Chapter 3
Ternyata pidato dari Gaara telah selesai, dan sekarang mereka semua dipersilahkan bubar untuk melihat kelas yang akan mereka tempati di papan pengumuman.
"hey, ayo kita lihat, kita dikelas berapa." Ajak Chouji semangat, Naruto segera menyusul Chouji dan Kiba, diikuti oleh Shikamaru yang terlihat sangat malas. Naruto berjalan bersejajar ama Shikamaru.
"hey Shika, kenapa kamu selalu terlihat mengantuk? Apa setiap harinya kamu selalu tidur malam?" Tanya Naruto penasaran dengan sikap Shikamaru yang seperti itu.
"hahh… bisa dibilang begitu, ayah selalu meminta bantuanku untuk menyelesaikan tugas yang menurutnya rumit, mana aku disuruh jadi hacker pula." Naruto tersenyum mendengar cerita Shikamaru.
"enak ya. Bisa browsing terus. Tapi dampaknya buat kesehatan kan nggak bagus juga kalo kamu keseringan begadang.."
"emang iya, tapi mau gimana lagi, aku juga suka dengan kerjaan yang ayah berikan kok." Jawab Shikamaru, memperlihatkan sedikit semangatnya.
"hehehe… kalo udah semangat begitu sih, apapun pasti terasa ringan."
"hoooi… kita semua satu kelas lhoo.." Chouji terlihat berlari menghampiri Naruto dan Shikamaru, sedangkan Kiba berjalan santai dibelakang Chouji.
"wah? Benarkah?" Naruto merasa senang jika itu memang benar. Jadi dia tetap bisa sekelas dengan teman teman barunya ini.
"tapi.. kita juga satu kelas dengan member IP. Cih menyebalkan sekali." Protes Kiba, kurang suka jika harus satu kelas dengan para pangeran sekolah yang baru.
"yah.. apa mau dikata, kita kan nggak bisa memilih kelas, masih untung kita berempat bisa sekelas." Sela Shikamaru di saat Kiba ingin melanjutkan protesnya, Naruto tertawar renyah saat melihat wajah Kiba yang sedngan merajuk begitu.
"dasar, benar apa kata Shika kan Kiba… ya udah, ayo kita ke kelas. Nanti kita bisa kena hukum dari sensei kalo kita telat masuk ke kelas." Ajak Naruto, segera berjalan sejajar dengan Chouji, karena dia nggak tau dimana letak kelas barunya.
"jadi, kita di kelas idaman?" Tanya Shikamaru.
"yah, bisa dibilang begitu, padahal otakku ini pas-pasan" aku kiba, bilang aja kalo kau itu bodoh [di gigit Akamaru.]
"kelas berapa?" Tanya Naruto.
"kelas 1-1, kelas favorite. Karena dikelas itu berisi orang-orang jenius, kaya dan juga orang-orang keren." Jawab Chouji, Naruto Nampak berpikir.
"mungkinkah aku salah masuk kelas?" Tanya Naruto lebih pada dirinya sendiri.
"apa maksudmu?"
"jika kelas itu memang berisi orang-orang yang disebutkan Chouji tadi, kemungkinannya sangat besar kalo aku salah masuk kelas. Aku ini nggak jenius, kaya ataupun keren. Jadi mana mungkin aku bisa masuk ke kelas 1-1." Jelas Naruto panjang.
"hmmm.. tapi tadi aku check berulang kali kok, di urutan nomer 21 ada namamu, Naruto Namikaze. Mungkin karena kamu murid beasiswa." Jawab Chouji ngasal banget.
"heh? Aku dapat beasiswakan bukan karena kecerdasaan otakku."
"yah, tapi yang jelas di papan pengumuman tadi ada namamu di kelas 1-1, jadi kamu jangan banyak protes Naruto, ayo masuk, kita udah sampai depan kelas nih!" seru Kiba, saat menyadari posisi mereka yang tepat di depan pintu, akhirnya tanpa perlu diminta untuk kedua kalinya, Naruto cs segera memasuki kelas tersebut.
Silence~~~
Semua penghuni kelas terdiam saat Naruto masuk duluan. Membuat Kiba cengo. 'ada apa sih? Kok pada diem aja?'
"kyaaaaaaaaa! Dia cowok yang tadi pagiiii….!"
"gyaaaa…. Kita juga sekelas ama dia…! Oh my God.." teriak siswi pada histeris melihat kedatangan Naruto dan teman-teman [kayak apa aja]. Sontak membuat Naruto, Kiba dan Chouji sweatdrop, Shikamaru mah cuek-cuek aja.
"eng.. selamat pagi semua…" sapa Naruto canggung, meski canggung, tapi tak lupa, senyuman charming juga ikut nampang di wajah nya yang udah tampan dari sononya. Bikin kelas makin ribut ama teriakan histeris siswinya.
"kyaaa….!"
"kawaaiii!" nah lho, cowok dibilang manis.
"kereeeen!" ini baru bener.
"nama kamu siapa.. kamu cakep banget deh."
"ng.. namaku Naruto Namikaze, salam kenal." Naruto membungkuk di depan kelas, lalu sebelum makin ribut, Naruto segera di tarik Kiba untuk duduk di barisan paling belakang bersama Shikamaru dan Chouji.
"kau malah tebar pesona."
"eh? Nggak kok, kan ada yang nanya nama, ya kujawab aja."
"padahal IP belum pada dateng ya, tapi udah riuh gini." Kata seseorang beramput hitam lurus, berkulit putih dengan senyum yang aneh, Simura Sai namanya. Siswa yang duduk di depan meja Naruto.
"aku bahkan sampe lupa kalo kita sekelas ama mereka." Timpal cowok dengan ramput berponi tebal, bernama Rock Lee. Bikin Naruto ama Kiba sweatdrop aja. Nggak tau juga kenapa mereka ikut nimbrung obrolan Kiba cs. Hahaha…
Tak berselang lama, para member IP pun segera memasuki kelas, terdengar teriakan hysteria yang jauh lebih dahsyat karena kini cowok tampan dan keren yang memasuki kelas nggak cuman satu. Tapi ada 6, wew [author ikutan triak triak gaje XD]
"kyaaaa! Sasuke-kuunn!"
"kyaa..Itachi-sama..!"
"ada Neji-samaaa..!"
"kyaaa,.,, Gaara-sama..!"
"Kimimaro-kunn!"
"Nagato-sama, daisukiii!" teriak para siswi nggak karuan. Bikin telinga berdengung dan memekakkan gendang. Dasar para wanita. Sukanya kalo triak-triak pas ada cowok cakep. Naruto tampak melihat satu per satu wajah dari member IP. 'perasaan Gaara nggak secakep itu deh' batin Naruto [kau itu, menjelekkan wajah sodaramu sendiri Nar]. Tatapannya bertemu dengan tatapan tajam dari mata yang sekelam langit malam.
Onyx hitam bertemu shappire biru
DEG! DEG! DEG!
Debaran jantung yang cepat dan tak beraturan datang dari arah dada kiri pemuda berambut emo mencuat keatas, setelah melihat keindahan shappire biru yang cerah. Sedangkan Naruto, ia segera memutus kontak mata antara mereka, karena sudah cukup melihat wajah para member IP. Sedangkan si pemuda emo nampak sedikit kecewa ketika kontak matanya dengan pemuda shappire terputus.
'cih! Sial, siapa pemuda itu' batinya. Untuk pertama kalianya selama hidup di dunia ini, pemuda berambut emo a.k.a. Sasuke Uchiha melamun di depan orang banyak, Itachi yang menyadari itu segera menyenggol pelan lengan adiknya.
"ada apa?" bisiknya. Hanya dijawab gelengan singkat yang nyaris aja tak terlihat. Itachi hanya menghela napas berat, melihat polah tingkah adik kembarnya. Dia segera berjalan ke tempat duduk yang ada di barisan belakang. Tentu aja duduk bareng Sasuke.
"hey Nar, aku nggak sangka, ternyata kita bakal bersebrangan ama duo Uchiha itu." Bisik Kiba, Naruto yang masih menatap ke luar jendela segera menoleh kearah bangku yang ditunjuk Kiba.
"biarkan aja. Mereka kan bebas milih. Eh? Nih anak kok cepet banget tidurnya." Kata Naruto saat melihat Shikamaru udah lelap dan terbawa mimpi, sedangkan Chouji nampak asik dengan snacknya. Bikin Naruto ama Kiba sweatdrop bareng.
"dasar…" ucap mereka bebarengan. Sedangkan Chouji asik dengan snack yang entah kenapa nggak ada habisnya. Naruto dan Kiba masih asik dengan obrolan ringan mereka, hingga mereka tak menyadari jika daritadi ada yang memperhatikan kedekatan mereka. Siapa lagi kalo bukan Sasuke Uchiha.
"hey touto, kau kenapa? Jangan bilang kau jatuh cinta pada salah satu pemuda itu.." Itachi yang merasa risih karena sikap adiknya yang nggak seperti biasanya, memutuskan untuk menegurnya lebih dulu, karena biasanya Sasuke akan cerita apapun itu padanya.
"hn" cuman jawaban itu yang diberikan oleh sang adik tercinta, menandakan bahwa adiknya benar-benar terpikat oleh pemuda yang sedang diperhatikannya.
"kau ini, apa gara-gara dia kau jadi menyimpang begini? Hish! Benar-benar deh." Gumam Itachi yang tak ditanggapi oleh Sasuke, karena dari tadi Sasuke tengah sibuk memperhatikan gerak gerik pemuda pirang yang belum ia ketahui namanya.
"hey Naruto, kenapa kau melamun?" Tanya Kiba cukup didengar oleh telingan Sasuke, pucuk di cinta ulam pun tiba, nampaknya dewi keberuntungan tengah berpihak padanya. Baru aja dia galau karena nggak tau nama sang pujaan hati, eh ternyata bocah jabrik coklat nyebutin namanya.
"nggak kok, hehehe." Merekapun menjalani sisa hari ini dengan tenang dan damai.
To be continued….
