Title : Eien No Ai

Disclaimer : Kamichama Karin © Koge Donbo

Eien No Ai © MimikoManaka

Genre : Romance, Slice Of Life

Chapter 2 : I Found My Love

Pairing : Karin x Kazune? Masih rahasia, karena ada orang ketiga-nyan XD

Rated : T

Warning : Typo(s), gaje, alur kenceng, OOC, AR, umur 13 tahun semua. Karin POV!

Summary : Pertemuan yang lalu, adalah pertemuan pertama aku dan seorang pemuda asing bagiku. Membuat pertemanan yang erat diantara kami yang menimbulkan benih-benih cinta(?) Aku ingin cinta itu abadi. Akankah terjadi? Ada apa? Penasaran? Simak yuk :3 #badSummary#3ndFanfic#RnRPlease!

AuthorNote : Update minna! Mudah-mudahan senang ya para readers! Happy reading nyan XD ! disini sepertinya masih Karin POV, jika mengganti, Miko akan memberi tanda jika pertukaran Point Of View nya. Oh ya, di chapter kali ini romance sangat kerasa *mungkin*. Banyak adegan-adegan yang sangat-sangat khayalan belaka Miko, yang Miko inginkan terjadi! #plak! Langsung baca aja deh minna! Jangan lupa tinggalkan jejak repiew nya yah!

Chapter 2 : I Found My Love

.

.

Enjoy Reading

.

.

Flashback On

Kazune menyatakan cinta kepadaku saat kami memulai pembicaraan di pondok halaman rumahku. Awalnya, kami seperti biasa bermain dan tertawa, akan tetapi ada topik pembicaraan yang berbeda tapi serius dimulai oleh Kazune.

"Karin-chan, dapat kah kau menghitung berapa buah yang ada di pohon itu?" Kazune bertanya kepada ku sambil menunjuk sebuah pohon cherry yang buahnya sangat lah lebat, tentu saja aku tidak bisa menghitung buah sebanyak itu.

"Buah itu sangat banyak Kazune-kun, mana mungkin aku bisa menghitung nya satu per satu?" balasku kepada Kazune dengan wajah seperti orang kebingungan.

"Tetapi kamu bisa menghitung jika ku ambilkan untukmu salah satu ranting nya." Sambung Kazune dan meloncat menuju ke arah pohon cherry itu.

"Ya tentu saja." jawabku. Kazune mengambil serangkai buah cherry yang dipenuhi semut.

"Ini untukmu." ucap Kazune sambil menyodorkan serangkaian buah itu padaku dan kembali duduk disampingku.

"Tapi itu banyak semutnya Kazune-kun, kau dan aku bisa digigit semut." jawabku dengan sedikit merintih.

"Itu biasa, namanya juga cheery, dia manis, sama seperti hal nya dengan mu." kata Kazune sambil memalingkan wajahnya dariku, mungkin dia malu, wajah Kazune seketika memerah seusai mengatakan kalimat tersebut, walaupun aku sedikit terkikik.

"Hahahhaha, ternyata Kazune-kun, kau juga bisa menggombal." jawabku dengan tertawa dan tak memikirkan perasaanku sebenarnya.

"Itu bukanlah sebuah gombalan Karin-chan, itu bukan hanya sekedar kata yang lisan dariku, itu berasal dari batin dan hatiku sendiri." Kazune tetap tidak menoleh kepadaku, aku masih belum mengerti betul maksudnya.

"Maksudmu apa Kazune-kun? Kenapa mendadak serius begini?" tanyaku. Kemudian Kazune mengambil serangkai buah cherry tadi dan menunjukkan sebuah aksi padaku.

"Perhatikan ini Karin!" Kazune mencabut satu per satu buah dari rangkai tersebut dan mengasingkan semutnya, kemudian dia menyusun buah-buah tersebut di papan antara jarak kami berdua duduk, terbentuklah sebuah hati berwarna merah (?).

"Kau tahu ini berbentuk apa?" sambung Kazune.

"Ya, itu membentuk sebuah hati." jawabku dengan sedikit rasa ge er .

"Ya, itu berbentuk hati." Kazune mengamati susunan buah yang berbentuk hati itu, lalu berganti mengamati wajahku.

"Karin, somebody loves you! Guess who." kata Kazune yang sepertinya serius.

"Kazune, kau sedang tidak mengerjai ku kan?" tanyaku heran dan menggembungkan kedua pipiku. Kemudian Kazune menggeser susunan buah itu kearah ku.

"I found my love in you, Karin." ekspresi wajah Kazune mendadak kembali serius.

Aku terdiam, wajahku sepertinya datar tanpa ekspresi. Aku tidak sanggup berkata apa-apa. Kazune memang bukan satu-satunya lelaki yang menyatakan cinta kepadaku. Tetapi, ada sesuatu yang terasa berbeda saat Kazune mengucapkan rasa sukanya. Sekarang aku harus memahami perasaanku yang sesungguhnya.

"Karin, would you mind to be my girl?" Eksekusi kalimat terakhir Kazune kepadaku.

Aku menelan ludah berkali-kali. Meyakinkan aku tidak sedang bermimpi. Aku masih tak menyangka, Kazune menyatakan cintanya kepadaku dan memintaku menjadi pacarnya. Aku belum pernah berpacaran, aku katakan sekali lagi 'Aku Belum Pernah Berpacaran'. Tapi kenapa, berbeda rasa nya jika itu seorang Kujyou Kazune yang mengatakannya.

"Kazune, apakah aku bermimpi?" tanyaku dengan wajah tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

"Tidak." Kazune mendekat kepadaku dan mencubit pipiku keras-keras.

"Awwwhhhh! Sakit Kazune-kun" Teriakku sambil mengosok-gosok pipiku sehabis dicubit.

"Itu menandakan kau tidak sedang bermimpi." jawab Kazune tersenyum padaku. Aku pun membalas senyumannya. Aku seketika merasakan detak jantungku begitu kencang dan hati ku mendadak gembira, yah keadaan ku sekarang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Seketika kami terdiam, memasuki perasaan masing-masing. Dan Kazune pun mulai angkat bicara.

"Karin, jika kamu tidak bisa menjawab sekarang, bolehkah aku mengajakmu untuk pergi ke pantai esok hari?" tanya Kazune dengan wajah tersenyum tetapi ditutupi rasa harap.

"Iya, aku akan pergi." jawabku dengan tersenyum.

"Jadi sekarang Karin, aku mau pulang dulu ya! Hari sudah terlanjur senja. Aku menunggumu besok pukul 9 pagi! Jaa!" ucap Kazune dan langsung beranjak dari tempat duduknya.

"Siap!" jawabku sigap.

Sepertinya saat ini hatiku sedang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah.

Flashback Off.

Aku kembali masuk ke rumah dengan senyum gembira. Ibu yang sedang memasak makanan heran dan bertanya-tanya.

"Karin, ada apa dengan raut wajahmu? Kau habis apa dengan Kazune?" tanya ibuku sambil mematikan api kompor.

Aku sembari duduk di meja makan dan melihat ibuku menata makanan dengan rapi.

"Hmm.. harumnya." kataku memuji masakannya. Ibuku segera duduk di depanku, saat itu ayah belum pulang bekerja, jadi kami hanya makan berdua.

"Ibu, apakah kau dulu pernah berpacaran?" tanyaku dengan menopang dagu di tangan kananku sambil melihat ibu menyiapkan sendok.

"Yap, pernah, tapi kenapa kau bertanya demikian?" tanya nya.

"Hmm.. rasanya bagaimana bu?" tanyaku lagi semakin kepo.

"Hmmm... menurut ibu... pacaran itu sepertiii.. awalnya tersenyum-senyum sendiri, dan petai pun terasa coklat." jawab ibuku sambil menatapku sedikit tatapan menggoda.

"Apa? petai rasa cokelat? Bukannya rasanya beda jauh banget tuh bu." ucapku sambil sedikit tertawa.

"Nah, itulah manisnya cinta, apapun terasa sedap." lanjutnya.

"Oh begitu ya bu, bagaimana kalau coklat itu seketika rasanya berubah menjadi petai? Apakah itu arti dari pahitnya cinta?" tanyaku, tetapi sedikit serius ekspresiku.

"Hmm.. mungkin. Tapi kenapa kau bertanya pasal itu dari tadi? Apa kau mau berpacaran?" tanya ibuku, nadanya serius juga.

"Hmm.. menurut ibu, Kazune itu bagaimana?" tanya ku sambil memain-mainkan sendok di piring makan ku.

"Ah, kalau itu mah yang menilai kamu, bukan ibu. Ibu kan hanya sering melihat dia dari luar saja. Nah, kau lah yang lebih tau bagaimana dia." jawab ibuku dengan sedikit senyuman.

Aku memaknai makna per-kata maksud ibuku tadi. Sekarang aku mengerti. Aku terdiam sejenak dan melanjutkan dengan melahap nasi ku yang sudah hancur keadaannya.

"Bu, aku besok ingin ke pantai, diajak Kazune, tetapi bukan untuk bermain air dan mandi. Izin?" tanya ku dan meminta izin.

"Hmm... boleh, asalkan kau dengannya tidak melakukan 'apa-apa' yang negatif." jawab ibuku sambil mengambil air minum.

"Siap!" jawabku sigap dan sedikit perasaan senang. Kami melanjutkan makan.

'Sepertinya ibu tidak melarangku berpacaran.'

.

.

SKIP TIME

.

.

Aku berpamitan kepada ibuku dan pergi ke pantai pagi ini. Yah, seperti biasa, aku mengenakan baju yang sedikit seperti jaket, dan rok diatas lutut. Aku pergi jalan kaki, kebetulan pantai tidak terlalu jauh dari rumahku. Kali ini, aku tidak pergi bersama Kazune. Karena mungkin dia sudah berada di pantai sekarang. Yah, kalian tahu kan, aku pergi untuk menjawab pertanyaan Kazune kemarin. Nanti akan di ceritakan oleh author gaje ini.

Aku sudah sampai di tempat tujuanku. Aku melihat Kazune berdiri di tepi pantai, dan ujung kakinya menyentuh ujung ombak. Jarak kami berdiri tidak begitu jauh. Dia sepertinya sedang menungguku dengan sabar. Tanpa kuberitahu, aku tetap berdiri ditempatku sekarang dan secara diam-diam, aku mengambil kayu-kayu kecil yang ada di tepi pantai, dan mengukir sebuah tulisan di pasir pantai. Aku menulis kata : 'I LOVE YOU' besar-besar. Yah, tulisan itu untuk Kazune. Kalian tau maknanya, itu artinya, aku menerima cintanya. Aku melihat ke arah Kazune yang masih berdiri tanpa menyadari keberadaanku.

Aku berteriak.

"Kazuneee...!" teriakku hanya sekali dan membuatnya berpaling melihat padaku.

"Karin?" ucap Kazune lembut dari jauh tetapi aku bisa mendengarnya.

Kazune berlari ke arahku dan membaca tulisan yang ku buat tadi. Dia tersenyum lebar, dan dia spontan memelukku, aku terkejut. Mungkin saat ini pipiku merah!

Setelah mengakhiri pelukan itu, kami terdiam sejenak, memasuki perasaan masing-masing. Benar kata ibu, awal cinta apapun akan terasa manis seperti manisnya cokelat. Tapi aku tidak mau, jika coklat itu menghilang menjadi petai. Aku tidak mau cintaku pahit.

Lalu aku dan Kazune pergi ke arah pondok yang biasa diduduki orang-orang untuk minum air kelapa muda. Kami pun duduk diantara orang-orang itu. Dan aku mulai angkat bicara.

"Kazune-kun, apa hatimu telah benar-benar yakin untuk memiliki ku?" kata ku dengan nada sayu.

"Ya, aku yakin dengan hatiku sendiri, akan mencintai mu, hanya kamu." Kazune menjawab dengan nada lembut dan sedikit sayu matanya.

"Kazune, apakah kau tau? Aku hanya ingin 'satu' untuk selamanya." lanjutku masih dengan nada sayu.

"Ya, aku tau itu." lanjutnya tersenyum padaku.

Aku menghirup nafas lega.

"Apa kau mau berjanji? Kalau hubungan kita akan baik-baik saja." balasku.

"Yah, jari kelingking." Kazune mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapan ku, aku membalasnya dan kami saling mengaitkan jari kelingking.

Kami sama-sama tersenyum. Tiba-tiba ada suara yang sangat 'asing' mengejutkan kami dari jauh, sehingga jari kelingking aku dan Kazune spontan tak terkait lagi. Dan sepertinya nada orang misterius itu sangat-sangat dan sangat mengerikan, bagiku.

"Hey anak muda!" kata sosok misterius tersebut.

.

.

To Be Continue

.

.

AuthorNote : Hwaaahh! Akhirnya selesai chapter 2 nya. Gimana? Masih belum ada konflik sih! Yah tapi sesuai genre nya, Romance! Konplik nya akan Miko beri di tengah cerita, dan ini masih awal :D . Mungkin cerita di atas sedikit lebay ya? Wkwkwkwkwk. Itulah manisnya author ini, eh manisnya cinta #abaikan. Semoga puas yah para readers... sampai bertemu di chapter selanjutnya.

Mohon reviewnya *-*

-Mimiko Manaka-