Summary : Kise Ryota seorang model. Hyuuga Hinata seorang siswi SMA biasa. Hanya sebuah cerita tentang seorang siswi SMA biasa, Hyuuga Hinata dan sang model, Kise Ryota. Crossover KnB X Naruto / KiseHina / AU / typos / ide absurd /.
Warning!
OOC. Bahasa tidak baku. Absurd.
Naruto (c) Masashi Kishimoto
Kuroko no Basuke (c) Tadatoshi Fujimaki
My Idol My Boyfriend (c) Fujiwara Hana
Kise Ryota + Hyuuga Hinata
Happy reading : ) :D
Keesokan harinya...
"KYAAAA!"
Jeritan terdengar dari lantai 2. Tepatnya kamar sulung Hyuuga. Dengan tergopoh-gopoh Hanabi-adik Hinata- menaiki tangga dengan cepat dan menggedor pintu kamar Hinata dengan keras.
"Kakak?"
KRIET. Hinata muncul di dalam kamar dengan tampang histeris.
"Ada apa sih Kakak teriak-teriak? Berisik tahu," Hanabi mendengus kesal. Mimik mukanya cemberut menahan murka.
"Ah maaf Hanabi-kun, Kakak bangun kesiangan soalnya, hehe," Hinata menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Berhenti memanggilku –kun! Aku ini perempuan Kak Hinata, dan lagi-"
Hinata kembali menutup pintu sebelum Hanabi menyelesaikan cercaannya. Hanabi kemudian pergi ke lantai dasar sambil mencerca sang kakak tercinta.
Beginilah keadan pagi hari di Kediaman Hyuuga. Setiap hari ada saja keributan yang terjadi di antara kakak beradik ini. Entah itu masalah sepele atau masalah berat. Terkadang jika belum ada yang benar-benar mengenal Hinata, mereka akan berpikir jika Hyuuga Hinata adalah orang yang tidak bisa diajak bercanda. Tetapi realita yang ada adalah kebalikannya. Hinata sering jahil terhadap adiknya, juga adiknya lebih sering jahil terhadap Hinata.
"Hinata. Hanabi. Sarapan sudah siap. Cepat makan selagi masih hangat," ucap Hyuuga Hotaru, ibu Hinata dan Hanabi.
Hanabi turun setelah Hotaru memanggilnya, masih membenarkan letak dasi SMP Teikou.
"Mana Kakakmu?"
"Lagi mandi, bangun kesiangan," Hanabi mengambil tempat duduk dekat ibunya.
"Anak itu benar-benar-" Hotaru menghela nafas dalam-dalam.
Hinata turun setelah Hanabi menghabiskan sarapannya. Masih dengan penampilan yang kurang rapi, ia mengambil tempat duduk samping Hiashi. Hinata mengambil sarapannya dan menghabiskannya dengan cepat dan terburu-buru. Seluruh anggota keluarga yang sedang makan pun menengok ke arah Hinata. Mengabaikan tatapan orang-orang, Hinata tetap melanjutkan makannya.
"Gochisousama deshita," berdiri, Hinata segera pergi ke kamarnya di lantai 2 untuk mengambil tas dan menyisir rambut basahnya.
...My Idol My Boyfriend...
"Papa, Mama, Hinata berangkat dulu," Hinata berpamitan setelah mencium pipi Papa dan Mamanya. "Dan Hanabi, kamu berangkat nanti yah setelah Kakak sampai," Hinata menjulurkan lidahnya ke arah Hanabi.
Hanabi yang saat itu sedang mengerjakan PR tersentak, "Apa? Nggak mau. Kakak harus nunggu aku ngerjain PR ini sampai selesai,"
"Maaf Hanabi, Kakak udah terlambat soalnya, dadaaa," Hinata menutup pintu dan ber kissbye ria dengan Hanabi.
"Mama kok diem aja sih nggak belain Hanabi," Hanabi merengut.
"Kakak nggak sengaja kok, Kakak emang udah terlambat," Hotaru masuk ke dalam rumah dan mulai membereskan sisa sarapan.
'Kak Hinata awas ya nanti' batin Hanabi seraya menyeringai.
...My Idol My Boyfriend...
"Makasih Kakashi-san," Hinata turun setelah mengucapkan terima kasih kepada supir pribadinya.
Mobil yang ditumpangi Hinata melesat setelah Kakashi menganggukkan kepalanya. Berlari pelan Hinata mengejar waktu agar sampai di kelas 2-1 sebelum pukul 07.10, batas waktu yang diberikan oleh sensei yang mengajar jam pertama.
HOSH! HOSH!
Hinata membuka pintu tergesa-tergesa dan langsung duduk di tempat duduknya. 'Pukul 07.08, syukurlah', batin Hinata. Kebetulan Iruka-sensei belum masuk kelas jadi Hinata mempunyai waktu untuk beristirahat.
"Tumben terlambat agak siang?"
Hinata melirik ke samping kanan ke arah sumber suara. Disampingnya terlihat Aida Riko-teman sebangku Hinata- sedang membaca buku Matematika.
"Iya nih, bangun kesiangan. Gara-gara-" Hinata memerah.
Riko yang penasaran karena kehilangan suara di dekatnya menoleh, "Gara-gara?"
"T-tidak apa-apa," Hinata mengalihkan perhatian dengan pura-pura mencari buku pelajaran.
Riko hanya mengangkat bahu dan melanjutkan membaca.
Sebenarnya Hinata bangun kesiangan gara-gara mimpi sama Kise Ryouta, idolanya. Hinata mimpi Kise Ryouta gara-gara dapat surat dari Kise Ryouta.
Setelah 10 menit Hinata dan Riko diam. Iruka-sensei datang membawa setumpuk soal Matematika di tangannya.
"Seperti yang saya katakan minggu lalu, kita adakan evaluasi bab 4 dan 5,"
Hinata hampir terjungkal dari kursinya. Hei sejak kapan Hinata lupa kalau hari ini akan ada evaluasi. Ini pasti gara-gara ia terlalu banyak memikirkan Kise Ryouta. Hinata menoleh ke kanan dengan tampang memelas dan minta bantuan dan yang ditatap mengedikkan pandangan ke arah whiteboard.
'Absen 1-16 diharap belajar diluar. Absen 17-32 di dalam kelas.'
Mati sudah. Hinata rombongan evaluasi yang pertama masuk dan Aida Riko rombongan kedua. Ia lupa kalau Iruka-sensei selalu membagi menjadi 2 rombongan evaluasi. Dengan langkah lesu Hinata berjalan gontai menuju bangku paling depan. Duduk sesuai absen, itu aturannya.
...My Idol My Boyfriend...
Hinata memakan bentou-nya dengan tidak lahap. Soal Matematika tadi pagi masih terngiang di otaknya. "Aku gagal Riko-chan,"
Riko menoleh, "Sudahlah tak usah dipikirkan, masih ada kesempatan lain waktu untuk memperbaikinya," Riko memasukkan sushi ke mulutnya.
Hinata masih lesu. Bentounya tidak habis hari ini. Nafsu makannya hilang begitu saja. Padahal bentou kali ini makanan kesukaannya.
Riko menutup bentounya setelah isinya habis. Menepuk pundak Hinata, Riko mengajaknya ke suatu tempat, "Ikut aku yuk?"
Hinata belum menoleh, "Kemana?"
"Ke lapangan basket,"
Ah iya Hinata lupa. Riko adalah manajer basket SMA Seirin.
Tanpa berpikir dua kali Hinata mengiyakan. Selain bertujuan untuk melupakan masalah evaluasi Matematika, mengikuti Riko ke lapangan basket juga dapat mendatangkan keuntungan, misalnya ia bisa bertanya kepada Kuroko Tetsuya yang notabene sudah pernah satu SMP dengan Kise Ryouta. Tapi agak aneh juga sih bertanya padanya, Hinata kan belum kenal dekat dengan Kuroko.
Riko menarik tangan Hinata pelan, menggiringnya menuju lapangan basket di sebelah utara gedung utama SMA Seirin.
Dari kejauhan Hinata dapat melihat segerombolan siswa masih berseragam sedang bermain basket. Sebelum sampai lapangan basket, seseorang melambai kearah Hinata dan Riko.
"Yo Pelatih!"
Riko balas melambai. Setelah sampai Riko berbincang-bincang dengan anggota basket Seirin dengan Hinata duduk di dekat lapangan di tempat yang teduh.
"Sejuknya~" bisik Hinata lirih.
"Memang sejuk disini,"
Hinata merinding. Sejak kapan tempat ini jadi angker. Perasaan dari tadi ia hanya sendiri disini. Menoleh kepalanya ke samping kanan dan kiri tidak ada seorangpun. Pilihan terakhir yaitu di belakangnya. Dengan gerakan patah-patah Hinata menoleh ke belakang dan-
TADAAAA!
Kuroko Tetsuya sudah ada di belakangnya dengan raut muka polos.
Hinata mendelik.
Kuroko melirik sekilas kemudian dilanjutkan menyedot milkshakenya.
"S-sejak kapan k-kamu di sini!" tak sengaja Hinata meninggikan suaranya yang setelah itu Hinata menutup mulutnya. "Maaf, aku t-tak ada m-maksud membentakmu,"
Kuroko hanya mengangguk. "Aku sudah biasa di teriaki seperti itu, tak apa,"
Hening. Hinata bingung memulai pembicaraan seperti apa. 10 detik kemudian Hinata ingat.
"Ano- kamu Kuroko-san?"
Kuroko mengangguk lagi masih dengan menyedot minumannya.
"Bagaimana kabarmu?" Hinata merutuk dalam hati. Bukan itu yang ingin dikatakannya. Bodoh sekali pikir Hinata.
"Baik, kamu?" dan kenapa juga Kuroko harus menanyakan pertanyaan bodoh yang tadi diutarakannya.
"Ng, baik juga sepertinya," Hinata menjawab asal.
Hening kembali melanda.
"Kamu dari SMP Teikou?" Hinata bersyukur kali ini ia mengucapkannya dengan benar.
Melepaskan sedotan dari mulutnya Kuroko menjawab, "Iya,"
Hinata agak malu kali ini. Ia bertanya dan hanya dijawab dengan satu kata? Setidaknya Kuroko bertanya balik atau apalah agar keadaan canggung tidak terulang lagi. Hinata melirik ke arah lapangan. Riko masih setia berbincang dengan tim basket.
"Kau tidak bergabung dengan lainnya?"
"Tidak, aku sedang capek,"
Hinata mengangguk-angguk pelan.
"Berhentilah mengangguk, kau seperti Ni-go saja,"
Eh Ni-go siapa?
"Siapa Ni-go?"
"Anjingku,"
Sialan. Batin Hinata. Gadis secantik dirinya disamakan dengan hewan? Anak ini harus dikasih pelajaran rupanya. Hinata menggulung lengan kemejanya pelan.
"Tingkahmu sangat imut seperti anjingku," Kuroko berujar pelan.
'Oh ternyata tingkah imutnya yang mirip' batin Hinata lega. Ia kembali merapikan lengan kemejanya.
"Ah Kuroko-san, boleh aku bertanya sesuatu padamu?"
"Tanya saja, aku tidak melarang. Hanya saja aku tidak janji akan menjawab,"
Bocah ini benar-benar kurang ajar, batin Hinata. Sabar. Itulah hal yang dibutuhkan Hinata saat ini demi mengorek informasi mengenai Kise Ryouta dari makhluj di sampingnya.
"Waktu di SMP Teikou, Kise Ryouta orangnya bagaimana? Soalnya adikku sangat mengidolakannya," bohong Hinata.
Dan dengan polosnya Kuroko mempercayainya, "Dia itu ceria, baik, tampan,"
Iya kalau tampan aku tahu.
"Bisa kau ceritakan lebih detail?"
Kuroko menghela nafas. "Aku hari ini tidak ada waktu banyak," Kuroko berdiri dari tempat duduknya mengibaskan debu yang menempel di celananya.
Hinata menunduk lesu.
"Kalau kau mau temui aku di Maji Burger besok minggu pukul 10.00," dan setelah itu Kuroko pergi menuju toilet.
Seketika itu raut muka Hinata langsung sumringah. Dalam hati ia berterima kasih pada Kuroko karena bersedia meluangkan waktu untuknya.
...My Idol My Boyfriend...
Minggu, 25 Januari 2016. Maji Burger. Pukul 10.00. Bertemu Kuroko.
Hinata menancapkan note kecil di dinding kamarnya bersebelahan dengan kalender SMA Seirin. Ia tak sabar menunggu hari Minggu tiba. Setelah menyiapkan baju yang akan dipakainya saat bertemu dengan Kuroko, Hinata bersiap untuk tidur. Mematikan lampu tidur utama Hinata terlelap setelah sebuah selimut super hangat menyelimutinya.
KRIEEETT
Suara pintu terbuka. Sesosok makhluk berdiri di samping pintu sambil mengintip melalui celah pintu yang ternyata lupa dikunci oleh pemiliknya. Perlahan tapi pasti sosok itu mendekati dinding dan membaca note yang ditempel kemudian bergegas menuju lemari, mengahmpiri baju yang Hinata siapkan, dan melakukan sesuatu terhadap baju tersebut.
Setelah selesai dan baju sudah dikembalikan di tempat semula sosok itu keluar kamar dan menutup pintu kamar rapat-rapat sambil menyeringai iblis.
"Hanabi kok belum tidur?" Hotaru memergoki Hanabi ketika turun dari lantai atas.
"Ehehehe, tadi Hanabi lupa mengambil buku di tempat Kakak,"
Hotaru mengangguk paham. "Ya sudah tidur dulu, sudah malam," Hotaru melanjutkan langkahnya yang tertunda ke dapur untuk mengambil air minum.
Hanabi nyengir dan beranjak menuju kamarnya yang terletak di lantai dasar.
...My Idol My Boyfriend...
SMA Kaijou
Seorang laki-laki bersurai pirang berjalan melewati koridor yang disambut teriakan dari siswi-siswi dari kelas 1 sampai 3 yang melihatnya. Sedang yang diteriaki hanya melemparkan senyuman yang sangat menawan membuat beberapa siswi nosebleed masal.
"Kau ini jangan tebar pesona dong," seseorang menepuk pelan kepalanya dari belakang.
"Kasamatsu-senpai jangan merusak rambutku dong, rambut kerenku ini sudah kutata sejak pagi sekali," Kise pura-pura memarahi senpainya dan merapikan rambutnya yang agak berantakan.
Tanpa mendengar omelan dari Kise, Kasamatsu kembali mengobrak-abrik rambut Kise yang dihadiahi tatapan memelas super cute dari Kise yang ternyata tidak mempan.
"Ayo kita mulai latihannya!"
Sesampainya di lapangan, Kise bergabung dengan tim basketnya dan memulai pemanasan.
"Untuk memberi kita semangat untuk pertandingan selanjutnya, bagaimana kalau kita makan-makan di Hyuuga Restaurant?" Kasamatsu berbicara selagi mereka melakukan pemanasan lengan.
Anggota lainnya berteriak senang.
"Yosshh! Kapan kita makan-makan?" Hayakawa dengan semangat menanyakannya.
"Kalau bisa secepatnya agar kita tidak kehabisan semangat," Moriyama menimpali. "Tapi di Hyuuga Restaurant ada gadisnya kan?"
"Kita disana untuk makan, bukan mencari gadis," ujar Kasamatsu.
Kise diam. Hyuuga. Sepertinya ia pernah mendengar marga itu. Kise berikir agak keras tetapi tetap tak menemukan jawabannya.
"-se,"
Hyuuga. Hyuuga. Hyuuga.
"Kise!"
Kise tersentak kemudian menoleh, "Apa?"
"Kau kenapa?"
Kise menggeleng.
Sang kapten mendengus. "Jangan terlalu memikirkan banyak masalah, jaga kesehatanmu, sebentar lagi kita akan bertanding,"
Kise hanya tersenyum dan semuanya melanjutkan pemanasan mereka yang tertunda.
...My Idol My Boyfriend...
Hari sabtu SMA Seirin libur dikarenakan sekolah akan mengadakan rapat. Seluruh siswa merayakannya dengan bersuka cita. Tak terkecuali Hinata dan Riko. Pengumuman yang diberitahukan pada hari jum'at siang menjadi pencerahan bagi Hinata untuk melakukan suatu misi. Misi yang ada kaitannya dengan Kise Ryouta, idolanya. Entah Hinata yang demam Kise atau apapun itu namanya, ini benar-benar rencana gila.
Pukul 07.00 seperti biasanya Hinata memakai seragam hari sabtu, berhubung kedua orang tua Hinata tidak tahu kalau hari ini hari libur, Hinata memanfaatkannya. Hinata meminta untuk hari ini saja ia akan pergi menggunakan bus umum. Dan beruntungnya Hinata kedua orang tuanya tidak curiga terhadapnya, termasuk Hanabi.
Menyetop bus Hinata segera naik bus dan berdiri karena tempat duduk sudah penuh oleh orang-orang yang kebanyakan pelajar dengan seragam SMA Kaijou. Hinata tetap merasa PD walaupun hanya dirinya seorang yang mengenakan seragam SMA Seirin.
Setelah 10 menit berlalu, pelajar dengan seragam SMA Kaijou turun dan Hinata juga ikut turun. Berjalan mengendap-endap bagaikan pencuri, Hinata mengambil tempat duduk disekitar area SMA Kaijou. Hinata memijit pelan kakinya yang kesemutan terlalu lama berdiri. 'Jangan mengeluh Hinata! Pengorbanan sekecil ini tidak sebanding dengan apa yang akan kuperoleh!' batin Hinata seraya mengepalkan tangannya.
...My Idol My Boyfriend...
Keluar dari toilet SMA Kaijou, penyamaran Hinata sempurna. Mengenakan sweater biru tua yang telah ia persiapkan sebelumnya ditambah rok SMA Kaijou yang ia pinjam dari Shizune-tetangga Hinata- yang mana alumni SMA Kaijou dipadukan kacamata dan tak lupa ia ikat rambutnya menjadi dua bagian. Jalan menuju gedung utama menjadi destinasinya saat ini. Tak perlu membuang waktu lebih lama lagi, Hinata berjalan dan berbaur dengan siswa-siswi SMA Kaijou.
Ada dua persimpangan. Sebenarnya Hinata tidak terlalu yakin akan mengambil arah yang mana. Tetapi berhubung dari kejauhan terlihat lapangan bola basket dijalur kanan, maka Hinata tanpa berpikir lama langsung menuju arah lapangan bola basket.
Berjalan agak cepat membuat Hinata dengan cepat sampai ditempat tujuan. Hinata mengambil tempat paling strategis dan tersembunyi untuk melihat para pemain basket yang ternyata masih sempat bermain sebelum pelajaran pertama dimulai.
Hinata menyeleksi satu persatu siswa yang tengah bermain di lapangan. Ia yakin bahwa Kise ada diantara mereka. Dan Kami-sama sedang berbaik hati kepadanya. Surai emas tampak menari di antara helaian angin, reaksi dari pemilik surai emas yang tenga berlari kesana kemari. Lavender Hinata berbinar-binar. Kedua tangannya ia satukan di depan dada, bukti betapa ia sangat mengagumi Kise Ryota.
Terlau sering memperhatikan Kise tanpa berkedip, Hinata tak sadar bola basket dengan tidak sopannya bergulir ke arah Hinata dan-
DUAKH!
-menghantam dahi Hinata dengan kuat membuat korban tergeletak tak sadarkan diri di pinggir lapangan dengan warna merah keunguan menghiasi dahi korban.
Sebelum Hinata disambut ketidak sadaran diri, samar-samar ia lihat seseorang berlari ke arahnya dengan cepat. Kuning. Kise?
TBC
THANKS TO :
: salam kenal kembali : ) iya, Hinata saya buat ooc demi kelangsungan cerita, hehe makasih, diusahain update kilat. Mell Hinaga Kuran : makasih Mell-senpai : ). seman99i : makasih udah berkunjung : ) iya : ). lawvert : iya, do'ain cpt dapet ide ya : ). Stupid Panda : makasih : ) semoga fic crossover knb naruto tambah banyak, terutama chara Hinata, hehe.
