Sementara itu di Konoha High School, Naruto tampak mengelus badannya yang kesakitan kemarin gara-gara sepupu Hinata yang aneh itu. Ia juga senyum-senyum sendiri karena melihat tingkah konyol Neji saat itu. Untung saja, ia dan Tenten adalah tetangga walaupun jelas sekali ayahnya sangat sebel kalo liat Naruto dekat ama cucunya, terutama setelah ia berhasil masuk ke rumah kediaman Yakuza tanpa ketahuan. Hahahahaha…dan dari situlah ia tahu kalo si Tenten kesal pada seorang Hyuuga dan menunggu untuk menghajar pria itu. Oke sebut saja namanya Neji. Hahahaha….tentu saja ia senang karena punya teman yang membelanya.
Ia merasa ada yang membuntuti dari tadi.. Ehm, sebut saja Hinata lagi mengendap-endap. Oke, Naruto memang lama kelamaan nyadar kalo si putri pemalu ini suka banget nguntit dia tapi Naruto sendiri bingung. Apa sebenarnya maksud Hinata menguntit Naruto? Belum lagi kalo Naruto bicara padanya dia malah pingsan. Haaah, Naruto menghela napas panjang dan ia pun berseru, "Hinata…aku tahu kau dari tadi mengikutiku…keluarlah". Hinata lalu keluar dari persembunyiannya dengan malu-malu dan wajah merah karena ketahuan. Astaga…ca..cantik seru Naruto dalam hati. Well terlepas dari ia masih suka sama pacar si Teme, Sakura tapi Hinata adalah gadis cantik lain yang baru ia sadari belakangan hari ini.
"Ada apa Hinata-chan?"tanya Naruto sabar. Hinata tampak gugup di depannya, "Ini..aku bawakan salep keluarga Hyuuga untukmu…Maaf kemarin Kak Neji keterlaluan…dia tidak bermaksud buruk kok, hanya saja kak Neji terlalu khawatir denganku karena aku lemah". Naruto tersenyum lebar, "Tidak kok Hinata…aku mengerti. Kalau aku jadi Neji aku juga melakukan hal yang sama kok. Ngomong-ngomong, aku bingung kau selama ini mengikutiku terus tapi kalo dekat denganku langsung pingsan. Sebenarnya aku menakutkan untukmu ya?"tanya Naruto bingung. Waw, jantung gadis itu tambah kebat-kebut. Hinata langsung ambil langkah seribu sambil berteriak ga jelas, "SebenarnyaakusukaNarutokun!". Sementara Naruto terdiam bego,"Ha? Aku tidak jelas…Hinata…tungggu aku gak dengaaaaar"sahutnya sambil menyusul Hinata. Neji yang ada di situ menepuk kepalanya sendiri, "Dasar dobe…Kenapa sih adikku yang manis dan cantik itu suka sama Naruto…kan masih banyak lelaki lain. Tidak..tidak ada lelaki lain yang sesuai dengan standarku…sebenarnya Uchiha boleh juga sih..tapi tidak ah…dia udah ada Sakura"sahut Neji menggerutu.
Saat Hinata merasa aman, ia mendengus pelan. "OMGOMGOMG….aku sudah menyatakan cinta pada Naruto….bagaimana ini…bagaimana jika dia membenciku….". Ah Hinata salah sangka, Naruto masih mengejarnya. "Hinata chan..aku menemukanmu ttebayo…"sahutnya sambil mengurung Hinata dengan kedua tangannya. Wajah Hinata seketika pucat dan langsung pingsan lagi. "Hinata-chann! Jangan pingsan!". Sekali lagi mata tajam Neji udah menusuk padanya. Naruto membaringkan Hinata di UKS tentu saja dengan tatapan menusuk Neji. Ia kesal pamannya itu, mempercayakan Hinata pada preman aneh ini dengan alasan bahwa ia mudah teralih bila Tenten ada di dekatnya. Tiba-tiba Kiba memanggil Neji dan berkata bahwa guru Guy menunggunya di ruang olahraga. Fuuh, terpaksa Neji harus pergi ke sana meninggalkan adik manisnya dengan preman kaya Naruto.
Naruto mendengus "Hinata, sebenarnya kenapa sih kau pingsan ada di dekatku? Aku tahu kau pemalu pada cowok..tapi masa cuma aku saja sih kau suka pingsan?"keluh naruto. Oke, naruto tahu banget Hinata itu pemalu tapi gadis itu selalu baik padanya, herannya bila sudah sangat dekat maka ia pingsan. OMG, apa ia begitu menakutkan ya? Tapi kalo iya, kenapa Hinata masih mau dekat dengannya? Makin lama otak lemot naruto pusing memikirkannya.
