Title : 90 Days Together With You (chapter 2)

Author : Young Mao aka DaeJae Sweet

Main Cast : DaeJae couple

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Rated : T (14+)

Warning : TYPO BERTEBARAN, EYD ANCUR, AUTHOR GESREK, ALUR MAJU MUNDUR MASUK JURANG (?), OOT, OOC, MASYAALLAH GAJE BANGETTT, DAN KETIDAKLAZIMAN LAINNYA *capslock kebablasan* THIS IS YAOI FANFICTION! DLDR!

.

.

.

You can click close button now if you dislike my story^^

No More Coments

Happy Reading~~~

.

.

.

.

.

"Kya! Youngjae hyung! Siapa dia?", Junhong histeris melihat namja yang menurutnya kelewat tampan berjalan bersama Youngjae.

"Jangan bilang dia namjachingu mu hyung?!", tebak Junhong seraya memandang selidik ke arah Youngjae.

"Apa?!", sekarang giliran Youngjae yang berteriak histeris. Youngjae memandang namja peri disampingnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bukan tipe ku.. Batin Youngjae.

"Bukan lah! Masa iya dia pacar ku! Dia bodyguard ku", jawab Youngjae tidak ingin Junhong salah paham.

"Hah!? Masa iya ada babu setampan dia?", Junhong kembali histeris mendengar jawaban Youngjae.

"Siapa bilang dia babu? Dia bodyguard", jawab Youngjae ketus.

"Tidak jauh berbeda hyung.."

Sang namja peri yang kini tengah menjadi topik pembicaraan dua namja manis itu hanya bisa diam dan menatap bingung pada dua namja manis itu.

"Yasudahlah, aku mau pulang duluan Junhong~ah, Bye~", Youngjae akhirnya mengakhiri perdebatannya dengan Junhong.

.

.

.

.

.

"Aku malas pulang, bagaimana kalau kita jalan-jalan?", tanya Youngjae antusias pada namja peri disampingnya. Kini mereka sedang berjalan berdua, tanpa tujuan.

"Kemana?", namja peri itu menatap Youngjae dengan tersenyum.

"Ketaman. Ayo!", Youngjae segera menarik tangan namja peri itu.

.

.

.

.

.

"Sebenarnya kau itu punya nama tidak sih?", Youngjae membuka pembicaraan. Kini mereka asik menikmati es krim cup sambil duduk di salah satu kursi ditaman yang menghadap langsung ke sebuah danau yang indah.

"Tentu saja punya", jawab namja peri itu.

"Siapa?"

"Peri", jawab namja peri itu seraya tersenyum ke arah Youngjae yang kini menatapnya aneh.

"Astaga, bilang saja tidak punya", gumam Youngjae namun masih bisa didengar jelas oleh namja peri itu.

"Bagaimana kalau aku memberimu nama?", lanjut Youngjae.

"Bukan ide buruk", jawab namja itu.

Dia kini tengah memperhatikan Youngjae yang sedang memikirkan nama yang cocok untuknya. Tanpa sadar dia tersenyum sendiri sambil terus memperhatikan Youngjae. Dasar peri nakal.

"Daehyun! Jung Daehyun!", ucap Youngjae tiba-tiba.

"Bagaimana menurutmu?", lanjut Youngjae.

"Tidak buruk", Youngjae tersenyum puas mendengar jawaban namja peri itu. Baiklah mulai sekarang kita panggil peri itu Daehyun saja karena dia sudah punya nama.

.

.

.

.

.

"Kemana saja Yoo Youngjae? Kenapa baru pulang?", tanya Mr. Yoo pada Youngjae yang malah tidak menghiraukannya. Dia hanya mendesah pelan, dia tau Youngjae masih marah padanya.

"Youngjae kau tidak boleh seperti itu pada ayahmu", ujar Daehyun setelah Youngjae masuk ke kamar, dia sudah lebih dulu sampai dikamar Youngjae. Berteleportasi.

"Apa? Memangnya apa yang sudah kulakukan pada ayahku?", jawab Youngjae ketus.

Daehyun hanya mendesah pelan atas tingkah Youngjae.

"Youngjae~ah.."

"Apa!?"

"Ish! Kau ini pemarah sekali!"

"memangnya ada apa?"

"Ayo kita tidur"

"A-apa? Apa maksudmu ayo kita tidur!? Jangan macam-macam ya!"

"Bukan begitu maksudku! Maksudku kau pasti lelah, ini sudah malam, cepatlah istirahat!"

"Awas kau kalau macam-macam!"

Youngjae pun beranjak menuju tempat tidurnya. Sedangkan Daehyun tersenyum aneh melihat kelakuan Youngjae yang menurutnya lucu. Sayangnya, sejak dulu peri dilarang untuk mencintai manusia.. Batinnya.

.

.

.

.

.

#CIT CIT CIT

Kicauan burung dipagi hari telah membangunkan Daehyun. Dia melirik ke arah jam dinding. Jam 7 pagi. Dia pun beranjak dari sofa tempatnya tidur menuju tempat tidur Youngjae.

"Hey, Youngjae~ah, bangun", dia menggoyang-goyangkan tubuh Youngjae berharap namja manis itu segera bangun. Namun, hanya lengkuhan yang menjadi jawaban Youngjae.

"Cepat bangun, lihatlah matahari sudah terbit", Daehyun tidak putus asa.

"Setiap hari matahari juga terbit", jawab Youngjae asal.

Lagi-lagi Daehyun tersenyum mendengar jawaban Youngjae.

"Youngjae~ah, cepat bangun, aku ingin mengjakmu kesuatu tempat hari ini", Daehyun masih berusaha membangunkan Youngjae.

"Em? Kemana?"

Daehyun tersenyum puas setelah kini dia berhasil membangunkan Youngjae dengan alasan ingin mengajaknya ke suatu tempat. Tapi itu memang benar, hari ini hari munggu, jadi dia ingin jalan-jalan.

"Kemana saja", jawab Daehyun singkat. Youngjae tersenyum senang.

"Baiklah! Aku mandi dulu ya~", nada bicara Youngjae terdengar sangat manja, dan jujur saja itu cukup membuat Daehyun cengo. Rupanya Youngjae sangat senang diajak Daehyun jalan-jalan.

.

.

.

.

.

"Youngjae? Kau mau kemana?", tanya Mr. Yoo saat melihat Youngjae berpakain rapi.

"Himchan memintaku menemaninya ke toko buku", bohong Youngjae.

"Sarapan dulu"

"Tidak, Himchan sudah menungguku, ayah", bohong Youngjae lagi.

"Em, baiklah, hati-hati dijalan, dan jangan pulang terlalu malam, malam ini kita kedatangan tamu"

Tanpa menjawab perkataan ayahnya Youngjae segera melesat pergi, di depan, Daehyun sudah menunggunya.

.

.

.

.

.

Daehyun memandangi Youngjae yang kini menatap keluar jendela bus yang mereka tumpangi. Youngjae terlihat murung padahal tadi dia sangat bersemangat. Daehyun membulatkan matanya saat melihat sebutir cairan bening menetes dari manik indah Youngjae. Dengan ragu dia meraih dagu Youngjae dan menghadapkan wajah cantik 'tuannya' itu kearahnya.

"Kenapa menangis Youngjae~ah?", tanyanya lembut. Youngjae tidak menjawab, dia hanya menatap Daehyun. Dia sedikit kaget saat merasakan jemari Daehyun mengusap pipinya lembut, menghapus air matanya.

"Aku tidak sudi jika pipi sehalus ini harus basah oleh air mata", Daehyun menatap Youngjae dalam. Dia bisa melihat Youngjae sedikit kaget mendengar penuturannya. Dengan sangat yakin Daehyun menarik tubuh Youngjae kedalam pelukannya.

"Kau merindukan ibumu?", bisik Daehyun.

Youngjae sudah tidak heran lagi bagaimana Daehyun bisa tau apa yang sedang dipikirkannya. Jujur saja, semenjak dia bertemu Daehyun dia merasa bahwa dirinya benar-benar mendapatkan kasih sayang yang tidak pernah dirasakannya lagi setelah kematian ibunya. Dengan perlahan Youngjae membalas pelukan hangat Daehyun, dia melingkarkan tangannya dipinggang Daehyun.

"Apa yang bisa aku lakukan untukmu, Youngjae~ah?", Daehyun mengeratkan pelukannya.

"Terimakasih hiks Daehyun", jawab Youngjae sambil terisak, ya, dia kembali menangis didalam pelukan Daehyun.

"Aku akan melakukan apa pun untuk membahagiakanmu, Youngjae~ah", Daehyun mengusap punggung Youngjae dengan lembut.

.

.

.

.

.

Daehyun hanya mengikuti kemana Youngjae melangkahkan kakinya. Kini mereka ada di taman bermain. Ternyata tempat yang dimaksud Daehyun tadi adalah taman bermain?

Sedangkan Youngjae dari tadi masih diam saja. Dia melangkahkan kakinya menuju stan yang menjual bando-bando lucu. Dia mengambil salah satu bando yang tergantung disitu, mengamati bando itu dan sebuah ide muncul diotaknya.

"Dae, pakai ini", Youngjae menyodorkan bando itu ke arah Daehyun dengan tersenyum jail. Sedangkan Daehyun hanya menatap bando itu tanpa tertarik sedikitpun untuk memakainya.

Melihat Daehyun yang tidak kunjung menyambut bando itu Youngjae pun dengan paksa memasang bando berwarna pink dengan telinga kelinci yang bergoyang-goyang itu kekepala Daehyun. Daehyun hendak melawan Youngjae namun diurungkannya karena dia melihat Youngjae tersenyum manis melihat dirinya memakai bando itu. Dia benar-benar tidak ingin senyum itu hilang, senyum yang membuatnya juga ikut tersenyum.

"Bhahahaha.. lucu sekali! Jangan dilepas ya", Youngjae tak kuasa menahan tawanya. Setelah dia membayar bando itu dia pun mengajak Daehyun ke toko bunga.

"Kau mau membeli bunga?", tanya Daehyun setelah mereka masuk ke toko itu, namun hanya senyuman Youngjae yang menjawab pertanyaannya.

Youngjae memesan sebuket bunga Lili putih. Setelah sang florist kembali dengan sebuket bunga pesanannya dia pun segera membayarnya.

"Untuk apa bunga itu?", tanya Daehyun lagi.

"Aku ingin mengunjungi ibuku", Youngjae tersenyum sambil menghirup aroma wangi dari bunga Lili yang dibelinya. Daehyun terdiam sejenak mendengar penuturan Youngjae.

"Baiklah, Ayo..", Daehyun menggandeng tangan Youngjae, namun belum beberapa langkah Youngjae menarik tangannya dan menghentikan langkahnya. Daehyun berbalik dan menatap Youngjae bingung.

"Aku ingin pergi sendirian saja, kau pulang duluan Daehyunie"

.

.

.

.

.

Youngjae meletakkan sebuket bunga Lili yang dibelinya dengan hati-hati tepat didepan sebuah batu nisan dan sebingkai foto yang menampilkan seorang wanita cantik yang merupakan ibunya. Dia mengamati foto itu dengan seksama hingga tak sadar air matanya mulai mengalir membasahi pipinya.

"Ibu, aku sangat merindukanmu.. hiks", Youngjae menunduk dalam, dia tak sanggup lagi membendung air matanya.

"Ibu, apakah keputusan ayah adalah keputusan yang tepat? Apa yang harus aku lakukan ibu? hiks", air mata itu terus mengalir, dia meluapkan semua hal yang benar-benar membebani pikirannya melalui air mata itu.

.

.

.

.

.

Youngjae terus melangkahkan kakinya tanpa tujuan. Pandangannya terlihat kosong. Matanya sembab karena habis menangis. Tanpa sadar dia kini berada di sebuah jalanan sempit yang sangat sepi. Disisi-sisi jalan itu terdapat banyak bangunan tua yang sudah tak terpakai. Dia baru menyadarinya setelah langkahnya terhenti karena sebuah pagar besar yang memutus jalan itu.

"Astaga, bagaimana bisa aku ada di sini?", Youngjae melempar pandangannya kesegala arah. Tempat ini sangat mengerikan.

"Hey, siapa ini~", Youngjae tersentak kaget saat mendengar suara seseorang. Reflex dia menoleh kesumber suara dan dia melihat tiga orang pria yang kini memperhatikannya. Tuhan, tolong aku.. Batin Youngjae.

"Hay manis~ sedang apa disini hm?", ujar salah satu dari tiga pria itu seraya menyeringai mesum.

"Ma-maaf.. aku tersesat, aku akan segera pergi", jawab Youngjae dan mencoba lari dari tiga pria itu.

#GREP

"Kami tidak menyuruhmu pergi dari sini, kami justru senang ada yang ingin bermain kesini~", salah satu dari tiga pria itu meraih tangan Youngjae dan menggagalkan aksi melarikan diri Youngjae. Youngjae menarik tangannya kasar dan melayangkan tinjunya tepat di rahang pria itu.

"Jangan coba-coba untuk menyentuhku!", gertak Youngjae.

"Wow~ manis-manis ternyata galak juga ya~?", ujar pria yang lainnya seraya mencolek pipi Youngjae.

#BRUK

Youngjae yang mendapat pelakuan seperti itu sontak mencoba membela dirinya dengan cara memukul pria itu dengan lututnya yang tepat mengenai tubuh bagian bawah pria itu. Melihat ada kesempatannya untuk lari, Youngjae pun berlari sekencang mungkin. Namun, memang mungkin karena nasibnya yang tidak beruntung Youngjae jatuh tersungkur karena menginjak tali sepatunya sendiri. Akh! Shit! Batin Youngjae.

"Akh!", Youngjae meringis saat mencoba untuk kembali berlari namun tidak bisa karena lututnya sangat sakit.

#GREP

Youngjae kaget setengah mati saat tangannya dipegang dengan kuat oleh salah satu dari pria tadi.

"Kenapa dengan kaki mu hm? Tidak bisa lari?", pria itu menyeringai dan mengisyaratkan dua pria yang lainnya untuk mengunci pergerakan Youngjae dengan memegang kakinya dan mulai membuka satu persatu kancing kameja yang Youngjae kenakan. Youngjae sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia hanya bisa menangis sambil berusaha untuk terus memberontak.

Tanpa diketahui di sisi sebuah bangunan Daehyun tengah mengepalkan tangannya melihat apa yang tiga pria itu lakukan pada Youngjae. Aku tidak mungkin melawan mereka, jumlah mereka terlalu banyak, lagi pula aku tidak bisa berkelahi.. Batin Daehyun. Dia memutar otaknya mencari cara untuk meyelamatkan Youngjae.

Tiba-tiba dia menjentikkan jarinya seakan dia tengah menemukan ide yang sangat brilian. Tanpa basa-basi Daehyun pun mulai memusatkan konsentrasinya. Oh, ternyata dia kan menggunakan kemampuannya sebagai seorang peri.

Sedangkan Youngjae, tiga pria itu sudah berhasil membuka seluruh kancing kamejanya. Dia bisa melihat tiga pria itu kini menatap lapar padanya. Namun, tiba-tiba..

"Akh! Gatal!", pria yang dari tadi mencengkram tangan Youngjae tiba-tiba melepaskan cengkramannya dan sibuk menggaruk-garuk tubuhnya. Youngjae menatap heran kenapa pria itu tiba-tiba jadi seperti itu?

#BRUK

Youngjae semakin membulatkan matanya saat melihat dua pria yang lain tiba-tiba jatuh pingsan. Apa yang sebenarnya terjadi? Batin Youngjae heran.

'Youngjae! Cepat lari!", teriak seseorang yang sangat dikenalnya dari balik bangunan tua yang berjarak cukup jauh dengan tempatnya berada sekarang.

"Daehyun?", gumam Youngjae. Diapun segera bangkit dan mencoba berlari namun..

#BRUK

Dia kembali terjatuh. Dia lupa bahwa lututnya cedera. Daehyun yang melihat itu pun kaget dan bagai kilat berlari sangat kencang menghampiri Youngjae.

"Youngjae? Kau baik-baik saja?", Daehyun panik bukan main.

"Aku tidak bisa berjalan..", lirih Youngjae.

"Kita harus segera pergi dari sini", ujar Daehyun seraya merapikan pakaian Youngjae. Penampilan Youngjae benar-benar berantakkan.

"Maafkan aku, aku tidak seharusnya membiarkanmu sendirian", Daehyun mengangkat wajah Youngjae yang menunduk dan menangkup wajah cantik itu dengan kedua tangannya. Dia memeluk Youngjae seraya mengelus rambut halus Youngjae.

"Ini semua salahku..", Youngjae membalas pelukan Daehyun.

"Aku bertanggung jawab atas semua yang terjadi padmu, dan aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu buruk terjadi padamu", Daehyun melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Youngjae.

Dengan hati-hati Daehyun menggendong Youngjae dipunggungnya. Youngjae pun memeluk Daehyun erat. Dan Daehyun mulai melangkahkan kakinya.

.

.

.

.

.

To be Continue…

Yeay! Akhirnya bisa update juga^^

Ohya, author seneng banget loh setelah tau respon para reader sama ff ini bagus banget.. Makasih banyak yah^^

Disini moment daejaenya mulai muncul loh.. mulai muncul benih-benih cinta antara sang peri dan majikannya.. #tsah!

Ohya, author juga mau kasih tau mungkin chapter selanjutnya bakal telat karena author harus bergelut dengan buku buku pelajaran untuk persiapan menghadapi ujian nasional dan tes penerimaan dia sekolah yang author impikan^^ #curhat

Okedeh, author gak terlalu suka ngecurcol (?) untuk yang terakhir author minta reviewnya aja deh^^ #maksa

Pai~pai~ see you later~ *lambai-lambai bareng Youngjae*

No More Coments..

Review Please~