qtalita
.
.
.
Wonkyu
.
.
MONSTER Part 2
Siwon memandangi wajah Kyuhyun yang masih pingsan, wajahnya yang putih bersih seolah berkilau terkena cahaya rembulan, hhh kamar itu terlihat tak bernyawa, tak ada pencahayaan dari lampu kamar, Siwon bahkan tidak tahu cara menghidupkan lampu kecil di meja nakas, ia malah membuka pintu balkon, membiarkan bias rembulan menyinari kamar Kyuhyun.
Siwon tersenyum sendiri, sudah beberapa bulan ia berada ah lebih tepatnya terperangkap di bawah ranjang Kyuhyun, namun ia tidak pernah berniat memperhatikan Kyuhyun sedekat ini, bahkan saat dulu ia sekedar bermain-main di bumi, ia tidak pernah memperhatikan Kyuhyun sedemikian rupa, Siwon hanya tertarik dengan aktifitas Kyuhyun yang tidak pernah membosankan.
Kini, ia berkesempatan memandangi Kyuhyun, mengamati keindahan wajah rupawan namja tunggal itu. Siwon mengelus pipi Kyuhyun, lembut.
"kenapa kau takut padaku? Kita bahkan sekamar" Siwon tersenyum sebelum menggaruk tengkuknya sendiri, kata-kata 'sekamar' menurutnya mengandung konotasi yang sangat intim.
"Aku berjanji tidak akan pernah melukaimu, namja manis" Bisiknya merebahkan kepalanya di samping lengan Kyuhyun, ia terus saja tersenyum-senyum seakan mendapat mainan baru yang lucu.
"Ughh.." Kyuhyun melenguh, wajahnya berkerut sebelum matanya terbuka, berkedip pelan, seketika tubuhnya menegang, Kyuhyun mengingat semua kejadian sebelum dirinya pingsan. Kyuhyun menarik tangan yang ia sadari berada di samping kepala Siwon.
Siwon yang merasa pergerakan kecil itu ikut bangkit, ia memasang senyum tulus sambil membenahi tubuhnya seolah ia memakai pakaian, walau dasarnya hanya mengenakan celana hitam panjang.
"Kau baik-baik saja?" Tanya siwon selembut mungkin, ia tidak ingin manusia di depannya kembali jatuh pingsan. Kyuhyun menutupi tubuhnya dengan selimut hingga dada, matanya masih menyiratkan ketakutan meski tidak sebesar awal mereka bertemu. Siwon memberanikan dirinya untuk duduk di atas ranjang, Kyuhyun melirik mawas sayap Siwon yang terentang lebar, Siwon tampak menyeramkan dengan bias rembulan yang menyapu wajah kerasnya, pahatan tubuhnya juga terlihat kokoh, Kyuhyun menggigit ujung selimutnya, semakin beringsut menempelkan pinggungnya.
"Jangan takut padaku, aku tidak akan menyakitimu, aku berjanji" Ucap Siwon sungguh-sungguh. Kyuhyun mengamati Siwon, menatap mata namja itu sebelum merilekskan dirinya.
"Kenapa kau ada disini?" Lirih Kyuhyun, Siwon tersenyum, paling tidak Kyuhyun sudah tidak takut lagi padanya. Siwon duduk bersila di depan Kyuhyun. Ia menceritakan kronoligi hukuman yang ia dapat, dan kenapa ia berapa di kamar Kyuhyun, serta tidak lupa ia menceritakan tentang buku-buku milik Kyuhyun yang tidak sengaja ia sobek.
"Mianhe, aku sungguh bingung dengan keadaanku sekarang" Siwon menyesal. Kyuhyun mengangguk-angguk faham.
"Jadi bagaimana agar kau bisa kembali ke asalmu?" Kyuhyun membuka selimutnya, ia kini memeluk bantal, menyimak setiap cerita yang mengalir dari bibir Siwon. Siwon merengut.
"Appa bilang, aku harus mencari kisah yang bisa membawaku pulang"
"Kisah? Seperti dongeng?"
Siwon mengangguk.
"Tapi aku sendiri bingung, kisah seperti apa yang ia maksud"
Kyuhyun mengetuk-ngetuk dagunya, ia memperhatikan Siwon lekat. Mulai dari wajah lalu tubuh topless Siwon.
"Hmm, aku akan menolongmu"
Mata Siwon berbinar
"Benarkah?"
Kyuhyun mengangguk dengan jari menunjuk tubuh Siwon.
"Tapi sebelum itu, ada baiknya kau berpakaian dan singkirkan sayapmu, itu mengerikan" Kyuhyun bergidik, Siwon merengut.
"Dulu sayapku sangat indah, tidak seperti ini" Keluhnya seraya mengelus surai-surai di sayap hitamnya, Kyuhyun memiringkan kepalanya penasaran, ia ikut menjulurkan tangan.
"boleh aku menyentuhnya?"
Siwon tergelak, berfikir sebentar lalu mengangguk, ia maju, mendekat sedikit ke hadapan Kyuhyun agar jemari Kyuhyun bisa menyentuh sayap-sayapnya.
Jemari itu bergetar, wajah takjub terpampang dihadapan Siwon membuat namja peri mau tidak mau tersenyum samar. Kyuhyun ikut tersenyum jemarinya tidak berhenti mengelus sayap siwon, terkadang kekehan lolos dari mulutnya, tergelitik. Siwon memandang Kyuhyun lekat, tidak berpaling sedikitpun, hingga mata Kyuhyun ikut memandangnya.
1 detik
2 detik
3 detik
Kyuhyun terlebih dahulu berpaling, beranjak dari tempatnya berpura-pura sibuk mencari sesuatu dari dalam lemarinya. Siwon berbalik, ia hanya diam memandangi Kyuhyun dengan wajah merona, panas.
"Ah, aku harap kau bisa memakai ini" Kyuhyun menyerahkan kaus woll putih berlengan panjang di depan Siwon. Dahi peri itu berkerut.
"Ini milik appa, semoga cocok di tubuhmu" Kyuhyun tersenyum, menepuk-nepuk bahu Siwon agar segera memakai baju pemberiannya.
Siwon memejamkan matanya, berkonsentrasi agar sayap-sayapnya mengecil lalu menghilang, dengan begitu ia bisa mengenakan pakaiannya.
Kyuhyun tersenyum puas saat pakaian yang ia beri ternyata sangat pas di tubuh Siwon, peri di depannya itu tampak menawan dengan tubuh sempurna. Kyuhyun bertepuk tangan heboh, kekanakan.
...
Siwon memiringkan kepalanya bingung, Kyuhyun begitu sibuk dengan peralatan sekolahnya, sementara dirinya hanya duduk santai di atas ranjang.
"Apa sekolah menyenangkan?"
Kyuhyun menghentikan sejenak kegiatannya, ia mengangguk.
"Di sekolah banyak teman, sangat menyenangkan, kau bisa bermain dan belajar bersama" Jelas Kyuhyun, Siwon mengangguk-angguk.
"Ah, bagaimana kalau kau ikut bersamaku?" Kyuhyun duduk disamping Siwon, menarik-narik lengan Siwon.
Siwon menggeleng.
"Aku tidak bisa, bukankah aku terperangkap disini, di kamar ini, bersamamu.."
"..." Dahi Kyuhyun bergerak-gerak disertai seringai lucu. Siwon seakan mendapat sebuah ide.
"Ah, kenapa baru aku sadari, aku tidak terperangkap disini, aku hanya terperangkap dimanapun kau berada" Riang Siwon. Kyuhyun melompat-lompat di atas ranjang, ia sangat bahagia, ada Siwon disampingnya sama saja mengobati kerinduannya pada seorang saudara, maklum Kyuhyun terlahir sebagai anak tunggal, begitu kesepian jika segalanya ia lakukan sendiri.
"Jja, kita ke sekolah!" Teriak Kyuhyun.
...
Kyuhyun berjalan bangga dari parkiran sekolah hingga halaman utama, bibirnya tersungging senyuman yang menyerupai seringai. Bagaimana tidak, jika sekarang di belakangnya Siwon berjalan dengan karisma yang begitu mempesona, meskipun Siwon hanya mengenakan kaus putih dibungkus sweater hitam namun ia begitu berkilau, terbukti dengan banyaknya yeoja maupun namja uke yang memandangnya takjub.
1 namja menawan saja cukup membuat hari-hari mereka meledak-ledak, apalagi jika sekarang dikuadratkan. Cho Kyuhyun dan Choi Siwon.
Kyuhyun menghentikan langkahnya, ia berbalik pada Siwon dengan tersenyum lebar.
"Ini kelasku, Kau tidak bisa ikut masuk, kau bisa kemana saja hingga kelasku berakhir, tapi ingat! Jangan membuat keributan, Arraseo?" Tegas Kyuhyun, siwon mengangguk meski dengan wajah bingung. Kyuhyun yang menangkap itu berfikir sebentar.
"Ah, kau bisa menungguku di kantin"
"..."
Siwon tetap diam, kantin? Benda apalagi itu, di dunianya Siwon tidak pernah mengenal kata-kata 'kantin' bagaimana Siwon bisa menunggu Kyuhyun disana, penampakannya saja Siwon tidak tahu.
Kyuhyun menghela nafas panjang, ia melirik jam di pergelangan tangannya.
"Masih ada 15 menit, biar aku mengantarmu kesana"
Senyum Siwon merekah, tanpa sadar ia menggandeng tangan kiri Kyuhyun, Kyuhyun terkejut namun tidak berniat melepasnya, ia bahkan mempererat genggaman itu dan menarik Siwon dengan langkah ringan.
Kyuhyun berbelok ke sebuah ruangan beratap kaca, ia tersenyum pada setiap namja yang menyapanya, dahi Siwon mengerut, sedikit tidak suka cara mereka memandangi Kyuhyun.
"Kantin?"
Siwon menunjuk ruangan itu, Kyuhyun mengangguk seraya mendorong tubuh Siwon untuk duduk di meja paling pojok, berusaha menyamarkan Siwon agar tidak terlalu mencolok di tengah-tengah anak remaja, Siwon tidaklah tua, tapi tidak cukup muda juga untuk berada di sekolah.
Siwon mengikuti anjuran Kyuhyun, untuk duduk diam saja disana hingga Kyuhyun datang menjemputnya jam makan siang nanti.
"Jja, ini lemon juice, aku tidak tahu kau terbiasa minum apa" Kyuhyun meletakkan sebotol lemon di depan Siwon, Siwon memperhatikan benda itu lekat. Kyuhyun menghela nafas, ia melirik sekitarnya yang untung saja tidak memperhatikan mereka. Kyuhyun meletakkan sedotan putih lalu menyeruputnya pelan.
"Seperti itu, rasanya enak"
Siwon meniru tindakan Kyuhyun, dahinya mengernyit kala cairan itu memenuhi mulutnya, lalu berubah tersenyum.
"Enak" Singkatnya. Kyuhyun tersenyum senang.
"OMO! Aku harus ke kelas sekarang, kau tunggu disini arasseo, dan jangan membuat keributan" Kyuhyun bergegas menuju kelasnya setelah memberi petuah pada Siwon. Siwon hanya mengangguk, meminum lemon nya lagi dan lagi.
...
Siwon tersenyum melihat nafsu makan Kyuhyun yang luar biasa, sudah dua mangkuk sup ia habiskan, belum lagi snack dan dua lemon juice. Siwon sendiri? Ia tidak membutuhkan makan, ia cukup menyerap sinar matahari pagi dan ia bisa bertahan cukup lama, seakan ada baterai Khusus di tubuhnya.
"Kau suka makan?"
Kyuhyun mengangguk, ia menghabiskan lemon juicenya sekali tenggak.
"kau lupa? Semalam aku bahkan tidak makan sama sekali" Sungut Kyuhyun, Siwon mengangguk-angguk, betul juga. Semalaman mereka terperangkap di kamar dan tidak sempat makan sebutir nasi pun.
"Setelah ini kita akan kemana?" Wajah Siwon berseri-seri. Kyuhyun mengetuk-ngetuk dagunya.
"Eum, karena siang nanti ada rapat yayasan, berarti aku bisa pulang lebih cepat, bagaimana kalau kita mulai mencari cara agar kau bisa pulang?" Kyuhyun menjelaskan panjang lebar, Siwon tersenyum lebar.
"Ya, aku setuju, kita mulai dari mana?"
"..."
Kyuhyun terdiam, membeku. Bingung. Ia menggeleng.
"Aku juga tidak tahu, tapi kita bisa cari tahu bukan?"
Siwon mengangguk senang, Kyuhyun ikut tersenyum. Kasihan juga pada peri yang tersesat itu, Kyuhyun menjulurkan tangannya, menggenggam jemari Siwon erat.
"Tenang saja tuan peri, aku pasti membantumu"
Siwon tergelak, matanya berkedip-kedip lucu, lalu pipinya memanas saat Kyuhyun tersenyum sangaaaaat manis padanya.
...
Siwon mengepak-ngepakkan sayapnya yang ditatap ngeri Kyuhyun, namja itu berjalan mengitari Siwon, walau bagaimanapun ini hal yang baru baginya, makhluk bersayap yang ia kenal hanya Burung dan sebangsanya, dan jelas Siwon bukanlah bangsa unggas, namja itu jelas-jelas seperti manusia, meskipun sedikit konyol menyebutnya peri. Ayolah, semua orang pasti berfikir peri itu kecil, imut dan bercahaya di sekujur tubuhnya. Tapi Siwon? Tubuhnya bahkan lebih besar dari Kyuhyun, sedikit kecoklatan, dan eumm seksi.
Kyuhyun bersemu saat Siwon memunguti baju yang baru saja Kyuhyun beri tadi pagi, Kasihan bagi namja peri itu, setiap kali ia akan mengepakkan sayapnya ia harus melepas bajunya terlebih dahulu, jika tidak ingin pakaian itu sobek.
Tubuh Siwon nampak jelas di mata Kyuhyun, begitu menawan dengan kotak-kotak jantan di perutnya, sangat berbeda dengan dirinya yang bahkan hanya dipenuhi lemak-lemak.
Tangan Kyuhyun terjulur, penasaran dengan pangkal sayap Siwon, ia pernah berfikir jika sayap itu hanya mainan yang di tempel di punggung Siwon, namun kini ia sangat yakin jika benda berbulu itu tumbuh menyambung dengan tulang rusuk Siwon.
Siwon berjengit, tangan Kyuhyun begitu halus meraba sayapnya, menggodanya untuk melirik apa yang manusia itu lakukan di belakang sana. Siwon tersenyum, sebuah ide terlintas di benaknya.
"Apa kita akan mencarinya sekarang?"
Kyuhyun mengangguk, ia berjalan ke hadapan Siwon lalu membelakanginya. Dari atas atap menara sekolahnya ia bisa melihat hampir seluruh kota Seoul, Kyuhyun mengetuk-ngetuk jari di dagunya, ia lalu menunjuk sebuah bukit di dekat pelabuhan.
"jja, kita coba disana, yang aku tahu disana ada sebuah kuil dengan pendeta tua, eomma pernah mengatakan jika pendeta itu tahu banyak hal, mungkin kita bisa bertanya padanya"
Siwon sedikit ragu, apa yang harus mereka katakan nanti, apa tidak gila jika mereka datang lalu mengatakan jika Siwon adalah seorang peri.
"Tenang saja, kata eomma pendeta itu mengetahui semuanya hanya dengan menyentuh telapak tangan"
Siwon mengangguk pasrah, meskipun masih tidak yakin. Kyuhyun merogoh saku celananya, menghitung sisa uang jajan yang ia bawa hari itu.
"Nah, kita masih bisa naik bus 4 kali hari ini, dan juga 2 botol lemon" Kyuhyun tersenyum lebar, dibalas cengiran Siwon.
"Aku rasa kita bisa ketempat itu dengan cara lain"
Dahi Kyuhyun berkerut saat sayap Siwon mengepak lebar, dan semakin berkerut saat Siwon mendekatinya.
"Yak! Yak! Apa yang kau lakukan?" Kyuhyun sedikit gugup dan takut, Siwon berdiri di tepi atap dengan membawa Kyuhyun di gendongan kedua lengannya, Kyuhyun memeluk leher Siwon erat, tubuhnya gemetar, takut jika Siwon malah membuangnya setelah namja itu tahu cara membebaskan dirinya dari dunia manusia.
"Pegangan yang kuat" Bisik Siwon tepat di telinga Kyuhyun sebelum melompat.
"Aaaarrrggghhh..." Kyuhyun berteriak sekilas, i menutup matanya takut. Namun sedetik kemudian, ia merasa angin menyapu tubuhnya, menyibakkan rambutnya, dengan perlahan Kyuhyun membuka matanya, sedikit melirik kebawah sebelum mengeratkan pelukannya di leher Siwon, namja peri itu terlihat jauh lebih tampan dari biasanya, sayapnya mengepak-ngepak bagai burung raksasa, Kyuhyun tersenyum saat menyadari Siwon memeluk erat tubuhnya, tidak ingin Kyuhyun terluka sedikitpun.
...
Siwon menurunkan Kyuhyun dari gendongannya, tubuh Kyuhyun merosot namun segera di peluk kembali oleh Siwon.
"Gwencana?"
Kyuhyun menggeleng, senyumnya mengembang.
"Lututku hanya bermasalah dengn ketinggian"
Siwon terkekeh, setelah memastikan Kyuhyun baik-baik saja, ia kembali mengecilkan sayapnya lalu mengenakan pakaian.
Mereka berdiri di depan sebuah kuil tua dengan tanaman menjalar di tembok-temboknya, Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya, jujur saja ia juga sedikit ragu datang ke tempat ini, menyeramkan.
Siwon maju selangkah, melirik Kyuhyun sebentar, meminta izin untuk mengetuk pintu kuil. Kyuhyun mengangguk.
Tok tok tok
Krieett..
Baru tiga kali mengetuk, pintu reot itu terbuka dengan sendirinya, membuat Kyuhyun tersentak kaget dan akhirnya bersembunyi di balik tubuh Siwon.
"Kita masuk?"
Kyuhyun melirik sekitarnya sebelum mengangguk, membiarkan Siwon masuk duluan sementara dirinya mengekor dibelakang Siwon, sesekali memejamkan matanya, takut jika matanya menangkap hal-hal yang menyeramkan.
"Kyu, Kyuhyun, sekarang apa?" Siwon menarik lengan Kyuhyun agar keluar dari persembunyiannya, Siwon merangkul bahu Kyuhyun erat. Namja Cho itu mengernyit, mereka sudah berada di pelataran kuil yang lapang, beberapa patung Budha berjejer di sisi ruangan, lalu yang terbesar ada di depan mereka, disini sepi namun sangat bersih, menandakan kuil ini berisi penghuni namun kini entah kemana.
"P-permisi.." Suara Kyuhyun menggema, terpantul. Ia mengeratkan genggaman tangannya di baju Siwon.
"..."
"Sepertinya kuil ini tidak berpenghuni, sebaiknya kit-"
"Ada apa kalian datang kemari anak muda"
Siwon berbalik, begitupun Kyuhyun, dari balik patung Budha terbesar muncul sesosok namja tua dengan pakaian khas, menatap Siwon dan Kyuhyun bergantian.
"Cho Kyuhyun.. dan Siwon.."
Siwon dan Kyuhyun tergelak, mereka begitu terkejut saat pendeta tua itu menyebut nama mereka, Kyuhyun bahkan mundur beberapa langkah, kembali bersembunyi di belakang Siwon.
"Hubungan manusia dan seorang peri tidak pernah ada anak-anakku"
Pendeta itu duduk bersila, tangannya bersedekap di depan dada, mulutnya seolah membaca mantra-mantra, Siwon dan Kyuhyun memutuskan untuk duduk, menunggu apa lagi yang pendeta itu katakan.
"Kisah baru akan muncul, kisah itulah yang akan menjadi gerbang besar untukmu, yakinlah"
Kyuhyun melepas rangkulannya, ia beringsut maju, duduk tepat di depan sang pendeta.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang pendeta katakan, tapi aku datang kesini hanya untuk bertanya,apa Siwon bisa pulang ke dunianya?" Tanyanya tanpa bernafas, sang pendeta tersenyum sekilas.
"Anak yang tidak sabaran" Lirihnya, Kyuhyun menggerutu kecil. Sang pendeta berdiri, berjalan mengelilingi Siwon yang lebih banyak diam, entah kenapa ia merasa aneh di tempat ini.
"Kau akan pulang, tidak lama lagi" Bisiknya membuat bulu kuduk Siwon berdiri.
"Sekarang pergilah" Sang pendeta berjalan pelan meninggalkan Siwon dan Kyuhyun.
"Yak! Yak! Pak pendeta, kapan Siwon bisa pulang? Yak!" Kyuhyun berteriak-teriak kecil, namun sang pendeta tidak menghiraukannya, ia malah semakin menjauh dan akhirnya hilang di balik patung Budha.
Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, ia melirik Siwon yang menunduk, namja itu lebih banyak diam dan mengulang-ulang perkataan sang pendeta di kepalanya. Menyusun semua perkataan itu menjadi kesimpulan yang bisa membantunya menemukan jalan pulang.
...
5 hari kemudian
...
Siwon melemas, ia menunduk, bahunya bergetar kuat, sepertinya namja peri itu menangis.
"kau menangis tuan peri?" Kyuhyun melirik sekitarnya yang cukup sepi sebelum menepuk bahu Siwon, Siwon mengangkat wajahnya.
"OMO!" Kyuhyun terjengkal kebelakang.
Mata Siwon yang semula berwarna coklat gelap kini berubah biru, airmatanya juga berwarna biru, belum lagi wajah Siwon yang berubah pucat sedikit memutih. Kyuhyun beranjak, duduk disamping Siwon, menepuk-nepuk bahu namja itu agar berhenti menangis, Kyuhyun tidak ingin orang-orang melihat Siwon.
Sudah hampir seminggu mereka mencari cara agar Siwon bisa kembali ke asalnya, mulai dari membaca hampir semua dongeng, sampai mendatangi paranormal hanya untuk mengembalikan Siwon, bahkan banyak diantara mereka yang malah ingin menggunakan Siwon sebagai bahan ramuan mantra mereka, untung saja Kyuhyun bisa kabur secepatnya. Dan disinilah mereka sekarang, di sebuah taman kota.
"Sssttt, ayolah tuan peri, jangan menangis, aku akan mencari cara agar kau bisa pulang"
Siwon semakin menangis, wajahnya sudah putih pucat. Kyuhyun kehabisan cara, lalu ia teringat satu cara saat ia kecil dulu, ketika ia menangis kuat, Kyuhyun yang polos sepakat memakai cara itu, dan..
Cup.
Mata Siwon membelalak kaget, bibir Kyuhyun begitu hangat menyentuh bibirnya, hanya menempel, mata Siwon menyusuri wajah Kyuhyun yang memejamkan mata di depannya, nyaris tidak ada jarak, wajahnya mendadak memanas, warna matanya kembali seperti semula, Siwon ikut memejamkan matanya, bibirnya ia gerakkan sedikit membuka, mengulum kecil bibir Kyuhyun, Kyuhyun bergidik namun lengan Siwon menahan tubuhnya, semakin merapat. Kyuhyun kembali memejamkan matanya, menikmati sapuan bibir Siwon.
Ada yang bergetar di antara mereka..
TBC
Eaaaaa. Si peri macho kayaknya udah ada rasa sama Kyui hihihihi
Gimana? Gimana? Qai sengaja update 2 kali buat ff ini, biar langsung END hahahaha
LOVE
QAI^^
