Title : Love Never Wrong

Author : Meyla Rahma

Rated : T (untuk Chap ini)

Pairing : HaeHyuk {Mungkin bisa nambah, tapi Main Pair tetep HaeHyuk }

Genre : Romance

WARNING…!

YAOI / Boy Loves / Boy X Boy

Miss typo(s)

Mature Content

DON'T COPY ANYTHING IN THIS STORY WITHOUT MY PERMISSION!

And .. DON'T BASHING OR FLAME MY FF or ANYTHING IN THIS STORY!

DON'T LIKE, DON'T READ..!

JUST CLICK [X] {close} OKE

Happy Reading…


PREVIEW

"Aku tahu mungkin ini terlalu cepat untuk mu. Tapi ketahuilah hyukkie, aku tak pernah bermain-main dengan apa yang aku rasakan." Ujar siwon lembut sembari mencium lembut tangan hyukkie.

"Kau bicara apa sih, hyung." Ujra hyukkie dengan wajah yang benar-benar memerah karna gugup yang tengah melandanya. Ya, hanya gugup.

"Kau tahu kan kalau aku sangat mencintai mu dari dulu hingga sekarang?" ujar siwon dan hyukkie hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan siwon yang terkesan ambigu itu.

"Aku ingin kau tahu jika aku benar-benar membina hubungan ini dengan serius. Aku tak pernah ingin untuk menjadikan hubungan kita hanya sebagai permainan perasaan sesaat. ." ujar siwon lagi – sedangkan hyukkie hanya memandangnya dengan tatapan bingung dan wajah yang memerah.

"Lee Hyukjae, Would You Marry me?" tanya siwon lembut. Namun, nada lembut siwon tak mampu membuat hyukkie bergeming. Ia masih membatu di tempat dengan Ekspresi yang benar-benar shock.

END PREVIEW

.


.

Hening . . .

.

Hanya itu yang terjadi setelah Siwon mengutarakan niatnya pada Hyukkie. Hyukkie masih dengan keterkejutan dan kekalutan pikirannya. Mau tak mau siwon berdiri dan menggenggam kedua tangan Hyukkie-nya. Mencoba menatap dalam manik kelam milik sang kekasih. Dapat dilihatnya sekarang, Hyukkie seolah kehilangan separuh jiwanya karna niat sakral yang baru saja ia utarakan. 'apa ada yang salah dengan yang aku katakana barusan?' batin Siwon dalam hati.

"Chagi? Kau kenapa?" tanya Siwon khawatir.

Hyukkie masih diam dan menatap polos sang namjachingu.

Hyukkie POV . . .

Apa yang harus ku lakukan sekarang? Aish, Tuhan tolong lah hamba mu ini. Baru 2 hari lalu Hae mengutarakan perasaannya pada ku. Sekarang kenapa kau tambah lagi Badai dalam kehidupan ku Tuhan? Bagaimana aku harus menanggapi Siwon hyung sekarang? Aku tak ingin mengecewakannya. Apalagi Jae umma benar-benar berharap aku bisa secepatnya menikah dengan Siwon hyung. Tapi, disisi lain aku juga tak mau menyakiti perasaan Hae. Baru beberapa bulan dia bisa merubah tabiatnya. Aku tak ingin ia kembali seperti dulu jika aku menyakiti perasaannya. Dia sudah cukup menderita selama ini. Tapi sekarang aku harus bilang apa? Eothoke?

End Hyukkie POV

CHU . . .

Siwon mencium bibir Hyukkie sekilas, karna Hyukkie sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan ketika ia panggil berkali-kali. Sepertinya cara Siwon kali ini berhasil. Buktinya Hyukkie sudah kembali ke alam sadarnya dengan muka yang cemberut – mungkin karna perlakuan Siwon barusan.

"Yah,.! Siwon hyung.!" Ujar Hyukkie dengan wajah memerah dan bibir yang dipoutkan sempurna.

"Habis, salah mu sendiri Chagi. Aku panggil-panggil dari tadi, kau malah diam saja kayak batu. Atau jangan-jangan kau sengaja diam agar aku meciummu, ne?" tanya Siwon dengan memasang wajah jail.

"Yah,! Hyung mesum.!" Pekik Hyukkie dengan wajah yang makin memerah hingga ke telinga.

"Bagaimana tanggapan mu, chagi?" tanya siwon ketika beberapa saat lalu hening.

"Wae Hyung?" tanya Hyukkie polos.

"Aku tanya bagaimana pendapat mu? Apa kau tak setuju untuk menikah dengan ku?" tanya Siwon dengan tatapan sendu.

"Ah, ani hyung. Tapi, beri aku waktu untuk berpikir. Ini,. . . terlalu cepat." Ujar Hyukkie lirih.

"Nde, aku mengerti chagi. Tapi, bukankah kita sudah saling mengenal sejak kau masih berumur 10 tahun, ne?" tanya Siwon lembut.

"Ne, hyung aku tahu. Kita memang sudah saling mengenal semenjak lama. Tapi, aku mohon. Beri aku waktu untuk memikirkan hal ini. Aku masih harus memantabkan hati ku." Ucap Hyukkie pelan.

"Arraseo. Hyung mengerti. Hyung akan menunggu mu jawaban mu dan kesiapan mu sampai kapan pun. Karn hyung selalu mencintai mu." Ujar Siwon tulus dan lembut – sembari mengecup lembut dahi Hyukkie.

"Mianhe aku sudah membuat hyung menunggu. . . lagi." Ujar Hyukkie lirih – sambil menundukkan kepalanya.

Siwon hanya tersenyum lembut melihat tingkah lugu sang kekasih. Ia tak mampu memungkiri jika sikap luu itu lah yang telah membuat seorang Choi Siwon bertekuk lutut dihadapan namja manis itu. Perlahan ia angkat dagu Hyukkie dengan jarinya, berusaha menatap dalam Onyx kelam yang menenangkan milik namja manis tersebut. Dengan lembut ia menghapus jarak diantara mereka berdua. Hingga kedua bibir mereka bersatu dengan lembut. Siwon ingin mencrahkan semua perasaannnya pada Hyukkie lewat ciuman lembut tersebut. Perlahan ia lumat dengan lembut bibir manis milik kekasihnya itu. Berusaha menyakinkan perasaan Hyukkie lewat pagutan lembut tersebut.

Mereka masih terus berpagutan satu sama lain dengan lembut, hingga tak menyadari sesosok namja lain tengah menatap mereka dengan sendu – atau mungkin dengan rasa sakit di hatinya.

.


Donghae POV

.

Aku lihat mereka saling berciuman saat ini. Entah kenapa hatiku rasanya sangat perih – dan terluka. Padahal Hyukkie masih belum memutuskan untuk menentukan pilihannya. Tapi, aku tak tahu kenapa rasanya ingin rasanya aku menghajar namja yang tengah berpagutan dengan Hyukkie saat ini. Aku kesini karna ingin mengirmkan pesanan Heechul hyung dan memberikan Cake Strawberry yang baru aku beli tadi. Jika tahu begini, lebih baik aku tadi tidak usa kemari. Daripada aku melihat adegan yang semakin membuat hatiku perih . . . kembali.

End Donghae POV

.

"Ehem, apa aku sedang mengganggu.?" Ujar Donghae ketika tengah menatap sepasang kekasih yang tengah berpagutan lembut – dihadapannya.

Seketika Hyukkie menarik dirinya dari ciuman Siwon, ketika ia mendengar suara yang ia kenal tengah menginstrupsi mereka. Dan benar saja, saat ini Hyukkie bisa melihat dengan jelas kehadiran Namja tampan yang beberapa hari belakangan membuat pikirannya kalut. Hyukkie hanya bisa menundukkan kepala dengan wajah yang memerah antara rasa malu dan – takut. Siwon hanya bisa tersenyum menyapa namja tampan yang tengah berhadapan dengannya saat ini.

"Ah, Mianhe donghae-sshi. Kau tak seharusnya melihat yang tadi. Em, kalau boleh tahu kau sedang ada perlu apa kemari, donghae-sshi?" ujar Siwon lembut dengan seulas senyum menawan di wajah tampannya.

"Gwenchana, Siwon-sshi. Aku hanya ingin mengantarkan pesanan kakak Ipar ku untuk Hyukkie. Mian aku sudah mengganggu kegiatan . . kalian." Ujar Donghae lirih namun datar sembari sedikit membungkukan badannya.

"Gwenchana, donghae-sshi." Ujar Siwon pelan.

"Ah, ini hyukkie. Titipan dari Heechul hyung untuk mu." Kata donghae sambil memberikan secarik kertas dan sebuah bungkusan – sembari menatap sendu kea rah Hyukkie.

"Go. .Gomawo, Hae-ah." Ujar hyukkie gugup sembari menerima titipan tersebut.

"Ne, gwenchana. Aku pamit pulang dulu. Sekali lagi mian sudah mengganggu kalian tadi." Ujar donghae datar – sembari menatap sendu ke arah Hyukkie.

"Ne, donghae-sshi. Gomawo sudah mau mengantarkan titipan itu. Hyukkie. . " ujar Siwon sembari memanggil hyukkie yang masih diam tak berbicara disampingnya.

"Ah, ne mian. Sekali lagi gomawo ya, Hae. Mianhe soal yang tadi." Ujar Hyukkie sembari menundukkan kepalanya – karna tak kuasa menatap mata donghae yang tengah menatapnya sendu. Sarat akan kepedihan.

"Ne, Gwenchana. Aku pulang dulu. Anneyeong." Ujar donghae sambil berlalu pergi meninggalkan Siwon dan Hyukkie yang masih berdiri didepan pintu rumah milik Hyukkie.

Hyukkie masih diam dan menatap sendu barang yang kini tengah ia pegang. Ia tahu pasti jika Cake Strawberry itu bukan titipan dari Heechul hyung. Karna dibagian kardusnya tertera Nama toko yang menjual ake tersebut. Toko yang Hyukkie tahu letaknya tak jauh dari rumah namja yang mengantarkannya tadi – Donghae.

"Chagi, Gwechana?" tanya siwon lembut.

"Ah, ne. Gwenchana hyung. Um, ini sudah malam hyung. Lebih baik hyung pulang dan beristirahat." Ujar Hyukkie pelan.

"Ne, hyung pulang dulu. Oh ya, mungkin 3 hari ke depan hyung tidak bisa menjemput mu seperti biasanya. Karna hyung ada urusan di Jepang selama 3 hari." Ujar Siwon sambil mengingat-ingat.

"Jinjja? Bukannya 2 hari lagi itu ada pesta ulang tahunnya Minho?" tanya Hyukkie setelah ingat akan adanya pesta ulang tahun Namdongsaeng Siwon – Minho.

"Ne, mungkin hyung tidak bisa ikut merayakannya. Hyung harus menggantikan appa ke Jepang. Aku sudah memberi tahu Minho tentang hal ini. Dan dia tidak keberatan – asalkan aku membelikannya Game-game terbaru dari Jepang." Ujar Siwon dengan sedikit kesal saat mengingat permintaan Namdongsaengnya itu.

"aish, kau itu hyung. Ya sudahlah, lebih baik hyung lekas pulang dan beristirahat. Jangan tidur terlalu malam karna menemani minho main game." Ujar Hyukkie – dengan sedikit memerintah.

"Arra. . . Arra. Kekasih ku ini suka memerintah, ne. Seperti Ibu rumah tangga saja." Ujar siwon dengan nada jail.

"Yah..! Apaan sih kau hyung. Lagi pula aku ini NAMJA hyung. Mana bisa kau memanggil ku Ibu-ibu. Dasar Hyung pabbo.!" Pekik Hyukkie kesal.

"Hey, mulai nakal, ya? Berani bicara tidak sopan sekarang, ne. Kau mau ku hukum?" tanya Siwon dengan memasang Seringai yang mengerikan.

"Yah.! Apa maksud mu hyung? Sudah pulang sana. Aku ngantuk." Ujar Hyukkie sambil mendorong tubuh Siwon ke arah luar menuju mobilnya.

"Ne, ne. aku pulang dulu nae chagi. Anneyeong." Ujar Siwon sembari mengecup dahi Hyukkie dan masuk kedalam mobilnya.

"Ne, anneyeong." Ujar Hyukkie pelan.

Kini tinggal Hyukkie seorang diri yang tengah menatap kepergian sang kekasih dengan tatapan kosong. Ia bukan tengah memikirkan sang kekasih saat ini. Pandanganya teralih pada sebuah bingkisan yang sedari tadi ia pegang. Entah mengapa matanya menjadi buram – karna air mata. Pikiranya kembali berkecamuk. Ia tak tahu harus bagaimana. Ia yakin bahwa bingkisan yang berisi cake kesukaannya itu berasal dari namja tampan yang mulai mengisi ruang di hatinya – Donghae.

Ia tak tahu mengapa ia saat ini menitik kan air mata untuk namja tampan itu. Ia juga tak tahu kenapa waktu itu mengatakan hal yang membuatnya terjebak dalam Badai perasaan seperti saat ini. Padahal ia bisa saja langsung menolak perasaan namja tampan itu. Tapi, hyukkie tak bisa menjadi setega itu. Ia sudah tenggelam dalam perasaan yang rumit semenjak ia menatap mata sendu yang sarat akan luka dan kepedihan milik namja tampan itu. Dan kini, Hyukkie harus dihadapkan pada sebuah kenyataan yang mengharuskannya memilih antara dua pilihan yang sulit. Memperjuangkan perasaannya pada namja yang baru ia kenal dan mengecewakan banyak hati – Siwon dan Ummanya. Atau justru memilih membalas semua kasih sayang yang telah Siwon dan keluarganya berikan namun ia harus melupakan perasaannya saat ini dan tentunya melukai hati namja yang mungkin mulai ia cintai – Donghae.

'Ketika Cinta harus di Perjuangkan'

.


.

Suasana Flower Shop milik Lee Heechul itu terlihat sepi. Bukan karna tutup, namun karna sang pemilik – Heechul dan Sungmin tengah pergi menemui pelanggannya. Dan kini tinggal lah namja manis bernama Lee Hyukjae yang tengah melamun di depan meja kasir. Mungkin kalian pikir ia sedang melamunkan pekerjaannya atau mungkin namjachingunya – Siwon. Namun kalian salah. Hanya ada satu nama yang kini tengah membuat pikirannya kalut. Donghae. Ya, nama itu yang kini sedang membuat kalut pikiran namja manis itu.

Bahkan sangking senangnya membiarkan dirinya dalam dunia lamunan, ia tak menyadari seseorang yang tengah menggangu pikirannya tengah masuk ke dalam toko. Namja tampan itu masih tak bergeming menatapi namja manis yang kini tengah asyik melamun di hadapanya. Hingga ia memutuskan untuk mengganti acara mari-memandangi-wajah-polos-Hyukkie dengan acara mari-membuat-namja-manis-itu-kaget.

"Nonna, saya mau memesan bunga bisa?" tanya namja itu.

"Ah, ne tuan. Ada yang bisa saya bantu?" kata hyukkie tiba-tiba karna sadar saat seseorang berbicara didepannya. Sesaat ia tertegun menatap wajah tampan namja di hadapanya. Sesaat kemudian ia sadar dari ketertegunannya. Dan sadar jika namja di hadapanya itu adalah seseorang yang sedari tadi sedang ia pikirkan – Donghae. Seketika wajahnya langsung memerah saat sadar wajah Donghae yang begitu dekat dengannya saat ini.

"Heh? Kau tadi memanggil ku apa?" tanya Hyukkie karna sependengarannya tadi donghae memanggilnya 'nonna' – dengan wajah yang memerah.

"Nonna?" jawab Donghae dengan sebuah seringai di wajah tampannya.

"Yah.! Aku ini NAMJA tahu.!" Pekik Hyukkie sambil memukul Donghae dengan majalah yang entah sejak kapan ia pegang.

"Ish, appo. Salah mu sendiri tadi aku masuk, kau malah diam dan melamun." Ujar Donghae sambil meringis kesakitan karna pukulan 'sayang' dari Hyukkie.

"Kau sendiri yang tiba-tiba mengagetkan ku. Salah mu sendiri." Protes Hyukkie sambil mengerucutkan bibirnya – lucu.

Hening. . .

Sesaat tak ada yang berbicara. Mereka berdua masih diam dengan pikiran masing-masing. Entahlah terlalu banyak perasaan yang berkecamuk di hati keduanya. Perasaan yang mereka tak tahu itu benar atau salah. Perasaan yang sudah membuat mereka berdua menangis karna rasa sakit yang terasa karna perasaan itu sendiri. Pada akhirnya Hyukkie memberanikan diri untuk memecah keheningan yang terjadi diantara mereka berdua.

"Mianhe." Ujar Hyukkie yang terdengar ambigu di telinga Donghae.

"Wae?" tanya Donghae bingung.

"Mianhe, untuk yang tadi malam." Ujar Hyukkie sambil menundukkan kepalanya.

Donghae mendudukkan dirinya dikursi yang berhadapan dengan namja manis yang tengah menunduk dalam diam itu. Sesaat ia menatap sendu ke arah namja manis itu, sebelum mulai berbicara.

"Gwenchanayo. Lagi pula untuk apa aku marah . ." ujar donghae menggantung dan membuat Hyukkie mengangkat wajahnya dan menatap tetap ke arah Obsidan yang menatapnya sendu milik Donghae.

"Karna aku tak memiliki hak untuk marah pada mu . . karna hal itu." Ujar Donghae lirih. Sedangkan Hyukkie hanya bisa menundukkan wajahnya kembali karna tak kuasa memandang mata Donghae yang sarat akan Kepedihan ketika menatapnya.

"Hyukkie-ah . . ." ujar donghae sembari mengangkat dau Hyukkie dengan jemarinya. " – aku memang tak memiliki hak untuk marah padamu. Mungkin aku bisa berbohong jika kau bertanya apa aku marah atau tidak. Tapi perasaan ku pada mu bukan lah sebuah kebohongan." Ujar donghae lembut sembari menatap sendu Onyx kelam milik Hyukkie.

"Aku tahu, Hae-ah." Ujar Hyukkie lirih sembari mengalihkan pandangannya dari tatapan sendu milik Donghae.

Perlahan Donghae mendekatkan wajahnya kearah Hyukkie. Berusaha mengelemasi jarak diantara mereka hingga bibir keduanya menyatu dengan lembut. Hyukkie hanya bisa memejamkan matanya ketika dirasakannya terpaan lembut nafas Donghae di wajahnya. Keduanya saling berpagut satu sama lain. Berusaha mencurahkan segala rasa yang tengah bergejolak di hati keduanya. Perasaan yang mereka tahu tak seharusnya terjadi. Namun, apa daya mereka jika perasaan itu perlahan datang dan membuat mereka kalut dalam Badai Cinta.

Hyukkie dan Donghae masih saling berciuman. Saling melumat lembut bibir milik pasangannya. Mereka tak menyadari sepasang namja cantik dan mut tengah menatap mereka dari luar toko dengan pandangan bahagia namun menyaratkan kepedihan di waktu yang bersamaan.

"Apa mereka bisa bersatu, hyung?" tanya Sungmin lirih pada hyung – Heechul yang disampingnya.

"Entahlah, minnie. Hyung tak pernah tahu apa yang akan ter jadi besok." Ujar heechul lirih.

"Apa perasaan yang mereka rasakan saat ini adalah sesuatu yang salah, hyung?" tanya Sungmin lagi – tanpa mengalihkan pandangannya dari kedua namja yang masih berpagutan dengan lembut itu.

"Yang hyung tahu, Cinta itu Tak Pernah Salah, minnie-ah. Cinta itu tumbuh tanpa mengenal siapa dan bagaimana keadaanya. Biarkan waktu yang menjawab kisah Kasih mereka berdua." Ujar Heechul lirih namun terdengar bijak.

Ya, tak ada yang salah dari Cinta yang tengah Hyukkie dan Donghae rasakan saat ini. Karna cinta tak pernah memandang apapun ketika ia datang. Tak pernah mengenal siapa yang akan merasakannya. Dan tak pernah mengenal keadaan yang ada sekitarnya. Biarkan waktu yang menjawab segala rasa kalut yang tengah mereka rasakan. Karna pada akhirnya kebahagian menanti mereka di ujung kekalutan.

.


.

Seorang namja manis tengah bersiap-siap untuk pergi. Ia terlihat tengah sibuk merapikan beberapa barang atau mungkin kado karna hari ini adalah hari dimana namdongsaeng dari namjachingunya – Minho tengah berulang tahun. Sebenarnya ia berencana untuk tidak ikut, karna pestanya diadakan di sebuah Bar di Pusat kota. Hyukkie sebenarnya tidak suka jika harus pergi ketempat yang penuh dengan hingar-bingar malam itu. Namun, apa daya. Namdongsaeng kekasihnya itu memaksanya untuk datang. Karna kekasihnya – Siwon sedang berada di Jepang, jadi mau tak mau ia harus berangkat sendiri.

Dan kini ia sudah sampai di depan sebuah Bar atau lebih sering di kenal dengan Club mlam – mungkin. Setelah melalui pemeriksaan dan menunjukkan undangan kepada beberapa penjaga yang berbadan besar itu, Hyukkie akhirnya bisa masuk kedalam Club itu. Dentuman musik yang keras dan bau khas Alkohol menyambut Hyukkie. Dia benar-benar tak suka dengan suasana seperti saat ini. Tapi, apa boleh buat, dia harus tetap berada di tempat itu hingga pestanya selesai – mungkin.

Hyukkie mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia kenali sebagi adik namjachingunya – Minho. Terlihat sosok berbadan jangkung dengan Style yang mencolok berdiri di depan meja bartender dan tengah memeluk pinggang seorang namja cantik yang ia yakin itu adalah Taemin – kekasih Minho. Minho pun melihat kedatangan calon kakak iparnya itupun, langsng melambaikan tangannya mengisyaratkan pada namja manis itu untuk mendekat dan bergabung dengannya.

Tanpa disuruh pun hyukkie segera melangkahkan kakinya mendekati Minho dan Taemin. Taemin sendiri yang menyadari Hyukkie mendekat kearahnya, dengan segera menghambur memeluk Hyukkie. Sedang Hyukkie sendiri hanya bisa tersenyum melihat tingkah namja mungil nan cantik yang sudah ia anggap seperti dongsaengnya sendiri itu.

"Hyuuungg. . ." teriak Taemin girang sambil memeluk Hyukkie erat.

"Aku sangat merindukan mu. Bagaimana kabar mu, hyung?" tanya Taemin bersemangat sembari melepaskan pelukannya dan berjalan beriringan dengan Hyukkie – kearah Minho.

"Aku baik-baik saja, Taeminnie. Hyung juga sangat merindukan mu. Kau sendiri, bagaimana keadaan mu? Baik-baik saja kan?" tanya Hyukkie sembari mencubit 'sayang' pipi Cubby Taemin.

"Ish, Hyung appo. . ." ujar taemin sambil memegang pipinya yang telah di cubit 'sayang' oleh Hyukkie.

"Aku baik-baik saja kok hyung. Eh iya, siwon hyung sedang berada di Jepang ya hyung?" tanya Taemin sembari mendekat kearah Minho – kembali.

"Bukan kah aku sudah memberitahumu tadi, Chagi. . ." ujar Minho sembari memeluk pinggang Taemin. Sedang taemin sendiri hanya berpout ria mendengar kata-kata kekasihnya itu.

"Ah, Hyung. Bagaimana kabar mu? Kata hyung beberapa hari lalu kau kerumah, ne?" tanya Minho pada Hyukkie yang tengah tersenyum menatap tingkah taemin.

"Oh, Ne. Aku ke rumah. Tapi waktu itu kata Siwon hyung kau sedang keluar dengan Taemin. Eh iya, ini kado dari ku. Semoga suka." Kata hyukkie sembari menyerahkan bingkisan pada Minho dengan melukiskan Gummy Smilenya – yang langsung di hadiahi cubitan 'sayang' dari Taemin.

"Aish, hyung kau itu imut sekali sih. Pantas saja Siwon hyung tergila-gila pada mu." Ujar Taemin polos dengan nada riangnya. Sedang Hyukkie sendiri hanya bisa mempoutkan bibirnya dengan muka memerah menanggapi ucapan dongsaeng dihadapannya itu.

"Ya pasti lah Chagi. Oh ya hyung, kapan kau akan menikah dengan Siwon hyung?" tanya Minho pada hyukkie yang tengah meminum segelas orange juice yang baru diberikan oleh bartender.

"Uhuk. . . Uhuk. . " hyukkie hanya bisa terbatuk karna kaget dengan ucapan minho barusan.

"Yah, hyung.! Gwenchanayo?" tanya Taemin khawatir.

"Ah, ne. Gwenchana, taemin-ah." Ujar hyukkie sambil membersihkan bibirnya.

"Yah, hyung.! Kenapa kau tanya seperti itu sih? Lihat, Hyukkie hyung jadi tersedak minuman kan.!" Pekik Taemin kesal pada sang kekasih.

"Aku kan hanya tanya, chagiya. Lagi pula mereka kan sudah lama bersama. Kan kalau mereka menikah kita kan juga bisa segera menikah." Kata Minho sambil mengedipkan sebelah matanya pada Taemin.

"Aish, kau bicara apaan sih hyung." Ujar Taemin dengan wajah yang memerah.

Hyukkie sendiri hanya bisa tersenyum geli melihat tinggakh kedua dongsaeng kesayanganya itu. Merasa sedikit bosan, Hyukkie mulai mengedarkan pandangannya mengelilingi Club itu. Beberapa orang terlihat sibut menggoyangkan badanya seiring dentuman musik di tengah lantai dansa. Ada juga beberapa orang yang lebih memilih duduk di sofa-sofa yang tersedia disisi pinggir lantai dansa. Hyukkie Nampak mengeriyitkan dahi ketika menatap sesseorang di ujung ruang itu. Sosok yang ia kenal.

Sesaat hyukkie yakin jika oaring itu adalah namja yang tengah membuat kalut pikirannya beberapa hari belakangan. Dan ia yakin itu memang orang tersebut. Mata hyukkei sedikit menyipit ketika melihat seorang Yeoja berpakaian sexy mendekat dan duuk disebelah namja tersebut. Sedetik kemudian mata hyukkie terbelalak kaget melihat yeoja itu berciuman dengan namja yang ada disampingnya. Bahkan yeoja itu mengalungkan tangannya pada leher sang namja – mungkin untuk memperdalam ciuman mereka.

Entah kenapa mata hyukkie tiba-tiba buram karna kristal bening yang hadir di pelupuk matanya. Ia merasakan sakit yang teramat sangat di hatinya. Seolah sebilah sembilu tengah tertancap dalam di hatinya. Hyukkie merasakan rasa sakit yang tak pernah ia rasa sebelumnya. Bagaimana tidak, kini ia tengah melihat namja yang mulai mengisi hatinya tengah bercumbu dengan yeoja. Dan itu dihadapanya. Padahal ia sudah mulai menyukai namja tersebut. Namja bermata sendu yang selalu menatap lembut padanya. Namja yang mungkin telah membuatnya merasakan hangat cinta dihatinya. Namja yang bernama Lee Donghae.

Tak tahan dengan pemandangan di hadapannya kini, hyukkie segera berdiri dan melangkah pergi meninggalakan tempat duduknya. Ia tak memperdulikan teriakan Minho dan Taemin yang bingung dengan sikapnya. Air matanya sudah mengalir keluar. Pandangannya mulai buram, apalagi keadaan Club yang sedikit remang membuatnya kesulitan untuk melihat jalan di hadapannya. Hingga . . .

BRAKK. . .

PRANGG . . .

.

Donghae POV

.

Suasana Club ini sangat ramai. Banyak orang yang meliuk-liukkan badan diiringi dentuman keras musik. Saat ini aku tengah menghadiri pesta ulang tahun salah satu Hoobae ku saat dulu kuliah di amerika. dia mengundang ku untuk datang kemari. Dan aku memutuskan untuk hanya duduk di ujung ruangan di temani sebotol wine putih. Tak kusangka aku bertemu dengan yeoja panggilan yang dulu sering 'melayaniku'. Ku lihat ia mendekat ke arah ku. Tapi, aku masih memasang wajah stoic milikku. Aku sudah tak ingin berurusan dengan yeoja ini lagi.

Dia duduk disampingku. Kulihat ia mulai menggodaku dengan gerakan seduktif nya. Tapi Hey, sayang sekali aku tak tertarik dengan tubuhmu yang menjijikkan itu noona. Aku hendak beranjak berdiri dan pergi namun ia menahan tangan ku dan tiba-tiba mencium ku. Aku hanya bisa diam dan tetap pada posisi ku. Sama sekali tak ku balas perlakuannya. Samar-samar di kejauhan aku lihat seseorang yang aku kenal. Ya, seseorang yang sangat aku kenal malahan.

Ia terlihat berdiri, sekilas aku melihat wajahnya basah. Mungkin ruangan ini memang remang. Tapi aku masih bisa melihatnya menangis. Bagaimana bisa? Hey, mana mungkin aku tak bisa melihat ketika orang itu adalah seseorang yang kau cintai. Tunggu dulu.! Seseorang yang ku Cintai..! Berarti benar itu Hyukkie.! Seketika ku dorong yeoja yang tengah menciumku itu. Aku berdiri dan memandang sosok itu dari kejauhan.

Aku lihat ia menabrak seorang pelayan yang sedang berjalan membawa minuman. Dia terlhat meminta maaf lalu beranjak keluar dari Bar. Aku tak mau ia salah paham. Kenapa aku bisa bodoh begini. Kenapa aku mau meladeni yeoja menuakkan itu. Donghae Pabbo..! Tanpa berpikir lagi aku berlari menghampirinya. Berharap ia tak salah paham padaku.

End Donghae POV

.


.

Suara gemuruh langit mengiringi langkah cepat seorang namja manis yang tengah berjalan dengan air mata mengalir deras. Hatinya serasa pecah berkeping-keping ketika melihat orang yang saat ini ia cintai malah tengah bercumbu dengan seorang yeoja murahan di dalam club tadi. Ia tak habis pikir bagaimana bisa Donghae berkata mencintainya jika kenyataanya sekarang ia malah berbuat menjijikkan seperti itu. Tanpa ia sadar, seseorang yang tengah membuatnya menangis seperti sekarang tengah berjalan menghampirinya.

"Hyukie..!" teriak donghae pada sosok yang berjalan di depannya saat ini. Dapat dilihatnya hyukkie berhenti dan diam di tempatnya saat ini. Donghae berusaha mendekati namja manis itu yang terlihat badanya bergetar – donghae sangat yakin jika saat ini Hyukkie sedang menangis.

"Hyukkie. . ." panggil donghae lirih seraya mendekat kearah namja manis itu. Namun langkahnya terhenti ketika suara namja manis itu mengintrupsinya.

"Berhenti, Hae. .!" teriak Hyukkie tanpa membalikkan badannya. Donghae seketika diam di tempatnya.

"Kau kenapa, hyukkie?" tanya donghae pelan.

"Kenapa kau bilang?" tanya hyukkie dengan nada sinis – masih tetap membelakangi donghae.

"Aku MUAK dengan mu.! Dan aku harap setelah ini kita tidak akan bertemu lagi.!" Ujar Hyukkie dengan suara yang cukup keras. Donghae membatu di tempat menatap namja manis yang sudah menjerat hatinya itu kini mengatakan hal yang membuatnya tercengang.

"Apa maksud mu? Aku tak mengerti." Ujar donghae dengan nada yang mulai meninggi – mulai kesal pada hyukkie yang bicara dengan membelakanginya.

"Maksud ku? Kau itu manusia 'MENJIJIKKAN'..!" ujar hyukkie lantang.

"Yah,.! Apa maksud mu? Lee Hyukjae berbalik lah. TATAP AKU..!" bentak donghae pada namja yang ada dihadapannya itu.

Hyukkie bergetar karna bentakan donghae itu. Air matanya kembali mengalir tak terbendung. Namun rasa sakit hatinya membuatnya berani membalikkan badan dan bersikap egois pada namja yang kini ada di hadapannya. Donghae tertegun sesaat. Dapat ia lihat sungai air mata mengalir dari Onyx bening milik namja yang ia cintai itu. 'Tuhan, apa yang telah ku lakukan? Kenapa kau biarkan aku menyakitinya?' donghae hanya bisa mengutuki dirinya sendiri ketika melihat namja manis itu menangis. Perlahan Donghae berjalan mendekat kearah hyukkie – mencoba mengapus air mata yang mengalir di kedua mata indahnya.

"STOP..! Jangan mendekat lagi..!" jerit hyukkie pilu.

"Hyukkie . . ." ujar Donghae lirih – hatinya terasa sakit melihat orang ia cintai seperti ini.

Gemuruh suara langit mengiringi pertengkaran kedua namja yang berda di pinggiran jalan yang sepi itu. Setitik air langit tiba-tiba turun yang kemudian disusul dengan titik-titik yang menjelma menjadi tetesan air langit yang deras. Bahkan sepertinya langitpun merasakan luka yang menyayat hati namja manis itu.

"Aku. . Hiks. . membenci mu, Hae. Kau sendiri yang . . Hiks. . bilang kalau kau mencintai ku . . ." badannya bergetar saat berusaha mengatakan seluruh isi hatinya yang lama berkecamuk. Air matanya kini telah bercampur dengan curahan hujan yang turun di pertengahan musim panas ini. Sepertinya Tuhan tak menginginkan Hyukkie menangis sendirian.

"Kau sendiri yang bilang kalau kau mencintai ku..! Tapi APA..!" teriak hyukkie pilu. Donghae hanya bisa mematung melihat amarah hyukkie dan Onyx bening milik namja manis itu yang tak berhanti mengeluarkan kristal bening yang bercampur air hujan.

"Kau BOHONG..!" teriak Hyukkie lagi.

"Kau malah bercumbu dengan yeoja Murahan itu..! kau MENJIJIKKAN, Hae..! MENJIJIKKAN..!" ucapan Hyukkie bagaikan sembilu yang menusuk tepat di jantungnya. 'Ya, hyukkie. Aku memang manusia yang menjijikkan.' Batin donghae miris.

"Dan bodohnya aku yang sudah Jatuh cinta pada Namja Menjijikkan seperti mu..! AKU MEMBENCIMU, HAE..!" teriak hyukkie untuk terakhir kalinya.

CTAR. . .

Kata-kata hyukkie barusan benar-benar membuat hati seorang Lee Donghae hancur berantakan. Hyukkie sendiri kini berlari meninggalkan donghae yang masih mematung diempatnya. Pikirannya kalut. Hyukkie merasa benar-benar bodoh karna dengan mudahnya percaya dengan kata-kata Donghae. Dan lebih parahnya, dia MENCINTAI namja MENJIJIKKAN itu..!

Donghae POV

Aku memang bodoh hyukkie. Kau benar aku memang bodoh dan menjijikkan. Aku bodoh karna telah membuatmu salah paham terlebih disaat kau yang telah sudi Mencintai namja bodoh seperti aku. Mianhe hyukkie. Mianhe karna telah membuat mu menangis. Kau benar. Aku memang manusia yang BODOH. Terlebih kau sudah menganggap ku MENJIJIKKAN. Aku memang pantas untuk semua itu.

Tapi, salah kah namja yang BODOH dan MENJIJIKKAN ini jika masih akan terus MENCINTAIMU.?

End Donghae POV

Hujan masih mengguyur dengan derasnya. Saat ini Donghae terduduk bersimpuh ditempatnya. Air matanya mengalir sepeninggal namja manis yang tadi telah meluluh lantakkan hatinya karna kesalahannya sendiri. Donghae terisak mengingat semua perkataan Hyukkie padanya tadi. Hatinya sakit ketika teringat dengan bias wajah Hyukkie yang menangis karna nya. Pikirannya kosong. Semua perasaan bersalah, malu, marah, dan terluka berkecamuk dalam hatinya.

" HYUKKIE . . . AKU MENCINTAI MU…! "

.

.

To Be Continued . .?

.

.

Masih ada yg berminat untuk lanjutt kah..?

Review Please u/ klanjuttan nie FF. .

-_-"