ia ingat kapan ia melangkah ke ruangan tersebut. Selalu ruangan yang sama. Sebuah ruangan yang terdapat sebuah cermin yang sangat besar dan memiliki ukiran rumit sebagai bingkainya.

Ia selalu menghampiri ke ruangan itu sampai seorang pelayan mendatanginya. Pelayan itu akhirnya memperlakukan Luhan layaknya Luhan adalah anaknya sendiri. Membacakan dongeng sebelum Luhan tidur, bermain bersama Luhan, mengajari Luhan tentang pelajaran yang tidak ia mengerti yang ia dapatkan dari home schooling. Luhan merasakan kehangatan dari Victoria, nama pelayan itu. Luhan menutup luka hatinya karena kehangatan seorang ibu yang ia rindukan. Ia mendapat kehangatan itu dari Victoria, yang hanyalah seorang pelayan. Bukan dari Yunho, Tiffany ataupun kedua kakaknya. Sebenarnya Victoria adalah seorang vampire yang ditolong oleh Nickhun, kekasih Tiffany dahulu. Dan Victoria berada dirumah keluarga Wu karena ia ingin memantau Tiffany untuk Nichkhun. Tiffany yang mengetahui kedekatan Luhan dengan Victoria merasa marah dan menyuruh Victoria pergi dari rumah keluarga Wu. Tiffany merasa, tidak seharusnya Luhan sebagai seorang pureblood dekat dengan vampire golongan III seperti Victoria. Dan rasa bencinya pada Luhan membuat Tiffany tidak ingin melihat Luhan bahagia. Luhan yang jatuh dalam keterpurukan lagi, bahkan lebih parah karena Tiffany selalu menyakiti hati Luhan dengan perkataannya, menjadi jatuh kedalam kegelapan. Sisi gelapnya yang dulu hanya sebuah banyangan kecil sekarang mampu mengambil alih Luhan, walau dalam waktu yang singkat.

Suatu hari, seorang pelayan yang merupakan teman dari Victoria datang pada Luhan dan membawa berita duka bahwa Victoria telah meninggal. Pelayan tersebut berkata bahwa kalangan pureblood berada di balik kematian Victoria. Luhan pun akhirnya benar benar marah dan akhirnya sisi gelapnya mulai menguasainya. Ia bertambah kuat seiring kemarahan dihati Luhan bertambah. Pada saat Luhan berada pada amarahnya, seorang vampire dari kalangan pureblood datang, ia memprovokasi Luhan dengan mengatakan ibunya pun mati karena ulah keluarga Wu, hal itu menyulut api yang ada pada Luhan dan membuat Luhan meledak. Luhan yang saat itu dikuasai oleh sisi gelapnya menjadi gelap mata dan memakai kekuatan telekinesisnya untuk membunuh seluruh keluarganya. Yunho dan Tiffany terbunuh. Beruntungnya Kris yang tidak ada dirumah. Namun Luhan hampir saja membunuh Yixing jika Sehun tidak datang dan menghentikannya. Sekarang Sehun mengerti mengapa para dewan sangat mewaspadai Luhan. Luhan yang saat itu baru berumur 12 tahun, namun dengan gampangnya ia memasuki dan mengendalikan pikiran Yixing untuk membantunya untuk membunuh orang tuanya sendiri.

.

.

.

"Kau….kau bercanda?" Tao meneteskan air matanya setelah mendengar apa yang diceritakan oleh Kris.

"Seandainya waktu itu aku tidak mengabaikan Luhan. Aku terlalu takut saat mengatakan bahwa Ayah akan melupakanku dan Yixing dan hanya akan menyayangi Luhan" kata Kris menyesal telah mempercayai perkataan ibunya itu.

"dan dewan memutuskan pengasingan terhadap Luhan. Mereka menghapus semua ingatannya. Dan mereka menyelidiki bahwa Luhan hanyalah korban bagi kelompok tertentu yang ingin menguasai dunia vampire, Luhan hanyalah termakan omongan mereka dan akhirnya ia lepas kendali." Kata Kris.

"lalu setelah ini apa? Bagaimana dengan Luhan?" tanya Tao, ia menakup wajah Kris dan mengelusnya dengan penuh kelembutan. Berusaha untuk menghapus rasa penyesalan pada diri Kris.

"aku akan membangunkan Luhan malam ini, ia akan datang bersama Kyungsoo" kata Kris lirih

"apa kau yakin?" tanya Tao memastikan

"Ya.." jawab Kris sebelum meraih dagu Tao dan menangkap bibir Tao untuk dilumatnya. Berusaha mencari kekuatan dari ciuman mereka yang semakin lama semakin dalam itu.

.

.

.

.

.

.

.

'dan rencana kami akan berjalan lagi setelah 5 tahun tertunda'

.

.

.

.

.

TBC

Balasan Review :

Liex : sudah terungkap kan di Chapter ini? Terima kasih telah membaca dan meninggalkan review ^^

Guest 1 : yup ^^

Faul : wah terima kasih. Akan kuusahakan agar lebih panjang ya updatenya ^^

Guest 2 : yups ^^

Loveliya : terima kasih. Ini sudah kulanjut ya ^^

Guest 3 : yups, akan kuusahakan ^^

Fa : jangan lupa dong haha

Luwinaa : terima kasih. Selamat membaca ya ^^

Notes : Kurasa sudah mulai terungkap kan? Dan kuharap chapter ini cukup panjang. Jika ada yang masih bingung, silahkan tanya saja. Sebenarnya ada sebuah cerita rumit dalam otakku namun saat aku mencoba untuk menuangkannya dalam kata-kata, kenapa jadi aneh? Dan akhirnya masa lalu tentang Luhan kuubah dan aku merasa masih aneh ._.

Oiya, untuk chapter berikutnya kemungkinan akan lama, karena minggu depan aku sudah menghadapi UTS (maklum masih kuliah).

Terima kasih yang telah membaca dan terima kasih banyak bagi yang telah memberikan review ^^