Title :
Love Never Wrong
.
Author :
Meyla Rahma
.
Rated :
M
.
Pairing :
HaeHyuk
and Other Couple
.
Genre :
Romance
.
.
WARNING…!
.
YAOI / Boy Loves / Boy X Boy
.
Miss typo(s)
.
Broken E.Y.D
.
Mature Content
.
.
DON'T COPY ANYTHING IN THIS STORY WITHOUT MY PERMISSION!
And .. DON'T BASHING OR FLAME MY FF or ANYTHING IN THIS STORY!
DON'T LIKE, DON'T READ..!
JUST CLICK [X] {close} OKE
.
.
.
Happy Reading. . .
.
.
_ooOOooOOooOOoo_
.
.
"Hae? Kau sudah bangun?"
"Hm,"
"Hae~ jangan memelukku seperti ini. Aku kan sedang memasak,"
Sudah dua minggu setelah kepulangan honey moon mereka di Italy, kehidupan rumah tangga keluarga Lee semakin harmonis, romantis dan mesra. Arti kata mesra disini untuk semua perlakuan Donghae yang mulai berani berskinship-ria dengan sang istri. Seperti saat ini. Hyukkie yang tengah memasak nasi goreng untuk sarapan mereka, dan Donghae yang tengah 'membantunya' dengan sangat baik. -_-
"Aku kan tidak menyuruhmu memasak," sahut Donghae asal, "- lagi pula aku kan bisa memakan dirimu," sebuah seringai meramaikan wajah tampannya.
"Hae~ K-kau kan harus pergi ke kantor. N-nanti kau bisa terlambat," Hyukkie sedikit tergagap karna dia tahu maksud terselubung suami tampannya itu.
Ya harus Hyukkie akui, sepulang dari acara bulan madu mereka di Italy, Donghae terlihat jauh lebih – ehem – mesum. Hampir setiap hari setelah malam pertama mereka, Donghae meminta Hyukkie untuk ber this and that. Walau Hyukkie harus mengakui jika dia juga menikmati aktivitas mereka itu, tapi dia juga masih harus merasakan perih saat berjalan setelahnya.
"Tapi aku ingin itu, , , sekarang," rajuk Donghae sambil memberikan sikap aegyo dan fishy eyes andalannya.
Demi semua susu strawberryyang ada di Seoul(?), Hyukkie benar-benar merasa asing – lebih tepatnya aneh – dengan tingkah sang suami yang angin-anginan itu. Coba bayangkan, istrinya saja sudah merasa aneh dengan tingkah namja brunette itu. Apalagi jika orang lain yang melihatnya. Mungkin orang itu akan langsung – muntah. -_-
"Tidak bisa, Hae," tolak Hyukkie tegas – sembari mematikan kompor dan membalikkan badan menghadap Donghae.
"Hyukkie sudah tak cinta lagi sama Hae," rengek Donghae sambil memanyunkan bibirnya.
'Ish, semalam ganasnya minta ampun. Kenapa sekarang bertingkah aneh seperti ini? Dasar namja labil,' gerutu Hyukkie dalam hati.
"Ani. Kau harus pergi ke kantor hari ini, Hae. Dua hari yang lalu kau sudah tidak masuk karna alasan yang sama,"
'membuatku hampir mati lemas diatas ranjang,' sambung Hyukkie dalam hati.
"Andwe~ Aku kan Presdir nya. Jadi, suka-suka aku mau masuk atau tidak. Dan lagi, aku-" Donghae menundukkan kepalanya, "-sudah tegang," menatap bagian ditengah selangkangannya yang sudah menggembung besar di balik celana piyamanya.
"Aigo, ba-bagaimana bisa?" ucap Hyukkie terbata dengan wajah yang blushing parah saat menatap benda kebanggaan suaminya yang sudah ereksi dibalik celana kain yang tengah digunakan.
"Tadi saat kau sedang memasak sambil memunggungiku, itu terlihat - Sexy," ujar Donghae sambil nyengir polos.
Ya, bisa di akui omongan namja brunette itu benar adanya. Hyukkie saat ini tengah memakai celana Skinny dengan panjang hanya mencapai bagian atas lututnya – otomatis mengekspos kaki jenjang nan mulus miliknya. Berpadu dengan kaos v-neck bewarna putih yang ketat dan sebuah apron kuning bercorak strawberry yang juga tengah ia pakai. Mungkin itu terlihat lumrah untuk pakaian santai. Namun, itu justru terlihat sexy dimata Donghae. (emang dasarnya elu mesum bang /-_-)
"Aish, kau ini. Ya sudah, sini biar aku bantu menuntaskannya," tutur Hyukkie pasrah.
"Yey..! Kalau begitu, ayo kita ke kamar," pekik Donghae antusias sambil menyeret lengan sang istri.
"Siapa bilang kita akan ke kamar, Hae?" ujar Hyukkie mengintrupsi langkah sang suami.
"Huh? Apa kau mau melakukan 'nya' disini, chagi? Di dapur?" tanya Donghae polos.
Hyukkie dengan wajah yang merah padam, segera meraih sebuah kursi yang tak jauh disampingnya. Lalu ia mendorong tubuh sang suami agar terduduk manis di kursi jati tersebut. Donghae masih belum ngeh dengan tingkah sang istri. Ia hanya bisa diam tak berkomentar banyak ketika istri manisnya itu menyuruhnya duduk manis seperti sekarang.
SRREETT
Dalam sekali tarikan, celana piyama beserta boxer yang dikenakan Donghae sudah jatuh ke lantai membuat kejantanannya yang tegang teracung dengan gagah(?) di udara. Namja brunette itu hanya bisa melongo melihat aksi sang istri barusan.
'Sejak kapan dia jadi selihai ini? Tapi, aku suka,' batin Donghae tak jelas.
"nngghh, , Hyuk-Hyukkie, , aahh," Donghae menggeram penuh nikmat, saat lidah hangat sang istri mulai menjilati kejantanannya.
Namja manis itu kini tengah duduk bersimpuh pada kedua lututnya dan sibuk menjilati kejantanan suaminya dari pangkal hingga ke ujung lalu kembali ke pangkal. Begitu seterusnya. Sesekali ia menusuk-nusukkan lidahnya di lubang tempat keluar cairan sperma suaminya. Hal itu membuat tubuh sang suami bergetar merasakan service istrinya yang semakin professional.
"Arrgh, , cceepatt, , masukkan, , chhagi, , enggh," Donghae terus menggeliat tak nyaman saat Hyukkie terus memanja kejantanannya dibawa sana.
Tanpa diminta dua kali, Hyukkie segera memasukkan kejantanan sang suami kedalam rongga mulutnya. Butuh sedikit usaha extra, mengingat ukuran kejantanan sang suami yang abnormal. Donghae menggerang pelan saat ia merasakan pusat terpanas ditubuhnya saat ini, tengah dilingkupi sesuatu yang hangat nan nikmat.
"Hyuk-hyukkie, , ceppaattt, , aahh, , nnngghh, ,"
"nngghh, , ngghh, , cpk, , cpk, ,"
Hyukkie terus mengulum dan menghisap dengan kuat kejantanan sang suami yang sudah sangat membesar di dalam mulutnya. Donghae hanya mampu menggeram penuh nikmat saat istri manisnya itu memberikannya service yang begitu memuaskan seperti sekarang. Ia sedikit menjambak surai blonde Hyukkie agar membantu istrinya itu untuk tetap bergerak naik turun dengan intensitas yang lebih cepat.
Peluh dan deru nafas tersengal tengah mendera namja brunette itu. Harus ia akui, istri tercintanya itu semakin hari semakin lihai dalam memberikannya pelayanan. Predikat istri yang baik mungkin itu patut disandang oleh Hyukkie. Bagaimana tidak, Hyukkie selalu memasakkan Donghae makanan yang enak dan selalu menjadi tempat Donghae bertukar pikiran kalah penat pekerjaan mendera diri namja ikan itu. Bahkan istri manisnya itu selalu memberikanya service yang memabukkan seperti saat ini.
"Hahhh, , Hyukkie, , akkuh mauuhh, , nnnghh, ,"
Mengerti apa yang diinginkan suami tampannya itu, Hyukkie dengan segera mempercepat kulumannya pada kejantanan sang suami. Bahkan tak jarang ia gesekkan deret gigi rapinya pada kulit kelamin sang suami.
"HYUKKIE,"
Slupprt, ,
Sperma kental milik Donghae mengalir dengan derasnya. Hyukkie berusaha menelan semua cairan cinta suaminya itu, walau sia-sia. Karna terlalu banyak volumenya hingga membasahi sebagian pipinya dan lumer disekitar selangkangan sang suami. Sesuai nalurinya – sebagai istri yang baik – ia pun membersihkan selangkangan Donghae yang terkotori cairannya sendiri dengan menjilati menggunakan lidahnya.
Donghae yang masih menikmati detik-detik pasca klimaksnya, hanya bisa berjengit kaget. Namun, ia juga menyukai sensasi yang ditimbulkan dari aktivitas bersih-bersih sang istri. Beberapa saat kemudian, ia meraih kepala sang istri dan membawa namja manis itu kedalam ciuman dalam yang menuntut nan memabukkan.
"Eunnggh, , Haee, , cukuuup, , nngh,"
Hyukkie berusaha menggeliat dan melepaskan tautan mereka. Namun tentunya ia gagal dengan sukses. Ya, mengingat tenaganya tak sepadan dengan tenaga Fishy Prince dihadapannya. Donghae sendiri masih sibuk mengeksplor segala macam yang ada dalam mulut Hyukkie saat namja manis itu membuka mulutnya untuk berbicara tadi.
Pada akhirnya namja manis itu hanya bisa pasrah atas perlakuan sang suami pada tubuhnya yang sudah berada diatas pangkuan sang suami. Apalagi saat ini Donghae sudah mulai menebali kissmark yang baru semalam ia buat di leher dan bahunya. Dan jadilah warna keunguan itu, menjadi hiasan yang sangat kontras diatas kulit putih milik seorang Lee HyukJae. Hyukkie hanya bisa menggerang dan mendesah keras saat suami tampannya itu terus-menerus mencumbui tubuhnya sambil mengalungkan lenganya pada leher Donghae.
Ddrrtt, , Ddrrt, ,
"Haee, , aahh, , Ponsell, , mu, , nngghh,"
Donghae hanya melirik ponselnya yang bergetar di atas meja dapur. Namja brunette itu seolah tak peduli dengan dering nyaring yang dikeluarkan gadget canggih miliknya itu. Ia masih sibuk dengan pekerjaannya saat ini. Memberi kissmark sebanyak-banyaknya di tubuh cantik milik sang istri.
"Haee~" Hyukkie mendorong dada bidang Donghae hingga membuat suaminya mengeriyit bingung.
"Terima, , hahh, , dulu telponmu. Siapa, , hahh, , tahu itu penting," ujar Hyukkie disela nafasnya yang terengah.
Sedang orang yang diberitahu hanya mendengus kesal – karna aktivitasnya terganggu. Dengan malas diraihnya ponsel yang tergeletak diatas meja itu. Tertera sebuah namecall yang membuat namja ikan itu memutar bola matanya malas.
Ice Kibum –
Sejenak ia melirik kearah sang istri yang tengah berusaha mengatur nafasnya yang memburu. Sejujurnya, ia ingin saat ini juga membawa istri sexynya – menurut Donghae – itu segera masuk ke kamar mereka dan melanjutkan aktivitas yang kemarin malam sudah mereka lakukan. Tapi, karna tak ingin membuat istri manisnya itu mendeathglarenya seharian atau bahkan menghapus jatah untuknya selama seminggu, maka dengan berat hati iapun mengangkat telpon dari bawahan sekaligus sahabat tepercayanya itu.
"Yeoboseyo?" gumam Donghae malas.
"Yah, Hyung. Kau dimana?" pekik suara diseberang telpon.
"Yah, kau pikir aku tuli, eoh? Tak perlu teriak-teriak. Dasar pabbo," seru Donghae sengit.
"Ish, kau itu hyung. Dimana kau sekarang? Aku sudah menunggumu sejam di kantor," ujar Kibum dengan nada masih terdengar kesal.
"Dirumah. Waeyo?" sambung Donghae santai – dengan tangan mulai meraba-raba tubuh bagian depan sang istri.
"Dirumah kata mu? Kau tak ingat kalau hari ini kita ada janji meeting dengan klien dari Inggris?" seru Kibum – mulai kalap.
"Aku tahu," ucap Donghae singkat – sambil menggerilyakan tangannya di dada sang istri.
Hyukkie hanya bisa menutup mulut dengan punggung tangannya – menahan desahannya – saat Donghae mulai memilin nipple dibalik kaos yang tengah ia kenakan. Awalnya ia sempat mendeathglare suami tampannya itu. Tapi yang ada ia hanya ditatap dengan tatapan yang dingin nan menusuk. Terang saja, itu membuat nyali Hyukkie menciut dan pasrah akan tindakan suaminya saat ini.
"Huh? Kalau kau tahu, kenapa kau tak segera kemari, hyung?" tanya Kibum geram.
"Ani. Aku tak bisa," Donghae menatap datar wajah sang istri yang terpejam menahan nikmat dengan peluh yang mengucur di dahi dan pelipisnya, membuat sesuatu di sekitar paha dalam Donghae terbangun kembali.
"Tak bisa? Wae?" tanya Kibum bingung.
"Aku sedang ada pekerjaan lain. Kau gantikan saja diriku," ujar Donghae singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari sesuatu yang erotis dihadapannya.
"Eh? Tapi hyun,-"
Piiippp~
Donghae segera memutuskan panggilan telpon secara sepihak. Ia sama sekali tak menghiraukan namja yang sudah menjadi tangan kanannya itu yang mungkin sekarang tengah berteriak uring-uringan dikantornya. Mata sendunya kembali menelusuri sosok cantik nan sempurna dihadapannya. Bibir bengkak dengan sedikit bekas saliva diujungnya, mata yang terpejam erat menahan nikmat saat Donghae menggoda titik sensitive didadanya dengan kasar dan jangan lupakan nafsa terengah juga peluh yang membanjiri dahinya hingga membuat surai blode itu lembab dan menempel dengan indahnya didahi wajah sang istri.
Sexy. Itulah yang terekam dalam otak seorang Lee Donghae sekarang. Donghae semakin panas dan horny dibuatnya. Kejantanannya yang tadinya melemas – pacsa klimaks – kembali menegang dan menusuk-nusuk lubang hangat sang istri yang masih berada dibalik celana. Mengingat posisi mereka yang berpangkuan, hingga membuat benda tumpul yang sudah mengeras itu bergesekan pantat sang istri yang berada diatasnya.
"Ennghh, , Haee, ,"
"Aaahhnn, , aku sudah tak tahan lagi,"
Donghae segera mencengkeram pantat berisi milik Hyukkie dan mengajaknya berdiri dengan tubuh sang istri dalam dekapannya. Koala Hug. Itulah yang tengah dilakukan Donghae saat ini. Ia segera berjalan dan tanpa pikir panjang ia langsung menelentangkan tubuh sang istri diatas meja makan yang terbuat dari mamer – tak jauh dari tempat duduknya semula.
"Ha-hae apa yang k-kau,"
Ziip~
SREETT
Belum sempat Hyukkie menyelesaikan kalimatnya, Donghae sudah melepas celana skinny beserta underwarenya. Dalam sekejap, suhu ruangan yang dingin – karna pengaruh AC – langsung melingkupi kejantanannya yang mulai menegang. Refleks namja manis itu menyilangkan kedua kaki jenjangnya – yang terjulur kelantai – untuk menutupi bagian pribadinya saat ia melihat sang suami yang menatapnya dengan tatapan – lapar.
"Hae, a-apa yang mau kau la-lakukan?" tanya Hyukkie tergagap.
Donghae hanya menaikkan satu alisnya dan membingkai sebuah seringai di wajah tampannya.
"Ssshhtt, quiet baby. And enjoy it," bisik Donghae di telinga kanan Hyukkie lalu menjilatnya seductive.
Hyukkie hanya bisa terbelalak kaget, saat Donghae tengah mengarahkan kejantanan – yang entah sejak kapan – sudah kembali menegang. Entah apa yang tengah dipikirkan Donghae. Sungguh percayalah, Hyukkie bisa melihat dirty smirk terpatri diwajah Donghae. Bahkan, iris hazel milik sang suami telah menggelap. Gelap karna nafsu.
"Hae, , Akkhhh,"
Namja manis itu hanya mampu meringis kesakitan, saat suami tampannya itu tengah mencoba memasuki tubuhnya. Ia yakin, pasti saat ini lubang analnya sudah sangat memerah. Bagaimana tidak, baru tadi malam ia harus memuaskan hasrat sang suami – yang sebesar lautan – hingga saat dia bangun tadi pagi ia kesulitan untuk berjalan. Dan sekarang, liang hangatnya masih harus memuaskan – lagi – kejantanan yang berukuran diluar normal itu.
"AAAKHH-mmmpp,"
Jerit kesakitan Hyukkie tertelan oleh ciuman hangat yang Donghae berikan padanya. Sebulir air mata meleleh tanpa dosa dari onyx bening milik Hyukkie yang tengah terpejam erat. Seolah mengerti dengan rasa sakit yang tengah mendera sang istri, Donghae berusaha mengalihkan perhatian namja manis itu dengan menggoda titik sensitive yang ada didada dan paha bagian dalam sang istri.
"Enngghh, , Hae, , nngghh, ,"
Hyukkie mulai mendesah saat Donghae melepas ciumannya – tanpa memberhentikan aktivitas kedua tangannya untuk memberi sang istri sentuhan yang memabukkan diatas tubuh indahnya. Merasa istri manisnya sudah mulai tenang, Donghae memundurkan badannya lalu menyentakannya dengan keras. Hingga otomatis kejantanannya menyeruak masuk kedalam lubang anal sang istri dalam sekali hentak.
"Akkkhh, , aahhn, , Hae, , oohh, , oohh, ,"
Sang istri hanya bisa menggemakan desahannya memenuhi ruang makan dengan kedua tangan yang mencengkeram erat bagian depan piyama Donghae. Namja brunette itu sekarang tengah menatap wajah sang istri dengan intens. Donghae benar-benar akan merekam dan menyimpan memori tetang objek erotis dihadapannya saat ini kedalam lapisan otak terdalamnya.
Wajah berpeluh yang mengalir di pelipis wajah putih tanpa cela, gemuruh nafas yang terengah, serta jangan lupakan lelehan saliva dari bibir merah nan bengkak seolah melengkapi aura sexy yang menguar dari namja bernama Lee HyukJae itu. Sungguh, itu merupakan potret keindahan tesendiri bagi seorang Lee Donghae. Dan ingatkan dia, agar tak akan pernah melupakan keindahan itu.
"Ngghh, , So tight, , baby, , oohh, ,ngghh, ,"
Namja brunette itu hanya bisa menggeram penuh nikmat, saat menikmati sensasi yang di berikan liang hangat sang istri pada kejantanan besarnya. Remasan, kedutan bahkan hisapan yang seolah ingin menelan masuk kejantanan besarnya benar-benar membuat Donghae menggapai kenikmatan yang serta dengan nikmat di nirwana.
"Ahh, , Hae, , aku, , ahhn, , mau, , ngghhh, ,"
"Together baby, , ngghh, ,"
Donghae mempercepat ritme hujamannya dan ia juga masih terus membuai kejantanan sang istri dengan kocokan dan remasan yang tersesuai dengan hentakan pinggulnya. Tak lama berselang, perut keduanya seolah terisi oleh jutaan kupu-kupu yang mengepak sayap hingga menggelitik perut pasangan suami istri yang tengah memadu kasih itu.
"HAE~"
"HYUKKIE~"
Slupprt, , Slupprt, ,
Gema nama masing-masing, menjadi musik pengiring lumeran magma putih yang dikeluarkan kedua namja itu. Lelehan sperma Hyukkie, lumer disekitar perut dan pahanya sendiri serta membasahi piyama bagian depan Donghae – yang masih terpasang rapi. Sedangkan sperma Donghae, menyeruak masuk memenuhi perut sang istri hingga membuat Hyukkie sedikit kembung.
Hyukkie masih terengah-engah menikmati detik-detik pasca klimaksnya dengan mata yang terpejam erat. Donghae sendiri juga sama. Ia menumpuhkan kedua tangan kekarnya ke sisi kanan dan kiri tubuh sang istri guna menopang badannya yang tengah menstabilkan deru nafas dan degup jantungnya. Aktivitas pagi mereka, rupanya cukup menguras tenaga namja ikan itu.
"Hae~"
"Ne, chagi?"
"Cepat, , hahh, , keluarkan itu, , hah, , dari dalamku," Hyukkie berkata disela gemuruh nafasnya.
"Waeyo?" Donghae mengangkat sebelah alisnya bingung.
"Pinggangku pegal," rengek Hyukkie.
Namun bukannya segera mengeluarkan kejantanannya dari dalam lubang anal sang istri, namja brunette itu justru tengah menyeringai kearah istri manisnya itu.
"Not now," ucap Donghae dengan seringai terkembang.
"Huh?"
"Karna kita akan melanjutkan ronde berikutnya,"
Belum sempat Hyukkie memberi reaksi, namja ikan itu sudah membawa istri manisnya kedalam ciuman hangat yang begitu menuntut – khas seorang Lee Donghae. Detik berikutnya, gema suara erangan dan desahan Hyukkie menyeruak ke segala penjuru rumah mewah milik presdir Aiden Company itu.
Hyukkie memang tak memungkiri jika ia juga menikmati buaian sentuhan sang suami yang terlimpah hanya untuknya itu. Walau pada akhirnya ia harus kesulitan berjalan – sebagai efek aktivitas senggama keduanya. Hyukkie juga tak bisa menampik jika ia sangat bahagia telah memilik Donghae dalam hidupnya kini. Semua cinta dan kasih sayang yang telah Donghae berikan padanya, sudah lebih dari cukup bagi namja maniak strawberry itu.
Ia hanya bisa berdo'a, agar kebahagiaannya kini bukanlah sesuatu yang semu dan fana. Hyukkie tak pernah menginginkan lebih dari apa yang telah didapatnya sekarang. Namja manis itu hanya berharap, jika semua kebahagiaan ini akan selamanya membingkai bahtera rumah tangganya bersama sang suami tercinta – Donghae.
.
.
.
.
Pagi yang cerah itu disambut oleh pasangan namja paruh baya dengan meminum secangkir green tea di tangan keduanya. Pasangan yang sudah saling melengkapi satu sama lainnya dalam membangun biduk rumah tangga mereka selama kurang lebih 30 tahun. Orang tua dari Lee Hankyung, Lee Jongwon dan Lee Donghae yang akan selalu mendo'akan kebahagiaan ketiga aegya mereka itu. Kang In dan Leeteuk.
"Yeobo~"
"Hm?"
"Kita main kerumah Hae, ne?" Eeteuk menatap sang suami dengan mata berbinar.
"Huh? Waeyo?" tanya Kang In bingung.
"Aku rindu dengan Hyukkie," Eeteuk meraih lengan kokoh sang suami, "-sudah lebih dari 3 minggu, kita tak bertemu dengan mereka. Aku juga ingin bertanya sesuatu," sambil menyandarkan kepalanya pada bahu kekar itu.
"Tanya sesuatu? Mworago?" tanya Kang In lembut sembari membelai surai halus sang istri yang tengah bermanja di lengannya.
"Kau masih ingat kalau mereka baru saja honeymoon kan, yeobo?" Kang In hanya mengangguk pelan, "-aku ingin memastikan kalau mereka sudah melakukan hal itu atau belum," Eeteuk menatap manik bulat sang suami sembari menjelaskan.
"Itu? Maksudnya?" Kang In nampaknya masih belum ngeh dengan maksud umma dari 3 aegya itu.
"Itu loh, yeobo. Yang biasa kita lakukan," ujar Eeteuk dengan wajah sedikit memerah.
"Nan bwoya?" ujar Kang In semakin bingung.
"Aish, entahlah. Pokoknya, aku ingin kita segera kerumah Hae. Titik," ujar Eeteuk dengan nada kesal – karna otak lemot sang suami.
'Pantas saja Yesung berotak lelet. Appanya saja jauh lebih konslet dari anak itu,' gerutu Eeteuk dalam hati.
Ting Tong~
"Eh? Siapa yang datang?" tanya Kang In setelah mendengar bel rumah mereka berbunyi.
"Biar aku saja yang buka, yeobo," ujar Eeteuk.
Namja cantik itu segera berdiri dari duduknya dan segera melangkah menuju pintu utama rumah mewah miliknya. Detik berikutnya, ia meraih kenop pintu sembari berujar,
"Nug-, Eh?" ucapanya terputus kala menyadari sosok dihadapannya.
Sesosok yeoja cilik berwaja imut berdiri didepan pintu bewarna putih itu dengan memakai sebuah tas ransel kecil bewarna merah. Wajanya yang lucu berpadu dengan kulit putih susu dan rambut yang hitam legam yang dihiasi sebuah bando pink. Sekilas yang melihatnya pasti akan memekik,
"Neomu kyeopta~"
Seperti yang sudah ku bilang, setiap orang akan memekik seperti itu. Dan itu lah yang tengah Eeteuk lakukan sekarang. Kang In yang penasaran akan 'siapa' yang datang, segera menyusul sang istri. Alisnya sedikit mengeriyit bingung, saat menemukan sang istri yang tengah berjongkok sambil mengelus rambut yeoja kecil dihadapannya.
"Yeobo, anak siapa dia?" tanya Kang In sembari ikut berjongkok disamping sang istri.
"Mollayo," Eeteuk mengalihkan pandangannya kearah yeoja cilik itu, "-siapa namamu, chagi?" lalu berujar lembut pada sosok cilik nan lucu tersebut.
Yeoja cilik itu hanya menyodorkan sepucuk surat kearah Leeteuk. Namja bersingle dimple itu mengerinyit kan dahi sejenak. Lalu ia segera meraih kertas putih dihadapannya. Matanya sedikit terbelalak saat membeca untaian bait yang tersuguh diatas kertas putih itu.
"Yeobo, ada apa?" tanya Kang In panik – saat sang istri tiba-tiba berdiri.
Leeteuk hanya diam dengan bahu yang mulai bergetar tak tenang. Manik bulatnya menatap kearah sosok cilik dihadapannya dengan tatapan kosong dan – tak percaya.
"Teukie, gwenchanayo?" Kang In mulai mengkhawatirkan keadaan sang Istri.
"D-Donghae~" ucap Eeteuk terbata.
"Donghae? Waeyo?" tanya Kang In semakin bingung.
Namja cantik itu hanya menyerahkan surat yang tadi digenggamnya tanpa mengalih pandang dari sosok menggemaskan dihadapannya. Mata namja berjuluk Raccon itu langsung membulat saat membaca tiap bait dalam surat ditangannya. Namun, sepertinya daya konsentrasi dan kontrol emosinya jauh lebih baik dibanding sang istri. Terbukti saat ia bisa kembali menggapai kesadarannya lebih cepat dari sang istri – yang masih setia dengan tatapan kosongnya.
"Aku akan menghubungi Hankyung dan Yesung sekarang," ujar Kang In sembari menatap sang istri dan yeoja cilik itu bergantian.
'Masalah baru apa lagi sekarang,'
.
.
Tok Tok Tok~
"Masuk,"
Seorang maid masuk kedalam kamar Donghae yang hanya diterangi sinaran mentari yang menyeruak dari celah tirai kelambu. Maid itu terlihat membungkukkan badannya guna memberi hormat pada sang majikan yang tengah berbaring diatas ranjang dengan hanya berbalut selimut seutas pinggang.
"Diluar ada keluarga besar anda, tuan," ucap maid itu sopan.
"Keluarga besar? Nuguya? tanya Donghae sembari memberhentikan aktivitas tangannya – mengelus surai blonde sang istri yang terlelap disampingnya.
"Appa, umma, kedua hyung juga kakak ipar tuan sedang berada diruang tamu sekarang," ujar maid itu lagi.
"Jinjja?" maid itu hanya mengangguk, "-baiklah, suruh mereka menungguku. Nanti aku akan segera turun kebawah," ujar Donghae kemudian.
Sekali lagi maid itu menganggukan kepalanya lalu membungkukan badannya sebelum membuka pintu dan keluar dari kamar sang majikan. Donghae kini beralih menatap dengan tatapan teduh kearah sang istri yang tengah pulas dsampingnya. Tubuh putihnya hanya terbalut selimut sebatas dada. Seulas senyum menawan terlukis dibibir tipis namja brunette itu kala mengingat aktivitas pagi yang baru mereka lakukan.
"Baby~" bisik Donghae lembut tepat ditelinga sang istri.
"Eungggg~" Hyukkie tampak menggeliat dan merenggangkan otot-ototnya yang letih karna baru saja terforsir.
"Ireona," bisik Donghae lagi.
"Hae?" ucap Hyukkie sambil mengerjap-ejapkan matanya – manis.
"Aigo. Nae Hyukkie baby kyeopta, ne," ujar Donghae gemas sembari menggesek-gesekkan hidungnya pada hidung bangir sang istri.
"Hae~" Hyukkie melepaskan dekapan erat sang suami, "-sekarang jam berapa?" tanya Hyukkie kemudian.
"Jam 11," uca Donghae enteng.
"Jam 11?" tanya Hyukkie dengan wajah horror.
"Ne. Waeyo?" tanya Donghae – masih dengan nada enteng.
"Kau kan belum sarapan, Hae? Kenapa kau tak membangunkanku? Apa kau kelaparan?" tanya Hyukkie panik.
Donghae hanya bisa menatap sang istri dengan tatapan cengo.
'Dia masih memikirkan aku-makan-atau-belum?' batin Donghae tak percaya.
"Hae? Hae?" panggil Hyukkie sembari melambaikan tangannya didepan wajah tampan suaminya.
"Aigo. Aku pikir kenapa," Donghae segera meraih tubuh sang istri dalam pelukannya, "-harusnya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri, chagi. Lagi pula, akukan baru saja memakan mu," namja brunette itu berucap dengan seringai.
Bisa dipastikan saat ini wajah uri Hyukkie pasti tengah memerah bak udang rebus sesaat setelah mendengar penuturan suami tampannya itu. Lagi pula memang benar jika tadi Donghae baru saja memakan dirinya. Mungkin untuk namja bruntte itu, menyantap sang sitri sudah membuatnya sangat kenyang. Atau mungkin belum?
"Ah iya, chagi," Donghae melepas pelukannya, "-dibawah ada appa, umma, dan uri hyungdeul," lalu berbicara sembari menatap onyx bulat sang istri.
"Jeongmalyyo?" tanya Hyukkie.
"Nde. Tadi salah satu maid memberitahuku," timal Donghae membenarkan.
"Lalu kenapa tak segera kau temui mereka?" ujar Hyukie kemudian.
"Dengan kondisi seperti ini,"
Hyukkie langsung blushing saat menyadari kondisi tubuh mereka yang sama-sama naked dan hanya tertutupi sehelai selimut.
"Ka-kalau begitu cepatlah mandi. Kasian mereka sudah menunggu," ujar Hyukkie – berusaha – mengalihkan pikirannya beberapa saat lalu.
Donghae segera bangkit dan mengenakan boxernya yang tergeletak dilantai. Ia segera melangkah menuju kamar mandi. Namun, langkahnya terhenti saat otak – yadong – nya mengirimkan sebuah ide.
"Mau mandi bersama?" ujar Donghae dengan seringai mesum.
Bughh~
Sebuah bantal yang mendarat mulus diwajah tampan namja ikan itu, seolah menjadi jawaban mutlak dari sang istri. Donghae hanya mendengus pelan dan segera masuk ke kamar mandi dengan langkah lunglai.
Poor Hae~ (/-_-)
.
.
"Mianhe sudah membuat kalian menunggu lama,"
Semua mata tertuju pada namja tampan yang tengah menuruni tangga rumah mewah miliknya. Bukan karna kilau ketampanan yang ia punya. Melainkan sosok namja manis yang kini bertengger dengan indah di kedua lengan namja tampan tadi. Ya, Donghae tengah menuruni tangga sembari membopong sang istri ala bridal stlye.
Tapi, anehnya tak ada reaksi berlebih dari keluaga besar Lee tersebut. Donghae yang tak mau ambil pusing akan reaksi datar keluarganya, segera mendudukkan sang istri ke salah satu sofa diruang tamu itu. Mata sendunya kini beralih pada sosok mungil yang sedari tadi menarik perhatiannya. Sesosok yeoja cilik yang tengah dipangku kakak ipar tertuanya. Heechul.
"Kau mengadopsi anak, hyung?" tanya Donghae santai.
Heechul hanya menatap namja ikan itu dengan tatapan membunuh. Sementara yang lain hanya menatap sosok yang tengah dipangku Heechul dengan tatapan sendu yang sangat sulit diartikan. Donghae tahu banyak emosi yang berkecamuk dari tatapan keluarganya pada gadis kecil itu. Dan hal itu sukses semakin membuatnya penasaran.
"Yah, ada apa sih ini?" seru Donghae – memecah keheningan.
Namun, sekali lagi hanya suasana hening yang menjawab pertanyaan Donghae barusan. Malah, saat ini keluarga besarnya yang ganti memandangnya dengan tatapan marah, kecewa atau entah apa Donghae sendiri tak tahu. Tak hanya Donghae yang merasa ganjil dengan sikap keluarganya. Sang istri – Hyukkie – juga merasakan hal yang sama dengan namja brunette itu. Namun, namja manis itu lebih memilih diam – tak buka suara.
"Baca," ucap Kang In singkat sembari memberikan sepucuk surat pada anak bungsunya.
Alis Donghae bertaut dan memangdang appanya dengan tatapan bingung. Namun, ia lebih memilih menurut dan mengambil kertas putih itu dari tangan sang appa. Perlahan dibukanya kertas ditangannya itu. Manik hazel nya mulai bergerak mengikuti untaian bait yang tersusun dalam kertas tak bergaris itu.
Obsidian sendu itu terlihat membulat dengan tatapan tak percaya dengan apa yang tertulis dalam surat itu. Entah mengapa ia merasa waktu tengah berhenti berjalan dan bumi berhenti berputar pada porosnya. Dengan kaku ia menatap sosok kecil yang tengah dalam pangkuan Heechul. Bahunya mulai bergetar – tak mampu menerima sebuah kenyataan yang menyambangi hidupnya.
Manik hazel yeoja cilik itu begitu mirip dengan miliknya. Sebuah tanda kecil yang semakin membuatnya tertikam ganasnya realita. Lidahnya terasa keluh hanya untuk sekedar berucap. Kenyataan baru ini seolah menamparnya dengan keras hingga ia harus terjembab dalam ketidak percayaan akan takdir tuhan yang – mungkin – mulai mempermainkannya.
"A-anak ku?"
.
.
To Be Continue . . .
.
.
Anneyeong, , ,
Mey_rahma is back #plak
Pertama saiia mau Shout, ,
HUWAAAAA~
Gomawo buat review.x (n_n)
Sumpah saiia seneng banget pas ngecek, ternyata review.x nyampe lebih dari 100 Cuma buat chapter kemaren. (o_O)
Dan sekarang saatnya saiia berterima kasih kepada,
.
.
| reaRelf | Nila Arieswari | kyumin forever | meyminimin | diitactorlove |BooFishy | myfishychov | minami aikawa | aninda. | Kimimaki | Fitri jewel hyukkie | love haehyuk | lee gyura | amaalaoancovy | Anonymouss | amandhharu0522 | Me Naruto | Kim yehyuk | Mei Hyun15 | kyukyu | Ellizabeth Kim | DindaYuF | ressijewelll | Cho Kyuri Mappanyukki | anchofishy | HHS | Beakren | dhianelf4ever | Lee Eun Jae | lee haena | thepaendeo | Anchovy | Shim Shia | AranciaChru | dinie teukie | Lee HaeHyuk | sam911 | sishirhena | eunhaeLover | Hyukjae's wife | Jae In | MissPandonghae | HaeHyuk'Shipper | sweetyhaehyuk | Eunhyukkie'lover | Haehyuk Kid | YaDongHae15 | jewelFishy | Haehaebaby | LoveLoveHae | MinHyukHae | HyukHyuk | HyukHae Loves | deisha882 | Mantan SR | fitri | Lee Eun In | Hyurra | kim hen ji | Kid's of Haehyuk | DoongDoong | Kimahrani | baby HaeHyuk | FishyJewelLove | YadongModeOn | JewelHyukkie | Park Gae Shin | RieHaeHyuk | aiira818 | jiyongJewel's | Teukteukkie | EunHaeHyuk Lover | Lophe Hyuk | FishyLopheJewels | ParKeisha123 | ukira Chan | Your Admier | fckYeahHaeHyuk | fishy2Hae | reader barru | noname | Hachimitsu Mashitta | Guest | athena137 | babyHae | JewelGuy | fishyLuphNemo | ira sangie | JoyerJewel's | babbyhyukkie334 | LovHaehyukKyumin | Cassie122 | meymey BunnyMing | KrissWives | KyuMing | Jewelf Forever | LoveLoveHae | dinEunHa | nannaa | HaeHyukLove | meyy-chaan |KuKhuChi | Ukimaru-San | SanSanHae | DeepHannie88 | YukkieUtsame | Park Hae Rien | Jiah maleslogin | Kim Ming Min | kyuminEunhae30 |
.
.
Special thank's buat amandhharu0522,
Karna perkataan di review chingu, mey kembali mikir ulang tetang reader's yg udah mau berkenan nunggu FF mey ini.
Jadi akhir.x mey pustuskan tetep malanjutt FF inni. (n_n)
.
Mey mau minta maap banget, karna ga sempet bales satu persatu review dari para reader's, ,
Terlalu banyak, takutnya malah lebih banyak dibanding isi critanya sendiri. #Plak
Tapi sungguh, Mey berterima kasih sekali buat para reader's yang udah perhatian dan menghargai karya Mey *Deep Bow
.
Dan sekarang, Mey mau mengklarifikasi beberapa hal,
.
1 . Mey bukanseorang guru ataupun mahasiswa fakultas sastra. Saiia Cuma seorang staff karyawan yang mempunyai imajinasi berlebih dan Mey salurkan lewat Fanfic.
.
2. Bagi yg kemaren tanya FB mey, ada di profil mey di FFn. Dan jika uda ngeAdd, langsung ngeInbox mey aja, biar mey bisa tau kalo kalian chingu mey dri FFn. Dan mey juga ndag punya twitter. Alasannya simple. Karna sering dihack orang GILLA. (/-_-)
.
3. Kalo kmren ada yg ngePM mey dan tnya apa mey sering ngebuatin cover trus mau dibuatin, silahkan hubungi mey via FB ato langsung ngePM disini. Mey akan dengan senang hati ngebuatin
.
4. Dan jawaban buat yg tanya dri mna mey dpet feel ngebuat FF nie. Itu simple. Karna mey punya beberapa temen yg berorentasi BL / Yaoi. Jadi, mey bisa dpet bgt feel dari mereka.
.
Ada yang tanya M-Preg? Itu semua terserah Reader, sihh, ,
Berminat untuk diadakan M-Preg kahh?
Segera vote lewat review kalian #plak.
.
Eh, iyya. Kemren ada yg usul ke Mey. Kalo cast disini mau dibikin punya baby, kalo bisa baby nya dikasih nama para personel EXO.
Reader's setuju kahh?
Langsung vote lewat Review #triplePlak
.
Mey berterima kasih banget buat reader's yg uda mau nyemangati mey lewat review kalian. Malahan bnyak yg blang chap kmren NC.x Hot. Padahal buat mey itu GaJe abiezz. #Plak
Sbgai rsa terima kasih, mey kasih scene Nc lagi di chap nie. Ya, walau ga sepanjang kemeren. Tapi cukuplah. #JDENG
.
Yg kemaren minta Side SIBUM, monggo dikunjungi profile saiia. Disittu sudah ada Side.x. padahal bnyak yg mnta, tpi review.x dikit bgt. (/-_-) #plak
Judul.x "Would You Be My Lover?"
.
Sekian dullu deh cuap-cuap dari mey, ,
Dan seperti biasa, mey minta review.x ne?
Mey butuh REVIEW kalo reader's masih berkenan dengan FF innie.
Jadi saiia tunggu REVIEW.x buat Kelanjutan FF nie, ,
Last Word,
Salam HaeHyuk Shipper, , ,
**_Mey_Rahma_**
