After 5 Years ago

By : Han Kang Woo

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, etc

"Only Kaisoo"

Genre : Romance, Angst (?)

Warning : This is Yaoi (Boys Love),

Rated : T+

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Jongin terdiam membisu, dirinya terpojok dan tidak bisa menghindar lagi. Satu-satunya yang bisa menyelamatkannya dari jerat hukum adalah Kyungsoo harus 'terbangun' dan menjelaskan semuanya

"borgol tangannya" seru Minhoo, yang menyuruh salah seorang polisi bersamanya untuk memborgol kedua tangan Jongin

Salah satu polisi yang bernama Taemin mendekati Jongin, ingin melaksanakan perintah dari seniornya dikepolisian itu

"tunggu, tunggu dulu…" potong Baekhyun cepat, dia menghalangi langkah Taemin. Dia mendekati Jongin yang masih memeluk jasad Kyungsoo erat

"kenapa?" tanya Minhoo, tidak mengerti

"siapa tahu Kyungsoo hanya… hanya tertidur" kata Baekhyun, terbata-bata, walau dirinya sendiri sudah menyadari sejak tadi jika sahabatnya itu sudah meninggal

"tidak, namja itu sudah meninggal. Kemarin aku memeriksanya sendiri sewaktu mengadakan razia diapartemen" jelas Minhoo, yang memang sudah memeriksa dan memastikan sendiri bawah namja yang dipeluk Jongin itu sudah meninggal,

Baekhyun mendesah pelan, dia berbalik menatap Jongin dan kemudian memandang jasad Kyungsoo

"apa Kyungsoo betul-betul sudah meninggal?" tanya Baekhyun pada Jongin, bernada bisikan

Jongin diam, tidak menjawab. Mata namja itu sembab, dan sepertinya dia kehilangan suaranya

Baekhyun mendekatkan tangannya dan memegang lengan kecil Kyungsoo, dingin, sedingin es. Dia mendadak merinding dan takut

Baekhyun kemudian beralih dan memeriksa denyut nadi Kyungsoo, dan kemudian dia terisak-isak keras

"Kyung… Kyungsoo, kenapa bisa jadi seperti ini…" Baekhyun meraung-raung, dia sudah 100 persen meyakini jika sahabatnya itu sudah benar-benar meninggalkannya untuk selamanya

Mendengar Baekhyun meraung, Jongin jadi semakin sedih, dia kembali meneteskan air matanya, air mata yang hampir kering karena seringnya dikeluarkan

Jongin menangis dalam diam, mencoba tabah dengan apa yang terjadi

Baekhyun memeluk jasad Kyungsoo erat, jasad yang sejak tadi dipeluk oleh Jongin dan kini ada dua namja yang memeluk jasad kecil tersebut secara bersamaan

"kenapa harus berakhir seperti ini" raung Baekhyun lagi

Minhoo yang sejak tadi masih berdiri dan menyaksikan sendiri pemandangan yang mengharu biru dihadapannya, mendadak matanya berkaca-kaca, namun namja polisi itu tidak sampai menangis, dia hanya terharu

Namun sebagai petugas kepolisian, dia harus menjalankan tugasnya dengan baik

"borgol namja itu dan bawa ke kantor…" kata Minhoo tegas, mengulangi perintahnya lagi

Dan kemudian, polisi yang bernama Taemin mendekati Jongin, menarik kedua tangan namja itu dan langsung memborgolnya dengan posisi didepan, Jongin tidak melakukan perlawanan sama sekali

Kini jasad Kyungsoo ada dipelukan Baekhyun,

Minhoo merogoh sakunya dan mengambil ponsel disana,

"aku akan menghubungi mobil ambulance dan membawa jasad Kyungsoo kerumah sakit, dilakukan otopsi dan setelah itu dikuburkan" ucap Minhoo, memencet beberapa tombol diponselnya

Jongin yang sejak tadi terdiam membisu, sontak tersentak, dia lekas mendongak

"tidak, jangan bawa jasad Kyungsoo kerumah sakit. Jangan pisahkan aku dengannya. Jangan pisahkan kami" seru Jongin, menatap wajah Minhoo dengan pandangan serius

Minhoo mengernyitkan dahinya

"apa maksudmu? Namja itu sudah mati dan harus dikuburkan secepatnya. Kau memang seharusnya berpisah dengannya" kata Minhoo

"tolonglah, jangan pisahkan aku dari Kyungsoo. Kyungsoo belum mati, dia akan kembali hidup. Aku yakin itu" ucap Jongin, kembali meneteskan air matanya

"apa kau sudah gila, kau seharusnya diperiksa dirumah sakit jiwa" bentak Minhoo,

"tolong, aku hanya meminta waktu beberapa jam saja, kalian bisa memeriksaku dimana saja, tapi aku minta jangan jauhkan aku dari Kyungsoo" pinta Jongin, dia mengatupkan kedua tangannya yang terborgol, minta dikasihani

Minhoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, betul-betul tidak mengerti, dia memandang Jongin dengan pandangan aneh

"penuhi permintaannya Minhoo ah, kau dan orang dikepolisian bisa memeriksa dan mengintrogasi Jongin dikantor polisi, dan Kyungsoo juga harus ikut" Baekhyun yang berbicara, berbicara pada Minhoo, yang merupakan sepupunya

Baekhyun mengerti dengan perasaan Jongin, dia sadar jika Jongin dan Kyungsoo saling mencintai. Jongin tersenyum pada Baekhyun, ada yang membelanya

Minhoo terlihat berpikir, dia memandang jam tangannya singkat

"baiklah, aku akan memberikan waktu selama 2 jam saja, dan setelah itu jasad Kyungsoo harus segera dibawa kerumah sakit" kata Minhoo, menyetujui keinginan Jongin dengan syarat

"terima kasih" gumam Jongin, berusaha tersenyum, tersenyum dalam pahit. waktu yang diberikan sangat sedikit, hanya 'keajaiban' yang kini diharapkannya muncul selama 2 jam kedepan

Jongin berharap usahanya untuk menjaga jasad Kyungsoo dan melewati ujian pembuktian cintanya tidak sia-sia, dirinya tidak peduli apakah akan dipenjara atau tidak, yang diinginkannya sekarang adalah Kyungsoo 'kembali' dan memeluknya dengan erat

dan beberapa saat kemudian, Jongin, Baekhyun, Minhoo, 3 polisi dan jasad Kyungsoo menaiki mobil dinas milik Minhoo, menuju ke kantor polisi tuntuk memeriksa dan menginterogasi Jongin sebagai tersangka utama penyembunyian mayat dan dugaan pembunuhan berencana

.

.

.

.

O…O…O…O…O

Rombongan Minhoo dkk sampai dikantor polisi dengan sangat cepat, jasad Kyungsoo digotong oleh beberapa orang dan dibawa kesalah satu ruangan khusus, ingin dimasukkan kedalam peti es yang memang tersedia di salah satu kamar dikantor polisi itu

"bawa masuk kedalam peti es" perintah Minhoo lagi,

"jangan, tidak… Kyungsoo tidak akan membusuk. Jangan dimasukkan kedalam peti khusus mayat, kumohon" pinta Jongin lagi, dia dipegang oleh dua orang polisi disisi kanan dan kirinya

Minhoo mendekati jasad Kyungsoo yang masih digotong, mengendus-endus pelan dan malah membaui wangi bayi yang menenangkan, wangi yang sama saat namja itu berada diapartemen milik Chanyeol

"Kyungsoo sama sekali tidak mengeluarkan bau khas mayat" gumam Baekhyun, heran dengan jasad sahabatnya itu, dan secara otomatis sependapat dengan Jongin

"baiklah, bawa dan tidurkan namja itu dikamar kesehatan" Minhoo merubah perintahnya,

Dan tanpa menunggu lama, polisi-polisi junior menggotong Kyungsoo ke kamar kesehatan yang terdekat

"kau akan diperiksa dan ditanyai di kamar kesehatan juga, sesuai permintaanmu untuk tidak dipisahkan dari namja itu, selama 2 jam" kata Minhoo

Jongin mengangguk, lega karena permintaannya betul-betul dipenuhi

Beberapa saat kemudian, Jongin digiring masuk kedalam kamar kesehatan, Baekhyun ikut dengannya

Jongin didudukkan disebuah kursi kosong diruangan itu, tepat disampingnya jasad Kyungsoo ditidurkan dengan posisi normal

Baekhyun juga duduk disalah satu kursi disana, memandang dua polisi yang menggiring Jongin, sedangkan Minhoo berbalik keruangan lain, sepertinya memanggil polisi lainnya

"kau tidak membuka borgol Jongin?" tanya Baekhyun, saat melihat dua polisi yang menggiring Jongin hendak keluar

"maaf, kami belum mendapatkan perintah untuk membuka borgolnya" jawab salah satu polisi, berwajah datar, kemudian berlalu dan keluar, diikuti oleh polisi yang satunya lagi

Baekhyun mendesah pelan, memandang Jongin iba

"tidak apa-apa" gumam Jongin pelan, mencoba tersenyum pada namja sahabat Kyungsoo itu

Baekhyun merapatkan kursinya, sesekali melirik jasad Kyungsoo yang tidak jauh darinya

"Jongin, sebenarnya apa yang terjadi dengan Kyungsoo?" tanya Baekhyun, mendahuli pertanyaan yang seharusnya ditanyakan oleh pihak kepolisian

Jongin tidak menjawab, dia menunduk

"apa kau yang membunuh Kyungsoo?" Baekhyun menambah pertanyaannya

Jongin sontak mendongak, kaget

"aku sama sekali tidak membunuh Kyungsoo, apa alasanku membunuhnya" jawab Jongin,

Baekhyun mendesah

"aku tahu… aku tahu kau tidak mungkin membunuh namja yang pernah hadir dalam masa lalumu. Tapi… tapi siswa disekolah, pasti mereka menganggap kaulah yang membunuh Kyungsoo, selama ini sikapmu tidak baik pada Kyungsoo, selalu dingin dan tidak bersahabat" ucap Baekhyun, matanya mendadak berkaca-kaca

Jongin mendesah, menunduk lagi

"aku tahu, sikapku selalu buruk pada Kyungsoo selama ini, aku terlambat menyadari bahwa Kyungsoo lah cinta sejatiku. Aku mencintai Kyungsoo" kata Jongin, masih menunduk, dia terisak pelan, namja itu jujur mengenai perasaannya

Baekhyun terdiam, dia memandang bergantian antara Jongin dan jasad Kyungsoo

"kau betul-betul mencintai Kyungsoo? Tidak main-main?" tanya Baekhyun, ingin memperjelas

"ya, aku mencintai Kyungsoo, dengan segenap jiwa dan ragaku" jawab Jongin, mantap

"aku mengerti, aku bisa merasakan itu"

"…"

"jadi apa yang menyebabkan Kyungsoo meninggal? Apa karena penyakitnya?"

"entahlah, aku menemukan Kyungsoo sudah tidak bernyawa dikamar asrama sekolah, lalu aku membawanya dan…" Jongin tidak melanjutkan kalimatnya, dia terisak lagi

"dan kau menyembunyikannya. Untuk apa?"

"ya, aku menyembunyikan jasad Kyungsoo, karena aku yakin Kyungsoo belum benar-benar meninggalkan dunia ini, Kyungsoo akan hidup dan hidup bahagia bersamaku" jawab Jongin pelan

"itu tidak mungkin Jongin, Kyungsoo sudah mati. Tidak mungkin bisa hidup lagi" Baekhyun menggeleng pelan, prihatin

"aku menantikan keajaiban" kata Jongin, sangat yakin

Baekhyun tidak menimpali, dia mendadak kasihan dengan Jongin, kasihan dengan namja yang diketahuinya selama ini tidak pernah baik pada Kyungsoo, namja yang pada akhirnya menyadari perasaannya saat Kyungsoo sudah tiada

Jongin menggoyangkan tangannya yang diborgol, belum satupun polisi masuk keruangan yang ditempatinya

"aku ingin minta tolong padamu, bisakah kau mengambil ponsel disakuku?" pinta Jongin

"ya, kau ingin menelfon siapa? orangtuamu?"

"tidak, orangtuaku sudah tidak peduli denganku lagi. Aku ingin menghubungi temanku, di kontak namanya Chanyeol hyung. Katakan padanya bahwa aku dikantor polisi sekarang dan katakan juga untuk tidak khawatir padaku, juga pada Kyungsoo" ucap Jongin

Baekhyun mengangguk, merogoh pelan saku Jongin dan mengambil ponsel milik namja berkulit seksi itu

Baekhyun mencari kontak yang bertuliskan Chanyeol, kemudian menghubungi namja itu dan mengatakan mengenai penangkapan Jongin yang kini berada dikantor polisi

Jongin menatap Baekhyun yang sibuk berbicara dengan Chanyeol ditelefon, kemudian mengarahkan pandangannya pada sosok jasad Kyungsoo yang tidak jauh darinya

Mata Jongin kembali berkaca-kaca, mata yang sudah sembab karena terus menerus menangis

'bangunlah Kyungsoo, bangunlah… bangunlah untukku, untuk cinta kita. Aku tidak peduli jika dipenjara seumur hidup, yang aku inginkan adalah kau bangun, tersenyum dan memelukku' batin Jongin, air matanya lolos lagi

.

.

.

.

O…O…O…O…O

Masih dikantor polisi,

Beberapa menit yang lalu, ruangan dimana kini Jongin dan jasad Kyungsoo berada dipenuhi oleh sosok-sosok berseragam, polisi tentu saja. polisi yang akan memeriksa dan menginterogasi Jongin mengenai kematian Kyungsoo

Jongin duduk dikursi, tertunduk, sesekali dia melirik kearah jasad Kyungsoo yang dibaringkan. Didepannya juga duduk sosok polisi tampan yang dikenali Jongin sebagai pemimpin razia dikamar apartemen Chanyeol kemarin sore

"jadi kau, aku tidak menyadari kemarin jika kau menyimpan dan menyembunyikan jasad orang mati bersamamu" kata si polisi, tegas dan lantang, polisi yang bernama Siwon

Siwon menatap Jongin, kemudian beralih menatap rekannya, Minhoo, yang menyadari bahwa sosok yang terbaring dikamar apartemen itu tidak sakit, tapi sudah mati

"aku mengapresiasi rekanku, yang menyadari dan bertindak cepat" lanjut Siwon lagi, tersenyum pada Minhoo

Minhoo balas tersenyum, dia berdiri tepat disamping Baekhyun, sepupunya. Beberapa waktu yang lalu dia bertemu dengan Baekhyun dijalan, dan melangsungkan percakapan, percakapan yang mengarah pada Jongin yang dilihat oleh Baekhyun sambil menggendong sosok kecil Kyungsoo, dan saat itulah Minhoo dan Baekhyun berinisiatif mencari Jongin, hingga akhirnya Jongin ditemukan disebuah bangunan yang belum jadi, suara namja itu yang berteriak histeris yang membuatnya ditemukan oleh Minhoo dan Baekhyun

Baekhyun yang berada disamping Minhoo memandang jam tangannya, dia menunggu Chanyeol, yang mengatakan akan datang secepatnya untuk melihat Jongin

Sementara itu, Siwon masih terus sibuk dengan Jongin

"jadi katakan kenapa kau menyembunyikan jasad namja itu?" tanya Siwon, keinti pertanyaan, memandang Jongin

Jongin tidak menjawab, dia menunduk, dengan mata sesekali melirik jasad Kyungsoo

"jawablah, jangan persulit kami" lanjut Siwon tegas

Jongin menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya pelan

"aku menyembunyikan jasad Kyungsoo karena aku mencintainya, dia akan hidup lagi untukku" jawab Jongin, tidak memandang Siwon

Siwon mengernyitkan dahinya

"jawaban yang tidak masuk akal" kata Siwon

"gila" Minhoo bergumam pelan, nyaris tidak kentara

Jongin tidak menanggapi, dia tidak peduli dianggap gila, stress, sinting atau apalah namanya, yang pasti namja itu yakin bahwa Kyungsoo akan hidup lagi, walaupun jiwa Kyungsoo sudah mengatakan pergi dan tidak bisa kembali lagi

"baiklah, aku ganti pertanyaannya. Apa kau yang membunuh namja itu?" tanya Siwon lagi

"tidak, aku tidak membunuhnya" jawab Jongin, otomatis

"jadi apa penyebab namja itu meninggal?"

"aku tidak tahu" jawab Jongin

"maka dari itu bawa kerumah sakit, namja itu harus diotopsi dan kemudian dikuburkan" Minhoo 'nyelutuk' lagi

Jongin lalu menoleh dan memandang Minhoo intens

"ini belum 2 jam, seorang polisi yang terhormat tidak akan mengingkari janjinya" ucap Jongin, menyinggung Minhoo, sekaligus mengingatkan polisi tampan itu dengan perjanjian yang telah disepakati

Minhoo mendengus tidak kentara

"oh, baiklah. Aku tidak akan mengingkari janjiku" kata Minhoo, menaikkan bola matanya keatas

Siwon terus fokus pada Jongin

"Kim Jongin, kesalahanmu yang paling fatal adalah menyembunyikan orang yang sudah mati dan tidak melaporkannya pada pihak berwajib, terlepas apakah kau yang membunuh namja itu atau tidak, tapi aku bisa memastikan bahwa kau bersalah atas tindakan penyembunyian jasad itu" sahut Siwon, terus memandang wajah Jongin yang menunduk

Jongin ingin menimpali, namun tiba-tiba sosok namja jangkung muncuk dibalik pintu ruangan kesehatan itu

Si namja mencoba menormalkan nafasnya karena habis berlari, dia baru saja adu mulut dengan petugas jaga didepan dan meyakinkan petugas itu bahwa dirinya adalah keluarga Jongin

"Jongin apa yang terjadi?" tanya si namja, dia adalah Chanyeol

Jongin tersenyum pada Chanyeol, tidak menjawab

Chanyeol mendekati Jongin, ingin menyampaikan sesuatu

"Jongin, maafkan aku… aku harus menyampaikan ini, orangtuamu…" tapi kalimat Chanyeol terhenti

"silahkan duduk, Jongin sementara diperiksa. Aku tahu kau cemas dengannya" potong Siwon, mempersilahkan Chanyeol untuk duduk dikursi yang kosong

Chanyeol akhirnya duduk, menyimpan sementara info penting untuk Jongin, matanya menatap sosok namja yang memperhatikannya sejak tadi, Baekhyun

Chanyeol tersenyum pada Baekhyun, demikian juga sebaliknya. Masing-masing sudah sadar jika mereka yang berbicara lewat telefon tadi

"ehm…" Minhoo berdehem keras, sejak tadi memperhatikan tingkah Chanyeol dan Baekhyun yang saling tatap tanpa kedipan

Chanyeol dan Baekhyun mendadak salah tingkah, mereka berdua langsung bergaya normal dan menunjukkan sikap tidak terjadi apa-apa

Jongin sejak tadi ditanyai mengenai Kyungsoo, dimulai dari kapan bertemu dengan namja itu dan apa hubungannya dengan si namja

"aku mencintainya, tidak mungkin aku membunuh seseorang yang aku cintai" kata Jongin, jujur

"apa kau sungguh-sungguh? Kau sedang tidak berbohong agar terlepas dari jerat hukum?" Siwon masih sangsi

"aku tidak main-main, aku memang mencintai Kyungsoo" tegas Jongin

Siwon mendesah, tidak mendapatkan jawaban apa-apa selain kalimat yang mengatakan bahwa Jongin mencintai Kyungsoo, dia belum bisa mengulik lebih lanjut

"aku sudah menghubungi 2 dokter forensik untuk datang kesini, memeriksa mengenai penyebab kematian namja itu" kata Siwon, karena dia sudah mendengar mengenai permintaan Jongin yang tidak ingin berpisah dengan jasad Kyungsoo, maka dari itu mendatangkan dokter forensik merupakan langkah tepat untuk menguak penyebab kematian Kyungsoo secepatnya

Jongin terdiam, itu tidak masalah, dia sama sekali tidak membunuh Kyungsoo

Siwon berdiri dari tempat duduknya, dan keluar dari ruang kesehatan itu, memberikan aba-aba kepada Minhoo juga untuk keluar,

Minhoo bergerak perlahan menuju Jongin

"aku tidak mengingkari janjiku, dokter akan dibawa kesini. Memeriksa penyebab kematian namja itu. Dan aku harap dalam waktu 2 jam kau mendapatkan suatu keajaiban, mungkin…" ucap Minhoo, kemudian keluar dari ruangan itu, mengikuti Siwon yang telah lebih dahulu keluar

Jongin tidak menanggapi pernyataan Minhoo, hanya desahan pelan yang keluar dari mulutnya. Dia berbalik dan menatap Chanyeol

"apa yang hyung ingin katakan tadi? Katakanlah hyung" ucap Jongin pada Chanyeol,

Chanyeol mendekat kesamping Jongin

"aku akan mengatakannya nanti, tapi sekarang aku ingin tahu kenapa kau bisa sampai disini?" Chanyeol bertanya dengan kalimat cepat

"aku ditangkap oleh polisi yang tadi, menjadi tersangka atas tuduhan menyembunyikan mayat dan dugaan pembunuhan berencana" jawab Jongin pelan

"ya tuhan… kenapa bisa jadi seperti ini. aku memang dari dulu sudah mengatakan untuk melepaskan kepergian namja itu, tapi… tapi kau…"

"tidak apa-apa hyung. Aku akan menghadapi semua ini"

"tapi… tapi bagaimana jika kau dipenjara, pihak asrama sekolah kemungkinan akan melaporkan dugaan penculikan Kyungsoo" kata Chanyeol, frustrasi

"aku tidak peduli hyung, aku rela dipenjara. Asal Kyungsoo bisa hidup lagi"

"aku masih tidak mengerti dengan jalan pikiranmu Jongin, apa yang akan membuat namja itu hidup lagi?"

"cintaku hyung… cintaku yang akan membuat Kyungsoo bangun dan hidup kembali" ujar Jongin, lalu menoleh kearah jasad Kyungsoo yang terbaring pucat dan kaku

Jongin berdiri perlahan, dia mendekati ranjang besi dimana Kyungsoo kini terbaring, mengarahkan dua tangannya yang terborgol dan memegang lengan Kyungsoo

"aku… aku yakin kau pasti akan kembali untukku…" gumam Jongin pelan, matanya berkaca-kaca lagi

Chanyeol dan Baekhyun yang melihat pemandangan yang mengharukan itu larut dalam suasana sedih, mereka menganggap Jongin sudah gila, namun disisi lain, mereka juga mengharapkan jika namja yang sudah mati itu bisa hidup lagi, tapi hal seperti itu hanya ada dalam cerita dan dongeng saja, tidak terjadi didunia nyata

"relakan dia Jongin, Kyungsoo pasti tidak ingin melihat kau bersedih seperti ini" kata Chanyeol

"tidak hyung, aku belum merelakan kepergian Kyungsoo, tidak sampai kapanpun" tegas Jongin, terisak pelan

Chanyeol terdiam, menyerah. Dia sudah sering kali mengatakan hal tersebut, namun Jongin selalu menolak dan tidak mengindahkannya

Jongin menghapus air matanya yang tumpah dengan punggung tangannya, dia menoleh pada Chanyeol

"tadi hyung ingin mengatakan apa? katakanlah sekarang, sebelum polisi-polisi itu kembali" ucap Jongin

Chanyeol mendesah kentara, membuka mulutnya, namun tidak ada kata yang keluar

"hyung ingin mengatakan apa?" ulang Jongin, memaksa Chanyeol untuk berbicara

"orangtuamu Jongin, tepatnya ommamu…" Chanyeol mendadak berkaca-kaca

"kenapa dengan ommaku?"

"ommamu…"

"…"

"ommamu bunuh diri dan sekarang sudah dikuburkan" ungkap Chanyeol, menunduk

Jongin kaget bukan main, dia langsung merosot ditepi ranjang besi dan terduduk dilantai, Chanyeol dan Baekhyun lekas memegang bahu Jongin

"tabahlah Jongin, aku turut berduka cita" kata Baekhyun, mengusap bahu lebar Jongin

"ya, kau harus kuat" tambah Chanyeol, juga mengusap bahu Jongin yang lain

Jongin langsung terisak-isak keras, air mata membanjiri pipinya lagi, air mata yang sudah sering keluar untuk Kyungsoo, dan kini menetes untuk ibunya

"ke.. ke.. kenapa omma… ahh…" Jongin tidak bisa melanjutkan kalimatnya, bibirnya bergetar hebat

"ommamu menusuk perutnya dengan pisau dan meninggal diruang keluarga. Rumahmu sekarang disegel dan dipasangkan garis polisi" terang Chanyeol, menjelaskan apa yang dia ketahui. Info mengenai kematian ibu Jongin didapatnya dari asisten ayahnya yang ingin berkunjung kerumah Jongin, memberitahukan jika Jongin baik-baik saja namun yang ditemuinya malah kematian ibu yang ditinggalkan oleh suaminya itu

"ja.. jadi, jasad omma…"

"tenang saja, jasad ommamu sudah diurus oleh asisten appaku, sepertinya prosesi pemakamannya sudah selesai sejak tadi" kata Chanyeol, masih berusaha menenangkan Jongin

"te.. terima kasih.. hy..hyung…" Jongin terbata-bata

"sama-sama, kau sudah kuanggap sebagai saudaraku Jongin"

Jongin mencoba untuk tegar, masalah demi masalah, bencana demi bencana menderanya tiada habis. Namja itu berdiri pelan, kembali kesisi ranjang besi jasad Kyungsoo

"Kyungsoo ya, ka.. kau mendengarnya bukan… om..ommaku telah tiada, dia.. dia meninggalkanku… dan… aku.. aku tidak ingin kau juga meninggalkanku…" Jongin terisak lagi, namja berkulit seksi itu betul-betul hancur

Chanyeol terus memegang bahu Jongin, berusaha menenangkan sekaligus menjauhkan Jongin dari jasad Kyungsoo, dia takut Jongin berteriak histeris dan malah jadi gila

"ommaku telah pergi, dan kau juga meninggalkanku…" Jongin berteriak keras, menumpahkan sakit yang dirasakannya

"Jongin, tenang… tenanglah" Chanyeol masih berusaha membuat Jongin tenang

Jongin semakin menggila, dua orang penting dalam kehidupannya telah pergi dan meninggalkannya untuk selamanya

"omma… Kyungsoo… jangan tinggalkan aku…" Jongin terus berteriak, tidak bisa menahan dan mengontrol dirinya, borgol dikedua tangannya berbunyi keras karena gesekan

Tiba-tiba beberapa orang polisi masuk dan menghambur kedalam ruang kesehatan tempat Jongin kini tidak bisa mengendalikan dirinya, salah satunya adalah Siwon, si polisi tampan yang ingin memulai lagi penyelidikan, tapi sepertinya penyelidikan harus dihentikan sementara

"dokter, suntik dia" perintah Siwon, pada salah satu dokter yang bersamanya

Dan beberapa menit kemudian, Jongin lunglai dan tidak sadarkan diri, dia disuntik dengan obat penenang dan dibaringkan diranjang kosong, tepat disamping ranjang besi jasad Kyungsoo

.

.

.

.

"Jongin, bangunlah…" kata sebuah suara, suara yang lembut dan menenangkan hati

Jongin membuka matanya dengan pelan, netranya memandang sosok namja bermata bulat yang juga memandangnya

Namja itu adalah Kyungsoo

"Kyungsoo ya, kau… apa ini benar kau?" kata Jongin lirih

"ya, ini aku… Kyungsoo" jawab si namja, yang ternyata adalah Kyungsoo

Jongin tersenyum, merasakan suasana terang disekitarnya, banyak cahaya putih yang membuat matanya serasa silau

"aku dimana?" tanya Jongin, merasakan dirinya melayang diudara, dengan posisi berbaring dan Kyungsoo disampingnya,

"kau ada dipikiranmu sendiri Jongin ah" jawab Kyungsoo lembut

"jadi ini tidak nyata?"

"mungkin"

"tapi kau terasanya nyata untukku, Kyungsoo ya…" Jongin menggerakkan tangannya pelan dan meraba pipi Kyungsoo, dia bisa merasakan tangannya menyentuh pipi Kyungsoo

"hanya perasaanmu saja Jongin ah, kau sangat menginginkan aku hadir dan nyata untukmu, kau mensugestikan itu dipikiranmu" jelas Kyungsoo

"jadi kau tidak nyata? Tidak hidup?" Jongin frustrasi lagi, tangannya masih membelai pipi Kyungsoo

Kyungsoo menggeleng pelan

"aku berterima kasih karena kau sudah menjaga jasadku selama ini, aku mencintaimu Jongin ah" ucap Kyungsoo pelan

"kau seperti mengucapkan ucapan selamat tinggal untukku. Tidak, no… jangan pergi"

"aku harus pergi"

"tidak, bagaimana dengan pembuktian cinta itu? Apa lagi yang harus kubuktikan. Kau berjanji tidak akan pergi jika aku belum merelakanmu…"

Kyungsoo tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan kemudian menghilang

"tidak… Kyungsoo ya… jangan pergi. Kembali… tolong… kembalilah…"

.

.

.

.

Jongin terbangun, tersentak pelan dengan nafas terengah-engah, keringat membanjiri dahinya. Namja bermaga Kim itu menoleh kiri dan kanan mencari sosok Kyungsoo, dan seperti baru saja bermimpi bertemu dengan Kyungsoo

"Kyungsoo, kau dimana? Kau harus kembali padaku…" Jongin berteriak keras

Chanyeol yang sejak tadi menunggu Jongin bangun, mendadak mendekati Jongin, berusaha menenangkan namja itu, untuk kesekian kalinya

"tenang Jongin, jasad Kyungsoo sebentar lagi dibawa oleh petugas medis" jelas Chanyeol, menatap Jongin dengan pandangan kasihan

"tidak, Minhoo mengatakan akan memberikan waktu 2 jam, dia tidak bisa mengingkari janjinya itu" Jongin menggeleng kasar, ingin beranjak dari ranjang

"ini sudah lewat 2 jam Jongin dan saatnya jasad Kyungsoo memperoleh haknya untuk dikuburkan" terang Chanyeol

"sudah 2 jam?"

"ya, kau tertidur selama 2 jam lebih, akibat pengaruh obat penenang dari dokter tentunya" jawab Chanyeol

Jongin mendadak lemas, air matanya tumpah lagi, dia menoleh kekanan dan memandang sosok jasad Kyungsoo yang ingin dibungkus oleh petugas medis

"jadi.. jadi… Kyungsoo tidak bangun dari tidurnya?" tanya Jongin lirih, sesak

Chanyeol mengangguk, matanya mendadak berkaca-kaca, sangat kasihan dengan kondisi Jongin yang belum merelakan kepergian Kyungsoo

Jongin menutup matanya pelan, air matanya semakin mengalir deras. Sepertinya usahanya untuk bersama Kyungsoo dikehidupan nyata tidak membuahkan hasil, semuanya sia-sia

Kyungsoo tidak terbangun, dan sebentar lagi Jongin akan berhadapan dengan hukum karena terbukti menyembunyikan jasad Kyungsoo selama seminggu lebih, dia mungkin akan lolos dari tuduhan pembunuhan berencana, tapi jelas tidak akan lolos dengan tuduhan menyembunyikan mayat namja yatim piatu, semua bukti sudah mengarah padanya

Jongin tidak akan lolos dari jerat hukum dan dinginnya jeruji penjara

Jongin belum membuka matanya, dia masih membayangkan jika Kyungsoo benar-benar hadir bersamanya, hadir dalam sosok namja bemata bulat yang bisa mencium dan memeluknya

Bibir Jongin bergetar hebat

"aku mencintaimu Kyungsoo, sampai mati…" gumam Jongin, masih dengan bibir bergetar, hatinya perih

Tiba-tiba…

"Jo.. Jongin ah…" kata sebuah suara, suara yang lemah, namun bisa terdengar

Jongin tersentak kaget, seseorang memanggil namanya, dia sangat mengenali suara itu, suara yang selalu dinantikannya selama ini

Jongin membuka matanya perlahan, kemudian menolehkan wajahnya dan memandang orang-orang diruangan kesehatan yang menjauh dari ranjang besi dimana Kyungsoo berada

"di… dia… dia hidup lagi…" kata salah satu tim medis, setelah itu mengambil langkah seribu dan keluar dari ruangan tersebut, dia sangat ketakutan

Demikian juga dengan Chanyeol dan Baekhyun, mereka memandang sosok Kyungsoo dengan pandangan takut, mereka mundur perlahan

"Jongin ah…" kembali suara itu terdengar, suara yang keluar dari bibir tebal bentuk love Kyungsoo

Jasad Kyungsoo hidup dan bersuara, bersuara memanggil nama Jongin

"Kyungsoo ya, kau… kau hidup kembali"

Jongin seakan memperoleh tenaga dan energy baru entah dari mana, namja itu beranjak dari ranjangnya cepat dan menghamburkan dirinya ke ranjang Kyungsoo

Jongin dengan tangan yang masih terborgol memegang lengan kecil Kyungsoo, namja itu menatap Kyungsoo yang belum membuka matanya

Jongin langsung mencium bibir tebal Kyungsoo, pelan dan lembut, dan tidak menunggu lama mata bulat Kyungsoo perlahan terbuka. Mata kedua namja itu saling pandang

Jongin melepaskan ciumannya, dan tersenyum pada Kyungsoo

"aku… aku tahu, aku yakin jika kau pasti akan kembali… kembali untukku Kyungsoo ya" air mata Jongin kembali menetes, air mata bahagia tentunya

Kyungsoo mengerjapkan matanya, mata yang baru terbuka sejak seminggu lamanya, namja itu juga tersenyum, memperlihatkan senyum bentuk hatinya, senyuman yang berasal dari the real Kyungsoo, namja kecil bermata bulat yang sebenarnya, Kyungsoo yang hidup

Kyungsoo langsung memeluk tubuh Jongin, merapatkan tubuh tegap itu padanya, karena dia tahu Jongin tidak mungkin memeluknya dengan keadaan tangan terborgol

Jongin terisak-isak

"kau kembali… kau kembali… ini bukan mimpi bukan?"

"ya, ini bukan mimpi. aku kembali Jongin ah, semua karenamu… kau yang membuatku kembali, kau telah melewati ujian pembuktian cinta itu. Kau menderita selama menjaga dan merawat jasadku, kau memutuskan pacarmu, tidak tergoda dengan yeoja manapun, kau menyayangiku, mencintaiku dengan segenap jiwa dan ragamu. Dan kau tidak peduli menderita asalkan aku bisa hidup kembali. Ujian-ujian itu telah kau lewati… terima kasih Jongin ah" jelas Kyungsoo panjang lebar

Jongin semakin terisak, dia segukan, perasaan senang dan bahagia membuncah didalam dirinya, yang maha kuasa mengabulkan doanya selama ini, dia dipertemukan dan disatukan lagi dengan Kyungsoo dalam keadaan yang wajar dan normal

Tidak lama, dua orang polisi masuk, mereka berlari karena melihat salah satu petugas medis yang ketakutan dan baru saja keluar dari kamar kesehatan

"ada apa ini sebenarnya? Oh, ya Tuhan… aku tidak percaya…" Siwon yang berkata, kalimatnya terhenti, matanya tepat menatap Kyungsoo yang memeluk Jongin

"imposibble, namja itu hidup lagi" gumam Minhoo yang ada disamping Siwon, mengucek matanya, meyakinkan penglihatannya

Tidak ketinggalan Baekhyun dan Chanyeol yang tidak sadar saling menempel didekat pintu, masih menerka-nerka bahwa itu adalah hantu Kyungsoo yang bangkit dan ingin membalas dendam seperti di film-film horor

"oh, maaf…" kata Baekhyun, sejak tadi dia memegang lengan Chanyeol, tidak sadar tentunya

"tidak apa-apa" timpal Chanyeol, menggaruk kepalanya yang tidak gatal

Semua orang yang hadir diruang kesehatan itu menyaksikan peristiwa yang langka, dimana namja yang seharusnya sudah mati dan harus dikuburkan tiba-tiba bangun dan hidup lagi

Keajaiban memang selalu ada untuk mereka yang layak untuk menerimanya

Beberapa saat kemudian Kyungsoo melepaskan pelukannya, wajahnya masih sedikit pucat, namun suhu tubuhnya sudah normal, hangat

"usahamu tidak sia-sia Jongin ah" ucap Kyungsoo pelan

"ya, tapi jiwamu mengatakan padaku tidak akan kembali lagi, jiwa itu akan pergi untuk selamanya"

"jiwaku memang akan pergi, pergi dan kembali kejasadku, dan jiwa itu tidak akan bertemu lagi denganmu, karena jiwa itu sudah bersatu dan ada dihadapanmu sekarang, yaitu diriku sepenuhnya, Do Kyungsoo yang hidup" jelas Kyungsoo, kali ini dia yang membelai pipi Jongin

Chanyeol berdehem pelan, dia sebetulnya masih tidak percaya dengan penglihatannya, tapi sepertinya dia memang harus mempercayai itu

"temanku tidak bersalah. Kyungsoo tidak meninggal, jadi tunggu apa lagi… lepaskan borgol ditangan Jongin" ucap Chanyeol, berkata pada Siwon yang berdiri mematung didepan pintu ruangan

Siwon sedikit terkaget dan langsung tersadar

"baiklah… Taemin, lepaskan borgol itu" perintah Siwon, dia menoleh dan mencari-cari juniornya yang tidak kelihatan

"mana Taemin?" tanya Siwon pada Minhoo

"dia lari sejak tadi, sepertinya ketakutan" jawab Minhoo, yang melihat rekannya yang bernama Taemin yang langsung kabur saat mendengar jasad Kyungsoo memanggil nama Jongin

"oh, kalau begitu kau saja yang membukanya. Kau punya kunci cadangan tentunya" kata Siwon

"baiklah"

Minhoo bergerak perlahan, gerakannya takut-takut, dia mendekati Jongin dan meraih borgol yang mengunci kedua tangan namja itu

Jongin terdiam, sebentar lagi kedua tangannya akan bebas

"kau bebas Jongin" kata Minhoo, setelah berhasil membuka borgol ditangan Jongin, dia melirik singkat kearah Kyungsoo, masih teringat saat dia meraba tubuh namja itu yang dingin

"terima kasih" Jongin berterima kasih dan membungkuk singkat

Dan tanpa membuang waktu lagi, Jongin langsung memeluk tubuh kecil Kyungsoo, tubuh yang kini hidup dan bernafas, hidup untuknya

"aku bahagia memelukmu seperti ini, pelukan yang kunantikan selama ini. Memeluk ragamu yang hidup dan kau akan membalas pelukanku" Jongin terisak lagi, entah mengapa namja itu sangat mudah mellow

"aku juga Jongin ah, aku selalu memimpikan kau memelukku saat aku sudah kembali" timpal Kyungsoo, memejamkan matanya

"mungkin kau akan bosan mendengar kalimat ini, tapi… aku.. aku mencintaimu Kyungsoo yaa" kata Jongin

"aku tidak akan pernah bosan mendengarnya, aku juga mencintaimu Jongin ah" balas Kyungsoo, membalas kalimat cinta dan pelukan cinta dari Jongin

Perjuangan cinta Jongin ternyata tidak sia-sia, dia berhasil membuat Kyungsoo 'bangun' dari tidur panjangnya, berhasil melewati ujian 'pembuktian cinta' sebagai salah satu syarat agar Kyungsoo bisa kembali lagi kedunia dan bersatu dengannya

Rasa cinta Jongin yang besar pada Kyungsoo membuat kematian yang sudah menjemput Kyungsoo terbatalkan, kematian itu digantikan oleh kehidupan baru, kehidupan yang kini dirasakan oleh Kyungsoo, dia seperti terlahir kembali, terlahir tanpa penyakit yang pernah dideritanya, namja itu seperti kertas putih sekarang

Kyungsoo terlahir kembali untuk menemani hidup seorang Kim Jongin, seorang yang begitu sangat mencintainya, mencintai dengan tulus

Jongin dan Kyungsoo akhirnya bisa bersatu di dunia

Keajaiban itu benar-benar sudah terjadi, Miracle of Love

.

.

.

.

.

.

.

TBC

O…O…O…O…O…O…O

Yuhuu, chapter 7 is back. Semoga chapter ini menjawab rasa penasaran pembaca semua mengenai kelanjutan nasib dan kisah couple kita di FF sederhana ini, mungkin dichapter ini bisa dikatakan ceritanya selesai, tapi sepertinya masih butuh 1 chapter lagi… kalau pembaca menginginkan

Terima kasih selalu diucapkan bagi pembaca yang terus mengikuti FF ini, terlebih pada yang memberikan Coment dan Reviewnya selama ini, arigatou…

Baiklah, Reviewnya lagi-lagi dinantikan, sampai jumpa dichapter terakhir jika masih berkenan… Salam LovExo

Thanks For Reviews :

Humaira9394, Viyomi, andrian. Stevano, Taman Coklat, Lovesoo, OhLu BalBal, nam, firda-xmin, shikyung3, SuvinaAsantoni, Im Magnae, lalat. pucing, lovely autumn, Alienbaby88, VijnaPutri, choi seul bee, lolamoet, SognatoreL, zhea. Zhiioott, vira, diochan, sooman, kyung, dio, Doaddict, dyifa, nyohssehun, yasaya. mei, hoshina. imeta, deer0926, azzprynk, ukiss, hyuna12, boyboy, dokyungsoosx, luphbepz, nyohssehun, zelo. totomato. 330, nurul cynkeomma, metayaoilover, RarasAsti, dll

By : Han Kang Woo (eks Silent Kaisoo)