Tittle: Kyu's toothless
Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kim Kibum, Kim Heechul, Kim Junsu and others.
Rating: K+
Summary: Kyuhyun celaka karena menuruti permintaan Changmin dan menyepelekan izin kepada ibunya.
Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan alur cerita, tokoh dan lain-lain hanya kebetulan semata. Tidak ada author lain yang menginspirasi saya dan tidak ada author lain yang saya tiru.
A/N: Terinspirasi dari keponakan Kira yang juga sulung dari tiga bersaudara.
.
.
.
"Horeeee sepeda baru!"
"Horeee Changmin punya sepeda!"
"Hole~ Hole~ Bummie punya cepedah~"
Jaejoong geleng-geleng kepala melihat ketiga anaknya melompat kegirangan karena melihat sepeda, Kyuhyun mendapatkan sepeda baru setelah sepeda lamanya rusak karena dipakai belajar Changmin, agar kedua adiknya tidak iri Yunho memutuskan untuk membelikannya juga untuk Changmin dan Kibum.
Kyuhyun dan Changmin mendapatkan sebuah sepeda lipat berukuran sedang yang joknya bisa dinaik turunkan mengikuti tinggi badan si pemilik sedangkan Kibum mendapatan sepeda beroda 3 yang tingginya hanya sebatas pinggang Kyuhyun saja.
"Cepedahnya Bummie kenapa kecil Appa?"
Kibum menarik celana Yunho dengan wajah terlipat, Yunho tersenyum mendapati rajukan si bungsu yang baru pertama kali memiliki sepeda. Yunho menggendong Kibum dan meletakannya di sepeda mini tersebut sembari memberikan pengertian bahwa kaki Kibum belumlah sampai untuk bisa mengendarai sepeda seperti milik kedua kakaknya.
"Bummie mau tumbuh tinggi seperti oppa?" tanya Kyuhyun.
Kibum mengangguk antusias seperti akan diberikan ribuan permen oleh sang kakak.
"Harus minum susu yang banyak!"
"Susunya susu umma!" sahut Changmin.
"Cucu? Umma? Eum... Umma... cucu..."
Kibum kecil turun dari sepedanya dan kini bergelayut di kaki sang ibu, Jaejoong sudah memerah malu karena dilihat oleh para pengasuh anaknya, Kibum sudah minum susu formula sejak usia 2 tahun tidak seperti Changnin yang baru berhenti di usia 3 tahun setengah, maka wajar saja kalau Yunho kini geleng-geleng kepala melihat si penengah.
.
.
.
"Ayo Hyung!"
"Nanti saja."
"Sekarang saja!"
"Pengacaunya belum tidur."
"Nanti kita juga disuruh tidur siang Hyung."
Kyuhyun menautkan kedua alisnya kemudian melirik adiknya dengan ekor matanya yang tajam.
"Kabur saja."
"Janji ya Hyung?"
"Ne."
Jadi begitulah, Kyuhyun dan Changmin diam-diam meninggalkan Kibum sendirian dan pergi bermain sepeda berdua. Changmin menantang kakaknya balapan sepeda, merasa lebih tinggi dan lebih dulu bisa mengendarai sepeda sang kakak pun dengan senang hati menerima tantangan Changmin.
Kyuhyun dan Changmin pergi ke taman di dekat kompleks rumah mereka, di sana sepi kendaraan karena memang hanya boleh berjalan kaki atau bersepeda mengingat banyaknya anak kecil yang bermain di sekitar taman.
"Hyung, kita mulai ya, dari sini sampai ujung sana."
Changmin menunjuk ujung jalan taman, Kyuhyun menyipitkan matanya demi memperjelas penglihatannya untuk kemudian mengangguk setuju, "Ayo." Balasnya.
Changmin bersiap memegang kedua stang sepedanya begitupun Kyuhyun, langit bersinar sangat terang karena hari memang sudah siang, untunglah pohon-pohon di sekitar memberi kesejukan dan menghalau silaunya sinar matahari.
Kyuhyun menginjak pedal sepeda dengan kaki kanannya, ia bersiap untuk mengayuh setelah mendengar Changmin mulai berhitung.
"Tiga!"
Kyuhyun dan Changmin melajukan sepeda mereka dengan sangat cepat meski kaki-kaki keduanya terhitung pendek. Changmin tahu kalau kakaknya lebih tinggi lantas dengan napsu yang tinggi bocah itu mengayuh tanpa henti.
Wus~ Changmin melesat dengan cepatnya meniru pembalap GP yang sering ia tonton bersama ayahnya.
"AWAAASSSS!"
BRUK. Kyuhyun terjatuh menabrak trotoar karena seekor anjing yang tiba-tiba lewat di hadapannya. Changmin benar-benar napsu hingga tidak sadar kalau sang kakak terjatuh.
"AKU MENANG!" pekik Changmin.
Detik kemudian bocah Taman Kanan-Kanak itu celingukan mencari keberadaan kakaknya yang ternyata tersungkur sambil menangis di bawah pohon. Seorang nenek mengusap kepalanya seolah sedang membujuknya agar tidak menangis.
Changmin pikir kakaknya menangis karena kalah tapi oh tidak sepeda baru itu tergores dan tergeletak di pinggir jalan. Suara tangisan Kyuhyun juga terdengar sangat kencang memilukan, Changmin berlarian sambil menyeret sepedanya karena panik barangkali, anak itu seolah lupa bahwa ia sudah bisa mengendarai sepeda.
"H-Hyung?"
Changmin bergidik ngeri melihat darah yang ada di baju Kyuhyun, Kyuhyun menatap Changmin sambil menangis sesenggukan, Changmin mendadak ngilu melihat mulut Kyuhyun yang terbuka.
"Err..."
"Kakakmu celaka setelah nyaris menabrak anjingku." jelas si nenek dengan senyum hangatnya.
.
.
.
Kyuhyun dibawa ke rumah sakit segera setelah diantar pulang oleh si nenek dan cucunya, Changmin takut bukan main karena dialah yang mengajak kakaknya bermain dan balapan tapi mungkin Jaejoong dan Yunho terlalu panik untuk berpikir siapa yang memulai rencana kabur untuk balapan sepeda.
"Kyuhyun anak baik, Kyuhyun mencoba menghindari anjing yang lewat di depan sepedanya sampai sepedanya menabrak trotoar, Kyuhyun jagoan!"
Jaejoong terus memuji si sulung sambil mengusap lembut rambut Kyuhyun, Jaejoong harap anaknya akan terhibur dan lupa akan rasa sakitnya.
Tiga gigi depan atasnya patah dan dokter terpaksa mencabutnya agar tidak meninggalkan rasa ngilu pada bagiannya yang gompal, Kyuhyun ingat betul beberapa waktu yang lalu salah satu giginya juga baru saja dicabut karena berlubang tapi seingatnya saat itu sakitnya tidaklah separah ini, mungkin karena jumlahnya yang lebih banyak.
"Besok Umma buatkan bubur ya?"
Kyuhyun mengangguk, sakitnya belum hilang membuatnya malas untuk berbicara, dengan ekor matanya yang tajam bocah itu terus menatap si penengah yang tengah mengenggam tangan Kibum.
Heechul menyadarinya jadi ia buru-buru menggendong Kibum dan mengatakan pada Kibum untuk segera tidur, ia tidak mau Kibum nanti bertanya kenapa kakak sulungnya menatap aneh pada kakak keduanya.
"Changmin, kau juga tidur ya nak, jangan ganggu hyungmu!"
Yunho mengusap rambut Changmin, Junsu segera menggenggam tangan Changmin dan menuntunnya keluar. Sekarang di kamar itu hanya ada Yunho, Jaejoong dan Kyuhyun.
"Waktunya tidur siang, kenapa melarikan diri?"
Jaejoong melotot ke arah Yunho, ini sudah malam dan Kyuhyun sedang sakit untuk ditanyai macam-macam seperti itu, tapi Yunho rasanya sudah gatal ingin menanyai Kyuhyun soal kenapa ia bisa celaka sampai seperti itu.
Kyuhyun berpikir apa yang akan diterima Changmin sebagai hukuman, otak jahilnya tiba-tiba saja membayangkan semua makanan Changmin dibuang oleh Yunho, Jaejoong yang tidak mau memasak juga melarang bibi Cha memasak dan Junsu yang bodoh segera membuang sepeda Changmin di tengah jalan untuk ditabrak oleh Kwon Jiyoung dengan alphardnya.
"Ani!"
Kyuhyun menggelengkan kepalanya cepat, ia tidak sejahat itu, pikirnya.
"Apa?"
"Eoh? Itu... aku dan Changmin penasaran mencoba sepeda baru, tapi kami tidak mau diganggu oleh Kibum jadi kami menunggunya tidur terlebih dahulu dan pergi tanpa izin pada siapapun."
Kyuhyun menunduk, ingat sekali ia bahwa pergi siang saat Kibum tidur memang adalah keinginannya.
"Tsk... Kyuhyun-ah kau anak pertama kan? Kenapa hanya mau bermain dengan satu adikmu sementara kau punya dua adik?"
"Maafkan aku Appa."
"Kau seperti ini karena tidak izin pada ibumu, Tuhan tidak suka anak nakal Kyuhyun."
"Aish gwaenchana, umma tidak marah, jangan dengarkan ayahmu, sudahlah ayo tidur!"
Jaejoong mengirimkan sinar kemarahan di matanya kepada Yunho, wanita itu lalu menyelimuti Kyuhyun dan mengusap rambutnya hingga ia tidur.
.
.
.
Keluarga Jung tengah duduk santai sambil menonton Pororo saat ini, sebenarnya Kibum lah yang menyukai pinguin bulat itu tapi karena keluarga itu begitu dekat dan saling menyayangi jadi mereka tidak keberatan untuk menemani Kibum.
"Umma, kenapa Pololo celalu cendili ya?"
Jaejoong mengernyitkan dahi begitupun yang lainnya, jelas-jelas Pororo punya banyak teman, pikir mereka semua.
"Pororo kan temannya banyak, mana bisa disebut sendirian?" seloroh Changmin.
"Cendili tuh, maca di cana pinguwinnya cuma Pololo caja, padahal Bummie liat pinguwin cuka belkumpul dengan kelualganya cepelti Bummie."
"Hahaha..."
Tawa keluarga Jung termasuk Heechul dan Junsu juga bibi Cha pun pecah mendengar penuturan polos dan cerdas Kibum.
"Eh jangan ketawa, ompong tuh giginya, ngga malu?" ejek Changmin.
Kyuhyun buru-buru menutup mulutnya, sial sekali ia jadi sasaran Changmin, sekarang semua orang menertawainya, sekedar info saja, sejak giginya dicabut Kyuhyun jadi jarang tertawa karena malu dengan giginya yang ompong.
Untung saja di kelas Kyuhyun ada banyak temannya yang ompong karena gigi susunya tanggal. Kyuhyun juga sedikit lega karena itu adalah gigi susu yang pasti akan tumbuh kembali.
"Yaa! Kau juga nanti akan jadi ompong sepertiku Chang, kau akan lebih parah, gigimu akan hitam dan berlubang karena terlalu banyak makan permen dan cokelat."
Mata Changmin membola kemudian membekap mulutnya sendiri sambil geleng-geleng kepala, beberapa hari sejak itu Changmin mengurangi jatah permen dan cokelatnya ternyata anak itu paranoid juga mendengar ucapan sang kakak, Kibum lah yang untung karena bisa memakan jatah makanan Changmin yang kelewat banyak, kalau begini jangan-jangan Kibum lah yang akan ompong duluan.
END
Hi, apa kabar?
Sepertinya banyak yang lupa sama FF ini, jadi reviewnya pun ngga begitu memuaskan =[ tapi terimakasih buat kalian yang sudah meninggalkan review, buat yang masih sembunyi bisakah memperlihatka diri kalian? Hehehe Kira selalu pantau trafficnya loh ^^v
Buat vic89 jangan bingung sama namanya hahaha Kim Hyunjoong itu leadernya SS501 sementara Kim Hyungjoon adalah magnaenya SS501 kakak dari mantan personil UKISS Kim Kibum, karena dia magnae di kelompoknya jadi sering dipanggil baby Joon ^^
Alicekang, terimakasih atas ucapan selamatnya.
Trisryn, ultah ChangKyu udah lewat onn hahaha
Thanks To:
kimRyan2124, ClouDyRyeoRez, abilhikmah, snowdrop1272, joongmax, birinrin, septianurmalit1, kyurielf, askasufa, borntobesnower, alicekang, vic89, RoostafaElf, dienha, Lawliet Jung, junghyunmi, zhoeuniquee, trisryn, kerororkero, lyta tan
