Qtalita Back Again
.
.
Wonkyu
.
.
MONSTER PART 3 (END)
...
After Kissing
...
Siwon dan Kyuhyun berubah kaku sejak pulang kerumah, mereka duduk terpisah di dalam kamar, Kyuhyun yang duduk sambil bermain PSP di ranjang dan Siwon yang duduk di dekat jendela sambil memandangi langit malam, tak ada suara apapun dan itu cukup membosankan bagi Siwon. Ia menggoyang-goyangkan sayapnya, Ya setiap pagi hingga sore Siwon akan memakai pakaian manusia yang diberi Kyuhyun padanya, namun saat mereka sudah dirumah, Siwon melepasnya dengan alasan pegal karena menahan sayapnya untuk tidak muncul. Maka dari itu Kyuhyun berimprovisasi sedikit dengan kaus tanpa lengan berwarna hitam milik Appanya, ia membuat 2 lubang masing-masing di punggung Siwon sebagai tempat sayap-sayapnya.
Kyuhyun melirik Siwon sekilas kemudian menunduk kembali, Siwon yang melihat itu merengut, dilangkahkan kakinya mendekati Kyuhyun, dan ikut duduk di ranjang lumayan besar itu.
"Yak, kenapa kau diam?"
Kyuhyun tidak beranjak dari posisinya, tetap menunduk dalam, menekuni PSPnya. Siwon tidak tahan, ia merebut PSP Kyuhyun dan menyembunyikan dibelakang tubuhnya. Kyuhyun melotot, namun menunduk kembali.
Siwon mengerti sekarang, jujur ia juga malu jika mengingat kejadian sore tadi, seumur hidupnya ia tidak pernah melakukan hal itu. namun ia tidak suka jika Kyuhyun bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa, ia ingin Kyuhyun menganggap kejadian tadi spesial. Eh? Siwon memukul-mukul sendiri kepalanya.
"Wae?"
Siwon merutuki dirinya, alis tebalnya menyatu, berkerut, ditambah lagi dengan mata besarnya yang melotot. Kyuhyun menahan tawanya.
Siwon yang mendengar kekehan itu mengangkat wajahnya, ia ikut tersenyum saat Kyuhyun memeluk perutnya menahan tawa.
"yak Yak Yak, aku tidak lucu Yak"
Tawa Kyuhyun meledak, tubuhnya terbanting, telentang di atas ranjang, Siwon dengan sayap lebarnya ikut terjatuh di atas tubuh Kyuhyun, kedua lengan menahan tubuhnya agar tidak menimpa tubuh Kyuhyun.
'Cantik'
Siwon tersenyum, hatinya sendiri yang berbisik jika Kyuhyun sangat cantik, ia memandangi Kyuhyun yang masih tertawa kecil di bawahnya, Siwon merasa kupu-kupu beterbangan di perutnya, geli, wajahnya sampai merona, tangan kiri Siwon terangkat, membelai wajah Kyuhyun dengan lembut, sontak tawa Kyuhyun berhenti, Siwon tersenyum padanya.
"Kenapa kau cantik sekali?"
Pertanyaan itu terasa lebih ke pernyataan menurut Kyuhyun, wajah Siwon begitu serius menandakan jika dirinya sama sekali tidak main-main, Kyuhyun menahan tubuh Siwon, menempatkan kedua tangannya di atas dada Siwon. Ia bisa merasakan betapa kencang debaran jantung Siwon, dengan lirih Kyuhyun juga ikut meraba dadanya. Sama. Jantungnya juga berdetak sangat kencang.
"Ehm" Kyuhyun berdehem cepat, Siwon menarik tubuhnya, ia berdiri salah tingkah, Kyuhyun pun sama. Kyuhyun langsung berbaring dengan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Ah, aku harus beristirahat, tubuhku lelah" Siwon bertingkah seolah-olah tubuhnya kaku dengan merenggangkan lengannya, ia berbaring di lantai, sayapnya menghilang.
"jaljayo" Bisiknya sebelum berguling masuk ke bawah ranjang.
Kyuhyun bangkit dari tidurnya, menengok ke bawah ranjangnya, Siwon sudah tidak ada. Hhh.. beberapa malam bersama Siwon ia sudah tidak takut lagi saat Siwon tiba-tiba hilang saat masuk ke bawah ranjangnya, toh besok pagi namja itu akan muncul lagi mengusik tidur Kyuhyun.
...
Seperti kemarin, Siwon duduk sendirian di kantin, menopang dagunya bosan menunggu Kyuhyun, baru 1 jam dan sepertinya namja itu sudah akan mati, ia menghela nafas panjang, dan menyesap lemon ke empatnya.
"Kau tahu drama kemarin? Ya ampun mereka sangat romantis"
"Ya ya ya, itu bagaikan dongeng pangeran kodok"
"jadi setelah mereka berciuman akhirnya si namja itu bebas dari kutukannya?"
"Omoo, sangat romantis"
Tidak sengaja Siwon mendengar percakapan penjaga kantin yang sepi pengunjung, Siwon mengerutkan alisnya.
"Ciuman? Kutukan?" Siwon mengetuk-ngetuk dagunya. Apa mungkin akan berhasil jika ia lakukan itu? Ah, tapi bukankah ia sudah pernah..
Wajah Siwon bersemu merah mengingat kejadian kemarin, ia tersenyum-senyum sendiri.
"Hanya cinta sejati yang bisa seperti itu"
Siwon menengadah, kalimat barusan menyadarkannya kembali.
"Jadi Kyuhyun bukan cinta sejatiku? Aku baik-baik saja padahal kami sudah berciuman" Siwon mengetuk-ngetuk dagunya, bertepatan dengan Kyuhyun yang menepuk bahunya, ternyata Kyuhyun sudah selesai dengan kelasnya. Dengan senyum lebar dan wajah setengah merona, dahi Siwon mengerut.
"Wae?"
Kyuhyun menggeleng, ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, selembar kertas berwarna kuning dan beraroma manis.
"Kau tahu, namja yang aku sukai mengirim sesuatu padaku"
Rahang Siwon mengeras lalu terasa ingin jatuh, membeku, sementara Kyuhyun masih tersenyum-senyum sambil menghirup wangi yang menempel di kertas itu. Siwon menyesap lemon nya hingga tandas, ia mendecih sebelum berdiri.
"Kajja sebaiknya kita mencari cara agar aku bisa pulang" Gerutunya menjauh, Kyuhyun kelabakan, ia mengemasi tas nya lalu mengejar Siwon dengan langkah cepat.
"Yak! Kau kenapa?" Kyuhyun mengejar Siwon dan dengan cekatan merangkul lengannya, Siwon tidak berkutik, langkahnya terhenti di depan sebuah pelataran kelas, pendengarannya menangkap sebuah suara lirih. Dahi Siwon mengerut, Kyuhyun pun sama.
"Wae? Ada apa?"
Siwon menatap Kyuhyun yang sedikit lebih pendek darinya.
"Kau dengar itu?" Siwon bertanya namun dibalas gelengan oleh Kyuhyun, Siwon menepuk dahinya, ia lupa jika pendengaran Kyuhyun tidak setajam miliknya, Kyuhyun hanya manusia biasa sementara Siwon adalah seorang peri.
Siwon melepas rangkulan Kyuhyun di lengannya dan berjalan cepat ke arah suara.
Drrrttt..drrttt..
"Aiisshh" Kyuhyun menggerutu, ia sudah ingin mengejar Siwon andai saja ponselnya tidak bergetar dan nama eommanya terpampang disana.
"Ne, eomma" Kyuhun berjalan menjauh, menerima panggilan eommanya sejenak.
...
Siwon bersembunyi di balik salah satu pilar, ia hanya berjarak beberapa langkah dari asal suara, telinganya bergerak-gerak kecil, mendeteksi apa saja yang orang-orang itu bicarakan.
"Jadi kau yakin Cho Kyuhyun yang kaya raya itu sudah menerima suratmu?"
"Tentu saja, dan aku yakin sebentar lagi aku bisa menikmati kekayaannya plus tubuhnya hahahha"
Siwon menggeram, matanya kembali memerah, nafasnya menderu.
"Tapi apa kau lihat namja yang sering datang bersama Kyuhyun? Aku dengar dia adalah bodyguard khusus yang dipilih orang tuanya untuk menjaga Kyuhyun"
"Cih, aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, ah dia datang"
Namja yang sedari tadi membicarakan Kyuhyun itu menunjuk sosok yang berjalan kearahnya, Siwon yang menyadari hal itu segera bersembunyi, apalagi ia melihat Kyuhyun yang tersipu malu mendekati dua namja yang dianggap Siwon biadab itu.
"Ehm, permisi Jung Yunho-ssi, apa kau melihat Si- ah namja yang biasa berjalan bersamaku?" Kyuhyun memainkan jemarinya gugup, apalagi Yunho memasang senyum paling berharga miliknya, Siwon menggeram dari balik pilar, ia menunggu saat yang tepat untuk menarik Kyuhyun dari sana.
"Ah, Kyuhyun-ssi, apa kau sudah menerima suratku?" Yunho masih tersenyum membuat Kyuhyun semakin merona, tersipu. Yunho melirik sahabatnya, memberi isyarat agar meninggalkannya berdua saja dengan Kyuhyun di sudut pelataran yang cukup sepi itu.
Setelah berdua, Yunho mulai mengeluarkan aksinya, ia mempersilahkan Kyuhyun untuk duduk disampingnya.
"Cho Kyuhyun, kau tahu bukan kalau aku menyukaimu"
Kyuhyun mengangguk malu, Yunho merentangkan lengannya, mencoba merangkul bahu Kyuhyun.
BRUGH!
Yunho terpental jauh sebelum tangannya sempat menyentuh bahu Kyuhyun, Siwon berdiri diantara mereka dengan nafas terengah-engah dan pakaian yang sobek, memperlihatkan pahatan tubuhnya dan sayap hitam yang terentang lebar dibelakang pinggungnya. Kyuhyun memekik, ia bingung ingin menghampiri siapa.
"SIWON! Apa yang kau lakukan?"
Siwon tidak menjawab, matanya tidak berkedip, dengan berjalan mendekati Yunho sementara namja itu merangkak menjauh, dari matanya terlihat jelas jika ia sangat ketakutan.
"K-kau..kau... kau monster" Gagap Yunho, Siwon tidak menghiraukannya, ia menarik kerah seragam Yunho hingga namja bertubuh jangkung itu terangkat beberapa senti.
"Jangan. Mengganggu. Kyuhyun. Lagi" Suara Siwon terdengar sangat berat, Yunho mengangguk, dengan terburu-buru ia berlari secepat yang ia mampu, sesekali ia melirik ke belakang punggungnya, takut jika ternyata Siwon mengikutinya.
Kyuhyun menatap geram dan kecewa dalam waktu yang bersamaan, geram terhadap Siwon dan kecewa pada Yunho.
"Apa yang kau lakukan?" Kyuhyun memukul bahu Siwon cukup keras, Siwon yang tersadar segera membungkuk, memunguti potongan bajunya yang sobek, tatapan penyesalan terpatri jelas di wajahnya.
"Kyuhyun, mianhe.. aku.."
"Cukup! Kau baru saja memukul namja yang aku sukai! Aku membencimu Siwon!"
Nyut.
Dada Siwon terasa sakit, nafasnya naik turun dengan cepat, matanya bergerak gelisah, apalagi saat ia melihat Kyuhyun mengusap kasar airmatanya yang menetes.
"Kau! Pergi dari hadapanku! SELESAIKAN URUSANMU SENDIRI!" Kyuhyun mendorong tubuh Siwon yang menghalangi jalannya.
"Kyuhyun, Dengarkan aku dulu.. namja itu tidak sebaik yang kau fikir" Siwon mengikuti Kyuhyun dari belakang, merasa jika diluar sana masih cukup ramai, Siwon mencekal lengan Kyuhyun, menariknya ke pelataran kelas yang lebih sepi. Kyuhyun menatap Siwon jengah, mendecih saat Siwon masih setia dengan dua sayapnya. Siwon menghela nafas panjang, berusaha menghilangkan sayapnya namun sia-sia, ia dalam emosi yang tidak terkendali, dan satu-satunya cara menghilangkannya adalah dengan..mencium Kyuhyun.
Siwon menggeleng, bukan saat yang tepat memikirkan hal itu, terserahlah dengan dua buah sayapnya, yang ia butuhkan kini hanya memberi Kyuhyun penjelasan.
"APA" Ketus Kyuhyun, ia mengalihkan pandangannya dengan nafas yang tidak beraturan. Siwon mengusap wajahnya kasar, bulir keringat menetes menuruni bahunya yang kokoh.
"Aku mendengar semuanya, yunho dan rencana busuknya"
Rahang Kyuhyun mengeras.
"Jangan berbicara hal yang tidak masuk akal Siwon, cukup sekali aku mempercayai hal yang mustahil, dan itu adalah kau"
"..."
"Dan aku tidak ingin lagi sekarang, pergi dan jangan ganggu aku"
Kyuhyun berbalik.
"Aku tidak rela namja itu berlaku kasar padamu!" Nada tegas Siwon menghentikan langkah Kyuhyun, namja itu menelan ludahnya, jarinya terkepal namun ia tetap bergeming, tidak berniat membalik tubuhnya. Siwon pun sama, ia berdiri disana, menantang dinding yang sedikit kusam.
"..."
"Saranghae Cho Kyuhyun"
Wajah Kyuhyun berubah pias, jantungnya seakan berhenti berdetak, ia berbalik sekilas, menatap Siwon dengan pandangan sulit dipercaya, senyuman lirih terpampang di bibir Kyuhyun, senyuman yang berubah menjadi tawa, sedikit aneh.
"Kau benar-benar gila"
Dan Kyuhyun berlalu, ia meninggalkan Siwon dengan hatinya yang meremang, pedih. Siwon jatuh berlutut, ia ingin menangis namun seorang peri tidak mengenal tangisan, dan itu jauh lebih menyiksa.
"Aku sungguh-sungguh.." Lirihnya pilu.
Tak ada yang menyadari jika sosok itu memburam sedikit demi sedikit.
...
Kyuhyun berjalan tanpa henti, ia mengabaikan rasa kebas di tumitnya, perkataan Siwon beberapa menit lalu di sekolahnya menjadi semacam booster, kakinya bergerak entah menuntunnya kemana.
'Saranghae Cho Kyuhyun'
'Saranghae Cho Kyuhyun'
'Saranghae Cho Kyuhyun'
'Saranghae Cho Kyuhyun'
Kyuhyun berhenti di depan sebuah gang, ia menutup kedua telinganya, suara Siwon seakan mendengung, berputar-putar di kepalanya. Kyuhyun menggeleng-geleng sendiri hingga ia mendengar suara lain.
"Jadi, namja yang bersama Kyuhyun itu monster?"
"Ya, sangat mengerikan dengan dua sayap hitam dan mata merah, dia sempat memukulku, aiisshh rencanaku menjadi berantakan, seharusnya aku sudah menikmati tubuh namja itu"
DEG.
Kyuhyun terpaku, bersandar pada ujung gang, ia mengenal jelas suara-suara itu. kejadian tadi berputar-putar, terngiang di telinganya. Kyuhyun mundur beberapa langkah sebelum berbalik, berlari sekuat tenaga, yang ia butuhkan sekarang hanya meminta maaf pada Siwon.
Kyuhyun mengusap airmatanya yang entah kapan mengalir membasahi kedua pipinya, bibirnya berbisik lirih, mengucap berkali-kali kata maaf.
"Siwon! Siwon!" Kyuhyun berseru, memanggil-manggil nama Siwon, namun hingga suaranya berubah serak, ia tak juga menemukan namja peri itu.
Kyuhyun berlari menuju atap sekolahnya yang sudah sepi, ia mengedarkan penglihatannya, mengitari semua sudut ruang lapang tak beratap itu.
Bruk.
Kyuhyun terduduk, lemas, tubuhnya benar-benar lemas, peluh menghiasi wajahnya, matanya memerah dengan air mata. Kyuhyun menyesal, ia memukul-mukul dadanya yang terasa sesak, langit beranjak senja, dengan warna jingga di ufuk barat. Kyuhyun belum ingin beranjak, tubuhnya keram.
"Siwon.. Siwon.. Mianhae.."
Deg.
Tubuh Kyuhyun menegang, sepasang lengan melingkari tubuhnya dari belakang, disusul dua belah sayap berbulu hitam menutupi tubuhnya, melingkupinya dengan aman, Kyuhyun semakin terisak, ia berbalik lalu memeluk makhluk itu dengan erat.
"Siwon, aku minta maaf, aku salah.. k-kau benar.." Isakan Kyuhyun semakin menjadi di dada telanjang Siwon.
"Harusnya aku tidak marah padamu"
Jemari Siwon terangkat, membelai kepala Kyuhyun, sesekali di kecupnya. Siwon hanya diam namun pelukannya mengerat, seakan menyalurkan betapa penting Kyuhyun untuknya.
Kyuhyun melepas pelukannya, menangkup wajah Siwon yang bagaikan pahatan terindah yang Tuhan ciptakan, Kyuhyun mencoba tersenyum.
"Bisa kau katakan lagi?"
"Apa?"
"Katakan jika kau mencintaiku"
Siwon menelan ludahnya, matanya meredup, diusapnya lembut kedua belah pipi Kyuhyun.
"Aku tidak bisa"
Wajah Kyuhyun berkerut, ia merasa Siwon mempermainkannya, dengan kasar ia menepis tangan Siwon dari wajahnya.
"Kau mempermainkanku?"
Siwon menggeleng, ia mencoba menangkup wajah Kyuhyun lagi namu kembali ditepis.
"A-aku tidak bisa Kyuhyun, a-aku.."
"Karena aku hanya manusia biasa?"
"Bukan"
"Lalu?"
Siwon meletakkan kedua tangannya di depan wajah Kyuhyun, meminta Namja itu untuk menggenggamnya, Kyuhyun menurut, ia juga cukup penasaran dengan alasan Siwon.
"Perhatikan baik-baik"
Kyuhyun mengangguk. Siwon menarik nafas panjang sebelum berbisik lirih.
"Saranghae Cho Kyuhyun"
Sreet.
Bertepatan dengan itu, genggaman tangan Kyuhyun menjadi kosong, Ah tidak kosong sepenuhnya, hanya sedikit buram. Wajah Kyuhyun berubah tegang.
"Hentikan..hentikan.." Kyuhyun berusaha menahan tubuh Siwon agar tidak menghilang, dan berhasil. Sosok itu kembali nyata.
"Ada apa ini?"
Siwon memeluk tubuh Kyuhyun dengan tiba-tiba, mendekapnya begitu erat seakan ini adalah hari terakhir mereka bersama.
"Aku menemukannya, kisah yang bisa mengembalikanku"
"Siwon.."
"Ya, kisah itu adalah kita"
Pelukan Kyuhyun terlepas, lengannya terkulai lemas, ia cukup pintar, ia tahu akan kemana pembicaraan ini berakhir, atau mungkin bukan hanya pembicaraan namun juga kisah mereka.
"Kau akan meninggalkanku?"
Bukan hanya Kyuhyun, namun Siwonpun menegang, ia mengeratkan pelukannya tanpa berkata apapun. Tubuhnya mulai memburam seiring dengan hatinya yang terus saja berbisik kata cinta untuk Kyuhyun.
"Jika aku diberi pilihan, aku ingin tetap bersamamu, tapi.."
"Kau berbohong.." Pilu Kyuhyun, ia memukul-mukul dada polos Siwon.
Siwon tidak bisa mengatakan apapun, ia menangkup wajah Kyuhyun, menatap dalam mata indah di depannya sebelum berbisik lirih.
"Aku mencintaimu Cho Kyuhyun, melebihi semua kisah roman yang pernah aku baca, melebihi semua dongeng-dongeng indah pengantar tidur"
"..."
"Aku mencintaimu.. sangat"
Siwon mengikis jarak diantara mereka, memperpendek deru nafas mereka hingga bibirnya berada 2 senti di depan wajah Kyuhyun.
Cup.
Seakan ciuman kali ini menjadi sebuah ciuman perpisahan, kedua pasang mata itupun menutup dengan diiringi tetesan di sudutnya. Tubuh Siwon memburam, semakin tak kasat mata, lalu menghilang.
...
Trrrrrnnng... trrrnngg.. trrrnnnggg..
Namja itu membuka matanya kala pekikan alarm menggema di meja nakasnya, ia terduduk bingung, matanya menjelajahi ruangan yang ia yakini adalah kamarnya, ia juga meraba piyama yang ia kenakan.
Bukannya ia berada di atap sekolah? Bukannya ia masih mengenakan seragamnya?
"Kyunnie sayaaang, saatnya sarapan"
Dan teriakan itu, Eommanya ada di rumah?
Kyuhyun bergegas bangkit dari tempat tidurnya, berlari dengan tergesa menuruni anak tangga lalu berdiri bingung di depan meja makan, Appa dan Eommanya tengah berbincang sambil menikmati sarapan pagi mereka.
"K-kapan kalian pulang?"
Heechul, sang eomma mengangkat kepalanya lalu tersenyum.
"Eoh, kau sudah bangun sayang? Duduklah, semalam sepertinya kau sangat kelelahan sampai tidak menyadari kedatangan kami"
Kyuhyun mengernyit.
"Kau kelelahan di sekolah, untung saja temanmu itu berbaik hati mengantarmu pulang"
"Teman?"
Heechul mengangguk, meletakkan sepotong roti dan segelas susu di depan Kyuhyun.
"Ne, namja tampan berlesung pipi"
Deg.
Kyuhyun berdiri dari duduknya, ia berbalik tergesa menuju kamarnya, Kyuhyun tidak menghiraukan panggilan orang tuanya yang bingung dengan tingkah laku anak mereka. Kyuhyun hanya ingin memastika satu hal, jika Siwon masih ada di kamarnya.
Brak.
Kyuhyun membanting pintu kamarnya, mengunci agar tidak ada seorang pun yang masuk, ia berjongkok di depan ranjang, berbungkuk mencari Siwon di tempat biasanya ia tertidur.
Kosong.
Kyuhyun menghela nafas, terpaan angin pagi berhembus melewati poninya, ia berbalik, jendela kamarnya terbuka lebar, matanya memburam, menunduk dan saat itu pula ia menangkap sepotong pakaian di kursi yang terletak tepat di depan rak buku.
Kyuhyun beringsut, meraih pakaian yang terlipat rapih dengan sehelai bulu hitam di atasnya.
"Siwon.. hiks.." Kyuhyun memeluk pakaian itu, menghirup sisa aroma tubuh Siwon yang menempel, isakannya semakin menjadi, merasa begitu kesepian, Kyuhyun baru saja menyadari jika Siwon benar-benar pergi, meninggalkannya sendiri.
.
.
2 bulan kemudian
.
"Cho Kyuhyun, bisa kau jelaskan apa yang baru saja aku katakan?"
Kyuhyun menunduk meremas jemarinya, Kim Seongsaenim berjalan tegas ke arahnya dengan sebatang kayu di tangannya. Sepanjang pelajaran tambahan ini ia hanya melamun dan memandang jendela kelasnya, ia memikirkan Siwon.
"Cho Kyuhyun!"
Kyuhyun bergidik, ia bergerak mundur, sungguh ia ketakutan. Tubuhnya bergetar.
"Tanganmu!"
Kyuhyun menelan ludahnya, ini pertama kali dalam hidupnya mendapat hukuman, ia terkenal disiplin dan bintang sekolahnya, tapi hari ini ia merasa dirinya sama saja dengan duo Eunhae yang terkenal bandel.
Plak.
Plak.
Kyuhyun meringis, telapak tangannya seperti terbakar, panas. Ia menggigit bibirnya menahan rasa ingin menangis.
"Aku tidak ingin orang-orang yang melamun dalam kelasku, Arraseo!"
Kyuhyun mengangguk lalu kembali duduk sementara Kim Seongsaenim kembali ke depan kelas, membuka bukunya dan kembali berkutat dengan mata pelajaran.
Ryeowook melirik Kyuhyun dengan pandangan sendu, sahabatnya tidak pernah seperti ini sebelumnya. Wookie menggigit bibirnya saat melihat jemari Kyuhyun bergetar dengan telapaknya yang melepuh, ringisan terdengar lirih dari bibir Kyuhyun. Dahi Wookie berkerut, wajah Kyuhyun lebih kurus dibanding biasanya, lingkaran hitam berada di bawah matanya dan tak ada lagi senyum ceria yang bisa menghias bibirnya. Wookie menunduk, merasa kasihan.
...
"Hhhh..."
Kyuhyun menghela nafas panjang, Kyuhyun menatap kedua telapak tangannya yang memerah, melepuh dan sedikit berdarah. Ia merebahkan tubuhnya di atas rerumputan taman, memutuskan melamun sejenak sebelum pulang kerumahnya. Kyuhyun memejamkan matanya seiring airmata yang meluncur dari sudut matanya. Ia merindukan Siwon, jujur.
'Lemon Juice, aku mohoooon'
'Mianhe, merobek bajumu Kyuhyun-ah'
Kyuhyun menggenggam telapak tangannya, mencoba mengalihkan sakit hatinya, membiarkan darah segar merembes di sela-sela jarinya. Kyuhyun meringis pelan. Suara Siwon terngiang-ngiang di telinganya, cara namja itu merengek, membujuknya, menggodanya, semua.
'Aku tidak pernah rela namja itu berlaku kasar padamu!'
'Saranghae'
'Aku menyukai semuanya, sejak pertama kali aku disini'
Kyuhyun terbangun duduk, menangis meraung-raung memanggil nama Siwon, menjambak rerumputan, tidak menghiraukan lukanya.
"Kau berisik"
Sebuah suara menghentikan tangisan Kyuhyun, Kyuhyun menoleh, seorang namja tidur telentang tidak jauh dari tempatnya, dengan kacamata hitam membingkai matanya, rambutnya coklat kemerahan, poni membingkai dahinya. Kyuhyun mengalihkan pandangannya.
Srek.
Namja itu bangun, merentangkan lengannya lalu membuka kacamata hitamnya. Kyuhyun menunduk sesenggukan, menyembunyikan telapak tangannya di depan dada. Sang Namja misterius tersenyum, memiringkan kepalanya. Ia berdiri, berjalan mendekati Kyuhyun dan duduk disampingnya, matanya mengeras melihat tangan Kyuhyun yang terluka, dengan lembut ia menarik kedua lengan Kyuhyun, menaruh diatas pangkuannya.
"Kau sangat tahu, aku tidak ingin melihatmu terluka"
Kyuhyun mengangkat wajahnya, mata bulatnya semakin membulat, airmata kembali menggenang di pelupuk matanya.
Bruk.
Kyuhyun menghambur ke pelukan Si Namja, menangis lagi di bahu kokoh itu.
"S-siwon.. Siwon.. kau k-kembali" Isak Kyuhyun, Siwon, namja berambut Coklat itu tersenyum, memeluk tubuh Kyuhyun erat. Menghirup aroma Kyuhyun, ia begitu merindukan namja Cho itu, semua tentangnya.
"Aku selalu terperangkap, dimanapun kau berada"
Kyuhyun mengeratkan pelukannya, ingin tersenyum namun tangisannya semakin menjadi, Siwon pun sama, matanya menjadi basah hanya dengan mendengar isakan Kyuhyun tepat di telinganya.
"S-saranghae Siwon, aku juga mencintaimu, jangan pergi lagi"
Siwon tersenyum, ia mengangguk, jemarinya membelai rambut Kyuhyun, matanya tidak sengaja bertemu dengan dua makhluk tidak kasat mata beberapa meter di bawah pohon akasia, mereka tersenyum, sayapnya mengepak bercahaya putih.
Siwon melempar jempolnya dengan mulut menggumam kata terima kasih, mereka mengangguk lalu memudar bersama dengan hembusan angin.
END
Eaaaaaa.. Siwon jadi manusia
Semoga suka dengan ff ini, Qai buru-buru updatenya selama perjalanan ke airport..
Sampai jumpa di lain waktu
LOVE
QAI^^
