After 5 Years ago

By : Han Kang Woo

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, etc

Genre : Romance, Angst (?)

Warning : This is Yaoi (Bos Love),

Rated : T

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Hari yang cerah,

Jongin pagi-pagi sekali membuat sarapan seadanya, untung saja di apartemen milik Chanyeol temannya itu tersedia banyak bahan makanan. Namun Jongin hanya membuat telur goreng saja, karena hanya itu yang dia bisa

Jongin membawa dua piring kecil berisi telur goreng, memegangnya satu dan meletakkan piring lainnya diatas ranjang, samping Kyungsoo yang kini masih terbaring tidak bernyawa

"mari makan Kyungsoo ya.." kata Jongin pelan, mengambil kursi dan duduk disebelah ranjang Kyungsoo

Jelas tidak ada jawaban, Jongin berbicara dengan orang mati

Jongin mendesah pelan, tidak terasa air matanya menetes lagi, entah untuk keberapa kalinya, namun dia lekas menyekanya, teringat dengan kata-kata yang diucapkan oleh Jiwa Kyungsoo

'jangan menyesali dan merutuki kematinku, Jongin ah'

Jongin masih mengingat kalimat itu, salah satu syarat agar Kyungsoo bisa kembali lagi, kembali bersamanya dalam keadaan hidup

"ya, aku tidak boleh terus bersedih, lebih baik aku mencari tahu bagaimana cara membuktikan cintaku pada Kyungsoo" gumam Jongin, bersemangat, dia menyeka lagi sisa air matanya, dan menatap Kyungsoo yang terbaring

"suatu hari nanti, kita bisa makan bersama Kyungsoo ya, aku janji" kata Jongin, mulai menyuapi dirinya pelan, menahan air matanya untuk tidak jatuh lagi

Jongin menghabiskan beberapa menit untuk makan, sambil terus menatap wajah pucat Kyungsoo, wajah teduh si namja bermata bulat

Setelah makan, Jongin lalu mandi, memakai baju dan kembali menemui Kyungsoo. Dia sepertinya tidak sanggup bila berlama-lama tidak melihat wajah Kyungsoo

"Kyungsoo ya, aku tidak pernah menyangka akan menjadi seperti ini. aku sama sekali tidak tahu kamu mengidap penyakit apa, aku tidak tahu" geleng Jongin, berbicara sendiri

Jongin mendesah pelan, dan kemudian terdengar pintu kamar apartemen Chanyeol tersebut di ketuk pelan, Jongin tiba-tiba was-was dan gelisah

'apa itu Chanyeol hyung, tapi kalau dia tidak perlu mengetuk pintu, karena dia punya kunci kamar ini' batin Jongin, menebak dalam hati

Ketukan terdengar lagi, lebih keras

Jongin akhirnya memutuskan membuka pintu, dan nampaklah sosok lelaki paruh baya

"ah, ajuhsi.. silahkan masuk ajuhsi.." kata Jongin, membungkuk, rupanya yang datang adalah ayah Chanyeol, si pemilik perusahaan Park Ye Corp

"terima kasih, Jongin. aku hanya ingin mencari anakku, Chanyeol. Apa dia ada disini?" kata ayah Chanyeol ramah

"tidak ada ajuhsi.. sejak kemarin Chanyeol hyung belum kesini lagi"

"oh"

"terima kasih, karena ajuhsi membiarkanku tinggal diapartemen ini" bungkuk Jongin lagi

"ah, bukan apa-apa. aku senang. Apartemen ini sudah lama tidak ditinggali. Aku senang kamu mau menempatinya" timpal ayah Chanyeol, tersenyum

"sekali lagi terima kasih ajuhsi"

Ayah Chanyeol menolehkan wajahnya lebih dalam, dia menatap kaki seseorang yang tidur di ranjang

"itu siapa Jongin?" Tanya ayah Chanyeol

Deeggg…

Jongin gelagapan, dia mendadak gugup, suaranya hilang. Dia mengikuti arah pandangan ayah Chanyeol, yang jelas menatap kaki Kyungsoo yang terbaring

"itu.. itu temanku, ajuhsi" jawab Jongin, masih gugup

Ayah Chanyeol masuk lebih dalam, dia memandang lebih dekat Kyungsoo yang terbaring itu, keningnya mengernyit

"dia kenapa? Sakit? Wajahnya sangat pucat.." Tanya ayah Chanyeol, masih menatap wajah Kyungsoo yang pucat

"mungkin, tapi temanku ini cuma tidur. Aku sudah membawanya ke dokter" timpal Jongin lagi, tangannya gemetar, sangat takut jika ayah Chanyeol tahu bahwa dia menyembunyikan orang mati di apartemen

Namun pandangan aneh tetap diberikan dan diperlihatkan oleh ayah Chanyeol, masih kurang yakin dengan argument Jongin

"wajahnya terlalu pucat" ayah Chanyeol berujar lagi, ingin memegang tangan Kyungsoo dan mengeceknya

Jongin menahan nafas, jika sampai ayah Chanyeol memegang tangan dingin dan kaku Kyungsoo, dirinya akan tamat

Tangan ayah Chanyeol tinggal beberapa inci lagi, lalu…

Ponsel milik ayah Chanyeol tersebut berbunyi keras, pemiliknya mengangkat

Ayah Chanyeol tidak jadi memegang tangan Kyungsoo

Jongin mendesah lega, menghapus keringat dingin didahinya, dia betul-betul sangat takut, tiba-tiba sosok jiwa Kyungsoo kembali muncul, beberapa meter didekatnya

"Kyung.." Jongin menghentikan kalimatnya, karena masih ada ayah Chanyeol yang sementara berbicara dan menerima telefon

Kyungsoo hanya tersenyum, posisinya ada disamping ranjang jasadnya sendiri

"oh, baiklah… aku akan kesana, segera.." tutup ayah Chanyeol, sepertinya masalah bisnis yang harus diselesaikan

Dia menyimpan ponsel ke saku jasnya lagi

"baiklah Jongin, aku pulang dulu. Katakan pada Chanyeol jika anak itu datang disini bahwa aku mencarinya, suruh dia ke perusahaan" ucap ayah Chanyeol, matanya melirik singkat kearah Kyungsoo yang terbaring dan tidak melihat Kyungsoo yang berdiri

"iya, ajuhsi. Aku akan menyampaikan pesan ajuhsi" kata Jongin, tersenyum, kaku

Ayah Chanyeol balas tersenyum, dia menoleh lagi kearah Kyungsoo singkat, lalu beranjak dan keluar dari kamar apartemen tersebut

Jongin lagi-lagi mendesah lega, dia mengunci kembali pintu apartemen

"Kyungsoo ya.." teriak Jongin,

Sosok jiwa Kyungsoo masih ada, tersenyum lips love

"Kyungsoo ya, kemarin kamu begitu cepat pergi. Apa kamu sendiri yang menginginkan itu?" Tanya Jongin, mendekati Kyungsoo, mencoba memegangnya, namun gagal

Kyungsoo menggeleng pelan

"bukan keinginanku Jongin ah, aku hilang sendiri. Aku sama sekali tidak menginginkannya" jawab Kyungsoo, sendu

"apa kamu tersiksa seperti itu Kyungsoo ya? Maksudku hanya bisa menggantung didua alam.." Tanya Jongin lagi, pertanyaannya cepat, takut jika Kyungsoo hilang secara tiba-tiba lagi

"sedikit Jongin ah, menggantung didua alam merupakan sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua orang. Namun penyebab orang menggantung seperti ini berbeda beda, ada karena memang jasadnya tidak diterima oleh yang maha kuasa, atau masih ada tanggungan yang harus ditunaikannya didunia, dan sebagainya. Dan penyebabku masih ada disini Karena kamu Jongin ah, hanya kamu" jelas Kyungsoo

Jongin mendesah, mencoba menggapai dan memegang Kyungsoo lagi, namun lagi-lagi gagal

"apa orang lain tidak bisa melihatmu Kyungsoo ya?' Jongin bertanya lagi

"tidak, hanya kamu saja"

"syukurlah"

Kyungsoo mendekati Jongin, kemudian berujar lagi

"jangan sampai orang lain, selain Chanyeol temanmu itu yang tahu jika ragaku yang terbaring ini sudah mati" kata Kyungsoo, sambil menatap bergantian antara Kyungsoo diranjang dan Jongin

Jongin mengangguk paham

"aku tahu, aku akan berusaha keras menyimpan dan menyembunyikannya. aku juga sudah mengatakan itu pada Chanyeol hyung"

Kyungsoo tersenyum, memandang Jongin-nya lagi

"jangan mengurung diri disini Jongin ah, nikmatilah dunia luar dan jalani hidup secara normal. Jasadku tidak akan apa-apa jika ditinggalkan, tenanglah" Kyungsoo berkata lagi, kembali mengingatkan salah satu syarat agar dirinya bisa kembali lagi bersama Jongin

Jongin mendesah, menatap bergantian lagi antara jiwa Kyungsoo dan jasad Kyungsoo

"tapi, aku tidak bisa tenang kalau tidak melihatmu setiap saat Kyungsoo ya, tidak bisa tenang" ucap Jongin, memandang dengan pandangan sendu

Kyungsoo tersenyum lagi, namun kemudian senyumannya hilang, siluetnya kembali memudar

"maaf Jongin ah, aku harus pergi lagi, jaga dirimu" ucap Kyungsoo, siluetnya semakin tipis, waktu yang diberikan bersama Jongin sangatlah singkat

Jongin menggapai Kyungsoo lagi

"tidak, jangan lagi.. kenapa secepat ini… tunggu Kyungsoo ya…" gapai Jongin, namun sosok Kyungsoo sudah benar-benar hilang, lenyap lagi

Jongin merosot dan menopang dirinya dengan lutut, menunduk

Hening

Jongin tidak berkata-kata lagi, hanya air mata yang mengalir dipipinya, air mata itu sulit terbendung, walau dia sudah berusaha keras untuk menahannya, isakan pelan terdengar lagi

Namja berkulit seksi itu kemudian berdiri dengan susah payah, kembali mendekati jasad Kyungsoo yang terbaring tak bernyawa di ranjang

Jongin berlum berkata apa-apa, dia hanya membelai singkat rambut jatuh Kyungsoo dan mencium bibir tebal namja itu pelan

Hening

.

.

.

.

O…O…O…O...O

Hari-hari berikutnya tetap berjalan seperti kemarin, namun hari ini Jongin berencana membawa Kyungsoo keluar, dia tidak tega dan tidak bisa meninggalkan Kyungsoo sendiri di kamar

Jongin berencana pergi ke rumahnya, melihat kedua orangtuanya

"Kyungsoo ya, aku akan membawamu ke rumahku, sebentar saja" kata Jongin pelan, memasangkan sweater tebal ketubuh tidak bernyawa Kyungsoo, sedangkan dirinya sejak tadi sudah siap-siap

Beberapa menit kemudian, Kyungsoo sudah terbalut swater milik Jongin, sweater yang sama saat Jongin membungkus Kyungsoo untuk pergi ke laut beberapa hari yang lalu

"aku berharap tidak ada orang yang bertanya macam-macam mengenaimu Kyungsoo ya" gumam Jongin pelan, dia dengan susah payah menaikkan Kyungsoo digendongan punggungnya, setelah usaha keras yang tentu tidak mudah, akhirnya Jongin berhasil menggendong Kyungsoo dipunggung, untuk kedua kalinya

Jasad Kyungsoo mirip orang tertidur dipunggung Jongin

Jongin dengan langkah pelan keluar dari dalam kamar apartemen Chanyeol, mengunci kembali apartemen itu dengan menggunakan kartu elektrik otomatis, dan turun menuju lantai dasar

Jongin keluar apartemen masih dengan Kyungsoo digendongannya, beberapa orang yang dipapasinya memandang dengan aneh, memandang Jongin yang menggendong namja yang sudah dewasa dipunggung, hal yang tidak biasa tentunya

Jongin tidak peduli, dia terus melangkah menuju halte terdekat, untuk menaiki bus yang akan membawanya kerumahnya

"ah, kita sampai dihalte Kyungsoo ya" gumam Jongin, berusaha ceria, matanya sudah sembab sejak kemarin, karena terus menerus menangis

Jongin berdiri dan tidak duduk dibangku halte, beberapa namja, yeoja dan ajuhma duduk disana, memandang Jongin dan Kyungsoo yang mungkin terlihat seperti adik kakak

Salah seorang yeoja dihalte tersebut terus menerus memandang Jongin dan Kyungsoo, dia sepertinya hendak mengatakan sesuatu

"maaf, oppa Jongin bukan?" Tanya yeoja itu, berdiri dan mendekati Jongin

Jongin menoleh dan menatap si yeoja

"ya, aku Jongin.." jawab Jongin, sambil memperbaiki posisi Kyungsoo yang sedikit merosot digendongan punggungnya

"perkenalkan oppa, namaku Seulgi. Kita satu sekolah oppa…" kata yeoja yang bernama Seulgi itu, memandang sosok yang ada dipunggung Jongin dengan wajah penasaran

Jongin tersenyum dan membungkuk singkat

"adik oppa sakit?" Tanya Seulgi pelan, matanya terus memperhatikan wajah pucat Kyungsoo yang terpejam rapat

"ya.. ya, adikku ini sakit… kami akan pulang kerumah" jawab Jongin, jawaban otomatis yang dipikirkannya

Seulgi terus menampilkan wajah ingin tahu

"sepertinya aku pernah melihat adik oppa ini, disekolah.." ucap Seulgi, mengingat-ingat wajah Kyungsoo yang sepertinya familiar baginya

Jongin terdiam, rupanya yeoja disampingnya itu terlalu ingin tahu dan mencampuri urusan orang lain

"ya, mungkin… karena adikku ini sering datang kesekolah dan menemuiku" timpal Jongin, berusaha mencari alasan yang bagus

Seulgi magut-magut, kembali melontarkan pertanyaan

"wajahnya terlalu pucat oppa, dia sakit apa?"

"hanya sakit panas"

"tapi terlalu pucat begitu"

"…"

"apa sebaiknya dibawa kedokter saja"

"aku sudah membawanya.."

"tapi, sepertinya keadaannya sungguh menghawatirkan"

Jongin diam, tidak meladeni argument si yeoja, dia berharap ada sesuatu yang menghentikan pertanyaan dan rasa penasaran yeoja itu

Dan kemudian, bis datang dan parkir didepan halte, Jongin mendesah lega

"oppa tidak naik?" Tanya Seulgi lagi, dia sudah siap-siap untuk naik ke bis

"tidak, aku masih menunggu teman disini, aku akan naik ke bis berikutnya" jawab Jongin, dia tidak ingin satu bis dengan Seulgi, untuk menghindari pertanyaan dan percakapan lanjutan yang pasti akan terjadi didalam bis

"baiklah oppa, aku pergi dulu… nikmati liburan oppa, sampai bertemu di sekolah oppa" pamit Seulgi, kemudian naik keatas bis

Jongin tersenyum dan mengangguk, dia lega, akhirnya yeoja teman sekolahnya itu pergi juga

"untung saja yeoja itu tidak terlalu mengenalimu Kyungsoo ya.." gumam Jongin, berkata pada Kyungsoo yang masih ada dipunggungnya

Jongin masih berdiri, dia sama sekali tidak merasakan pegal atau kram, menunggu bis berikutnya dan semoga saja tidak ada orang yang mengenalinya lagi, sangat sulit menjelaskan perihal Kyungsoo yang sudah kaku dan memucat dipunggungnya itu

Beberapa menit kemudian, bis berikutnya datang, Jongin naik dengan perlahan. Mendudukkan Kyungsoo disampingnya, memegangnya erat dan menunggu hingga bis tersebut melaju lagi, menuju arah rumahnya

.

.

.

O….O….O….O….O

Jongin sampai didepan pagar rumahnya. Masih bersama Kyungsoo yang ada digendongan punggungnya. Menatap pintu rumahnya yan terbuka

"kita akan bertemu dengan orangtuaku, calon mertuamu Kyungsoo ya.." Jongin mencoba bercanda, walau hatinya tetap saja pedih

Jongin datang kerumahnya hanya untuk memberitahukan bahwa dia baik-baik saja, beberapa hari ini dia tidak pulang, dan terakhir kali bertemu dengan kedua orangtuanya saat ayah dan ibunya itu bertengkar

"ayo kita masuk Kyungsoo.." kata Jongin, kembali melangkah pelan, menuju pintu rumahnya yang terbuka, sepertinya ayah atau mungkin ibunya sudah ada dirumah

Jongin masuk kedalam rumahnya, matanya kemudian membelakak besar, menatap perabot rumah yang berserakan, foto-foto keluarga tergeletak dengan pigura yang retak, vas bunga pecah, kaca jendela juga sebagian ada yang pecah dan kekacauan yang lainnya

Jongin terus melangkah, terdengar suara TV yang dinyalakan, ada yang menonton TV

"omma… appa…" panggil Jongin pelan

Tidak ada yang menyahut

"omma, appa.. aku…"

"keluar…." Bentak sebuah suara, itu adalah suara ibu Jongin

"omma.."

"keluar kataku…" bentak ibu Jongin lagi, dia duduk didekat lemari ruang tengah, menyalakan TV namun sama sekali tidak menontonnya, dia mengisap rokok batangan

Jongin mendekati ibunya itu, tetap bersama Kyungsoo digendongannya

"omma.. kenapa…"

"keluar, keluar… kamu pergi saja bersama appamu yang sialan itu, tinggalkan omma sendiri disini. omma tidak ingin melihat kalian lagi" teriak ibu Jongin, penampilannya berantakan dan kacau, rambut acak-acakan

Jongin tidak bergeming

"appa pergi? Kemana?" Tanya Jongin, sebenarnya sudah sudah bisa menebak bahwa ayahnya sejak lama sudah tidak tahan dengan sikap istrinya itu

Ibu Jongin tidak menjawab, dia menoleh kearah anaknya tersebut dan berujar lagi

"keluar dari sini, ikuti saja appamu itu… omma tidak ingin melihat wajah kalian. Omma muak dengan semua ini" usir ibu Jongin, mengusir anaknya sendiri

"tapi omma, omma tidak bisa…."

"pergi.. pergi…" ibu Jongin melempar remote TV sembarangan, sebagai tanda bahwa dia tidak ingin dibantah dan anaknya itu harus menurut dan lekas pergi

Jongin mendesah pelan, menutup matanya kemudian membukanya lagi

"baiklah omma, aku akan pergi… jaga diri omma baik-baik" kata Jongin pelan, tidak terasa air matanya jatuh lagi.

Sejak lama keluarganya memang sudah berantakan dan hancur. Ayahnya sering pulang malam dan sepertinya suka bermain wanita sedangkan ibunya adalah perokok berat dan akhir-akhir ini menambahnya dengan minum-minuman beralkohol. Cerminan keluarga yang buruk tentunya

Jongin berbalik, melangkah pelan, menghindari serpihan-serpihan kaca yang berantakan diruang tamu, berjalan keluar rumah

"begitulah keluargaku Kyungsoo ya, tidak ada keceriaan dan kebahagiaan lagi" gumam Jongin, berkata pada Kyungsoo-nya

Dia mendesah lagi, menoleh singkat, kemudian berjalan pelan, kembali ke apartemen milik Chanyeol, bersama jasad Kyungsoo yang tetap setia bersamanya

.

.

.

.

O….O…O…O….O

Cuaca mendung mewarnai perjalanan Jongin sambil menggendong Kyungsoo dipunggungnya. Namja itu tidak kenal lelah terus berjalan, kembali ke halte yang masih lumayan jauh

Ditengah jalan, tiba-tiba seseorang menghentikan motornya tepat didepan Jongin, menghalanginya

Orang yang mengendarai motor itu adalah seorang namja, dan lagi-lagi masih satu sekolah dengan Jongin, dia mendekati Jongin

"kamu Jongin kan?" Tanya si namja, dia adalah Hyunsik, namja teman sekelas Kyungsoo, yang waktu itu membaca diary Kyungsoo dan memperdengarkannya kepada seluruh siswa dikelas

Jongin tidak menjawab, dia berusaha menghindari dan membelok di tikungan jalan yang sunyi

Hyunsik merasa diacuhkan, dia tidak terima

"hei, aku berbicara padamu bodoh… kamu tuli" kata Hyunsik kasar, memegang pundak Jongin, dia masih belum melihat jelas wajah Kyungsoo yang digendong

Jongin masih tidak peduli, dia terus saja melangkah sambil menggendong Kyungsoo

Hyunsik mengejar dari belakang, dia mendadak penasaran dengan namja yang digendong oleh Jongin tersebut, meneliti wajahnya

"Kyungsoo? Kamu menggendong Kyungsoo? Namja sakit sakitan itu" seru Hyunsuk, masih mengejar

Jongin mendengus, tidak terima Kyungsoonya dihina, namun dia berusaha menahan dirinya

Hyunsuk masih 'ngeyel' dan terus mengoceh

"ah, ternyata kamu menyukai namja menyimpang ini, aku tidak menyangka… kemarin-kemarin kamu menjauhinya, dan sekarang kamu malah menggendongnya mesra. Namja seperti dia ini tidak bisa dikasih hati, namja pesakitan dan tidak berguna…"

'buugghh..'

Jongin melayangkan tinjunya, dia membogem Hyunsik, namja itu tersungkur sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah

"jangan hina Kyungsoo seperti itu" kata Jongin keras, dia berusaha kuat untuk memegang Kyungsoo yang tadi hampir jatuh karena pergerakan Jongin yang tiba-tiba

Mata Hyunsik berkilat marah, tidak terima dengan pukulan mendadak Jongin, dia berdiri dan membalasnya,

Namun gagal

Jongin berhasil menahan tinjunya, tapi akibatnya Kyungsoo merosot dan terjatuh di rumput samping trotoar. Dengan posisi miring, namja yang sudah tidak bernyawa itu hampir terguling kedalam selokan

"Kyungsoo ya.." jerit Jongin, dia memelintir tangan Hyunsik cepat dan mendorong namja itu menjauh

Hyunsik kembali tersungkur dengan bokong mencium aspal, sakit

Jongin lekas memegang dan memeluk Kyungsoo, mendekapnya erat

"maaf Kyungsoo ya.." kata Jongin, akibat dia memukul Hyunsik tadi, membuat Kyungsoo terjatuh dari gendongannya

'buugh…'

Hyunsik menendang punggung Jongin keras, dia mengulanginya sampai dua kali, membalas

"sialan, mati kamu…" seru Hyunsik kejam, kembali melayangkan tendangannya lagi

Jongin hanya bisa memeluk Kyungsoo, memasang tubuhnya agar Kyungsoo tidak kena tendang

'bughh… bugh… bugh…'

Setelah puas, akhirnya Hyunsik menghentikan tendangan membabibuta dan bertubi-tubinya

"kamu membela namja itu, kenapa? Hah…" teriak Hyunsik, nafasnya memburu karena mengeluarkan tenaga terlalu banyak

Jongin diam, tetap dengan posisinya yang pasang badan dan memeluk jasad Kyungsoo, dia memutuskan tidak menanggapi semua teriakan dan makian Hyunsik tersebut. Jongin menahan rasa sakit dipunggungnya

Hyunsik berkacang pinggang

"kalian berdua sama saja… dua namja laknat" maki Hyunsik, lalu meludah dan kemudian setelah itu pergi, meninggalkan Jongin dan Kyungsoo yang tersungkur dipinggir trotorar

Jongin mendesah lega, akhirnya si pengacau, Hyunsik itu pergi

"maaf Kyungsoo ya, gara-gara aku tubuhmu jadi kotor begini" ucap Jongin, mengusap pelan tubuh Kyungsoo yang berpasir, sesekali dia meringis karena tulang punggungnya ngilu dan sakit, bekas ditendang oleh Hyunsik tadi. Namun Jongin tidak peduli, dia hanya mengkhawatirkan jasad Kyungsoo saja

Air mata Jongin kembali menetes, dia mengusapnya pelan. Kemudian berdiri dan kembali menggendong Kyungsoo,

Bunyi Guntur dan petir menggema dilangit, dan beberapa saat kemudian, hujan turun dengan deras

"ah hujan.." rutuknya

Jongin berlari pelan dengan Kyungsoo digendongannya, mencari tempat berteduh untuk mereka berdua

"maaf Kyungsoo ya, kamu kehujanan" gumam Jongin, air matanya terhapus oleh air hujan yang deras,

Setelah beberapa lama mencari tempat berteduh, akhirnya Jongin menemukan sebuah kios yang tertutup, namun didepannya ada sedikit tempat untuk berteduh

"kita berteduh disini Kyungsoo yaa" ucap Jongin, mendudukkan Kyungsoo di area yang tidak basah, sedangkan dirinya duduk di area yang terkena percikan air, prioritasnya hanya Kyungsoo, dia tidak memperdulikan dirinya sendiri

Udara dingin menusuk tulang-tulang Jongin, dia membuka sweaternya dan memasangkannya ke tubuh Kyungsoo, sekarang jasad Kyungsoo terlapis dengan dua sweater tebal

Jongin kemudian memeluk Kyungsoo pelan, merapatkan tubuhnya ke jasad tidak bernyawa Kyungsoo, dia menggigil kedinginan

"maafkan aku, aku membuatmu menderita" kata Jongin, kedinginan

Jasad Kyungsoo tentu saja tidak bisa menjawab, jasad mati itu hanya bisa terus terpejam, kaku, pucat dan diam

Jongin mendekatkan wajahnya ke wajah pucat Kyungsoo, mengecup bibir tebal namja itu singkat, kemudian memeluknya erat, memberikan kehangatan bagi Kyungsoo, walau dia tahu dengan pasti bahwa kehangatan itu tidak mungkin dirasakan oleh Kyungsoo

Tidak jauh dari tempat Jongin dan jasad Kyungsoo berada, sosok jiwa Kyungsoo berdiri dalam guyuran hujan, namun dia sama sekali tidak basah, dia tersenyum kearah Jongin yang memeluk jasadnya

"terima kasih karena kamu telah menjaga jasadku dengan baik Jongin ah. Ujian pembuktian cintamu sudah terlewati sebagian, selebihnya lagi masih menanti didepan… aku yakin kamu bisa melewatinya, dan membawaku kembali kedunia ini. kembali bersama-sama denganmu" ucap jiwa Kyungsoo pelan, lalu kemudian menghilang lagi

Guyuran hujan semakin deras saja

.

.

.

.

.

.

.

TBC

O…O…O…O…O…O…O

Maaf update agak sedikit lama ya… aku kira FF ini sudah tidak ada yang baca, jadi aku hanya fokus pada FF 'Boys Sex' ku saja… mian…

Terima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan komentarnya di 2 chapter terdahulu, itulah yang membuat FF ini update lagi

Review lagi ya… supaya FF ini bisa terus berlanjut dan mencapai Endingnya

Salam kiss, hug dan love

Thanks To Reviews :

OhLu BalBal, nam, firda-xmin, shikyung3, SuvinaAsantoni, lalat. pucing, lovely autumn, Alienbaby88, Viyomi, VijnaPutri, choi seul bee, lolamoet, SognatoreL, zhea. Zhiioott,

By : Han Kang Woo (eks Silent Kaisoo)