After 5 Years ago
By : Han Kang Woo
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, etc
"Only Kaisoo"
Genre : Romance, Angst (?)
Warning : This is Yaoi (Boys Love),
Rated : T+
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
"polisi?"
Wajah Jongin mendadak menegang, dahinya sontak berkeringat dingin. Tidak menduga jika ada 3 orang polisi yang akan mendatangi apartemen Chanyeol yang kini ditinggalinya bersama Kyungsoo yang sudah tidak bernyawa
Jongin belum melepaskan pelukannya dijasad Kyungsoo, dia memandang jiwa Kyungsoo yang masih terus berdiri
"apa kau tidak bisa mengusir mereka, dengan menakut-nakutinya?" tanya Jongin pada jiwa Kyungsoo yang belum menghilang
Jiwa Kyungsoo menggeleng pelan
"aku bukanlah hantu Jongin ah, aku hanyalah jiwa yang terpisah dari jasadku. Aku tidak bisa memegang benda apapun, dan hanya bisa berkomunikasi denganmu saja, hanya denganmu" jawab jiwa Kyungsoo, mendesah
Jongin juga mendesah, memejamkan matanya singkat, kemudian membukanya lagi, karena ketukan dari arah pintu semakin keras dan bersahutan, sepertinya ketiga polisi diluar itu sudah bosan menunggu dan tidak sabar untuk dibukakan pintu
"bagaimana ini Kyungsoo ya?" tanya Jongin, tidak bisa mengambil keputusan
"tidak ada pilihan lain, buka saja" jawab jiwa Kyungsoo, memberikan sarannya
"tapi… tapi bagaimana jika polisi itu melihat dan mengetahui jasadmu?" Jongin menggeleng kasar, menunduk dan menatap wajah jasad Kyungsoo yang putih dan pucat secara bersamaan
"kau pasti bisa mencari alasan mengenai jasadku, mungkin ini salah satu ujian untukmu Jongin ah, aku yakin kau bisa melewatinya" ucap jiwa Kyungsoo, memberikan semangat pada Jongin
Jongin tersenyum, mengangguk pelan. Namja berkulit seksi itu kemudian melepaskan pelukannya dari jasad Kyungsoo, kembali memposisikan jasad Kyungsoo seperti orang tidur
Jongin bekerja cepat, memakaikan selimut hingga leher jasad Kyungsoo dan membuat namja itu seolah-olah terbaring karena sakit
Jongin mendesah, menatap sekilas pada jiwa Kyungsoo, kemudian namja itu beranjak menuju pintu, menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya pelan dan membuka pintu
Pintu terbuka, menampilkan 3 polisi tinggi dan tampan
"selamat sore, maaf kami mengganggu kenyamanan anda. Kami ingin melakukan razia barang berbahaya dikamar anda" sapa salah satu polisi, dengan nama Choi Siwon
Jongin mendadak gemetar, namun berusaha menguasai dirinya
"disini tidak ada barang-barang berbahaya" kata Jongin, belum memberikan akses masuk kepada ketiga polisi
"kami hanya menjalankan tugas saja" ucap polisi yang kedua, dengan nama Ok Taecyeon
"ya, mungkin saja ada narkoba dan senjata tajam di kamar ini" polisi terakhir juga berucap, dengan tanda pengenal didadanya, Choi Minhoo
Jongin mendesah kasar, tampak jelas ketakutan diwajahnya, namun dia tidak ada pilihan lain selain memberikan akses masuk pada ketiga polisi tinggi didepannya itu
Jongin bergeser dan membiarkan ketiga polisi masuk
Siwon, si pemimpin dalam razia mendadak itu langsung menuju dapur, dia terganggu dengan asap dan bau tidak nyaman
"ada apa didapur ini?" tanya Siwon, mengusap hidungnya
"baru saja ada kebakaran kecil, tapi sudah diatasi" jawab Jongin pelan, dia memposisikan dirinya di tepi ranjang Kyungsoo, menghalangi, siapa tahu saja salah satu polisi mendekati Kyungsoo yang terbaring
Taecyeon, si polisi kedua berjalan pelan dan memeriksa bagian atas lemari dikamar itu, matanya menatap tas sekolah Jongin
"ini punya anda?" tanya Taecyeon pada Jongin
"ya, itu tas sekolahku" jawab Jongin
"aku akan memeriksanya"
Taecyeon langsung membuka zipper tas Jongin dan memeriksa tas sekolah itu, mencari barang-barang terlarang yang mungkin disembunyikan disana
Jongin membiarkan tasnya diperiksa, lagipula tidak ada barang-barang terlarang disana
Si polisi ketiga, Minhoo sejak tadi mengamati Kyungsoo atau tepatnya memandangi jasad Kyungsoo yang terbaring ditempat tidur
"dia temanmu?" tanya Minhoo pada Jongin
"ya, temanku" jawab Jongin cepat, lalu duduk ditepi ranjang Kyungsoo, seakan menghalangi Minhoo mendekat pada Kyungsoo
Minhoo memandang Kyungsoo lekat-lekat, seperti mengenal namja itu. Tapi dia lupa mengenal dan pernah bertemu dimana,
"apa dia sakit? Wajahnya sangat pucat?" tanya Minhoo lagi, beranjak pelan dan menuju kesisi ranjang yang bersebelahan dengan posisi Jongin
"ya, dia sakit" jawab Jongin, singkat lagi. Memandang si polisi dengan pandangan tidak bersahabat
Minhoo tidak menjalankan tugasnya untuk memeriksa dan merazia kamar apartemen yang sekarang ditempati Jongin, dia terus saja memandangi Kyungsoo yang terbaring
"apa ini kamar apartemen pribadi anda?" Siwon berseru diruang dapur, tentunya bertanya pada Jongin
"bukan, kamar ini milik temanku, Park Chanyeol" jawab Jongin, jujur
"anda masih sekolah?" kali ini Taecyeon yang bertanya lagi, memegang buku-buku dari tas Jongin
"ya, aku bersekolah, menikmati liburan semester" Jongin terus memberikan jawaban,
Sosok jiwa Kyungsoo masih dikamar tersebut, dia terus memperhatikan Jongin dan ketiga polisi yang bermaksud merazia kamar apartemen milik Chanyeol. Kegiatan merazia seperti itu memang biasa terjadi pada kamar apartemen, kamar hotel, motel, penginapan dan tempat-tempat sejenisnya
Jongin memandangi jiwa Kyungsoo yang tersenyum padanya, dia juga tersenyum pada jiwa Kyungsoo yang terus berdiri tanpa kenal lelah
Minho yang melihat Jongin tersenyum seperti orang gila, mendadak mengernyitkan dahinya, menoleh dan memandang tembok dibelakangnya, tidak ada apa-apa
Jiwa Kyungsoo sadar, dan mengingatkan Jongin
"Jongin ah, jangan tersenyum begitu kearahku, mereka nanti mengiramu gila" kata jiwa Kyungsoo pada Jongin, pelan
"ya, baiklah" timpal Jongin otomatis
"kenapa? Anda bilang apa?" tanya Minhoo, mengira dirinya yang diajak bicara oleh Jongin
Jongin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kikuk
"ah, tidak… tidak ada apa-apa" ucap Jongin cepat, menormalkan dirinya
Minhoo memandang Jongin dengan pandangan heran dan curiga, tingkah namja itu terasa aneh untuknya, dia menoleh lagi kearah tembok yang kosong, kemudian bergerak dan mendekati jasad Kyungsoo
"temanmu ini sakit apa?" tanya Minhoo, duduk ditepi ranjang Kyungsoo
"sa.. sakit.. sakit demam" jawab Jongin, gagap. Dia mewaspadai pergerakan Minhoo yang mungkin akan menyentuh tubuh Kyungsoo
"demam? Sepucat ini?" Minhoo tidak begitu saja percaya
"ya, temanku memang gampang pucat saat demam, dia tertidur sekarang" jelas Jongin, berusaha bersikap biasa saja, matanya melirik singkat pada jiwa Kyungsoo yang masih ada dan belum menghilang
Minhoo terdiam, entah mengapa dia sangat tertarik dan penasaran dengan Kyungsoo yang terbaring itu
"namanya siapa?" tanya Minhoo lagi,
Jongin kali ini tidak langsung menjawab, dia berpikir dan sesekali mencoba berkomunikasi dengan jiwa Kyungsoo, dengan isyarat tubuh
"jujur saja mengenai namaku Jongin ah, tidak apa-apa" ucap jiwa Kyungsoo, berjalan perlahan dan mendekati Jongin
Jongin mengangguk tidak kentara, kembali membuka mulutnya
"namanya Kyungsoo, Do Kyung Soo" kata Jongin, jujur
Minhoo magut-magut, tidak menimpali. Polisi muda itu masih fokus pada wajah pucat Kyungsoo yang terbaring,
Dua polisi lain masih memeriksa setiap sudut kamar, namun setelah lama memeriksa tidak ada barang-barang terlarang yang ditemukan oleh mereka
"kemana pemilik sah kamar apartemen ini?" tanya Siwon, masih diruangan dapur
"dirumahnya, sepertinya sebentar lagi dia kembali kesini" jawab Jongin, belum beranjak dari sisi ranjang Kyungsoo
"sepertinya tidak ada apa-apa disini" ucap Taecyeon, polisi tampan itu sejak tadi memeriksa tas, lemari dan sudut-sudut ruangan, namun tidak ditemukan barang berbahaya
Jongin mendesah lega, sepertinya sebentar lagi ketiga polisi itu meninggalkan kamar milik Chanyeol tersebut. Matanya menatap Taecyeon, polisi yang membereskan kembali barang-barang Chanyeol yang berantakan, membereskan seadanya
Pandangan Jongin teralihkan dari jasad Kyungsoo, dia agak lama memandang Taecyeon yang mengakhiri penggeledahannya
Dan tiba-tiba, jiwa Kyungsoo berkata cepat, mengagetkan Jongin
"Jongin ah, salah satu polisi itu memegang dan meraba tubuhku" ucap jiwa Kyungsoo pada Jongin
Jongin lekas menoleh, dan benar saja, Minhoo menelusupkan tangannya kedalam selimut yang membungkus Kyungsoo, entah polisi itu sudah meraba apa disana
Jongin sontak bergerak, dia seperti melayang, dan langsung menarik kasar tangan Minhoo yang sudah beberapa detik meraba jasad Kyungsoo
"lepaskan tanganmu darinya" seru Jongin, matanya berkilat marah, dia kecolongan
Minhoo terkaget, tangannya ditarik mendadak oleh Jongin, dia kemudian berdiri dan memandang bergantian antara Jongin dan jasad Kyungsoo
"temanmu ini dingin, tidak panas sama sekali" kata Minhoo, menatap Jongin lebih lama
Jongin terdiam dan tidak menjawab, dia merapikan selimut Kyungsoo dan hendak memeluk namjanya itu, tapi dia langsung sadar dan mengurungkan niatnya itu
"temanku ini sakit, kau mengganggunya" timpal Jongin, geram
Dua polisi yang lain mendadak muncul, mereka berdua kaget dengan seruan dan bentakan dari Jongin tadi
"ada apa?" tanya Siwon, pertanyaan yang ditujukan untuk Minhoo
"tidak, tidak ada apa-apa" jawab Minhoo, wajahnya datar, namun jelas tersirat rasa curiga diwajah tampan polisi muda itu
"baiklah, kalau begitu kita pergi. Kamar ini aman. Hanya kebakaran kecil saja yang sudah terjadi" sahut Siwon, nadanya ramah
"ya, aku sudah memeriksa dengan seksama, tidak ada apa-apa disini" timpal Taecyeon
Dua polisi itu mendekat kearah Kyungsoo yang terbaring, tapi tidak bertanya dan mengatakan apa-apa, mereka berdua sudah mendengar jika namja yang terbaring itu adalah teman Jongin dan sedang sakit
"baiklah, kami pergi dulu, terima kasih atas waktunya" kata Siwon pada Jongin
Jongin mencoba tersenyum, dia berdiri dan membungkuk pelan
Minhoo juga beranjak, berjalan dan bergabung bersama dua polisi lainnya, namun dengan pandangan yang tidak lepas dari jasad kaku Kyungsoo
"kita belum memeriksa pakaian yang dikenakannya" kata Minhoo, menunjuk Jongin
Siwon memberikan isyarat pada Minhoo untuk memeriksa Jongin
Minhoo bergerak perlahan dan memeriksa tubuh Jongin, tepatnya setiap saku dan kantong yang ada dipakaian namja seksi itu, namun setelah diperiksa tetap tidak ditemukan apa-apa
Jongin mendesah, Minhoo juga mendesah
"namja sakit itu juga harus diperiksa…" lanjut Minhoo, kali ini menunjuk jasad Kyungsoo diatas ranjang
Wajah Jongin langsung pucat pasi, dia bergetar pelan dan langsung mengalihkan wajahnya pada jiwa Kyungsoo yang masih setia berdiri
"tenang Jongin ah, polisi itu pasti akan segera pulang" kata Kyungsoo, sadar dengan pandangan Jongin untuknya
Minhoo berjalan pelan dan mendekati jasad Kyungsoo. Siwon dan Taecyeon membiarkan rekan seprofesi mereka itu yang melakukan penggeledahan tubuh
Jongin menahan nafasnya
Posisi Minhoo semakin dekat, tangannya sudah siap menarik selimut Kyungsoo dan tiba-tiba seorang namja jangkung muncul, sambil membawa belanjaan yang berisi makanan dan minuman
Namja itu adalah Park Chanyeol, si pemilik kamar apartemen
"ada apa ini?" tanya Chanyeol, mendadak kaget dengan banyaknya orang dikamar apartemennya, terlebih lagi dengan seragam polisi yang dilihatnya
Ketiga polisi menoleh cepat, Minhoo batal menarik selimut yang menutupi Kyungsoo
"oh, Yeol hyung…" kata Jongin, mendesah lega
Chanyeol langsung masuk, menyimpan belanjaannya sembarang dan mendekati Jongin dan ketiga polisi
"ada apa ini?" ulang Chanyeol
"kami polisi, menjalankan tugas untuk memeriksa kamar ini. sebenarnya kami mendapatkan laporan mengenai kamar ini, tapi setelah diperiksa, ternyata tidak ada barang yang berbahaya" Siwon menjelaskan, tersenyum pada Chanyeol
"laporan? Dari siapa?" Chanyeol bertanya lagi
"tepatnya kami tidak tahu, tapi laporan itu disampaikan pada atasan kami dan kami hanya menjalankan perintah saja" Taecyeon yang menjawab, sama ramahnya dengan Siwon
Chanyeol mengangguk pelan, mengerti. Dia lalu memandang Jongin dan memandang jasad Kyungsoo, mendadak dia merinding disko
"kami sudah memeriksanya, dan berterima kasih karena sudah bekerja sama" lanjut Taecyeon
"Minhoo shi, ayo" Siwon berkata pada Minhoo, yang sejak awal polisi itu terus fokus pada sosok Kyungsoo
Minhoo mendesah kasar dan dengan gerakan enggan, dia berbalik dan kembali bergabung bersama Siwon dan Taecyeon
"baiklah, kami permisi. Selamat sore" ucap Siwon, mewakili kedua rekannya, tersenyum pada Jongin dan Chanyeol, kemudian beranjak dan keluar dari kamar apartemen itu, Taecyeon mengekor dibelakang, Minhoo juga melakukan demikian, tapi dengan mata dan pandangan tetap pada sosok Kyungsoo yang terbaring, pandangan heran dan juga curiga yang kini sudah sangat kentara
Dan beberapa detik kemudian, ketiga polisi itu meninggalkan kamar apartemen Chanyeol
Jongin mendesah lega untuk kesekian kalinya, menatap Chanyeol disampingnya
"mereka ingin merazia apa?" tanya Chanyeol pada Jongin
"entahlah, tapi mereka tadi mengatakan barang-barang terlarang, seperti narkoba dan senjata tajam" jawab Jongin pelan, kembali terduduk disisi ranjang Kyungsoo
Chanyeol berjalan pelan dan menutup pintu kamar,
"tidak biasanya ada razia seperti itu Jongin. aku curiga ada seseorang diluar sana yang curiga mengenai kamar ini" ucap Chanyeol, mendesah kasar, berjalan mondar mandir diruangan itu
"maksud hyung?" Jongin tidak mengerti
"maksudku, temanmu ini… Kyungsoo" jelas Chanyeol, sambil menunjuk pelan jasad Kyungsoo
"maksud hyung ada seseorang diluar sana yang tahu mengenai Kyungsoo dan menebak jika Kyungsoo dikamar ini?" Jongin ingin memperjelas kalimat Chanyeol
"entahlah Jongin. itu hanya pemikiranku saja" ucap Chanyeol
Jongin mendadak gelisah lagi, matanya kembali menatap jiwa Kyungsoo yang belum menghilang, kali ini jiwa Kyungsoo itu diberikan waktu lebih lama, sangat lama malah
"bagaimana ini Kyungsoo yaa, bagaimana menurutmu? Aku harus bagaimana?" tanya Jongin, pada jiwa Kyungsoo tentunya
Chanyeol yang sejak tadi berjalan mondar mandir kini berhenti, dia memandang Jongin, tepatnya memandang kemana arah mata dan pandangan Jongin
"Jongin, kau…" Chanyeol tidak tahu harus berkata apa, dia melihat Jongin berbicara pada tembok
Jiwa Kyungsoo menatap wajah Chanyeol yang seperti kaget dan langsung menegur Jongin
"Jongin ah, jangan berbicara padaku terlalu frontal. Terlebih jika ada orang lain disekitarmu, walau temanmu sekalipun" ucap jiwa Kyungsoo cepat
Jongin langsung tersadar, kembali teringat jika hanya dirinya yang bisa melihat dan berbicara dengan jiwa Kyungsoo. Dan Chanyeol tidak boleh tahu jika jiwa Kyungsoo saat ini ada diruangan tersebut dan berinteraksi dengannya
"ah, hyung… aku pusing dan berkata yang bukan-bukan" Jongin berujar cepat pada Chanyeol, dan menoleh pada jasad Kyungsoo
Chanyeol mengangguk, mengerti
"ya, aku tahu… kau sangat terpukul dengan kematian temanmu itu, dan berhalusinasi melihatnya" timpal Chanyeol, mendekati Jongin dan menepuk bahu sahabatnya itu, menenangkannya
Jongin mengangguk pelan, tersenyum pada Chanyeol
"lupakan perkataanku tadi Jongin, itu hanya perasaanku saja. kau aman diapartemen ini, jangan berpikiran jika aku berniat menyuruhmu pergi. Kau akan selalu ada disini, bersama…bersama Kyungsoo" Chanyeol melirik Kyungsoo singkat, kemudian bergidik lagi
"ya, hyung… aku nyaman diapartemen ini" sahut Jongin
Chanyeol kemudian mendekat kearah jasad Kyungsoo, mengendus pelan
"kau memakai apa pada Kyungsoo? wangi namja ini seperti bayi" kata Chanyeol, berusaha menghilangkan rasa takutnya pada jasad Kyungsoo yang terbaring
"aku memakaikannya formalin dalam jumlah banyak hyung" jawab Jongin, berbohong tentunya, jasad Kyungsoo sama sekali tidak digunakan formalin, jasad itu masih asli dan tidak akan membusuk
"tapi namja ini seperti tidak dipakaikan pengawet apa-apa" Chanyeol masih heran
"aku juga berpikir begitu hyung, mungkin tuhan menolongku" Jongin tersenyum
Chanyeol juga tersenyum, dia beranjak pelan. Tidak akan mempermasalahkan lagi keinginan Jongin untuk menyimpan jasad Kyungsoo. Dia juga sudah tahu dan membaca jika sahabatnya itu menyukai Kyungsoo dan tidak akan menghalangi sahabatnya untuk tetap mencintai, walaupun dengan namja yang sudah mati sekalipun
Chanyeol berjalan menuju letak belanjaannya, dia menghirup bau terbakar
"Jongin, apa yang terjadi dengan dapur?" tanya Chanyeol, posisinya sudah didapur
"maaf hyung, itu salahku… aku meninggalkan kamar apartemen ini tanpa mematikan microwife. Aku akan mengganti barang yang terbakar dan akan mencat ulang tembok yang hitam" jawab Jongin, mengecup bibir jasad Kyungsoo singkat dan beranjak menuju Chanyeol
Chanyeol menoleh dan memandang Jongin yang mendekat padanya
"ah, tidak usah Jongin. aku hanya bertanya tadi. Untung saja kebakarannya tidak besar" kata Chanyeol, lalu membuka kantong belanjaannya
"tidak hyung, aku akan menggantinya. Aku sudah tinggal secara gratis diapartemen ini, seharusnya aku memang bertanggungajawab dengan semua barang dan perlengkapan diapartemen ini" sahut Jongin
"tidak Jongin. aku bisa menyuruh asisten appa membelikan semua barang yang terbakar itu, kau tenang saja" Chanyeol tersenyum pada Jongin
"hyung, hyung terlalu baik padaku. Aku yang akan menggantinya. Aku akan mencari pekerjaan. Pekerjaan paruh waktu hingga masa liburan berakhir" Jongin 'ngotot' dan ingin mengganti barang barang dapur yang terbakar
Chanyeol mendesah, sepertinya tidak bisa mencegah keinginan Jongin itu, seperti yang lalu-lalu
"aku ingin kerja apa?" tanya Chanyeol
"kerja apa saja. tukang parkir, penyapu jalan, atau apalah" jawab Jongin, sembarangan
Chanyeol tertawa, tertawa lebar dan keras
"jangan bercanda" Chanyeol terus tertawa
"aku serius hyung… hm, mungkin jadi pelayan atau sejenisnya begitu" kata Jongin
Chanyeol berhenti tertawa, dia kembali mencoba serius
"apa kau yakin ingin bekerja?" Chanyeol masih sangsi dengan keinginan Jongin
"ya, hyung… kerja apa saja"
"baiklah, bagaimana jika jadi pelayan café? Apa kau suka?" Chanyeol memberikan penawaran
"ya, aku belum ada pengalaman sama sekali, tapi akan kucoba" Jongin berujar semangat
"aku punya kawan, sebenarnya kawan appa. Dia bisa memasukkanmu sebagai pelayan di café miliknya" ucap Chanyeol
"benarkah? Terima kasih hyung" Jongin langsung girang
"kau belum diterima kerja. tapi bagaimana dengan kedua orangtuamu? Apa mereka setuju anaknya bekerja seperti itu" Chanyeol menyinggung mengenai ortu Jongin
Jongin mendesah pelan
"hyung tenang saja, appa dan omma tidak ada yang peduli denganku lagi" hela Jongin,dia menunduk
Chanyeol langsung memegang dan meremas pelan pundak Jongin, dan memutuskan tidak bertanya lebih lanjut mengenai kedua orang tua namja itu, dia tidak ingin Jongin jadi sedih
Jongin mendongak lagi, matanya berkaca-kaca, namun dia mencoba mengalihkannya
"kemarin appa hyung kesini, dia mencari hyung. Katanya hyung disuruh keperusahaan" kata Jongin, mengalihkan topik
"ya, aku sudah bertemu appa. Appa menginginkanku melanjutkan bisnis dan perusahaannya. Appa ingin aku sejak dini belajar bisnis dan manajemen, maka dari itu appa ingin aku ada diperusahaan, ikut melihat dan mengamati serta belajar disana, terjun langsung" ungkap Chanyeol, dia berjalan pelan dan mengelilingi dapur
"jadi hyung selama liburan ini selalu diperusahaan?" tanya Jongin
"ya, tepatnya mulai kemarin. Sayang juga karyawan yang diterima disana harus lulus sekolah, jika tidak aku…"
"aku tahu hyung, tidak apa-apa. jadi pelayan café sepertinya juga enak" potong Jongin cepat, sudah bisa menebak arah pembicaraan Chanyeol
Chanyeol tersenyum, tersenyum 5 jari
"baiklah, sebentar malam aku akan bicara dengan pemilik café itu dan sepertinya besok pagi kau bisa datang kesana dan…" Chanyeol menghentikan kalimatnya, dia menatap sosok jasad Kyungsoo yang terbaring diranjang
Jongin mengikuti arah pandangan Chanyeol, dia langsung sadar
"aku akan membawa Kyungsoo dimanapun aku pergi" kata Jongin, lantang, tidak bisa ditawar lagi
"tapi, mungkin itu akan sulit. Kyungsoo sudah… sudah meninggal dan kau akan kesulitan menjelaskan mengenai Kyungsoo. Pasti banyak orang diluar sana yang bertanya dan…" Chanyeol tidak bisa melanjutkan kalimatnya
"aku tahu hyung. Tapi aku tidak akan membiarkan Kyungsoo sendirian. Tadi jasad Kyungsoo hampir saja terbakar, untung saja ada jiwa… hm… maksudku untung saja aku cepat kembali dan tepat waktu. Aku tidak ingin kejadian seperti itu dan kejadian sejenisnya terjadi" jelas Jongin, menatap Chanyeol, dan beralih memandang jasad Kyungsoo dan jiwa Kyungsoo yang…
Jiwa Kyungsoo sudah tidak ada, menghilang
Jongin lekas beranjak, berjalan cepat dan mencari kesana kemari, mencari jiwa Kyungsoo tentunya, jiwa yang belum pamit kepadanya
Chanyeol mengikuti Jongin, dengan wajah heran
"kau mencari apa Jongin?" tanya Chanyeol pelan, merasa aneh dengan tingkah Jongin
Jongin tidak menjawab, namja itu terus mengarahkan pandangannya kesegala arah, mungkin saja jiwa Kyungsoo main petak umpet dengannya
Namja bermarga Kim itu mencari kesegala tempat, sudut dan bahkan dibawah ranjang, tapi nihil
Chanyeol masih memandang heran
"Jongin, kau mencari apa sebenarnya?" Chanyeol mengeraskan suaranya
Jongin tersentak, terkaget dan tersadar. Sadar jika jiwa Kyungsoo sudah pergi dan menghilang lagi, dan juga tersadar bahwa Chanyeol memandanginya seperti pandangan pada orang yang sakit jiwa
"ah, tidak… tidak mencari apa-apa hyung" jawab Jongin, terbata-bata, dia mendudukkan dirinya disisi ranjang Kyungsoo
Chanyeol mendesah pelan, tidak bertanya lebih lanjut lagi, namun dia yakin jika Jongin menyembunyikan sesuatu, dan itu ada hubungannya dengan jasad Kyungsoo
"baiklah Jongin, aku harus pergi lagi. Aku membawa makanan dan minuman untukmu, simpan saja dikulkas" kata Chanyeol, bergerak menuju cermin besar dan merapikan penampilannya
"terima kasih hyung" timpal Jongin, merasa tidak enak
Chanyeol tersenyum lagi, selesai merapikan penampilannya, memandang Jongin dan beralih melirik jasad Kyungsoo yang pucat
"sampai kapan kau akan bersama jasad namja itu?" tanya Chanyeol, pelan
"entahlah hyung, aku tidak bisa memastikan sampai kapan" jawab Jongin, mendesah. Sebenarnya ingin berkata 'sampai seterusnya, aku akan selalu bersama Kyungsoo, baik sebagai jasad atau sebagai namja yang hidup. Kami akan selalu bersama, selamanya'
Chanyeol mendekati Jongin
"aku selalu mendukungmu Jongin. kau adalah sahabatku. Walaupun keputusanmu sangat bertentangan dengan logikaku, Tapi aku mendukungmu. Kau pastinya sudah memutuskan yang terbaik dan berpikir matang" ucap Chanyeol, menunjukkan bawa dia akan selalu dipihak Jongin, sahabatnya
"terima kasih hyung, terima kasih" Jongin tersenyum
Dan akhirnya Chanyeol berpamitan, dan keluar dari apartemannya, meninggalkan Jongin dan jasad Kyungsoo, berdua
.
.
.
.
Hening
Itulah suasana yang kembali dirasakan oleh Jongin, sepeninggal Chanyeol beberapa menit yang lalu. Padahal sebelumnya kamar itu ramai, ramai dengan kehadiran 3 polisi yang mendadak, dan juga kehadiran Chanyeol tentunya
Tapi kini, Jongin kembali bertemankan sepi, walau ada Kyungsoo bersamanya, jasad Kyungsoo tepatnya, tetap saja Jongin merasakan sepi dan sunyi
"Kyungsoo yaa… kau dimana? Kau tidak pamit padaku tadi" Jongin berseru, bertanya kepada jiwa Kyungsoo yang sudah menghilang
Hening, tidak ada jawaban
Jongin mendesah, kembali menatap jasad Kyungsoo diatas ranjang, dia tersenyum pada namja itu, kemudian naik dan masuk kedalam selimut yang membungkus tubuh kecil Kyungsoo
Posisi Jongin sudah ada disamping jasad Kyungsoo, sama-sama terbungkus selimut
"Kyungsoo ya, kau masih dingin" kali ini Jongin berujar pada jasad Kyungsoo yang pucat, kaku dan dingin tentunya
Tentu saja tidak ada timpalan
Jongin mendesah lagi, kemudian memeluk tubuh Kyungsoo pelan, merapatkan dirinya
"kita akan terus bersama Kyungsoo yaa. Kemungkinan besok aku akan bekerja. kau ikut denganku. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi, aku janji" ucap Jongin, berbicara sendiri
Jongin mencium pipi Kyungsoo yang terjangkau bibir seksinya, menciumnya dengan singkat
"aku rasa salah satu polisi tadi curiga Kyungsoo yaa. Tapi aku harap itu hanya perasaanku saja" Jongin kembali berkata sendiri
"…"
"kapan kau akan bangun dari tidur panjangmu Kyungsoo yaa?"
"…"
"aku kasihan melihatmu seperti ini, kau tidak seharusnya merasakan penderitaan seperti ini, semua salahku" Jongin terisak-isak, air matanya tumpah lagi
Namja itu memegang tangan Kyungsoo, memegang erat tangan dingin dan pucat itu
Jongin lalu teringat perkataan jiwa Kyungsoo untuk tidak bersedih dan menangisi jasadnya, karena hal itu akan membuat kembalinya jiwa Kyungsoo ke jasadnya akan semakin sulit
Jongin lekas menghapus air matanya, mencoba untuk tegar
"maaf, maafkan aku…" bisik Jongin pelan, mendesah
Dan tiba-tiba tangan Kyungsoo yang dipegang oleh Jongin bergerak pelan, sangat pelan memang, nyaris tidak kentara
Jongin langsung tersentak, kaget
"Kyungsoo, kau… kau… tanganmu bergerak…" seru Jongin, dia merasakannya
Jongin menyingkap selimut yang membungkusnya bersama Kyungsoo. Kemudian terduduk, merapatkan telinganya didada Kyungsoo
Mencoba mendengar detak jantung namja itu, tapi nihil. Tidak terdengar apa-apa, Jongin kecewa
"kau… kau tadi bergerak Kyungsoo yaa. Aku merasakannya" Jongin masih yakin
Namja itu terus memeriksa bagian tubuh Kyungsoo, denyut nadi dan sebagainya. Terdiam menatap tubuh Kyungsoo dan menunggu pergerakan selanjutnya namja kecil itu, tapi lagi-lagi harapannya tidak terkabul
Kyungsoo tetap menjadi jasad, jasad dengan keistimewaan tidak akan membusuk, kecuali Jongin merelakan kepergian namja itu
Jongin mendesah kecewa, kemudian meraih tubuh Kyungsoo, mengangkat dan memeluknya tepat didadanya, posisinya kini terduduk dengan tubuh Kyungsoo dipelukannya
"aku yakin tadi kau bergerak… sangat yakin, mungkin itu suatu tanda bahwa kau bisa kembali lagi kedunia ini Kyungsoo yaa. Aku akan berusaha, walau aku sama sekali tidak tahu bagaimana caranya mengembalikanmu. Hanya 'pembuktian cinta' satu-satunya harapan yang pernah jiwamu katakan, dan lagi-lagi aku tidak tahu apa dan bagaimana agar pembuktian cinta itu terwujud, aku tidak mempunyai bayangan" Jongin berujar pelan, ditelinga Kyungsoo. Matanya berkaca-kaca lagi
Jongin sebenarnya mengharapkan kehadiran jiwa Kyungsoo dan berbicara padanya, tapi sepertinya jiwa Kyungsoo itu belum waktunya untuk bertemu dengannya lagi
"tapi aku yakin hari itu akan tiba Kyungsoo, hari dimana kita bisa bersama dan berbicara dengan selayaknya, merajut lagi cinta kita. Cintaku padamu dan cintamu padaku, cinta yang kau ucapkan 5 tahun yang lalu. I love you Kyungsoo yaa…"
Hening
.
.
.
.
.
.
.
TBC
O….O….O….O….O….O….O
Hai, he…he… aku kembali lagi. Padahal sudah mau hiatus dan vakum dulu. Tapi ingat dengan FF ini yang belum kutamatkan alias diendingkan (?), jadi aku memutuskan untuk menyelesaikan FF Kaisoo ini hingga tamat (tinggal 3 chapter lagi koq), aku tidak akan bisa tenang jika vakum tapi belum menamatkan semua FF yang kupublish.
Melalui FF ini, aku ingin memberitahu bagi pembaca yang mengikuti FF 'Boys Sex' dengan main cast ChanBaek dan KaiSoo, bahwa FF itu tidak ada Squelnya, he…he… chapter 13 (angka horor) adalah endingnya, no squel dan sejenisnya, mudah-mudahan dimengerti
Untuk FF ini, aku berterima kasih bagi yang sudah membaca dan me-Review dichapter lalu, gomawoo… dan Reviewnya kembali dinantikan untuk chapter 5 ini, dan berjanji akan menuntaskan FF ini secepatnya, Salam Love, Kiss and Hug
Thanks For Reviews :
Humaira9394, Viyomi, Taman Coklat, Lovesoo, OhLu BalBal, nam, firda-xmin, shikyung3, SuvinaAsantoni, Im Magnae, lalat. pucing, lovely autumn, Alienbaby88, VijnaPutri, choi seul bee, lolamoet, SognatoreL, zhea. Zhiioott, vira, diochan, sooman, kyung, dio, Doaddict, dyifa, nyohssehun, yasaya. mei, hoshina. imeta, deer0926, azzprynk, ukiss, hyuna12, boyboy, dokyungsoosx, luphbepz, nyohssehun, zelo. totomato. 330, nurul cynkeomma, metayaoilover, dll
By : Han Kang Woo (eks Silent Kaisoo)
