Tittle : Sweet Family

Cast :

Oh Sehun

Kim Jongin

Oh Jonghun as HunKai son

Etc Other Cast

Warning : HunKai, Slight Lumin, HunHan (Jonghun x Xiuhan) , Yaoi, Mpreng, Cerita abal, typo bertebaran, alur berantakan.

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, Hwa Cuma pinjem nama mereka untuk di nistakan saja

Don't like Don't read

No SIDER, No Bash.

Jika ada yang ga suka cerita ini kalian tinggal mengklik symbol close pada computer kalian.

.

.

Happy

.

Reading XD

.

.

"kau tidak membangunkanku ?" Kai yang sedang menyuapi Jonghun mendongakkan kepalanya menatap Sehun masih memakai piyama tidur sambil menggeram kesal.

Hari ini ia ada pertemuan pagi tapi Kai malah tidak membangunkannya setelah meminta di belikan bubble tea tengah malam dan membiarkannya terlambat bangun.

"memangnya kau memintaku eoh ?" Sehun membulatkan matanya tidak percaya mendengar jawaban acuh Kai sambil menyuapi Jonghun.

"Kai !"

"jangan berteriak !"

Jonghun yang tidak mengerti ada apa dengan ibu dan ayahnya hanya bisa menatap Kai yang tengah menggeram kesal begitu pula Sehun yang mengacak rambutnya sambil berjalan menuju kamarnya.

Meladeni Kai di pagi ini pasti tidak akan berujung dan yang ada ia akan semakin terlambat.

"ada apa dengan appa, umma ?" Tanya Jonghun membuat Kai menatap Jonghun lalu tersenyum.

"mungkin appa hanya lelah." Jawab Kai lembut sambil mengelus puncak kepala Jonghun lembut.

Jonghun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum, sentuhan ibunya memang selalu lembut dan ia akan merasakannya setiap hari mulai dari sekarang.

Setelah Kai membuat keputusan akan mengantar jemput Jonghun tanpa harus Jonghun menunggu di rumah Xiuhan, sebenarnya ia juga sedih karena waktu bermainnya dengan Xiuhan menjadi sedikit.

"umma." Kai menatap lekat Jonghun lalu tersenyum.

"apa ?"

"apa Xiuhan nanti boleh main kethini ?" Kai menegakkan badannya menatap Jonghun, Xiuhan main kesini ?

Bola mata Kai berputar secara random sambil ber pikir, jika Jonghun yang main kerumah Xiuhan ada Suho kan ?

Tapi disini mereka aman dan tidak akan terkontaminasi pikiran buruk yang di ajarkan Suho, kecuali jika otak Suho sudah tercetak di otak Xiuhan itu lain ceritanya.

"boleh saja tapi Jongie harus meminta izin pada Mama."

"kenapa bukan umma yang meminta izin." Ucap Jonghun sambil mempoutkan bibirnya membuat Kai terkekeh.

"kan yang mau main Jongie." Jonghun semakin mempoutkan bibirnya mendengar penyataan ibunya.

Memang sih saat Xiuhan meminta Jonghun untuk bermain bersama, Xiuhan mengatakan pada ibunya dan ayahnya, walaupun ayahnya berada di kantor.

"appa tidak tharapan ?" Tanya Jonghun saat matanya menangkap sosok Sehun yang berjalan cepat melewati ruang makan, tidak memperduli kan perutnya yang mengerang sakit.

"appa sudah terlambat." Jawab Sehun singkat hanya melirik sekilas kearah Jonghun dan Kai membuat mereka mengedikan bahunya kompak.

"umma jangan bertengkar dengan appa."

"siapa yang bertengkar sih ?" sengit Kai pada Jonghun yang bersiap turun dari kursi nya berniat mengejar Sehun agar Sehun mengantarnya sekolah.

"ayo kita berangkat." Ucap Kai saat Jonghun berlari keluar ruang makan dan Kai mengikuti langkah kaki Jonghun, matanya menangkap sosok Sehun yang sedang memakai dasi nya berkaca pada televise besar nya di ruang tamu.

"Sehun." Sehun menoleh dan mendapati Kai yang sedang membawa sepatu dan tas sekolah Jonghun.

"apa ?" Tanya Sehun sambil menaikan sebelah alisnya, ia sedikit kesal dengan sikap Kai pagi ini yang sukses membuat Mood nya langsung turun.

"hati hati." Sehun memutar bola matanya malas lalu bergumam menjawab ucapan Kai, membuat Kai mengedikan bahunya.

"appa, aku ikut."

"Jongie, appa sudah terlambat sungguh, kau berangkat dengan umma saja ya." Ucap Sehun menyejajarkan tubuhnya dengan Jonghun yang sedang mempoutkan bibirnya.

"appa berangkat dulu." Ucap Sehun setelah mengucapkan perpisahan pagi dengan Jonghun, hanya dengan Jonghun membuat Kai menaikan sebelah alisnya.

Sehun kesal ya ? itulah yang ada di pikiran Kai.

Entah kenapa pagi ini ia malas melihat Sehun yang terlihat tampan, maka dari itu ia tidak membangunkan Sehun, berencana menahan Sehun untuk tetap berada di rumah menemaninya tapi yang ada Sehun malah kesal.

"ayo kita berangkat Jongie." Ucap Kai sambil menggendong Jonghun memasuki rumah untuk memakaikan sepatu dan rompi sekolah Jonghun.

.

.

#####

.

.

' To Nyonya Oh : aku ingin makan siang bersamamu Hun.'

Sehun mendesah pelan saat matanya membaca setiap baris kata yang Kai kirimkan padanya, tugasnya sedang menumpuk dan tiba tiba saja Kai mengirimi nya pesan untuk mengajaknya makan siang bersama.

Sehun sama sekali tidak yakin jika tugasnya kali ini bisa di tinggal, mengingat tadi ia sudah terlambat ke pertemuan dan menyebabkan ia mendapatkan makian dari kakak sepupu nya yang bertindak sebagai sekertaris pribadi nya.

' To Nyonya Oh : diam berarti iya, aku akan datang ke kantor mu tepat makan siang Hunnie, saranghae :*'

"ya nado saranghae." Jawab Sehun sambil bergumam, di hadapannya terdapat 2 tumpukan kertas yang harus ia periksa tapi sama sekali belum ia sentuh.

Rasanya Sehun akan pingsan, mengingat tadi pagi ia tidak sarapan karena terlambat bangun, dan ia terlambat bangun karena terlambat tidur, ia terlambat tidur karena yeaah bubble tea yang Kai minta.

Sehun tidak marah hanya saja Sehun agak sedikit kesal pada istri manis nya itu, kenapa harus ngidam di saat yang tidak tepat.

"Noona." Panggil Sehun pada sekertaris nya membuat sang sekertaris nya menaikan sebelah alisnya malas.

Jika Sehun sudah memanggil nya dengan panggilan 'Noona' dan dengan nada manis pasti akan merengek dan berhubungan dengan keluarganya.

"kenapa ?" Tanya wanita muda itu dengan nada dingin membuat Sehun mempoutkan bibirnya.

"Kai."

"ada apa dengan Kai ?" Sehun menghela nafasnya pelan lalu menghampiri meja dengan papan nama Tiffany dan berdiri tegak di hadapan meja itu.

"Kai ingin makan siang bersamaku Noona."

"lalu ?" Sehun hampir saja melempar papan nama itu jika ia tidak ingat kalau sekertarisnya ini adalah kakak sepupunya.

"aku ingin keluar saat makan siang, boleh kan ?"

"sudah terlambat dan sekarang ingin keluar ?"

"Noona ~" Sehun merengek membuat Tiffany bergidik ngeri, adiknya yang poker face bisa melakukan aegyo menjijikan seperti itu dan parah nya ia lemah pada aegyo Sehun.

"salahkan keponakan mu yang meminta bubble tea malam malam." Jelas Sehun membuat Tiffany yang sedang membaca dokumen dokumen kiriman dari karyawan Sehun mendongakkan kepalanya.

"salahkan dirimu juga yang terlalu mengenalkan Jonghun pada bubble tea."

"bukan Jonghun, Noona.. keponakan yang baru saja jadi di dalam kandungan Kai." Tiffany membulatkan matanya mendengar ucapan Sehun yang terdengar seperti keluhan di telinganya.

"itu anakmu kan ? jadi jangan berkata seperti itu."

"aku merasa seperti masuk neraka sejak semalam Noona, boleh atau tidak ?"

"yasudah lah, sana hati hati jaga Kai dan anakmu Hun." Sehun mengacungkan ibu jari nya lalu meninggalkan ruang kerja nya.

.

.

#####

.

.

"kau membawa Xiuhan ?" Kai melirik Xiuhan yang sedang memakan es krim berdua dengan Jonghun, lalu menganggukan kepalanya menatap Sehun.

"tidak di cari Minseok hyung ?" lagi lagi Kai menggelengkan kepalanya membuat Sehun mendesah pelan.

Mereka sedang berada di kantin kantor Sehun dan Kai membawa makan yang menurut Kai enak untuk di makan saat makan siang, Kai memesan nya dan langsung meluncur ke kantor Sehun membawa Xiuhan dan Jonghun.

"maaf tadi pagi membuatmu kesal."

"sudah biasa." Jawab Sehun sambil memicingkan matanya kearah Kai membuat Kai mempoutkan bibirnya.

"aku ingin kau mengambil cuti Hun."

"tidak bisa sekarang sayang." Jawab Sehun cepat membuat Kai semakin mempoutkan bibirnya, kenapa jawab nya singkat singkat sekali ?

"ya sudah habiskan makan siang mu Hun." Ucap Kai sambil membenarkan posisi duduk Xiuhan dan Jonghun yang entah kenapa jadi aneh di matanya.

.

.

#####

.

.

"kila kila adikmu laki laki atau pelempuan ?" Tanya Xiuhan saat mereka sudah berada di dalam mobil setelah makan siang bersama Sehun di kantornya, Kai yang mendengar percakapan antara kedua anak kecil itu hanya bisa memutar bola mata nya malas.

"laki laki boleh, wanita pun boleh.. Jongie thiap jadi kakak yang baik untuk kedua nya." Ucap Jonghun membuat Kai tersenyum tipis.

Entah kenapa Jonghun seperti tengah menyiapkan dirinya untuk jadi kakak yang baik walaupun usia kandungannya baru memasuki bulan pertama dan pasti sangat rentan kan ?

Kai melirik kaca yang berada di atas nya sambil tersenyum, Jonghun benar benar ingin jadi kakak yang baik, itulah pemikiran Kai.

"umma bagaimana jika kita kelumah nenek." Kai menoleh kebelakangnya dan menatap jam yang bertengger manis di tangan kanannya, baru jam dua siang dan Kai yakin jika mereka pulang Jonghun dan dirinya akan merasa sepi.

"nenek Oh atau nenek Kim ?" tanya Kai membuat Jonghun melirik sebelahnya, di sebelahnya ada Xiuhan yang tengah mempoutkan bibirnya, jika ia mengajaknya ke nenek Kim, Xiuhan tidak mengenal betul neneknya tapi Jonghun akan bertemu kakak sepupu kembarnya yang sudah lama tidak bertemu.

Tapi jika dirinya mengajak kerumah nenek Oh bisa di pastikan neneknya akan senang karena neneknya begitu menyayangi Xiuhan seperti menyayanginya.

Mengingat ayahnya yang anak tunggal dan neneknya baru memiliki satu cucu yaitu dirinya tapi sebentar nenek Oh akan memiliki satu cucu lagi.

"nenek Oh saja." Kai langsung melirik Jonghun lewat kaca di atasnya dan Xiuhan pun langsung menatap Jonghun tak percaya.

Jika kerumah nenek Oh, ia akan di sayang oleh Nyonya Oh mengingat nenek Jonghun yang satu itu diam diam menginginkan dirinya menjadi keluarga Oh saat besar nanti.

"baiklah kita kerumah nenek, dan umma akan menelpon mama jika kita pulang terlambat." Xiuhan menganggukan kepalanya mantap dan Jonghun sudah berjingkrak jingkrak senang.

.

.

#####

.

.

Kai tersenyum saat Tao, ibu mertuanya berteriak senang melihatnya datang bersama dua cucu kesayangannya, Tao sudah menganggap Xiuhan cucu nya karena jika di lihat lihat Xiuhan dan Jonghun itu seperti kembar karena mencetak wajah ayah mereka masing masing.

"Mommy." Kai langsung berteriak saat Tao langsung memeluknya erat setelah memeluk Jonghun dan Xiuhan.

"liat menantuku semakin cantik." Kai terkekeh pelan mendengar ibu mertuanya selalu mengatakan cantik setiap kesempatan pertemuan mereka.

Dan Kai juga mengakui jika Tao tetap terlihat muda bahkan saat usianya beranjak kepala 5.

"Mommy juga terlihat cantik." Ucap Kai membuat Tao ikut terkekeh dan langsung menggandeng Jonghun dan Xiuhan yang masih berdiam diri menunggu Tao untuk mengajak mereka masuk kedalam rumah.

"kalian sudah makan siang ?" Kai menaikan kedua alisnya kompak saat Tao bertanya tentang makan siang di jam 2:30 ? ia tidak salah dengar atau memang Tao salah menyebutkan ?

"Mommy ini jam berapa ?"

"sudah jam 2 tigapuluh, kenapa memangnya ?"

"kau tidak salah bertanya ?" Tao tersenyum membuat Kai ikut tersenyum, senyuman Tao mengingatkannya pada Sehun dan kini senyuman Sehun jelas mencetak di wajah Jonghun.

Begitu dengan wajah datar Sehun yang mencetak jelas wajah ayahnya Kris, lalu Jonghun pun mencetak wajah datar Sehun.

Jadi Jonghun benar benar anak nya Sehun dengan dirinya atau hanya Sehun yang membuatnya sih ? kenapa tidak ada satupun dari wajah Kai yang mencetak wajah Jonghun ?

Tapi senyum Kai kembali mengembang melihat Jonghun dan Xiuhan sedang bermain dengan anjing peliharan Sehun dulu.

"kudengar kau berhenti mengurus perusahaan ya Kai ?" tanya Tao yang memilih duduk di sebelah Kai yang tengah tersenyum membuat Kai menoleh kearah Tao.

"begitulah Mom." Jawab Kai sekenanya membuat Tao mengerutkan keningnya heran, kenapa jawabannya tidak sebahagia biasanya ?

"loh kenapa ?" Kai kembali menoleh kearah Tao yang sedang menyeruput teh hangat yang ia buat sendiri.

"tidak, hanya saja aku merasa bosan jika harus membayangkan dirumah terus terusan." Jelas Kai membuat Tao mengangguk anggukan kepalanya, jelas saja bosan biasanya Kai selalu bergelut dengan berkas dari pagi hingga sore dan malamnya mereka baru kumpul dirumah makan malam bersama.

"kau harus cari kesibukan Kai, apapun itu." Ucap Tao membuat Kai mempoutkan bibirnya, kesibukan apa ? selama ini kan ia bekerja jadi kesibukannya hanya bekerja dan selebihnya mengurus Jonghun.

Pagi hari setelah mengantar Jonghun lah yang jadi masalahnya, Kai harus berdiam diri dirumah sampai waktu sekolah Jonghun pulang dan setelah Jonghun pulang kebosanan kembali melanda.

"kesibukan apa mom ? bahkan aku benar benar tidak izinkan Sehun mengechek tabel grafis kenaikan perusahaan setelah aku tinggal." Jelas Kai membuat Tao ikut mengerutkan keningnya.

"kau sudah mempercayakan perusahaan mu pada orang yang kau percaya kan ? jadi biar mereka yang mengurusnya jika mereka tidak bisa mengurusnya, baru kau turun tangan." Jelas Tao membuat Kai mengangguk anggukan kepalanya.

"lalu aku harus ba – hueek." Tao tersentak kaget saat Kai langsung membekap mulutnya dan berlari menuju dapur tempat washtafel berada.

Jonghun dan Xiuhan yang melihat Kai berlari langsung menoleh kearah Tao yang masih menatap Kai heran.

"nenek, umma kenapa ?"

"eh ?" Tao langsung menoleh kearah Jonghun dan Xiuhan yang menatapnya heran, Kai kenapa ? bahkan dirinya pun tidak tahu Kai kenapa.

"mungkin umma sedang tidak enak badan Jongie." Jelas Tao pada Jonghun yang raut wajahnya langsung berubah sendu membuat Tao langsung mengigit bibir bawahnya ngeri, ia salah bicara sepertinya.

"kalau umma thakit, adik ku bagaimana nenek ?" Tao langsung membulatkan matanya kaget, adik ? adik Jonghun ? jadi Kai sedang mengandung anak kedua, mata Tao berubah jadi berbinar.

"adik ? adikmu ?"

"appa bilang di dalam pelut umma ada adik Jongie, nenek." Ucap Jonghun sambil berkaca membuat Xiuhan yang berada di dekatnya langsung mengelus punggung Jonghun sayang.

Tipikal sahabat yang selalu ada disaat susah dan senang.

Mata Tao kembali membulat dengan binar bahagia, jadi Kai sedang hamil berarti sebentar lagi dirinya akan punya cucu lagi ? oh yaampun, Tao sangat bahagia sekarang.

Tinggal tunggu Kai dan meminta untuk menjelaskannya.

.

.

#####

.

.

"Sehun tidak meminta ku untuk berhenti Mom, tapi aku memikirkan Jonghun juga." Ucap Kai saat Tao bertanya kenapa alasannya Kai memilih untuk meninggalkan perusahaan dan meminta tolong pada Jimin dan Yoongie untuk mengurus perusahaannya.

"lalu bayi itu ?" Kai langsung mengelus perut rata nya dan tertawa.

"bayi ini hanya hadiah dari tuhan Mom." Jelas Kai sambil terkekeh membuat Tao memicingkan matanya kearah Kai.

"Jonghun meminta adik, dan aku memilih mundur dari perusahaan karena Jonghun merasa kesepian, aku mundur lalu besok nya aku mual, setelah ku periksa ke dokter aku positif Mom, aku senang, Sehun senang dan Jonghun pun ikut senang." Jelas Kai membuat Tao terkekeh lalu mengusak lembut rambut Kai.

Tao tidak menyangka jika bocah kecil sahabat Sehun sejak SMP ini kini sudah benar benar dewasa, sudah bisa menjadi istri yang baik untuk Sehun, ibu yang baik untuk Jonghun cucu nya dan menantu yang baik untuk dirinya dan Kris.

"aku bersyukur ternyata memang aku masih di beri kesempatan tuhan untuk hamil." Tao tersenyum menatap Kai yang mengelus lembut perut ratanya.

"tapi aku rasa Sehun tengah merajuk Mom, tadi saat aku mengajaknya makan siang di kantor ia hanya menjawab pertanyaan ku singkat padat, jelas dan menyebalkan." Ucap Kai sambil melipat kedua tangannya di dada, ciri khas Kai jika sedang merajuk dan Tao sudah hafal dengan itu.

"kau membuat kesalahan ?" Kai menatap Tao dan mengerjap matanya lalu mengembungkan pipinya.

"aku tidak membangunkannya saat pagi hari padahal ia ada rapat." Jelas Kai membuat Tao mendengus pelan, pantas saja jika Sehun berubah jadi menyebalkan.

Karena setahu Tao, Sehun akan mendapatkan amukan Kris jika perusahaan tidak berjalan dengan baik walaupun perusahaan itu sudah menjadi tanggung jawab Sehun.

"ya kau salah Kai." Kai mendengus sebal sambil mempoutkan bibirnya.

"kau sudah minta maaf ?" Kai menganggukan kepalanya pelan, membuat Tao mendesah.

"aku seperti itu karena ada alasannya."

"ya aku tahu setiap kelakuan mu pasti ada alasannya dan beri tahu Sehun alasanmu agar ia tidak salah paham." Kai tersenyum lalu menganggukan kepalanya.

"baik Mommy."

.

.

#####

.

.

Kai mengigit bibir bawahnya resah, sudah lewat jam makan malam Sehun tak kunjung pulang, membuat Jonghun yang berniat untuk makan malam bersama Sehun pun di paksa Kai untuk makan malam sendiri.

"ya tuhan, Sehun kau kemana eoh." Gumam Kai sambil mencoba menghubungi nomor Sehun.

Pasalnya Sehun tidak biasanya pulang terlambat seperti saat ini.

"yeoboseo."

"Hun kau dimana ?" tanya Kai saat sambungan telepon dengan ponsel Sehun tarsambung dengan cepat, bagusnya Sehun tidak pernah mengabaikan telepon Kai walaupun sedang marah atau pun kesal.

"sebentar lagi tiba dirumah sayang, ada apa ?"

"tidak biasanya kau terlambat pulang Hun." Sehun yang mendengar nada rajuk Kai hanya bisa terkekeh kecil, bukannya tadi pagi Kai yang mengabaikannya ya, tapi kenapa sekarang Kai seperti sedang di abaikan ?

"iya tadi sore ada rapat mendadak, maaf aku tidak sempat memberitahumu."

"cepat pulang, makan malam kita dingin."

"loh kau belum makan malam ?"

"aku menunggumu Hun."

"baiklah, sebentar lagi aku tiba. Ada pesanan ?" tanya Sehun pada Kai membuat Kai mempoutkan bibirnya memikirkan apa yang sedang ia inginkan.

"aku ingin ubi bakar Hun." Sehun langsung menghentikan laju mobilnya dan melirik jam di tangannya.

"kau yakin sayang ?" Kai menganggukan kepalanya walaupun Sehun tidak melihatnya.

"iya Hun, maaf atau tidak kau pulang saja biar besok baru aku beli ubi sendiri dan membakarnya di belakang rumah." Sehun menghela nafasnya pelan, pasti Kai menyangka jika Sehun marah.

"aku carikan ya sayang."

"pulang saja Hun, ayolah pulang saja aku merindukanmu." Sehun terkekeh lalu tersenyum, merindukan nya ? sepertinya mereka baru bertemu tadi saat makan siang.

"iya iya sayang."

"okeh aku tunggu dirumah, hati hati dan jangan mengebut."

"baik nyonya Oh."

"aku mencintaimu, Hun."

"haruskah aku jawabnya ?" Kai mendengus sebal mendnegar jawaban Sehun.

"Harus !" teriak Kai membuat Sehun menjauhkan ponsel dari telinganya.

"aku juga mencintaimu nyonya Oh, istriku yang cantik." Kai terkekeh pelan.

"baiklah aku tutup Hun."

PIP

Kai tersenyum saat sambungan telepone nya terputusnya, kenapa rasanya bahagia ?

Kai merasa seperti sedang jatuh cinta yang kedua kalinya pada sosok Sehun, suaminya yang entah kenapa selalu terlihat mempesona dan kadang menyebalkan jua sih.

"hooaaa, rasanya jantung ini mau lepas dari tempatnya." Ucap Kai sambil meletakan tangannya di dadanya lalu beralih keperut ratanya.

"tuan muda Oh, kau harus lahir dengan sehat, aku, ayahmu dan kakak laki laki mu sangat menyayangimu." Ucap Kai sambil tersenyum dan mengelus lembut perut ratanya.

.

.

TBC !