Modern Ninja
Naruto © Masashi Kishimoto
NaruHinaKarin Forever
Rated M
Pair: Naruto U x Hinata H
Adventure, Frienship, Humor, Ecchi, Harem (Slight Pair), Lime/Lemon
Halo! Ketemu lagi ama saya Orang paling gaje(Ganteng Jeliteng) se-indonesia HaHaHa *ditinpuk*. Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih kepada reader dan silent reader yang telah membaca fict amburadul and gaje ini -_- tampa berbasabasi lagi, monggo di baca :D
Happy Reading
Malam telah berakhir dan kini gilirang sang surya yang menjalankan tugasnya untuk menemani para makhluk hidup yang telah siap melakukan berbagai macam aktivitas di hari yang cerah ini. Tidak terkecuali dengan Hinata, gadis lavender itu saat ini sedang bergulat dengan berbagai macam alat dapur untuk membuat sarapan yang lezat yang akan ia sajikan kepada keluarga barunya. Hinata memang sangat suka dengan yang namanya memasak, baginya memasak itu adalah hobinya yang kedua setelah hobi menyirami bunga. Senyuman lebar terpampang jelas di bibir pinknya, membuatnya mendapatkan nilai lebih untuk wajah cantiknya. Hari ini Hinata akan mulai bersekolah di Konoha High Shcool. Sekolah yang sangat populer di negara matahari terbit. Sungguh sebuah keberuntungan yang Hinata dapatkan, dia tidak menyangka kalau Tsunade adalah kepala sekolah di sekolah itu. Hinata tak bisa menghilangkan senyumannya ketika melihat seragam yang ia kenakan saat ini.
Setelah masakannya matang Hinata membawa makanan itu ke meja makan. Disana sudah ada Tsunade yang sedang membaca koran sambil meminum isi botol yang ada di tangannya.
"Sarapan sudah siap~ Masakan ala chef Hinata." Hinata menaruh makanan itu di meja.
Tsunade menengok sebentar dan melanjutkan lagi kegiatan membacanya yang sedang seru. "Panggil Naruto. Suruh dia turun untuk sarapan bersama." Tsunade menyahut disela-sela kegiatan membacanya.
"Haik" Hinata langsung menuju ke kamar pemuda yang disebut Tsunade tadi.
TOK TOK TOK
Sudah lima kali Hinata mengetuk pintu, tetapi tak ada satupun jawaban dari dalam kamar. Kalau saja pintu di depannya ini tidak dikunci, Sudah dipastikan kalau wajah tampan milik pemuda yang berada di kamar tersebut akan berubah menjadi duren busuk.
Poofffff
Hinata berbalik ketika telinganya mendengar bunyi ledakan kecil dari arah belakang. Dia mendapati Tsunade yang sedang menyandarkan punggungnya di dinding. Gadis lavender itu menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, tapi tak mendapati sesuatu yang mencurigakan. 'tadi itu bunyi apa?' Begitulah yang sedang gadis itu fikirkan.
"Apa dia sudah bangun?" Tanya Tsunade. Hinata menatap Tsunade bingung dengan wajah seperti orang idiot. Tsunade yang melihatnya langsung tertawa terbahak-bahak mengacuhkan Hinata yang saat ini sedang pundung di pojok ruangan.
"Hei! Jangan ngambek dong. tadi wajahmu lucu banget tahu, kau terlihat sangat imut. Sayang, aku lagi ngak bawa kamera hihihi" Tsunade berujar sambil cekikikan lalu menghampiri pintu kamar Naruto dan memencet satu persatu tombol yang terdapat pada alat yang berada di samping pintu.
"Obaachan sedang apa? Apa itu telepon rumah? Kok bentuknya mirip telepon rumah. Oh iya, cucu obaachan itu sangat mesum dan pemalas. Kenapa sih obaachan memiliki cucu seperti itu?" Tsunade yang dihujami banyak pertanyaan langsung memelototkan matanya kearah Hinata.
Hinata berlari menuju ruang makan, menghindar dari amukan sang nenek sihir berdada besar itu. Hinata kembali membereskan makanan dan menunggu Tsunade datang bersama sang pangeran tidur.
OoO
"Jadi kamu murid baru itu ya. Sekarang perkenalkan dirimu!" Iruka Umino. Dia adalah salah satu guru sejarah yang ada di KHS itu menyuruh Hinata untuk memperkenalkan diri.
"watashiwa Hinata Uzumaki desu, yoroshiku." Ucap Hinata sambil membungkukan badannya 90 derajat. Semua siswa yang berada di kelas langsung ribut dan mematap Naruto untuk meminta penjelasan.
"DIAM!" Teriakan Iruka membuat semua muridnya langsung terdiam. "Hinata, Kau boleh duduk dengan Ino. Ino, angkat tanganmu!"
Tak berselang lama, seorang gadis berambut pony tail mengangkat tangannya. Hinata yang melihatnya langsung menghampiri gadis yang mengangkat tangan itu lalu duduk di sebelahnya. Hinata hanya bisa tersenyum kecut kearah gadis yang bernama Ino itu ketika dirinya yang baru duduk langsung disambut hangat dengan berbagai pertanyaan. Sepertinya Ia duduk dengan orang yang suka bergosip *poor hinata*
"Ino! Tolong jangan ngobrol saat sedang belajar." Hinata menghela napas lega ketika Gurunya menyelamatkannya dari wartawan cantik disebelahnya ini. Akhirnya mereka melanjutkan pelajaran yang tadi sempat tertunda. Hinata bisa melihat Naruto yang sedang asik menulis di kursinya, tiba-tiba Naruto menoleh dan tersenyum 5 jari kearahnya. Sontak Hinata mengalihkan pandangannya kearah lain, 'Dasar duren baka. Dasar baka! Baka! Baka!' Hinata menggumpat dalam hati. 'Ukh Kenapa aku jadi begini? Tapi senyuman Naruto yang tadi itu sungguh Kawai.' Hinata mencoba menghilangkan fikran tadi dan mencoba fokus menyimak penjelasan dari gurunya.
"Jadi, Madara telah mati saat bertarung melawan Hashirama Senju. Seperti yang kita ketahui bahwa Hashirama adalah orang yang telah membangun sekolah ini sekaligus kakek dari Tsunade senju, Kepala sekolah di KHS ini. Karena Madara yang telah—" Hinata menaikkan sebelah alisnya saat mendengar penjelasan dari guru barunya. Hinata mengedarkan pandangannya di kelas itu, dapat ia lihat hanya ada beberapa siswa yang belajar di kelas. "–dan akhirnya Hashirama bisa mengalahkan Madara dan menyelamatkan seluruh siswa di KHS ini. Karena merasa takut akan muncul Madara-Madara yang lain akhirnya Sekolah ini beralih menjadi sekolah Ninja tampa diketahui oleh pemerintah jepang. Kalian juga tahu kan? Kalau masuk KHS itu sangat sulit. Itu untuk mencegah masuknya orang dari luar dan mencegah kebocoran informasi" Irukapun mengakhiri penjelasannya tentang terbentuknya Konoha High School. Hinata yang tidak mengerti hanya bisa mengikuti kegiatan itu dan mencoba menyesuaikan diri dengan pelajaran sejarah yang asing itu.
Naruto merasa heran dengan Hinata yang membuang muka ketika dia tersenyum. Memangnya ada yang salah dengan giginya atau mungkin Hinata telah terpesona dengan wajah tampannya -_-. Naruto yang melihat Hinata mulai menyimak pelajaran akhirnya ikut serta mendengarkan ocehan dari sensei hidung belang itu hingga pelajaran usai.
OoO
TENG TONG... TENG TONG...
Bunyi lonceng mulai terdengar dan membuat seluruh siswa berhamburan keluar kelas untuk mengisi perut mereka masing-masing, tetapi itu tidak berlaku untuk murid kelas 3-A. Murid-murid kelas 3-A berbondong-bondong menanyai Hinata dan Naruto. Kedua orang yang menjadi objek tanya itu hanya bisa menanggapinya dengan senyuman kecut.
"Hinata. Jawab dong! Jadi kamu itu keluarganya Naruto bukan? Kalian kok nggak ada mirip-miripnya." Ino menimpali dengan pertanyaan yang sama.
"Iya. Kenapa kalian nggak mirip? Bahkan warna rambutmu berbeda jauh." Kini giliran Sakura yang bertanya.
"Ma-Maaf. A-Aku lapar, bisa antarkan aku ke kantin. Aku tak tau arah ke kantin?" Hinata sangat ingin melarikan diri. Tapi apa daya, dia bahkan tidak tahu denah sekolah barunya ini.
"Kamu harus menjawab pertanyaan kami dulu, Hinata! Nanti aku yang mengantarmu ke kantin. Aku bisa saja membaca pikiranmu jika aku mau" pertanyaan dari Ino langsung disambut degan anggukan dari Sakura, sedangkan Hinata Hanya bisa bergidik ngeri mendengar gertakan dari gadis blonde yang yang sedang mengintimidasinya.
"Umm... Antarkan aku dulu! Nanti aku akan menceritakannya di kantin." Hinata mencoba bernegosiasi dengan kedua teman barunya itu. Akhirnya Ino dan Sakura memilih untuk mengalah dengan imbalan Hinata harus menjawab pertanyaannya saat di kantin.
Di kantin Hinata menceritakan semua tentang yang dialaminya. Dari saat bertemu Tsunade Hingga selesai. Ino dan Sakura sempat terkejut ketika Hinata mengatakan bahwa Naruto itu adalah cucu dari Tsunade Senju, yang saat ini menjabat sebagai kepala sekolah di KHS. Mungkin karena marga yang Naruto gunakan adalah Uzumaki, bukan marga yang sama dengan milik Tsunade. Hinata menghimbau kepada kedua temannya itu untuk merahasiakan semua tentang yang tadi mereka bicarakan dan pembicaraan antara tiga gadis cantik itu harus tertunda ketika suara lonceng kembali berbunyi.
OoO
"Karena Kurinai-sensei sedang cuti, jadi aku yang akan mengajarkan genjutsu untuk sementara. Sekarang kita akan mempelajari teknik genjutsu yang lebih hebat dari yang Kurinai ajarkan kepada kalian. Teknik ini adalah teknik tingkat tinggi yang hanya mampu di lakukan oleh orang yang sudah sangat berpengalaman dan tahu lebih dalam tentang teknik genjutsu. Cara melepasnya juga tidak sumudah melepas genjutsu yang aku ajarkan minggu lalu dan teknik ini adalah tenik yang paling ampuh untuk melumpuhkan musuh dari jarak jauh." Ujar Kakashi.
"Ma-Maaf. Sensei, Genjutsu itu apa?" Tanya Hinata yang tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan senseinya.
"Oh iya. Kau murid baru itu kan? Sepertinya aku harus menjelaskan dari awal lagi." Kakashi menarik nafas sejenak lalu kembali melanjutkan, "Genjutsu adalah salah satu teknik yang ada dalam dunia ninja, teknik bisa mengendalikan imajinasi seseorang dengan cara mengacaukan aliran chakra yang ada di dalam otak. Teknik ini bisa di sebut juga dengan teknik Hipnotis."
"Lalu, chakra itu apa? Apa chakra sama dengan darah?" Hinata kembali mengajukan pertanyaan kepada sang guru.
"Chakra berbeda dengan darah. Chakra adalah suatu unsur dari tenaga dalam yang bisa membuat seseorang mengeluarkan ninjutsu, sedangkan darah adalah suatu cairan yang sangat penting untuk tubuh kita. Apa masih ada yang mau di tanyakan?"
"Satu lagi Sensei. Ninjutsu itu apa? Lalu genjutsu itu sepeti apa dan bagaimana cara kerjanya?" Semua murid kelas 3-A langsung sweetdroped ketika mendenggar perkataan Hinata. katanya satu lagi tapi kenapa jadi tiga pertanyaan.
Kakasi mendesah. "Hah~ Ninjutsu adalah salah satu teknik yang harus bisa dikuadai oleh seorang ninja. Ninjutsu adalah salah satu seni bela diri atau taktik yang hanya bisa dilakukan dengan bantuan dari chakra. Ninjutsu atau jutsu adalah teknik yang dapat mengeluarkan 5 macam bentuk unsur yang ada di alam semesta. Ke lima unsur yang tersedia itu yaitu tanah, listrik, api, air, dan api dan setiap orang pasti mempunyai ckarakter masing-masing. Aku akan mencontohkannya." Kakashi menyatukan kedua tangannya dengan berbagai macam bentuk, tiba-tiba listrik muncul dari tangan Kakasi. Sontak membuat Hinata kaget dan kagum di saat bersamaan. Hinata menatap Kakashi dengan mata yang berbinar-binar tampa mengetahui kalau sekarang seluruh siswa laki-laki disana sedang menatapnya lapar. Kakashi mengakhiri jutsunya dan kembali berkata. "Kalau kau ingin tahu cara kerja genjutsu aku akan menyuruh salah seorang murid yang sangat ahli dalam teknik genjutsu. Sasuke, bisakah kau memperlihatkannya kepada Hinata." Suruh Hakashi kepada muridnya bernama Sasuke dan dijawab dengan gumaman tidak jelas dari pria berambut pantat bebek itu.
"Aku saja sensei! Aku yang akan mempraktekannya. Aku kan lebih hebat dari pada si teme." Naruto menyahut dan berdiri dari kursinya. "Memangnya kau bisa genjutsu?" Naruto langsung pundung di pojokan kelas ketika mendengar sindiran dari Kakashi.
Bulu kuduk Hinata langsung berdiri ketika melihat seringai tipis di bibir pemuda di depannya itu. "Tatap mataku!" Sebuah kalimat angkuh lolos dari bibir Sasuke. Matanya kini mulai berubah menjadi merah disertai tiga koma yang tengah berputar secara perlahan.
Hinata diam tak bergeming seperti patung. Sasuke sepertinya telah sukses menggenjutsu Hinata. seluruh murid menatap mengeri kearah Sasuke bahkan Kakashi juga demikian ketika melihat senyuman lebar terpampang jelas di wajah tampan Sasuke. Ini adalah sebuah keajaiban, seorang Sasuke Uciha sekarang tengah tersenyum.
"KYAAAA..." Hinata berteriak nyaring dan mengambil posisi siaga dengan menutupi kedua propertinya. Kini wajahnya sudah semerah tomat, dia menghampiri pemuda pantat ayam di depannya dan...
PLAKKKKK
Sebuah tamparan keras Hinata layangkan di pipi Sasuke. Semua orang yang melihat itu langsung memelototkan matanya terkejut dengan apa yang mereka lihat. Sasuke yang selalu digandrungi para kaum hawa saat ini telangah memengangi pipinya yang memerah.
"DASAR HENTAI!" Hinata kembali ketempat duduknya. Mengabaikan tatapan tak percaya yang dilayangkan orang-orang disekitarnya ke arah Sasuke dan dirinya. Dan pelajaran pun kembali dilanjutkan dengan suasana yang amat sangat canggung. 'Tak ku sangka Sasuke bisa berbuat mesum. Dasar amatir, sepertinya dia harus banyak belajar lagi. Ahh~ kalau seperti ini, lebih baik aku saja yang mengenjutsu gadis indigo itu dan aku akan—' Pikir Kakasi sambil tersenyum mesum saat membayangkan tubuh siswinya itu.
Naruto masih terus melayangkan tatapan tajamnya ke arah Sasuke. 'Baachan pasti marah kalau tahu tentang hal ini. Awas kau teme. Aku akan membuatmu babak belur.' Ucap Naruto dalam hati tampa mengalihkan pandangannya dari Sasuke.
OoO
"Rasakan ini, teme. RASENGAN!" Brakkk. Suara benturan terdengar ketika bola biru di tangan Naruto membentur tanah. "Ku bunuh kau." Naruto kembali menyerang Sasuke dengan pukulan yang membabi buta, tapi itu semua bukanlah hal yang sulit untuk Sasuke ketika matanya telah berubah menjadi semerah darah. Sharingan, sebuah mata kutukan yang hanya dimiliki oleh seorang Uciha. Sebuah mata yang memiliki potensi yang sangat besar, tetapi mata itu juga memiliki resiko yang sepadan dengan apa yang didapatkan. Jika pengguna sharingan tidak bisa menggunakan mata itu dengan bijak maka akan berakibat fatal bagi penggunanya tersebut.
"Kage Bunshin no Jutsu." Poof Poof Poof. Tiba-tiba beberapa Naruto muncul dari ketiadaan. Kage Bunshin no Jutsu, sebuah jutsu yang berfungsi untuk menggandakan diri menjadi lebih banyak. Jutsu itu adalah salah satu jutsu yang terlarang, jutsu itu membutuhkan chakra yang sangat banyak dan jika pengguna tidak memiliki chakra yang cukup untuk melakukan jutsu Kage Bunshin maka chakra sang pengguna akan terkuras bahkan bisa berujung dengan kematian.
Sasuke menghindari setiap pukulan yang Naruto layangkan kepadanya. Seperti daun yang tertiup angin, tubuh Sasuke meliuk-liuk mengikuti setiap gerakan tangan bunshin-bunshin Naruto. Tak mau terus menghindar Sasuke mencoba mengambil alih pertarungan, dia memukul bunshin di depannya dan menendang 2 bunshin lain segan kedua kakinya.
Brakk Bruk Dukk
Naruto terkapar di tanah dengan deru nafas yang masih memburu. Kini wajahnya sudah tak seperti tadi, bebberapa ruam kebiruan terlihat jelas di wajahnya, dia mengusap darah yang mengalir di bibirnya.
"Dasar Dobe." Sasuke pergi meninggalkan Naruto yang sudah tak berdaya itu.
Naruto menatap kepergian Sasuke dengan tatapan kebencian yang teramat besar. Naruto merutuki kemalasannya selama ini, andai saja dia bisa menciptakan rasengan yang sempurna. Pasti semua ini tidak akan terjadi, pasti dia bisa mengalahkan Sasuke dengan mudah.
"Kepala duren, A-Apa yang terjadi padamu?" Hinata membantu Naruto untuk berdiri, "Sebaiknya kita ke UKS, aku akan mengobatimu di sana." Ujar Hinata sambil memapah tubuh lunglai itu ke UKS.
TBC
A/N
Hidup itu indah #gaknyambung
Maaf kalau feelnya kurang. Disini saya memadukan unsur ninja ke dalam fict ku yang satu ini dengan kehidupan masa depan. Tapi di sini masih belum terlihat unsur modernnya, mungkin satu atau dua chapter lagi akan saya munculkan. Dan disini Naruto hanya akan mendapatkan pair utama(Naruto x Hinata & ?) yang akan mendampinginya hingga ke pelaminan dan harem di sinii hanyalah kumpulan cerita singkat antara Naruto dengan beberapa chara wanita selain pair utama tadi. Jika ada kesalahan dalam tulisan yang saya buat, mohon dimaafkan ya #maksa
Saya mau vote Slight Pair yang akan saya buat di chapter depan:
Naruto x Ameyuri
Naruto x Fuu
Naruto x Guren
Naruto x Haku
Terima kasih telah sudi membaca fict ini.
*salam kecup basah* Muahhhh
Jangan lupa review :D
