After 5 Years ago

By : Han Kang Woo

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, etc

Genre : Romance, Angst (?)

Warning : This is Yaoi (Bos Love),

Rated : T

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

"aku akan menyimpan sendiri Jasad Kyungsoo.." ulang Jongin, dia menitikkan air matanya, terisak pelan, kemudian memeluk jasad pucat Kyungsoo yang sudah kaku

Jongin meraung tertahan, dia sama sekali tidak bermimpi, Kyungsoo-nya memang benar-benar sudah meninggal, meninggalkannya untuk selama-lamanya

"Kyungsoo ya, kenapa kamu pergi secepat ini… aku… aku akan menyusulmu.." Jongin melepaskan pelukannya dari tubuh mati Kyungsoo, kemudian dia mencari-cari pisau dapur yang mungkin saja terletak diatas meja makan apartemen Chanyeol itu

Chanyeol sadar, dia bergerak cepat, dan menghentikan tingkah nekat Jongin, yang seperti ingin bunuh diri

"Jongin, jangan lakukan itu… tolonglah" cegah Chanyeol. Dia memeluk tubuh temannya itu dari belakang, dan menghentikan aksi gilanya

"tidak, lepaskan aku… aku akan menyusul Kyungsoo, kenapa kamu menyelamatkanku hyung... aku ingin mati bersama Kyungsoo" raung Jongin, matanya sembab, keringat mengalir didahinya, dengan tubuh yang masih basah

"aku menolongmu, karena aku temanmu Jongin, aku yakin Kyungsoo tidak ingin kamu menyusulnya, Kyungsoo ingin kamu hidup" tukas Chanyeol. Masih memeluk tubuh sahabatnya tersebut

Hening

Tidak ada pergerakan

Jongin terdiam dan tidak meronta-ronta lagi, hanya isakan tertahan yang terdengar darinya, dia merosot dipelukan Chanyeol

Chanyeol mendesah lega, dia berhasil menenangkan Jongin dengan cepat

Jongin terduduk, dia menatap lagi jasad Kyungsoo, memejamkan matanya singkat kemudian membuka matanya lagi, dia menoleh kearah Chanyeol

"hyung, izinkan aku menempati apartemen hyung? Bisakan?" pinta Jongin, dia menatap dengan tatapan sendu

Chanyeol tersenyum, dia memegang bahu sahabatnya itu

"tentu saja bisa, aku pernah memintamu tinggal diapartemen ini, tapi kamu menolak" jelas Chanyeol, dia sangat setuju

"terima kasih hyung, tapi…" Jongin mengentikan kalimatnya

"tapi apa?"

"tapi... aku akan tinggal disini bersama Kyungsoo" ucap Jongin, memperjelas keinginannya untuk tetap bersama dengan namjanya itu

Chanyeol membulatkan matanya, memandang tidak mengerti

"tapi.. tapi.. Kyungsoo sudah meninggal, tidak mungkin kamu tinggal dengan orang mati" Chanyeol tidak habis pikir dengan jalan pikiran Jongin

"tolonglah hyung… aku hanya meminta itu saja, tolong hyung.." Jongin merubah posisinya dan hendak mencium kaki Chanyeol, mengharapkan si jangkung itu setuju

Chanyeol dengan cepat memegang bahu Jongin, membuat namja itu berdiri

"baiklah.. baiklah… tapi, Kyungsoo sudah jadi mayat. Beberapa hari kedepan dia pasti sudah membusuk" Chanyeol masih memberikan beberapa argument agar Jongin menghentikan niatnya itu

"tidak hyung, aku akan memberikannya pengawet orang mati" tegas Jongin, masih kekeuh

"tapi itu hanya bertahan beberapa hari saja.."

"tolong hyung, aku yang akan mengaturnya nanti"

"oh, baiklah" akhirnya Chanyeol hanya bisa pasrah dan setuju, dia melirik singkat jasad Kyungsoo yang masih terbaring, dia agak merinding

Jongin memegang tangan Chanyeol

"aku mohon hyung merahasiakan ini dari sekolah Kyungsoo, sekolah kita. Pemilik asrama sekolah pasti mengira Kyungsoo pergi kerumah temannya untuk liburan… aku akan menghabiskan waktuku selama liburan ini bersama Kyungsoo" kata Jongin, mengutarakan keinginannya, setelah dia gagal bunuh diri

Chanyeol mendesah, lalu mengangguk pelan, dia setuju, demi persahabatan mereka yang sudah terjalin lama

"terima kasih hyung" Jongin tersenyum

"ya, sama-sama" balas Chanyeol, dengan desahan

Akhirnya Chanyeol pulang, meninggalkan Jongin dan Kyungsoo berdua. Namja jangkung itulah yang menyelamatkan Jongin saat hendak menenggelamkan diri di laut, dia hampir saja terlambat, namun Jongin bisa selamat

.

.

.

.

O…O…O…O…O

Sudah 24 jam Jongin dan Kyungsoo bersama dalam satu apartemen, satu kamar dan satu ranjang. Jongin tinggal bersama namja yang sama sekali tidak bernafas dan bergerak

Jongin sejak sehari ini menidurkan Kyungsoo di ranjang, dia memberikan cairan formalin di sekujur tubuh Kyungsoo, untuk menghambat proses pembusukan, walau dia tahu bahwa bahan pengawet mayat itu hanya bertahan beberapa hari saja

Jongin menatap wajah putih dan pucat Kyungsoo, dia duduk ditepi ranjang, membelai pelan rambut jatuh namjanya tersebut

"Kyungsoo ya, kamu seperti tertidur pulas.." kata Jongin berbicara kepada Kyungsoo, jelas bahwa Kyungsoo tidak bisa menjawab

"maafkan aku, aku egois dan tidak peka dengan perasaanku sendiri, maafkan aku karena tidak pernah menemuimu selama 5 tahun, maafkan aku karena baru membalas cintamu sekarang, maafkan aku…. Maaf…" Jongin kembali terisak-isak pilu, hatinya sakit, namja yang dicintainya betul-betul sudah tiada

Jongin menghapus air matanya pelan, dan mulai berkata lagi

"aku tidak tahu jika kamu sakit parah Kyungsoo ya, aku betul-betul tidak peka… aku adalah namja yang gagal" rutuk Jongin, memukul kepalanya sendiri

Dia terus menerus berbicara dengan Kyungsoo, otomatis berbicara sendiri, mengumpat dirinya, menyesal dan sebagainya

"Kyungsoo ya, maafkan aku… saat ini aku belum bisa menyusulmu, tapi saat itu akan tiba, ya.. kamu tenang saja, kita akan berpegangan tangan disurga sana" tukas Jongin mantap, dia mengecup singkat bibir tebal Kyungsoo

Kemudian Jongin memposisikan kepalanya didekat wajah Kyungsoo, memandang namjanya itu dalam diam, pipinya menyentuh kasur ranjang, dengan mata yang terus tertuju pada wajah Kyungsoo

Hal itu berlangsung selama beberapa menit, hingga akhirnya Jongin tertidur lelap

.

.

.

FlashBack On:

Beberapa tahun yang lalu,

Seorang namja bermata bulat membawa semangkuk sup lezat, dia membuat sendiri sup itu. Namja itu berjalan dengan ceria menuju rumah tetangganya, tetangga yang menurut informasi yang terdengar, sedang sakit

Namja itu sudah berada didepan pintu rumah si tetangga, pintu sedikit terbuka, dia mendorongnya pelan, karena dia sudah terbiasa datang dirumah itu

Namja tersebut masuk kedalam rumah, dan matanya membulat besar, dia menatap namja si penghuni rumah sedang berciuman dengan seorang yeoja cantik

"oohh.." hanya itu yang keluar dari bibir si namja, dia memegang mangkuk supnya dengan tangan bergetar, hampir saja menumpahkannya

Penghuni rumah yang berciuman itu sadar bahwa ada orang yang baru saja masuk kedalam rumahnya, dia melepaskan ciumannya di bibir yeojanya

"ah, Kyungsoo… sejak kapan kamu datang?" Tanya si penghuni rumah, bertanya pada namja yang bernama Kyungsoo itu

"baru saja, Jongin" jawab Kyungsoo, rupanya dia berada dirumah namja yang bernama Jongin

Jongin lalu mengatakan sesuatu kepada yeoja yang diciumnya, kemudian yeoja itu pamit, memberikan pandangan mendelik kearah Kyungsoo, merasa diganggu

Kyungsoo hanya bisa menunduk, dia mendudukkan dirinya di kursi ruang tengah tersebut, dengan tangan masih memegang semangkuk sup

Jongin melambaikan tangan kepada yeojanya, yang sepertinya adalah pacarnya, kemudian mendekati Kyungsoo

"aku kira kamu sakit?" Tanya Kyungsoo cepat, memandang mata Jongin

"aku sudah sembuh" jawab Jongin, bohong, dia sama sekali tidak sakit

"aku membawakanmu sup panas, makanlah" Kyungsoo meletakkan sup buatannya di atas meja

"taruh saja, aku akan memakannya nanti" timpal Jongin, malas-malasan

Jongin menatap jam tangannya, kemudian memandang Kyungsoo

"apa kamu punya urusan penting untuk dari kemari?" Tanya Jongin, to the point

"ah, tidak.. aku hanya membawa sup itu saja" jawab Kyungsoo, wajahnya terlihat kecewa dengan sikap Jongin, terlebih lagi dia baru saja melihat namja itu berciuman dengan seorang yeoja

"aku ada urusan, omma dan appa sedang keluar. Kamu bisa pulang segera atau mau tinggal menjadi penjaga rumahku, terserah.." ucap Jongin, tanpa basa-basi, melirik lagi jam tangannya

Kyungsoo beranjak, berdiri, kemudian tersenyum

"baiklah, aku pulang… makanlah sup itu, sebentar lagi dingin, aku membuatnya sendiri. Aku permisi" ucap Kyungsoo pelan, memberikan senyuman terbaiknya untuk Jongin, kemudian melangkah keluar, pulang kerumahnya

Jongin mendesah, menatap punggung Kyungsoo yang menjauh,

Namja berkulit seksi itu meraba dadanya, lalu mengeluarkan kalung silver berinisial KK dari lehernya, dia menatap sejenak kalung itu, lalu meletakkannya acak di meja, dekat sup dalam mangkuk yang dibawa oleh Kyungsoo, mengabaikannya

Jongin kemudian masuk kedalam kamarnya, berganti baju, karena dia akan segera keluar, ada janji dengan yeoja lain

Flashback off

.

.

.

.

"jangan pergi Kyungsoo ya, aku mencintaimu.." teriak Jongin, dia terbangun dari tidurnya, bermimpi lagi

Namja berkulit tan itu memandang sekelilingnya, malam sepertinya sudah menjelang. Dia mengusap wajahnya kasar, kemudian memandang ranjang di apartemen milik Chanyeol itu

Disana masih ada sosok Kyungsoo yang terbaring tidak bernyawa, ya… Jongin masih bersama namjanya yang sudah melepaskan hidup

Jongin mendesah, dia beranjak dan membelai pipi Kyungsoo

"maaf Kyungsoo ya, aku banyak melakukan kesalahan kepadamu dimasa lalu. Aku terlambat menyadari perasaanku ini. maafkan aku…" untuk kesekian kalinya, Jongin minta maaf kepada namja yang sudah tidak bernyawa

Air mata Jongin kembali menetes pelan, dia terisak isak lagi, menyesali sikapnya yang kurang baik pada Kyungsoo dimasa lalu, namja yang ternyata sangat mencintainya itu

Jongin beralih memegang tangan Kyungsoo, dia menggenggam tangan dingin itu,

"maukah kamu memaafkanku Kyungsoo ya, aku belum mendengar jawabanmu… jawab Kyungsoo.."

"…"

"maafkan aku.. maafkan aku…." Isak Jongin

Hening

Kemudian…

"aku memaafkanmu Jongin ah" kata sebuah suara lembut dan meneduhkan hati

Jongin sedikit kaget, dia menormalkan posisi tubuhnya, ada yang menjawab kalimatnya. Padahal dia hanya berdua dengan Kyungsoo, tidak mungkin jasad Kyungsoo yang menjawab

Jongin memalingkan pandangannya kesegala arah, dan… deggg….. dia menatap sesosok namja kecil bermata bulat yang berdiri tepat dibelakangnya, tersenyum bentuk hati untuknya

"aku memaafkanmu Jongin ah, sejak lama.." ulang suara itu, yang berasal dari mulut namja yang berdiri dibelakang Jongin

Jongin tertegun, dia tidak percaya, dia cepat mengucek matanya, mungkin berhalusinasi. Dia menatap sosok Kyungsoo, Kyungsoo yang bisa berbicara kepadanya

Jongin mengalihkan pandangannya lagi, menatap Kyungsoo yang terbaring, ya.. namja itu masih disana, terbujur kaku dan pucat

"ka.. kamu siapa?" Tanya Jongin gagu, dia berkeringat dingin

Sosok namja itu tersenyum, namja yang mirip Kyungsoo

"maaf kalau aku mengagetkanmu Jongin ah, aku Kyungsoo. Kyungsoo-mu" jawab si namja, yang ternyata memang adalah Kyungsoo, dia berpakaian sama dengan Kyungsoo yang terbaring kaku, namun wajahnya tidak pucat, malah berseri-seri

"ta.. tapi… ini.." Jongin menunjuk Kyungsoo yang terbaring, dia mendadak lemas, mungkin saja dia melihat hantu Kyungsoo

Kyungsoo kembali tersenyum, dia melangkah pelan dan menyempitkan jarak dengan Jongin

"aku adalah Kyungsoo, namja yang terbaring itu adalah Kyungsoo juga, kami sama" terang Kyungsoo lembut, dia seperti namja malaikat

Jongin masih tidak percaya, keringat membasahi dahinya,

"tapi…"

"biar aku jelaskan, Jongin ah… aku sama sekali belum meninggalkan dunia ini secara penuh, aku masih menggantung di dua alam Jongin ah…" jelas Kyungsoo, dia tidak ingin Jongin menjadi takut dan mengiranya hantu

"…"

"aku belum bisa pergi, karena.. karena kamu belum mau merelakanku" ungkap Kyungsoo, menjelaskan inti dari kehadirannya saat ini di apartemen Chanyeol, disamping Jongin dan jasadnya sendiri

Jongin merosot, dia menunduk, dia pernah mendengar cerita semacam itu, namun dia sama sekali tidak mempercayainya, bibirnya bergetar, belum bisa mengungkapkan sepatah katapun

Kyungsoo kembali tersenyum, dia akan menjelaskan lagi lebih lanjut, agar Jongin-nya itu mengerti

"aku bukanlah hantu, aku adalah Kyungsoo. Jiwa Kyungsoo yang terlepas, dan yang terbaring di ranjang itu hanyalah sosok Kyungsoo secara fisik, tenang saja… jasadku tidak akan membusuk Jongin ah. Karena aku belum betul-betul meninggalkan dunia ini" jelas Kyungsoo lagi

Jongin menelan ludahnya, membuka mulut, mencoba mendapatkan suaranya lagi

"jadi.. jadi kamu betul-betul Kyungsooku?" Tanya Jongin, akhirnya dia menemukan suaranya lagi

Kyungsoo mengangguk pelan, tersenyum lips love

Jongin menatap bergantian lagi antara Kyungsoo yang terbaring dan Kyungsoo yang berdiri dan berbicara padanya

"apa.. apa kamu bisa kembali lagi Kyungsoo ya? Kembali kesini, bersamaku…" Tanya Jongin, pertanyaan penting, sangat penting untuknya

Kyungsoo lagi-lagi memberikan senyuman terbaiknya

"aku tidak bisa mengatakan suatu kepastian. Namun aku hanya mempunyai dua pilihan sekarang, yaitu meninggalkan dunia secara penuh atau kembali lagi ke tubuh fisikku dan hidup sebagai Kyungsoo lagi…" jelas Kyungsoo

Wajah Jongin mendadak ceria, dia bersemangat

"jadi.. jadi kamu bisa kembali lagi ke dunia secara utuh?" Tanya Jongin, memperjelas

"ya, bisa dikatakan demikian Jongin ah, tapi kemungkinan itu akan hilang jika kamu 'merelakanku' untuk pergi.." ungkap Kyungsoo

"tidak, aku tidak akan merelakanmu untuk pergi Kyungsoo ya, tidak akan" geleng Jongin cepat

Kyungsoo tersenyum kembali

"ya, ketidakrelaanmu itu yang membuatku tetap menggantung seperti ini Jongin ah, dan sekali perasaan rela itu muncul, maka aku bisa pergi dengan tenang, untuk selamanya"

"tidak, aku tidak rela"

Jongin kemudian meranjak, ingin memeluk Kyungsoo yang berbicara itu, namun dia tidak bisa memeluk atau menjangkaunya, Kyungsoo bagai seluet yang hidup, berbicara namun tidak bisa dipegang

"percuma saja Jongin ah, aku hanyalah jiwa yang tidak bisa diraba" terang Kyungsoo, kasihan dengan usaha Jongin yang ingin memeluknya

Jongin terduduk, dengan ditopang lututnya,

"jadi, jadi apa yang harus kulakukan agar kamu bisa kembali lagi Kyungsoo ya?" Jongin bertanya, dia sudah tidak tahan dan tidak sabar

Kyungsoo melangkah pelan, menuju samping ranjang jasadnya yang masih terbaring,

"yang pertama, kamu harus membiarkan dirimu hidup, ya.. sayangi dirimu Jongin ah, jangan ada pikiran untuk mengakhiri hidupmu dan menyusulku" ucap Kyungsoo, menatap bergantian Jongin dan jasadnya sendiri

"hanya itu?"

Kyungsoo menggeleng pelan

"kamu juga harus hidup secara normal, jangan terus-menerus merutuki kematianku. Jalani hidupmu dengan normal, bersekolah dan sebagainya"

"…"

"dan yang paling penting, kamu harus bisa membuktikan bahwa kamu benar-benar mencintaiku, hanya mencintaiku saja, tidak ada orang lain" lanjut Kyungsoo, mengutarakan semua syarat agar dia bisa kembali lagi bersama Jongin-nya

Jongin mendesah pelan, syarat yang ketiga masih membingungkannya

"bagaimana aku bisa membuktikan cintaku? Aku mencintaimu Kyungsoo ya…" ucap Jongin, dengan pandangan sendu

"aku tahu kamu mencintaiku, namun semua itu tidak cukup dengan ucapan, harus ada pembuktian, Jongin ah"

"pembuktian?"

"ya, pembuktian cinta… aku tidak bisa menjelaskannya, namun kamu bisa sadar dan tahu sendiri nanti"

Jongin terdiam, masih belum mengerti dengan kata-kata 'pembuktian cinta'

"waktuku tidak banyak Jongin ah, waktuku terbatas untuk bertemu denganmu, tapi tenang saja, aku akan muncul lagi jika memang diharuskan demikian…" tutup Kyungsoo

Jongin mendongak, menatap Kyungsoo yang siluetnya semakin tipis

"tunggu.. tunggu dulu Kyungsoo ya.." seru Jongin keras, berusaha menghentikan dan menggapai Kyungsoo yang mulai menghilang

Kyungsoo tersenyum lips love, dan beberapa detik kemudian sosoknya itu hilang, tanpa bekas

Hening

Jongin tersungkur, masih dengan lutut menopang tubuhnya, dia mendesah

"aku… aku akan membuktikan cintaku padamu Kyungsoo ya.. walaupun aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi aku akan berusaha" gumam Jongin, dia langsung semangat

Jongin berdiri, kakinya tadi mendadak lemas, dia seperti bermimpi saja, namun dia yakin bahwa kedatangan jiwa Kyungsoo tadi adalah kenyataan, bukan mimpi

Jongin berbalik dan menatap sosok jasad Kyungsoo lagi, duduk disamping namja itu

"aku harap kata-kata Kyungsoo tadi benar, jasadnya ini tidak akan membusuk" gumam Jongin lagi, dia akhirnya bisa tersenyum, Kyungsoo masih bisa bersamanya, walau dengan tubuh kaku dan kulit pucat

Jongin mendesah lagi, dia naik keatas ranjang, dan berbaring disebelah jasad Kyungsoo, menarik selimut dan memeluk namjanya itu, wangi bayi masih menguar dari tubuh Kyungsoo, aroma khas Kyungsoo sejak dahulu dan itu belum berubah

Jongin tersenyum

"aku mencintaimu Kyungsoo ya, sangat mencintaimu" bisik Jongin ditelinga Kyungsoo, dengan tangan yang melingkar dan memeluk tubuh kecil Kyungsoo

Jongin memejamkan matanya lagi, tidur bersama namja-nya yang tidak bernyawa

Ya, kisah cinta Jongin dan Kyungsoo belum berakhir…

.

.

.

.

.

.

.

TBC

O….O….O….O….O….O….O

Terima kasih kepada semua yang mau membaca FF ini. aku sebenarnya memaksakan chapter 2 ini untuk publish, karena masih ada yang menginginkan untuk lanjut, walau sedikit kecewa sih karena sambutannya kurang bagus, he..he.. mungkin karena FF angst yah… hm… tapi di chap ini mudah-mudahan sudah bisa menjawab semua pertanyaan di chapter 1 kemarin.

Baiklah, Reviewnya dari pembaca yang baik kembali dinantikan, supaya FF ini publishnya tidak lama seperti ini (padahal biasanya aku publish FF itu 2 hari sekali, tergantung bagaimana sambutannya). Aku akan melanjutkan FF 'Boys Sex' (Chanbaek dan Kaisoo) ku yang mesum dulu, he..he.. dan publish dengan cepat… salam kiss n hug

By : Han Kang Woo (eks Silent Kaisoo)