Salam! Secepat mungkin Author menyelesaikan chap ini, H-8 menjelang UN. Disamping untuk menjernihkan dan membuang pikiran pikiran khas Fudanshi .
cekidot!
Chapter 2
HIM
Kebiasaan Eren yang selau terlaksana dalam list kerjanya adalah "terlambat", Remaja dengan stelan kaos oblong berwarna hitam degan tangan kemeja panjang melingkar di lehernya. Tergesa gesa menuju kelas modelingdi hari pertama.
"selamat siang. Maaf terlambat"
"selamat siang, duduklah"
Mentor modeling bidang runway bermata empat,denganstelan kemeja berwarna biru pudar dan syal polkadot ungu
Dengan cepat ia itu mencari bangku bersampingan dangan Mikasa, karena hanya Mikasa dan ymir yang ia kenal di kelas itu.
"Perkenalkan, saya yang akan menjadi mentor kalian dalam kelas ini pada sesi Catwalk dan Runway "Pelajaran hari ini kita mulai dengan membawakan busana di atas panggung, yang dilakukan dengan berbagai teknik. Pertemuan kali ini saya akan menjelaskan teknik Step and Turn"
"Hal inti dari peragaan busana ini adalah bagaimana kita di tuntut mampu memeragakan busana, kemampuan visual dan menarik perhatian penonton pada busana yang kita peragakan. Dikemas dengan elegan dan berkelas. Kepala agensi majalah ternama VOCUE ,Sir Rivaille"
Dua puluh menit pertama eren memperhatikan, menit berikutnya perhatian eren berhenti dilanjutkan lamunan sunyi.
Dalam dirinya rasa bimbang mulai menggerayangi, pikirannya hanya tertuju kepada jean. Lamunan Eren melayang tinggi, menembus awan dan langit. Makin jauh..jauh… jauh… hingga seketika langit berubah menjadi kelam dan berawan. Seketika hantaman hujan keras menuju tubuhnya. Hingga ia jatuh. Jatuh terbenam dalam kelam. Apa ini? Jean? Ada apa dengan dirinya? Kepalanya berbayang yang berputar hanyalah dia sudah gila- karena menyukai temannya perlu berkonsultasi kepsikiater.
.
.
.
.
Refleks lehernya mengayun ke sekitar. Ah ini dunia nyata, sadarlah eren. Tidak sengaja sudut matanya tertarik dengan bungkusan sedang berwarna merah dan bermotif penasaran menggerakkan tanggannya membongkar bungkusan dua potong cupcake berwarna pink dan toping float biru muda terlihat dari kotak dihubungkan dengan miniatur jembatan kecil bertuliskan "Happy Anniversary 3".
Tanpa komando otak dari saraf motorik, tangannya membuka kotak itu. Jemari nakalnya mencungkil cungkil float biru, dan sukses mematahkan miniature jembatan kecil.
"bloody hell!" suara Mikasa mengusik aktivitas Eren. "hei apa yang kau lakukan?"
"ah anu, maukah kau membagi kue itu. Aku gemas ingin melahapnya" sedikit terkekeh Eren meminta kepada Mikasa.
"itu bukan kue ku"
"oh god! Eren kau telah masuk kelembah neraka" celah ymir dengan khawatir." kue Sir Rivaille"
Mendengar namanya disebut, lelaki bermuka dingin menoleh ke sumber bunyi. Mata hitam granit kini mengarah pada eren, seakan bicara mengancam "KAU-MATI". Wajahnya yang pucat menambah kesan ia akan mencabik cabik dan memakan tanpa sisa dan memuntahkan tulangnya di emperan jalan.
Namaku Eren Jeager, aku mati muda di umur 16 tahun, penyebab kematianku karena berurusan dengan raja iblis yang kue sialnya kurusak. Mungkin seperti itulah narasi kematian eren dalam agenda malaikat pencabut nyawa.
Tatapan mengerikan itu membuat Eren gugup bercampur takut. Tamatlah riwayatnya di habisi habis habisan oleh kepala agensi ternama.
Alunan music diputar, semua siswa bergilir memeragakan teknik yang di fokuskan. Ymir berlenggok dengan mulus dan rapi semua tidak bernafas saat ia memulai runway. Mikasa tidak buruk, kesalahan saat memiringkan badan, membuat tubuhnya tidak seimbang nyaris membuatnya jatuh. Siswa lain telah menyelesaikan gilirannya.
Tiba giliiran Eren
Eren mencoba untuk rileks dan menenangkan kegugupannya, -ok ini hal mudah, dan aku bisa
Eren sedikit menegakkan punggungnya, menarik sedikit sudut bibirnya dan berjalan penuh percaya diri diiringi dengan alunan musik latar. Rivaille menatapnya lekat lekat. sedikit membuat Eren gugup dan-
"Kau buruk sekali"
Kata kata itu membuat eren mematung.
"Siapa namamu nak?"
"Eren, Sir"
"Kau harus berjalan lurus. Ikuti garis yang ada di hadapanmu, dan senyummu mengerikan. Berjalan lurus pun kau tidak bisa, kau pikir kau layak runway diperagaan busana? sampah! Pertemuan berikutnya harus sempurna"
Setengah jam berlalu, Eren kembali duduk dengan pelajaran dan kegelisahan mulai mengikuti raga eren lagi. Apa yang akan terjadi jika Rivaille melijhat kue yang mengenaskan itu.
Jam analog ponselnya memberitahunya sekarang pukul 18.00 , Secepat kilat Eren melesat ke pintu keluar tak membiarkan siapapun lewat gesa menuruni tangga kramik dan hampir terpeleset, keluar dari gedung kursus dan bergegas mencari taksi.
Keberhasilan melarikan diri dari maut jatuh pada Eren penghargaan trophy kehidupan, Hadirin sekalian dipersilahkan bertepuk tangan.
Eren mandi bebek, mengganti bajunya dengan piama ini eren ingin tidur lebih berdemo menuntut beristirahat.
Sebuah pesan masuk.
From : Mikasa A
To : Eren j
Kau menghilang?Itubagus,Sir Rivaille tampaknya tidak tau tentang kehancuran kue ada yang curiga, mungkin kau harus mengganti muka imutmu dengan mukainnocent?hahaha
Tersenyum licik, sangat bangga karena bisa selamat dari kefatalan karena tertawa kecil dan bergumam dalam hati.
Hah, hahahaha aku memang hebat, dalam membuat masalah dan mengatasinya. Mungkin aku akan menambahkan gelar dalam namaku. Seperti… yang mulia..atau eren yang agung..(mungkin)
Membalas pesan.
From : Eren j
To : Mikasa
Yah yah, aku memang hebat dan tau apa yang harus kulakukan. Tidak perlu khawatir dan tidak perlu berteepuk tangan, mikasa hahahaha.
.
.
.
krekkk..
Sentuhan tangan mengusap lembut rambutnya dengan penuh rasa gelora, tidak biasanya eren dibangunkannya tanpa kehebohan khas ibu.
lantas siapa yang mengusik tidur damainya?
sayup sayup Eren sedikit membuka kelopak matanya. Tampak sosok familiar, namun ia belum bisa melihat sempurna.
"Sss.. Sir Rii.. Rivaille?"
"Shuttt.. malam ini kau milikkku"
Tanpa memberi jeda, bibir itu dilumat dengan ganas oleh bibir hangat milik Rivaille. Tangan Rivaille kini menjambak rambut Eren. Membuat Eren sedikit mendesah kesakitan, namun desahan Eren bak pecut yang menantang untuk Rivaille.
Sedikit demi sedikit bibir tipis Rivaille merambat mengisi leher Eren. Eren tampak risih mendorong mencoba melepaskan diri dari Rivaille.
brakkk! Rivaille terjatuh seketika.
Tanpa tunggu waktu Eren berlari mencari tempat aman, gerakan situasi gelisah menyasarkan Eren ke dapur, Dengan cekatan Eren bersembunyi dibalik lemari es.
Rivaille berjalan santai menuju dapur. Seringainya menguliti kulit mulus Eren, menyerapnya dengan kasar dan kembali melumat bibirnya. Tangan lainnya kini disibukkan melucuti kancing piama Eren satu persatu. Jemari Rivaille bermain dengan puting merah muda milik remaja itu, membuatnya mengeras dan sedikit hangat.
"ssshh ahh henntikan Sirrr..."
"Kenapa?"
"Aaa..apa yang kauu.. lakukan Sir.. Aku ini Straight!"
" atas perbuatanmu-bocah" Seringai Rivaille mengacaukan pikiran Eren saat ini.
Rivaille kini mengolesi jarinya dengan minyak goreng. Prilaku liar khas binatang memenuhi hasratnya saat ini, menurunkan setengah setelan celana Eren. Melicinkan lubang tersembunyi milik Eren dan memasukkan dua tangkai jarinya.
"Tiiii...tidak Sir. Kumohon Hentikan! "
"Yeahhh you like that?"
"HENTIKAN SIR!"
Merasa cukup dengan upacara pembukaan, Rivaille mengeluarkan miliknya dan bersiap siap menyodok Eren dengan kekuatan penuh.
"AAAAAAAAH"
.
.
.
.
to be continue
terimakasih waktunya! chapter berikutnya tahap proses, Mohon saran tambahan "aksi aksi" atau "dramatis" dari kalian. Salam hangat beserta kiss kiss please leave a comment, don't be a ghostie^^