'Karena, kau...'

Earphone yang semula tersanggah pada telinga Baekhyun terlepas begitu saja, lantunan Red kegemarannya terdengar samar secara tiba-tiba. Baekhyun merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel, membuka sebuah chat yang tertera disana.

Sudah selesai?

Perhatian Baekhyun beralih pada Luhan yang tiba-tiba saja duduk dihadapannya, memberikan Baekhyun sekantung plastik berisi beberapa bungkus makanan ringan dan juga soda. "Untukmu, anggap saja sebagai permintaan maafku" Jelasnya bahagia.

"Kau meninggalkanku!" Baekhyun menunjuk Luhan tepat di depan hidung pemuda itu, berpura-pura memasang air wajah seseram mungkin. "Oh ayolah, Baek..."

Baekhyun mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu, lalu secepat kilat memasang death glare andalannyayang pada kenyataannya tidaklah menyeramkan. Dan yah, Luhan mana perduli soal itu. "Hati-hati di jalan ya, Baek! Ingat paman-paman mesum diluar sana suka dengan tipe seperti dirimu~" Katanya dan berbalik meninggalkan Baekhyun yang mendengus mendengar Luhan yang sepertinya non sense. Jemarinya kemudian menekan option 'send' pada layar ponselnya.

Ya...

'milikku'

RED; seq of Aphordita

Ficlet

Chanbaek/Baekyeol – Romance – T

The caracters belongs to themselves, and the plot is mine

Warning; Male x Male, Shounen-ai, OOC

.

.

.

Tangan Baekhyun memegangi tali tas ransel yang menyangga kedua bahunya, sesekali ia melirik arloji kesayangannya. Ini sudah 16 menit, tetapi dia tidak muncul juga. Baekhyun mengedarkan pandangannya ke sekitar, melihat beberapa siswa yang mulai berjalan meninggalkan gedung yang disebut sekolah.

"Hai, Baek..."

Terlihat disana seorang kakak tingkat berambut hitam, memiliki sebuang lesung pada sebelah pipinya, manis sekali. Dan jangan lupakan dengan caranya berbicara bahasa korea yang masih terdengar kikuk, membuat Baekhyun merasa kakak kelasnya ini lebih manis"Oh, Hai, Yixing Hyung!" Sapa Baekhyun semangat.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku?" Baekhyun menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya. "Berdiri," Jawabnya setelah ia mendapat anggukan dari Yixing.

Sedangkan Yixing hanya memutar kedua maniknya.

"Haha! Hanya menunggu seorang teman, Hyung. Bagaimana kelasmu hari ini?"

Yixing mengangkat kedua alisnya bersamaan, "Begitulah," lalu Yixing menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, "Kau tahu, pelajaran sastra Korea sungguh membuatku gila" ungkapnya, memandang Baekhyun sambil memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celana.

Baekhyun berdecak pelan, "Ah, nanti kau juga akan terbiasa, Hyung" Katanya meyakinkan. Setelahnya Baekhyun merasakan ponselnya bergetar dan kemudian membukanya. "Hyung, aku harus pergi. Bye!" katanya sambil melambaikan tangannya, berjalan mendekati sebuah mobil hitam yang telah terparkir disana.

Setelah Baekhyun menempatkan bokongnya pada kursi penumpang, ia menatap Chanyeol yang tengah memegang sebuah tab "Hyung!", serunya mengalihkan perhatian Chanyeol. Sedangkan yang dipanggil menolehkan kepalanya dan kemudian mengusap kepala Baekhyun acak, membiarkan aroma berry menguar untuk menusuk penciumannya. "Tidak ada kelas tambahan?" tanyanya. Dan Baekhyun memberi jawaban tidak melalui isyarat kepalanya.

.

.

.

Tempat tidur Baekhyun berdecit begitu sang pemilik merebahkan tubuhnya, kemudian Baekhyun membuka chat room begitu ponsel itu bergetar, pesan masuk dari Luhan. Baekhyunpun mengetikan beberapa kalimat.


Kami memesan ice cream Pit Viper! Sehun memang gila

Kau juga tetap memakannya

Aku hampir mati jika membayangkan mereka berubah menjadi ular!

Dan beritahu Sehun untuk tidak membawa jasadmu kerumahku kkk~

Seriously, Baek, kau harus mencobanya..

Katakan lagi ketika kau telah menganggapku sebagai seorang teman.

Oh ayolah, kau tahu bukan itu maksudku. Bukannya aku tidak mau mengajakmu, salahkan kakak tampan yang selalu menculikmu seusai sekolah.


Ujung bibirnya menyimpulkan senyum kemudian Baekhyun menutup chat room-nya. Dirinya tahu bahwa Luhan jatuh secara telak pada anak menengah pertama yang albino itu, Oh Sehun. Ia meletakkan ponselnya, melirik langit-langit kamar yang kosong, menatapnya seakan wajah kakak tampan, yang tak lain adalah Chanyeol ada disana.

Menurut Luhan, si kakak tampan begitulah Luhan menyebutnya dan membuat Baekhyun menyetujuinyaitu tampan, Baekhyun tau itu. Luhan juga mengatakan kalau Chanyeol seorang yang baik, Baekhyun juga tahu itu. Luhan mengatakan kalau Chanyeol menaruh perhatian pada Baekhyun, Baekhyun setuju dengan itu. Lalu, Luhan berpendapat kalau Chanyeol memberikan perhatian yang tidak biasa kepada Baekhyun, Baekhyun tak meng-iya-kannya. Terlebih Luhan memberikan asumsinya bahwa Chanyeol menyukai sahabatnya itu. Dan Baekhyun bungkam setelahnya.

Sebuah pertanyaan yang terlontar dari bibir Luhan seperti 'Kau menyukainya, Baek?' membuat Baekhyun menggumamkan sejumlah huruf alfabet berbunyi 'ehmm,'. Sedangkan Luhan hanya mendengus karenanya. Lalu Luhan memberitahunya tentang beberapa pertanda jika sedang menyukai seseorang, seperti; senang jika bertemu dengan orang itu; terkadang jantungnya berdebar seakan ingin melompat keluar; terkadang juga kedua pipinya akan terasa hangat dan berwarna lebih pekat dalam suatu keadaan tertentu; ingin memberikan yang terbaik (penampilan, contohnya); dan merasa sebal ketika orang itu lebih dekat dengan orang lain. Ah, Luhan juga memberitahunya sesuatu tentang hal yang sedikit memalukan.

Perhatian Baekhyun teralihkan pada ponselnya ketika dirasakannya ponsel itu bergetar, ia membuka sebuah pesan yang tertera dilayarnya,

Sedang apa? Mengerjakan tugas?

Baekhyun mengetikan beberapa kalimat,

Tidak ada yang kulakukan. Ayah dan Ibu sedang tak ada dirumah, dan aku tak memiliki tugas untuk besok.

membacanya ulang lalu menekan opsi send pada ponselnya. Maniknya tertutup dengan senyum simpul pada bibir tipisnya. Ponselnya ia letakkan di atas perutnya, menunggu balasa yang berada di sana.

Dan benar saja, ponsel itu kembali bergetar.

15 menit lagi kutunggu di depan.

Mengukir senyum lebar terukir di wajah Baekhyun.

.

.

.

Chanyeol membuka pintu rumahnya dan membiarkan Baekhyun memasukinya, laki-laki kecil itu berjalan menuju dapur dan membuka beberapa bungkus makanan, kemudian menghidangkannya diatas meja makan. Ia duduk dan memainkan jemarinya sehingga terdengar irama yang lirih.

Selanjutnya perhatian Baekhyun teralih kepada Chanyeol yang baru saja keluar dari kamarnya, "Apa kau menyukai pertunjukannya?" Sedangkan Baekhyun mengangguk dengan semangat, "Tadi itu sangat konyol, Hyung"–– mereka tadi menonton sebuah Teater Nanta*

Dan kemudian Chanyeol duduk disebelah Baekhyun, tangannya ditelakkan diatas tangan Baekhyun yang berada diatas meja, membuat Baekhyun sedikit kaget "Aku ingin bertanya, boleh?"

"Ya?" Baekhyun melirik Chanyeol takut-takut. Bukan takut, sebenarnya. Hanya Baekhyun tidak dapat mencerna mengapa debit desiran darahnya meningkat menuju wajahnya. Hangat.

Chanyeol menatap Baekhyun, mengamati garis wajah anak laki-laki yang membuatnya seperti seorang pecandu narkotika, "Tadi, yang bersamamu seusai sekolah.. Dia, siapa?"

Berbalik menatap Chanyeol, Baekhyun menjawab "Seusai sekolah? Oh, Yixing Hyung maksudnya?"

Sedangkan Chanyeol hanya mengangkat kedua bahunya, "Kau terlihat akrab dengannya," Kemudian Baekhyun tersenyum lima jari, "Memang, dia itu pindahan dari China, Hyung!" Jelasnya semangat, "Dia juga menyenangkan, dan sangat lucu,"

Chanyeol mengerutkan keningnya samar, "Lucu?" tanyanya. Baekhyun mengangguk, "Tentu saja, Bahasa Korea-nya masih sangat berantakan, dan cara dia menceritakan tentang seorang teman yang disukainya, Haha" Baekhyun terkekeh karena ia mengingat wajah Yixing yang tiba-tiba saja memerah jika tidak sengaja bertemu dengan orang itu.

Namun semuanya terhenti begitu saja ketika Baekhyun merasakan tangan Chanyeol merengkuh tubuhnya, menenggelamkan tubuhnya dalam sebuah dekapan, membuat hidung Baekhyun mencium aroma maskulin Chanyeol, khas sekali. "Syukurlah, ku pikir kau tertarik padanya,.."

Baekhyun menunggu lanjutan kalimat yang akan terlontar dari kakak tampannya. Namun pria itu tidak mengatakan apapun setelahnya, ia hanya memeluk Baekhyun dalam diam. Baekhyun ingin berucap sesuatu, namun ia ragu. Telapak tangannya sudah mengeluarkan keringat dingin. Ia menghempaskan napasnya kasar, seakan membuang semua beban didalam hidupnya,

"Hyung...menyukaiku?"

Toh akhirnya Baekhyun berucap juga. Ia memejamkan netranya rapat-rapat, bahkan getaran jantung didadanya begitu terasa, irama cepat dan beraturan yang tak ingin dipedulikannya, ingin rasanya Baekhyun menulikan telinganya saat itu juga.

Terdapat beberapa jeda setelahnya,

Chanyeol menghela napas, "Lebih dari itu," Tapi tetap saja Baekhyun dapat mendengarnya dengan jelas. Jawaban Chanyeol yang membuat jantungnya bekerja beberapa kali lebih cepat dari yang lebih cepat, dan ini bukan saat yang tepat untuk Baekhyun mengingat pelajaran Biologi tentang tahapan-tahapan yang menyebabkan jantung menjadi berdebar.

"Bagaimana denganmu,?" Dan akhirnya Chanyeol bertanya, membuat Baekhyun menggigit bibirnya. "Aku, ehm, mungkin,.."

Baekhyun menggigit bibirnya lagi, "iya" Lalu ia menenggelamkan kepalanya dalam-dalam, menghirup aroma Chanyeol yang entah sejak kapan menjadi favoritnya.

Selanjutnya Chanyeol melepaskan pelukannya, menatap Baekhyun dan tersenyum simpul, tangannya mengusap sebelah pipi Baekhyun dilanjutkan dengan ciuman tiba-tiba yang diberikannya, melumatnya perlahan, memuntahkan seluruh perasaannya, merasainya seakan Baekhyun adalah hal termanis dalam hidupnya.

Namun di dalam hati Baekhyun merutuk, Luhan memang sialan.

.

.

Ketika kau menyukai seseorang, kau juga akan merasakan perasaan aneh ketika orang itu melakukan hal yang sensual kepadamu, Baek.

.

Ya, Luhan memang sialan.

Karena Baekhyun kini merasakannya sendiri. Dan sekarang Baekhyun meyakini akan satu fakta; He has a crush on him— Chanyeol.

END

.

.

*Teater Nanta; sebuah drama komedi nonverbal dengan setting sebuah dapur dan menggunakan alat-alat masak sebagai alat perkusi.

.

Hellooooooo~

Aduh, ini sebenernya pengen ficlet aja,.

Dan maafkan atas segala cerita absurd diatas, gak ada konflik-wkwkw

Maafkan juga kalau garing gitu n bertypo, aku gak baca ulang soalnya heheeeee.

Sebenernya aku cuma pengen buat canyol n byunbek jadi jelas aja ,, tapi ya...jadinya begini.~~

oke deh, byebye!

Thanks buat yang sebelumnya sudah mau review ;

septhaca; KT CB; dearpanda; Selene3112; tanpanama; Jung Hyejin; Guest; Cactus93; gusnizalwidya; vitCB9; neli amelia; rillakuchan; laxyovrds; Black Spica'92; ; Majey Jannah 97; Jihyunnn; Hun.K Salvatore; ChanBaekLuv; Rei Fujoshi Official Couple; uchanbaek; nadyadwiandini10; Roxanne Jung; Krasivyybaek; nakamura11

.

.

Mind to Review? ;)