Qtalita..

.

.

Wonkyu

.

.

Leeteuk memijat kepalanya yang berdenyut saat makan siang buatan Siwon tersaji, ia menghela nafas frustasi dengan wajah-wajah tidak percaya di depannya, pandangannya teralih padaku yang masih setia berkacak pinggang memperhatikan Siwon dengan wajah menyesalnya.

"Aku benar-benar minta maaf" Siwon membungkuk lagi untuk yang ke 10 dalam 15 menit terakhir ini. Bagaimana tidak, makan siang yang para Chef anggap akan luar biasa – jika mengingat Siwon adalah anak Chef hebat – malah berakhir dengan sepiring besar spagetti belum matang dan lebih bodohnya lagi karena menambah Asparagus di dalamnya, 3 mangkuk besar sup dengan potongan sayur besar, dan daging giling pedas yang lebih mirip makanan anjing.

"Apa kau yakin margamu Choi?" Yesung yang pertama kali bersuara, disusul anggukan Shindong dan Ryeowook. Eunhyuk mendorong piringnya menjauh. Donghae dan Sungmin mengaduk aduk daging giling dengan pandangan jijik, Kangin dan Leeteuk sendiri lebih memandang Siwon lekat.

Siwon menunduk, Kangin berdehem, menghentikan penghakiman Chef-Chef nya.

"Jadi Siwon? Kau sudah mengerti konsekuensinya bukan?" Jelas Kangin tegas, Siwon menelan ludah, mengingat betapa keras ayahnya membuat ia bergidik, ia belum mau pulang, ia masih ingin membuktikan pada orang-orang, jika dirinya mampu.

"Aku benar-benar meminta maaf, tapi.. bisakah hyung memberiku satu kesempatan lagi, aku mohon" Pinta Siwon sampai berlutut, Aku berjengit, cukup terkejut. Apa sebegitu inginnya Siwon bekerja ditempat ini sehingga ia rela menjatuhkan harga dirinya.

"Yak! Tuan Choi, makananmu tidak menarik bahkan tidak layak untuk dimakan, jika kami tidak bisa mencicipinya bagaimana mungkin kau tega menyodorkan ini pada pelanggan" Eunhyuk menunjuk semangkuk sup berwarna pucat. Siwon menunduk.

"Sebaiknya kau menggunakan kornet ini untuk bahan lapisan Hamburger" Saran Sungmin dewasa namun tidak menampakkan senyumnya.

Kangin menghela nafas kasar, ia berharap Siwon bisa membuat yang terbaik, Kangin memang pemilik cafe ini tapi ia tidak bisa memutuskan segala sesuatunya tanpa meminta saran yang lain.

"Sebaiknya kau jemput Kyuhyun, sementara kami membicarakan keputusan untukmu" Leeteuk berdiri dari kursinya, ia masih memijat pelipisnya. Aku mengangguk, mengiyakan dan menyurus Siwon untuk bangkit dari posisinya.

"Aku benar-benar minta maaf" Bisiknya sekali lagi padaku, aku mengangguk, mengerti.

"Sebaiknya jemput Kyuhyun, aku yakin dia bisa menahanmu tetap disini, cepatlah" Bisikku agar tidak terdengar yang lainnya. Siwon tersenyum, merasa jika ia masih punya kesempatan untuk tetap berasa disini.

...

Siwon berjongkok di depan gerbang Sekolah Kyuhyun, ia menghembuskan nafasnya kasar. Wajahnya sudah kusam meskipun masih menampilkan aura tampan dan menawan.

"Ottokhe.." Lirihnya.

Pluk.

Siwon mendongak, Kyuhyun menepuk bahunya. Namja mungil menggemaskan itu tersenyum lebar menampilkan gigi-gigi putihnya.

"Siwon hyung kenapa?" Kyuhyun ikut berjongkok di depan Siwon, bertopang dagu, Siwon menggeleng, mengusap kepala Kyuhyun.

"gwencana, kajja kita pulang"

Kyuhyun mengangguk semangat, ia mengapit lengan Siwon menuju sepeda yang Siwon parkir, sepanjang perjalanan Kyuhyun memeluk erat perut Siwon, entah kenapa ia begitu nyaman dengan namja yang baru ia temui itu, padahal sebelumnya ia bahkan sangat sulit berinteraksi dengan Yesung dan Kangin.

"Siwon hyung, apa makan siangnya sudah selesai?" Kyuhyun melongok, menyembulkan kepalanya dari balik bahu Siwon, Siwon menghela nafas mengangguk.

"Yeeaayyy Kyu tidak sabar mencicipi makanan hyung" ucap Kyuhyun disertai kekehan. Siwon semakin frustasi, bagaimana mungkin ia membiarkan namja kecil, manis, dan imut ini mencicipi masakannya, ia tidak rela Kyuhyun masuk rumah sakit. Eh, Apa Siwon baru saja merasa khawatir? Siwon menggeleng kuat.

Mereka bersepeda dengan santai, sesekali senandung merdu mengalun dari bibir Kyuhyun, mau tidak mau Siwon tersenyum, ia melirik lengan yang melingkar di perutnya, sensasi menggelitik terasa di seluruh aliran darahnya, sedikit berani Siwon meletakkan tangan kirinya di atas lengan Kyuhyun mengetuk-ngetuknya mengikuti alunan bibir Kyuhyun, Kyuhyun terkekeh sebentar lalu semakin semangat bernyanyi.

Untuk beberapa saat ia melupakan masalah 'masakan' yang ia buat, ia menikmati waktu kebersamaannya dengan namja Cho itu, Siwon tidak mengerti, ini baru pertama kali ia merasakannya, menjadi begitu dekat dalam waktu singkat.

Siwon bersiul, mengikuti alunan Kyuhyun. Melewati jembatan kecil dan taman dengan pohon sakura di pinggirnya. Pelukan Kyuhyun mengerat, Siwon tidak lagi mengetuk-ngetuk lengan di perutnya, tapi kini Siwon sudah menggenggam jemari Kyuhyun, ia ikut bernyanyi meski suaranya tidak semerdu suara milik Kyuhyun.

"Siwon hyung"

"Hm?"

"Punggung hyung hangat"

Siwon tertawa, ia memancing Kyuhyun untuk kembali bernyanyi, sungguh ia menyukai suara emas Kyuhyun, mengalun begitu indah di telinganya. (#NP 'FROM U' – SJ)

...

Kyuhyun menarik tangan Siwon begitu mereka tiba di parkiran cafe, Siwon menelan ludahnya, dari balik jendela bening itu ia bisa melihat jika semua penghuni di dalamnya masih dalam posisi yang sama, duduk berhadapan di meja paling besar.

Triinng.

Pintu terbuka bersama dengan suara lonceng kecil di atasnya.

"Aku pulaaannng" teriak Kyuhyun semangat, Siwon bisa melihat semua ekspresi di dalam, berubah ceria saat Kyuhyun menghampiri mereka, berbeda saat mereka menatap Siwon.

"Siwon" Aku menepuk bahu Siwon, memberi namja itu isyarat agar duduk di samping Leeteuk, Siwon membungkuk mengiyakan, dengan langkah pelan ia mendekati para Chef. Siwon sudah pasrah jika ia memang harus kembali ke 'sangkar' emasnya.

"Ah, mana masakan Siwon hyung? Kyu ingin mencobanya" Kyuhyun berlari riang ke arah dapur. Para Chef membulatkan matanya, aku sendiri sudah terlambat untuk mencegah Kyuhyun mengobrak abrik isi dapur, mencari masakan Siwon yang belum sempat Donghae buang.

"Igo.." Suara lirih Kyuhyun terdengar, yang lainnya hanya menghela nafas pasrah, sudahlah toh Siwon sebentar lagi akan keluar dari cafe mereka, meskipun belum sepenuhnya pernah bekerja.

"Siwon,menurut keputusan kami, ada baiknya jika kau kembali ke rumahmu, tempat ini tidak sesuai untukmu"

"..." lutut Siwon melemas.

"Lagipula, kau sepertinya tidak ada bakat untuk me.."

"MASITAAAAAA!"

Ucapan Kangin terhenti oleh teriakan Kyuhyun, namja paling muda mereka itu berlari keluar dari arah dapur dengan membawa sepiring puding dengan beraneka buah tropis dan lelehan fla kayu manis di atasnya.

Kyuhyun meletakkan Dessert manis itu di atas meja, di depan hyung-hyungnya.

"Igo, apa Siwon hyung yang membuatnya?" Wajah Kyuhyun berbinar, ia kembali menyuap sesendok puding.

Siwon mengangguk, kini semua tatapan mata tertuju padanya, Aku mengambil sendok di tangan Kyuhyun, mencicipinya sedikit dan..

"Daebak!" hanya itu yang bisa aku ucapkan, puding yang begitu lembut seakan menyatu dengan paduan buah tropis, lalu fla dengan aroma kayu manis yang pekat seakan pengganti coklat yang benar-benar cocok, mengendalikan asam manis puding.

Kangin, Leeteuk dan lainnya berebut mencicipi setiap suap. Reaksi mereka tidak kalah dariku dan Kyuhyun, berbeda dengan Siwon yang melotot menyaksikan kami memuji masakannya.

"Ya Ampun, Siwon! Kenapa kau tidak mengatakan jika kau pandai membuat Dessert, kalau begini kami tidak akan mengusirmu" Shindong berucap senang, ia tidak sadar kata-katanya barusan membuat Senyum di bibir Kyuhyun luntur.

"Diusir? Siwon hyung?"

Semua terdiam.

"Ah, ani ani, kami tidak jadi mengusirnya Kyu" Donghae menimpali, aku menepuk dahiku.

"JANGAN MENGUSIR SIWON HYUNG!" Kyuhyun berlari memeluk Siwon dari samping dengan bibir mengerucut. Apa aku bilang, Kyuhyun yang polos dan masih bertingkah kekanakan akan seperti itu, saat ia tertarik pada satu hal ia tidak akan melepaskannya.

"Tidak Kyu, Siwon akan tetap disini, bagaimana Siwon?" Leeteuk menengahi, ia tersenyum lembut. Senyuman Siwon mengembang, ia mengangguk.

"Kamsahamnida hyung" Ucapnya dan tanpa sadar memeluk Kyuhyun.

"lalu, puding ini, kenapa begitu enaak" Ryeowook menghabiskan potongan terakhir.

"Inspirasi?" Tambah Yesung dan Eunhyuk kompak.

Siwon tersenyum, satu-satunya yang ia ingat saat membuat puding itu hanya wajah dan senyuman Kyuhyun, tapi ia tidak mungkin mengatakan pada orang-orang ini bukan?

"Nama.. ini harus kau beri nama Siwon" Sungmin meletakkan sendoknya dan menjentikkan jarinya, menyuruh Siwon berfikir cepat.

"ya, Ayo ayo, nama" eunhyuk mengekor.

Siwon gugup, semua orang menyuruhnya memutuskan nama untuk masakannya detik itu juga. Siwon berfikir cepat, otaknya berputar-putar, semakin banyak suara yang memaksanya, dan akhirnya..

"PARCE KYU" Teriak Siwon lantang lalu menutup mulutnya, aku tersenyum, mengulum tawaku. Sudah kuduga.

Kangin dan Leeteuk memiringkan kepalanya tidak mengerti, begitupun yang lainnya yang kompak membuka mulutnya, termasuk Kyuhyun yang merasa ada potongan namanya di dalam.

"Nama yang bagus, kita pakai itu" Aku memecah keheningan sambil mengerling pada Siwon, namja itu menggaruk kepala belakangnya.

"Okaaayy, So, selamat bergabung dengan kami Siwon" Yesung menjulurkan tangannya ke depan, Shindong menempatkan tangan kanannya di atas tangan Yesung, diikuti Eunhyuk, Donghae, Sungmin, Ryeowook, Kangin dan Leeteuk, mereka memandang Siwon dan Kyuhyun. Siwon mengangguk, lalu meletakkan tangannya di atas yang lainnya, disusul Kyuhyun lalu ditutup tanganku.

"Super Chef?" Ucap Kangin.

"YEAAAAAAHHHHH"

TBC...

Garing? Bosan? Ya sama hahahahahha,ini udah kelamaan g update, dikit lupa alurnya, but semoga suka deh..

Oia, ada pertanyaan tentang siapa sosok 'aku' disini.. sebenarnya dia bukan siapa-siapa, dia hanya sosok imajiner, seakan dia yang tahu semua perjalanan Super Chef, peranan? Si 'aku' cukup penting, menggambarkan sosok ketiga yang tidak dilihat secara visual, tapi kalau ada yang ingin bermain dengan ff ini, boleh kok, memasang diri sendiri dalam sosok 'aku' hehehehe biar merasa dekat wonkyu gitu lho hihihih

So, gimana?

LOVE

QAI ^^