Hoiaaa minna-san~ Nacchan balek lagi~ Kali ini, Nacchan bersama―
Arisu: Arisu dayo~
Nacchan: Ya, sayangnya dengan Arisu
Arisu: Apa maksudmu dengan "sayangnya" hah!? (marah)
Nacchan: Gak ada, ngomong - ngomong, minna, ini dia, chapter 3!
Arisu: Kali ini ceritanya di SMA 04!
Haruka: Baiklah, Haruka bakal membalas review yang tdk log-in
Nacchan: Bukannya hari ini bagianku, ya?
Arisu: HARUSNYA AKU! HARUSNYA AKU!
~ Leman SLM
Sip sip dah! Oke deh (y)
Nacchan: (Udah? Singkat amet jawabnya.)
Arisu: Gak ikhlas banget!
Haruka: Oke, jadi, ini dia, KOKO NO SENSO!
.
.
.
[Hari Pertama di SMAN 04 bagi Nakatsuka Akihiro]
.
.
Akihiro bangun dengan tidak ikhlas pagi ini. Dengan enggan, ia segera mandi, berpakaian, membereskan barang - barang yang wajib ia bawa untuk sekolah hari ini.
Hari pertama sekolah. Sebenarnya bukan itu yang membuat Akihiro tidak ikhlas bangun pagi ini.
Hari Senin. Nah, itu baru alasan kenapa Akihiro tidak ikhlas bangun pagi ini.
Apa bedanya Hari Pertama Sekolah dengan Hari Senin? Bagi Akihiro, Hari Senin itu hari yang paling ngeri baginya. Alasannya, karena, sewaktu SD, sampai dengan SMP, hari Senin selalu diisi dengan hal - hal yang mengerikan. Seperti diisi dengan pelajaran PPKN, Bahasa, IPS, IPA, dan, sejenisnya.
Ketika ia keluar sambil menguap dari kamar apartemennya, ia sadari bahwa pintu lift hampir tertutup.
"Eh, tunggu dulu! Tahan nenek lampir!" teriaknya kepada gadis yang berada di dalam lift.
Keberuntungan pertama bagi Nakatsuka Akihiro hari ini, karena biasanya ia selalu bernasib sial. Ia berhasil sampai ke dalam lift.
"Elo ya, pagi - pagi dah keringatan gitu!" cibir gadis yang berada di sebelahnya. Rona Anggreini, atau akrab disapa Ayen. Gadis yang menjadi pemegang pertama dari lantai 25. Gadis yankee tersebut diketahui akan masuk ke SMAN 08, sekolah yankee khusus cewek.
Akihiro tersenyum ke arah gadis itu, "Napa lo? Iri gue berkeringat pagi - pagi?"
"Idih, siapa yang iri punya tubuh jijik kayak elo, hoek!" Ayen terlingat ingin muntah.
"Jijik, jijik, nanti juga pas udah nikah sekasur sama tubuh kayak gini," Akihiro menyengir, menggoda gadis disebelahnya.
Bisa dilihat wajah Ayen memerah sesaat sebelum ia mual - mual gak jelas, "Hoeek~".
"Gi hee," seringai Akihiro, "Dia terlihat hijau mukanya, BUWAHAHAHAHAHA!"
Sepertinya Akihiro tidak menyadari bahwa gadis disebelahnya memerah wajahnya.
Ting! Suara lift yang sudah sampai di lantai tujuan. Akihiro berjalan santai keluar lift menuju kamar yang tak jauh dari kamar yang dituju Ayen.
Ting! Tong! Ting! Tong! Ting! Tong! Akhiro terus - terusan memencet bel.
"IYA SABAR!" seru orang yang didalam membuka pintu, "oh, hai Aki!"
"Yo, Leo!" sapa Akihiro.
"Ada apa sih pagi - pagi gini? Mau nyari ribut?"
"Nyari ribut gigimu, orang mau ngajak berangkat bareng."
"Berangkat bareng? Emang mau kemana?"
"Kemana gigimu, ya ke sekolah lah, bego!"
"Ngapain? Rajin amet ke sekolah."
Akihiro menatap masam sahabatnya, Leo, "Jangan bilang elo lupa hari ini hari pertama masuk sekolah?"
.
.
.
"MASA'!?" teriak Leo histeris hingga Akihiro menutup kedua telinganya.
"I-iya bego, hari ini hari pertama masuk sekolah! Hari ini hari pertama kita menjadi anak SMA!"
"WTF!? HARUSNYA HARI INI HARI GUE MAIN MADNESS RETURN SAMPE TAMAT!"
"Dasar gamer," Akihiro sweatdrop di tempat. "Cepetan sana mandi! Kalo terlambat di hari pertama 'kan gak kece!"
"Siap bos!" Leo memberi hormat kepada Akihiro.
"Cepat laksanakan..." ujar Akihiro jengkel.
"Okeh, okeh," Leo bergegas mengambil handuk dan menuju kamar mandi.
30 menit kemudian...
"Mandi lama banget sih, ampe setengah jam!?" seru Akihiro setengah berteriak karena merasa jengkel harus menunggu sahabat tercinta(?) yang mandinya setengah abad lamanya.
"Bukan mandinya, tapi nyari bajunya! Pas terakhir kali aku pake seragam sekolah, aku hambur - hamburin dia. Pas aku cari - cari kagak ketemu, dan aku baru ingat kalo bajunya aku bakar pas perpisahan kemaren!" jawab Leo.
"Anak siapa sih lo? Sumvah, idiot banget," batin Akihiro. "Terus, itu 'kan baju apa yang kau pakai?"
"Oh, ini baju tahun baru kemaren, dibeliin bapak aku," jawab Leo menunjukkan baju yang ia pakai. Sebuah baju lengan panjang berwarna abu - abu dengan lengan berwarna merah bertuliskan 'I'm the Winner'. Dengan jaket berwarna hitam yang ia ikat di pinggangnya. Celana panjang berwarna biru dongker, dengan bagian kanannya ia gulung sedikit. Dan, sepatu bot berwarna coklat.
"Bapakmu gak ikhlas ya beliin elo baju!?" tutur Akihiro menatap sahabatnya datar.
"Apa maksudmu!? Kata bapak ku, baju ini dibeli di Prancis!" sanggah Leo.
"Itu dipasar loak juga banyak, keles!" seru Akihiro jengkel. "Oke, ayo kita pergi. Si kembar pasti dah nunggu kita."
"Si kembar? Siapa?"
"Itu, si Kaito sama Yuuji."
"Hah? Mereka kan beda ibu beda bapak! Kok bisa kembar sih!?" tanya Leo syok ditempat.
"Itu cuman kiasan! Cuman kiasan!" jawab Akihiro. "Nah sekarang ayo! Jangan sampai membuat mereka menunggu!" Akihiro meraih tangan Leo dan menyeretnya menuju lift. Leo hanya bengong tak sadarkan diri(?)
Tanpa keduanya sadari, seorang fujoshi main protagonist kita tengah mengamati keduanya. "Anjir..." Cigull nosebleed ditempat melihat keduanya dengan background cling - cling berbunga - bunga.
"Cigull...kau kenapa..?" tanya sang adek bingung.
"CEPAT PAKE BAJUMU SANA!" teriak Cigull.
"Ba-baik..." Yupi menurut dan segera kembali ke dalam kamar untuk memakai baju.
.
Nacchan48 Project(?) Present
.
JKt48: Koko no Senso
Episode 2: First Day Ceremony in 04 High School
Rated: T
Disclaimer: I just own my original characters and story
Genre: Action/Friendship/Humor gagal/Romance gagal/etc.
WARNING(!): OOC, TYPO, OOT, GAK NYAMBUNG, DAN HAL BURUK LAINNYA.
Cast on this episode:
-Nakatsuka Akihiro (Akihiro/Aki) My OC
-Rona Anggreani (Ayen) from JKT48
-Galleon Martin (Leo) My OC
-Cindy Gulla (Cigull) from JKT48
-Cindy Yuvia (Yupi) from JKT48
-Ishida Kaito (Kaito) My OC
-Hasegawa Yuuji (Yuuji/Yuu) My OC
-Suzuki Kazuo (Kazuo) My OC
-Ashton Russell (Ashton/Ash) My OC
-Tatsumi Oga (Oga-sensei) from Beelzebub
-Hidetora Tojo (Tora-sensei/Tojo-sensei) from Beelzebub
-Kazuichi Arai (Pin-sensei) from Kimi ni Todoke
-Heiwajima Shizuo (Shizuo-sensei) from Durarara!
-Orihara Izaya (Izaya-sensei) from Durarara!
-Hanzo Urushihara (Urushihara/Lucifer) from Hataraku Maou-sama!
-Maou Sadao (Maou/Satan) from Hataraku Maou-sama!
-Shiro Ashiya (Ashiya/Alsiel) from Hataraku Maou-sama!
-Sakamaki Izayoi (Izayoi) from Mondaiji-tachi ga Isekai Kara Kuru Sou Desu yo?
-Kaiser de Emperana Beelzebub IV (Berubo) from Beelzebub
-Soul Eater (Soul) from Soul Eater
-Black Star (Black Star) from Soul Eater
-Death the Kid (Kid) from Soul Eater.
.
.
.
"Lama banget sih! Sampe berlumut tauk kami nungguin kalian!" seru Kaito jengkel.
"Salahkan si Gallon, nyari baju lama banget," Akihiro menatap sinis Leo.
"Lah kok aku!? Salahkan bajuku dong! Kenapa dia mau kubakar pas tahun baru!?" seru Leo membela diri.
Kaito dan Akihiro sweatdrop ditempat, "Baju gak bisa ngomong, bego."
"Baca novel apa, Yuu?" tanya Akihiro penasaran mendekati sahabatnya itu.
"Hn?" tanya Yuuji merasa dipanggil, "cuman novel biasa yang ku beli di pasar loak kemaren."
Akihiro membaca judul bukunya, dan merinding sendiri, "Shinigami: The Way to Death."
"Ayo, sebentar lagi masuk, kalau terlambat, nanti mata kita yang dicongkel!" Kaito mengecek jamnya.
"Ngapain bawa - bawa jam beker ke sekolah..?" tanya Leo menatap datar Kaito.
"Suka - suka aku dong, aku anti-mainstream, tahuk!" jawab Kaito menatap sinis Leo.
"Aku sukanya burger, bukan tahu."
"Pilihannya cuman ada tahu ama tempet, bego!"
"Gak ada yang bilang tuh."
"Udah hukumnya!"
"Ya, aku mengubah hukumnya kalo gitu."
"Terserah deh, pusing aku bicara sama kau!" Kaito memegang keningnya, "Ayo, kita ke sekolah! Jangan baca mulu, Yuuji!" Kaito menyeret Yuuji yang sibuk membaca novelnya.
"Ayo, Gallon! Jangan sampai tertinggal!" tutur Akihiro.
"Namaku Galleon! Bukan Gallon!" ujar Leo.
"Terserah deh," ujar Akihiro tak peduli mengikuti jejak kedua sahabatnya sudah jalan duluan.
"Eh, tunggu, woi, Akki!" Leo segera mengejar sahabat tercintanya(?) dengan sekuat tenaga.
[Koko no Senso]
Teng! Tong! Suara bel dari sekolah musuh seberang. "08 dah masuk ya? Cepet ya, kasihan kali," komentar Kazuo mengamati sekolah yang menjadi musuhnya—SMA 08—dengan teropong favoritnya. "Kita masuk jam berapa, Ash?"
"Kazuo-sama," si wakil ketua OSIS SMA 04, Ashton Russell, menjawab dengan tampang datarnya, "bagaimana anda tidak tahu jadwal masuk sekolah kita!? Padahal anda sudah sekolah disini selama 3 tahun."
Kazuo menatap Ashton masam, "Baku banget sih jadi orang. Gue isolasi lama - lama mulut lo tuh!"
"Itu melanggar hak asasi manusia, Kazuo-sama."
"Cih, kau selalu menghancurkan kesenangan dengan teori - teorimu. Apa kau tak bisa menghilangkan semua teori itu dan mulai menikmati indahnya dunia!? Seperti...ng...main dj gitu ato...pergi ke konsernya Martin Garrix ato...yah, apapun itu?"
"Tidak. Itu tidak diperbolehkan oleh pemerintah—"
"Aku akan membunuhmu daripada mengisolasi mulutmu."
"Tapi itu—"
"Aku tak peduli dengan apapun yang kau katakan."
"Kazuo-sama—"
"BISING!"
"Ka—"
"GAHHH!"
"T—"
Forever! Forever! Guilty! terdengar lagu hits dari idol group asal Jepang yang di puja - puja oleh seluruh lelaki di seluruh penjuru dunia—bahkan yang di Kutub Utara.
"Itu suara apa?" tanya Kazuo watados.
"Itu suara bel masuk kita!" jawab Ashton.
"Eh, ganti? Bukannya kemaren hebirote?"
"Pas rapat OSIS sebelum liburkan dah diberitahu sih, Kazuo-sama."
"Eh, masa'!? Kok aku gak tahu!?"
"Itu karena anda sibuk main PSP terus."
"Lah, kok aku yang disalahin, sih?"
"Kan anda ketua OSIS SMAN 04, Kazuo-sama."
"Oh, masa'? Aku ini ketua OSIS SMAN 04, ya?"
"Halo 911, tolong saya, disini ada orang gila lepas," Ashton langsung meraih telpon yang ada di ruang OSIS.
"Eh, tunggu! Aku cuman bercanda! Lagipula, kenapa telpon 911!? Harusnya telpon RSJ!" Kazuo berusaha sekuat tenaga menghentikan aksi Ashton.
"Oh, maunya dipanggil RSJ, oke," tet..tet... Ashton menekan nomer - nomer RSJ terdekat.
"Eh, tunggu - tunggu! Aku cuman bercanda!" rengek Kazuo memohon memeluk kaki kanan Ashton.
"Kalau begitu, ayo kita segera pergi ke lapangan sebelum Tatsumi-sensei dan Tora-sensei mengubur kita hidup - hidup."
"Tatsumi-sensei dan Tora-sensei tuh siapa? Kok mirip sama Oga-masta dan Toujo-masta?"
Ashton berusaha mengendalikan kejengkelan dan kemarahannya. Liburan sekolah yang panjang memang tak bagus untuk kesehatan otak atasannya, Suzuki Kazuo. Kalau kelamaan liburan dan berleha - leha, ingatannya pasti akan menghilang dari otaknya.
"Ya, maksudku mereka," jawab Ashton dengan muka masam.
"Oke, ayo cepat Ash! Aku tak ingin membuat mereka kecewa!" seru Kazuo melompat dari ketinggian sekitar 6-9 meter melalui jendelanya.
"KAZUO-SAMA!" seru Ashton kaget langsung melihat dari jendela.
"I'm okay! I'm okay! Cepetan Ash! Jangan sampai terbunuh, oke, ja naa~" Sang Ketos langsung ngebut menuju lapangan.
Ashton hanya geleng - geleng kepala dan segera menuju lapangan.
[Koko no Senso]
"Kita adalah the best of the best of the best dan the best. Kita lebih kuat dari 08 karena kita adalah laki - laki! Kita adalah the world champion!" seru kepala sekolah SMAN 04, Pin-sensei.
"YO!" teriak satu sekolah. Tak seperti upacara di SMAN 08, upacara di SMAN 04 selalu meriah dengan sorak - sorakan dan teriakan siswa maupun gurunya yang berakhir dengan adu jotos.
Tak lama kemudian, waktunya sang ketua OSIS yang berpidato. Sang ketua OSIS—Suzuki Kazuo—didampingi oleh pengawal paling setianya(?), Ashton Russell, selaku wakil ketua OSIS.
"Oke, ehem, tes, tes, checksound, okay, um...ohayou minna-san," sapa Kazuo.
"OHAYOU KAICHOU!" sapa semuanya dengan semangat.
"Oke, um..." Kazuo berpikir sejenak lalu menoleh ke arah Ashton, "Aku harus bilang apa?"
Ashton menatap masam ketua OSIS-nya, "Upacara Adu Jotos Hari Pertama Sekolah."
"OKE MINNA! UPACARA ADU JOTOS HARI PERTAMA AKAN SEGERA DIMULAI!" teriak Kazuo sekencnag mungkin.
"YO!" sorak seluruh warga sekolah yang sudah menanti - nanti acara ini.
"Tapi, sebelum itu!" lanjut Kazuo. Keadaan menjadi hening.
"AYO KITA NYANYI SINGLE TERBARU IDOL GROUP PUJAAN KITA, PAREO WA EMERALD!" teriak Kazuo sambil mengayunkan light stick-nya.
"WOOOKEEEE!" sambut semuanya setuju yang sudah menyiapkan alat perang mereka, light stick, spanduk, chant, de el el.
"ASH! PUTAR MUSIC VIDEO NYA!" Kazuo menunjuk ke arah Ashton.
"Eh, b-baik," Ashton segera melakukan hal yang disuruh. Setelah semua siap, muncul gambaran di belakang atas Kazuo. Gambaran sebuah music video yang berletak di pantai dengan iringan lagu yang khas.
"SEMUANYA! MARI KITA BERNYANYI!" pandu Kazuo.
"YEAH!" sahut semuanya setuju.
Ashton yang sama sekali tak tertarik, lebih memilih mengurung diri di perpustakaan. Leo dan Kaito saling merangkul dan mengucapkan chant yang dikira bahasa alien terbaru oleh Akihiro yang tak mengerti apa - apa. Yuuji lebih memilih untuk menjauhkan diri dari keramaian hingga acara 'Adu Jotos Hingga Mati'-nya terwujud. Akihiro yang mengetahui itu lebih memilih mengikuti jejak Yuuji dibandingkan jejak kedua sahabatnya—yang ia pikir—sudah terkontaminasi oleh bakter - bakteri jahat. Itulah mengapa ia tak percaya produk selain sunli*ght dan so*klin.
[Koko no Senso]
Musik berhenti mengalun. Keramaian berubah menjadi hening. Akihiro bernafas lega karena semua berakhir. Yuuji menutup novelnya dan mulai mengasah kedua pisaunya. Sedangkan Kazuo meneriakkan nama Ashton hingga seratus kali, barulah orang yang dipanggil datang.
"Kau ini, dari mana aja sih!?" tanya Kazuo.
"Kamar mandi," jawab Ashton.
"Kamar mandi kok lama banget!?"
"Macet."
"Oh. Masa'?"
"Jadi ada apa, Kazuo-sama?"
"Ubah lagunya menjadi playlist lagu EDM-ku!"
"Di-dimana...?"
"Di samping folder Ngidol Bareng Fans itu."
"Yang Electric Folder ini?"
"Ya, ya, itu! Putar semuanya!"
Ashton melakukan apa yang disuruh. Dan, mulailah melantun lagu kesukaan dari sang ketos, Martin Garrix - Animal.
"Oke semua, apa kalian sudah bersemangat!?" tanya Kazuo semangat.
"YEAH!"
"Apa kalian sudah siap untuk bertempur habis - habisan!?"
"YEAH!"
"Yang bertahan akan mendapatkan penghargaan! Dan, akan ditempatkan di kelas special sesuai tingkatan!"
"YEAH!"
"Oke, get ready...and...START THE WAR!" seru Kazuo mengancungkan light stick-nya.
"Kazuo-sama, apa anda yakin menggunakan itu untuk bertarung?" tanya Ashton sweatdrop ditempat.
"Tentu saja, pedang ini adalah pedang terbaik sejauh ini," jawab Kazuo melihat dengan bangga light stick-nya. Seperti terjadi perjuangan mempertaruhkan nyawa diantara mereka.
Ashton sweatdrop melebihi batas, "Aku benar - benar tak akan menyarankan untuk mengasihmu libur, satu hari pun."
"AYO KITA BERPERANG~!" Kazuo terjun ke arah massa yang sednag bertarung. Ashton hanya menunggu di tempat yang aman. Trik licik untuk tetap bertahan dan masuk ke kelas spesial dan mendapatkan penghargaan. Cara ini sudah ia jalani selama 3 tahun, tetapi, tak satupun orang sadar akan hal itu.
Leo dan Kaito bekerja sama untuk membasmi setiap orang yang mereka temui. Yuuji sudah pada klimaks nya sebagai seorang psikopat sejati, yang membuat Akihiro khawatir dan terus - menerus mengawasi korban - korban kesadisan Yuuji. Berharap bahwa mereka tak akan mati seperti Upacara Adu Jotos Hingga Mati saat SMP lalu. Sekitar 15 orang menjadi korban kesadisan dari si psikopat sejati yang lahir dari rahim Yuno Gasai dan di didik oleh Okita Sougo dan Yato Kagura.
Oga-sensei dan Tora-sensei tak mau ketinggalan kesadisan. Merekalah yang paling banyak menjatuhkan korban. Pin-sensei merekam kekejian dan kesadisan duo monster itu dan akan meng-upload nya ke YouTube dengan title "Duo Monster 04: Upacara Adu Jotos Hari Pertama Tahun Ajaran 2014 - 2015".
Rambu - rambu lalu lintas dan vending machine berterbangan karena ulah Heiwajima Shizuo-sensei yang ingin menangkap buruannya sejak SMA, Orihara Izaya-sensei. Yang menjadi korban bukanlah Izaya-sensei, melainkan siswa - siswa yang sedang bertarung. Urushihara yang memiliki julukan Lucifer bertahan dengan berlindung di dalam perpustakaan sambil mencuri WIFI. Maou dan Ashiya yang mana teman roommate Urushihara berjuang menumpaskan para massa tanpa mengetahui kemana perginya si NEET tak jelas itu.
Izayoi yang mana murid kesayangan Izaya-sensei tersenyum lebar melihat aksi - aksi tak jelas frenemies lamanya, Kazuo. "KALI INI AKU AKAN MENGALAHKANMU, IZAYOI!" teriak Kazuo penuh semangat. "Cobalah saja, kaichou," Izayoi memainkan batunya dan melemparnya ke arah Kazuo yang menimbulkan ledakan besar.
Setelahnya baru kita ketahui bahwa batu itu adalah bom - bom kecil yang si pemilik temukan di dalam kantor bapaknya.
Semua perhatian tertuju pada ledakan itu. "Apa tuh?" tanya Kaito penasaran. "Mobil meledak paling, kebanyakan bensin," jawab Leo asal. Kaito sweatdrop ditempat, "Emang ada ayng begituan!?".
"DARIPADA NGURUSIN LEDAKAN ITU, MARI KITA BERTARUNG!" teriak Leo kembali mengingatkan apa yang seharusnya mereka lakukan.
"Ya, aku harus membuat lebih banyak korban berjatuhan, dengan membaca novel Shinigami: The Way to Death, aku akan membuatnya menjadi nyata. BWAHAHAHAHAHAHAHHAAAAA!" seru Yuuji tertawa laknat menjalankan siasatnya.
"Hentikan, hentikan, kau hanya membuat rumah sakit untung, kau tahu!?" tutur Akihiro mencoba menghentikannya.
"Mari kita sikat ikan - ikan teri ini, Oga!" seru Tora-sensei bersemangat.
"Wuoh, tentu saja, setelahnya, aku akan memutilasimu, iya 'kan, Berubo...!?"
"Aihhh!" sang bayi dengan hanya mengenakan popok pam*pers meninju udara dengan tangan kirinya dengan mata berkilat - kilat.
"Apa itu?"
"Bayi?"
"Kenapa aku baru sadar?"
"Heh, dipunggu sensei itu ada bayi..." tutur Akihiro melihat si bayi yang berkilat - kilat semangat, "Sepertinya dia bayi iblis."
"Mana!? Mana bayi iblis?!" seru Yuuji dengan senyum mengerikan terlukis di wajahnya, ia mencari - cari keberadaan bayi tersebut.
"Kenapa pula aku nyebutin si bayi...?" Akihiro menyesali hidupnya(?)
"Ah, itu dia!" mata Yuuji ber-bling bling ketika ia menemukan sosok bayinya, "AKU DATANG BAYI! GYAHAHAHAHAHAHA!" serunya tertawa nista menuju Oga-sensei dan bayinya. "RASAKAN INI, GYAHAHAHAHA!" Yuuji menyabet Oga-sensei dengan pisau yang ia pegang.
"Tch, sepertinya aku menemukan lawan baru disini, apa kau merasa semangat, Berubo..!?" seru Oga menahan serangan Yuuji.
"AIH!" jawab Berubo penuh semangat.
Yuuji meloncat mundur, lalu maju menyerang, "KAU AKAN MENJADI KORBANKU SELANJUTNYA!"
"BUKAN AKU, TETAPI KAU!"
Dan, mulailau perang yang membawa kehancuran kepada dunia ini.
"Tak bisa dipercaya..." ujar Akihiro melongo melihat pertarungan yang menghancurkan dunia yang ia tinggal ini.
"Jangan lengah, nak!" seru seseorang menyerang Akihiro dari belakang.
Akihiro menoleh ke belakang, dan segera menghindar. Ia melihat siapa yang menyerangnya, "Soul!"
"Yo, Aki," sapa orang itu, Soul Eater.
"Jangan lupakan aku!" seru seseorang. Akihiro menoleh ke atas. "AKKI!" lanjut orang itu mengayunkan goloknya ke arah Akihiro. Mau tak mau, Akihiro harus menghindar lagi.
"H-hai, Black Star. Tadi, cukup berbahaya," tutur Akihiro.
"Apa maksudmu, Akki!? Kita sedang dalam Upacara Penghabisan Darah, kau tahu!?" jawab Black Star dengan seringai khasnya.
"Bukannya Upacara Adu Jotos Hari Pertama Tahun Ajaran Baru, ya?" batin Akihiro tak mengerti.
"Akki, belakangmu," peringat Soul.
Akihiro menoleh ke belakang. 2 peluru melesat menuju arahnya. Segera, ia menunduk karena kaget, "A-apa - apaan itu...!?"
"Si Kid sudah menjadi gila karena semuanya tidak sesuai dengan jalan otaknya," jawab Black Star.
"Semuanya tidak simetris, itu maksudnya," lanjut Soul.
"O-oh..." Akihiro hanya ber-oh ria.
"Ayo kita bertarung hingga menjadi, the last one standing!" seru Black Star.
"Yo!" Soul dan Akihiro menyambut baik ajakan itu. Mereka kembali bertarung, hingga 45 menit berlalu. Bel pelajaran pertama pun berbunyi. Sudah banyak yang tumbang dari Upacara Adu Jotos ini. Namun, tentu saja, masih ada yang bertahan.
Yaitu:
-Nakatsuka Akihiro, grade 1
-Galleon Martin, grade 1
-Ishida Kaito, grade 1
-Hasegawa Yuuji, grade 1
-Suzuki Kazuo, grade 3
-Ashton Russell, grade 3
-Hanzo Urushihara, grade 1
-Maou Sadao, grade 2
-Shiro Ashiya, grade 3
-Sakamaki Izayoi, grade 3
-Rayhan Gilmore, grade 2
-Black Star, grade 2
-Death the Kid, grade 2
-Soul Eater, grade 1
-Natsu Dragneel, grade 1
-Gray Fullbuster, grade 1
-Sting Euclife, grade 1
-Rogue Cheney, grade 1
-Gajeel Redfox, grade 2
-Elfman Strauss, grade 3
-Jellal Fernandes, grade 3
-Hendra Marpaung, grade 2
-Eren Yeager, grade 2
-Levi Ackerman, grade 3
-Hidenori Tabata, grade 2
-Yoshitake Tanaka, grade 2
-Tadakuni, grade 2
-Austin Lewman, grade 3
-Alfred Shelton, grade 3
-Nico Black, grade 3
-Takayanagi Misao, grade 3
-Oga-sensei dan Berubo
-Tora-sensei
-Pin-sensei
-Izaya-sensei
-Shizuo-sensei
-Nagato-sensei
-Heath-sensei
Jika dilihat - lihat, cukup banyak juga yang bertahan hingga akhir. "Oke, ehem, ehem," Pin-sensei mengetes mic yang ia pakai, "Oke, um...selamat bagi kalian yang bertahan. Masing - masing dari kalian akan ditempatkan di special class sesuai tingkatan kalian. Yang masih bertahan di special class, selamat. Di kelulusan kalian nanti bakal ada reward, yang baru, selamat berjuang aja. Dan, bagi para guru yang bertahan, tentu saja kalian akan mengajar special class ini, dan...baiklah...kalian boleh pulang. Datanglah besok lagi untuk sekolah. Kelas kalian akan terpampang di mading sekolah, tetapi tidak untuk special class. Bagi murid special class, berkumpulah di lapangan saat bel berbunyi. Oke, sekian dari saya. Selamat pagi."
Pin-sensei mengakhiri pidatonya.
Para murid baru cengo' ditempat. "WTF!? Kita berjuang setengah mati, dapetnya cuman pidato gak jelas aja!?" seru Leo penuh amarah.
"Entah tuh, dasar Pin!" cemoh Black Star.
"Biarkan saja, ayo kita lanjutkan, Izayoi!" seru Kazuo mengambil ancang - ancang.
"Oh, tentu saja, ayo," Izayoi menerima tantangan dari Kazuo.
"Hei, ayo pulang, Yuuji, jangan terlalu terobsesi dengan bayi itu. Itu hanya bayi manusia biasa, bukan bayi iblis..." tutur Akihiro dengan lemas menahan Yuuji yang masih terobsesi dengan bayi yang menempel di punggung Oga-sensei.
"GYAHAHAHA! BAYI IBLIS! GWAHAHAHA!" Yuuji tertawa laknat.
"Bakaito, tolong aku dong!" seru Akihiro meminta bantuan.
"Ayo Yuu, aku traktir kau makan di Godiva sekarang, ayo Akki, Leo, kami duluan ya!" tutur Kaito menyeret Yuuji yang semakin ganas.
"Sampai jumpa, ayo Leo," ucap Akihiro menarik tangan Leo.
"Eh, oh, sampai jumpa~" Leo melambaikan tangan.
"Sampai jumpa!" ujar Soul.
"Sampai ketemu besok!" seru Black Star melambaikan tangannya.
"Ini, itu, ini, itu, ini, itu, SEMUA TIDAK SIMETRIS!" teriak Kid frustasi.
Soul dan Black Star menatap datar Kid. "Rambutmu itu juga kagak simetris, bodoh," tutur Black Star jengkel.
Kid shock ditempat, dan BRAK! ia jatuh pingsan.
"Apa yang harus kita lakukan terhadap mayatnya?" tanya Black Star.
"Biarkan saja membusuk," jawab Soul berlalu pergi.
"Hei, aku ikut!" seru Black Star mengikuti jejak teman seperjuangannya.
.
"Upacara adu jotos terburuk yang pernah aku alami sepanjang sejarah hidupku," batin Akihiro yang merasa lemas.
...~End of First Day Ceremony in 04 High School~...
Nacchan: Yeah, akhirnya selesai juga! Udah berapa lama ya Nacchan meninggalkan fanfic ini?
Arisu: Yang pasti lebih dari satu bulan
Nacchan: Haha iya (tawa garing)
Arisu: Minna-san tachi, jangan lupa review ya~
Nacchan: See you next time~!
Haruka: Kekurangan dari fiksi ini mohon di maafkan, terima kasih telah membaca dan mereview fanfic ini, sampai jumpa di episode selanjutnya, ya~
Nacchan & Arisu: (muncul tiba - tiba kayak hantu!?) (kaget)
Kami selaku Nacchan48 Project(?)
Ingin mengucapkan
~{Arigatou Gozaimasu}~
Kepada anda yang telah membaca dan mereview
Sampai jumpa di chapter depan
~Salam dari semua pemain~
