Seme-seme Takut Uke
.
.
.
.
.
Sehun ama Kai jalan sambil aduh-aduh. Mereka abis dihajar ama D.O ama Luhan. Sehun jalan sambil megangin pinggang persis ibu hamil. Kai megangin mukanya yang tadi abis 'ciuman manis' sama sepatu botnya D.O. Lalu datang Kris jalan sambil pincang.
"Eh kita selalu senasip," kata Kris.
"Sedih gue T^T" ujar Sehun.
"Bonyok dah muka gue yang—"
"YO TTAJA HAAOO! JUNMAHAO IS HERE!" seru Suho sambil dadah ke SeKaiKris dia bawa kantong plastik gitu. Kayaknya abis belanja di mini market yang ada di blok D. "Eh elo Ho, Junmahao siapa?" tanya Kris. Suho senyum bangga, "nama yang Yixing kasih ke gue."
"Oh gitu, repot amat ya Lay hyung ampe nyari nama buat lu, hyung," kata Sehun. Diamini oleh yang lainnya. "Karena Yixing cinta sama gue, dia rela lakuin apa aja buat gue," ujar Suho PD-meternya naik.
"Pede abis lo hyung, abis makan permen yang kayak kertas itu ye?" tanya Kai. Suho ngedengus. "Dasar pecek, gua bicara fakta tau! Kalo Yixing kaga cinta gue, mana mau dia kawin ama gue?"
"Errr..ada benernya juga sih lu," kata Kris. Suho manggut-manggut. "Eh tumben lo kaga bonyok."
"Wahahaha, hari ini Yixing lagi males ribut. Tapi tadi tulang kering gue ditendang, terus kepala gue disambit pake pulpen," jawab Suho ngelus-ngelus kepalanya. "Oh iya lo pada kenapa—"
"SAWA DEE KAAP YEOREOBUUNN!"
Mereka nengok ke asal suara. Itu si Chen(tongan).
"Wey yo, Chentolan!" seru Suho. Chen dadah dadah ke mereka. Penampilannya gak jauh beda ama SeKaiKris, cuman dia lebih elit aja gitu. "Sialan nama gue main diubah-_-"
"Dari mana lo?" tanya Kai. "Dari rumah, gila gue dibantai ama Xiumin! Untung gue bisa kabur—kalo enggak muka gue bakal kayak lo pada," tunjuk Chen ke SeKaiKris.
Mereka pun berbincang-bincang. Ngegosip gitulah. Idyih.
"Masa ya si anu—"
"EYO WEZZZEEEEPPHH?!"
Perasaan dari tadi setiap ada yang mau ngomong dipotong mulu—bukan perasaan sih, emang iya. Mereka nengok ke belakang, Chanyeol lagi jingkrak-jingkrak kayak kakinya kena api. Chanyeol ngampirin mereka. Tangannya dadah-dadah.
"Mweheheh, wassap bro!" Chanyeol nyengir—kata Sundae kalo Chanyeol nyengir itu sebelas duabelas ama orang pedofil. Malang nasibmu yang(?). "Muka lo cerah banget, bikin muka gue gelap," kata Kai. "Lo mah emang dari sononya-_-" Sehun ngegaplok si Kai. Akhirnya mereka main gaplok-gaplokan.
"SETOOPP!"
Kris berusaha nyetopin SeKai tapi—
"KAU MENCURI HATIKUUU~~"
JENG JENG JENGGG!
—si Chen ama Suho malah undang orkes keliling. KrisYeol cengo. Tiba-tiba dateng Ridho Rhoma dan Soneta Band.
SEKIAAAN LAAAMAAA AAKUU MENUNGGUUU~~
Yeorobeun is joget sesuka hati. Suasana sekarang macem iklan coca cola atau ale-ale edisi bulan puasa. Kris goyang jempol, SeKai joget sambil gaplok-gaplokan, Chanyeol goyang oplosan yang sebenernya gue gangerti kek gimana, Chen joget macem yang jepajep, dan Suho goyang ngebor macem Inul Darathevirgin(?).
"JUGIJAGIJUGIJAGIJUUUGGGG—"
"Misi..."
JENGJENGGGG
Tiba-tiba cinta dataaang kepadakuu—ehem, tiba-tiba semua mendadak berhenti pas denger suara lembut kayak abis di Molto-in. Ridho Rhoma bubar, speaker orkesnya rusak, gendang jebol, senar gitar putus, terus keyboard tebulak eh tebalik.
Terus keenam seme itu sadar kembali setelah kembali dari halusinasinya—eh, tadi halusinasi? Mereka bingung, ngeliat sekeliling—Ridho Rhoma ama bandnya gak ada, orkesnya gak ada juga. Mereka berhalusinkentang. Karena... ngapain halusinasi? Nasi udah alus kok (gak gitu plis.)
"...emm...hyung?"
Keenam seme itu masih cengo.
"Ey~ hyuung?"
Masih cengo.
"Hyuung? Yuuhuuu~"
Masih cengo dan tidak menyadrinya.
Lalu—
"HYUUUUUNGG!"
"AAAAAAA MAMAAH!"
"KODOK AYAM KODOK!"
"EH HYUNG EH HYUNG!"
"KOTOK KOTOK!"
"IKAN AYAM IKAN AYAM."
"ASTAGHFIRULLAH!"
Mereka semua pada latah toh-_-itu latahnya Suho greget banget yah, islami gimana gitu—ckck...kloningan Siwon si binaragawan blokA ini mah. Terus mereka nengok ke orang yang lagi risih.
Itu—
"Tae...hyung?"—Chanyeol
"Eh, iya napa? Pagi hyung semua," sapa Taehyung. Dia senyum manisss bangett madu aja kalah deh itu mah keknya. "E-e-eh iya pagi jua Taehyung!" sapa Sehun balik sambil malu-malu ayam.
"Bwehehe, kayaknya di dunia ini gak perlu gula deh," kata Suho tiba-tiba. Taehyung naikin alisnya. "Lho? kok gitu hyung? nanti mau minum teh manis gimana?" kata Taehyung dengan muka polos unyu nyebelin minta dicium.
"Mwehehe, kan kamu bisa jadi pemanisnya!" Suho gombal sodara-sodari sekalian. Taehyung cuma bisa cengangas cengenges.
"Ah hyung bisa ajah," kata Taehyung malu-malu kucing. "Oh iya, kalo bola itu kalo mantul kan ke tanah lagi, kalo kamu itu?"giliran Kai. Taehyung masang tampang polos dan tidak berdosa. "Aku? Gak tau, ehehe."
"Kalo kamu ke hati aku mendaratnya."
Kai gombal. Taehyung cuman cengangas cengenges(lagi). Dan mereka mulai ngegombalin si Taehyung sampe mukanya agak merah-merah merona kayak iklan Ponds. Eh itu mah putih merona ya.
Mereka gak tau ya...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-HunHan's home-
"Dyo misi dong—aduh"
"Minseok hyung ngapain sih—ini nanti tumpah!"
"Di, bagi napaaaah."
"Iya iya Han ge, ini nih si Minseok hyung rempong!"
"Faster doong, gue laper ini!"
"Sebentar dong ah, Lay ge gak sabar amat sih!"
"Dyo, lu rempong amat sih—adaw! JAN SENGGOL-SENGGOL!"
"AH MISI TAOO-ERR!"
SRETT
CEPROOTTTttTttTttTTTtTTtt...(?)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"AAAAA PANAAAAAAAAAAAASS!"
"TIDAKKK! LUHAN GE ELO GAK PAPA?!"
Uke-uke itu sekarang lagi di rumah HunHan. Kenapa suasana begitu rempong? Alah biasanya juga kalo ngumpul mah SELALU rempong. Jadi Kyungsoo itu lagi masak rendang—Luhan yang minta. Terus karena kepo, yang lainnya pada ikut-ikut ke dapur. Nah, karena dapur Luhan itu sempit, D.O jadi gak leluasa.
Dari tadi Xiumin kepo mau liat rendangnya—padahal rendang doang-_- dan D.O kesusahan. Luhan yang daritadi mau icip-icip, Lay yang gak sabaran. Tao yang jengah ngeliat D.O yang rempong. Tapi pas D.O mau lewat—dia mau mindahin rendang ke mangkok, Tao ngalangin jalan. Akhirnya Tao agak kesenggol dan D.O kesandung kaki Tao—untungnya D.O gak jatoh. Tapi itu rendang tumpah ke baju Luhan untung aja ga semuanya.
Tapi itu rendangnya baru aja mateng.
BARU LHO BARU DIANGKAT DARI KOMPOR.
"Kalian sih! Kan udah gue bilang jangan ke dapur!" omel D.O keibuan. Dia ngipas-ngipasin Luhan yang keknya agak melepuh itu pahanya—tumpahnya juga kena paha.
"Yaa maap, kita kan kepo.." ujar Lay sambil makan rendangnya dengan sukacita. Lalu diamini oleh yang lainnya. "Hhh...yaudahlah—Eh ge, udah gak panas kan?"
"Enggak, udah makasih, Kyung," kata Luhan. D.O cuman ngangguk. Mereka berlima makan ntu rendang buatan D.O dengan khidmat.
"Eh btw, Baek kemana yap?" tanya Luhan yang paling deket sama Baek. Semuanya geleng-geleng. "Hm, tapi tadi katanya dia lagi males keluar," kata D.O yang tadi nelpon Baekhyun. "Tumben tuh anak, biasanya dia liar.."
"Kamsud lo liar apa ya."
"Paling riweuh gitu kalo diajak keluar.."
Dan tidak lama, rendang mereka abis. Luhan beresin piring terus dia sama Tao bawa ke dapur gitu. Luhan gak sengaja liat ke jendela, matanya melotot ngeliat semenya—dan seme teman-temannya lagi ngegodain penghuni baru. Dia narik-narik baju Tao.
"Ta-Ta-Tao, sini deh," kata Luhan ngeliatin para seme dari jendela dengan saksama. "Kenapa, ge?" tanya Tao. "Itu..." Luhan nunjuk para seme.
Tao melotot.
PRAAAANGGG!
"SEMUANYAAA MOVEEE!"
"Kenapa sih lo? macem ada gempa jha," kata Xiumin santai sambi gigit-gigit tusuk gigi sambil nonton tipi.
"SEME KITA LAGI GANJEN MODE! MOOOOOVEEE!"
"HOOOOOOOOOOOOHHH?!" –terlalu syok sampe tanda tanya sama tanda serunya banyak.
BRAAKKKK
Mereka semua langsung keluar, dobrak pintu.
.
.
.
"Mwehehe, btw kamu manis yap," kata Kris.
"Hyung kan udah bilang itu beribu kali tauu"—Taehyung
"Tapi bener lho kamu emang—"
"KRIS GEEEEEE POSTER SISTARNYA ROBEK YAH"
"SEHUN TADI PAGI KURANG PUAS GUE HAJAR, HAH?!"
"JUNMYEON! AKU TUNGGUIN JUGA TERNYATA KAMU DISINI!"
"CHEENNNN! PALA LO GUE BIKIN BULET NIH."
"JONGOOOOOOSS KRONG KAMU AKU BUANG YAAA"
JREEENGG
"WAAAAAAAAAAAAAAA!"
Para seme itu syok. Lalu mereka langsung kabur. Taehyung yang kaget ples panik ikut kabur, malahan dia yang paling depan. Jadi dia kayak maling gitu, dikejar-kejar. Mereka lari kejar-kejaran sampe blok A, ngiterin lapangan tenis, ke blok B sampe ke blok yang paling akhir—blok L. D.O yang lagi murka tambah murka gegara Kai tadi sempet-sempetnya genit ke mbak-mbak jualan Yakult.
Sekarang posisinya adalah: Taehyung-Chanyeol-Kai-D.O-Sehun-Luhan-Chen-Xiumin-Kris-Tao. Gue bingung, Chanyeol gak dikejar siapa-siapa tapi ikut ngibrit, mana paling depan setelah Taehyung. Taehyung juga, entah kenapa dia juga merasa dikejar oleh uke ganas bin galak itu.
.
.
.
Baekhyun termenung. Dia duduk di sofa. "Apa gue samperin aja ya? lagian tadi kayaknya di luar rame banget.."
Yap. Dia mau nyoba ngunjungin si Kim Taehyung itu. Dia keluar rumah. Kok sepi—kata Baekhyun dalam hati. Dia mulai jalan ke rumah nomor 10 yang setelah sekian lama akhirnya berpenghuni.
TAP TAP TAP
"Hah...hah...hah.."
Baekhyun nengok ke orang yang lagi ngos-ngosan. Itu..Taehyung?
Entah dorongan darimana, Baekhyun lari kearah dia layaknya dia mau nerjang kasur kesayangannya gitu—dia meluk Taehyung. Taehyung yang lagi ngos-ngosan kaget setengah hidup. Entah kenapa juga, tiba-tiba Baekhyun nangis.
"Taehyung...ini elo kan? Byun Taehyung?" kata Baekhyun sambil termehek-mehek. Taehyung masih diem, syok sambil ngos-ngosan. "Kamu..siapa? Tau nama asliku darimana?"
"Gue...Byun Baekhyun..."
TAP TAP TAP TAP DRAP DRAP BRUK BRUK
"E-E-E-EEH SEETOOOOOOPP!"
"ADUH YEOL ELU NGAPA—"
"YEOL MISI—"
Tiba-tiba Taehyung sama Baekhyun denger suara ricuh. Tapi Baekhyun gamau lepas pelukannya. Karena dia tau itu suara Chanyeol sama yang lain. Taehyung nengok kearah Chanyeol yang lagi pose nyetop para warga blok K itu. Chanyeol agak kaget gitu liat ukenya gitu. Tapi dia gamau ngelepasin pelukan Baekhyun.
Hening. Cuman ada suara Baekhyun nangis sama suara ngos-ngosan.
"Elo inget gue?" tanya Taehyung. Taehyung gak bales pelukan Baekhyun, syok dianya. "Byun...T-Taehyung? Please, gue inget elo...gue Baekkie," Baekhyun sesegukkan.
Entah kenapa, rasa kangen gitu langsung muncul pas ngeliat Taehyung. Bikin Baekhyun pengen nangis dan akhirnya dia nangis. Meluk Taehyung gitu aja tanpa bilang permisi 'eh gue meluk elo, ye'.
Tiba-tiba badan Taehyung getar macem berdiri diatas yang buat pengurus badan itu(?), tangannya pelan-pelan meluk Baekhyun balik. Matanya berkaca-kaca nahan tangis. Chanyeol mau nyegah mereka—terbakar api cemburu tapi ditahan sama Kris.
"G-g-gue inget...Byun...Baekhyun...Baekkie...SODARA KEMBAR GUE!" kata Taehyung. Dari nadanya pelan banget, sampe dia agak teriak gitu. Pas kalimat terakhir, dia bener-bener meluk Baekhyun erat. Semua yang disana kaget.
Entah mengapa, Baekhyun sama Taehyung nangis makin kenceng. Mereka nangis sambil ngegumam 'gue kangen elo..'. Para uke dan seme itu serasa nonton drama.
Luhan matanya udah berkaca-kaca. Lay udah bikin sungai dari air matanya(DI DEPAN MATAMU, ADA SUNGAI MENGALIR!). D.O dengan sok jaim nutupin mukanya pake lap meja padahal air matanya udah deres. Xiumin, he let the tears falling:''. Tao nangis sambil nyisring ingus pake taplak meja yang dia bawa tadi.
Akhirnya, selama beberapa menit pelukan sambil nangis tersedu-sedu. Mereka lepas pelukan mereka. Saling tatap. Mereka bener-bener udah kayak bercermin. Bener-bener miriippp. Yang bikin beda itu cuma bibirnya, bibir Baekhyun lebih tipis sedangkan Taehyung sebaliknya. Mungkin karena mereka bukan kembar identik.
"Elo kemana aja? Terakhir kita ketemu...waktu wisuda SD?" kata Taehyung masih rada sesegukkan.
"Maybe, setelah koma gue bener-bener gak inget apa-apa. Gue tinggal di rumah nenek sampe akhirnya nenek meninggal dan gue tinggal sama papa sama mama tiri kita. Elo?" jelas Baekhyun ngapus air matanya. Eyelinernya bener-bener udah luntur.
"Oh iya, gue tinggal sama mama. Mama nikah lagi dan ganti marganya jadi 'Kim' dan marga gue jadi Kim sekarang. Tapi gue masih tetep Byun Taehyung, sodara kembar elo, Baekkie.." kata Taehyung sambil natap Baekhyun sendu. Baekhyun senyum tipis terus dia meluk Taehyung lagi. "Gue juga. Byun Baekhyun, sodara kembar elo Taehyungie.."
"Ehem."
Baekhyun sama Taehyun noleh keasal suara—itu Chanyeol yang berdehem. Chanyeol ngampirin mereka berdua. Dia tiba-tiba ngusap-ngusap kepala Taehyung. "Hai adek ipar," katanya sambil senyum cool. Baek juga, dia meluk lengan kiri Chanyeol.
"Hyung, ini suami elo?" tanya Taehyung nunjuk Chanyeol. Baekhyun ngangguk. Taehyung tiba-tiba aja smirk gitu ke Chanyeol, Chanyeol berhenti ngelus-ngelus pala Taehyung yang gak ada bedanya sama Baekhyun.
"Oh, hyung ipar toh ini orang! Oke, aku mau kamu jagain sodara kembar aku tersayang ini. Pokoknya setetes air mata dibayar setetes darah, secuil luka dibayar satu nyawa!(ini nyontek dari ff mana gitu. hehe peace)" kata Taehyung mantap. Chanyeol ngangguk-ngangguk. "Jangan panggil gue hyung, kalo elo sodara kembar Baek elo lebih tua dong."
"Kita cuma beda lima bulan Yeol."—Baekhyun
"Ah iya? Okelah, tapi Baekhyun lebih tua...hmm...berapa ya waktu itu, ah! cuman beda lima menit?"—Taehyung
"Kalo gitu sama aja lah."—Chanyeol
Sejurus kemudian, semuanya nimbrung ke mereka yang lagi memperdebatkan hal kaga penting.
"Pantes elo mirip banget Baekhyun hyung," kata Kai sambil sweatdrop.
"Bwahaha, kalo gitu aku ogah manggil kamu hyung, Kai!"—Taehyung
"Elo kalo ngomong pake aku-kamu yak, beda sama Baekhyun kadang bisa pake nyet-njing, bener kalian kembar?" kata Suho. Baekhyun yang merasa terejek narik cambang Suho. "Mingkem aje lo, Ho. Tapi gue sama dia kembar non-identik."
Tiba-tiba Sehun natep Taehyung penuh selidik. Kok kayaknya Sehun pernah liat Taehyung di kampusnya. Jangan-jangan...
.
.
.
.
.
"Elo...mantannya si Hoseok terus...pacarnya si Jin bukan?"
O_O?
"Eh?"
.
.
.
-TBC/END?-
a/n: CHAP 5 UPDATED! Haiiiiii! Maaf ya kalo agak gaje-_- apalagi baekhyunnya gak diceritain dgn jelas :( ohiya, official couplenya v itu siapa ya? agak kudet masa.-. sesuai feeling sih ya yang diatas itu/? next time aku bakal berusaha memperjelas ffku ini /? Ohiya nihhh nanti (nanti ya nanti) aku mau bikin kapel yang belom kawined itu kawiiiinn kira-kira readerdeul mau siapa dulu nih yang kawined? KrisTao atau HunHan? :3
Segitu saja sih. Oke, review pls? :3
