LIMA BULAN KEMUDIAN
Naruto sudah mulai dekat dengan Hinata dan menjadi 'bodyguardnya' karena Neji udah lulus dan masuk ke Universitas. Hinata masih malu-malu dengan Naruto karena teringat dengan perkataan cinta yang gagal itu tapi sudah tidak pingsan lagi dan terbiasa dengan tingkah konyol Naruto. Well, Naruto tidak bisa lagi ikut tawuran karena Hiashi memastikan bahwa Hinata harus sampai ke rumah dengan selamat atau dengan kata lain Naruto wajib mengantar Hinata pulang tanpa singgah-singgah dulu yang berarti Naruto harus menolak ajakan teman-temannya yang lain untuk berkelahi lagi. Iruka sang wali kelas juga mengadukan nilai Naruto pada Kushina dan Minato yang menyebabkan ia diawasi oleh Kakashi setiap hari. Hinata pun ikut membantu Naruto belajar meski si kuning itu terus-menerus mengeluh pada Hinata.
Suatu saat Naruto frustasi dengan semua yang terjadi. Ia kesal sangat dikekang seperti sekarang ini dan ia merasa semua ini ada kaitannya dengan Hinata. Ia harus mengantar Hinata pulang ke rumahnya dan tak ada lagi waktu bermain-main. Ia mulai menghindari Hinata dan kembali bolos meski Kakashi sudah memperingatkannya dan mencegahnya. Hinata mencoba berbicara dengan Naruto dan menanyakan apa masalahnya namun Naruto malah mengusirnya dan melemparkan gantungan kunci Hyuuga dan berkata, "Pergi kau! Gara-gara kau, aku tidak lagi bebas..aku ini suka berkelahi dan tidak suka belajar ttebayo! Aku heran kenapa aku harus mengantarmu pulang tiap hari dan mendapat tatapan tajam ayahmu walau ia tahu kau pulang selamat! Kau..kau juga merebut perhatian ibuku ttebayo! PULANG SANA SENDIRI! DASAR PUTRI MANJA!"
Hinata yang tengah menangis sedih berjalan seorang diri di bawah hujan yang deras. Naruto meninggalkannya dan pergi bersama teman-temannya tengah merencanakan perkelahian entah dengan kelompok mana. Meski begitu ia berniat kembali menggagalkan Naruto, ia tidak suka Naruto celaka.
Di lain tempat, Gaara mulai menyadari bahwa Matsuri selalu mengajaknya pulang bersama dengan alasan ia ingin diajari untuk PR dari pak Baki. Ia merasa gadis ini tidak pernah memberikan dirinya kesempatan untuk sendirian seperti dulu lagi. Ia mulai muak, rokok yang dulu ia pegang tak pernah ada di tasnya. Yang ada adalah bekal buatan Matsuri dan buah apel atau jeruk yang selalu ia selipkan di laci. Ia merasa tidak pernah ada lagi waktu untuk menenangkan pikirannya. "Senpai..kita pulang yuk…aku ingin membuat makanan kesukaan senpai malam ini". Matsuri menarik tangan Gaara pulang. Gaara melepaskan pegangan Matsuri di lengannya. "Jangan…aku ingin sendiri…". "Tapi senpai..aku…". Matsuri di dorong ke dinding ke belakangnya dan meninju dinding belakang hingga retak. "Kau…sebenarnya apa yang kau mau, ha? Kau terlalu merepotkan aku. Kau kira aku senang bersamamu selama 5 bulan ini? Gara-gara kau semua orang kini menganggapku lemah… Sekarang kau pergi…aku tidak akan pulang malam ini. Jangan temui aku lagi, kau mengerti?". Saat Matsuri bertanya, Gaara malah berbalik dan tidak sengaja mendorong Matsuri hingga jatuh. Bersamaan dengan itu hujan turun dan Matsuri kembali menangis.
"Aku tidak akan membiarkan Gaara senpai berkelahi lagi..tidak akan!". Matsuri lagi-lagi pergi dan berusaha untuk membuntuti Gaara yang sudah melaju dengan motornya entah kemana. Dengan baju yang basah tertutup jaket itu, Matsuri berjalan menyusuri tempat biasanya Gaara berkelahi. Di sana ia bertemu seorang gadis lain, ya…dia bertemu Hinata. Gadis berambut panjang itu sama-sama bingung saat mereka bertemu lagi. Mereka sering bersama-sama melihat perkelahian Naruto dan Gaara saat tawuran tapi tidak pernah berkenalan. Kini mereka berdua berkenalan.
Mereka mencari pasangan mereka bersama-sama. Di sana tampak kedua pasangan mereka berkelahi satu-sama lain bersama dengan komplotan merea masing-masing. Saat mereka hendak mendekat, keduanya langsung disergap oleh gerombolan lain berbaju hitam yang memukul habis semuanya. Betapa kagetnya Naruto dan Gaara melihat gadis –gadis yang dekat dengan mereka berada di tangan gerombolan itu. "Beraninya kalian mengacau di wilayah kekuasaan Kaguya."sahut sang pemimpin itu. Naruto tampak kesal, "Lepaskan Hinata dan gadis itu….Kami yang akan menghadapi kalian". Gaara mendecih, "Matsuri, kenapa kau datang kemari? Kau sudah tahu kan ini berbahaya? Hei kau, lepaskan dia…aku jamin kau keluar hidup-hidup."sahut Gaara lagi. Matsuri terdiam, "Maaf senpai aku tidak mau melihat senpai berkelahi lagi…aku..". Belum sempat Matsuri menjawab, para penculik itu langsung membopongnya dan Hinata untuk membawanya pergi. Gaara dan Naruto ingin menyusul tapi para penculik itu langsung menghajar mereka lagi.
Gaara mengepalkan tangannya kesal dan menarik kerah Naruto, "Sialan…karena kau Matsuri diculik". Naruto juga melakukan hal yang sama, "Karena kau Hinata jadi seperti ini…Apa kau tidak tahu, ayahnya itu ganas sekali!". Mereka berdua menghela napas. Ya mereka berdua sama-sama salah sih. Mereka berdua akhirnya jujur ke keluarga masing-masing termasuk untuk Naruto ia terpaksa jujur ke keluarga Hyuuga. Ternyata ia disidang bersama Neji. Baiklah ternyata Neji, juga mengalami masalah yang sama karena Tenten menghilang beberapa hari yang lalu hingga hari ini Seinen datang dan mengamuk pada keluarga Hyuuga. Wajah Hiashi mulai merah padam menahan amarah pada Naruto.
