Bayak yang ngereview klo ceritaku mirip ma Boboiboy Teaser The Movie.
Karena penasaran(belum nonton), aku buka youtube dan liat video itu.
Dan... WAH! KEREN! KOK BISA?!
Yah, meskipun ada beberapa perbedaan(di ceritaku Ochobot gak mati), tapi tetep aja itu suatu kebetulan yang luar biasa..
Apa aku sama pihak Animonsta sama-sama dapet ilham?
Sudah seminggu berlalu sejak peristiwa pulangnya Ochobot ke planet asalnya, namun Boboiboy masih sulit untuk mempercayainya. Ia yakin bahwa semua itu hanyalah mimpi. Tok Aba (yang ingatannya tidak ikut dihapus) sibuk berusaha membujuk Boboiboy untuk keluar dari kamarnya setiap pagi. Ya, setiap pagi Boboiboy sengaja pura-pura masih tidur ketika digedor-gedor pintunya oleh Tok Aba, menunggu Ochobot yang membangunkannya dengan menyumpalkan biskuit Yaya. Boboiboy merindukan suara Ochobot yang menghitung berapa keping biskuit Yaya yang masuk ke mulut mungil Boboiboy dan suara ribut ketika ia mengejar Ochobot. Padahal sebelumnya Boboiboy akan jengkel setengah mati jika hal itu terjadi. Namun sekarang ia malah ingin menangis karena saking rindunya pada momen-momen itu.
Biasanya jika ia tertangkap basah menangis di tempat tidurnya, Tok Aba membelai kepala cucu tersayangnya sambil menasihatinya. Tok Aba selalu mengulang perkataan 'di mana ada pertemuan di situ ada perpisahan'. Dan saat itulah ia menyerah dan keluar dari kamarnya untuk berangkat ke sekolah. Tok Aba pun melepaskan cucunya ke sekolah sambil tersenyum. Namun Boboiboy tak tau bahwa senyuman kakeknya itu hanya senyum pura-pura, agar ia tetap tegar. Dan Boboiboy tak tahu bahwa setelah ia berangkat sekolah, saat itulah Tok Aba akan menangis mendapati ia sendiri yang akan mengurus kedainya, tanpa dibantu oleh robot kuning yang setia itu. Bahkan pada pukul 5 pagi, ketika Boboiboy masih terlelap tidur, Tok Aba sering gemetar menekan tombol untuk mengubah benda tabung itu menjadi kedai lengkap dengan aksesorisnya. Kakek tua itu teringat ketika dengan semangat Ochobot memamerkan ciptaannya itu. Bahkan ketika tubuh rentanya itu kecapekan karena melayani pembeli, ia sering merindukan pijatan Ochobot di pundaknya. Tapi, Tok Aba tak mau memperlihatkan hal itu dan tetap berusaha ceria, agar cucunya ikut ceria.
Namun, sepertinya usaha Tok Aba sia-sia. Meskipun Boboiboy mau berangkat sekolah, ia menjadi pemurung di sekolah. Itu membuat teman-teman kelasnya heran. Mereka meskipun dihilangkan ingatannya mengenai Ochobot dan kekuatan super, namun mereka tahu bahwa Boboiboy adalah orang yang ceria dan murah senyum. Tapi malah setelah Boboiboy sampai di kelas, ia langsung meletakkan tasnya di kursi dan bertopang dagu sambil memandang ke langit, persis seperti Fang. O ya, teman-teman kelas juga heran mendapati Yaya, Ying, Gopal menjadi pemurung, walaupun tidak separah Boboiboy. Fang juga bertingkah aneh, walau dengan cara yang berbeda. Ia tetap dengan kebiasaannya bertopang dagu sambil menatap langit seperti Boboiboy, namun bedanya kalau Boboiboy juga melamun saat pelajaran berlangsung, Fang malah memusatkan perhatiannya. Ia juga tampak tak pernah membeli donat lobak merah dan membawa bekal dari rumah. Suzy yang tak tahan dengan segala keanehan itu bertanya kepada Yaya, satu-satunya orang yang terlihat lebih normal dibandingkan dengan yang lain.
"Eh Yaya, kenapa kalian berlima bertingkah aneh sekali? Ini dah seminggu aku liat Boboiboy asik melamun, kalian bertiga murung terus, dan Fang juga nampak selalu memperhatikan pelajaran..."
"Kami sedang ada masalah, tapi kami tak bisa menceritakannya pada orang lain.." ujar Yaya lemah. Namun lama kelamaan ia tak tahan juga. Ia ingin mereka berlima kembali seperti dahulu. Ia, Ying, dan juga Gopal berusaha menghibur Boboiboy, namun hanya kata-kata 'aku ingin sendiri' yang mereka dapatkan.
"Bagaimana ni! Boboiboy dah tak nak berkawan dengan aku!" Gopal menjawab dengan khawatir. Tentu saja, karena Boboiboy adalah teman yang paling akrab dengannya.
"Hish kau ni, jangan cakap macam tu! Boboiboy cuma tengah sedih atas kepergian Ochobot. Dia masih nak berkawan dengan kita..." Yaya berusaha menghibur Gopal yang putus asa.
"Tapi, aku tak suka dia jadi pendiam macam tu..." kata Ying.
"Hmm.. kita semua dah coba hibur dia, tapi tak ada yang berhasil pun.." kali ini Yaya mulai putus asa.
"Kalau macam tu, biar aku yang hibur dia.." sebuah suara mengejutkan mereka bertiga.
"Fang?" seru mereka keheranan. Bayangkan saja, si penggila kepopuleran itu akan menghibur rivalnya? Dibayangkan saja tidak bisa.
"Kenapa? Tenang saja, aku pasti berhasil membuatnya seperti biasa lagi. Aku sudah tak tahan dia ikut-ikutan poseku setiap waktu!" oh.. rupanya Fang tidak suka melihat Boboiboy sekarang selalu melamun sambil bertopang dagu di kelas seperti dirinya.
Fang pun berjalan ke tempat Boboiboy duduk diiringi tatapan horor dari 3 temannya itu. Tentu saja, Fang sendiri tak sadar kalau tadi ia berbicara sambil menyeringai.
"Haiya, sepertinya sesuatu yang buruk akan terjadi wo.." ujar Ying khawatir.
Akhirnya Fang berada tepat di samping Boboiboy. Boboiboy pura-pura tak melihatnya dan terus melakukan ritual melamunya. Akhirnya Fang menggerakan tangannya dan...
"PLAK!"
.. memukul bagian kepala belakang Boboiboy.
.
.
.
1 menit berlalu dengan heningnya.
.
.
.
"APA MAKSUDMU FANG!" Boboiboy pun sadar dan langsung membentak sang pria berkacamata itu.
"Sudah kuduga hal buruk akan terjadi wo.." kata Ying mengkhawatirkan akan terjadinya perang dunia di kelas mereka.
"BERHENTI MERAJUK SEPERTI ITU! KAU PIKIR DENGAN TERMENUNG TERUS OCHOBOT BISA KEMBALI HAH!" sekarang giliran Fang yang membentak.
Boboiboy pun mencengkeram kerah baju Fang, sedangkan seisi kelas menatap mereka seraya siap melarikan diri ketika bahaya berlangsung.
"KAU TAK AKAN MENGERTI BETAPA SEDIHNYA AKU KEHILANGAN OCHOBOT! JADI JANGAN MENCERAMAHIKU DAN PERGI DARI HADAPANKU!"
"Aku tahu, tapi terus murung tak akan bagi kau solusi." Ujar Fang, namun kali ini dengan lembut.
Boboiboy pun melepas cengkeramannya, kembali duduk sambil bertopang dagu. "Huh, apa yang kau tau hah?"
Fang kemudian menarik kursinya hingga berada di samping kursi Boboiboy seraya berkata, "kau tau tidakak, kenapa akhir-akhir ini aku memperhatikan pelajaran dan tak membeli donat lobak merah lagi?"
"Karena kau mulai tobat?" ujar Boboiboy disertai senyum mengejek.
Fang tampak akan marah, namun kemudian ia tersenyum dan berkata "Aku berencana membeli kapal angkasa suatu saat nanti."
"Hah?" Boboiboy kali ini tidak dapat menyembunyikan keheranannya.
"Iya, aku berencana menabung terus agar suatu hari nanti aku dapat beli salah satu kapal angkasa. Dan aku berencana menjadi pintar agar aku dapat mengoperasikan kapal angkasa itu sendiri..."
"Tapi itu hal yang mu-"
"Aku tau kau akan berkata apa. Itu mustahil kan? Tapi, setidaknya dengan cita-cita mustahil itu, aku tak akan meratapi Ochobot macam kau. Aku punya tujuan, dan aku terlalu sibuk mencoba mewujudkan tujuan itu hingga tak ada waktu untuk terus merasa sedih." Fang memotong perkataan Boboiboy.
"Tapi kenapa kau harus punya tujuan agar tak merasa sedih? Bukankah kau tak begitu akrab dengan Ochobot?"
"Hmm... bagaimana menjelaskannya ya? Kau tau kan kisah aku pertama kali jumpa dengan Ochobot? Pada saat itu mungkin aku sudah simpati kepadanya. Ia terlalu polos dan mudah mempercayai orang, dan itu membuatku ingin melindunginya pada saat itu. Seiring waktu berlalu, aku sadar bahwa Ochobot memang polos, tapi ia setia dan selalu mementingkan kepentingan orang lain. Dan entah kenapa, aku mulai menyayanginya. Apa kau tau bahwa saat Ejo Jo menyerang sekolah kita, aku lebih mementingkan menyelamatkan Ochobot dibandingkan dengan yang lain? Begitu pula saat Naga Bayang Ejo Jo ingin menelan kita semua, Ochobotlah yang aku dekap selama itu. Dan aku yakin 3 kawan kita juga merasakan hal yang sama. Jadi, berhentilah merajuk dan jadilah Boboiboy yang dulu." Jelas Fang panjang lebar.
Boboiboy tampak merenungi kata-kata Fang, namun akhirnya ia berkata seraya tersenyum "Kau benar. Tak seharusnya aku bertingkah seperti ini. Pasti Ochobot juga akan sedih kalau tau aku menjadi pemurung setelah kepergiannya."
"Nah, begitu! Kau harus tetap semangat demi Ochobot! SEMANGAT!"
"Hi hi, aku tak tau kau cukup pandai menyemangati orang. Eh, kenapa kawan-kawan kita ni?" Boboiboy dan Fang mendapati teman-teman mereka terdiam dengan mulut menganga, sama sekali tidak ada yang bergerak.
"Kalian kenapa?" Boboiboy memecah keheningan. Dan 3,2,1, keheningan berubah menjadi keributan besar.
"Astaga! Fang bisa menghibur orang!"
"Apalagi yang dia hibur rivalnya!"
"Aku tak tau Mr. Judi(Judes dan Dingin) punya sisi yang lembut juga!"
"oh my Godness! Sekarang pasti bumi sedang mengelilingi matahari!"
"Bumi memang mengelilingi matahari, dasar otak udang!"
Itulah secuplik percakapan tidak penting yang berlompatan dari mulut siswa laki-laki. Sedangkan perempuannya...
"KYAA!"
"Aku meleleh! Fang terlalu hot!"
"Astaga! Melihat Fang berwajah lembut hanya bisa terjadi setiap 100 tahun sekali! Tapi keren!"
"Nah, ini foto-fotonya tadi. Sekeping 5 ringgit!"
Sama ribut dan tidak pentingnya. Dan Gopal malah memulai bisnisnya.
"Pft.. Ha ha ha! Tampaknya meskipun ingatan teman-teman kita diserap, mereka tetap ingat kalau kau orang terjudes se semesta! Makannya perbaikilah sifatmu!" Boboiboy nyeletuk sambil cekikikan disertai pelototan maut dari pemuda berkacamata itu. SHING... suasana hening lagi...
"Eh kenapa lagi ni?" kali ini Fang tidak bisa menyembunyikan keheranannya.
... dan berubah ribut kembali.
"Wah! Boboiboy bisa tertawa lagi!"
"Padahal 1 minggu penuh dia tampak selalu murung!"
"Tapi senang melihat dia bisa tertawa lagi!"
"Apa nasihat Mr. Judi berefek padanya?"
"Jangan panggil aku Mr. Judi!"
Dan perempuannya pun tak ketinggalan.
"KYAA! Akhirnya pangeranku ceria kembali!"
"Memang paling tampan wajah Boboiboy saat sedang tertawa!"
"Oh! Aku mau meleleh lagi!"
Serta serentetan kalimat tidak penting lainnya. Boboiboy tampak terharu, namun berubah menjadi seringai ejekan saat ia menoleh ke arah Fang.
"Dan sepertinya meskipun aku bukan superhero lagi, aku tetap lebih populer dari kau Fang!"
"APAA! MARI SINI KAU BOBOIBOY!" Fang pun memulai seruan pertanda akan adanya acara kejar-kejaran. Dan terjadilah, sementara kawan-kawan sekelas mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
"Tangkaplah aku kalau kau bisa!" seru Boboiboy seraya berlari. Terima kasih telah menghiburku sobat.. itu kata batin Boboiboy.
"Siap-siap saja sampai aku berhasil tangkap kau!" seru Fang seraya mengejar Boboiboy. Aku senang kau kembali ceria kawan.. itu kata batin Fang.
ooOOoo
Karena bujukan Fang, Boboiboy akhirnya tidak menyendiri lagi dan mulai berinteraksi dengan kawan-kawan lamanya. Seperti sekarang, mereka berlima pulang bersama sehabis usai sekolah.
"Aku senang kau sudah kembali menjadi Boboiboy yang dulu!" ujar Yaya dengan riang.
"He he.. maaf membuat kalian semua khawatir." Kata Boboiboy merasa bersalah.
"Tapi, betul kau sedang menbung untuk beli kapal angkasa Fang?" kata Gopal ragu.
"Iya, tapi aku tak tahu sampai kapan aku harus menabung... pesawat angkasa sangat mahal, sepertinya membutuhkan waktu seumur hidup.."
"Haiya, seandainya saja ada kapal angkasa yang gratis.." kata Ying dengan lemah.
"Mana mungkin ada.. kalaupun ada, pasti kita tak akan bisa mengoperasikannya.." perkataan Yaya tadi memunculkan ide di kepala Boboiboy.
"ADA!" seru Boboiboy dengan keras sehingga mengejutkan keempat kawannya. Tanpa menghiraukan keterkejutan teman-temannya Boboiboy menyembung perkataannya "ingat tak, Adu Du pulang ke Planet Ata Ta Tiga dengan kapal angkasa ibunya! Pasti kapal angkasanya masih ada di pembuangan sampah! Ying, Yaya! Kalian masih ingat cara mengemudikan kapal tu kan?" jelas Boboiboy dengan semangat.
"Ya... tapi-"
"AYO KITA SEGERA PERGI KE PEMBUANGAN SAMPAH DAN JEMPUT OCHOBOT!" Boboiboy berseru mengabaikan ucapan Ying yang terpotong tadi.
.
.
Sesampainya di tempat pembuangan sampah, semangat Boboiboy yang menggebu-gebu tadi berubah menjadi kekecewaan, mendapati pesawat Adu Du dalam keadaan rusak parah.
"Maaf Boboiboy, tapi apa kau tak ingat kalau pesawat ini memang rusak parah karena pertarungan dengan 5 panglima scammer tu?" Gopal berkata seraya khawatir melihat Boboiboy tertunduk di tanah.
"Hiks... apa dah tak mungkin aku bisa bertemu Ochobot lagi?" Boboiboy mulai menangis sementara keempat temannya hanya bisa diam membisu.
Boboiboy...
"Huh, bahkan sekarang aku memimpikan suaranya..."
"BOBOIBOY! YING! YAYA! FANG! GOPAL!" suara itu kembali terdengar, namun lebih keras.
"Eh?!" kelimanya pun mendongak ke langit, mencari asal suara tersebut. Dan tampak sebuah bola kuning terbang turun mendekati mereka.
"OCHOBOT!" seru mereka mengenali si pemilik suara.
"OCHOBOT! AKU SANGAT RINDU PADAMU!" Boboiboy langsung memeluk Ochobot membuat robot itu sesak nafas.
"Bagaimana kau bisa sampai kesini?" tanya Fang heran.
"Soal tu biar Adu Du yang jelaskan" kata Ochobot seraya menampilkan hologram Adu Du. Sosok hologram itu kemudian berbicara.
"Hai Boboiboy, apa kabar... eng, kau pasti keheranan kenapa aku mengembalikan Ochobot. Jadi, aku berutang budi padamu. Kau sudah menbantuku bersatu kembali dengan Probe, jadi tak adil rasanya jika aku merampas Ochobot darimu.. dan aku juga sudah menggunakan kuasa darinya, lihat ini! Ini jam kuasa Manipulasi Tumbuhan. Dengan ini, aku sudah membuat ladang koko ku sendiri. Dan Jam Kuasa kalian juga aku kembalikan, sekarang ada di Ochobot."
"Tapi, dengan begini tandanya kau mengkhianati planetmu.. apa tidak apa-apa?"
"Jangan khawatir, aku tidak mengkhianati planetku. Aku memang melepaskan Ochobot dan mengembalikan Jam Kuasa kalian, tapi aku juga sudah memberitahu Jenderal bahwa Ochobot sudah kabur ke bumi.."
"APA!" seru mereka serempak.
"Kemungkinan sebentar lagi Jenderal dengan yang armada perangnya akan sampai di bumi. Jadi, jangan takut dan hadapi mereka, kalau kau tak ingin Ochobot direbut lagi.." kata Adu Du sebelum ia memutuskan sambungan.
Mereka pun memperhatikan setitik hitam di langit yang perlahan mendekat dan mulai terlihat kalau itu kapal angkasa Jenderal beserta armada perangnya.
"Huh, kalau Adu du ada di sini, aku ingin sekali menghajarnya.." kata Fang sambil memakai jam kuasanya.
"Yalo, orang yang berada di 2 pihak memang yang paling menyebalkan.." ujar Ying seraya ia memakai jam kuasanya.
"Jadi bagaimana, kita takut gak nih?" kata Yaya dengan tersenyum sambil ia memakai jam kuasanya.
"Hmph.. mana mungkin.." kata Gopal dengan sok, tak lupa dengan memakai jam kuasanya.
"Kami tak akan membiarkan Ochobot di rampas lagi! AYO TEMAN-TEMAN!" ujar Boboiboy yang telah memakai jam kuasanya, dijawab dengan anggukan dari keempat temannya. Mereka berlima pun mulai berlari.
"Kuasa Manipulasi Gravity!"
"Manipulasi Masa!"
"Kuasa Manipulasi Molekul!"
"Boboiboy Kuasa Tiga! SERANG!"
Dan mulailah pertarungan antar 2 planet itu.
TBC (or disc?)
Astaga.. kenapa jadi begini..*menatap kosong ke arah laptop*
Kenapa ceritanya jadi seamburadul ini!
Bahkan bahasanya pun campuran antara Indo dengan Malay!
AARRGGHH!
Tolong reviewnya... ngeflame juga gak papa.. *sambil pundung di pojokan*
