Pusing... itu lah yang ketika kurasakan ketika aku bangun dan duduk dari tempat tidur, tunggu tapi bagaimana aku di tempat tidur? Dan ini bukan kamarku? Aku mencoba mengingat kejadian ini sebelumnya. Aku hanya tersadar setelah melamun lalu Naruto mengatakan kalo tubuhku demam lalu dia bilang akan merawatku dan aku berusaha menolak namun di tolak denganya dan dia juga menepuk pelan puncak kepalaku dan mengacak sedikit rambutku, dan ah! Setelah itu aku merasa gelap... dan mungkin saja ini kamar Naruto.
"Jangan teralu banyak berfikir Hinata, tidurlah kembali"
Tunggu! Ketika ku tengok sebelah ku..
"AHHHHH!" Teriaku.
BUK
Naruto © Masashi Kishimoto
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto,
saya hanya pinjem cast aja.
Rated K+/T
Genre : Romance dan Drama
Pair : NaruHina
Warning : OOC, AU, Typos, EYD yang kurang rapih, dan mungkin ga jelas hihi~
don't forget RnR.
Enjoy~
Chapter 2
Naruto POV
"Tadaimaa" Kataku.
"..." tidak ada jawaban apapun, kemana Hinata? Ya walau dia tidak pernah menyambutku, namun aku tidak ada suaranya bersama Kaneki.
"Oeeeee" (minna gomen ga bisa bikin suara bayi) 'itu suara Kaneki, tumben sekali sangat kencang tangisannya' batin ku.
Ketika aku masuk benar Kaneki menangis, lihat wajahnya itu sangat merah, ketika ku lihat ke soffa di situ ada Hinata duduk dan kurasa dia sedang melamun.
"Hinata-chan" panggilku, namun tidak didengarkan. Haa..
"HINATA-CHAN" Kataku sedikit berteriak.
"YA?" Kurasa ia kaget mendengarku teriakanku. Aku mengendong Kaneki dan langsung diam, aku menaruhnya lagi dia karpet, dan kurasa dia sudah sibuk dengan mainannya.
"Kau dari tadi melamun hingga Kaneki pun bangun dan menangis pun kau tak sadar, kau sakit?" Lanjutku dan duduk di sebelah, ku tengok dan wajah yang memerah 'Apa dia sakit?' Batinku.
"Minggir bodoh" katanya, ketika ia hendak berdiri ku tarik tangannya.
Set
Kutempelkan keningku dengan keningnya, demam... ya dia demam.
"Kau demam" Kataku.
"Apa?" Katanya.
"Kau panas" Kataku "Menginaplah disini, aku akan merawatmu" Lanjutku.
"Tidak-" Tolaknya namum..
PUK
"Tidak ada bantahan, Hinata-chan" Kataku sambil mengacak rambutknya.
Seketika hening, dan...
"Hi-Hinata sadarlahhh" Kataku panik, aku mengendong nya ke kamarku. Kutaruh ia dan aku mengambil kompres untuk nya ketika kurasa sudah cukup aku keluar dan mengurus Kaneki.
"Hai jagoan, apa kabarmu? Lihat sekarang nee-chan mu sakit, apakah kau menyulitkannya?" Kataku padanya sambil mengendongnya setinggi- tingginya dan hanya ada tawanya.
"Baiklah setelah urusan mu selesai seperti mandi dan makan kau harus tidur, mengerti?" Kataku, aku melakukan semua urusan Kaneki setelah kurasa cukup aku kembali ke kamar, aku duduk di samping tempat tidur dan mengambil kompres untuk mengantinya. Aku berniat untuk membuatkan bubur, namun dia menahan tanganku.
"Pusing..." Ucapnya manja. Padahal keseharian nya dia cuek dan dingin tapi melihatnya seperti ini dia benar-benar kelihatan manja. Aku urungkan niatku untuk membuat bubur dan duduk di sebelahnya, kuperhatikan ia dia..
Cantik..
Aku langsung menggelengkan kepalaku. Tidak... tidak, ku rasa aku kelelahan hingga berfikir tidak-tidak mungkin setelah menangani oprasi bersalin tadi dan ah aku ini seorang Dokter Kandungan. Setelah itu aku merasakan aku sangat mengantuk.
...
Sudah beberapa jam aku tertidur namun aku merasakan kalo Hinata sudah bangun namun aku masih enggan bangun, ku-perhatikan dia sedang berpikir jadi...
"Jangan teralu banyak berfikir Hinata, tidurlah kembali" Kataku.
Dia terkejut? Kenapa?
"AHHHHH!" Teriaknya.
Entah dia reflek atau tidak dia menendangku, kencang tidak lebih tepatnya sangat kencang!
BUK
"Yak! Kenapa kau menendangku?!" Kataku kesal.
"Kenapa kau tidur di sebelahku?!" Tanyanya.
"Kau tidak ingat?" Tanyaku balik.
"Apa?" Tanyanya balik, inilah kebiasaan buruk ketika aku bertanya dia akan menanya balik.
"Kau menahan tanganku" Kataku.
"Be-benarkah?" Tanyanya.
"Tentu, bahkan kau memintaku untuk tidur di sebelahmu" Kataku, Kurasa mengerjainya sesekali tidak masalah, mumpung Kaneki belum bangun dan hoo.. coba lihat wajah paniknya.
"Kau pa-pasti bohong, aku tidak mungkin melakukan hal itu" Katanya.
"Kita lihat saja kenyataannya nona, saat kau terbangun aku tidur di sebelahmu dan ah.. kau tadi juga pasti menyadari kau memenggan tanganku, jadi apakah aku masih bisa dikatakan berbohong?" Tanyaku, ahahaha sungguh aku sudah ingin tertawa.
"I-itu..." Katanya menunduk, oh lihat lucu sekali karna aku tidak kuat akupun tertawa .
"hahahahaha, kau lucu sekali Hinata" Kataku.
"Mou, jadi kau berbohong?!" Katanya kesal.
"Tidak juga, aku hanya berbohong ketika kau memintaku untuk tidur di sebelahmu, selebihnya benar" Kataku.
"A-ahh, kalo begitu gomen menyusahkanmu" Kataku.
...
Aku sekarang berada di dapur untuk mengambil minum dan kulihat disana juga ada Hinata sedang minum, hanya sedikit basa-basi saja aku bertanya...
"Hinata-chan, dari awal kita kenal kau tidak menyebutkan marga mu, kalau boleh tau apa margamu?" Kufukir ini perntanyaan ringan tapi kurasa tidak dengan hinata, lihat dia langsung tersedak.
Uhuk
"Oh itu aku.. aku tidak punya marga, ya aku tidak punya, dan ku rasa aku harus pamit pulang" Katanya keluar dari dapur.
"Hinata-chan" Kataku pelan.
"Y-ya ada apa?" Katanya.
"Apa kau yakin akna pulan jam segini? Maksudku sekarang tengah malam" Kataku, haa.. entah ada apa dengan hinata biasanya dia tidak seperti ini tapi dia terlihat manis...
"..." Dia menatapku, dan lihat matanya itu lucu sekali, ku akui dia canti-... Lupakan masalah itu sekarang yang lebih peting dia tidak pulang ditengah malam seperti ini dengan keadaan demam.
"Hinata-chan kau tidur lah di-" Ucapanku terpotong.
"Aku harus tetap pulang" Katanya dengan wajah datar. Hebat! Baru tadi dia terlihat manis dan sekarang menjadi jutek lagi!
"Tapi-" Aku coba untuk menahannya, ini karna aku khawatir dengan keadaan nya sekarang.
"Maaf tugas-ku hanya merawat Kaneki hingga kau pulang, dan-" Katanya terputus oleh..
"Oeeeeee" Aku menengok kearah pintu kamar Kaneki, ada apa dengan Kaneki? Tapi..
'Entah kenapa kau seperti sedang mendukungku Kaneki untuk menahan Nee-chan mu ini, paman bangga padamu' Batinku
"Kurasa kau tidak bisa-" Aku sudah ingin melarangnya pulang namun, dia membantahku lagi-_- keras kepala sekali anak ini.
"Setelah kau pulang itu kan menjadi tugasmu" Katanya tegas.
"Tapi-" Aku masih mecoba menahannya, entahlah aku begitu khawatir dengannya.
"Oeeee" Bagus Kaneki terus lah menangis
"Aku pulang" Katanya bersikukuh, ahh! Bagaimana mungkin ada wanita keras kepala seperti ini, aku suka dia terlihat lemah!
"Tunggu! Lagian kau masih sakit!" Ya dan alasanku tetap tidak didengarnya.
"Aku sudah sem-" Ketika ia ingin membantahnya...
"Oeeeee" tangis kaneki lagi, Kaneki aku bangga padamu.
Aku menatapnya memohon...
"Hentikan tatapan bodohmu itu" Katanya.
"Hinata-chan~" Akupun memohon.
"YAK!" Teriaknya, dia paling tidak suka dengan nada..ekhmm menggodaku.
"Oeeee" Tangis Kaneki lagi.
"Baik baik hanya malam ini!" Katanya menyerah.
"Arigatou" Kataku dengan senyum mengembang.
"Merepotkan" Katanya lagi dan lebih tepatnya mendumel.
Dan akhirnya dia pergi kekamar Kaneki. haaah... entalah ada apa denganku tadi, aku bisa saja mengasuh Kaneki sendiri malam ini, namun aku merasa aku ingin dia untuk tetap berada disini.
'Semenjak kau datang dan muncul di kehidupanku, aku merasa duniaku sudah di acak olehmu, dan aku tidak mengerti akan hal ini' Batinku
"Kau lebih merepotkan, Hinata" Kataku sendiri.
TBC
Yoshhh selesai juga chapter 2... semoga ga bosen dan membosankan, kalo Ruuki telat update pasti itu karna sibuk dengan urusan sekolah dan tugas, jadi mungkin kalo pun update pas lagi ada waktu senggang minna, jadi tolong mengertilah...
Dan Ruuki ucapkan Arigatou pada Moochi-san terima kasih dengan masukkan nya dan soal nama Kaneki jujur Ruuki lagi seneng sama Kaneki dan Tokyo ghoul, hqhqhqhq terimakasih masukannya dan yap akan ku usahankan update capet *kalo bisa, Melda Heartfillia, DrunKenMist99, Tsukihime4869, Sena Ayuki hehe iya cuma aku pingin gambarin Hinata itu cuek aja tapi sebenarnya dia penyayang ko, Kimi Henna NHL aku ga mau bikin cinta segita ko disini.
Yosh makasih atas dukungan kalian, sekali lagi Arigatou...
