Hai Minna!

Ah, gomenne! Ilang beberapa minggu hiks..

Tiba-tiba mood nonton Anime lagi kenceng, jadi lupa buat nulis fict, tee-he ;p

Juga lagi sibuk masuk sekolah D: susah mau nulis gara-gara tiap hari jadwal padaat..

Oh lanjut saja yaa

.

.

A Gintama Fanfiction

Gintama © Sorachi Hideaki

Fanfict Love For Nothing © Ayuha

Okita Shougo x Yato Kagura

Romance – Humor (Tapi nggak yakin)

Warning : [mungkin] OOC, miss Typo(s), Gaje deh, juga disetiap pemikiran/sang karakter sedang membatin, tulisannya pasti akan di italic.

Love For Nothing

.

.

Don't like? Don't read..

N/A: Host club itu klub yang ada host-nya. Yang ini fiksi aku buat sendiri ya~

Cerita sebelumnya.

Setelah Yorozuya Gin-chan keluar dari markas Shinsengumi, mereka dikejutkan oleh kedatangan Umibouzo yang datang membawa berita kalau baka oji itu mau kencan dengan Kagura jam 7 malam! Kalau gagal, mereka harus seppuku—tanpa terkecuali. Sayangnya, Kagura malah bergalau ria tanpa sadar kalau ia menghabiskan waktu. Untuk pergi ke salon sudah tak ada waktu, akhirnya mereka mencoba merias sendiri, tapi gawatnya Kagura malah hancur berantakan. Untungnya Sacchan datang dan membantu dengan syarat, Gin-san tentunya.

~LFN~

Senja di Kabukicho.

Warna langit sudah berwarna oranye, merah, hitam—bercampur aduk.

Gawat, mobil dari kerajaan sudah datang di depan Yorozuya Gin-chan.

Oi oi oi?! Yang benar saja? Mereka sudah datang? Secepat ini? Apa mereka tak kecepetan? Batin pria berambut silver itu. Membuat lelaki berkacamata di sampingnya hanya bisa pasrah.

Makhluk ungu menyembul keluar dari dalam mobil itu, "Yo!" dan menyapa terlebih dahulu. Lelaki bersurai silver dan lelaki berkacamata itu hanya bisa melambai kemudian berembuk.

"Ga-gawat ini, Gin-san. Kagura-chan belum juga keluar. Kita 'kan tidak boleh telat," Lelaki berkacamata itu membuka percakapan terlebih dahulu.

"Te-te-tenang, Shinpachi-kun. Wanita sint*ing yang otaknya sudah bermasalah itu pasti bisa menangani hal ini," lelaki silver—Gin—mencoba menenangkan lelaki berkacamata—Shinpachi—itu.

"A-aku juga su-sudah berusaha tenang, Gin-san. Ta-tapi bagaimana kalau ia belum keluar ju—," perkataan Shinpachi terpotong ketika pintu masuk Yorozuya hancur dan jebol. Tiba-tiba saja ruangan itu dipenuhi oleh asap—yang entah dari mana. Asap itu menampakkan siluet dua orang yang tengah berdiri.

Salah satu dari dua orang itu menaikkan kacamatanya yang bahkan tidak bergerak. Ia tersenyum menyeringai sebelum akhirnya wajah gadis oranye di sampingnye terlihat.

"LO-LOLIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!" Teriak Gin dan Shinpachi bersamaan dan tak percaya.

Kagura, ia menggunakan Yukata putih bercorak bunga yang berwarna merah muda. Rambutnya disanggul dan di beri jepitan bunga yang tidak terlalu besar. Riasan wajahnya terlihat natural, membuatnya tampak imut.

Baka oji yang baru sampai ke lantai Yorozuya pun langsung terpukau.

"Bo-bolehkah saya mengajakmu berkencan?" Tiba-tiba ia berlutut dihadapan Kagura dan langsung bertanya, dengan blushing tentunya.

Kagura ikutan blushing.

Tu-tunggu! Kagura-chan?! Kagura-chan kah ini? Kenapa dia blushing?! Kenapa dia kayak senang gitu mau diajak kencan oleh baka oji ini?! Kenapa langsung berubah 180 derajat ketika selesai didandani?! Batin Shinpachi meronta-ronta tak percaya.

"Anu—," Kagura berkata sangat, SANGAT lembut membuat Gin dan Shinpachi menyembur tak percaya.

"I-iya?" baka ojiiiii?! Kenapa kau juga ikut-ikutan blushing dan tersipu?! Aku benar-benar tak mengerti! Shinpachi kembali membatin.

"LIKE A HELL I WILL DATE YOU!" Kagura langsung menendang kepala baka oji, kemudian meludah di mata baka oji dengan muka yang menjijikkannya.

"OIIIIIIIIIIIIIII!" Tendangan dari Gin pun mendarat mulus di kepala Kagura.

"Kagura-chan yang tenang! Kau harus bersikap sopan dihadapan Hatta oji kalau tidak nanti kita di seppuku," Shinpachi mencoba menenangkan Kagura. Kagura malah mendecih. Oi? Tadi decihan? Decihannya terkesan mengejekku!

"Kagura! Apa kau tak sayang pada Gin-san? Gin-san-nya kalian? Aku bahkan sudah menjual diriku kepada wanita tak waras itu, tapi kau malah membuatnya sia-sia," Gin sudah putus asa. Kagura malah ber-ohh ria.

Kagura pun berjalan menuju baka oji yang masih terjatuh. Ia mengulurkan tangannya guna membantu Hatta untuk berdiri. Hatta yang tadinya sudah kesal, tiba-tiba kembali terpukau.

"Ayo kita kencan. Kalau terlalu malam, okaa-san-ku pasti marah, tee-hee," Kagura berkata diselingi senyuman manisnya membuat Hatta tersipu lagi.

Okaa-san?! Okaa-san-mu dimana, Kagura-chan?! Shinpachi menggaruk kepalanya dengan hebatnya.

Dikala sipuannya, Hatta pun meraih tangan Kagura, meresapi jemarinya ketika bertemu dengan jari-jari Kagura yang halus. Hatta pun langsung memegangi kepalanya yang botak, iya botak, "Ah, Kagura-san."

Kagura-san? Yang benar saja? Apa-apaan dengan panggilan '-san' itu?! Shinpachi kembali berteriak di dalam batinnya.

"Mari kita buru-buru berkencan, para Yorozuya ini sudah memesankan tempat untuk kita," Lanjut baka oji tadi. Kagura hanya mengangguk sembari tersenyum indah. Baka oji pun menuntun langkah Kagura menuju tangga dan menuruninya dengan hati-hati.

Gin hanya bisa pasrah, "Yang penting kita semua sudah aman dari seppuku. Kalau Kagura tetap berlagak seperti ini, aku yakin semuanya akan baik-baik saja," Shinpachi mengangguk.

"Tapi, tidak baik-baik saja kalau Kagura tetap membuat baka oji itu tersipu."

"Gin-san~" tiba-tiba saja, suara yang didesahkan itu keluar dari mulut Bunny Girl. Tunggu, bunny girl?

"Shinpachi-kun, bisakah kau duluan menyusul Kagura? Ada orang tak waras di sini," Gin langsung menyeret bunny girl tadi menuju Yorozuya dan Shinpachi hanya bisa kicep sembari berlari menuju Kagura berada, host club.

...

...

...

..

.

Gawat, Gin-san belum juga datang dan Kagura-chan sudah sampai di host club. Aku harus bagaimana? Tanpa Gin-san aku tidak bisa berbuat apa-apa. Lelaki berkacamata itu membatin sembari melihat gadis loli—Kagura—bersama dengan makhluk sakral dari luar host club. Rencana ia mau memantau kegiatan 'kencan' antara Kagura dan makhluk itu, namun ia tak bisa dikarenakan pemimpin—Gin—mereka belum juga datang dari Yorozuya.

"Are? Shimura no otouto? Apa yang kau lakukan disini?" suara datar itu, Sadist!

"O-okita-san?" lelaki berkacamata—Shimura atau kita anggap Shinpachi—itu hanya bisa berkaget ria ketika melihat lelaki shota—Okita—tiba-tiba sudah berada di sampingnya, "A-ah, aku hanya berkunjung ke sini, kalau kau?" Shinpachi balik bertanya.

Okita menyodorkan sebuah plastik yang berisi cake, "Aku habis membeli cake dari toko di sebelah sana," Okita pun menunjuk sebuah toko yang hampir tutup dan kemudian memfokuskan pandangan menuju ke dalam host club yang memang berdinding kaca tembus pandang.

"Are? China no musume?" Dan ia pun menyadari keberadaan Kagura di sana, "Shimura-san, apa kau?" Okita bertanya sambil menunjuk ke arah Kagura yang sedang duduk dan Shinpachi langsung mengangguk dan berbisik.

"Okita-san, kumohon! Untuk saat ini saja, kau bisa meminta bayaran apapun saja, asal kau mau membantuku membuat kencannya Kagura berhasil," Shinpachi memohon bantuan kepada Okita dan Okita tersenyum menyeringai.

"Bagaimana kalau bayarannya..." Okita membisikkan sesuatu dan agak membuat Shinpachi tersentak, namun ia menyanggupinya demi tidak di seppuku.

Okita dan Shinpachi pun langsung memasuki host club dengan bangganya. Okita langsung duduk di sebelah Kagura, "Yo gadis China, mau ke ranjang?" pertanyaan itu membuat empat sudut siku-siku muncul di kepala Kagura dan Shinpachi hanya bisa face palm saja melihat semua itu.

"Ah, aku yakin kau tak mau, aku juga sih sebenarnya tak mau karena badanmu terlalu anak-anak," Twitch, sudut itu bertambah lagi.

"Bagaimanapun juga, aku tidak mau meniduri anak-anak yang sangat kekanak-kanakkan ini," twitch twitch twitch, sudut itu bertambah tiga kali lipat.

Kagura hanya bisa menghela napas dengan berat. Sabar Kagura, kau harus bersikap manis semanis-manisnya, kau tidak boleh membuat Gin-chan dan Shinpachi sedih dan harus mati karena kau. Kau harus tahan melawan sadist ini, Kagura membatin dengan amarahnya, walaupun ia berusaha sabar, tetapi rasanya ia sudah tak sabar, bahkan Kagura sudah berdiri dan hendak teriak kalau saja teriakannya tak terpotong oleh..

"Oi kau! Aku sedang berkencan dengan Kagura-san! Kalau kau mau membawanya pergi itu berarti kau harus melawanku!" baka oji membuat Kagura tertegun sejenak.

Kagura pun mendengus sembari tersenyum, benar, aku tak perlu marah-marah, disini ada baka oji yang pastinya akan membelaku, aku selamat, Kagura membatin dengan senangnya.

"Yeah, lagian, kalaupun pergi ke ranjang, sudah jelas kalau Kagura-san akan pergi bersamaku!" TWITCH! Kagura langsung memukul kepala baka oji itu hingga pingsan dan tiba-tiba saja Okita langsung meraih pergelangan tangan Kagura dan menariknya keluar host club.

"Oi, Okita-san tu—," perkataan Shinpachi terpotong oleh perkataan Okita, "Aku serahkan sisanya padamu, Shimura-san," dan Shinpachi hanya bisa kicep di tempat.

Oi? Bohong. Ini bohong 'kan? Kalau Kagura-chan dibawa pergi, bagaimana aku menjelaskan pada baka oji ini ketika ia bangun? Bagaimana aku bisa bilang ke baka oji apa penyebab ia pingsan dan kemana Kagura-chan berada? Oi? Bohong 'kan? TIIDDDDDDAAAAAAAAAAAAAKKKKKK! Batin Shinpachi sudah seperti orang yang putus asa.

"Shinpachi-kun?" rambut silver itu menyembul dari balik pintu host club membuat Shinpachi langsung berhamburan ke arahnya.

"Gin-san! Ini gawat! Kagura-chan dibawa Okita-san ntah kemana!" Shinpachi langsung menjelaskan dan pandangan lelaki silver—Gin—itu pun mengarah ke baka oji yang sudah terkapar. Gin langsung menunjuk ke arah itu, "Itu, bukan baka oji, 'kan?" Shinpachi hanya menggeleng membuat Gin langsung frustasi.

"Apa yang terjadi di sini?" Gin langsung menarik kerah baju Shinpachi dengan mata yang sudah memerah akibat saking frustasinya.

Shinpachi pun hanya bisa menjelaskan dengan pasrahnya.

Sementara itu di gang yang lumayan sempit. Malam sudah datang. Di gang itu hanya tampak dua orang insan sedang berlarian entah kemana. Dengan napas yang terengah-engah, mereka berdua pun berhenti. Mereka adalah Sougo dan Kagura.

Soug masih mengenggam pergelangan tangan Kagura dengan kuatnya. Kagura yang merasa kesakitan pun langsung melepaskan genggaman itu dengan paksa. Kagura langsung berteriak, "APA YANG KAU LAKUKAN? AKU AKAN DIBUNUH JIKA AKU TIDAK DISANA-ARU!" mata Kagura sudah berapi-api, ia tak tahu harus berkata apa pada Gin dan Shinpachi sehabis ini.

Sougo yang tengah memegangi pergelangan tangannya yang nyeri akibat cakaran Kagura—guna melepaskan genggaman diantara mereka—itu pun hanya bisa berkata, "Tidak ada maksud apapun."

Kagura langsung menarik kerah baju Sougo, "Dengar ya O-Okita, aku sedang tidak ingin bertemu dan berkelahi denganmu-aru!"

"Heh, aku hanya disuruh," belanya sembari mendepak tangan Kagura yang tengah menggenggam bajunya.

Disuruh katanya-aru? Anak ini benar-benar membuatku sebal dan kesal-aru! Kagura membatin lalu berjalan melalui Sougo dengan marahnya.

"Oke, oke, aku mengerti. Silahkan saja kau marah, tapi aku tak bisa membiarkanmu bersama makhluk aneh itu," langkah Kagura terhenti, kakinya jadi membeku mendengar perkataan aneh yang keluar begitu saja dari mulut lelaki itu.

Sougo lalu menghampiri Kagura dan tersenyum seimut-imutnya, "Aku tidak suka kau bersamanya, Ka-gu-ra-chan," dan berlalu meninggalkan Kagura yang masih mencerna kalimat yang dilontarkan oleh Sougo tersebut.

"Eh? Apa kau bilang, sadi—ah Okita-san-aru?" Kagura langsung berlarian menghampiri Sougo namun Sougo langsung memasang headset guna tidak mendengar ocehan Kagura.

"Aaah~! Kau memang menyebalkan-aru! Mengapa kau tak mau membiarkanku bersamanya-aru?! OII!" Kagura langsung melepaskan headset yang berada di telinga Sougo itu.

"Karena kalian akan menyebabkan kombinasi yang buruk, sebagai polisi, aku tidak ingin berkonsultasi dengan keluarga yang aneh—huaks," dan tendangan ala Kagura pun sukses mendarat di kepala Sougo.

"Dasar kau Okita-sadist-aru! Aku kesal harus menyukaimu-aru, hmph," Kagura berkata dengan angkuhnya dan berjalan meninggalkan Sougo yang masih terjatuh itu. Kesal sekali harus mengatakan 'menyukaimu'-aru, karena sejujurnya aku tak punya rasa-aru! Argh, apa-apaan dengan misi penakhlukan yang tak seru ini-aru,yah namun seperti menyenangkan juga kalau bisa menakhukkannya-aru, HUAUHAHAHAHAHAHAHA.. Kagura mulai menampakkan sisi evil-nya.

Sougo mengelap darah yang keluar dari mulutnya dan tersenyum, "heeeh."

~LNF~

"Oi.. Kenapa aku berada di ruangan kumuh begini—ittai!" perkataan makhluk ungu itu ter-'ittai' ketika kepalanya dipukul dengan majalah Shounen JUMP.

"Oji, maaf ya karena kau harus berada di Yorozuya," lelaki berkacamata itu meminta maaf dan lelaki berambut silver itu hanya sibuk membaca Shounen JUMP miliknya.

Baka oji itu mengelus kepalanya yang memerah sembari mendengus, "Dimana Kagura-san?"

"Kau tak ingat meminum alkohol?" tanya lelaki yang tengah sibuk membaca majalah Shounen JUMP miliknya dan kemudian melemparnya di meja dan menatap baka oji dengan tatapan serius yang membuat baka oji langsung berkeringat dingin.

"Aku tidak melakukan apapun, 'kan?" tanya baka oji dengan khawatirnya.

"Kau menendangnya, baka oji," tutur lelaki silver itu sembari mengupil.

Menendang?! Oii! Yang ditendang itu dia bukan Kagura-chan! Apa-apaan dengan fakta yang diputar balikkan ini?! Lelaki berkacamata itu membatin dengan tak kuasanya.

"Begitu ya? Ah, diriku memang kejam," baka oji itu merasa bersalah kemudian berdiri dan berkata kembali, "Aku akan kembali di hari yang ke dua puluhan," dan berlalu meninggalkan Yorozuya.

Dia percaya?! Bagaimana bisa ia percaya setelah semua ini?! Apakah ia tak bisa berpikir mengapa dia pingsan?! Mengapa kepalanya nyeri?! Oalah! Hebat! Kebodohannya membuat kami terbebas dari seppuku! Keajaiban dari kebodohannya ternyata dapat membantu! Lelaki ber-megane itu hanya bisa membatin.

"Ngomong-ngomong Gin-san, dimana kau simpan Sacchan-san?" lelaki berkacamata itu pun akhirnya ingat dimana keadaan wanita tak waras itu.

Lelaki yang dipanggil Gin hanya menunjuk ke langit-langit, dan di langit-langit muncullah awan-awan, seperti flashback.

"HWAAA GIN-SAN MENYERETKUUHH!" teriak Sacchan dengan napsunya, ia pun langsung menjatuhkan dirinya, "Ayo Gin-san, silahkan! Lakukan apapun padaku~! AYO GIN-SAN! LAKUKAN APAPUN YANG KAU MAU PADAKU!" teriakannya semakin menjadi-jadi.

Gintoki hanya bisa kicep sembari menyerahkan selembaran koran yang sudah kadaluarsa, "Aku akan mengajakmu ke hotel jika kau bisa membawakanku Justaway versi dango yang sudah habis di jual ini."

Sacchan langsung mengambil selembaran itu, tulisannya sudah sulit dibaca. Dengan jurus Mite no Jutsu! Sacchan pun menajamkan pengelihatannya dan tampak mengeja tulisan yang tertera di koran itu, "Dicari, badut yang mau dimakan harimau. Kalau mati kami beri uang yang banyak, kalau patah-patah kami berikan harga 75%, kalau koma kami berikan harga 50% dan kalau selamat kami berikan harga 25%, Tunggu Gin-san. Disini tidak ada perkataan justaway," dan kepalanya Sacchan pun berhasil ditimpuk oleh koran yang tengah di pegangnya.

"Oh, yang tulisannya kecil ini. Justaway punya keluaran terbaru. Bergaya ala dango. Hanya tersedia dua di dunia. Yang satu sudah diambil Amanto dan yang satu sudah diambil Shogun. Tunggu Gin-san, jadi aku harus merampok?" dan kepala Sacchan pun tertimpuk kembali oleh koran.

"Aku tak menyuruhmu merampoknya. Aku menyuruhmu membawakanku! Aku tidak mau itu hasil curian! Awas saja kalau itu hasil curian!" Dan Sacchan pun langsung berlarian bagaikan angin hingga tak terlihat lagi.

Dan awan flashback pun menghilang.

"Kau hebat mencari cara melepaskan diri dari Sacchan, Gin-san," Lelaki penggemar Otsu-chan itu bertepuk tangan gaje.

"Makanya, jangan meremehkanku, Shinpachi-kun."

Tiba-tiba saja pintu Yorozuya terbuka dan menampilkan gadis oranye yang tengah sebal.

"Okaeri, Kagura-chan. Kau dibawa kemana saja oleh Okita-san?" tanya lelaki berkacamata—Shinpachi—pada orang yang ia sebut Kagura itu.

"Hanya dibawa jadi makanan harimau-aru," jawab Kagura tak niat.

Tunggu?! Makanan harimau?! Rasanya aku baru saja mendengar hal itu. Shinpachi mencoba berpikir dimana ia mendengar perkataan itu.

"Aku lelah, kuso-megane. Bawakan aku teh-aru!" titah Kagura pada Shinpachi yang membuat empat sudut siku-siku muncul di kepalanya.

"Siapa yang kau sebut kuso-megane?!" dan Shinpachi pun berteriak seperti biasanya.

"Maa, yang tenang kalian berdua! Apa yang harus kita katakan pada elien-san jika fanfict ini semakin hancur?" Gin mengingatkan kedua temannya itu.

Dan kedua kouhai-nya pun kembali seperti semula.

DHUAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR!

"Ossu, danna, kau masih hidup?" tanya seorang laki-laki shota yang baru saja menembakkan bazooka ke arah para Yorozuya.

"Teme! Apa yang kau lakukan?! Kau bertamu tapi kesannya ingin mengajak ke lapangan!" Gin hanya bisa mencak-mencak karena ulah anak itu.

"Okita-san? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Shinpachi pada lelaki yang ia sebut Okita, atau kita anggap sebagai Sougo. Sougo pun menoleh ke arah Shinpachi.

"Kebetulan sekali kau berada di sini, Shimura-san, tidak biasanya.." perkataan itu keluar begitu saja dari mulut Sougo.

"Apa yang kebetulan dan tidak biasanya?! Yang harusnya tidak biasanya itu 'kan kau! Hah! Apa yang mau kau lakukan, huh?!" Shinpachi sudah masuk mode straight man-nya lagi.

"Aku kemari ingin meminta bayaran atas penolonganku saat di host club itu," dan Shinpachi hanya bisa ber-face palm saja ketika mengingat hal tersebut.

"Okita?! Bayaran apa-aru, huh?!" Kagura langsung berdiri di depan Sougo yang masih memasang tampang datar.

Gawat kalau sampai Kagura-chan tahu hal ini! Tapi saat itu aku tak bisa berbuat apa-apa selain meminta tolong pada Okita-san dan menyanggupi apapun yang dimintanya.. termasuk permintaannya 'itu'. Shinpachi membatin dan keringat dingin mengucur deras melalui pelipisnya.

"Shimura ini memperbolehkanku meminta apapun asalkan aku mau membantumu saat kau kencan dengan baka oji itu," kata Sougo dengan datar sembari menunjuk ke arah Shinpachi.

Ah tidak! Tidak tidak tidak! Jangan menunjukku oi sadist! Aku sedang ingin bersembunyi dari hal ini dan kau malah sengaja membocorkannya dengan senangnya! Oi! Dasar kau pangeran dari planet sadist! Keringat dingin yang Shinpachi keluarkan dari pelipisnya semakin menderas. Ia sudah semakin takut.

"Ah, tak masalah saja asal permintaannya tidak rumit-aru. Sudah, jelaskan saja-aru, kau meminta apa-aru?!" tanya Kagura dengan sangat tak sabaran.

KAGURA-CHAN! Harusnya kau tak memintanya! Dasar bodohhh! Shinpachi sudah tak kuasa membendung keringatnya lagi.

"Aku meminta untuk menjadikanmu maid-ku selama dua minggu, China."

TBC, oiii!

HUOOOOOOOOOHHHHH!

Akhirnya selesai juga chapter 5 yang sangat absurd iniiihh! HIYAAAA !

Buat para readers yang setia menunggu fict ini, saya ucapkan terimakasih banyaaakkkk! Dan saya sangat minta maaf sebesar-besarnya, setinggi-tingginya, sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya karena chapter ke 5 ini telat apdet.. biasalah, sibuk masuk sekolah, HWAAA TTATT)/

Tapi setidaknya, INI SUDAH LANJOOOTTT! KEEP REVIEW YAA! ARIGATOU Orz

~LFN~

Oshiete!

Ginpachi-sensei!

"Yosh, berjumpa kembali bersama saya, Ginpachi," sapanya tampak terkesan malas.

Ginpachi pun memamerkan empat buah amplop ke layar kaca, "Tumben elien-san dibanjiri review," ujarnya sembari membuka salah satu amplop.

"Oke, yang pertama dari LalaNur Aprilia, 'Wahwahwah, makin banyak aja yang dateng. Apapulak tuh ninja masochist dateng tiba-tiba :v Wuaow. Gin-chan lebih milih Sacchan daripada seppuku. :v Kalo ane lebih milih nyeret Kagura ke salon :v Apdett :v :v :v :v :v'Baiklah untuk LalaNur Aprilia-san. Karena Gintama banyak karakter, jadi sayang dong kalau yang dimunculin 'hanya' Yorozuya Gin-chan dan Shinsengumi, ya 'kan? Anggap saja semua salon sangat jauh, jadi mereka kehabisan waktu," ucap Ginpachi dengan kalemnya walaupun sebenernya ia rada susah membaca emot-nya.

Ginpachi pun membalik suratnya, "Yang kedua dari soralove45, 'Wkwkwk ini fic selalu bikin ngakak! Ada2 aja yg aneg muncul D. Okee, kagura dan sougo! Sebaiknya jgn mengelak lagi! Wahahaha. Update ne :3' Oke, jawabannya adalah—," tiba-tiba saja suara seekor elien pun menginterupsi acara tanya-jawab antar Ginpachi dan readers.

"HOOAHH! Makasih banyak buat soralove45-san! Gilaa gak nyangka aja ada yang ngakak sama fict abal ini xD. Aku usahakan mereka nggak saling mengelak-elak! Apasih yang engga buat kamuhhh~ XD! Ini sudah apdet ne :3—ittai!" Kepala elien-san itu tertimpuk oleh buku yang tengah dipegang oleh Ginpachi.

Dengan mendengus, Ginpachi pun berkata, "Elien-san, bisakah aku saja yang menjawab semuanya? Pikiranmu dan pikiranku menyatu bagaikan sutradara dan produser," jelasnya yang sama sekali nggak nyambung, namun elien-san malah pundung dan kabur sembari menangis, entah mengapa.

"Yosh, makhluk sakral itu sudah pergi. Karena review kedua sudah dibacakan, maka saya akan melanjutkan ke review yang ketiga. Dari SyifaCute, 'Bagus! Kagura x Okita nya bikin aku kayak gimana gitu#plak! Buat lebih seru lagi ya... And, don't porget: UPDATE!' Yosh, makasih udah bilang fict abal buatan elien-san ini bagus ya. Kayak gimana loh? Semoga saja didengar oleh elien-san ya. Oke, ini sudah apdet ya, SyifaCute-san!" jelasnya Ginpachi.

Ia pun bergumam sebentar, huoh empat reviews? Lumayan.

"Ini review terakhir untuk chapter kemarin. Dari Satsuki Kobayakawa, 'Yo, salam kenal. Karena saya juga fans Gintama dan penggila Sogo (?) jadi saya mampir ke fic ini. Apalagi OkiKagu. Dan, respon saya adalah... SUMPAH SAYA NGAKAK GELINDINGAN(?) BACA FICNYA-! KOCAK BANGET BENERAN AAAHHH- #brbsakitperut. Stress saya jadi berkurang deh. Hehe, makasih ya. Btw, Author-san.. Karena author-san minta pendapat tentang Sogo bakal dimunculin atau enggak, dimunculin juga enggak apa kok. Saya suka plot twist soalnya, haha. #dibacok. Dan karena saya lagi malas ngomentarin segala macam tentang EYD dsb, jadi saya cukup nyampah disini ya. Sekian terima kasih. Lanjutkan ya author-san. Jangan berhenti untuk berkarya dan membuat reader berseri karena fic humor anda. Salam damai(?), #plok. –Satsuki' Hmm.. karena review ini ditujukan untuk elien-san, maka elien-san akan mengambil alih acara tanya-jawab ini, douzo!" Serunya sembari memberikan piala Oscar pada elien-san yang tadinya mewek nggak jelas.

Sembari meraih piala itu, elien-san maju ke atas podium(?), "HUAA! Seneng banget dapet review yang kayak gini!" teriaknya sembari menangis gugulingan.

"Tapi serius deh, senengnya maxx+++! Arigatou Satsuki-channn! Mwaah!" dan elien-san men-tjipok basah layar kaca anda.

"Oke baik, beralih ke review-nya Satsuki-chan. Aku juga fans Gintama loh, salam kenal~ Kalau mampir jangan lupa beli teh hangat nya ya! HUA TADI Saya NANGIS GELINDINGAN NGEBACA REVIEW KAMUUHH! #brblapingus. Hua sama-sama yaa! Senang bisa ngebantuuu~ Aku udah mikir, Sougo bakal aku munculin saja dahh biar ntar Kagura jadi babu-nya Sougo xD #digamparKagura. Saya juga suka plot twist btw '-')/. Jujur, saya K.O kalau dikritik EYD dsb, soalnya saya ini nggak pinter ngerangkai kata-kata tapi ide banjir, jadi ya gini(?). Tapi kalau mau dikritik begituan juga gak apa-apa kok, soalnya aku suka kritik yang ngebangun (rumah) #plak. Kalau nyampah ntar kamu dibuang ke TPS, dong Satsuki-chan TAT #nak. Hua makasih kembali! Aku akan berusaha semampuku kok dan kalau humor ini, sebenernya saya nggak yakin bisa ngelawak loh, bener TAT. Salam salaman(?) dari Ayuha chaan!" Dengan senang hati, elien-san pun menuruni podium dan langsung pergi ke Musholla #plok.

Ginpachi kembali, "Baiklah, ini sudah terlalu panjang. Jangan lupakan fict ini! Karena hanya disinilah saya berada. Jangan bosan membaca dan me-review-nya. Saya Ginpachi, menutup acara ini! Sampai jumpa di next chappy~," dan layar pun menghitam.