Tittle : Sweet Family
Cast :
Oh Sehun
Kim Jongin
Oh Jonghun as HunKai son
Etc Other Cast
Warning : HunKai, Slight Lumin, HunHan (Jonghun x Xiuhan) , Yaoi, Mpreng, Cerita abal, typo bertebaran, alur berantakan.
Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, Hwa Cuma pinjem nama mereka untuk di nistakan saja
Don't like Don't read
No SIDER, No Bash.
Jika ada yang ga suka cerita ini kalian tinggal mengklik symbol close pada computer kalian.
.
.
Happy
.
Reading XD
.
.
"papa." Teriak Xiuhan saat matanya menangkap sosok Luhan yang menjemputnya membuat Jonghun mempoutkan bibirnya, kenapa ayahnya tidak seperti ayah Xiuhan atau ibunya tidak seperti ibu Xiuhan ? yang bisa menjemput di saat Xiuhan meminta nya ?
"annyeong Hun." Jonghun mendongakkan kepalanya lalu tersenyum kearah Luhan yang tersenyum.
"nado annyeong Papa." Luhan terkekeh lalu mengandeng kedua nya untuk menuju mobilnya.
Luhan mendudukan keduanya di bangku penumpang lalu dirinya masuk ke bangku pengemudi, Luhan melirik keduanya yang tengah bergurau lalu berdehem.
"ehem,, kalian langsung pulang kan ?" Xiuhan dan Jonghun sontak menoleh lalu saling menatap.
"aku mau ice cleam papa, boleh kah ?" Tanya Xiuhan sambil melirik Jonghun seakan minta dukungan agar keinginannya di kabulkan ayahnya.
"aku thetuju papa." Luhan terkekeh saat Jonghun mengepalkan tangannya ke atas dan Xiuhan mengumamkan kata yes.
"baiklah baiklah, kita ke kedai ice cream lalu pulang. Dirumah sudah ada umma mu Hun." Jonghun yang mendengar kata umma dan dirumah langsung mendekat kearah Luhan yang sedang menyetir di bangku pengemudi.
"jinjja ?"
"apa papa sedang sedang terlihat bercanda ?" Tanya Luhan membuat Xiuhan ikut menatap Luhan, tidak ada terlihat sedang bercanda memang tapi untuk apa ibu Jonghun ada dirumahnya ? lalu kenapa bukan ibu Jonghun yang menjemputnya ?
"kenapa bukan umma yang menjemputku papa ?" Tanya Jonghun membuat Luhan tertawa, ternyata Jonghun lebih cerewet dari pada yang di bayangkannya ?
"umma mu sedang ada urusan dengan mama."
"apa dengan appa ?"
"appa mu tidak ada." Jonghun menghela nafasnya pelan lalu kembali mendudukan dirinya dengan kesal di bangku penumpang membuat Xiuhan dan Luhan menatap heran Jonghun.
"kenapa ?"
"ada apa ?"
Tanya Xiuhan dan Luhan bergantian pada Jonghun yang sedang mempoutkan bibirnya kesal.
"tidak ada appa ? lalu kapan mereka memberikan aku adik ?" dumel Jonghun yang masih bisa di dengar jelas oleh Luhan membuat Luhan membulatkan matanya.
Memberikan adik ? Luhan paham.
Kenapa Kai pagi pagi datang kerumahnya dengan pakaian santai dan tiba tiba mengatakan kalau ia berhenti untuk mengurus perusahaan karena ini.
Ingin memberikan Jonghun adik, apa Kai akan bertanya padanya dan Minseok tentang 'pembuahan' ? pantas saja Luhan sempat dengar saat Minseok bertanya kapan masa suburmu dan Kai menjawab dengan cepat akhir bulan ini.
Mungkin jika Sehun mendengar itu, Sehun tidak akan segan segan menyerang Kai selama akhir bulan ini.
"kau benal benal ingin punya adik ya ?" Tanya Xiuhan pada Jonghun dan Jonghun hanya menganggukan kepalanya lemas.
"kan aku bisa membantumu."
CKKIIIITTTT
Luhan menghentikan laju mobilnya yang berjalan pelan membuat Jonghun dan Xiuhan bertabrakan dan mengaduh kesakitan, Luhan menatap horror Xiuhan yang sedang berposisi tumpang tindih di bangku penumpang.
Salahkan Luhan yang menghentikan mobilnya secara mendadak membuat Xiuhan yang sedang berada di dekat Jonghun bertabrakan dengan sandaran bangku pengemudi dan terjatuh dengan tidak elitnya di bangku penumpang.
"papa sakit tahu." Rengek Xiuhan sambil mempoutkan bibirnya, Luhan menatap garang Xiuhan membuat Xiuhan mendelik takut.
Apa dia salah bicara ?
"Xiu, kau berat thungguh." Xiuhan mendelik kaget lalu memindahkan posisi nya menjadi di samping Jonghun.
"apa yang kau lakukan ?" Tanya Luhan pada Xiuhan membuat Xiuhan menoleh kearah Jonghun yang baru bangkit dari duduknya dan mengelus pahanya yang mendapatkan beban berat karena di tindih Xiuhan.
"tidak melakukan apapun, papa yang menghentikan mobilnya secala mendadak kan ? lalu aku dan Jonghun beltablakan." Luhan mengusap wajahnya kasar lalu mendengus kesal.
Bukan itu yang di maksud Luhan tapi mengingat anaknya ini masih kecil jadi Luhan tidak mempermasalahkannya, Luhan menghela nafasnya lalu kembali menjalankan mobilnya.
"diam dan jangan banyak bercanda." Ucap Luhan dingin saat dirasa matanya menangkap Xiuhan dan Jonghun yang sedang tertawa kecil membuat keduanya langsung terdiam.
Rasanya Luhan harus menjauhkan Xiuhan dari Suho, sepertinya, ini lah akibatnya jika terlalu sering meninggalkan anaknya dengan Suho yang masih remaja dan tengah menikmati masa gairah dengan kekasih mungilnya.
Ahh Luhan jadi bingung sendiri.
.
.
#####
.
.
"keputusan yang bagus Kai." Kai terkekeh saat Minseok tengah tertawa sambil menunjukan ibu jarinya.
Kai mendatangi Minseok hanya untuk menjemput Jonghun sebenarnya tapi datang lebih awal, setelah menemui Yoongi dan Jimin assisten pribadinya Kai lebih memilih menemui Minseok dari pada Sehun di kantornya.
"lalu ?"
"mereka berdua yang pegang, aku percaya pada mereka hyung." Jelas Kai membuat Minseok menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Sepertinya Kai benar benar akan memberikan adik pada Jonghun, terbukti sekarang Kai memilih untuk dirumah dan menyerahkan semua hal yang berbau perusaahan pada orang kepercayaannya.
"baguslah, lalu berapa anak ?"
"ah ?" Kai membulatkan matanya sambil menaikan sebelah alisnya membuat Minseok terkekeh, Minseok sangat merindukan wajah polos nan manis milik Kai.
"aku bercanda Kai-ya."
"Jonghun meminta Sehun untuk memberikan 3 adik sekaligus hyung."
Minseok hampir tersedak ludahnya sendiri jika saja ia tidak bisa mengatur nafasnya mendengar ucapan Kai.
"kau serius ?" Kai menganggukan kepalanya menatap Minseok yang tengah mengerjap matanya.
"lalu kau ingin mengabulkannya ?" Kai mempoutkan bibirnya lalu menghempaskan tubuhnya, mengandung Jonghun yang satu orang saja sakit.
Rasa takut kembali menguak di dada Kai, sebenarnya Kai belum terlalu ingin memiliki anak lagi tapi jika di pikir pikir ia kasian juga pada Jonghun yang selalu sendiri selama 4 tahun ini.
"kalau bisa di coba ya di coba dulu hyung." Minseok membulatkan matanya lalu menatap Kai yang tengah mempoutkan bibirnya.
"apa benar benar ingin punya adik sebanyak itu ?" Kai mengedikan bahunya lalu menoleh kearah Minseok yang mengernyitkan keningnya bingung.
Jika di antara keluarga Sehun dan Kai ada yang punya keturunan kembar, kemungkinan besar Kai bisa mengandung anak kembar hanya saja mereka punya atau tidak ?
"punya silsilah keluarga kembar ?" Kai mengernyitkan keningnya membayangkan silsilah keluarga nya yang sangat banyak itu.
"sepertinya tidak, tapi Taemin punya anak kembar hyung." Minseok mendesah pelan sambil mendatap Kai datar membuat Kai mengigit bibir bawahnya.
"karena Minho punya kakak laki laki kembar maka nya ia ada gen kembar, aku Tanya keluargamu."
"eumm, Yesung hyung tidak, bahkan anaknya baru satu dan sekarang sudah dewasa, Joghyun hyung… eumm tidak tidak bahkan ia belum memiliki anak dengan kekasihnya, Jongdae hyung ? menikah saja belum… Taemin ? kembar sih tapi karena Minho hyung lalu aku ? baru me –"
"aku tidak Tanya berapa banyak jumlah saudaramu dan anak anaknya Kai, aku Tanya punya gen kembar atau tidak ?"
"tidak hyung."
"nah, aku membutuhkan jawaban itu." Kai mempoutkan bibirnya lalu menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
"lalu aku harus bagaimana ?"
"berikan penjelasan pada Jonghun dulu jika adiknya satu satu, satu dulu baru tahun depan satu lagi, lalu tahun depan satu lagi." Kai menegak kan badannya mendengarkan penjelasan Minseok.
"hyung aku bukan kucing yang setiap tahun melahirkan."
"aku tidak bilang kau kucing." Kai mendengus kesal lalu mempoutkan bibirnya.
"tapi tetap kau berikan penjelasan pada Jonghun agar tidak merengek minta di beli kan 3 adik, memangnya adik itu sandal apa." Kai terkekeh menatap Minseok yang menggelengkan kepalanya heran, mengapa Sehun bisa mengiya kan keinginan aneh anaknya itu sih ?
.
.
#####
.
.
"aku rasa kita harus menjauhkan Xiuhan dan Suho." Minseok yang baru meletakan bayi mungilnya di ranjang bayi di kamar mereka menatap Luhan yang sudah merebahkan tubuhnya di ranjang.
Hari ini ia memilih untuk libur tapi mengingat ia harus menjemput Jonghun dan Xiuhan di sekolahnya dan berakhir mereka tiba dirumah sore hari dan mendapatkan amukan dari Minseok karena tidak memberi kabar akan pulang terlambat.
"memangnya kenapa ?" Tanya Minseok sambil ikut merebahkan tubuhnya di samping Luhan.
"tadi saat perjalan pulang, Xiu menawarkan diri untuk membantu Jonghun membuat adik, entah telingaku yang salah atau memang ia mengatakan itu entah lah tapi aku mendengar itu Min." Minseok menghela nafasnya pelan, seperti nya ia benar benar harus menjauhkan Suho.
Entah apa yang sudah di ajarkan Suho dan kenapa bisa langsung melekat dengan cepat di otak anak nya yang masih kecil itu ?
"huft kau baru dengar Lu, aku sudah lihat."
"Lihat apa ?" Luhan yang tadi sedang merebahkan tubuhnya sontak bangkit dan menatap Minseok yang masih duduk dengan kaget karena perubahan sikap Luhan.
"jangan marah pada anakmu dan adik ku." Luhan menatap malas Minseok, membuat Minseok menangkup kedua pipi Luhan membuat Luhan menatap kearah mata Minseok.
"iya."
"janji."Luhan menganggukan kepalanya membuat Minseok tersenyum hangat.
"Lihat mereka tumpang tindih di kamar Xiuhan."
"APA ?" Minseok langsung membekap mulut Luhan sambil membulatkan matanya kesal, anak nya baru saja tidur bagaimana jika bangun ?
"Lu."
"mmmppth mmmpth."
"kau bicara apa sih ?" Minseok yang baru sadar jika ia membekap mulut Luhan terkekeh pelan dan Luhan menatap Minseok tajam.
"lalu ?"
"aku bertanya kenapa melakukan itu, Xiuhan dengan polos menjawab ingin membantu Jonghun memilki adik dan Suho ahjussi yang mengajarkan itu padanya." Luhan mengusap wajahnya kasar membuat Minseok mempoutkan bibirnya.
"astaga Suho, kau menghancurkan kepolosan Xiuhan."
"lalu kita harus bagaimana ?" Luhan menatap Minseok yang mengigit bibir bawahnya.
"keputusan mu yang terbaik, aku percaya itu." Minseok menghela nafasnya pelan lalu menatap Luhan yang tengah tersenyum, sepertinya ia harus memulangkan Suho kembali kerumah ibunya, walaupun berat mengingat Suho juga sering membantunya.
Tapi apa mau di kata akibat ulahnya sendiri ia sudah merusak otak keponakannya itu.
.
.
#####
.
.
"kau yang berikan penjelasannya Hun." Sehun yang sedang menonton televise di sofa menatap Kai yang baru datang dari dapur dengan keripik kentang di tangannya.
"menjelaskan apa ?"
"kita tidak punya gen kembar jadi jelaskan pada Jonghun kalau memiliki adiknya hanya satu." Ucap Kai berbisik sambil melirik Jonghun yang duduk di karpet dan tengah menggambar.
"oh begitu, baiklah." Sehun bangkit dan mencomot sendikit keripik kentang dari tangan Kai lalu duduk di sebelah Jonghun yang sedang menggambar.
"menggambar apa ?" Tanya Sehun membuat Jonghun menoleh dan menatap Sehun yang sedang memakan keripik kentang, Kai hanya duduk memperhatikan keduanya.
Salahkan Sehun yang dengan mudahnya mengiya kan keinginan anaknya itu.
"keluarga kita appa, aku, umma appa dan adik." Sehun tersenyum lalu mengusak pelan kepala Jonghun.
"Jongie ingin punya adik ?" Jonghun menghentikan tangannya yang sedang mewarnai lalu menatap Sehun yang sedang tersenyum.
"ingin appa, tapi yang seperti Xiao Lu."
"perempuan ?" Jonghun menganggukan kepalanya sambil tersenyum senang.
"kalau bukan perempuan Jongie tetap sayang adik kan ?" Jonghun terdiam membuat Sehun ikut terdiam, Jonghun menatap Sehun yang tengah menatapnya.
Memangnya apa bedanya laki laki dan perempuan ? gender jelas berbeda tapi perlakuan sama kan ? tetap sama sama di sayang.
"apa bedanya appa ?" Tanya Jonghun membuat Sehun menghela nafasnya pelan.
"ya jelas berbeda Jongie, hanya saja yang sama Jongie harus melindungi dan menyayangi keduanya, kalau laki laki Jongie bisa ajak bermain robot robotan di kamar." Jelas Sehun membuat Jonghun membulatkan mulutnya lalu menganggukan kepalanya.
"kalau dua dua nya boleh ?" Sehun tersenyum lalu mengusak lembut kepala Jonghun.
"boleh, hanya saja kemungkinannya kecil , kau pernah lihat Mama saat mengandung Xiao Lu di perut nya ?" Jonghun menegakkan badannya menatap Sehun yang sedang memasang wajah serius.
Bayang bayang wajah Minseok saat sedang hamil anak kedua membayangin kepala Jonghun, perutnya membesar dan membuat Minseok kesulitan berjalan.
Jonghun menganggukan kepalanya dengan wajah ketakutan membuat Sehun menatapnya heran.
"umma akan seperti itu, jika ada adik di dalam sana."
"Mama dapat thatu tapi bethar theperti itu appa bagaimana jika Jongie ingin dua ?"
"kau mau membayangkannya ?" Jonghun mendelik sendiri jika membayangkan tubuh ibunya membesar di depan dan belakang membuat Jonghun menoleh kearah Kai yang menatap Jonghun bingung.
"tidaak, Jongie thayang umma."
"jadi ?"
"Jongie ingin punya thatu adik thaja appa." Sehun tertawa pelan lalu mengusak rambut Jonghun yang tengah memasang wajah takut, Jonghun bangkit dan langsung berhambur memeluk Kai yang sedang terduduk.
"ada apa sayang ?"
"Jongie ingin thatu adik thaja umma." Kai menatap Sehun heran lalu Sehun hanya mengedikan bahunya tidak tahu.
Sehun tidak tahu seperti apa bayangan Jonghun dan Sehun berharap semoga Jonghun mengerti karena di jelaskan secara detail pun Jonghun tidak akan mengerti, jangan lupakan jika Jonghun baru berusia 4 tahun.
"iya Jongie, iya."
.
.
#####
.
.
"besok aku berangkat pagi pagi sekali."
"lalu ?"
"kau bisa bangunkan aku lebih awal ?" kepala Kai berputar dari laptopnya menatap wajah Sehun yang berada di dekatnya.
Mereka tengah berada di ranjang kamar mereka dengan posisi Kai terduduk sambil bersandar di sandaran tempat tidur dengan laptop di tangannya, pesan masuk di ponselnya membuat Kai harus bangkit dan membuka email di laptopnya.
"bisa saja sayang."
"aku serius Kai."
"aku juga serius Hun."
Sehun mendesah pelan, beginilah jika Kai sudah berhadapan dengan laptop dan pekerjaannya semuanya terasa seperti angin yang hanya numpang lewat saja.
Sehun merebut laptop itu membuat Kai menatap galak Sehun yang tengah memasang wajahnya datar, membuat Kai mendesah pelan.
"kau bilang sudah berhenti."
"memang, tapi tadi Jimin mengirimkan data untuk proyek yang sedang ku urus Sehun."
"Chanyeol hyung juga mengirimkan banyak data tapi aku abaikan."
"karena kau masih bisa bertemu dengannya di kantor tapi aku ? aku sudah mundur Sehun aku menyerahkan semua kuasa ku pada Jimin jadi sebentar saja aku lihat perkembangan proyek ku."
"tidak."
"Sehun."
"kau sudah berjanji pada ku Kai." Kai mendesah pelan lalu menatap malas Sehun, Sehun langsung mematikan laptop Kai membuat Kai hampir memekik kalau saja matanya tidak menangkap sosok Sehun yang tengah meletakan telunjuk di bibirnya.
"sudah malam, ayo tidur." Sehun meletakan laptop Kai di meja samping ranjangnya lalu dirinya langsung merebahkan tubuhnya di samping Kai yang masih terduduk.
"marah ?"
"tidak."
"lalu ?" Kai menghela nafasnya pelan, ternyata awalnya sangat berat.
Ini sama seperti awal awal Kai memegang perusahaan yang di wariskan ayahnya dulu, selalu melupakan tidak mengecek apapun yang berhubungan dengan perusahaan.
Tapi sekarang Kai harus mulai terbiasa hidup normal seperti dulu, melupakan sejenak tabel tabel grafik kenaikan atau penurunan perusahaannya.
"maafkan aku."
"kau tidak salah Hun, tapi aku yang salah padahal aku yang membuat keputusan tapi aku yang melanggarnya, maafkan aku." Sehun yang sudah merebahkan tubuhnya bangkit lalu duduk di samping Kai.
Meraih Kai dalam pelukan hangat, Kai membalasnya dengan erat.
"sudah lebih baik kita istirahat, jangan lupa bangunkan aku lebih awal." Ucap Sehun sambil melepaskan pelukannya dan merebahkan tubuhnya, Kai juga merebahkan tubuhnya.
Sehun menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka dan tangan Kai beralih mematikan lampu meja di belakangnya.
.
.
TBC
