Di lain tempat, Tenten kesal sekali. Ia sudah menghajar para penjaga pintu tapi memang kunci ruangan itu tidak ada pada mereka. Hinata dan Matsuri menganga hebat dengan keahlian Tenten. "Hei, kalian kenapa sih? Pasti banyak kok yang nyariin kalian. Jangan sedih". Hinata tersenyum "Terima kasih Tenten, Neji pasti senang sekali kau mau membantu kami. Matsuri kau kenapa?". Matsuri menunduk sedih, "Aku….aku hanya yatim piatu dan tidak ada yang mencariku. Satu-satunya orang yang kusukai malah mengusirku pergi. Mungkin aku memang tidak ada yang menyayangi". Hinata memeluk Matsuri dan menenangkannya. Mereka akhirnya bertukar cerita. Mendengarnya Tenten jadi ikut kesal, "Yah laki-laki emang gak peka….". Hinata kaget, "Eh, jangan-jangan Tenten juga..dengan kak Neji ya?". Tenten menjawab, "Jangan sembarangan, aku hanya ingin berlatih bela diri dengannya! Dasar, ia malah gak datang dan aku terpaksa melampiaskan amarahku pada beberapa orang dan eh…aku dibawa kesini saat aku dibius…Sialaaaaan!". Hinata dan Matsuri tersenyum lucu mendengarnya.

Neji memasang pelacak GPSnya di telepnnya. Naruto kaget melihatnya, "Hei kau melacaknya? Bagaimana bisa?"tanyanya. Neji hanya mendehem, "Ckh, aku kesal dengan gadis itu, ia pernah bertengkar sekali denganku dan selanjutnya ia terus-menerus memaksaku bertarung dengannya. Karena itu aku menempelkan chip di sepatunya agar aku bisa menghindar". Gaara malah meledek, "Hm, ternyata kita punya kesamaan, gadis di sekitar kita sama-sama stalker". Neji mendelik, "Siapa kau? Kenapa kau ikut dengan kami?". "Namaku Gaara Sabaku, aku ikut denganmu karena kemungkinan gadisku juga ikut di sekap bersama gadismu".

Tak lama mereka tiba di tempat persembunyian para penculik. Mereka berhasil membebaskan gadis-gadis mereka. Tenten bahkan sempat menampar Neji karena mambuatnya diculik seperti ini tapi yang dilakukan Neji lebih parah, ia mencium Tenten! Tenten menganga tapi ia membiarkan dirinya digandeng Neji. Hinata hanya diam saat melihat Naruto namun matanya berkaca-kaca. "Hinata-chan, gomenne? Jangan menangis, aku benar-benar minta maaf ttebayo! Aku baru sadar…kalo..kau menyukaiku tapi kau malu saat dekat denganku sampai kau pingsan..". Naruto menggenggam tangan Hinata hingga muka Hinata merah. "Hime…jangan pingsan ttebayo"saat melihat ekspresi Hinata ingin pingsan. Yang paling dingin adalah Gaara-Matsuri. Matsuri tidak berkata apapun saat melihat Gaara. Ia hanya keluar meninggalkan Gaara yang heran melihat gadis itu pergi mendahuluinya.

Saat itu, ia melihat pemimpin kelompok itu beserta anak buahnya, serentak para gadis maju ke depan melindungi para lelaki mereka. Mungkin buat Neji dan Naruto, adalah hal yang biasa melihat Tenten berkelahi namun tidak untuk Hinata dan Matsuri. Hinata mengeluarkan jurus Hyuuga yang diajarkan padanya, walau tidak sekeras Neji tapi gerakan lembut dari tangannya membuat beberapa anak buah pria itu jatuh ke tanah. Matsuri berkelahi dengan sedikit kikuk. Ia memang tidak pernah berkelahi namun ia meniru beberapa gerakan Gaara saat berkelahi dan serta merta membuat beberapa orang ikut jatuh. Gaara tersenyum tipis, saat itu ia sadar kalo gadis ini pasti sudah sering melihatnya berkelahi lebih lama hingga ia bisa meniru gerakannya.