Keesokan harinya Matsuri tampak lesu…bukan apa-apa sih…masalahnya dia selalu teringat dengan perilakunya yang memalukan…..mencium seorang Gaara Sabaku…sungguh, ia pasti sedang tidak waras. Oke…anggap saja begitu..saat semua orang tengah membicarakan Sasori yang super imut, atau idola Konoha High School, Sasuke…maka Matsuri tergila-gila dengan orang yang sama sekali gak ada daya tarik seperti Gaara. Ah..Matsuri merasa gila…sekarang dia yang berusaha menghindari Gaara hingga saat sepulang sekolah Gaara menariknya ke perpustakaan untuk belajar Aljabar. "Kenapa kau menghindariku? Kau tidak suka denganku, kenapa kemarin memintaku untuk mengajarimu aljabar?"sahutnya. Matsuri tambah gugup, "Maaf, se..senpai ta..tapii saya..". Gaara seolah bisa membaca pikiran Matsuri, "Sudahlah, aku mengerti…aku memaafkanmu yang sudah menciumku sembarangan kemarin…". Dalam sekejap muka Matsuri langsung merah.
Gaara sangat heran, ia pun memegang dahi Matsuri. "Kau sakit? Mau kuantar pulang?". Matsuri menggeleng.. "Tidak perlu senpai, aku akan pulang sendiri…ayo kita mulai saja belajarnya. Terima kasih senpai mau memaafkanku karena mencium senpai". Mereka pun belajar bersama dan yah..Gaara lumayan strik dan sabar menghadapi Matsuri yang rada lelet menerima pelajarannya. Untung saja perempuan, entah deh kalo lelaki..mungkin udah dikubur hidup-hidup ama Gaara. Lagipula satu hal yang membuat Gaara betah dengan gadis ini…Ia sangat mirip dengan Karura, ibunya yang sudah lama meninggal.
Saat Matsuri pulang sendiri, ia diculik lagi. Yup, tenang…kali ini yang nyulik Temari dan Kankuro kok…, "Hei…kamu nguntit adik kami ya? Siapa namamu? Apa tujuanmu menguntit Gaara?" Diberondong pertanyaan begitu, Matsuri malah bingung mau ngejawab yang mana. "Saya Matsuri, adik kelas Gaara senpai. Se..sebenarnya saya…saya penasaran sama Gaara senpai….orang bilang Gaara senpai itu preman, jahat, ngirim orang ke rumah sakit tiap bulan tapi…Gaara senpai juga seorang yang lembut dan sabar mengajariku…Aku hanya ingin belajar dari Gaara-senpai"sahutnya gugup. Mendengar perkataan gadis itu, Kankuro tertawa "Hahahahaha….ya ampun gadis ini polos sekali…Temari. Kau yakin dia bisa menghentikan Gaara berkelahi?". Temari lagi-lagi memandangi gadis itu dari atas sampe ke bawah, "Hmm, gaya kamu plain banget..tapi ga papa…Gaara bukan orang yang menilai penampilan…Dek…kamu mau kan jadi teman Gaara yang bisa menahannya berkelahi… Dia selalu berkelahi padahal dia sangat berbakat. Lagipula kau satu-satunya perempuan yang dekat dengannya"
"Jadi…sa..saya harus bagaimana? Gaara senpai pasti membunuhku kalo sampai aku berbuat yang aneh-aneh…."cicit Matsuri. Sebuah ide cemerlang memasuki pikiran Temari. "Jadi…kami ingin kamu mengawasi Gaara biar gak berkelahi….terserah deh mau pake cara apa aja…kuliat Gaara gampang banget luluh sama kamu". Matsuri mengernyitkan keningnya, "Ta..tapi saya dan Gaara-senpai baru kenalan…apa kalian yakin? Lagipula se…senpai pasti marah..". kali ini Kankuro yang turun tangan. "Jangan khawatir…dia gak akan mencelakai perempuan kok. Lagipula…kalau diliat-liat..kau mirip ibu kami…aku yakin alasan Gaara melembut padamu karena itu". Temari dan Kankuro kembali memohon hingga Matsuri terpaksa mengiyakan. "Nah..kalo begitu kau akan bekerja di rumah kami…". Matsuri kaget sekali…mereka mau memperkerjakan Matsuri? Oke, Matsuri mengaku ia memang kelimpungan mencari pekerjaan agar bisa membiayai uang sekolah dan baru saja kemarin ia dipecat karena banyak bolos. Tentu saja bolos karena mengincar pangeran pujaan hati.
Oke…sekarang Gaara yang duduk di meja makan heran melihat menu makan malam mereka beda dengan biasanya dan ada seorang koki baru yang mondar-mandir di dapurnya. Keheranannya bertambah setelah tahu kalo dia itu adalah Matsuri. Matsuri menggaruk kepalanya hingga kedua kakaknya datang dan menjelaskan bahwa Matsuri dipekerjakan untuk membantu mereka membersihkan rumah. Matsuri tersenyum gugup, "Ma..maaf mengganggu senpai…saya pulang dulu"sayang, ia kurang cepat dan Gaara keburu menariknya ke meja makan untuk makan bersama. Kedua kakak Gaara senyum-senyum penuh arti apalagi herannya hari itu Gaara makan 2 kali lebih lahap dari biasanya hingga Kankuro mengatakan bahwa Matsuri adalah calon istri yang baik dan ini membuat Gaara tersedak. "Matsuri, mumpung kau disini aku akan mereview kembali pelajaran aljabar tadi siang"sahut Gaara. Tak terbayang muka Matsuri yang tadi merah tersipu menjadi biru pucat karena takut. Ya iyalah…guru strik seperti Gaara bikin jantung seperti naik roller coaster.
