After 5 Years ago
By : Han Kang Woo
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, etc
"Only Kaisoo"
Genre : Romance, Angst (?)
Warning : This is Yaoi (Boys Love),
Rated : T+
Chapter Ending
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Jongin dan Kyungsoo masih berpelukan erat, seakan mereka berdua enggan saling melepas dan berpisah. Beberapa pasang mata memandang moment manis tersebut
"ehm…" Minhoo berdehem pelan, namja polisi itu masih disana
"sepertinya kita harus keluar dulu" kata Siwon, paham dengan keadaan yang ada, polisi tampan tersebut sebetulnya masih takjub dengan peristiwa hidupnya kembali namja yang sudah mati, namun sepertinya dia harus mempercayai bahwa 'keajaiban' itu memang ada
"ya, ayo" tukas Minhoo, memasukkan tangan kedalam sakunya, dia memberikan isyarat pada Baekhyun sepupunya untuk keluar juga
Siwon dan Minhoo meninggalkan ruangan tersebut
Baekhyun dan Chanyeol yang saling berdekatan (sudah tidak menempel lagi) juga tersadar dengan keadaan
"Kyung, aku keluar dulu" kata Baekhyun, masih terasa aneh mengatakan itu pada namja yang beberapa jam yang lalu dipeluknya dalam keadaan tidak bernafas
Kyungsoo langsung melepaskan pelukannya dari Jongin, dia mengecup bibir namja itu, kemudian menoleh dan tersenyum pada Baekhyun
"aku rindu padamu Baek" ucap Kyungsoo, merentangkan tangannya, tidak ingin Baekhyun pergi sebelum memeluknya dulu
Baekhyun juga tersenyum, kemudian bergerak dan memeluk tubuh kecil Kyungsoo, kedua namja itu kembali terisak-isak lagi
"aku bersyukur kau kembali Kyung" isak Baekhyun, mengeratkan pelukannya
"ya, semua berkat Jongin dan doa kalian tentunya" timpal Kyungsoo, mengusap punggung Baekhyun
Beberapa detik kemudian, pelukan kedua namja itu terlepas, rasa rindu mereka sudah terobati
Chanyeol yang sejak tadi hanya memperhatikan banyak moment, perlahan mendekat
"hm, perkenalkan namaku Chanyeol" ucap Chanyeol, mengulurkan tangannya untuk menjabat Kyungsoo
"ya, aku kenal hyung. Terima kasih karena hyung selama ini sudah membantu Jongin" balas Kyungsoo, menjabat tangan Chanyeol, kemudian membungkuk singkat
Chanyeol sedikit mengernyitkan dahinya, merasa aneh karena Kyungsoo tahu bahwa selama ini dia sering membantu Jongin
"aku hanya menebak tentunya" tukas Kyungsoo cepat, seperti membaca pikiran Chanyeol. Seperti yang diketahui bahwa selama ini jiwa Kyungsoo selalu muncul dan otomatis tahu dengan bantuan yang diberikan Chanyeol selama ini
"Jongin adalah sahabatku" Chanyeol tertawa lebar, menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Keempat namja itu kemudian saling tertawa bersama, suasana canggung pasca hidupnya Kyungsoo sudah sirna, tergantikan dengan suasana ceria dan mengalir
"baiklah, kami berdua keluar dulu… aku ingin meminta Baekhyun menemaniku kesuatu tempat" kata Chanyeol, dia tersenyum pada Jongin dan Kyungsoo, kemudian melirik Baekhyun
"ya, kami akan pergi sebentar, tidak lama" Baekhyun cepat menambahkan, paham dengan maksud Chanyeol yang ingin memberikan waktu berdua pada Kyungsoo dan Jongin
Jongin dan Kyungsoo mengangguk bersamaan
Dan kemudian, Baekhyun dan Chanyeol keluar dari kamar itu, menghilang dibalik pintu, meninggalkan Kyungsoo dan Jongin berdua saja diruang kesehatan tersebut
.
.
.
.
Hening
Itulah suasana yang dirasakan oleh Jongin dan Kyungsoo diruang kesehatan. Diruangan itu hanya ada mereka berdua
Jongin memeluk Kyungsoo dengan posisi Kyungsoo didepannya dan dirinya dibelakang, memangku namja kecil itu
"aku selalu menantikan hari ini Kyungsoo ya" kata Jongin pelan, membunuh keheningan
"aku juga, aku ingin terus seperti ini" timpal Kyungsoo, memejamkan mata bulatnya
Jongin menempelkan pipinya ke pipi Kyungsoo, merasakan lembutnya pipi itu menyentuh kulitnya yang seksi
"aku minta maaf dengan semua yang pernah terjadi dimasa lalu Kyungsoo ya" tukas Jongin, mendesah pelan
"minta maaf untuk apa? kau tidak salah apa-apa" Kyungsoo tidak mengerti
"aku selalu mengabaikan dan menyakitimu dimasa lalu" Jongin mendesah lagi
"aku sama sekali tidak tersakiti, aku bahagia mencintaimu, walau saat itu kau belum membalas cintaku" ungkap Kyungsoo
"tapi tetap saja aku menyakitimu, aku terlambat menyadari perasaanku. Kau sudah mengungkapkan perasaanmu sejak 5 tahun yang lalu, tapi aku tidak pernah menjawab dan membalasnya" jelas Jongin, semakin menempelkan lembut pipinya dengan pipi Kyungsoo
"kau sudah membalas cintaku, kau membalasnya seminggu yang lalu" ucap Kyungsoo, masih mengingat kala nafasnya sudah putus dan jiwanya terlepas, Jongin datang, memeluknya dan mengungkapkan cintanya, saat itu dia tahu karena jiwanya sudah muncul namun belum terlihat oleh Jongin
"aku terlambat"
"terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali. Aku tidak mempermasalahkan hal itu"
"terima kasih Kyungsoo ya"
"aku yang seharusnya berterima kasih padamu, kau membuatku kembali kedunia ini. kaulah satu-satunya alasanku belum bisa pergi"
Jongin tersenyum, melepaskan gesekan pelan pipinya dan pipi Kyungsoo, dia kemudian memutar tubuh kecil Kyungsoo dan membuat namja itu berhadapan dengannya
"apa kau mau tinggal bersamaku Kyungsoo ya? Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi" kata Jongin, matanya mendadak berkaca-kaca lagi, mengingat kabar kematian ibunya sendiri
"tentu saja, aku juga sudah tidak punya siapa-siapa, selain kau Jongin ah" Kyungsoo tersenyum, langsung setuju untuk tinggal bersama Jongin
Seperti yang diketahui, kedua orang tua Kyungsoo meninggal sejak lama, neneknya lah yang mengasuhnya, namun neneknya juga harus kembali ke sang pencipta, dan akhirnya Kyungsoo harus rela tinggal diasrama sekolah
"terima kasih, karena kau setuju untuk tinggal bersamaku" gumam Jongin, masih menatap Kyungsoo
"aku tidak akan jauh darimu…. Soal ommamu, aku turut berduka cita Jongin ah"
"ya, tidak mengapa. Kita akan bersama-sama melihat pemakaman omma"
"tapi apakah rumahmu itu bisa ditinggali? Polisi pasti akan menyegel rumah itu setelah peristiwa kematian ommamu" kata Kyungsoo,
"jangan khawatir mengenai itu, aku rasa Chanyeol bisa membantu menyelesaikannya. Kita akan tinggal dirumahku, hanya berdua"
"namja itu begitu baik, kau beruntung mendapatkan teman sepertinya" Kyungsoo memuji Chanyeol
"ya, aku berhutang budi padanya. Dia yang menyelamatkanku saat aku mencoba menenggelamkan diriku bersamamu, dia juga yang memberikan tumpangan diapartemennya, turut menyembunyikan kematianmu atas permintaanku dan mengurus pemakaman ommaku. Chanyeol hyung begitu baik"
"aku harap kita tidak merepotkannya lagi"
"tentu, tentu… setelah aku meminta tolong agar rumahku bisa ditinggali lagi, aku berjanji akan berusaha sendiri. Kita akan tinggal bersama, aku akan bekerja dan kau akan tetap bersekolah" ucap Jongin, semangat
"aku tidak ingin bersekolah lagi Jongin ah" Kyungsoo menggeleng pelan
"kenapa?"
"aku ingin menghabiskan waktu bersamamu. Jika kau bekerja, aku akan menunggumu dirumah, memasak untukmu dan kita akan makan bersama" sahut Kyungsoo, matanya berbinar
"tapi, sangat disayangkan jika kau tidak melanjutkan…"
"aku tidak akan sekolah lagi. Kau juga tidak sekolah, maka aku juga tidak akan sekolah" potong Kyungsoo
"baiklah… baiklah… kau sangat keras kepala" Jongin mengacak pelan rambut jatuh Kyungsoo, tapi kemudian mendadak wajahnya murung dan resah
"tapi… tapi yang aku takutkan, apakah… apakah penyakit Leukimiamu akan muncul lagi?" Jongin berujar, tersirat rasa takut yang besar diwajah tampannya
Kyungsoo tersenyum bentuk love
"tenang saja, penyakitku itu sudah terangkat. Aku seperti namja yang baru lahir, tanpa penyakit apa-apa"
"benarkah?" wajah takut Jongin seketika berganti ceria
"tentu saja, aku tidak merasakan sakit dan lelah lagi, aku merasa sehat sepenuhnya. Berkat kau" senyuman Kyungsoo semakin lebar, yang membuat siapa saja yang melihat senyuman bentuk love itu akan merasa bahagia
Jongin langsung memeluk Kyungsoo erat, matanya berkaca-kaca, ingin menumpahkan air mata bahagianya
"terima kasih Tuhan, engkau mengembalikan Kyungsoo-ku dalam keadaan utuh dan sempurna" gumam Jongin, semakin bahagia
Kyungsoo membalas pelukan dari namjanya itu, mengelus punggung Jongin pelan
'aku juga berterima kasih tuhan, engkau mengizinkanku kembali kedunia ini dan bersatu dengan Jongin, namja cinta sejatiku… terima kasih' batin Kyungsoo, air mata bahagia mengalir dari mata bulat indahnya
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Besoknya,
Jongin, Kyungsoo, Baekhyun dan Chanyeol saat ini berada didepan rumah milik keluarga Jongin, rumah satu-satunya yang ditinggalkan oleh Mr. Kim, ayah Jongin, yang kini entah dimana keberadaannya. Ayah Jongin itu meninggalkan rumah, meninggalkan istri dan anaknya sendiri, dan tidak ada seorangpun tahu dimana dia sekarang
Jongin menatap rumahnya yang sudah terbebas dari garis polisi, semua berkat Chanyeol, atau lebih tepatnya karena asisten ayah Chanyeol, yang bisa selalu diandalkan dalam banyak hal
"terima kasih hyung, aku bisa menempati lagi rumah ini" kata Jongin, kalimatnya ditujukan untuk Chanyeol
"bukan apa-apa Jongin, tapi apa kau yakin tidak ingin tinggal diapartemenku lagi, tentunya bersama Kyungsoo" sahut Chanyeol,
"terima kasih hyung, aku sudah sering merepotkan hyung. Aku akan tinggal dirumahku sendiri, bersama Kyungsoo… bantuan hyung sudah terlalu banyak" ucap Jongin, memberikan pandangan terima kasih pada Chanyeol
Chanyeol tersenyum, dia mengangguk pelan, sepertinya tinggal dirumah bersama Kyungsoo merupakan pilihan terbaik bagi Jongin saat ini
Kyungsoo mendekati Baekhyun, memegang tangan namja bereyeliner tipis itu
"terima kasih Baek, selama ini kau selalu menjadi temanku diasrama, aku minta maaf karena tidak bisa melanjutkan sekolah bersamamu… dan aku berharap kau menamatkan sekolahmu dan memperoleh nilai yang baik" ucap Kyungsoo, kemarin dia sudah mengatakan perihal keinginannya untuk tidak melanjutkan pendidikan, awalnya Baekhyun tidak setuju, tapi karena dia meyakinkan, akhirnya Baekhyun pasrah dan ikut dengan pilihannya
"aku masih berharap kau melanjutkan sekolahmu Kyung, tapi sepertinya kau telah memikirkan pilihanmu ini baik-baik, dan aku selalu mendukungmu" timpal Baekhyun
Kyungsoo sumringah, kemudian memeluk Baekhyun, pelukan antar sahabat yang singkat dan hangat
"terima kasih Baek, aku juga mendoakan yang terbaik untuku" Kyungsoo melepaskan pelukannya
"sama-sama, kita akan saling mendoakan"
Chanyeol menatap Kyungsoo dan Baekhyun yang melepaskan pelukan persahabatan mereka, dia kemudian memandang Jongin, menepuk pelan bahu namja seksi itu
"baiklah Jongin, jaga dirimu dan Kyungsoo. Kau telah memilih jalanmu sendiri, dan aku akan selalu ada dipihakmu" ucap Chanyeol
"sama-sama hyung, terima kasih atas pertolongan hyung selama ini" Jongin mengulang lagi ucapan terima kasihnya
Kedua namja itu kemudian berpelukan, pelukan yang sama yang dilakukan oleh Kyungsoo dan Baekhyun, pelukan persahabatan yang tidak akan luntur
"baiklah, kami pergi dulu" ucap Chanyeol pada Jongin dan Kyungsoo, lalu melirik Baekhyun singkat
"sampai jumpa lagi" Baekhyun menimpali, dia sekali lagi memeluk Kyungsoo, kemudian menjabat tangan Jongin
Dan akhirnya Baekhyun dan Chanyeol pergi bersama, meninggalkan Jongin dan Kyungsoo yang sudah membuat pilihan untuk tinggal berdua dalam satu rumah
.
.
.
.
Jongin dan Kyungsoo masuk kedalam rumah, rumah yang kini hanya mereka berdua yang akan menghuninya, rumah keluarga Kim yang sudah tidak utuh lagi
Kedua namja itu berjalan pelan, Jongin memegang tangan Kyungsoo dan menuntunnya lebih masuk kedalam
"kau masih ingat saat kubawa kesini?" tanya Jongin pelan, memandang interior dan perabot rumahnya yang tidak terawat lagi
"ya, aku masih mengingatnya Jongin ah, saat itu ommamu berada diruangan itu" jawab Kyungsoo, sambil menunjuk ruang keluarga yang telah kosong, dimana ruangan itulah tempat ibu Jongin menusuk dirinya sendiri, mengakhiri hidupnya
"ya, ommaku saat itu mengusirku… aku tahu omma melakukannya karena kecewa dengan appa yang meninggalkan kami. omma tentu saja tidak bermaksud mengusirku" desah Jongin, menunduk sedih, matanya berkaca-kaca lagi
Kyungsoo memegang tangan Jongin yang memegangnya, mengusap pelan punggung tangan itu
"ommamu tentu saja tidak bermaksud mengusirmu. Kau adalah anak satu-satu yang dimilikinya" Kyungsoo mencoba menghibur Jongin, dia tahu bagaimana perasaan saat ditinggal oleh orangtua yang disayangi, dia juga merasakannya
Jongin mencoba tersenyum, melepaskan tangannya kemudian merangkul Kyungsoo erat
"ayo kita kekamarku" ajak Jongin,
Kyungsoo mengangguk pelan, setuju
Jongin dan Kyungsoo berjalan menuju kamar Jongin yang selama seminggu lebih ditinggalkan penghuninya, kamar itu sedikit berantakan, dengan debu yang menjadi penghias disana sini
"maaf, kamarku berantakan… aku tidak sempat membersihkannya sebelum aku pergi" kata Jongin, menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"aku akan membersihkannya, tenang saja" timpal Kyungsoo, dia memang namja yang menyukai kebersihan dan tidak akan keberatan melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh kaum hawa itu
"jangan sekarang Kyungsoo ya, kau baru sadar dan…"
"aku sudah tidak apa-apa Jongin ah, aku sehat dan bugar"
"aku tidak mengajakmu tinggal bersamaku untuk bersih-bersih"
"tapi aku senang melakukannya, membersihkan, memasak dan sebagainya"
Kyungsoo mengarahkan matanya kesekeliling ruangan, mencari alat kebersihan yang bisa digunakannya, namun kemudian tanpa aba-aba dan pendahuluan, Jongin langsung memeluknya dari belakang
"tahan dulu Kyungsoo ya, bersih-bersih bisa dilakukan bersama-sama" ucap Jongin, berbisik ditelinga Kyungsoo
Wajah Kyungsoo mendadak memerah, dia menunduk, pinggangnya sekarang terlingkar tangan kokoh Jongin
"kau… kau ingin apa Jongin ah?" tanya Kyungsoo takut-takut
"aku ingin… ingin…"
"…"
"hanya ingin memelukmu dan kita seperti ini" jawab Jongin pelan, mengeratkan pelukannya
Kyungsoo mendongak, jelas terasa dagu Jongin yang menempel dibahu sempitnya, dia menoleh pelan
"aku kira kau…"
"tidak Kyungsoo ya, tidak… aku tidak akan melakukan itu, sampai waktunya tiba" potong Jongin, mengerti dengan maksud perkataan Kyungsoo
"ya, kita tidak akan melakukannya itu"
"tapi… sebenarnya aku pernah menganggap bahwa melakukan itu adalah salah satu jalan untuk 'pembuktian cinta'… apa kau setuju?" kata Jongin, yang dimaksudkannya tentu saja 'seks'
"tidak, aku sama sekali tidak setuju dengan hal itu, seks hanyalah bonus dari sebuah ikatan cinta yang telah terjadi, merupakan sebuah pilihan apakah ingin dilakukan atau tidak, tapi itu bukanlah pembuktian cinta menurutku… pembuktian cinta adalah seperti yang kau lakukan Jongin ah, berkorban… berkorban dalam kesakitan, berkorban untukku. Untuk cinta kita" Kyungsoo memberikan pandangannya mengenai 'pembuktian cinta'
Jongin tersenyum diatas bahu sempit Kyungsoo, semakin mempererat pelukan cintanya
"kau memang Kyungsoo-ku, Kyungsoo yang kukenal dan sampai sekarang tidak berubah"
"kau juga adalah Jongin-ku, Jongin yang kucintai sejak dulu dan akan menjagaku selamanya" timpal Kyungsoo
Jongin melepaskan pelukannya pelan, membalik tubuh Kyungsoo dan menatap mata namja itu,
"apa kita akan selalu seperti ini?" tanya Jongin, memegang pipi Kyungsoo
"ya, kita akan selalu seperti ini" jawab Kyungsoo
"apa kau tidak menyesal tinggal dan hidup bersamaku, aku bukanlah namja kaya yang bisa memberikanmu segalanya. Aku hanya memiliki cinta"
"itulah yang kubutuhkan Jongin ah, cintamu… cinta yang kuharapkan sejak 5 tahun yang lalu. Dan cinta itulah yang membuatku kembali dan bisa bersamamu… aku berterima kasih atas cintamu yang besar itu" Kyungsoo tersenyum love lips
Jongin juga tersenyum, kemudian bergerak perlahan dan membenamkan bibir seksinya ke bibir tebal Kyungsoo. Jongin mencium Kyungsoo dengan pelan dan lembut, ciuman mesra yang menenangkan dan menetramkan jiwa
Beberapa detik saling menempelkan bibir, Jongin melepaskan ciumannya, namun tidak menjauhkan bibirnya dari bibir Kyungsoo
"I love you Kyungsoo ya" ucap Jongin, nafasnya menyapu bibir Kyungsoo
"I love you too, Jongin ah" balas Kyungsoo, nafasnya menyatu dengan nafas Jongin
Dan kedua namja itu berpelukan lagi
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Semilir angin dan kicauan burung menghilangkan kesunyian disuatu area pemakaman yang tidak jauh dari kota Chuncheon, pemakaman yang terdapat pusara putih dan tanahnya masih sedikit basah
Disanalah berdiri dua namja, namja yang saling berpegangan tangan dengan sangat erat, memandang pusara putih didepan mereka
Kedua namja itu adalah Jongin dan Kyungsoo
Jongin menuntun Kyungsoo untuk semakin mendekat kepemakaman, pemakaman ibunya tentu saja
Jongin berlutut, Kyungsoo juga mengikuti
"omma… omma maafkan aku, aku belum sempat membahagiakan omma. omma telah lebih dulu meninggalkanku" rintih Jongin, dia menggenggam tanah merah yang basah, disertai isakan tertahan
Kyungsoo yang berada disamping Jongin, memegang bahu lebar namja disampingnya itu, mencoba mengalirkan ketenangan dan kehangatan
"ommamu telah pergi, dan aku yakin dia sedang tersenyum padamu di alam sana" gumam Kyungsoo, karena dirinya pernah mengalami sendiri saat dimana jiwa melayang dan bisa mengamati orang-orang yang ditinggalkan didunia
Namun Kyungsoo yakin, ibu Jongin tidak sama dengan dirinya, ibu Jongin dipastikan sudah beristirahat dengan tenang dan tidak menggantung seperti dirinya dulu
Jongin mengangguk pelan, memegang tangan Kyungsoo yang ada dibahunya
"omma, aku membawa calon menantu omma… aku harap omma merestui hubungan kami" kata Jongin
Hening, hanya desah angin yang menimpali pernyataan Jongin
"calon menantu omma namanya Kyungsoo, dialah yang kupilih sebagai pendampingku seumur hidup" desah Jongin, menghaluskan tanah merah yang ada ditangannya
Namja itu kemudian meneteskan air matanya, bersedih lagi
Kyungsoo yang melihat namjanya menangis, dengan cepat mengarahkan tangannya dan menghapus air mata Jongin pelan
"ommamu pasti tidak ingin melihat kau bersedih, sama denganku, aku juga tidak ingin melihat kau menangis dan sedih seperti ini" gumam Kyungsoo, ibu jarinya menyapu air mata Jongin yang menetes
Jongin mengangguk pelan, membuang tanah merah yang ada ditangannya, kemudian memegang tangan Kyungsoo dan berdiri bersama-sama
"aku yakin ommamu akan bahagia jika melihat anaknya juga bahagia, tersenyumlah" kata Kyungsoo, yang lebih dahulu tersenyum
Jongin tersenyum, senyuman ketegaran dari seorang namja bermarga Kim
Jongin langsung merangkul Kyungsoo, merapatkan namja itu ketubuhnya, semilir angin meniup rambutnya dan rambut Kyungsoo. Wajah Jongin mendadak berubah lagi, dia seperti menyimpan kekhawatiran, tapi bukan mengenai kematian ibunya yang memang sudah direlakannya
"sebenarnya… sebenarnya aku masih takut Kyungsoo ya… aku takut… aku takut jika ini hanyalah mimpi, aku takut jika kau hanya hadir dimimpiku. omma telah meninggalkanku, dan aku takut jika kau juga telah menyusul omma… aku takut… aku takut…" bibir Jongin bergetar hebat mengatakan itu semua, dia mendadak rapuh lagi
Kyungsoo melepas rangkulan Jongin pelan, namja itu kemudian mengarahkan dirinya dan berhadap-hadapan dengan Jongin, hal yang sudah sering mereka lakukan akhir-akhir ini
"lihat mataku Jongin ah, kau sedang tidak bermimpi. Aku Kyungsoo, takdirmu yang hidup. Aku bukanlah mimpi, bukanlah bayangan, bukanlah jiwa yang menggantung. Aku Do Kyungsoo yang hidup untukmu, karena cintamu. Jadi jangan takut lagi dan menganggap ini semua adalah mimpi dan tidak nyata" ujar Kyungsoo, meletakkan kedua telapak tangannya di dada bidang Jongin
Jongin menatap mata bulat Kyungsoo, mata besar bening yang sempurna, matanya menatap tanpa berkedip sedikitpun, kemudian mengarahkan tangannya dan memegang pipi Kyungsoo pelan. Jongin memejamkan matanya singkat, kemudian membukanya lagi
"ya, aku sedang tidak bermimpi. Kau memang kembali untukku" ucap Jongin, tersenyum bahagia, ketakutannya menghilang, Kyungsoo berhasil meyakinkannya lagi
"kembali untuk bersama" tambah Kyungsoo, namja itu juga tersenyum, melepas telapak tangannya dari dada namjanya
Dan kemudian, mereka berdua berpelukan lagi, entah pelukan yang keberapa kalinya. Yang pasti mereka akan selalu berpelukan dan menumpahkan rasa rindu mereka berdua karena sempat terpisah ruang dan alam
"cinta kita selamanya…" gumam Jongin, masih memeluk Kyungsoo, dengan posisi tepat didepan makam ibunya
"selamanya berdua dan kematian tidak akan memisahkan" timpal Kyungsoo, memejamkan matanya dan menikmati hangat dan lembutnya dalam dekapan namjanya, Jongin
Jongin dan Kyungsoo betul-betul telah bersatu, bukan bersatu lewat khayalan, lewat mimpi atau lewat angan. mereka berdua bersatu dalam 'Kehidupan Nyata', bersatu dalam cinta yang besar dan sejati dan tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka, walau kematian sekalipun
The Real Life and Real Love
Jongin Kyungsoo Selamanya…
.
.
.
.
.
.
.
END
O….O….O….O….O….O….O
Akhinya FF sederhana ini tamat, dichapter 8. Maaf jika dichapter pamungkas ini hanya berisi epilog yang pendek, chapter ini hanya bonus sebenarnya, karena dichap lalu ceritanya sudah mencapai klimaks dan selesai
Terima kasih untuk pembaca yang selama ini memberikan Komentar dan Reviewnya, itulah yang membuat FF ini dapat diselesaikan dan lanjut hingga tahap ending, gomawo again
Aku sudah membuat 6 FF berchapter (dan rata-rata memang Kaisoo yang mendominasi) dan semua FF itu sudah ditamatkan (Ending) dan memang aku tidak ingin 'menggantungkan' FF, sebelum hiatus dan vakum dari dunia Ffn.
Maka dari itu aku meminta maaf jika banyak salah kata selama ini, aku mau go out dulu dari dunia Ffn terutama Fandom Screenplays yang sudah banyak memberikan pelajaran menulis dan hiburan selama ini… mudah-mudahan kita semua bisa 'bersua' lagi dalam kata dan kalimat dimasa yang akan datang
Sampai jumpa lagi untuk kalian semua yang sempat membaca dan menikmati karyaku yang masih jauh dari kata sempurna…
Review lagi ya, sebagai pemanis dan penutup
Salam Sukses Selalu (S3)… Love Exolution
Thanks For Reviews :
Humaira9394, Viyomi, andrian. Stevano, Taman Coklat, Lovesoo, Nurfadillah, baekfrappe, ViraaHee, OhLu BalBal, nam, firda-xmin, shikyung3, SuvinaAsantoni, Im Magnae, lalat. pucing, lovely autumn, Alienbaby88, VijnaPutri, choi seul bee, lolamoet, SognatoreL, zhea. Zhiioott, vira, diochan, sooman, kyung, dio, Doaddict, dyifa, nyohssehun, yasaya. mei, hoshina. imeta, deer0926, azzprynk, ukiss, hyuna12, boyboy, dokyungsoosx, luphbepz, nyohssehun, zelo. totomato. 330, nurul cynkeomma, metayaoilover, RarasAsti, dhiya. yifantao, etc
By : Han Kang Woo (eks Silent Kaisoo)
