Holaaaa! Jumpa lagi dengan saya di chapter ke-enam!

Buahaha gak nyangka PLZ nyampe chapter enam #digapluk.

WALAU YA WALAAU, aku telat update gara-gara Kuri13-sama /sembahsujud

Kalau aku ngga kena kurikulum'13 aku tidak akan telat update kok minna-sama /nangisgugulingan

Apalagi UTS menyiksakuhh ~

Huuaa mari kita lanjut saja ya ceritanya..

.

.

A Gintama Fanfiction

Gintama © Sorachi Hideaki

Fanfict Love For Nothing © Ayuha

Okita Shougo x Yato Kagura

Romance – Humor (Tapi nggak yakin)

Warning : [mungkin] OOC, miss Typo(s), Gaje deh, juga disetiap pemikiran/sang karakter sedang membatin, tulisannya pasti akan di italic.

Love For Nothing

.

.

Don't like? Don't read..

Cerita sebelumnya.

Kagura dan Hatta kencan. Shinpachi rada kelabakan memantaunya karena Gintoki belum kembali. Namun, Sougo tiba-tiba datang dan membantu Shinpachi untuk meluruskan kencannya Kagura-Hatta, dengan imbalan tentunya. Dan siapa sangka saja imbalannya adalah..

~LFN~

"Oi, kuso-megane-aru. Apa yang kau setujui-aru?!" Aura dark evil sudah semakin tebal di diri seorang gadis China. Orang yang ditanyanya jadi bergidik ngeri melihatnya.

"Maa, Kagura-chan. Saat itu aku sangat terdesak. Ja-jadi ya kau tahu itu," bela lelaki berkacamata itu pada orang yang ia sebut Kagura.

Kagura langsung meraih kerah baju lelaki megane itu, "Oi, teme. Apa-apaan dengan menjadi maid selama dua minggu itu-aru?!" dan Kagura pun melempar lelaki berkacamata itu dengan sadisnya hingga menabrak dinding di belakangnya.

Lelaki yang sedari tadi sibuk menggali lubang hidungnya pun langsung memegangi pundak Kagura—sedikit di usap-usap.

"Kagura sudahlah. Kau menyukai Souichirou-kun, bukan? Kalau iya, pergilah," titah lelaki silver itu pada Kagura yang masih mengamuk.

"Danna, namaku Sougo," lelaki yang menyebut dirinya Sougo itu me-ralat namanya.

Hua menyebalkan sekali kalau harus menjadi maid-nya si sadis ini-aru. Apa-apaan dengan Shinpachi-aru? Dasar kuso-megane-aru! Kagura membatin.

Lelaki megane, atau kita sebut Shinpachi, ia berdiri dengan susah payah karena punggungnya sudah sangat sakit. Shinpachi pun berjalan menghampiri Kagura dan berbisik, "Kau bisa menakhlukkannya jika kau selalu berada di sampinya, Kagura-chan, akh," dan Shinpachi ambruk ditempat karena tendangan dari Kagura. Kagura langsung mendecih, ia tak suka akan hal ini.

"Baiklah, baiklah-aru. Walau ini hanya karena imbalan yang SAMA SEKALI tak aku setujui-aru, bukan berarti aku bisa menolaknya-aru," Kagura sedikit mendengus sebal.

Tampak mulut dari Sougo melengkung ke atas dengan angkuhnya, ia tersenyum kemenangan, "Baiklah, kujemput kau besok pagi," katanya sembari berjalan keluar.

Dan zona dark shadow pada mata Kagura pun muncul.

Sougo berjalan kebelakang dan menampakkan wajahnya ke hadapan para Yorozuya.

"Jangan lupa, harus seksi," dan tendangan Kagura pun sukses membuatnya pingsan seketika.

Kagura pun mendapatkan tendangan indah dari lelaki silver dan Shinpachi.

"OIII! Kau mau membunuhnya? Apa kau benci padanya? Apa kau bersedia menikahi baka oji itu?!" teriak laki-laki silver itu geregetan melihat sikap Kagura yang seperti orang tak waras ini.

"Tapi Gin-chan, aku kesal padanya-aru!" bela Kagura sembari mengadu tentang nasibnya ini.

Gin langsung menggeplak kepala Kagura, "Salahkan orang botak milikmu itu saja."

"Maa, yang tenang kalian. Sekarang kita harus membawa Okita-san masuk dulu. Ia benar-benar pingsan, nih," Shinpachi menengahi acara perkelahian itu.

Gin langsung masuk ke dalam Yorozuya tanpa menggubris Shinpachi, begitu pula dengan Kagura, ia berjalan melalui Shinpachi tanpa rasa bersalah.

Apa-apaan ini?! Mereka tak menggubrisku?! Mereka boleh saja tak menggubrisku, tapi bagaimana dengan Okita-san? Oi, kenapa aku jadi terkesan sebagai yang jahatnya?! Shinpachi membatin dengan hebatnya dan berteriak, "OI! INI OKITA-SAN SIAPA YANG MAU NGANGKAT?"

...

...

...

..

.

Mata shappire itu kini tampak, kelopak yang sedari tadi menutupinya kini membuka dan menampilkan iris yang kecokelatan itu. Sang empunya mata pun melenguh sedikit, merasakan adanya nyeri dibagian kepalanya, seperti terhantam ribuan bebatuan.

"Are?" hanya simbol pertanda tanyaanlah yang membuatnya bingung.

Ia pun memfokuskan pandangannya dengan sedikit mengucek-nya. Mata shappire nya yang sedikit membuka itu pun mencari celah untuk melihat.

"Ini terlalu gelap," jelasnya.

Dan tendangan dari gadis oranye pun berhasil membuatnya bisa melihat kembali.

"Oi sadis," sapanya, "Bagaimana bisa kau melihat jika kau menggunakan penutup mata layaknya orang yang sedang menikmati tidurnya?!" geram gadis tersebut pada lawan bicaranya.

Dengan tampang tak berdosa, sang sadis pun berkata, "Hah? Bukankah aku pingsan karena hantaman kaki seseorang?" dan kata-kata itu membuat kepala gadis oranye yang berseragam layaknya orang China itu berdenyut-denyut.

"Oh iya, maid-chan, bawakan aku minuman!" titahnya angkuh pada gadis di hadapannya.

Dan twitch~ empat sudut siku-siku kini menemani dahi gadis tersebut.

"Baiklah baiklah. Walau aku sebenarnya tidak suka, TIDAK SUKA diperintah, apalagi oleh kau. Tapi karena situasinya mengharuskanku melayanimu, baiklah," dengan penjelasan—bahwa ia menerima tawaran itu karena terpaksa—yang amat panjang, kaki mulusnya pun melenggok ke arah dapur kediaman Yorozuya Gin-chan.

"Oi apa-apaan ini kau Souchirou-kun? kau tau ini jam berapa? Ini masih jam setengah sembilan pagi, waktunya tidur! Mengapa kau dan Kagura sudah bercekcok sepagi buta ini huh?! Apa kau tahu betapa pentingnya tidur bagi mataku ini?" Jelas pemilik Yorozuya—Gin—kepada lelaki shota sembari memamerkan matanya yang memerah akibat kurang tidur.

Dengan tatapan datar, lelaki cokelat itu pun berucap, "Aku tidak mengetahuinya, danna. Tapi namaku Sougo."

"Sudahlah, tidur adalah waktu yang tepat untuk sekarang ini, 'kan Yagami Souchiro-ku—ugah!" Sebelum sempat menyelesaikan perkataannya, Gin pun tertidur akibat hantaman kaki mulus lelaki berkacamata.

"Ntah sebodoh apa aku ini bisa menjadikan lelaki semalas ini sebagai seorang 'bos'," pikirnya berimajinasi sembari bergidik ngeri.

Ia pun menaikkan kacamatanya—yang tak melorot sedikitpun—lalu berjalan dan duduk di samping lelaki shota, "Apa kau sudah merasa baikan, Okita-san?" sapanya dengan menanyakan kabar lelaki shota—Okita atau kita anggap Sougo.

"Aku sudah menyuruh maid-chan mengambiliku minuman, tapi dia belum kembali, itu yang membuatku sebal," jelas Sougo sembari memecahkan botol obat di sampingnya.

'uh, aku bertanya kabar dia menjawab tentang Kagura-chan. Dan apa-apaan dengan memecahkan botol obat? Dia pikir obat itu murah?! Mahal oi mahal! Biar kutagih Shinsengumi sehabis ini,' lelaki berkacamata atau kita anggap Shinpachi itu membatin sembari menunjukkan aura gelap, ntah datang dari mana aura itu.

"Biar aku yang memanggil Kagura," itulah kata-kata yang keluar dari mulut Shinpachi. Ia akhirnya berjalan ke dapur setelah Sougo mengangguk sedikit—sampai nyaris tak terlihat sedang mengangguk.

Shinpachi pun berjalan dengan ritme seperti biasanya, namun pandangannya tiba-tiba langsung membuat matanya membulat dan hampir copot ketika melihat hal di depannya.

Kagura, sedang memegang sebuah gelas bening dengan cairan berwarna hijau terang. Di meja dapur tengah berhamburan racun tikus, bangkai tikus, makanan tikus, lem tikus, mata tikus, ekor tikus, dan tikus lainnya, juga blender.

"OIIII!" Shinpachi langsung menarik kerah baju Kagura dan membuat Kagura menghadapnya, "Kau mau membunuhnya 'kan?!" pertanyaan itu terlontar to the point.

Kagura memalingkan wajahnya. Dengan wajah tak berdosa pun dia menggeleng, "Kau itu temannya siapa, Shinpachi, aru? Lagian dia 'kan sadis, pasti suka minuman seperti ini, aru," jawaban Kagura sepolos wajah tak berdosanya.

"Setidaknya kau harus berbuat baik, atau dia malah menjauhimu, Kagura," sekilas—nol koma sekian sekon—mata Kagura membulat, ia menunduk, "Oleh karenanya, jangan jahat sama Okita-sa—bwah!" Dagu Shinpachi terkena hantaman kepala Kagura, ternyata Kagura membuat ancang-ancang untuk membuat bonyok Shinpachi, bukan menyadari sikapnya yang kelewatan.

"Cih. Aku tak mau mendengar omelan seperti itu dari lelaki tak populer sepertimu, aru. Dasar perjaka, aru!" Dan JLEB! Shinpachi langsung memegangi dadanya.

Lalu, "APA HUBUNGANNYA AKU DENGAN OMONGANKU?!" ia teriak sangat kencang, dan Kagura hanya berbalik sembari tersenyum kilas.

~LFN~

Gadis itu merenggut. Entah berapa kali ia melirik laki-laki di sampingnya sampai akhirnya membuang mukanya. Sembari melipatkan kedua tangannya di dadanya, ia pun terus melirik laki-laki yang tampaknya tak peduli dengan lirikannya.

"Oi China."

Kata-kata itu tibaa-tiba saja membuat telinga gadis itu langsung nyaring. Ia melirik ke arah samping, dilihatnya lelaki tersebut tengah menatapnya. Gadis itu pun langsung menggeser pantatnya—yang sedang duduk di bangku taman—menjauhi lelaki itu.

'Ngeri, sumpah, aru. Demi Kami-sama dan kolor baunya Gin-chan, aru. Si sadis mengerikan jika sudah menatapku dengan gaya seorang pangeran yang tengah menatap seorang putri untuk diajak nikah, aru. Sumpah, melihatnya saja membuatku mual-huaks!' gadis China—Kagura—hanya membatin disertai dengan menutup mulutnya akibat menahan muntah.

"Cih," lelaki shota—Sougo—mendecih sejenak.

Ia pun menggeserkan posisi duduknya agar bisa lebih dekat dengan Kagura.

Kagura pun menggeser menjauh.

Sougo pun menggeser mendekatinya.

Kagura kembali menggeser—namun jatuh.

Dan tawa lepas bisa terdengar di adegan ini.

"Dasar kau sadis!" dan Kagura pun hendak memukul Sougo namun Sougo dengan tatapan bak Saringan bisa membuat Kagura meredam aksinya.

Kagura pun duduk kembali sembari menyender dan mendengus, "Andai aku bukan maid-nya, aru," Kagura tersenyum miris, "Jadi, untuk apa kau membawaku ke taman yang dipenuhi oleh orang yang sedang pacaran ini?, aru" kekehan pun terdengar jelas ketika Kagura berhasil bertanya to the point.

"Oi kau China. Bukankah kau harusnya senang pergi ke tempat ini bersamaku?" tanya Sougo sembari menatap lekat-lekat ke arah Kagura.

Kagura pun memalingkan wajahnya, wajahnya memanas—karena kepanasan. Ingat! Ia adalah klan Yato—dan dengan sebalnya menjawab, "Tidak juga, aru."

"Kuh, bohong. Wajahmu memerah," dan Kagura mendelik sejenak,"Tenang sajalah. Perasaanmu itu terbalas kok," Kagura pun menatap Sougo dengan tak percaya, "Aku juga menyukai," dan perkataan itu membuat Kagura benar-benar membulatkan matanya, "Diriku."

"HUUUUUUUUUUUUUUUUUHHHHHHHHHHHH?!" Kagura hanya bisa berekspresi '-_-'. Ia sudah kicep dan mengipas-ngipas badannya yang panas. Sougo hanya tersenyum menyeringai sebelum akhirnya ia berdiri dan berjalan beberapa langkah.

"Jangan salah paham. Aku tidak ada rasa padamu. Aku membawamu ke sini karena aku sedang mumet berada di rumah. Terimakasih untuk seseorang, karena dia aku bisa cuti kerja," Kagura langsung mendecih.

"Kalau kau tak suka ya sudah, aru! Pergilah bekerja, aru!" teriaknya tak mau kalah, namun Sougo memegangi pergelangan tangan Kagura.

"Tidak. Lebih baik menghabisi waktu bersamamu," dan menyeringai kemenangan atas wajah terkejut Kagura.

~LFN~

Kagura tambah kesal. Ia ditinggal Sougo di tengah ramainya orang pacaran.

'Sadis itu benar-benar membuatku muak! Apa-apaan dengan membawaku ketempat seperti ini? Aku sendirian dan dia pergi entah kemana. Dasar sadis tak tahu diri!' batin Kagura frustasi.

Kagura yang kesal pun akhirnya bangkit dari tempat ia duduk dan mencoba keluar dari taman itu. Sesampainya ia di gerbang, seseorang meraih pundaknya, membuatnya refleks mau menendang orang itu. Refleks pula, orang itu menghindari tendangannya.

"Dasar kau China, aku mencarimu tahu," Sougo—lelaki itu—langsung menyodorkan Kagura setangkai es krim, "Kupikir kau haus, jadi aku meninggalkanmu di saat kau sedang terlelap ileran di bangku tadi."

"Dasar kau juga, sadis, aru. Aku bosan menunggumu, aru," Kagura pun meraih es krim yang sudah menandakan hendak mencair itu lalu menjilatnya, "Karena bosan, aku pun ingin pulang saja, aru."

Sougo pun berlalu dari Kagura yang membuat tanda tanya besar ada di kepala Kagura. Sougo pun membalik badannya.

"Tenang, aku dan kau 'kan rival. Tak akan pernah bisa bersatu. Tapi selalu bertemu."

Kagura masih tak mengerti tentang apa yang diucapkan oleh Sougo.

"Intinya, aku ingin ramen yang kau buat."

Dan Kagura pun hanya memasang wajah poker sebelum akhirnya berlarian mengejar Sougo.

"Hai desu, mastah, aru," jawabnya sambil berjalan di samping Sougo.

"Kau masih kurang sopan di depan tuanmu," pikir Sougo kemudian.

Empat sudut siku-siku pun menemani dahi Kagura, "Apa maksudmu, huh, aru?"

"Hm?" dengan tatapan saringan.

"Ah maafkan aku, mastah, aru," Kagura langsung meminta maaf.

"Kumaafkan kalau kau memanggilku dengan 'ghoushujin-sama'"

Kagura lumayan menimang-nimang dulu.

"Mau dimaafin, gak? Oh juga, jangan pakai suffix 'aru' mu ketika berbicara denganku saat dua minggu ini."

"Hai, ghosoojiiin-sama."

"Ah kurang tepat pelafalannya," kritik Sougo.

"ghosujyion-sama?"

"Kau," Sougo kesal. Ia menyubit pipi Kagura dengan kesalnya.

"Shakhit thahu, ghoushujin-shamha."

Dan Sougo pun tersenyum menang.

~LNF~

HWAAAAAAAAAAAAAAAA MAAP TELAT APDET MAAP TERLALU SINGKAT!

Telat apdet karena kuri'13 dan terlalu singkat karena otak kepake buat pelajaran kuri'13.

Tadinya mau bikin yang kayak Kagura-Sougo itu berantem._. ngga taunya jadi lumayan sweet romance gini. Muuph~

Disini bahan buat ngelawaknya mulai berkurang jadinya, hiksu. Apalagi chapter depan. Aku mau buat spesial OkiKagu fans~ jadi full atau kebanyakan tentang scene romance-nya OkiKagu. Pokoknya tunggu tahun depan, eh, chapter depan. Tapi nggak janji dibuat sekarang-sekarang ini. Karena aku lagi zibuk zekalih, hiksu. Dan maaf juga kalau ada yang typo(s) karena aku nggak bisa mengecek ulang dikarenakan waktunya gak cukup, hwaaa.. maaf dabel ekstra klimax bingo lah!

Gitu saja curcolnya deh, Ginpachi -sensei ntar gak muncul pula.

~LNF~

Oshiete!

Ginpachi-sensei!

"Ossu, udah lama nggak jumpa dengan saya," nadanya mulai malas, "Sebenarnya aku sedang mengantuk, tapi entah mengapa aku mendapatkan job sebagai pembaca dan pembalas review ini-hoam. Tapi sesi kali ini, aku hanya membaca dan elien-san yang membalasnya," jelasnya.

Lengannya pun sibuk mengambil review yang datang.

"Langsung saja, karena elien-san sedang sibuk, review pertama dari chome chome, 'Nyahaha di ch 5 ini, saya dokidoki pas Okita narik Kagura desu. Gak nyangka bakal ada adegan romantis sebelum ch 20-an xD /woi/ comedy nya ngena bgt, Ayuha-san. Ditunggu adegan masterXmaid nya ya *dibasoka okikagu*'. Wah doki-doki ya chome chome-san wwshshs. Sebenernya nggak mau buat adegan romantis, tapi takutnya ntar kalau ngga dibuat adegan gitu, Okita gimana cara bisa deket sama Kagura nya gitu X3 dan sepertinya ini ngga nyampe ch 20-an xD. Benarkah comedy-nya ngena? Hwa sujud syukur. Pastilah, tunggu saja ya, walau di chapter ini cuma sedikit, khukhu :3"

"Berlanjut ke review kedua dari Satsuki Kobayakawa, '*celingukan di depan pintu kelas 3-Z(?)* Eh? Ini udah update, ya? Benarkah? BENARKAAAH!? /dibejek. WOAAAAA AKHIRNYA UPDATE JUGA! Saya sempet bosen ngeliat fandom Gintama berbahasa Indonesia sudah mulai sepi. :' /hah
Hehe, saya jadi malu (?) /APA. AKHIRNYA BISA KETAWA LAGIII-! /STAFP. Btw, saya lihat typo lho *senyumsadis(?)* /dibejek. Tapi bisa ditoleransi, kok. Lain kali coba di cek lagi ya *brb lap layar kaca yang basah(?)* Dan APA MAKSUDNYA KAMUH SOUGO!? UMURMU BERAPA HAH SUDAH BERANI MINTA-MINTA KE RANJANG SAMA KAVURA HEH!? *geplak Sougo pake harizen* /ditembak. Hahaha, aduh Saya mau nangis karena ketawa nih, saking lucunya dan garingnya karena baru diangkat dari wajan(?)-/GAK. Terutama liat tsukkomi-nya Shin-chan yang selalu bikin ngakak. Ah, btw, makin lama sampahnya makin banyak juga nih. *buangain kertas berisi review(?) di Yorozuya* Tenang aja, saya termasuk membuang sampah yang nggak bakal dilarang(?) kok /NAKSTAHP. Ok Author-san Ditunggu karya krispimu dengan Kagura yang bakal jadi babu nantinya /diinjek. Salam damai, -Satsuki'
,"

Karena kepanjangan, akhirnya dipisah /ditembak Satsuki/

"Nak, ripiuw mu panjang bingid *-*Bisa gak ya aku jawab /bisalah/. Btw ngapain kamuh celingukan di kelas orang?! /wut/ IYA SUDAH AVDET SAYANGGG :'3 /ketauanjones/ Saya juga broo:' Malu ya pakai baju dund:'3 Oh iya typo. Saya baru sadar typo pas udah di apdet, dan saya males edit /fyi/ /apa/ NAMANYA KAGURA KAK KAGURA BUKAN KAVURA. KALO KAVURA NTAR JADI TETANGGA SAYA /siapa/ Duh:'3 kalo ngga garing ntar dikatain melempem/?/ duh jadi lapar /apa/ Aku juga suka sama tsukkomi si kacamata:'3 tapi ngga bisa buat sekeren owner-nya aka Gori-. Duh sampah buangnya pada tempatnya:'3 /buang ke saku baju(?)/ Kagura 'kan udah biasa jadi babu /diplitek Kagura(?)/ Oke salam krispi dari cayah!"

"Lalu ada review dari Lala-chan ssu, 'APHUAAAHH!? KAGURA DIJADIIN MAID SELAMA DUA MINGGUU!? INI HAL YANG PATUT DITONTON ELIEN-SAN! #brbsiapinkamera. Lama amat sih apdetnya Elien-saaan! *gebukin Elien-san* #udahLa. Pokoknya apdet! Saya tungguin terus loh'. HWAAAHHHH IYAAA KOOOOK. Sayangnya gabisa ditonton, hiksu. Bisanya dibaca, hiksu. MAAPKAAN ELIEN-SAN WAHAIII SESEPUHH, Kuri'13 itu menghanyutkan tauu:'3 Aku bakal apdet kok kalo ada waktu, ITU VAZTI! MAACIIH daah mau di tunggu /civokbazah/"

"Review selanjutnya dari SyifaCute, 'cie,cie... Okita dah mulai beraksi!#digampar. mmmm, BTW, update-nya tolonglah LEBIH CEPAT. SAYA SUDAH TIDAK SABAR UNTUK MEMBACA CERITA SELANJUTNYA. oke, saya sudah mulai alay#prokprokprok. iya, saya emang ALAY. Dan, oh! jangan lupa, buatlah lebih menarik lagi, lucul lagi, romantis lagi, dan UPDATE! Ah, maaf, saya mulai kelepasan. anyway, saya tetap suka dengan fanfic ini! yak, semangat terus! \o/'. Okita pasti harus mulai berani dund, cowok 'kan dia /gagitu/ HUAAA TENTANG APDET LAGI YA QAQ MUUPKHAAN ELIEN-SAN. SEBENERNYA WAKTU ELIEN BUAT KE BUMI ITU MAKIN HARI MAKIN NITIS GARA GARA SERANGAN KURI'13 API /halah/ /keps/ GAVAVAH ALAY, saya juga tee-hee. VAZTI KALO SANGGUP PASTI! UPDATE nya bakal saya coba lebih cepat lagi, ufufufu:^ MAACHIIIHHH sudah menyukai fict bala bala ini :') Pasti semangaaat hehe."

"Lalu dari , 'Itu yang disebut 'membantu'? Baka ouji ternyata super baka, ya. Yah, tapi, tetap saja, ini salah satu fanfic favoritku. Elien-chan jangan lupa apdet yaa'. Yah begitulaah, ufufufu:'3 Sudahlah, baka sudah menjadi gelar dia /dicolokbakaouji/ Ah makasih sudah menjadikan penpik abalbalabiribere ini menjadi fav yaahhh:')))))))) /mulutnyabuanyakbanget/ wah kamu memanggilku chan? /mataberbinar/ /dicoloklagi/ Oke, pasti apdet kok."

"Dan ini ada satu review bonus, ia me-review di ch. Empat, tapi tetap kami hargai :^) /caelah/ dari , 'Eyeliner bukan dipakai di situ woy! Ah, maaf, tapi, aku sangat suka dengan fanfic ini, ceritanya bodoh, tapi lucu, dan seru.'. Biasalah, Kagura kan rada miring alias sedeng /dipitingKagura/ Gausah minta maap, aku gapunya tisu /gagaitu/ aku lah yang harusnya bilang maacih qaqaaa:') /alay/ pokoknya makasih yaaa, support terus yaa!"

"Baiklah, sampai jumpa chapter depaaan~" Elien pun menyudahi acara/? Itu.