Title : Don't tell me we are dating a same girl.!
Author : By me Izumi Chieko
Chapter : two of two
Pair : IchiRuki , ByakuHisa
Genre : Romance, Crack.
Warning : Byakuya disini kugambarkan dengan new look nya di Lost Agent. Supaya gak kelihatan om om bgt hhe (Author seketika kena tebas senbonzakura). And buat Rukia dan Hisana di awal cerita aku akan lebih banyak nyebut mereka dengan marga Sosuke. Ceritanya mereka anak nya Sosuke Aizen. ^^b
Disclaim : I own Byakuya and Ichigo, They are in my room right now, ironing my clothes lol. (author diinjek). Ok ok sadly I don't own them, Bleach belongs to Tite Kubo-sensei. But this fict is Mine, originally from my stupid imagination!.
Summary : "Jadi yang mana pacar mu?.."
A/N : tak banyak bicara Author hanya mau mengucapkan sankyuu sebanyak-banyak nya untuk reader yang sudah menyempatkan diri membaca sampai me-riview Fict ini. m(_ _)m…arigato ..
Saa hope you enjoyed minna-sama.
.
.
.
Normal POV
Setelah tiga hari pasca kejadian di Kantin, tiba-tiba Ichigo mendapat telfon dari seorang pria yang bernama Aizen dia mengaku sebagai Ayah dari Sosuke-chan. Orang bernama Aizen itu meminta agar Ichigo datang sore ini kekediaman Sosuke. Dalam hati Ichigo merasa sangat lega karena mendapat telpon langsung dari Ayah gadis Sosuke itu, karena sudah tiga hari ini Sosuke tidak masuk kampus.
Dan kini Ichigo sudah tepat berada di depan pagar kediaman Sosuke, matanya terbelalak seketika ketika melihat Byakuya juga sedang berdiri disana. Begitu juga dengan Byakuya yang juga tak kalah terkejut saat mendapati Ichigo ada disampingnya, setelah acara kejut-kejutan, mereka pun akhirnya sama-sama memutuskan untuk membuang muka. 'sial! Kenapa orang ini ada disini?' batin mereka bersamaan.
"Siapa yang menyuruh mu datang?" tanya Ichigo pada Byakuya
"Bukan urusan mu!"
"Tamu tak diundang, heu?"
"Ayah nya yang mengundangku.."
'Kuso! Apa maksutnya ini? Apakah Ayahnya berniat melakukan sayembara untuk menentukan siapa yang pantas menjadi pendamping putrinya?' batin Ichigo.
Dalam hening Byakuya dan Ichigo masuk kedalam Rumah besar itu, dan begitu sampai ruang tamu, bisa mereka lihat sepasang suami isteri sedang duduk menunggu kedatangan mereka. Dan tanpa basa-basi Byakuya dan Ichigo dipersilahkan duduk, kemudian sepasang suami isteri ini memperkenalkan diri mereka. Dimana sang suami bernama Sosuke Aizen dan sang isteri bernama Sosuke Unohana.
"siapa diantara kalian yang beranama Kurosaki Ichigo?" tanya Aizen.
Dengan ragu-ragu Ichigo mengangkat tangan.
"Jadi kau yang membuat anak gadis ku tak mau keluar kamar tiga hari ini?"
"Hee? O_Oa " Ichigo bingung mendengar pernyataan Aizen.
"Dan kau pasti yang bernama Kuchiki kan?" lanjut Aizen mengalihkan pandangannya pada Byakuya tanpa memperdulikan Ichigo yang masih setia dengan wajah bingungnya.
"Haik.." Ucap Byakuya sopan.
"Lalu sebenarnya kenapa kami berdua dipanggil kesini paman?" tanya Ichigo.
"Haah~ sayang panggil mereka berdua. Kalau tau Kuchiki-kun dan Kurosaki-kun ada disni mereka pasti mau keluar kamar!" seketika Unohana Isteri nya langsung mengangguk dan naik ke lantai atas.
"Mereka..?" Ichigo kembali memasang wajah bingung , namun kini bukan hanya Ichigo tapi Byakuya pun sama bingungnya. Siapa yang dimaksut 'mereka' ini?
Tidak berapa lama derap langkah pun terdengar dari atas lantai. Terlihat Unohana turun sambil memapah Sosuke yang kelihatannya sedang sakit, karena terlihat lemah , dan seorang Sosuke lagi turun dengan mata sembab.
"Chotto Matte! Ke-Kenapa ada dua Sosuke?" Ucap Ichigo dan Byakuya bersamaan.
"Ke-kembar?" kini wajah Byakuya terlihat kaget matanya terbelalak, tapi masih sedikit elit bila dibandingkan dengan wajah Ichigo yang terlihat oon saking terkejutnya. #Author diinjek.
"sepertinya sekarang sudah jelas masalahnya.." Ucap Unohana sambil memamerkan senyumnya.
"Semua gara-gara Kaa-san, coba kalau Kaa-san tak memperlakukan kami seperti anak kecil yang mentang-mentang kembar jadi harus memakai pakaian dan aksesoris yang sama ..karena ini membuat orang-orang tak sadar bahwa ada dua Sosuke di kampus.." gadis bermata sembab itu sedikit memarahi ibunya.
Dan seketika Ichigo tersentak , sepertinya dia sangat familiar dengan gadis itu.
"Jadi..?" tanya Byakuya sedikit meminta kejelasan.
"Begini yah Kuchiki-san.. kakak ku ini menyukaimu sejak lama, dia selalu memberikan mu bekal setiap selesai latihan club, dan aku juga ternyata baru tau kalau diam-diam dia suka menatap mu di Lapangan basket.." ucap si gadis bermata sembab ceplas ceplos.
"aduuh~kenapa kau katakan itu?" gadis yang sepertinya sakit itu merajuk malu.
"Ck, Nee-chan ini bagaimana sih ? mau urusannya kelar atau tidak?"
"lalu tiba-tiba nee-chan demam tinggi, kemudian dia meminta ku untuk menggantikannya mengantar bento untuk mu, ." Ucap gadis Sosuke bermata sembab itu sambil merlirik sinis pada Ichigo.
"Jadi itu sebabnya waktu itu kau merasa bingung saat ku tanya 'sejak kapan kau mulai melihatku di Lapangan'?" tanya Byakuya..
"Iya , karena nee-chan tidak pernah cerita kalau dia selalu menatap mu diam-diam dan dia hanya menyuruhku memberikan bento saja.."
"Eh...OAO .." Ichigo tertegun mendengarnya.
"Jadi seperti itulah, putri kami ini kembar tapi kepribadian mereka berbeda, yang satu pemalu dan yang satunya lagi ceplas-ceplos…" jelas Aizen yang diikuti anggukan tanda mengerti dari Byakuya dan Ichigo.
"Hmp.. jadi sudah jelas kan masalahnya ? aku akan kembali ke kamar.." gadis Sosuke yang sedikit galak itu langsung naik ke kamarnya.
BLAM! terdengar suara pintu terbanting, dan itu membuat Ichigo yakin kalau gadis Sosuke yang itu adalah Sosuke pacarnya.
"Maaf Kurosaki-san, karena aku kalian jadi putus.." Sosuke sulung membungkuk memohon maaf pada Ichigo atas kesalahpahaman yang terjadi.
"Jadi kamu yang selalu memberiku bento?" tanya Bykauya garuk-garuk tengkuk leher dengan canggung.
"I-iya, gomen.."
"ah, ie..ie aku berterimakasih , aku suka dengan bento nya, masakan mu enak.."
Seketika ucapan Byakuya mampu membuat semburat merah muncul di wajah gadis Sosuke yang terlihat pucat itu. Sementara kedua orang ini terlihat asyik mengobrol, Ichigo yang sedari tadi memperhatikan pembicaraan mereka kini merasa terusik sendiri.
'haiiiiih~ mereka berdua malah saling malu-malu kucing, mukanya sudah seperti tomat busuk aja?' batin Ichigo.
"Bo-boleh aku tau namamu?" tanya Byakuya mencoba agar tak terlihat gugup.
"ng.. Sosuke, ano Sosuke Hisana." Ucap gadis itu smbil menyambut tangan Byakuya yang terulur.
'ooh, jadi Kakaknya bernama Hisana, lalu siapa gadis yang jadi pacar ku kemarin?' batin Ichigo lagi dengan expresi seolah berfikir keras sampai-sampai kedua alisnya menyatu.
"Kurosaki-kun, sampai kapan kau mau berdiri disana terus?" tanya Aizen.
"Haaa?" Ichigo bingung.
"Dia mungkin memang agak dingin, tapi sejak dia putus dengan mu dia selalu mengurung diri di kamarnya.." terang Unohana tetap dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"ano.. ng~apa aku boleh ke-ke kamarnya?"
"Silahkan..!" jawab Aizen sambil tersenyum.
Ichigo mengangguk, dan melangkahkan kaki ke lantai atas, samar-samar dia bisa mendengar Byakuya yang meminta izin kepada Aizen dan Unohana untuk mengencani Hisana, 'tak ku sangka si Pangeran Es itu bisa juga jatuh cinta..' batin Ichigo lagi.
"Ichigo berhenti pada sebuah pojokan dimana pintu kamarnya saling berhadapan, satu kamar bertuliskan 'Hisana' dan satu lagi bertuliskan 'Rukia'.
'Rukia?' itukah namanya?'
Kemudian Ichigo langsung mengetuk pintu bertuliskan 'Rukia' namun tak ada jawaban sampai pada ketukan ke-empat. Lalu ichigo memberanikan diri untuk membuka pintu yang ternyata tak terkunci , ichigo pun melangkahkan kakinya ke dalam kamar tersebut.
Kamar ini terlihat feminim walau tak begitu sih, dengan dinding bercat ungu serta tirai jendela bermotif bintang yang juga berwarna ungu, kasur king size dengan bad cover gambar kelinci kecil putih berwarna ungu, lemari yang penuh dengan buku yang juga bewarna ungu. Serta foto Ichigo yang diletakkan di nakas samping tempat tidurnya.
Ichigo megerutkan dahi nya saat melihat foto dirinya terpampang disana. Pasal nya itu adalah foto dengan pose Ichigo yang sedang tertidur pulas saat mendengar kuliah gratis dari gadi sosuke pacarnya itu.
'Kapan dia memfoto ku?' batin Ichigo.
"Hiks…"
Suara isak tangis pelan terdengar jelas ditelinga Ichigo, berasal dari balik gulungan selimut tebal diatas ranjang.
"Hei…!" sapa Ichigo pelan sambil duduk di sisi ranjang.
Gadis itu membuka gulungan selimut yang menutupi dirinya lalu kembali membuang muka saat mendapati Ichigo lah yang menyapanya.
"Mau apa kau?" tanya nya jutek.
"Huaaa~galaknya …" goda Ichigo..
"Ng… boleh aku kenalan?" lanjut Ichigo dengan nada ramah.
Gadis itu pun terbangun dan duduk menyandar pada kepala ranjang, kemudian tanpa keraguan Ichigo pun mengulurkan tangannya.
"dulu aku tak cukup mengenalmu, jadi mulai sekarang izinkan aku mengenal mu lebih jauh.."
Ichigo melihat bibir gadis itu bergetar menahan tangis. Kemudian menyeka air mata yang terlanjur jatuh menetes dikedua pipi gadis itu..
"hm?" tanya Ichigo lagi sambil menyodorkan tangannya kembali.
Dan dengan ragu gadis itu menyambut uluran tangan Ichigo.
"Sosuke.." jawabnya..membuat Ichigo menaikan sebelah alisnya, meminta gadis itu menyebutkan nama lengkapnya.."Sosuke Rukia.." lanjutnya.
Ichigo menggenggam erat tangan gadis itu dan menatap nya lekat.
"Gomenne Rukia.." Ucap Ichigo tulus.
Emosi gadis itu tumpah yang seketika langsung membuat nya memeluk Ichigo dengan erat, dan ia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Ichigo.
"Maaf Rukia, aku tak mempercayaimu.." ichigo mengangkat wajah Rukia dan menyeka air matanya, lalu menyentuh bibir merah si gadis kembar bernama Rukia itu.
"Daisuki..I Love You" ucap Ichigo mengecup pelan bibir Rukia. Berbeda dari ciuman mereka yang pertama kali ini Rukia membalas ciuman dari Ichigo memuat Ichigo tak bisa menahan untuk tak menyentuh dada Rukia yang terlihat datar tapi ternyata berisi..'aaahh~gobloknya aku' batin Ichigo.
"Kau..?" Rukia melepas ciuman mereka lalu memukul tangan Ichigo dan melayangkan death glare pada cowok berambut oranye itu. "Masih terlalu cepat 10.000 tahun untuk menyentuhku seperti itu..!"
"Huaaaa judes nya keluar deh.." goda Ichigo. "Tapi masa iya harus sampai 10.000 tahun? Tega sekali kau membuatku menunggu selama itu? Lagi pula kalau aku menikahimu beberapa tahun yang akan datang aku sudah bisa menyentuhmu sesuka hati ku." Lanjut ichigo.
Seketika sebuah bantal berbentuk kelinci mendarat dengan mulus diwajah Ichigo.
"Kau …..dasar mesum!" Ucap Rukia. Yang hanya ditanggapi Ichigo dengan cengiran khas nya.
.
.
Tbc apa Owari yah ? 0.0?
Owari ajah kali yak.. kalau nanti ada mood baru kita bikin sequel nya XDb.
.
.
An: Wuhuuuuu~ welcomeback, akhirnya saya bisa update dan bikin fict lagi, setelah hampir 3 minggu disibukan dengan pekerjaan yang begitu menumpuk di kantor.. fyyuuh~ #lap kringet pake haorinya toushiro #ditendang seketika. (=_+)
Sekali lagi author yang amatir ini mohon maaf bila ada banyak typo dalam penulisan fict ini, dan mohon maaf bila jalan dan alur ceritanya gaje, maklumlah yah namanya juga author amatir.. dan SANKYU A LOT yang udah mau baca dan review chap 1 fict ini. Author pun mengharapkan review fict chap 2 ini ^^/ #lambe2.
Dan fict dengan judul "Kardus bolong" akan segera rilis… so pantengin terus izumi chieko di FFn. #penonton seketika kabur. .hoho saya gak butuh penonton saya butuhnya reader..#reader pun kabur seketika..#author gelindingan di pasir..
See ya next fixt ^^/ #tebar biji duren bareng grimmjow.
