"Destiny Path"

Genre : Yaoi,Hurt,Mpreg

Rated : T

Cast : Cho (Choi) Kyuhyun, Choi (Jung) Minho, Choi Siwon, Shim (Choi Changmin), Lee Donghae, Lee Hyukjae (kemungkinan Cast lain menyusul)

WARNING : Typos (maybe),gaje,abal (maklum,author baru hehe :p),OOC!

DON'T LIKE, DON'T READ! I'M WARNING YOU!

"Orang bilang penyesalan selalu datang terlambat. Yah, memang benar. Tapi… Apakah itu yang kualami atau hanya takdirku yang tertunda untuk tidak merasakan kebahagiaan itu saat ini juga?"

*Chapter 4*

-Siwon POV-

"Changmin sedang mengandung dua minggu. Sebaiknya kau jaga dia baik-baik, jangan sampai terlalu lelah karena akan berakibat fatal nantinya. Jangan lupa berikan vitamin, buah-buahan dan makan yang teratur. Ah, berikan juga susu untuk ibu hamil agar dia tidak merasa terlalu mual nanti…."

Kata-kata Yesung hyung tadi masih terus berputar dalam otakku. Benarkah yang dia katakan tadi? Aku akan segera menjadi appa? Aku benar-benar masih tidak percaya. Oh, Tuhan terimakasih atas hadiahmu ini. Ini benar-benar hadiah yang indah. Ku tatap wajah Changmin yang sedang berbaring di pahaku karena pusing yang dia rasakan belum hilang.

Sosok yang benar-benar sempurna. Entah kenapa sosok sesempurna ini bisa menjadi uke seorang Choi Siwon. Sekali lagi ku katakan, seorang UKE! Padahal jika dilihat Changmin juga memiliki paras yang tampan, tapi tetap masih lebih tampan aku hahahaha... Tapi asal kalian tahu, dibalik kesempurnaannya sebenarnya Changmin sangat manja padaku. Hahahahaha dia benar-benar menggemaskan saat manja.

"Masih pusing? Mau ku ambilkan sesuatu?" tanyaku sambil membelai lembut pipinya.

"Aniya, aku mau begini saja. Sebentar lagi juga hilang. Apa Kyunie belum datang?" Tanya Changmin sambil memejamkan matanya.

"Belum, chagi. Mungkin sebentar lagi. Dia Ian sudah janji mau makan siang bersama di sini. Waeyo?"

"Eum, ne. Aniyo, aku hanya rindu berdebat dengannya" Ucap Changmin sambil menatapku dengan mata bambinya yang indah.

"Hahahaha kau ini ada-ada saja. Kau mau makan apa nanti?" belum sempat Changmin menjawab, terdengar suara pintu terbuka dan teriakan dari makhluk evil yang sudah sebulan ini menghilang

"SIWON HYUUUUUUUNG!"

BRUK

"Kyunie?! Hya! Kemana saja kau bocah evil? Sebulan tidak pulang, sebetah itukah kau bersama Minho? Ah, Minho tidak melakukan apa-apa padamu kan? Dia tidak menyiksamu kan? Apa kau tidak diberi makan? Kenapa kau kurus sekali, eoh?" ucapku sambil memeluk dan memeriksa keadaan adik kesayanganku yang yah, memang terlihat semakin kurus. Atau hanya perasaanku saja?

"Chagi, berikan waktu Kyunie untuk menjawabnya. Kalau kau bertanya tanpa berhenti seperti itu bagaimana dia bisa menjawabnya eum?" kata Changmin sambil merubah posisinya menjadi duduk bersandar pada sofa.

"Habis aku sudah rindu sekali padanya, setiap ku telepon selalu tidak mau mengangkatnya." Kataku sambil menatap tajam pada dongsaengku ini.

"Hahahaha…. Maafkan aku hyung. Aku benar-benar sedang ingin menenangkan diri sambil mencari inspirasi untuk game baru yang akan ku buat nanti. Minho sesekali menemaniku, dia juga ikut kesini kok. Dia memberiku makan tepat waktu. Dan dia tidak melakukan apa-apa padaku. Hanya…." Ujar Kyuhyun dengan menggantung kata-kata di akhir kalimatnya.

"Hanya apa? Dia menyiksamu? Dia memperkosamu? Apa Kyunie? Katakan pada hyung. Biar hyung hajar dia sampai babak belur!" ucapku berapi-api. Heri, jangan salahkan aku! Aku tahu Minho mencintai adikku. Aku bisa melihatnya dari tatapan mata yang dia berikan setiap bertatapan dengan Kyuhyun.

"Hyung, sudah jangan marah-marah begitu, kepalaku jadi semakin pusing mendengarnya." Ucap Changmin sambil mempoutkan bibirnya. Astaga... imut sekali,ugh!

"Aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang buruk pada calon istriku, hyung." Jawab Minho yang entah sejak kapan sudah duduk di sebelah Kyuhyun.

"Siapa tahu kau tidak bisa menahan nafsumu saat melihat calon ist- MWO?! CALON ISTRI?! YAK, JUNG MINHO! Aishhh jinja! Apa maksudmu, eoh? Calon istri? Memangnya sejak kapan aku menyetujui hubungan kalian, hah? Kau harus meminta ijin padaku terlebih dulu dasar kodok mesum!" kataku penuh emosi. Ahahaha tapi itu hanya kedok saja kok. Sebenarnya aku malah senang karena akhirnya adikku memiliki seseorang untuk menjaganya, kalau-kalau aku tidak bisa menjaganya terus. Apalagi sebentar lagi aku akan mempunyai anak yang harus aku jaga juga.

Changmin hanya bisa mengusap punggungku lembut agar aku tenang. Sedangkan Kyuhyun? Entahlah, antara malu, kaget, takut padaku yang marah? Yang jelas saat ini wajahnya memerah seperti tomat! Hahaha lucu sekali adikku ini.

"Yak! Jung Minho, apa maksudmu itu? Kapan kau melamarku? Bahkan kita baru saja menjadi eum… k-kekasih beberapa hari yang lalu" ucap Kyuhyun sambil menundukkan wajah untuk menyembunyikan wajahnya yang semakin merah. Hahaha lucu juga, imut. Tapi Changminku tidak kalah imut!

"M-mwo?! K-kekasih?! Aigo~ apa lagi ini? Kalian… Aish!" ujarku yang nyaris kehilangan kata-kata. hei! Aku memang senang, tapi tetap saja aku kaget juga.

Ku lihat Minho hanya tersenyum sambil merangkul Kyuhyun dan menariknya lebih dekat dan mencium sekilas kening Kyuhyun.

"Itulah yang mau aku bicarakan dengan Siwon hyung, chagi. Jadi, Siwon hyung. Aku, Jung Minho meminta izin padamu untuk mejadi kekasih Kyuhyun. Aku akan menjaganya dengan baik. Aku tidak akan menyakitinya. Jika aku melakukannya sedikit saja, kau bisa membunuhku saat itu juga" kata Minho dengan sorot mata penuh keyakinan.

"Hahhh… Baiklah, kau ku izinkan menjadi kekasih Kyuhyun. Tapi kau harus ingat janji yang sudah kau katakan tadi. Sedikit saja kau menyakiti Kyuhyun, aku tidak akan segan membunuhmu" ucapku sambil melayangkan pandangan membunuh pada Minho. Apa? Brother complex? Biar saja! Hahahaha

"Kau bisa percaya padaku hyung. Aku akan menepati janjiku. Dan… Aku juga meminta izin untuk menjadikan Kyuhyun tunanganku dalam waktu dekat ini. Aku… Benar-benar tidak mau menyesal karena kehilangan kesempatan untuk memiliki orang yang kucintai untuk selamanya" ujar Minho sambil menatap mata Kyuhyun dengan intens dan sorot mata yang penuh dengan…. Kesedihan? Kekhawatiran? Ketakutan? Entahlah…

"Hahh… Untuk yang itu, aku ikuti keputusan Kyunnie saja. Kalau dia bersedia, aku akan merestui kalian. Bagaimana, Kyunnie? Kau bersedia bertunangan dengan Minho?" Tanyaku sambil menatap Kyuhyun.

Kyuhyun tampak diam berpikir. Kurasa dalam hal seperti ini semua orang juga akan berpikir berkali-kali untuk setuju.

"Ne, aku bersedia, hyung" ucap Kyuhyun sambil memberikan senyum termanisnya padaku. aigo... kalau seperti ini aku benar-benar tidak tahan untuk mencubit pipi chubbynya itu!

"Baiklah! Kalau begitu semua sudah beres kan? Bisa kita pergi makan sekarang? Aku sudah sangat kelaparan. Dan kau, Siwonnie. Kau harus memenuhi semua yang aku inginkan hari ini, demi aegya" kata Changmin sambil menarikku berdiri. Ck, dia Duke yang terlalu kuat -"

Tiba-tiba Kyuhyun melepaskan tanganku dari Changmin dan memeluk lenganku dengan protektif, seolah-olah aku akan dibawa kabur Changmin saja.

"Hari ini aku ingin bersama Siwon hyung. Kau dengan Minho saja ya, Changmin-ah. Hyung, kau mau makan dimana?" ucap Kyuhyun sambil mengajak Siwon keluar.

"Hmm... kau dan Changmin ingin makan apa?" tanyaku sambil menatap Kyuhyun dan Changmin bergantian.

"JJANGMYEON!" teriak Kyuhyun dan Changmin bersamaan. Aisah, mereka ini benar-benar tergila-gila jjangmyeon ya? Ah, ani. Kalau Changmin suka semua makanan hahahaha

"Aish! Dasar kalian ini! Boleh saja, tapi untukku, Chagi... tidak lebih dari semangkuk, rata? " kataku seraya menatap Changmin yang mengerucutkan bibirnya kesal. Kyuhyu? Jangan ditanya. Anak itu sedang tertawa senang karena Changmin kularang makan jjangmyeon terlalu banyak. Hei, Mie tidak baik untuk orang yang sedang hamil!

"Sudahlah, biarkan saja. Kyuhyun pasti rindu dengan Siwon hyung, begitu juga sebaliknya. Sebaiknya kita cepat menyusul mereka sebelum cacing-cacing dalam perutmu itu berteriak semakin keras dan calon aegyamu kelaparan" ucap Minho sambil mengajak Changmin menyusulku dan Kyuhyun yang menunggu di depan lift.

-skip-

-Author POV-

Setelah selesai makan siang Changmin dan Kyuhyun memutuskan pulang ke rumah dengan diantar Minho karena Siwon harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Sesampainya di rumah ketiganya langsung menuju ruang tamu dan berbincang sejenak ditemani teh hijau hangat yang baru saja di bawakan oleh maid.

"Chwang, sebaiknya sekarang kau istirahat. Kau tidak boleh terlalu lelah. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada calon keponakanku ini" ujar Kyuhyun sambil mengelus perut rata Changmin.

"Ish tapi aku masih ingin mengobrol denganmu, Kyu. Ceritakan padaku, apa saja yang sudah kalian lakukan selama kau menginap di rumah Minho? Apa kalian melakukan 'itu'?" tanya Changmin sambil menunjukkan senyum jahilnya.

"Aish, aku dan Minho tidak melakukan apa-apa. Dia sibuk dengan tugasnya di rumah sakit. Sedangkan aku sibuk dengan perancangan Games baru" jawab Kyuhyun sambil mengerucutkan bibirnya. Oh... siapapun yang melihat akan gemas padanya

"Kau serius? Kalian tidak melakukan apa-apa? Hanya begitu saja?" Tanya Changmin tidak yakin.

"Ne, Chwang. Memang apa lagi? Minho itu tidak semesum kau dan hyungku. Dia baru akan melakukannya saat kami sudah menikah nanti. Sekarang kau istirahat saja. Aku tidak mau Siwon hyung menghukumku karena membuatmu lelah." ucap Kyuhyun dengan wajah yang... ah, sungguh imut!

"Baiklah, aku ke kamar dan istirahat sekarang. Dan kau Jung Minho. Jangan coba-coba melakukan sesuatu yang belum waktunya pada adik iparku ini selama aku istirahat. Kalau sampai aku melihat 'tanda' sekecil apapun di tubuh adik iparku, kau akan terima akibatnya dari Siwon hyung" ancam Changmin sambil memberikan glare terbaiknya pada Minho yang hanya di tanggapi dengan cengirannya.

Setelah Changmin masuk ke kamarnya di ujung lorong sebelah kanan ruang tamu Kyuhyun dan Minho melanjutkan pembicaraan mereka di ruang baca yang berada di ujung lorong sebelah kiri ruang ramu. Oh, kalian bingung seberapa besar sebenarnya rumah keluaga Choi ini?

Ah, bukan rumah. Ini lebih tepat disebut Mansion karena bangunannya benar-benar sangat luas. Belum lagi ditambah dengan halaman yang sangat luas, kolam renang, lapangan basket, dan bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal para maid, supir, dan pengurus Choi's Mansion.

Kyuhyun dan Minho duduk di sofa single di dekat perapian yang sudah menyala. Kyuhyun dengan nyamannya duduk di pangkuan Minho sembari menyandarkan tubuhnya di dada bidang Minho. Posisi yang selalu Kyuhyun sukai saat sedang bersama Minho karena tubuh Minho yang memang lebih besar dari Kyuhyun, bahkan sejak mereka kecil.

Minho dengan santainya melingkarkan tangannya di pinggang ramping Kyuhyun dan mendekapnya erat seolah takut kehilangan.

"Minho-ah, kenapa tadi kau berkata seperti itu saat di kantor Siwon hyung? Apa kau sudah bena-benar memikirkannya? Apa kau tidak akan menyesal memiliki tunangan bahkan istri penyakitan sepertiku? Hidupku tidak akan lama lagi, Minho. Kau tau itu" ucap Kyuhyun sambil merebahkan kepalanya di pundak Minho dan memandang sendu perapian dihadapannya.

"Ssstt…. Jangan bicara seperti itu, Kyu. Kau pasti bisa sembuh. Aku akan menyembuhkanmu meskipun harus menguras semua tenagaku, bahkan uangku. Kau akan sembuh dan akan melewati masa tua bersamaku. Aku sangat yakin dengan semua kata-kataku tadi, Kyu. Aku tidak akan merubah keputusanku. Aku benar-benar mencintaimu. Selamanya akan selalu mencintaimu" ujar Minho sambil memberikan kecupan-kecupan lembut di kening, pipi, hidung dan terakhir bibir kissable Kyuhyun. Hanya kecupan lembut penuh cinta, bukan nafsu.

Kyuhyun hanya memejamkan matanya saat merasakan kecupan-kecupan yang diberikan Minho. Aman, nyaman, lembut, penuh cinta. Itulah yang bisa Kyuhyun rasakan. Sepertinya dia memang mengambil keputusan yang tepat dengan mempercayakan hatinya pada Minho.

Setelah sekitar tiga jam berada diperpustakaan itu, akhirnya Minho pamit karena ada pasien yang harus ditangani. Kyuhyun mengantar Minho sampai ke depan pintu. Sebelum pergi Minho memberikan lumatan lembut di bibir Kyuhyun yang menimbulkan rona kemerahan di pipi Kyuhyun.

Baru saja Kyuhyun ingin beranjak ke kamar Siwon untuk memastikan bahwa Changmin benar-benar tidur, bukannya menyentuh gadgetnya, dia sudah di kagetkan dengan sosok namja manis dengan pipi persis mochi di hadapannya yang berdiri dengan sorot mata yang tidak bisa di jelaskan.

"YAK MOCHI CHINA! Kau mengagetkanku saja. Eh, sejak kapan kau datang, eoh? Kenapa tidak ada yang mau memberitahuku kalau kau akan datang hari ini?" Tanya Kyuhyun sambil berjalan mendekati namja itu, yang ternyata sepupu kesayangannya yang selama ini tinggal di Cina, Henry Lau, yang sedang berdiri tidak jauh dari pintu depan.

"Hehehe aku baru datang sekitar tiga jam yang lalu Kui Xian-ge. Tadinya aku ingin masuk ke perpustakaan dan mengejutkanmu. Tapi sepertinya kau sedang asik berbicara dengan namja tadi. Dia itu bukannya Jung Minho, anak dari Jung Yunho ahjussi dokter pribadi keluarga Choi kan? Apa kau dan Minho-ge sekarang ini sepadang kekasih?" ucap Henry dengan senyum jahil yang mengembang di bibir mungilnya.

"Aish, kau ini. Nanti akan ku ceritakan. Sekarang kau istirahatlah dulu di kamarmu. Masih ingat kan letaknya?" Tanya Kyuhyun dengan wajah yang kembali memerah karena pertanyaan yang diajukan Henry.

"Eum, masih. Tapi aku mau bersama Kui Xian-ge. Aku mau cerita sesuatu. Ayolah gege, aku kan sangat jarang datang ke korea. Aku ingin menghabiskan banyak waktu denganmu selama aku di sini" jawab Henry yang memohon dengan puppy eyesnya, yang lagi-lagi tidak bisa Kyuhyun tolak. Sepertinya setelah ini dia harus siap mendengar orang-orang disekitarnya yang berebut ingin menghabiskan waktu dengannya.

Akhirnya Kyuhyun menurut dan menemani Henry di kamarnya. Henry bercerita tentang semua hal, mulai dari kegiatan kuliahnya, kompetisi biola yang banyak dia ikuti dan menangkan, dan tidak ketinggalan tentang namjachingunya, Zhoumi yang biasa dia panggil koala merah saat sedang kesal. Henry terus bercerita sampai merasa lelah dan akhirnya tertidur.

Saat melihat Henry sudah tertidur, Kyuhyun langsung membenarkan posisi Henry dan menyelimuti namja mochi itu lalu pergi ke kamar Siwon dan Changmin.

-Changmin POV-

Aku terbangun saat merasakan tempat tidurku sedikit bergoyang. Ternyata Kyuhyun yang berbaring di sampingku. Adik iparku ini benar-benar manis kalau evilnya tidak keluar.

"Kyu? Jam berapa sekarang? Apa Minho sudah pulang?" tanyaku masih mengantuk.

"Sekarang hampir waktunya makan malam, Chwang. Eum, dia sudah pulang beberapa jam yang lalu. Mian aku membangunkanmu. Henry datang saat aku mau ke sini untuk mengecekmu Tapi tadi Henry memintaku untuk menemaninya di kamar dan mendengarkan semua ceritanya, malaya aku baru ke sini." ucap Kyuhyun sambil tersenyum sangat manis. Kalau saja aku tidak mempunyai perasaan pada Siwon hyung, mungkin aku juga akan jatuh cinta padanya. Eh? Tunggu dulu. Tadi dia bilang 'menemani Henry'? jadi namja mochi itu ada di sini? Aish, aku jadi tidak bisa memonopoli Kyuhyun saat bosan kalau begini.

"Henry? Dia ada di sini? Kapan dia datang?" tanyaku heran.

"Ne, dia datang tadi sore Chwang. Sekarang dia sedang tidur di kamarnya. Apa yang kau butuhkan sekarang? Mau turun untuk makan malam" Tanya Kyuhyun sambil duduk bersandar pada kepala tempat tidur.

Ah, aku suka sifatnya yang seperti ini. Kelihatannya tidak peduli pada orang lain, tapi sebenarnya dia diam-diam memperhatikan orang itu. Tapi ada yang lain dari sorot matanya, entah apa. Mungkin hanya perasaanku saja.

"Ani, aku tidak butuh apa-apa. Kau temani aku saja di sini sampai maid memanggil untuk makan malam. Lagipula aku belum terlalu ingin makan." jawabku sambil memperhatikan wajahnya. Ada yang berbeda, pipinya terlihat lebih tirus. Dia bilang, dia makan dengan baik. Tapi kenapa terlihat kurus?

"Eum, baiklah. Aku akan menemanimu. Lalu kita mau apa sekarang? " Ucapnya.

"Hei, Kyu. Kau ingin punya keponakan namja atau yeoja?" tanyaku.

"Hahahaha bagiku namja atau yeoja sama saja, Chwang. Asalkan dia sehat, kuat, dan bisa menemanimu dan Siwon hyung di hari tua kalian nanti" jawabnya dengan tawa khasnya itu.

"Eum, kau benar. Dan aku juga ingin kau ada dan menyaksikan semuanya, pernikahan anakku, pernikahan anakmu, cucu-cucu kita hahaha pasti seru sekali. Kita akan menjadi tua bersama-sama, seperti yang dulu sering kita bicarakan" kataku sambil menatapnya dan tersenyum lebar.

Kyuhyun hanya mengangguk dan menggumam sebagai jawaban dari kata-kataku tadi. Hei, tumben sekali dia tidak banyak bicara seperti ini. Biasanya dia akan membalas kata-kataku tadi dengan jawaban pedasnya yang usil dan semacamnya, yang jelas bukan dia seperti ini. Apakah ada yang di sembunyikan olehnya? Mendadak aku jadi sangat takut kehilangan sahabat sekaligus adik iparku satu-satunya ini.

TBC