Hilang

Pair : Hinata Hyuuga & Naruto Uzumaki

Genre : Hurt & Comfort

Chapter 5

Summary :

'Mimpi apa aku semalam? Pertama Naruto-senpai tiba-tiba menolongku dari pria tua tadi, kedua dia duduk berdampingan denganku, ketiga dia memujiku cantik, dan ini dia menggandeng tanganku.' Batinku berteriak-teriak didalam sana.

"Hinata-chan, aku antar kau ke kelas ya. Sekarang kita cari kelas A." Kata Naruto-senpai.

Berpasang mata melihat kami yang tiba-tiba datang bergandengan tangan, tepatnya Naruto-senpai yang menggandengku.

"Nah, kita sudah sampai Hinata-chan. Jaa.." Kata Naruto-senpai ketika kami berada didepan pintu kelasku. Kemudian dia melambaikan tangan sebagai tanda kami berpisah di kelas masing-masing.

Dengan aku melihat Naruto-senpai, sedikit demi sedikit aku mulai bisa melupakan Sasuke. Mungkin memang benar. 'Aku mulai menyukaimu, Naruto-senpai'

*

*
"Hinata-chan..." Teriak Ino-chan ketika masuk ke kelasku.

"Ha? Ada apa Ino-chan?" Jawabku.

"Hinata-chan, kau.. Putus?" Kata Ino-chan sambil berbisik ke arahku. "A-ano.. Darimana Ino-chan tau?" Tanyaku.

"A-ah ano, sebenarnya tadi aku melihat Sasuke-senpai bergandengan tangan dengan Sakura." Kata Ino-chan dengan nada yang lebih pelan dari tadi.

'Sakura? Perempuan di hp Sasuke kemarin.' Batinku. "Ano, I-ino chan.. Sebenarnya siapa Sakura itu? Apa dia siswa KHS?" Tanyaku pada Ino-chan.

"Ha? Hinata-chan, kau tidak tau Sakura? Sudah berapa bulan kau sekolah disini Hinata-chan. Semua murid KHS tau siapa dia. Apalagi anak laki-laki, pasti mereka sangat tau." Kata Ino-chan terkejut.

Kulihat Ino-chan mengeluarkan laptop dari tasnya. Kemudian dia membuka sebuah file didalam laptopnya. Entah file apa itu.

"Lihat, bagaimana dia tidak terkenal dikalangan murid KHS Hinata-chan. Dia sangat cantik, juga kaya." Kata Ino-chan sambil memperlihatkanku foto gadis berambut pink. 'Sakura Haruno? Pantas saja Sasuke lebih memilihnya.

Tidak sulit memang untuk Ino-chan mempunyai file profil siswa KHS. Apalagi dia salah satu dari biang gosip di KHS. Baru kelas X tapi jika sudah menyangkut gosip, dia bisa melebihi biang gosip dari kelas XI atau kelas XII.

Untuk apa aku bersedih jika masih ada Naruto-senpai yang bisa membuatku tersenyum setiap aku melihatnya.

Biarkanlah Sasuke bersama siapa saja. Lagipula aku juga akan merasa berdosa jika aku masih bersamanya, sedangkan hatiku pergi entah kemana.

Siang itu aku melihat Naruto-senpai di kantin. Tapi tumben dia tidak bersama Sasuke. Mungkin Sasuke sedang bersama Sakura.

Tapi siapa perempuan itu? Naruto-senpai satu meja dengan perempuan. Mungkin dia saudaranya Naruto-senpai karena rambutnya sama-sama pirang.

Naruto-senpai sempat melihatku dan dia melempar cengiran lebarnya untukku. Kurasakan wajahku memanas. Mungkin sekarang wajahku sudah seperti kepiting rebus karena melihat cengirannya.

Masih ada tanda tanya dihatiku. Siapa perempuan yang bersama Naruto-senpai itu.

Pulang sekolah ini, hujan sangat lebat. Aku tidak membawa payung, karena cuaca tadi pagi cerah-cerah saja.

'Kalau sampai pulang terlambat, Tou-san pasti marah.' Batinku. Kuputuskan untuk menerobos hujan untuk ke halte.

Sudah 30 menit aku menunggu bus. Jika saja tadi aku jalan saja kerumah, pasti tidak akan menunggu bus selama ini.

Tapi kalau aku pulang dalam keadaaan hujan-hujan pasti Tou-san dan Neji-nii akan marah-marah.

'Hhh, suhunya dingin sekali' batinku.

Tiba-tiba ada yang memberiku jaket. 'orange? Seperti punya Naruto-senpai.' Aku menoleh kesamping.

"Na-naruto-senpai, terima kasih." Kataku sambil kuulas senyum. "Hehehe tidak apa-apa Hinata-chan. Mungkin kita berjodoh ya. Hari ini kita sudah satu bus lagi." Kata Naruto-senpai sambil menatap jalan.

"Naruto-senpai, jangan mengada-ada." Kataku sambil kurasakan wajahku panas lagi.

"Kenapa tidak bisa Hinata-chan. Lagipula kau sudah tidak dengan Teme kan? Jadi aku bisa mulai pendekatan denganmu." Katanya sambil mencubit pipiku.

"Hinata-chan, kenapa pipimu merah sekali? Kau sakit ya?" Tanya Naruto-senpai yang masih memegang pipiku.

"A-ano Naruto-senpai, aku tidak apa-apa." Jawabku gugup. "S-senpai, kenapa akhir-akhir ini tidak pernah bawa motor?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.

"Em, itu karena motorku sedang di bengkel. Kenapa? Kau ingin naik motor denganku ya Hinata-chan?" Tanya Naruto-senpai yang sukses membuatku tambah merona.

"A-no senpai.." Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Naruto-senpai sudah memotongnya.

"Tenang Hinata-chan, aku janji jika motorku sudah selesai dari bengkel, kau adalah orang pertama yang akan naik motor bersamaku." Kata Naruto-senpai dengan cengiran lima jarinya.

"A.. Senpai tidak perlu repot-repot seperti itu." Kataku dengan canggung. "Hey hey, kenapa aku harus repot? Sama sekali tidak repot jika itu untuk Hinata-chan." Kata Naruto-senpai sambil mengacak rambutku.

"Ayo. Busnya sudah datang Hinata-chan." Kata Naruto-senpai sambil menarik tanganku hingga tak sengaja aku menabrak punggungnya.

'Lagi-lagi kau membuatku merona Naruto-senpai'

Kamar-20.00

Apa yang kupikirkan?

'Em, itu karena motorku sedang di bengkel. Kenapa? Kau ingin naik motor denganku ya Hinata-chan?' kalimat itu masih terngiang dipikiranku.

Baiklah Naruto-senpai, kau membuatku berharap sekarang. Ya aku berharap supaya motormu cepat selesai di bengkel.

'Supaya aku bisa naik motor bersamamu. Hihihi'

KHS-07.00

Hari ini aku sedikit kesiangan. Hal ini menyebabkan aku harus lari tergesa-gesa menuju ke gerbang sekolah sebelum gerbangnya ditutup.

"KYAAAA Naruto-senpaiiiiiiii"

"KYAAAAAAAAA dengan siapa dia?"

Tiba-tiba aku mendengar teriakan dari siswi KHS, tunggu mereka menyebut nama Naruto-senpai?

Kemudian kutolehkan kepalaku kearah tempat parkir motor. Kulihat disana, Naruto senpai membantu seorang perempuan turun dari motornya.

'Perempuan itu lagi.' Batinku, memang benar, kau sudah memberiku harapan Naruto-senpai, tapi akulah yang tidak boleh berharap kepadamu.

Aku masih memandangi Naruto-senpai. Tiba-tiba dia menoleh kearahku dan melambaikan tangannya kearahku.

Tanpa ada niat membalas lambaian tangannya, aku segera menuju ke kelasku. 'Kenapa mataku panas? Jangan menangis Hinata.' Batinku.

Pelajaran Guy-sensei tidak membuatku ceria sama sekali walaupun dia adalah guru terlucu se KHS.

Masih terbayang adegan tadi pagi. Siapa sebenarnya gadis itu? Kenapa Naruto-senpai bohong kepadaku? Seburuk itukah aku? Sampai-sampai aku selalu sial dalam hal asmara.

Jam istirahat, jika dulu ketika masih bersama Sasuke aku sering menghabiskan waktu istirahatku di atap maka sekarang tidak lagi.

Jika biasanya aku pergi ke kantin bersama Ino-chan dan Tenten-chan, kali ini aku lebih memilih duduk merenung didalam kelas saja.

Kelas kosong. Jadi aku tidak terlalu terganggu.

"Nee, Hinata-chan. Aku mencarimu di kantin. Tidak biasanya kau tidak kesana. Maka dari itu aku bertanya dengan temanmu dimana kau. Ternyata kau disini." Kata Naruto-senpai yang mengagetkanku.

Masih tidak ada niatan aku untuk membalas perkataaannya tadi. Untuk apa dia mencariku jika dia sudah mempunyai perempuan lain. Perempuan lain? Memangnya siapa aku? Bahkan aku bukan siapa-siapanya. Naruto-senpai mengenalku karena aku dulu pacar Sasuke.

"Hinata-chan?" Tanyanya. "Ada apa Naruto-senpai mencariku?" Tanyaku tanpa sedikitpun meliriknya.

"Nee, aku sendiri juga tidak tau Hinata-chan. Tiba-tiba aku ingin sekali melihatmu. Mungkin aku tertarik denganmu." Kata Naruto-senpai sambil menundukkan kepalanya.

"Jangan bercanda senpai. Apa kata kekasih senpai jika au kita sedang berduaan didalam kelas ini? A-aku tidak mau jika aku dikira perusak hubungan ornag senpai" Kataku panjang lebar kepadanya.

"Apa yang kau bicarakan Hinata? Aku tidak pernah berbohong tentang perasaanku. Dan apa maksudmu berkata kekasihku? Ya ampun Hinata, pacarpun aku belum pernah punya." Kata Naruto-senpai dengan nada yang sedikit keras.

"Lalu siapa gadis yang tadi pagi senpai? Gadis itu selalu disamping senpai." Tanyaku akhirnya karena penasaran.

"Ya ampun Hinata-chan, dia itu adikku. Dia itu Shion. Kelas XB" Kata Naruto-senpai cengo. "Jangan-jangan kau cemburu dengannya ya?" Kata Naruto-senpai dengan cengiran khasnya.

"Naruto-senpai, ja-jangan bercanda. Tidak. Mana mungkin aku bisa cemburu. Aku bukan siapa-siapa senpai." Kataku

"Siapa bilang kau bukan siapa-siapaku, hm? Kau sebentar lagi akan menjadi kekasihku Hinata-chan." Kata Naruto-senpai sambil memegang tanganku.

"S-senpai" Kataku sambil menunduk. "Aku.. Mencintaimu Hinata. Dari pertama kita bertemu ketika di depan kelasku dulu. Aku sudah menyukaimu sejak saat itu. Tapi aku tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaanku."

"Kenapa senpai?" Tanyaku kemudian. Dia mulai memelukku erat sekali. "Karena saat itu sudah ada Sasuke. Aku tidak meu menjadi penghianat dalam persahabatan kami. Kukira dia mencintaimu, ternyata dia hanya memanfaatkanku untuk mendapatkan Sakura." Kata Naruto-senpai.

Apa aku bermimpi? Orang yang sangat kuidolakan sekarang tengah mengatakan bahwa dia mencintaiku.

"Senpai," Panggilku kepadanya. "Iya?"

"Aku sungguh tidak bisa menolak jika itu yang senpai katakan. Karena akupun juga mencintai senpai. Aku suka semua yang ada dalam diri senpai. Kukira cintaku bertepuk sebelah tangan senpai." Kataku dengan suara yang bergetar karena air mataku.

"Jadi?" Kata Naruto-senpai sambil memberi sedikit jarak antara kami berdua. "Jadi?" Aku mengulangi pertanyaannya tadi.

"Mulai saat ini kita resmi menjadi sepasang kekasih." Setelah itu, kembali Naruto-senpai memelukku.

CUP

Tiba-tiba kusadari Naruto-senpai mencium keningku. Kami-sama terima kasih untuk hari ini.

To Be Continued