HAIII /tersenyum unyu/ /ditendang Kagura/

AIIII KAMBEEKHH BRAYY /tebar kissu/

Yeay, seneng bisa muncul di chapter 2 fict yang kayak Gorilla ini /halaah/

Sudahlah, lanjut aja ya..

.

.

A Gintama Fanfiction

Gintama © Sorachi Hideaki

Fanfict Love For Nothing © Ayuha

Okita Shougo x Yato Kagura

Romance – Humor (Tapi nggak yakin)

Warning : [mungkin] OOC, miss Typo(s), Gaje deh, juga disetiap pemikiran/sang karakter sedang membatin, tulisannya pasti akan di italic.

Love For Nothing

.

.

Don't like? Don't read..

Cerita sebelumnya.

Kagura dijodohkan oleh Umibouzo agar menikah dengan Price Hatta. Kagura menolak dan dengan usul Gintoki yang ternyata sedang membaca cerita dari majalah JUMP itu, Kagura pun mau menaklukan(?) Sougo agar menjadi pacarnya supaya dia tidak menikah dengan baka oji itu. Dilain pihak, Shinpachi salah kaprah. Ia mengira Kagura menangis karena Sougo dan ingin membalas perbuatan Sougo. Ternyata, Kagura nangis karena sukonbu-nya kadaluarsa semua.

~LFN~

Lelaki ber-megane penggemar Otsu-chan, itulah julukannya. Kini, ia sedang memegangi pedang kayu milik laki-laki berambut silver yang sekarang ntah dimana. Ia berjalan menuju markas Shinsengumi. Ia ingin menemui taichou divisi satu-nya Shinsengumi. Ia masih ingat betul bagaimana wajah perempuan bergaya China itu ketika sedang menangis. Okita-san sialan. Dia membuat seorang gadis menangis dan gadis itu adalah Kagura-chan. Ah! Aku kesal sampai tak sempat berpikir mengapa aku harus membalas dendam Kagura-chan ini..

"Ara, Shin-chan?" gadis itu men-notice(?) keberadaan lelaki yang dipanggil Shin-chan ini.

"Aneue! Sedang apa?" balas Shin-chan tersebut kepada aneue-nya.

"Aku sedang dalam perjalanan menuju Yorozuya. Kudengar Kagura-chan sedang bersedih hati," sebelah tangan gadis itu menyentuh pipinya sendiri.

"Ah, biar aku antar, aneue," gadis itu menggeleng dan memberikan tatapan 'kau-kan-sedang-sibuk'. Shin-chan menggeleng dan ikut-ikut memberikan tatapan 'aku-hanya-sedang-berjalan-jalan-saja'.

"Sudahlah Shin-chan, aku mau pergi sendi—," perkataan gadis itu terpotong.

"OTAE-SAAN! BIARKAN AKU MENGANTARMU KE YOROZUYA ITUUU!" seorang gorilla jejadian atau manusia jejadian itu berteriak agar bisa di-notice(?) oleh gadis—yang bisa kita sebut Otae—yang ia cintai.

"Shinn daaaaa, gorillaa!" Otae pun menendang wajah gorilla tersebut hingga terkapar tak berdaya. Shin-chan hanya menyaksikan adegan tersebut dengan canggung(?). Otae kembali tersenyum. "Sore jaa. Aku pergi duluan ya."

Tenang Shinpachi. Aneue-mu sudah pergi jadi kau bisa pergi dengan tenang. Shinpachi kembali berjalan menuju ke markas Shinsengumi. Langkahnya terhenti ketika ia melihat sosok 'orang-yang-dicarinya' tersebut sedang berduaan dengan seorang gadis. Ekor matanya pun refleks mengikuti arah perginya mereka berdua. Shinpachi marah. Genggamannya pada pedang kayu milik Gintoki pun semakin kuat. Sabar Shinpachi. Kau harus memberi pelajaran pada pemuda itu!

"Oi, laki-laki tampan di sana," Shinpachi langsung memanggil lelaki itu. Dan lelaki itu menoleh karena merasa dirinya dipanggil.

"Shimura-san?" laki-laki itu tetap datar.

"KAGURA MENANGIS KARENAMU!" Shinpachi mulai mengancang-ancang agar bisa berlari dan menghajar laki-laki di hadapannya. Usahanya hampir berhasil kalau...

"OTAEEEEEE-SAAAANN!" ...gorilla jejadian itu tidak terbang dan menghantam tubuhnya hingga terkapar dan K.O di tempat.

"Kondou-san?" laki-laki yang memang sedari tadi berduaan dengan perempuan di sampingnya itu pun men-notice(?) kalau gorilla terbang itu sebenarnya adalah Kyoukuchou.

"Ah, Sougo. Ngapain kau di sini?" gorilla atau kita panggil saja dengan Kondou, bertanya balik kepada Sougo.

"Aku sedang mengantar nenek ini menuju halte depan," ujar Sougo datar sembari menunjuk halte bus yang tinggal satu meter lagi.

~LFN~

Yorozuya. Do anything for get money.

Sorry, today is closed..

We have to go dinner

Lelaki ber-megane langsung mencoret kata 'we-have-to-go-dinner'.

"OI! Kalian kira kita mau makan jadinya tutup?!" teriak lelaki pecinta Otsu-chan tersebut dengan garangnya. Perempuan penggemar sukonbu dan laki-laki penggemar Ketsuno Ana tersebut pun merespon dengan mengupil.

"Urusai, baka megane," Perempuan ala China pun menanggapi terlebih dahulu dengan malasnya.

"Bilang saja kau tidak mau menghabiskan uang makanya dicoret, 'kan Patsuan?" ujar lelaki berkimono putih corak menyerupai awan di ujungnya(?) dengan malasnya dan mengupil kembali.

"YAMETTE KUDASAI! Kita ini mau membahas persoalan KaguraxHatt—," dan laki-laki ber-megane itu pun terkapar di tempat gara-gara ditonjok oleh Kagura.

"CUIH!" Kagura meludah di samping laki-laki megane tersebut. "Sudah kubilang berapa kali, HORA?! Aku tidak sudi di pasangkan dengan makhluk seperti dia," pandangan si China menajam.

"Maa, gomennasai Kagura-chan.." laki-laki megane tersebut membetulkan posisi megane-nya dan berdiri. "..Kukira dia jodohmu—AKH!" laki-laki megane itu terhantam oleh tendangan si China yang merasa terganggu dengan ucapan si megane.

"Sudahlah Kagura, Shinpachi-kun. Aku punya ide," lelaki berambut silver itu mencoba menengahi perkelahian dua orang kouhai-nya tersebut. Dan kedua manusia yang tadinya berantem itu pun duduk manis di hadapan laki-laki berambut silver.

Pecinta sukonbu tersebut meneguk ludahnya dengan susah payah, "Apa itu idenya, Gin-chan?" tanya gadis—Kagura—tersebut pada laki-laki yang ia sebut Gin-chan.

"Iya, apa itu?" megane—ah, Shinpachi pun ikut-ikutan ingin tahu.

"Itu.." Gintoki memenggal kata-katanya.

Tampak Kagura mengucurkan keringatnya dan serius memerhatikan Gintoki.

Shinpachi pun begitu. Ia juga tampak mengucurkan keringat dan memerhatikan Gintoki dengan seriusnya.

Begitu juga dengan Gintoki. Tatapan matanya lurus ke depan—ke arah kamera—dan sangat serius.

"..Kita sudah kehabisan waktu," celetuk Gintoki dengan nada tak berdosanya membuat Shinpachi dan Kagura gubrak di tempat.

=FIN=

"Fin, ndasmu?!" Shinpachi berteriak gaje. "Apa-apaan ini coba?! Kenapa jadi not getting exited sih?!" Shinpachi masih teriak-teriak gaje.

Tidak ada respon.

Tidak ada yang peduli.

Tidak ada yang memperhatikan dia (minus readers).

Tidak ada yang menanggapi apa yang ia katakan.

Tidak ada yang memberinya feed-back.

"Ah.." Kagura mulai berkicau dan Shinpachi mulai getting exited gara-gara ada yang notice(?) perkataannya. "Apakah feed-back itu makanan? Kalau iya, tolong berikan padaku," Dan Shinpachi hanya bisa bergalau ria di pemikirannya. 'AAAH! Kagura-chan mengapa POLOS!'. Yah, kira-kira begitulah.

Di sana, tiba-tiba saja suasana berubah menjadi cerah. Mengapa? Apakah ada lampu ajaib? Apakah ada lampu penerang yang terang seperti Philli*ps? Apakah ada sang pencerah? Atau apakah ada tukang jualan lampu? Kita pun tak tahu. Dan ternyata..

KEPALA KINCLONG BAPAK UMIBOUZO!

"Hage, kenapa datang ke sini?" Kagura—anaknya si hage tersebut—malah tidak ingin dengan kedatangan ayahnya tersebut.

"Kagura-chan, papi mohon. Menikahlah dengan princ—," muncratlah darah dari mulut Umibouzo karena terkena bogeman dari Kagura. "Urusai, hage. Urusi saja urusanmu," mood Kagura jadi down banget.

"Tapi, urusan Kagura-chan adalah urusan papi," orang yang memiliki kepala kinclong itu pun memelas sembari mengelap darah yang ada di sekitar mulutnya.

"Papi.." Kagura berdiam sejenak. Mengepalkan tangannya. "Aku punya pacar, aru!" OH GOD! Akhirnya Kagura menggunakan suffix 'aru' andalannya lagi! OH! Bukan itu. Akhirnya Kagura kalah dengan perasaan ia tak ingin dinikahi oleh baka oji itu dan memilih berbohong soal pacar.

"DAFUK?!" Umibouzo terkapar di tempat dengan darah keluar dari mulutnya.

"HAGEE!" Gintoki memangku kepala kinclong itu dan menutupnya dengan karung agar tidak menyilaukan matanya. "Gintoki-san, aku mohon.. huek!.. Kagura harus menikahinya.." Kagura masih memilih ngambek ketimbang memikirkan ayahnya yang sudah seperti sakaratul maut tersebut.

"Mengapa begitu, Umibouzo-san?" tanya Shinpachi untuk memberikan kepastian.

"Karena..." Umibouzo melanjutkannya dengan flashback.

Flashback—with Umibouzo POV.

Alien. Alien. Alien. Alien. Dan alien. Itu saja yang selalu kulihat. Dan apa itu? Alien berbaju pangeran, eh? Kuhampiri saja, namun diriku tersandung dan tak sengaja memegang sesuatu di kening alien tersebut dan sepertinya copot—

"AAAAAAAAHHH!" benar, 'kan? Alien tersebut saja sampai berteriak.

"KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB—ah SEPPUKU!" MULUTKU TERNGANGA LEBAR WOI! Apa-apaan dengan Seppuku?! Kenapa harus Seppuku?! Aku pun langsung not getting exited.

"Matte, matte kudasai, oji! Aku punya anak gadis. Kalau ia menikahimu, lunaskah itu?" Alien itu sedikit mengukur-ukur lalu mengangguk.. dan Kagura, kau harus menikahinya!

Flashback itu selesai dan berujung dengan—

Umibouzo ditendang-tendang dan diinjak-injak oleh Gintoki, Shinpachi, dan Kagura yang baru saja menganggap kalau ayahnya ini benar-benar menjualnya.

"Kagura-chan, kumohon," Umibouzo kembali memohon pada putrinya itu. "TETAP TIDAK BISA! I HAVE A BOYFRIEND, ARU!" Kagura geram. Umibouzo merogoh saku bajunya dan keluarlah hape KW12 miliknya itu. Ia menekan tombol di hape tersebut lalu menekan tombol hijau.

"moshi-moshi," suara di seberang sana pasti suara raja ntah berantah.

"Ano.. kayaknya saya mau membatalin perjodohan antara prince Hatta dan anak saya," Kagura sumringah mendengar itu. "Papi, besarkan volume suara hape-mu. Aku juga mau mendengarkan, aru," Kagura tiba-tiba getting so exited.

"APA?!" suara di seberang sana benar-benar merasa tidak percaya.

"Sudah kubilang, aku mau membatalkan perjodohan Kagura-Hatta, dasar budeg," Umibouzo juga sudah tak percaya dengan kebudegan seorang raja.

"Bukan itu yang kumaksud dengan 'APA?!' aku hanya tak percaya. Tapi mengapa?" Raja itu bertanya alasannya.

"Kagura punya pacar.."

"Begitu?"

"Iya."

"APHUAAA?!"

"WOI BUDEG! KAGURA SUDAH PUNYA PACAR!" Umibouzo ngos-ngosan akibat bercek-cok dengan si budeg dari goa hant*u.

"SUDAH KUBILANG BUKAN ITU YANG KUMAKSUD DENGAN 'APA?!' DASAR BOTAK!,"

"DASAR BUDEG!"

"BOTAK!"

"BUDEG!"

Scene selanjutnya tidak akan dilanjutkan karena terlalu berbahaya.

Jika dilanjutkan, maka akan menyebabkan kanker, penyakit hati, bahkan gangguan pada wanita hamil. Lebih parahnya akan membunuhmu

"Baiklah, Umibouzo-san. Kami bisa membatalkan janji itu dengan satu syarat," sang raja malah menyodorkan syarat.

"Sudahlah, katakan saja," Umibouzo sudah tak sabar ingin melepaskan diri dari janji tak jelas itu.

"Kagura harus mau bertemu dan berkencan dengan Hatta minimal dua kali," tatapan Gintoki, Shinpachi, Umibouzo, dan yang terparah, Kagura pun menjadi shadow hitam.

"OI! Jangan sembarangan menyusun rencana date orang, aru!" Kali ini Kagura lah yang berteriak di telepon.

"Maa, Kagura-chan, tenang dulu," Shinpachi berusaha menenangkan Kagura. Namun ia terkena bogeman Kagura dan terkapar. "Papi, aku tidak mau, aru."

"Wah wah.. kalau tak mau, ayahmu tetap harus.. Seppuku."

"WAH! Iya, Kagura pasti akan datang kok tenang saja.." Umibouzo mengambil alih hape miliknya itu dan Kagura menatap ayahnya tak suka dengan tatapan 'mengapa-ayah-malah-takut-dengan-dia-aru-?'

"—dan Kagura harus membawa pacarnya sebulan kemudian.." Background cetarnya petir pun menyetarkan(?) Kagura.

"NANDEEEEEE?!"

~LFN~

TBC, aru!

YOSH! Akhirnya suffix 'aru'-nya Kagura muncul juga xD Aku juga sebenernya nggak tau kenapa suffix Kagura itu nggak ada di chapter 1 /ditendang/ Ah, arigatou ya buat yang udah sempet mbaca+nge-review!

HAYUUU! DI RIPIUUWWWWWWW LAGIIII YA SENPAI orz.

Oshiete!

Ginpachi-sensei!

Tampak seorang guru berjubah putih, berkacamata, dan bersurai silver tengah memegangi sebuah amplop. Dengan gaya datarnya, ia membacakan isi amplop tersebut dan tentunya dengan nada malasnya.

"Ossu, hari ini kami mendapatkan tiga buah review, arigatou. Yang pertama dari 'soralove45', 'Wah, akhirnya ada fic okikagu indo lagi setelah sekian lama, yeeeaahh :D Bagus dong bikin fic straight okikagu gini :3 Humornya pas ngeplak gitu bwahaha. Tapi sougo kok nggak peka gitu sih? Dasar baka! Pokoknya update next chapter yah author-san :3' Dan ini jawabanmu-" perkataan guru tersebut terpotong.

Seorang makhluk elien ntah berantah, tiba-tiba datang dan mengambil alih jawaban.

"Hai, aku Ayuha! Buat soralove45 -san, sebelumnya makasih sudah disempatkan me-review fict segaje ini. Oh iyakah? Penantianmu sungguh mengharukan /lap ingus/ Iya nih, jiwa straight-ku lagi muncul (?) Kalau di Gintama 'kan kalo ngegeplak itu biasa(?) Sougo sengaja dibuat ngga peka, biar susaaah /digeplak/ Ini udah updateee—buakh!" Dan elien tersebut tiba-tiba terjatuh seketika setelah guru berambut silver itu menendangnya dari belakang.

"Saya, Ginpachi, mohon maaf untuk 'soralove45'-san atas interupsi jawaban dari elien tadi. Karena sudah dijawab, mari kita lanjutkan ke amplop yang kedua," guru—Ginpachi—tersebut membalik amplop tersebut.

"Yang kedua dari 'zizi', 'Bahasanya agak kaku jadi gak terlalu enak bacanya. Yang lainya udah bagus tapi tingkatkan lagi' nah, jawabannya-," lagi-lagi perkataan Ginpachi-sensei terpotong oleh elien yang tiba-tiba bangun dan langsung menginterupsi.

"Hai! Aku Ayuha lagi! Hiks, aku memang gak begitu bisa menyusun kata-kata /pundung/ Yeeeah udah dibilang bagus!" Tiba-tiba elien tersebut membawa trophy—yang entah dari mana—dan berdiri di depan mimbar(?) kelas setelah menyingkirkan Ginpachi-sensei terlebih dahulu, "Arigatou! Arigatou! Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih kepada Tuhan YME, Kedua orang tua saya, dan tidak lupa Gori—ah, Sorachi-sensei. Dan tak lupa kepada staff Gintama, Ginpachi-sensei juga yang telah memberikan saya waktu. Dan yang paling utama, terimakasih banyak untuk 'zizi'-san yang sudah bilang bagus—akh!" dan elien tersebut tepar di tempat karena bogeman Ginpachi-sensei.

"Oi, dia nyuruhnya untuk tingkatkan lagi—ekhm, untuk 'zizi' -san, saya minta maaf atas jawaban dari elien tersebut. Oke, kita beralih ke amplop terakhir," Ginpachi-sensei kembali membalik amplop dan membacakannya.

"Yang ketiga atau yang terakhir ini dari 'LalaNur Aprilia', 'Lanjutin duung! Ini pair kesukaan saya (selain GinHiji dan HijiKita tentunya. Whuehehe *plakdesu*) Apdeett' Nah, biarkan saya yang menjawab," Ginpachi-sensei berjalan ke arah elien tersebut, kemudian mengeluarkan lem dan kemudian menempelkan lem berwarna hitam tersebut ke mulut elien tersebut supaya ia tidak bisa berbicara. Kemudian, Ginpachi-sensei kembali ke mimbar(?)-nya.

"Oke, jawabannya adalah. Ini sudah lanjut," perkataan Ginpachi-sensei datar sekali.

"Tetap setia ya dengan fanfict buatan elien ini. Sampai jumpa di 'oshiete! Ginpachi-sensei! di chapter selanjutnya," kata Ginpachi-sensei.

Layar tiba-tiba berubah menjadi hitam dan hidup kembali menampilkan wajah elien yang sudah bersusah payah membuka lem hitam di bibirnya.

"Bibir saya jadi dower," katanya bangga sembari menunjuk-nunjuk bibirnya, kemudian selfie.

"Ah, maaf," ia memasukkan hp kw15-nya ke saku bolongnya, "Sampai jumpa next chapter ya~" dan layar akhirnya benar-benar hitam.