Tittle: Baby Joons' Birthday Party
Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kim Kibum, Kim Heechul, Kim Junsu and others.
Rating: K+
Summary: Jaejoong mengajak anak-anaknya pergi ke pesta ulang tahun tapi kedua anak laki-lakinya menolak, lantas apa yang terjadi selanjutnya?
Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan alur cerita, tokoh dan lain-lain hanya kebetulan semata. Tidak ada author lain yang menginspirasi saya dan tidak ada author lain yang saya tiru.
A/N:Chap ini terinspirasi dari anaknya teman sekantor Kira.
.
.
.
Hari ini Jaejoong mengajak Kibum pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado ulang tahun anak temannya, Jaejoong baru saja mendapatkan undangan dari teman kuliahnya. Kebetulan Hyunjoong -temannya- memiliki anak yang sebaya dengan Kibum.
Sesampainya di sana Jaejoong tak lupa menawarkan si bungsu untuk membeli sesuatu yang diinginkannya, balita penggila jeruk itu terlihat sibuk mondar-mandir mengitari toko mainan dan aksesoris anak. Jaejoong juga sibuk memilih, anak Hyunjoong juga perempuan jadi Jaejoong sedikitnya tahu apa yang disukai anak perempuan zaman sekarang.
"Eum igo," Jaejoong meletakan sesuatu di keranjang belanjanya.
Sebuah gaun peri lengkap dengan sayap putih tiruan dan tongkat menyalanya, Jaejoong rasa anak kecil punya imajinasi yang tinggi dan baju itu bisa membantunya dalam mengembangkan imajinasinya tentang dongeng peri-peri.
"Kibummie mau beli ini?"
Kibum menggeleng, Jaejoong pikir Kibum juga akan menyukai baju itu, Jaejoong sudah memilih yang berwarna biru seperti warna kesukaan gadis kecil itu tapi Kibum malah menolaknya.
"Baiklah, Kibum-ah mau apa sayang?"
Jaejoong mengusap rambut Kibum penuh kasih sayang, Kibum segera berlari mencari benda apa yang diinginkannya, Jaejoong mengikuti anak itu dengan sabar.
"Ini?" tanya Jaejoong saat Kibum mengambil sebuah mahkota.
"Ani."
Kibum melihat-lihat boneka, tapi tak ada satupun yang menarik di matanya jadi bocah itu pindah melihat mobil-mobilan.
Jaejoong terkekeh pelan, punya dua kakak laki-laki membuat Kibum menyukai permainan anak laki-laki juga, meskipun sebenarnya tak ada satupun orang rumah yang mendidiknya menjadi tomboy dan malah memperlakukannya seperti putri.
"Ini caja ya Umma?"
Jaejoong mengangguk demi mengabulkan permintaan sang anak, keduanya kini berjalan menuju kasir. Belum sempat sang kasir memasukan barcode mobil-mobilan itu Kibum berlari menukarnya dan mengatakan bahwa kakaknya sudah punya yang persis seperti itu.
Tentu saja tingkahnya membuat sang kasir tertawa gemas, Kibum kembali dengan sebuah peralatan masak anak-anak yang katanya untuk mainan Barbie dan Ken.
"Jamkaman Onnie, Bummie cudah punya yang cepelti itu dilumah, kemalin dibelikan Jiyoung Ahjumma."
Jaejoong mengernyit heran, baru tahu kalau anaknya dapat mainan baru -lagi- dari tetangganya yang terobsesi punya anak perempuan.
"Ini caja deh!"
Kibum mengulurkan tangan kecilnya, Jaejoong membantunya menyerahkan dompet bergambar Hello Kitty itu, entah untuk apa dompet itu yang pasti Jaejoong tidak akan mungkin menolak permintaan anaknya.
.
"Pokoknya aku ngga mau ikut!"
"Aku juga!"
Jaejoong menatap jengkel si sulung dan penengah yang menolak diajak ke ulang tahun anak temannya.
"Kenapa tidak mau? Anaknya Kim Ahjussi cantik dan lucu lho."
"Ah Changmin masih kecil, ngga akan tergoda sama yang seperti itu!" bantah Changmin membuat Junsu terbengong-bengong.
"Umma, aku sudah cukup pusing berhadapan dengan Lee Sungmin di sekolah, jadi aku tidak akan mau bertemu Kim Hyungjoon yang cengeng itu."
"Chagi jangan seperti itu, baby Joon kan anak baik."
"Tapi cengeng." Koor Kyuhyun dan Changmin.
"Bummie mau lihat Joonie Onnie."
Jaejoong tersenyum, Kibum yang bungsu saja bisa menghiburnya kenapa kakak-kakaknya malah menolak ajakannya.
"Sudahlah Jae, kita pergi dengan Kibum saja, Hyunjoong tidak akan marah toh Hyungjoon seumuran dengan Kibum bukan dengan Kyuhyun dan Changmin."
"Dan kami anak laki-laki bukan perempuan."
"Tidak ada hubungannya Kyu." Heechul menggerutu.
Kyuhyun tidak mempedulikan gerutuan Heechul, anak itu malah mengajak Changmin pergi ke ruang bermainnya. Junsu dan Heechul akhirnya mengikuti keduanya dan menyisakan Yunho, Jaejoong dan Kibum.
"Baiklah, kaja!"
Yunho menggendong Kibum dan berjalan mendahului Jaejoong yang masih bewajah muram.
'Anak-anak itu, akan ditaruh di mana wajahku nanti kalau teman-temanku tahu aku gagal mengajak anakku datang ke pesta ulang tahun teman anakku?' batin Jaejoong sebal.
.
"Changmin yang ulang tahun itu siapa?"
Changmin sedang makan kue kering buatan bibi Cha sembari duduk di ayunan yang diletakan di teras belakang dekat kolam renang. Junsu sedang menemaninya karena Kyuhyun sedang mengajak Heechul bermain ke rumah Siwon.
"Kim Hyungjoon anaknya Kim Hyunjoong."
"Oh Kim Hyunjoong anaknya Kim Hyungjoong."
"Bukan, Kim Hyungjoon anaknya Kim Hyunjoong."
"Arro arro, Kim Hyungjoon anaknya Kim Hyunjoon."
"Ish sudah bodoh tuli pula!" umpat Changmin yang untungnya tidak di dengar Junsu.
"Eh Changmin-ah kenapa tidak ikut main ke rumah Siwon?"
"Kenapa? Mau ngecengin Kikwang juga? Jangan ajak-ajak aku ya, aku ngga sudi!"
Hap. Changmin melompat turun dari ayunan dan masuk ke rumahnya, Lee Kikwang itu supir pribadinya Siwon, beda dengan Kim Kwangsoo -supir keluarga Jung yang tua- Kikwang masih sangat muda dan manis.
Dan meskipun Changmin dan Kyuhyun masih kecil tapi gelagat Heechul dan Junsu menyukai Kikwang sudah jelas terbaca, padahal jelas-jelas saingan mereka adalah Park bersaudara yang cantik-jelita tapi rupanya dua Kim yang-tidak-bersaudara itu nekat menyukai Kikwang.
Junsu yang ditinggal sendirian malah merajuk seperti anak kecil, demi semua lego di dunia, jika Changmin melihatnya pasti pantat Junsu sudah dipukul dengan bantal sapi milik Kibum seperti yang sudah-sudah, Junsu yang malang.
.
.
Jaejoong sudah sampai di sebuah restoran yang pada hari itu direservasi khusus untuk ulang tahun Kim Hyungjoon, sebenarnya restoran tersebut adalah milik ayahnya juga jadi ketimbang reservasi, meminjam mungkin adalah kata yang tepat.
Yunho tersenyum memuji interior restoran milik Hyunjoong yang sangat unik dan eksotis. Kibum melepas paksa genggaman orang tuanya dan berlari mengelilingi restoran yang ramai oleh tamu-tamu yang berusia sebaya dengannya dan tentu saja orang tuanya.
"Yunho-ah, Jaejoong-ah!"
Belum sempat pasangan Jung dan Kim itu menghampiri putrinya suara Youngsaeng terdengar.
"Yaa Youngsaeng-ah bogoshipo!" seru Jaejoong.
Keduanya saling berpelukan, tak lama Hyunjoong muncul dan menyapa.
"Senang melihatmu hadir Jung!"
"Senang berada di tempat luar biasa ini Kim!"
Detik berikutnya dua pasang suami istri itu melakukan nostalgia. Hyunjoong dan Jaejoong berada di kampus yang sama dulu sementara Hyunjoong, Yunho dan Yongsaeng berada di SMA yang sama.
Mereka begitu asik sendiri seolah lupa bahwa hari ini adalah pesta ulang tahun baby Joon bukan pesta reuni akbar sekolah.
.
.
Acara ulang tahun itu sangat meriah, Kibum cepat mendapatkan banyak teman baru, laki-laki dan perempuan. Kibum sangat supel dan menyenangkan, anak itu sama sekali tidak berbuat kekacauan seperti yang biasanya ia lakukan.
Bahkan ketika seorang pesulap datang ke tengah-tengah acara. Pesulap itu mengajak Hyungjoon dan anak-anak yang lainnya bermain tapi kebanyakan anak-anak merasa takut padanya.
"Baiklah, sekarang siapa yang mau bermain dengan Ahjussi?"
"Aku!"
Suara Kibum terdengar lantang sekali, Jaejoong yang tengah merekam suasana pesta lewat ponselnya tersenyum bangga.
"Oke, kemarilah gadis manis!"
Kibum menurut, ia berjalan menghampiri sang pesulap, pesulap itu meletakan sebuah topi sirkus di atas kepalanya di mana ada sebuah besi berukuran lingkaran yang mirip dengan penyangga di atas kompor.
"Nah, sekarang Ahjussi mau buat pertunjukan yang menarik ya, lihat ini!"
Yunho melotot saat melihat pesulap itu menyalakan api dan membakar topi tersebut, Hyunjoong terkekeh dan mencegahnya menghampiri si pesulap.
Kibum yang sedang jadi 'kelinci percobaan' tenang-tenang saja, tak peduli bagaimana eskpresi anak-anak di sekitarnya terlihat takut bahkan menutupi wajah dengan telapak tangan.
Wush! Api menyambar topi itu Yunho sudah pucat pasi, lain dengan Jaejoong yang malah makin penasaran dengan ujung dari atraksi tersebut.
"Woah! Bunga!"
"Banyak cekali bunganya!"
"Cantik-cantik ya?"
Celotehan anak-anak yang menonton membuat anak-anak yang menutup matanya tertarik melihat, mereka bertepuk tangan dan bersorak girang. Kibum penasaran juga, tangan kecilnya bergerak ke arah topi tapi si pesulap keburu mengambilnya.
"Igo, cantik bukan?" tanya si pesulap yang dijawab anggukan Kibum.
"Untukku ya? Kan aku yang ulang tahun."
Tangan gadis cantik bersurai panjang itu terulur mengambil bunga-bunga tersebut, Kibum menatap Hyungjoon tidak suka.
"Kamu tidak belmain, itu milikku."
"Hiks... Appa... Bummie nakal!"
Jaejoong menyudahi rekamannya, Hyungjoon sudah menangis dengaan sangat kencang karena Kibum menarik paksa bunganya.
Yunho yang berdiri di samping Hyunjoong hanya tersenyum canggung saat si ratu pesta menangis di pelukan ayahnya.
"Aigoo baby Joon kan punya banyak kado, bunganya untuk Bummie tidak apa-apa ya?" bujuk Hyunjoong.
"SHIREO!"
Jaejoong menatap Kibum dengan wajah memelas, "Bummie err..."
"Shireo." tolak Kibum dengan nada datar dan tatapan sinisnya.
Kalau sudah begini Jaejoong mana bisa membujuk Kibum, bisa-bisa Kibum mengamuk dan merusak pesta ulang tahun Kim Hyungjoon.
Jadi biarlah Hyunjoong menenangkan anaknya, selamat menderita Joong-ah.
.
.
"Aku sebentar lagi juga akan ulang tahun dan rencananya akan dirayakan di Ballroom hotel lalu mengundang Winner dan Akdong Musician."
Siwon pamer tentang rencana ulang tahunnya, Kyuhyun baru saja memberitahu kalau orang tuangnya pergi ke pesta ulang tahun anak temannya bersama Kibum.
"Woah keren banget Hyung!"
"Iya dong! Kalau kamu mau ikut kamu harus ajak Bummie ya!" sahut Jiyoung.
"Iya ajak Kibummie ne? Jebal~ tapi jangan ajak si Changmin."
"Kenapa Hyung? Changmin juga kan adikku."
"Aish dia itu sudah menyakiti perasaanku yang halus."
Kyuhyun mengernyitkan dahinya, masa Siwon masih sebegitu sakit hatinya karena kalah 'menarik' dari Changmin yang punya adik perempuan.
"Yah Hyung liat nanti aja deh."
"Jangan gitu Kyu, kalau kamu ajak Changmin mending aku undang Kibum aja, kamu ngga usah ikut!"
Gantian Dara yang mengernyitkan dahinya, Bom malah mengangguk setuju, Siwon kan selalu benar di matanya. Kyuhyun geleng-geleng kepala, malas berkomentar lagi dan lebih memilih fokus pada gamenya.
Oh iya Kyuhyun setiap hari datang ke rumah Siwon karena Siwon selalu punya game terbaru yang bagus dan seru, namanya juga maniak game.
.
.
Yunho menggendong Kibum yang tertidur diikuti Jaejoong di belakangnya, Kyuhyun sedang bermain PSP di sofa sementara Changmin tengah membaca komik, keduanya tentu saja ditemani pengasuh masing-masing.
Sudah pukul 6 sore dan bibi Cha sedang berkutat membuat makan malam di dapurnya.
"Annyeong!" sapa Jaejoong malas.
Tidak berlama-lama ia langsung masuk kamarnya mendahului Yunho, Kyuhyun tertawa membayangkan apa yang dilakukan adik bungsunya di pesta Jaejoong lemas begitu.
"Berani taruhan Hyung? Pasti Hyungjoon menangis di pestanya!"
"Nah! Ku juga begitu!"
Heechul menatap heran dua kakak-beradik yang sedang menyeringai, kenapa kejadian seperti itu malah dijadikan lelucon sama anak-anak seperti mereka.
"Changmin jangan bicara seperti itu, anak kecil tidak boleh taruhan!" Junsu memperingatkan.
Changmin dengan wajah asam memutar bola mata bosan, Junsu selalu tidak nyambung saat berbicara dengannya.
"Arra arra."
"Ummaaaaaa Bummie mau bajunya, bajunya mana?"
Kyuhyun dan Changmin melompat dari sofa dan bergegas ke kamar orang tuanya, Kibum sudah bangun rupanya.
"Baju apa chagi?" tanya Jaejoong lembut.
"Baju peli cepelti Joonie Onnie!"
"Tapi kan kemarin Bummie menolaknya."
"Andweeee, Bummie mau baju peliiii!"
Yunho mematung mendengar teriakan si bungsu, Jaejoong menjenggut rambutnya serba salah.
"Bummie mau baju peli! Bummie mau jadi peli!"
Kibum nenarik-narik gaun Jaejoong kasar.
"Err Chang... ku pikir Kibum adalah gadis yang akan minta dibelikan baju bola."
"Kita salah Hyung, adik kita berubah jadi sangat berisik."
Changmin melotot horror, Kibum merusak gaun Jaejoong. Kibum bukannya minta maaf malah menangis dengan sangat keras, semua yang berada di kamar sontak menutup kuping mereka.
"Dia lebih berisik dari Minnie, Chang!"
"Dan lebih cengeng dari Joonie, Hyung!"
THE END
Hai, apa kabar semuanya? Kira harap semua orang baik-baik saja, chap ini sudah kelar sejak awal Oktober 2014 sebenarnya tapi karena beberapa hal Kira harus menunda jadwal postingan.
Kira juga baru aja service laptop, baru sore tadi lho~ karena keyboardnya rusak Kira jadi ngga bisa ngetik, Kira berusaha untuk mengetik di hp tapi ngga sanggup ngetik lama-lama di touchscreen, mati rasa gitu jarinya hehehe
Kabar lainnya, Kira sekarang sudah resmi menjadi mahasiswi, setelah menunda sekitar 2 tahun lebih, jadi ya sekarang Kira harus pintar-pintar mengatur waktu, tapi Kira ngga akan telantarin FF yang sudah Kira tulis.
So please give me your review, review kalian itu seperti pemicu semangat untuk Kira, author lainnya juga seperti itu kan? Karena banyak yang mengirimi Kira pesan untuk melanjutkan FF jadi saat Kira sudah melanjutkannya, please berikan respon kalian.
Satu hal lagi, Kira post di FFN karena ada banyak yg PM ke Kira untuk ngga pindah ke wordpress, Kira harap FFN ngga akan hapus FF Kira lagi, hargai usaha Kira ne?
Terimakasih *bowing*
