Kita pindah ke Naruto, yang memulangkan Hinata dalam keadaan utuh pada keluarga Hyuuga. Mansion itu tampak rapih dan luas menunjukkan tipikal keluarga bangsawan, mirip seperti punya si teme Sasuke. Begitu Naruto berniat pulang setelah menurunkan Hinata di depan rumah ternyata ia diminta masuk oleh sang tuan rumah. Ia mulai merasa hawa-hawa gak enak. Berhadapan dengan Hiashi Hyuuga mirip rasanya dengan berhadapan dengan Neji, sepupu Hinata yang sister complex itu. Pandangan itu seolah membunuhnya hidup-hidup, ia jadi ingat saat ia terpaksa berkelahi dengan ketua keamanan sekolah itu gara-gara melihat Hinata pingsan digendongannya padahal itu terjadi karena si Kiba yang tidak sengaja melempar bola basket pada Hinata. Karena semua orang takut pada Neji maka gak ada yang berani nolong dan Narutolah yang terpaksa menangggung masalah Kiba itu. Hingga Hinata sendiri yang menjelaskan semuanya dan Neji minta maaf dengan muka merenggut.
"Baiklah, bisa kau jelaskan mengapa kau bisa bersama putriku? Apa alasannya kau menahannya di rumahmu, anak muda?"sahut Hiashi kalem tapi menusuk hati. Diam-diam Naruto mengumpat, "Kaa-san kau membuatku dalam masalah…kenapa juga sih Hinata gak dipulangin aja? Tou-san juga sama begonya, mau-mau aja ngikutin kata Kaasan". Melihat Naruto yang belum bicara, Hinata duluan memberikan keterangan, "Tou-san..kemarin Hinata dicegat di jalan dan Naruto yang menolong Hinata"sambil tersenyum manis. Saat itu, Naruto baru menyadari betapa manisnya senyum Hinata itu. Cyeeeessss, meleleh banget hati Naruto dan ia malah memandangi Hinata lebih lama dan gak sadar kalo pria dewasa di depannya ini memandangnya gak suka.
"Kalo memang begitu, kita buktikan apa kau pantas melindungi putriku atau tidak. Neji…kemarilah…". Oke hal ini yang paling Naruto benci….ia harus bertemu dengan musuh bebuyutannya lagi yang suka cari gara-gara, Neji Hyuuga. Neji maju dengan muka angkuh yang sangat Naruto benci, bukan apa-apa sih…dengan statusnya sebagai preman sekolah tentu saja berurusan dengan Neji adalah hal yang paling menyebalkan karena Neji seksi keamanan di Konoha High School. Neji lalu berbalik pada Hiashi, "Paman…yakin? Bukankah dia anak dari partner bisnis paman?"tanyanya. Hiashi menaikkan alisnya, "Itu bisa diatur, Minato pasti setuju kalo aku yang memintanya karena mengantar putriku pulang. Ia sudah tahu peraturan itu, makanya dia menunggu diluar saat ini". Rahang Naruto melebar, "Whaaaat, oyaji….! Kejamnya kau pada anakmu ini…."ringis Naruto dalam hati. Tiba-tiba Naruto dapat ide jahil, ia minta izin ke kamar mandi. Dia menelepon seseorang yang bisa membantunya.
Tak lama Naruto dan Neji tampak bertarung di dojo Hyuuga. Well, lumayan berimbang sih. Pukulan khas Hyuuga berkali-kali dilancarkan Neji dan Naruto berusaha untuk menahan dan menangkisnya. Hingga suatu ketika, suara penyelamat Naruto datang. "Neji! Kau melupakan buku catatanmu di kelas…"sahut suara seorang gadis. Wajah Hyuuga itu tiba-tiba memerah dengan cepat. Saat Tenten menampilkan dirinya, Neji tampak tidak focus dan langsung Naruto manfaatkan untuk membanting tubuh Neji. Hiashi hanya bisa geleng-geleng kepala kecewa tapi dia tidak bisa apa-apa karena ia tau benar kelemahan satu-satunya keponakannya ini hanya 1 yaitu Tenten Liu, Putri kelompok Yakuza Seinen Liu. Tenten yang melihat itu langsung menghampiri Neji dan segera memapahnya sambil bersungut, "Ugh, apa sih yang kau lakukan di sini? Menantang Naruto lagi?" Tidak sadar, ia berbalik dan menemukan Hiashi menghela napas dan saat itu Tenten tahu maksudnya, "Oh…paman Hiashi..selamat sore".
Hiashi langsung meminta Tenten membawa Neji untuk diobati. Hhh, merepotkan kalo begini. Ia memang pusing kalo Neji udah ada di dekat Tenten, ia pasti langsung OOC (Out Of character). Ia bingung apakah keponakannya seperti itu karena jengah dikejar-kejar sama Tenten atau Neji sebenarnya gugup kalo ada Tenten. Sebenarnya sih mudah aja kalo ia melenyapkan setiap gadis di dekat keponakannya tapi masalahnya adalah Tenten itu adalah anak Seinen Liu kelompok Yakuza yang amat disegani dan tentu saja Hiashi tidak mau sembarangan bertindak dan membahayakan keluarganya.
Ditambah lagi dengan datangnya Seinen Liu yang menawarkan perdamaian dengan Hyuuga asalkan Neji mau bersama Tenten. Bukan apa-apa sih…pasalnya Seinen Liu juga bingung karena Tenten gak pernah mau punya pacar karena tiap kali ada cowok pasti dihajarnya dan anak gadisnya pernah bercerita tentang dirinya yang kalah berkelahi dari Neji. Meski awalnya tidak percaya, tapi saat ia berkunjung diam-diam di sekolah mereka dan melihat anaknya dan Neji bertarung membuatnya mengambil keputusan penting. Demi apapun, Neji harus jadi menantunya.
Naruto kembali dipandangi Hiashi lalu pria itu mengangguk. "Baiklah, kau boleh pulang….namun sebelumnya aku ingin memberikan ini untukmu". Hiashi memberikan suatu gantungan kecil emblem keluarga Hyuuga padanya. Hinata yang melihat pertandingan itu langsung mendekat ke Naruto, "Ano..kau baik-baik saja kan?". Naruto tersenyum ala pepsodent yang bikin Hinata melting, "Taijobu Hinata…Paman…aku pamit pulang". Minato yang mengantar mereka terbahak-bahak melihat muka Naruto kembali babak belur sambil bersungut-sungut kesakitan. "Hmm, aku liat Hiashi mulai percaya padamu. Ibumu pasti senang kau bisa menaklukkan mertuamu dengan baik". Naruto segera melirik ayahandanya tak percaya, "Huaaaaa….Touchan kau kejam sekali ttebayo…". Minato memperhatikan emblem gantungan kunci Hyuuga itu pada kantong Naruto dan tersenyum kecil. Rupanya, si Hiashi setuju Naruto dekat dengan Hinata walau Minato tahu pasti ada maksud tertentu Hiashi untuk itu.
