Aku hanya meminum air putihku dan setelah itu aku ingin menuju kamarku karna kepalaku pusing tapi ketika lewat kamar Kaneki aku melihat nya sedang menggendong Kaneki dan menimangnya, entalah melihatnya seperti itu ada perasaan hangat di dadaku, aku tidak pernah mengerti ini dari awal pertemuanku dengannya di supermaket, memintanya menjadi babysister walaupun awalnya dia menolak, aku tetep mengejarnya entahlah padahal dengan mudah aku bisa saja mendapakan pengasuh yang lebih baik tapi aku hanya tertarik dengannya dan kurasa Kaneki juga, sejujurnya aku merawat Kaneki pun itu karna terpaksa bagaimana mungkin aku yang selalu sibuk dengan urusan di rumah sakit tiba-tiba kaa-san memintaku untuk merawatnya tapi aku juga iba melihatnya tinggal seorang diri... kedua orang tuanya salah satunya Karin itu adalah kakak perempuanku dan suami Sugetsu dokter ahli beda tempatku bekerja, keduanya meninggal karna kecelakaan pesawat dan...
"Kenapa kau berdiri depan pintu? Kau menghalangi jalan ku" Kata seorang wanita, ketika aku sadar dari lamunanku, aku melihatnya dan dia menatapku dangan wajah datarnya.
"Maaf..." Kataku.
"Untuk?" Katanya.
Aku berjalan mendekatinya, kurasa aku salah minum di dapur, aku rasa aku meminum...
Cup
Alkohol.
Naruto © Masashi Kishimoto
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto,
saya hanya pinjem cast aja.
Rated K+/T
Genre : Romance dan Drama
Pair : NaruHina
Warning : OOC, AU, Typos, EYD yang kurang rapih, dan mungkin ga jelas hihi~
don't forget RnR.
Enjoy~
Chapter 3
Hinata POV
Aku masuk kamar Kaneki dengan perasaan dongkol, entalah aku kesal saja melihat si idiot itu apalagi setelah kejadian di kamar tadi dan sekarang dengan Kaneki entalah kau begitu lucu, manis dan menggemaskan tapi kenapa kau bersekongkol dengan Pamanmu yang idiot itu. Ketika aku sampai pada di keranjang bayinya aku mengambilnya dan mengendongnya.
"Kaneki-kun kau hari menyebalkan" Ucapku sambil mencium pipi gembilnya, ya walaupun aku kesal aku tetap bisa marah padanya.
"Sekarang kau tidurlah, aku akan menjagamu hingga pagi" Kataku mulai menimangnya lagi.
Se-iring aku menimangnya aku menyanyikan lagu pengantar tidur untuknya dan ku lihat dia mulai tidur kembali. Aku ingin keluar dan membuat susu untuk Kaneki takut-takut nanti Kaneki bangun dan lapar. Ketika aku ingin keluar, aku menemukan si idiot itu berdiri ambang pintu sendang melamun, awalnya aku ingin lewat saja namun ketika ingin lewat ternyata tubuhku tidak muat, bukan berarti aku gendut hanya saja pintu ini kecil.
"Kenapa kau berdiri depan pintu? Kau menghalangi jalan ku" Kataku kesal. Aku malas sekali sembenarnya menatapnya namun entah kenapa aku malah melihatnya. Tapi kenapa wajahnya memerah?
"Maaf..." Katanya.
"Untuk?" Kataku, kurasa aku dapat sedikit mencium wangi alkohol, apa dia minum alkohol? Dan tak lama dia berjalan mendekatiku dan reflek aku berjalan mundur kebelakang ketika dia mau mendekatiku, aku terus saja mundur hingga tidak sadar aku menabrak gerobak kasur Kaneki dan...
Cup
Aku terbelalak, kaget? Tentu saja... ketika aku sadar dari kekagetan ku aku mendorongnya agar dapat memisahkanku dengan nya, gila! Akhhh laki-laki idiot ini, kenapa selalu saja membuatku repot dan..
"Kau membuatku tidak mengerti dengan perasaanku sendiri Hinata" Dan iya pun pingsan di pundakku.
'Apa maksunya tadi?' Batinku.
"Hei bangun, kau tau kau berat" Kataku, namun aku tidak mendapat respon, haaa...
Akhirnya aku menariknya ke soffa yang ada di kamar Kaneki dan meletakannya disana. Aku keluar dari kamar dan membuatkan susu untuk Kaneki, entalah aku tidak marah ataupun kesal tapi bukan berarti aku wanita gampangan, aku merasa hangat dengan nya selain dengan ayahku dan kakak sepupuh untuk laki-laki.
"kalo memikirkannya akan hanya membuatku, semakin pusing" kataku sendiri. Ngomong-ngomong soal pusing aku memang masih pusing, mana? katanya ia akan merawatku tapi nyatanya? Menyebalkan entalah tiba-tiba aku kesal lagi mengingat si idiot itu. Aku berjalan mencari obat dan menemukannya sebelumku minum aku baca peraturan meminumnya dan setelah sudah membacanya aku pun meminumnya.
Aku kembali ke kamar Kaneki dan maruh susunya di dalam tas pemanas. Setelah sudah aku pergi dari kamar itu dan tidur soffa ruang tv. Aku sepakat dengan pikiran ku dan melupakan kejadian tadi agar tidak terjadi kesalah pahaman.
...
Aku terganggu dari tidurku karna ada suara berisik...
"Nanana" Seperti itulah suaranya dan ada yang menepuk pipiku pelan. Ketika ku buka mataku yang pertama kali kulihat adalah wajah bayi... ya bayi..
Ketika ingin tidur lagi... Tunggu! bayi? Bagaimana mungkin Kaneki dapat keluar dari ranjangnya sedangkan ia masih berumur 1 tahun? Jangan-jangan...
SET
"Kaneki zombienya sudah bangun jadi kurasa kau jangan menganggunya lagi" Kata Naruto duduk di hadapanku sambil memenggang Kaneki.
"Kau!" Kataku terbangun.
"Apa?" Balasnya santai, astaga benar-benar...
Tunggu jam berapa ini?
Ketikaku lihat jam ternyata sudah jam 11 siang?! "kenapa kau tidak membangunkan ku?!" Histerisku, kau tau toko itu bila kita tidak masuk sehari akan dipotong gajinya! Dan si idiot ini masih santai memandangku.
"karna kau sakit" Katanya lagi.
"..." Aku terdiam.
"Tenang saja aku sudah menghubungi toko bunga tempat kau bekerja" Lanjutnya, tapi bagaimana dia bisa menghubungi Toko bunga itu?
"Bagaimana bisa?" Tanyaku penasaran.
"Kau pasti bawa handphone, kan? jadi ku ambil saja di dalam tasmu itu" Jawabnya dengan santai. Ketika mendengarnya aku ini rasanya menjatuhkannya ke lantai dasar apertement ini.
"Hebat" Kataku.
"Tentu sa-" Sebelum mengeluarkan kata-katanya, kupotong terlebih dahulu.
"Tidak sopan" lanjutku.
Ting tong
"Anakkuuu" Teriak seorang wanita, dan kutebak pasti itu Ibunya Naruto.
"Wah ada Hinata? Tumben sudah datang, biasanya kan jam 12" Katanya sambil memperhatikanku, entalah seketika aku menjadi sangat gugup.
"Lho kau menginap? Kurasa itu baju kamarin?" Katanya, ku lihat si Naruto hanya sibuk dengan Kaneki, ck buatlah alasan agar ibumu tidak berpikir aneh-aneh!
"Jangan-jangan..." Katanya, Lihat wajahnya langsung sangat ceria.
"kalian berdua..." Lanjutnya, dengan tatapannya saja aku sudah menebak yang ada di fikirannya ini.
"Kaa-san kemarin Hinata sakit dan badannya panas jadi dia tidak pulang, lalu kenapa Kaa-san kesini?" Akhirnya dia berbicara juga.
"Ohhhh... Oiya Kaa-san ingin mengambil botol minum di meja makan, Kaa-san lupa mengambilnya" Katanya sambil menuju kearah dapur, Namun...
"Yaahh! Siapa yang telah menghabiskan nya?" Katanya, memang kenapa dengan minuman itu?
"Memang ada apa dengan minuman itu Kaa-san" Tanyaku penasaran.
"Kau tau itu soju dari Korea" Katanya sedih.
"APA?" Si idiot ini kenapa harus teriak tapi...
Tunggu apa jangan - jangan tadi malam itu dia meminumnya?
"Kenapa Naruto?" Kata Kaa-san.
"Aku meminumnya, maafkan aku Kaa-san" Kata Naruto.
Hening
"Ahhh.. Kurasa tadi malam telah terjadi sesuatu" Kata Kaa-san senang.
"Tidak! Tidak terjadi apapun" Kataku reflek.
"Kalau tidak terjadi apapun jangan panik, sayang" Kata Kaa-san mengedipkan matanya.
Kurasa Kaa-san cocok menjadi intel, aku selalu mati kutu.
"Apakah telah terjadi sesuatu Hinata?" Katanya dengan wajah polos.
'Haaah, bolehkah aku terjun bebas sekarang?' Batinku.
Hanya dengan kau saja aku bisa merasa berbeda dari hari ke hari...
TBC
Selesai lagi~ chapter 3! Ada yang sudah bosan dengan ceritanya? Semoga saja belum ada ya^^
Oke jangan lupa dengan review kalian yaa.. baik Ruuki sekali lagi mengucapkan Arigatou sebanyak-banyaknya pada kalian aldi. , bebek kuning, Yuuna Emiko, Phantomjoker, hqhqhq, Yami No Be, Kimi Henna NHL,, Aizen L sousuke, justkatherine, blackschool.
