After 5 Years ago
By : Han Kang Woo
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, etc
"Only Kaisoo"
Genre : Romance, Angst (?)
Warning : This is Yaoi (Bos Love),
Rated : T+
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Beberapa hari berlalu sejak Jongin dan Kyungsoo kehujanan diluar sana. liburan kenaikan kelas masih tersisa satu minggu lagi. Jongin memanfaatkan liburannya untuk terus bersama dan menemani Kyungsoo, menemani sosok namja kecil yang dicintainya, menemani jasad Kyungsoo yang tidak membusuk ditelan waktu. Ya… sesuai perkataan jiwa Kyungsoo bahwa jasadnya tidak akan membusuk karena dia belum benar-benar meninggalkan dunia ini. dan Jongin berharap sebelum liburan sekolah usai, dia sudah berhasil 'membangunkan' Kyungsoo dari tidur panjangnya tersebut
Sore itu, Jongin duduk disamping Kyungsoo, hal yang selalu dilakukannya dan dia tidak pernah bosan, namja itu menerawang sambil mengusap rambut jatuh namjanya itu
"ah, aku tidak tahu dan tidak punya bayangan bagaimana membuktikan cintaku padamu, Kyungsoo" gumam Jongin, berbicara pada Kyungsoo yang kaku dan tidak bernafas
"…"
"apa dengan perkataan? kata cinta?" tanya Jongin, dia mendesah. Dirinya sudah sering mengungkapkan kalimat cinta untuk Kyungsoo, sangat sering malah
"…"
"apa aku harus melakukannya dengan ciuman?" tanya Jongin lagi, lalu menggeleng. Dia sudah sering mencium bibir tebal Kyungsoo, hampir setiap saat
"…"
"atau dengan… dengan seks?" Jongin kembali menerka dan menebak asal, dan selalu mengakhirinya dengan menggeleng
Hanya seks yang belum dilakukannya dengan Kyungsoo. Jongin sempat berpikir untuk melakukannya, melakukan seks dengan namja yang tidak bernafas, siapa tahu dengan melakukan itu dia bisa 'menghidupkan' Kyungsoo kembali. Pembuktian cinta yang dilakukan dengan seks
"ah, apa yang aku pikirkan… maafkan aku Kyungsoo, sudah memikirkan hal itu… maaf" Jongin merutuki dirinya sendiri, dia masih punya hati dan tidak mungkin menjamah Kyungsoo yang sudah tidak bernyawa
Tentunya tidak ada jawaban dari Kyungsoo
Hening
Tiba-tiba ponsel milik Jongin bergetar
Jongin sedikit terkaget, dia menghela nafasnya, masih belum menemukan petunjuk 'pembuktian cinta itu'. Dia beranjak pelan dari sisi ranjang tempat Kyungsoo terbaring
"sebentar, aku mengambil ponselku dulu…" gumam Jongin pada Kyungsoo, lalu berdiri dan mengambil ponselnya diatas meja
Namja berkulit seksi itu membaca pesan singkat yang masuk ke ponselnya, dia sedikit kesal karena hanya pesan promosi dari operator seluler yang digunakannya,
Namun netranya memandang satu pesan singkat yang belum dibaca, dari seorang yeoja yang sangat dekat dengannya akhir-akhir ini, dia membaca isi pesan singkat itu
'oppa, oppa dimana? Aku menunggu oppa sore ini jam 5 di taman biasa. oppa harus datang dan tidak boleh ada penolakan' begitu isi pesan singkat dari si yeoja. Dengan nama yang sudah ter-save di ponselnya, Krystal Chagiya
Jongin menghela nafas, menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 04.45 sore, dia masih ada waktu untuk menemui si yeoja
Jongin menutup pesan singkat itu, yang membuat ponselnya menampilkan wallpaper utama. Gambar yang menampakkan sosoknya dan sosok yeoja yang baru saja mengirimkan pesan singkat, digambar itu sangat jelas terlihat kedua pipi Jongin dan pipi si yeoja menempel seperti perangko, sangat intim
Jongin menatap wallpaper ponselnya, lalu bergantian menatap sosok Kyungsoo yang terbaring diranjang, dia lalu berjalan mendekati Kyungsoo, mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo, mengaktifkan kamera ponselnya dan memfoto wajahnya dan wajah Kyungsoo yang berdekatan
'jepret..'
Jongin berhasil mengabadikan fotonya (berselfie) berdua dengan Kyungsoo, dimana dirinya mencoba tersenyum dan Kyungsoo tentu saja hanya menutup mata dengan wajah putih pucat
Tidak terasa air mata Jongin menetes kembali, dia terisak pelan
"aku… aku tidak mempunyai fotomu Kyungsoo yaa. Aku tidak memiliki moment kita berdua yang diabadikan, maafkan aku" Jongin berujar sambil terisak, dia mengganti wallpapernya bersama yeoja itu dengan wallpaper yang baru, fotonya bersama Kyungsoo
Jam sudah menunjukkan pukul 04.51 sore
Jongin berencana menemui yeoja itu, yeoja bernama Krystal, dia sedikit ragu apakah harus membawa Kyungsoo lagi atau tidak, dia sangat takut jika Kyungsoo terkena sesuatu dijalan nanti, dia tidak ingin jasad Kyungsoo kenapa-kenapa
Jongin berpikir keras, mengusap pelan air matanya yang tadi mengalir. Menimbang-nimbang apakah akan membawa Kyungsoo serta atau meninggalkan namja itu sementara di apartemen Chanyeol yang sekarang ditinggalinya
Setelah berpikir agak lama, akhirnya Jongin memutuskan untuk meninggalkan Kyungsoo sementara diapartemen
"maaf Kyungsoo yaa, aku pergi sebentar. Aku janji tidak lama. Aku mencintaimu…" ucap Jongin, mengecup pelan bibir love Kyungsoo, lalu mengambil sweater tebalnya, memakainya cepat dan beranjak menuju pintu
Jongin terdiam dipintu yang telah dibukanya, dia masih ragu untuk meninggalkan namjanya itu sendiri, namun keraguannya itu terhapus oleh kekhawatirannya jika Kyungsoo ikut, dia tidak ingin yeoja yang bernama Krystal menyakiti Kyungsoo. Karena dia tahu bagaimana tabiat dan sifat yoeja cantik itu
"aku pergi Kyungsoo, hanya sebentar.." tutup Jongin, lalu dengan cepat keluar dan mengunci pintu apartemen dari luar
Meninggalkan Kyungsoo sendirian
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Jongin sampai tepat waktu ditaman yang telah dijanjikan oleh yeoja yang bernama Krystal. Yeoja itu sepertinya sudah datang lebih dahulu, dia terus menurus memandang jam tangan ditangan kecil dan putihnya
"Krystal…" sapa Jongin, tidak memakai 'embel-embel' apapun dalam menyebut nama yeoja itu
"ah, oppa… aku kira oppa tidak akan datang" balas Krystal, dia tersenyum dan ingin memeluk tubuh Jongin, namun Jongin memundurkan langkahnya dan mencegah yeoja itu memeluknya
Krystal kaget,
"oppa kenapa? Tidak biasanya" protes Krystal, dia mencoba untuk memeluk Jongin lagi, dan kali ini Jongin memegang pundaknya
"kita harus putus…" ujar Jongin tegas, to the point
'jdeeerrr..'
Seperti kilat dan petir, kata kata dan kalimat dari Jongin itu membuat Krystal kaget dan tidak percaya
"apa? oppa bilang apa? jangan bercanda oppa" Krystal mencoba tertawa, walau dia tahu Jongin tidak main-main, terlihat dari sorot mata namja itu yang serius
"aku tidak bercanda, aku ingin putus dan mengakhiri hubungan kita" jelas Jongin, memasang wajah datar
"oppa jangan main-main, apa alasannya?" tanya Krystal, masih mencoba untuk tidak mempercayai kalimat putus yang ditakutkannya selama ini
"alasannya karena aku tidak mencintaimu. Aku terpaksa berpacaran denganmu" jawab Jongin
'plaakkk…'
Sebuah tamparan keras dilayangkan oleh Krystal, kini dia yakin bahwa Jongin memang ingin putus darinya, wajah yeoja itu memerah karena marah
"jadi selama ini oppa mempermainkanku?" tukas Krystal, dadanya naik turun, dia geram
"tidak, aku sama sekali tidak mempermainkanmu. Kau yang selalu mengajarku dulu, dan akhirnya aku menerima cintamu… dan sekarang aku ingin mengakhirinya" kata Jongin, memegang pipi kirinya yang memerah dan perih, dia tidak masalah dengan tamparan yang dilayangkan untuknya
Krytal mendengus
"aku memang mengejar oppa. karena aku tahu perasaan oppa sama denganku, oppa juga mencintaiku" Krystal menyibakkan rambut panjangnya, masih dengan wajah yang marah
Jongin menggeleng
"kau salah, aku tidak mencintaimu… kau pantas mendapatkan namja yang lebih baik dariku. Kita tidak pernah melakukan apa-apa, hanya sekedar ciuman saja. kau pasti paham maksudku"
"kita baru berpacaran selama dua bulan. Apa oppa sudah menemukan yeoja yang lebik cantik dan seksi dariku?" Krystal masih 'ngotot', dia menaruh kedua lengan didadanya
Jongin tidak menjawab, dia hanya memegang pipinya lagi, dimana rasa perih masih terasa disana
Krystal menggeleng kasar
"oppa akan bahagia bersamaku, appaku punya uang banyak dan kita bisa menikah diluar negeri, …"
"tolonglah, aku ingin putus… aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini, kau pasti akan tersakiti jika memaksakannya" Jongin memohon dengan sangat, baru kali ini dia bersikap seperti itu, memohon pada seorang yeoja
"apa yang kurang dariku oppa? aku cantik, kaya, terhormat…"
"kau sama sekali tidak kekurangan apapun, kau sempurna… tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini. aku sudah mempunyai orang lain dihatiku, dan dia tidak akan terganti untuk selamanya"
'plaakkk…'
Tamparan kedua dilayangkan lagi oleh Krystal, gadis cantik itu menghentakkan kakinya ketanah dengan kasar, mendengus
"ok… putus, kita putus… aku akan mencari lelaki yang lebih tampan darimu" tukas Krystal, tidak memakai embel-embel 'oppa' lagi dikalimatnya. dia meludah kasar dan beranjak pergi, sadar bahwa tidak mungkin bisa melanjutkan dan mempertahankan hubungannya lagi. Yeoja itu meninggalkan Jongin yang lagi-lagi hanya bisa memegang pipinya pelan
"itu lebih baik, terima kasih…" gumam Jongin, dia tersenyum kecut, pipinya semakin merah karena tamparan kedua, namun dia tidak peduli, itu dilakukannya demi Kyungsoo, namjanya
Jongin menatap Krystal yang sudah menjauh, meninggalkannya
"aku harap dengan begini, pembuktian cintaku pada Kyungsoo akan semakin dekat" kata Jongin pada dirinya, dia tersenyum
Namja berkulit seksi itu merogoh sakunya dan mengambil ponsel disana, menghapus nomor Krystal dan berharap yeoja itu juga menghapus nomornya, dia mendesah lega
Dan tiba-tiba, seseorang mengagetkan Jongin, yang memegang bahunya dan itu membuatnya sedikit terlonjak kaget
"kau Jongin bukan? Kim Jongin?" tanya orang itu, dia namja, yang menggunakan pakaian tebal yang menutupi sampai lehernya
"ya, aku Jongin. ada apa?" tanya Jongin, tersenyum
"kau tidak mengenalku? Kita satu sekolah" ucap namja itu, memandang pipi Jongin yang merah sebelah
"ah, kau…"
"aku teman sekelas Kyungsoo, sekaligus tetangga kamarnya di asrama sekolah" kata si namja, dia adalah Baekhyun
"ah, iya… aku ingat" kata Jongin, lalu membungkuk, Baekhyun juga balas membungkuk singkat
Baekhyun memandang ponsel Jongin, dia sekilas melihat wallpaper ponsel itu, hanya sekilas dan belum yakin dengan penglihatannya
"maaf, aku mau tanya… apa kau melihat Kyungsoo? Aku beberapa jam yang lalu kembali dari rumahku. Ingin menemui Kyungsoo dikamar asrama, tapi Kyungsoo tidak ada. Tapi Kamarnya terbuka" kata Baekhyun, menanyakan pada namja yang diketahuinya selama ini tidak pernah menyapa Kyungsoo di sekolah, mungkin pertanyaannya itu akan sia-sia saja
Jongin terdiam, wajahnya mendadak tegang,
"aku… aku tidak melihatnya, eh.. mungkin saja dia pulang kampung dirumah keluarganya" jawab Jongin, sedikit tergagap, dia gugup, terpaksa berbohong
"tapi Kyungsoo tidak punya keluarga lagi, itulah sebabnya dia hanya tinggal diasrama saat liburan" balas Baekhyun, dia meneliti ekspresi wajah Jongin, mencari sesuatu yang aneh disana
"oh, apa kau sudah menanyakan pada kepala asrama?"
"kepala asrama sedang keluar kota, yang ada hanya petugas kantin, aku sudah menanyakan padanya, tapi dia tidak tahu apa-apa" jawab Baekhyun, mendesah
"aku juga tidak tahu Kyungsoo kemana" Jongin masih gugup, tidak ingin Baekhyun tahu jika Kyungsoo saat ini berada bersamanya dan dalam kondisi yang tidak bernyawa
Baekhyun terdiam, mencoba berpikir, namun wallpaper ponsel Jongin tadi mengalihkannya, dia memutuskan untuk bertanya lebih lanjut
"maaf, aku tidak sengaja melihat gambar layar utama ponselmu. Apa itu foto Kyungsoo?" tanya Baekhyun, pikirannya jalan
Jongin gelagapan, dia menggoyang-goyangkan ponsel yang masih ada ditangannya, antara ingin memasukkannya kesaku atau tetap memegangnya saja, dia gugup lagi
"itu foto Kyungsoo bukan?" ulang Baekhyun, masih dengan pertanyaan yang sama
"ya, ini foto Kyungsoo" jawab Jongin akhirnya, mencoba tidak berbohong, karena namja didepannya sudah melihat wallpaper foto itu secara tidak sengaja
"jadi kalian memang saling mengenal sejak dulu?" Baekhyun semakin berani dan menyakan hal-hal yang lebih pribadi
Jongin terdiam, dia menunduk, menggesek-gesekkan kakinya ketanah
"kalian sudah mengenal?" Baekhyun sedikit memaksa
"ya, kami sudah saling mengenal sejak dulu" jawab Jongin, lagi-lagi tidak bisa bohong
Baekhyun mendesah pelan,
"aku sudah menduganya. Kyungsoo sejak dulu selalu murung karena kau. Dia selalu menyapamu disekolah, tapi kau tidak pernah menanggapinya. Dia selalu kena bully disekolah karena mengejarmu, dia hanya ingin berbicara denganmu sebagai orang yang pernah dikenalnya dimasa lalu. Kyungsoo semakin sakit karena kau, dia selalu mengingatmu. Dan yang membuatnya bertahan dari sakitnya itu kau. dia pernah berkata tidak akan 'pergi' sebelum dia berbicara baik-baik denganmu, walau hanya sepatah dua kata saja" ungkap Baekhyun, matanya berkaca-kaca, mengingat kepedihan dan penderitaan yang dialami oleh Kyungsoo
Jongin terus menunduk, tidak terasa air matanya kembali mengalir dan jatuh, menetesi sepatu yang digunakannya, dia terisak pelan
Baekhyun juga menangis, air matanya mengalir pelan, dia menghapusnya cepat
"aku harap setelah kau bertemu dengan Kyungsoo, kau bisa berbicara baik-baik dan mengatakan alasanmu tidak mau mengenalnya lagi selama 5 tahun terakhir. Selama itu Kyungsoo menunggumu… dan semoga kau tidak 'terlambat' dan waktu masih mengijinkanmu bertemu dengannya dalam keadaan masih bernyawa" kata Baekhyun, hatinya perih mengucapkan kalimat terakhirnya, tapi dia harus mengatakan itu untuk membuat Jongin membuka hati, semua demi Kyungsoo, sahabatnya
Jongin mendongak, menghapus air matanya dan mengangguk pelan, dia cegukan
"ya.. aku.. aku… aku akan memperbaiki kesalahanku, aku… aku berjanji" ucap Jongin terbata-bata,
Baekhyun tersenyum, memegang bahu kokoh Jongin
"terima kasih, aku berharap Kyungsoo saat ini baik-baik saja, dia sakit. Aku sangat mengkhawatirkannya" kata Baekhyun, sedikit lega dengan kalimat Jongin. dia mensugestikan dirinya bahwa Kyungsoo saat ini sedang berlibur dirumah entah siapa
"ya, Kyungsoo pasti baik-baik saja" ucap Jongin, dia mendesah
"semoga"
"…"
Baekhyun melihat jam tangannya singkat,
"maaf aku harus pergi, sampai ketemu lagi di sekolah" kata Baekhyun, tersenyum kotak dan membungkuk singkat
Jongin balas membungkuk, mengucapkan terima kasih dengan pelan
Baekhyun beranjak, berjalan cepat, menghentikan taksi, melambaikan tangan singkat kearah Jongin, dan masuk kedalam taksi. Meninggalkan Jongin sendirian
Jongin menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan, dia lega karena Baekhyun tidak bertanya macam-macam dan curiga dengannya
Ya… sesuai perkataan jiwa Kyungsoo, dia harus menyembunyikan kematian namja itu dan hanya dirinya dan Chanyeol saja yang tahu, semakin banyak yang tahu mengenai kematian Kyungsoo, maka semakin sulit bagi Jongin untuk 'mengembalikan' jiwa Kyungsoo kejasadnya dan otomatis pintu untuk bersatu dengan Kyungsoo di dunia akan semakin tertutup
Jongin menatap jam diponselnya, dan berencana ke rumahnya sebentar untuk melihat ibunya disana, berharap ibunya yang sudah kecanduan alkohol itu tidak apa-apa. ibunya kini sendirian, karena sang ayah sudah pergi entah kemana, keluarganya betul-betul hancur berantakan.
Jongin membalikkan tubuh perlahan, dan dikagetkan dengan penampakan sosok namja yang ditinggalkannya diapartemen Chanyeol sendirian, Kyungsoo
"Jongin ah, lekas pulang… jasadku membutuhkan bantuanmu" ucap jiwa Kyungsoo dengan kalimat cepat
"ada apa? kenapa?" tanya Jongin, dia senang melihat jiwa Kyungsoo yang muncul lagi, karena dia bisa bicara dengan jiwa itu
"pulanglah sekarang, sesuatu terjadi…" siluet Kyungsoo memudar lagi, bukan keinginannya untuk menghilang
"ah, Kyungsoo yaa… kenapa lagi-lagi secepat ini" Jongin ingin menjangkau siluet Kyungsoo yang memudar, namun seperti biasa sia-sia saja
Jongin terduduk dengan ditopang lututnya, namun lekas berdiri dan beranjak
"aku segera pulang Kyungsoo yaa…" gumam Jongin, tidak membuang waktu, lalu lekas berlari dan mencari kendaraan yang bisa mengantarkannya dengan cepat ke apartemen Chanyeol, hati dan perasaannya mendadak was-was dan gelisah
.
.
.
.
O….O….O….O….O
Jongin tiba dengan cepat diapartemen Chanyeol. terengah engah, dia berhenti didepan pintu kamar apartemen, karena melihat sedikit asap yang keluar dari celah pintu apartemen
Perasaan Jongin semakin tidak enak, dia lekas membuka pintu apartemen dan menghamburkan dirinya masuk, mata namja itu terbelakak kaget
Bagian dapur apartemen Chanyeol terbakar, api dan asap hampir memenuhi sebagian ruangan dapur itu, Jongin dengan cepat memandang kearah ranjang, dimana Kyungsoo kini terbaring tidak bernyawa, Namja itu selamat dan masih baik-baik saja. mungkin telat sedikit saja, jasad Kyungsoo akan terbakar bersama isi apartemen Chanyeol
Jongin dengan cepat masuk kedalam kamar mandi, mengambil air dengan tergesa-gesa, dan menyiram kobaran api yang mulai membesar. Perlu usaha ekstra untuk memadamkan api, dan untung saja disana jarang barang-barang plastik, jadi api masih bisa dijinakkan
Setelah usaha keras selama beberapa menit, Jongin berhasil memadamkan api seorang diri, tidak ada yang membantunya, tetangga apartemen sepertinya semua keluar dan sibuk dengan urusan masing-masing
Baju dan celana Jongin sedikit basah, dia tidak memperdulikan itu, dia lekas menuju ke namjanya, Kyungsoo. Memeluk erat namjanya itu dan terisak tertahan
"ma... maafkan aku Kyungsoo yaa. Aku meninggalkanmu… maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi" ucap Jongin, masih memeluk erat tubuh kecil Kyungsoo, mencium rambut jatuh namja itu
Keadaan dapur apartemen Chanyeol kini berantakan, basah dan hitam pada dindingnya, kepulan asap mewarnai ruangan itu, api sudah padam dan meninggalkan bau terbakar yang menyengat hidung
"maafkan aku… maafkan aku…" ucap Jongin lagi, belum melepaskan pelukannya ditubuh tidak bernyawa Kyungsoo, dia berjanji tidak akan meninggalkan Kyungsoo lagi sendirian, never
Kebakaran yang terjadi didapur Chanyeol karena keteledoran Jongin sendiri, dia melupakan microwave yang masih on didapur, yang merupakan penyebab kebakaran yang terjadi, dan untung saja jiwa Kyungsoo berhasil muncul dan menyuruh Jongin lekas pulang
"maafkan aku… aku tidak akan meninggalkanmu lagi" Jongin terus mengulang kalimatnya, dia shock, hampir saja menghilangkan jasad Kyungsoo dan membuat tubuh itu terbakar. Air mata Jongin kembali menetes
"jangan terlalu menyesali diri Jongin ah, hal itu semakin membuatku sulit kembali…" ucap sebuah suara, suara jiwa Kyungsoo yang kembali muncul dikamar itu
"Kyungsoo yaa…" Jongin mendadak sumringah, menghapus air matanya pelan, dengan jasad Kyungsoo yang masih dipelukannya
"yang penting jasadku selamat Jongin ah, kau berhasil dan tepat waktu" kata jiwa Kyungsoo, dia tersenyum love lips
"kalau bukan karena kemunculanmu tadi, aku tidak tahu apa yang… ah.."
"sudahlah, yang penting semua baik-baik saja"
"jangan pergi dulu Kyungsoo yaa. Tolonglah…" pinta Jongin, memasang wajah sendu
"bukan aku yang menginginkannya Jongin, aku menghilang sendiri. Sudah ditetapkan demikian. Dan aku harap sekarang aku bisa lebih lama disini, berbicara denganmu" jelas jiwa Kyungsoo, mendekati Jongin dan jasadnya, berdiri disampingnya
"aku sudah tidak sabar untuk mengembalikanmu ke dunia Kyungsoo, aku tidak tega melihatmu seperti ini" kata Jongin, memandang bergantian antara jiwa Kyungsoo dan jasad namja itu
"semua sudah terjadi Jongin ah, ini ujian bagi kita berdua… aku sebenarnya sedikit tersiksa dengan keadaanku sekarang, tapi aku masih bisa menahannya, dan yakin bahwa kau pasti akan berhasil dan bisa mengembalikan diriku secara utuh lagi" ungkap Kyungsoo, posisinya masih berdiri
"apa tidak ada bayangan sama sekali mengenai 'pembuktian cinta' itu? Aku harus melakukan apa, melakukan hal khusus, misalnya seks?" tanya Jongin, dia terpaksa bertanya frontal, menyempitkan semua kemungkinan, dia berbicara dengan cepat dan tergesa-gesa, takut jika jiwa Kyungsoo hilang lagi
Kyungsoo tersenyum, lalu menggeleng
"aku tidak mempunyai bayangan. tapi sepertinya kau harus menjalani hari dengan jasadku, dan dalam hari-harimu itu kau bisa membuktikan cintamu padaku, dengan kondisiku yang tidak bernyawa. Hanya itu yang bisa kutangkap. Bersama namja yang tidak bernyawa dan berusaha keras menyembunyikan kematian namja itu bukan perkara yang mudah Jongin. dan mengenai seks, aku rasa itu bukan pembuktian cinta Jongin ah. Tapi kau bisa melakukannya dan mencoba jika kau mau" Kyungsoo berujar dan memberikan pilihan dan kemungkinan
Jongin mendesah dan menggeleng
"aku tidak mungkin melakukannya, aku sama saja dengan merendahkan dan menyakiti jasadmu jika aku melakukannya" kata Jongin, mengutarakan pemikirannya
"ya, aku tahu kau tidak akan melakukannya. Kau namja yang baik Jongin ah" puji Kyungsoo, tersenyum lagi
Jongin mengeratkan pelukannya kejasad Kyungsoo, bau asap masih memenuhi ruangan
"Kyungsoo yaa. Bisa kau mendekat kearahku?" pinta Jongin, dirinya sulit beranjak karena masih memeluk jasad namjanya
Jiwa Kyungsoo bergerak perlahan, menyempitkan jarak dari Jongin. Jongin dengan pelan mengarahkan tangannya ke tangan jiwa Kyungsoo, ingin memegang tangan itu
Tapi seperti yang sudah-sudah, nihil. Jongin menembus tangan Kyungsoo yang seperti bayangan, hanya udara dingin yang terasa
"sia-sia Jongin ah, kau tidak akan bisa menyentuh tanganku" ucap Kyungsoo
"ya, aku tahu… tapi siapa tahu ada keajaiban yang terjadi, dan aku bisa memegangmu" Jongin tersenyum kecut, kecewa
Hening
Jongin semakin mengeratkan pelukannya ke jasad Kyungsoo, lagi-lagi tidak pernah menyangka bahwa Kyungsoo akan menderita dan bernasib seperti ini, andai dulu dia cepat menyadari perasaannya, mungkin Kyungsoo tidak akan merasakan kematian secepat ini, semua karena dirinya dan penyakit yang diderita oleh Kyungsoo
"Kyungsoo yaa, kau pernah mengatakan bahwa jika aku 'merelakan dan ikhlas' dengan kepergianmu, maka kau akan pergi untuk selamanya?" tanya Jongin, mengingat lagi pernyataan jiwa Kyungsoo beberapa hari yang lalu
"ya, jika kau rela aku pergi, maka aku akan pergi dengan tenang. Jasadku bisa membusuk dan harus segera dimakamkan. Dan jiwaku tidak akan muncul lagi" jelas Kyungsoo
Jongin menggeleng kasar, dia tidak ingin Kyungsoo pergi dan meninggalkannya, tidak
"tidak, aku tidak akan merelakan kepergianmu. Tidak akan" seru Jongin, menggeleng
"ya, aku tahu kau tidak akan merelakan kepergianku Jongin ah. Hanya kaulah satu-satunya harapanku, namja yang kucintai sejak 5 tahun yang lalu, kini dan seterusnya" ungkap Kyungsoo, tersenyum bentuk love lagi
"aku akan berusaha, melewati hari dengan jasadmu. Dan berharap suatu hari nanti aku berhasil melewati ujian pembuktian cinta itu dan membawamu kembali padaku, selamanya" janji Jongin, dia mengecup dahi jasad Kyungsoo singkat
Jiwa Kyungsoo tersenyum mendengar perkataan Jongin, bersyukur karena dia belum menghilang, kali ini diberikan waktu lebih lama bersama Jongin
Dan tiba-tiba, pintu kamar apartemen diketuk oleh seseorang, lumayan keras
'tok… tok… tok…' !
Jongin menoleh cepat kearah pintu kamar, sedikit kaget. sedangkan jiwa Kyungsoo sudah tahu siapa yang datang itu, dia bisa melihat menembus pintu kamar dan melihat beberapa sosok berdiri didepan pintu
"apa itu Chanyeol hyung?" gumam Jongin pelan, belum beranjak membuka pintu, masih memeluk jasad Kyungsoo erat
"bukan" jiwa Kyungsoo menjawab pertanyaan pelan Jongin
"lalu siapa?"
"mereka berpakaian seragam polisi, ada 3 orang" jawab jiwa Kyungsoo lagi, wajahnya serius
"polisi?"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
O….O….O….O….O….O….O
Aku minta maaf Karena agak lama post nih FF. chapter 4 ini sudah lama 'bercokol' dilist upload Ffn sih, tapi lupa publish aja, karena fokus ama FF lain (lirik FF 'Boys Sex' yang penuh dengan Review tapi penuh juga dengan Bash dan Flame).
Terima kasih kepada pembaca yang selama ini baca dan memberkan Reviewnya, gomawoo tidak terhingga. FF ini tidak sampai 10 chapter koq, jadi cepat tamatnya, he…he… ngalahin jumlah episode terpendek drama Korea
Reviewnya kembali dinantikan ya… jangan bosan-bosan #WinkBarengAnaknyaSooman
Thanks To Reviews :
Humaira9394, Viyomi, sOhLu BalBal, nam, firda-xmin, shikyung3, SuvinaAsantoni, lalat. pucing, lovely autumn, Alienbaby88, VijnaPutri, choi seul bee, lolamoet, SognatoreL, zhea. Zhiioott, vira, diochan, sooman, kyung, dio, Doaddict, dyifa, nyohssehun, yasaya. mei, hoshina. imeta, deer0926, dll
By : Han Kang Woo (eks Silent Kaisoo)
