Tittle : Sweet Family

Cast :

Oh Sehun

Kim Jongin

Oh Jonghun as HunKai son

Etc Other Cast

Warning : HunKai, Slight Lumin, HunHan (Jonghun x Xiuhan) , Yaoi, Mpreng, Cerita abal, typo bertebaran, alur berantakan.

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, Hwa Cuma pinjem nama mereka untuk di nistakan saja

Don't like Don't read

No SIDER, No Bash.

Jika ada yang ga suka cerita ini kalian tinggal mengklik symbol close pada computer kalian.

.

.

Happy

.

Reading XD

.

.

Jonghun sudah duduk di meja makan pagi ini, Sehun dan Kai sudah siap dengan pakaian kerjanya, Kai memakaikan dasi Sehun berdiri berhadapan di depan Jonghun membuat Jonghun mempoutkan bibirnya.

"appa dan umma akan pulang terlambat kah ?" tanya Jonghun membuat Kai dan Sehun kompak menoleh kearah Jonghun yang mempoutkan bibirnya.

"umma akan pulang tepat waktu."

"tapi appa pulang terlambat."

Jawab Kai dan Sehun bergantian membuat Jonghun semakin mengerutkan wajahnya, jika appa dan umma pulang terlambat kapan akan membelikan adik untuknya ? Kai melirik Jonghun sekilas lalu tersenyum kearah Sehun setelah dasi Sehun terpasang rapi.

"tapi Jongie tetap pulang dengan Xiuhan ne, nanti umma jemput disana." Jonghun menganggukan kepalanya mengerti.

Menurutnya itu sudah biasa jika Kai atau Sehun yang menjemputnya di rumah Xiuhan, Xiuhan adalah teman sekelas Jonghun di taman kanak kanak dan kedua orang tua Xiuhan teman Kai dan Sehun jadi mereka sudah menganggap Jonghun seperti anak mereka sendiri.

"sudah selesai ? ayo kita berangkat." Jonghun tersenyum lalu Sehun menggendong Jonghun lalu membawanya kedalam mobil.

.

.

#####

.

.

Setiap pagi, Sehun memang selalu menyempatkan mengantar Jonghun, ia tahu kesibukannya membuat intensitas pertemuan dengan keluarga kecilnya berkurang.

"hati hati ya." Ucap Sehun sambil mengusak pelan kepala Jonghun, Kai mengecup pelan pipi Jonghun.

"appa dan umma juga hati hati ne, jangan lupa tentang adikku ne appa." Ucap Jonghun membuat Kai dan Sehun membulatkan matanya kompak.

"n..ne Jongie." Jawab Kai gugup sambil melirik Sehun yang tersenyum kearah Jonghun.

Jonghun melambaikan tangannya kearah Sehun dan Kai lalu memasuki sekolahnya, berlari cepat saat matanya menangkap sosok Xiuhan yang sudah melambaikan tangannya.

Kai langsung menoleh kearah Sehun dan menatapnya tajam membuat Sehun mendelik kaget.

"ada apa sayang ?" tanya Sehun sambil mulai menjalankan mobilnya menuju tempat kerja Kai.

Setelah mengantar Jonghun, Sehun pasti akan mengangar Kai, Kai tidak pernah menolak akan itu karena menurut Kai hanya dengan itulah mereka terlihat seperti keluarga hangat.

"kau mengatakan akan memberikan Jonghun adik kan ? sekarang ia menangihnya, bagaimana caranya menjelaskannya Hun ? kau kan tahu memiliki anak lagi tidak semudah membalikan telapak tangan." Sehun terkekeh mendengar jeritan Kai di dalam mobilnya.

Memang sih tapi setidaknya Jonghun tidak akan terus merengek dan meminta di ajarkan membuat adik jika sudah di janjikan seperti ini, nanti Sehun dan Kai juga yang bingung jika Jonghun terus merengek.

"iya sayang, tapi aku mengatakan itu karena ada alasannya."

"alasan ? kau malah memberikan harapan tidak pasti pada Jonghun, Hun." Jawab Kai dengan nada tinggi membuat Sehun menghela nafasnya, Sehun tahu Kai kesal karena Sehun seenaknya memberikan jawaban yang sebenarnya agak sulit juga.

Kai itu pria dan itu tidak bisa di pungkiri, di awal pernikahan mereka pun mereka bahkan sempat berfikir untuk mengadopsi sepasang anak kembar yang ada di panti asuhan yang sering mereka kunjungi saat masa sekolah dulu.

Tapi tuhan berkehendak lain, Kai hamil Jonghun dan itu membuat Kai dan Sehun merasa sangat bahagia.

Kini, sang anak sudah berusia 4 tahun yang ingin memiliki adik ? Kai sama sekali belum terpikirkan untuk memiliki anak lagi. Memikirkan saat ia dulu mengandung Jonghun masih terbayang dan betapa nyerinya saat kontraksi ingin melahirkan datang padanya.

Dan Kai harus melakukan operasi untuk mempertahankan anak dan dirinya saat itu, bekas jahitan memang sudah tidak terlihat di perut Kai tapi rasa sakit masih terasa sampai sekarang.

"kau tidak tahu bagaimana perjuanganku saat sedang melahirkan Hun." Sehun menghela nafasnya pelan lalu menoleh kearah Kai yang menundukan kepalanya.

"maafkan aku sayang." Ucap Sehun membuat Kai semakin menundukan kepalanya.

.

.

#####

.

.

Di sekolah, Jonghun dan Xiuhan yang memang duduk satu meja menatap sang guru yang sedang memberikan tugas menceritakan apa yang mereka lakukan saat hari minggu datang.

"apa yang kau lakukan Hun ?" tanya Xiuhan membuat Jonghun menoleh kearah Xiuhan yang sedang mengerjap matanya.

Xiuhan anak kecil berusia 4 tahun kelahiran china karena ayahnya keturunan china dan ibunya keturunan korea asli dan menghasilkan Xiuhan, kulit putih dengan mata berbinar, di padu dengan pipi gembul mirip bakpau dan bibir pinknya membuat Xiuhan terlihat tampan.

Tapi banyak yang mengira jika Jonghun dan Xiuhan itu kembar, karena jika di lihat sekilas wajah mereka memang sama.

"aku membuat taman belakang berthama appa." Jelas Jonghun membuat Xiuhan mengangguk anggukan kepalanya.

"aku ingin bertanya padamu ?"

"beltanya apa ?"

"bagaimana caranya membuat adik ?" Xiuhan menatap datar Jonghun lalu mengerjap matanya cepat.

"memangnya kenapa ?"

"aku ingin punya adik theperti dirimu Xiu." Jawab Jonghun sambil mempoutkan bibirnya.

Xiuhan mengerutkan keningnya sambil menatap Jonghun, sebenarnya ia juga tidak tahu bagaimana mempunyai adik tapi dulu ia sempat bertanya pada pamannya bagaimana caranya dan Xiuhan langsung mendapatkan jawaban yang sebenarnya sangat aneh untuknya.

"aku tidak tahu, tapi aku pelnah beltanya pada Suho ahjussi."

"lalu jawabannya ?" Jonghun mendekatkan wajahnya kearah Xiuhan mencoba mendengar jawaban Xiuhan yang Jonghun yakin sangat pelan.

"cukup dengan saling tindih akan jadi adik." Ucap Xiuhan dengan suara lirih, Jonghun menatap datar Xiuhan, lalu mengerjap matanya.

"kau bercanda ?" Xiuhan menggelengkan kepalanya mantap sambil tersenyum membuat Jonghun menegakkan kembali duduknya.

'Cukup saling tindih akan jadi adik ?' bagaimana bisa jika hanya saling tindih akan jadi adik ? jika hanya seperti itu dirinya dan Xiuhan pun bisa melakukannya, jadi tidak perlu memaksa umma dan appa nya untuk memberikan adik.

"kalau begitu thaja thi kita bitha melakukannya thendiri Xiu, kau mau membantu ku ?" Xiuhan menoleh kearah Jonghun yang sedang tersenyum dengan mata berbinar membuat Xiuhan mempoutkan bibirnya berfikir.

"baiklah, nanti di lumah kita coba ya Jongie." Ucap Xiuhan membuat Jonghun menganggukan kepalanya semangat sambil tersenyum, sepertinya seru mereka akan memainkan permainan baru nanti.

.

.

#####

.

.

"ish, kau yang di bawah Jongie." Ucap Xiuhan kesal sambil mempoutkan bibirnya, Jonghun menggelengkan kepalanya mantap sambil mendengus kesal.

"tidak mau, tubuhmu kan berat tidak ringan." Xiuhan mengepal tangannya dan langsung memukul kepala Jonghun telak.

"kita tentukan dengan gunting, keltas, batu saja." Ucap Xiuhan langsung mendudukan dirinya di samping Jonghun.

"Kahi Bai Bo."

Telapak tangan Jonghun membentuk gunting dan tengan Xiuhan membentuk batu membuat Jonghun mendesah pelan, kenapa di saat seperti ini ia harus kalah.

"kau di bawah Hun." Xiuhan mengerak gerakan alisnya membuat Jonghun mendesah pelan.

Jonghun langsung menidurkan tubuhnya secara lurus di atas tempat tidur Xiuhan, Xiuhan mempoutkan bibirnya berfikir, sepertinya ia pernah melihat ini tapi dimana ?

Xiuhan langsung merangkak naik ke tubuh Jonghun yang memiliki tinggi hanya berbeda beberapa centi lebih tinggi darinya saja.

Xiuhan menyejajarkan wajahnya pada wajah Jonghun, menatapnya datar dan Jonghun langsung memasang poker face milik sang appa yang selalu sukses jika ia pasang pada wajahnya.

'cklek'

"astaga Xiuhan apa yang kau lakukan ?" Xiuhan dan Jonghun langsung reflek menoleh kearah pintu kamar yang terbuka memperlihatkan ibu Xiuhan, Minseok yang sudah menatapnya garang.

Minseok yang memang otaknya pintar bisa berfikir cepat dan langsung merespon apa yang sedang Xiuhan lakukan saat melihat sang anak dan Jonghun berada dalam posisi tumpang tindih seperti tadi.

Minseok berjalan cepat memasuki kamar dan menarik tubuh Xiuhan menuruni tubuh Jonghun membuat Xiuhan memberontak, memangnya yang mereka lakukan salah ?

"apa yang kau lakukan ?" teriak Minseok kesal membuat Xiuhan mempoutkan bibirnya.

"hanya membantu Jonghun untuk cepat punya adik." Minseok mendelik menatap Xiuhan heran, kenapa bisa sampai punya pikiran membantu Jonghun untuk memiliki adik dan kenapa harus tumpang tindih seperti tadi ?

Kepala Minseok mendadak pening lalu mendesah pelan, pasti Xiuhan tidak sengaja melihat dirinya dan Luhan yang sedang 'olah raga malam' atau melihat Suho dengan kekasih polosnya yang sudah tidak polos lagi ?

"makan siang siap, kalian makan setelah itu tidur siang, mama tidak terima penolakan." Ucap Minseok cepat saat mata Minseok menatap Xiuhan yang sudah ingin mengelak kesal.

.

.

#####

.

.

"apa ?" Kai menaikan sebelah alisnya sambil menatap Jonghun yang tertidur di pangkuannya, lalu mendongakkan kepalanya menatap Minseok yang sedang menggendong bayi mungil perempuan.

"serius loh." Ucap Minseok saat matanya menangkap tatapan mata Kai yang seakan tidak percaya degan perkataannya.

"kau bercanda hyung, mana mungkin ?"

"mana mungkin bagaimana ? posisi mereka tumpang tindih dengan Jonghun ada di bawahnya." Jelas Minseok sambil menatap malas Kai.

Minseok tahu jika Kai sama sekali tidak pernah percaya dengan apa yang di katakannya barusan, ya mengingat Jonghun anak yang baik dan polos tidak seperti Sehun yang over pervet apa lagi jika melihat Kai memakai baju kebesaran.

Tanpa melihat pun Minseok tahu akan berakhir dengan Kai yang akan susah berjalan saat pagi harinya.

"aku bertanya pada Xiuhan dia lah yang mengajarkan anak polosmu itu, sepertinya aku harus menjauhkan Xiuhan dari Suho." Kai mengerjap matanya menatap Minseok yang menggeram kesal.

"memangnya kenapa hyung ?"

"Xiuhan bilang dia hanya mengikuti saran dari Suho agar bisa punya adik, kau tahu anakmu kesepian Kai." Kai menganggu anggukan kepalanya mengerti.

Kai tahu jika Jonghun kesepian tapi rasa takut benar benar masihterasa dalam dada dan jiwanya.

"aku tahu hyung tapi aku –"

"masih takut ? melahirkan anak kedua tidak semengerikan melahirkan anak pertama, percaya padaku." Jelas Minseok sambil mengusap kepala bayi mungil itu.

Kai menatap Minseok yang sedang mengecup pelan pipi gembul bayi mungil itu sambil tersenyum.

"kau tidak kasihan pada Jonghun ? dia ingin adik, kau tahu bahkan beberapa hari yang lalu ia sempat mengeluarkan aegyo ajaran Sehun pada Luhan saat meminta agar Xiao Lu boleh di bawa pulang." Kai menaikan sebelah alisnya sambil tersenyum.

Ya Kai masih ingat saat dirinya menjemput Jonghun saat itu, Jonghun meminta izin padanya untuk masuk kembali kedalam rumah saat matanya menangkap Luhan, ayah Xiuhan pulang dari kerjanya tapi Kai sama sekali tidak tahu jika Jonghun melakukan aegyo gagal pada Luhan.

"nanti aku bicarakan pada Sehun, hyung." Minseok tersenyum mendengar ucapan Kai.

Minseok tahu mungkin banyak kendala yang Kai rasakan jika memiliki anak lagi, terlebih Kai masih saja bekerja memegang saham ayahnya walaupun sudah menikah.

Berbeda dengannya yang memilih dirumah mengurus keluarga kecilnya.

.

.

#####

.

.

"apa yang kau lakukan bersama Xiu, Jongie ?" Sehun yang pulang tepat makan malam bertanya pada Jonghun karena Kai bercerita masalah tumpang tindih keduanya.

"aku belajar membuat adik tapi tidak jadi karena Mama datang menghancurkan themuanya." Sehun terkekeh mendengar penjelasan Jonghun dengan mempoutkan bibirnya.

"lain kali jangan seperti itu ya, umma dan appa bisa membuatkannya untuk Jongie, jadi Jongie jangan membuatnya sendiri." Kai yang mendengar ucapan Sehun mendekat dan memukul kepala Sehun telak.

"aahh ish sakit sayang."

"jangan berkata aneh aneh pada Jonghun ! kau tahu akibat ajaran aegyo mu ia sering melakukannya pada Luhan hyung." Sehun mengusap kepalanya yang terasa berdenyut saat di pukul Kai.

"loh bagus dong."

"bagus apanya ?" tanya Kai dengan menatap garang Sehun membuat Sehun mendelik kaget.

Jonghun yang melihat pertengkaran umma dan appa nya hanya bisa terdiam dengan makanan di hadapannya.

Rasa laparnya menguap begitu saja, rasa penasaran benar benar menguak di dadanya, tapi jika di pikir pikir kemarin dirinya dan Xiuhan sempat tumpang tindih sebentar kan ? kenapa tidak jadi adik ?

"umma, aku mengantuk." Kai dan Sehun menatap Jonghun yang memasang wajah mengantuk membuat Kai menghampiri dan mengelus kepala Jonghun.

"kau belum menghabiskan makan malammu, sayang." Ucap Kai sambil mengelus kepala Jonghun, Jonghun menggelengkan kepalanya berharap Kai menggendongnya lalu membawanya kekamar.

"aku tidak lapar umma."

"yasudah, ayo kita tidur." Kai menggendong Jonghun, membuat Jonghun menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher Kai.

"selamat tidur Jongie." Ucap Sehun melambaikan tangannya membuat Jonghun membalas lambaian tangan Sehun.

"thelamat tidur juga appa, Jongie menyayangi appa."

"appa juga menyayangi Jongie." Sehun memberikan love sign pada Jonghun membuat Jonghun semakin menenggelamkan kepalanya.

Kai tersenyum sambil mengelus punggung Jonghun lalu membawa Jonghun memasuki kamarnya.

Kai menidurkan Jonghun di tempat tidurnya dan Jonghun langsung memeluk gulingnya erat, Kai menarik selimut Jonghun lalu mengecup pelan kening Jonghun.

"umma menyayangi Jongie."

.

.

#####

.

.

"Jonghun benar benar kesepian sayang." Kai menganggukan kepalanya, saat nasi tertelan dengan mudahnya melewati tenggorokannya.

"aku tahu Sehun." Jawab Kai, Sehun menghabiskan makan malam nya dengan cepat lalu menatap Kai yang mempoutkan bibirnya.

"lalu ? kau tidak kasihan pada Jonghun." Kai menatap Sehun yang terkekeh dengan tajam, Kai tahu maksud dari perkataan Sehun tapi dengan bahasa yang berbelit belit.

"kalau kau menginginkanya bilang saja Sehun, tidak usah berbelit belit seperti ini." Sehun terkekeh mendengar ucapan Kai yang seperti tembakan mengarah tepat sasaran.

Jika di pikir pikir Sehun sudah tidak menyentuh Kai sejak beberapa bulan lalu, disaat Kai mulai sibuk menggantikan posisi sang ayah yang memilih pensiun disaat Jonghun sudah mulai besar dan membutuhkan kehadiran Kai.

"sayang boleh aku meminta sesuatu ?" Kai yang sedang mengangkat piring kotor dari atas meja menatap Sehun.

"apa ?"

"disaat nanti kau benar benar hamil anak kedua, aku ingin kau tinggal dirumah sayang." Kai menatap Sehun yang ikut membantu mengangkat piring dari tangan Kai lalu berjalan menuju dapur meninggalkan Kai yang terdiam.

Kai menatap Sehun yang berjalan menuju dapur, menghela nafanya pelan.

Kai tahu jika Jonghun sangat membutuhkannya sebagai ibu di sampingnya tapi Kai sudah kepalang janji pada ayahnya untuk menjaga perusahaan yang ayahnya tinggalkan, walaupun Kai bukan anak satu satunya tapi hanya Kai yang bersedia menjaga itu.

Apa yang harus Kai lakukan sekarang ? Kai menghampiri Sehun di dapur menatap Sehun yang sedang mencuci pirinya.

Kai memeluk Sehun dari belakang membuat tubuh Sehun menengang sebentar lalu tetap melanjutkan mencuci piringnya.

"Sehun bagaimana dengan perusahaan ayah ?" Sehun yang sedang membilas piring itu tersenyum, Sehun tahu Kai berat melepas itu karena yang Sehun tahu Kai sudah janji pada ayahnya.

"kau bisa meminta bantuan pada Jimin atau Yoongi kan ? mereka orang kepercayaanmu sayang." Kai semakin menenggelamkan kepalanya ke punggung Sehun.

Sehun melepaskan lingkaran tangan Kai membalik tubuhnya dan memeluk tubuh Kai, Kai mengeratkan pelukannya.

"tapi bagaimana menjelaskannya ?" Sehun mengelus punggung Kai lembut sambil tersenyum.

"biar aku yang menjelaskannya pada mereka." Ucap Sehun membuat Kai semakin menenggelamkan kepalanya ke dada Sehun.

"maafkan aku, aku jadi memaksamu untuk berhenti."

"kau meminta ku karena Jonghun kan ? aku terima Hun, toh anak itu juga membutuhkanku." Jelas Kai membuat Sehun semakin mengeratkan pelukannya.

Sehun mengelus kepala Kai dan punggung Kai bergantian, lalu mengecup pelan pipi Kai.

"aku mencintaimu Kai." Kai mempoutkan bibirnya menatap Sehun hangat.

"perlu ku jawab atau tidak ?"

"jawab lah."

"aku juga mencintaimu Tuan Oh Sehun."

.

.

TBC

.

.

Cuap sedikit ya, semakin sedikitnya HunKai Shipper ga bikin hwa berhenti jadi Hunkai shipper loh, jiwa HunKai shipper udah mendarah daging walaupun Hwa di racunin sama temen yang ChanKai Shipper dan HunBaek Shipper tapi jiwa hwa udah HunKai Shipper.

Feel hwa sendiri Cuma HunKai dan Lumin ga ada yang lain, jadi jangan pada saling bash ya, hidup damai itu indah loh walaupun beda pendapat, itu hak kalian semua mau suka couple siapa siapa tapi jangan ngebash Hunkai.

Udah gituh ajah, salam HunKai Shipper *Wink bareng Kai*

_Hwa_