Di tempat lain, Matsuri terdiam dalam boncengan motor Gaara. Ia enggan untuk berbicara dengan Gaara lagi. "Kenapa kau diam? Kau tidak mau mengucapkan sesuatu? Terima kasih, misalnya?". Matsuri baru saja sadar, memang Gaara adalah orang yang sangat dingin. "Ah ya? Terima kasih senpai. Tu..tunggu, senpai arah rumahku kan bukan ke sini?". "Memang bukan. Kita akan makan malam di rumahku. Ah, salah. Makan tengah malam, gara-gara kau aku gagal merayakan ulang tahunku bersama keluargaku. Kau bahkan tidak mengucapkan sesuatu."sahutnya setelah mereka sampai. "Tanjobi omedetou gozaimasu (selamat ulang tahun), Senpai".
Saat ia membuka pintu, ternyata semua orang sudah menunggunya. Temari memeluknya dan Kankuro menepuk pundak Gaara, "Jadi, kau pergi untuk menyelamatkan kohai kesayanganmu ya? So sweet…" Ayah Gaara tampak gembira, "Selamat datang Matsuri. Ayo kita makan bersama." Di hadapan mereka memang sudah tersedia berbagai macam makanan dari restoran. Mereka memesannya saat Gaara berkata bahwa Matsuri baik-baik saja dan akan mengajaknya makan malam bersama. Ia malah meminta maaf "Maaf, seharusnya saya yang memasak makanan". Ayah Gaara malah tertawa, "Sudahlah, aku tahu kau lapar. Nikmati saja makanan ini bersama kami. Kau adalah tamu kehormatan kami. Membuat Gaara pergi malam-malam seperti ini, kau pasti orang yang terdekat dengannya." Tampak semburat merah sedikit tercetak di muka Gaara.
Keesokan harinya, kegemparan terjadi di Konoha dan Suna High School. Kedua preman mereka berbaikan dan mereka berpakaian rapi ke sekolah. Tiap guru ternganga dan persamaan mereka adalah mereka menggandeng 1 gadis. Iruka senyum-senyum saja, ia sih yakin cepat atau lambat Hinata akan menaklukkan Naruto. Bahkan ia sempat mendengar perkataan mereka berdua, "Hime…nanti bantu aku belajar untuk ulangan Pak Hibiki ya?"sahut Naruto sambil menggenggam erat tangan Hinata. "Ha..hai..Naruto-kun"sambil wajah memerah. "Ngomong-ngomong Hime, aku senang deh kau tidak pingsan lagi saat didekatku. Cup" Naruto melayangkan kecupan di dahi Hinata dan yaaah Naruto terpaksa menarik kata-katanya karena Hinata pingsan lagi. "Hime, kau sangat menggemaskan ttebayo…Arigato ne, karena kau bisa mencintai orang sepertiku"sambil melangkah ke UKS. Ia berencana memberikan cincin pertunangan klan Namikaze untuk Hinata saat ia bangun nanti. Yaah, semoga Hinata gak pingsan lagi
Di Suna High School, Baki malah melotot melihat Gaara tampil rapi dengan kacamata minus tengah mengajari Matsuri di perpustakaan. Sambil sesekali menunjuk buku Matsuri. Saat mereka keluar, ribuan cewek mengejar –ngejar Gaara tapi ia malah langsung merangkul Matsuri sambil memberikan lirikan maut pada mereka. Matsuri cekikikan melihat perilaku posesif Gaara itu. "Senpai, jangan seperti itu nanti gak ada yang mau sama senpai lo..". Gaara memperbaiki letak kacamatanya itu. "Memang kenapa, toh aku juga sudah punya pacar kok." Mendengar itu Matsuri melepaskan rangkulan Gaara, "Kalo begitu, senpai jangan merangkulku dong. Nanti pacar senpai marah"sahut Matsuri sakit hati. "Kenapa? Bukankah, yang kurangkul memang pacarku kan? Pacarku adalah orang yang melihat sisi lain dari diriku, yang mendekatiku saat orang lain enggan menyapaku. Mengemis minta diajarin padaku, saat orang lain di luar sana lebih mengenalku dengan sebutan preman. Tapi kau pacarku Matsuri, aku tidak terima penolakan!". Matsuri ternganga hingga Gaara menariknya untuk naik ke atas motor.
Oke, kejutan lain adalah Gaara hari itu tampil ke atas panggung dengan 2 pakaian buatannya. Sebagian besar siswi sekolahnya yang datang ke acara itu histeris. Awalnya Gaara memakai jubah putih dan topi capingnya (pakaian kazakage) dan saat ia melepasnya teriakan itu tambah histeris. Pakaian merah kecoklatan itu sangat cocok dengan warna rambut Gaara yang merah dan membuatnya lebih macho. Matsuri langsung memotret event itu habis-habisan. Ya, Matsuri menang karena model pakaian itu sangat cocok dengan kepribadian Gaara. Matsuri terharu saat menerima piala itu. Uang hadiahnya sangat banyak bahkan ada beasiswa untuk kuliah fashion di Suna University.
