KuroBasu © Fujimaki Tadatoshi

Kazoku Hectic #harkos © cnbdg1503152032

Hati-hati! Ff ini penuh dengan ke-ooc-an seenak jidat dan adegan-adegan 'nista'. Pasangan utama Akashi & female!Kuroko yg 'main rumah-rumahan' bersama anak mereka Furihata dan Oom Kise. Kalau dirasa ini bukan taste kamu, jangan paksakan hati dan pikiran ya.

.

.


Tetsuna sun tangan, lalu sun pipi. Hari baru telah dimulai, para pekerja mulai meninggalkan kandang masing-masing. Yang SD dijemput angkutan antar jemput. Yang SMP bersiap menuju angkot jurusan masing-masing. Yang SMA berlomba-lomba menambah tinggi badan agar bisa membawa motor walau belum punya SIM. Dan Seijuurou balas mengecup kening Tetsuna lalu menyalakan vespa-nya.

Bong! Bongbongbongbongbong. Kecesssss….

Vespa hidup, lalu mati.

"Mas, gimana kalau ganti vespa yang baru saja? Mesinnya pasti ga rewel."

"Mubazir, sayang. Ini vespa sudah nemenin aku dari jaman kuliah, pemberian Bapak. Ga boleh dimuseumkan."

Itulah obrolan pagi mereka, sebelum akhirnya tetangga depan rumah, Bapak Rinnosuke Mitobe, mengeluarkan city miliknya. Membuka pintu depan mobilnya, Rinnosuke mengulas senyum ramah dambaan para istri kepada Seijuurou. Tanpa kata ia mengisyaratkan: "Pak Seijuurou mau bareng saya?". Seijuurou berangkat dengan nebeng mobil Rinnosuke- dilanjut angkot karena beda arah.

.

.

Cuci pakaian? Cek

Jemur pakaian? Cek

Mencuci piring? Cek

Menyapu rumah? Cek

Masak makan siang? Hm… di rumah hanya berdua, mau memasaki siapa? Un-cek

Masak makan malam? Oke, masih kepagian. Un-cek

Telepon ibu mengabari keadaan? Cek

Inilah nasib orang yang tinggal di rumah. Kalau suami sudah pergi, ada saja bingung mau melakukan apa lagi. Tetsuna masih cuti melahirkan. Dia sih merasa sudah kuat pergi-pergi, kangen juga pada anak-anak di TK-nya mengajar. Seijuurou saja yang belum mengizinkan dengan alasan 'Sayang jatah cutinya'. Ah… apa murid-muridnya kian imut menggemaskan minta diculik?

Tetsuna cepat menggeleng. Dia sudah punya si kecil Kouki sekarang. Putra pertamanya. Bicara tentang bayinya, Kouki sekarang sudah bisa duduk loh. Tetsuna paling suka kalau sudah memangku dia. Kenapa? Karna putranya empuk. Hm, oke, dia gendut. Bukan gendut juga sih, hanya sedikit berisi. Chubby gitu. Intinya, Tetsuna suka dengan sensasi pantat gembul di atas pangkuannya. Titik. Bila sudah dipangku, kepala Kouki akan bersandar di atas dada empuk sang mama, mendengkur pelan sambil meremas pelan pergelangan tangan Tetsuna.

Kemungkinan gemuk karena doyan menyusu menjadi alasan utama. Kouki menyedot ganas sampai kadang menimbulkan bunyi. Frekuensi menyusui jadi sedikit berkurang, tapi sekali sedot, Tetsuna selalu merasa lelah. seakan energinya ikut disedot. Lebay? Memang. Yang jelas, puting susu-nya sekarang agak perih padahal si anak belum punya gigi. Apakah karena daya kenyotnya? Mungkin saja.

Selepas ashar, berhubung tidak mengantuk Tetsuna memainkan tabletnya, sekadar browsing melihat-lihat apa yang menjadi TTW. Kouki dipangkuannya, ikut menyaksikan kehebohan yang dibuat media.

Biru-hitam? Atau emas-putih?

Emas-putih? Atau biru-hitam?

"Pertanyaannya aneh. Baju ini jelas warna emas-putih, kan?"

Antara merasa sedang ditipu, disuruh menebak, uji tes buta warna, Tetsuna merasa bloon mendadak. Sebuah pakaian wanita bergaris horizontal menjadi perbincangan media. Tolong dipertegas pula kalau sumber gambar yang diperolehnya dari sebuah media news mancanegara. Dibawahnya banyak terdapat suggestion links, masih menyangkut si pakaian menghebohkan itu.

Berhubung yakin warnanya emas-putih, ditinggallah laman itu, beralih membuka personal twitternya. Ck! Penuh mention ajakan mengaktifkan aplikasi, ajakan les, sampai yang jualan obat. Kembali mata bergulir pada TTW.

#hajitungtungeffect

Oh, berita lama tapi masih ramai dibicarakan ternyata.

Brama Kumbara atBraKum
Komo ga bakal bikin macet lagi karena ada Haji Tungtung lewat #hajitungtungeffect

Parcellita Melati atParcellitaMelati
berhenti bermimpi melihat pelangi karena pelangi hanya tampak di mata haji tungtung #hajitungtungeffect

Justin Bieber atjustinbieber
who the hell is he? #hajitungtungeffect

Millasari atmilla54ri
bentar lg haji tungtung diajakin shooting video klip nich RT atjustinbieber who the hell is he? #hajitungtungeffect

Tetsuna gatal pengen ikut-ikutan menjadi aktivis #hajitungtungeffect. Bayangkan, JB ikut pasang hesteg loh, masa Tetsuna ga? Masalahnya, Tetsuna tidak tahu caranya 'melucu'. Hilanglah keinginan ikut 'mencibir'. Kalau kurang lucu kan ga seru. Lebih asyik membaca infotainment tentang kaki Taylor Swift yang dicakar kucingnya dan ikut kuis berhadiah tiket 1D. Kalau menang tiketnya akan dia jual.

Kembali ke menu utama, Tetsuna menemukan nama akun sang kakak. Ketika Seijuurou dan Tetsuna memakai twiiter untuk mencari informasi, Ryouta masih aktif menebar fan-servise. Tetsuna tahu kakaknya incaran banyak pemudi (sepertinya pemuda juga), hanya dianya saja yang belum srek dengan satu hati. Segala media sosialnya penuh akan foto Ryouta yang bawaan orok memang tampan, seperti sang ayah. Tinggi tegap pula. #ngiler

Ryouta Kise atkiseryouta07
hunting2 bareng dedek and the gank pic,twitter,com/g5adjlDW7R

Klik. Link dibuka. Tampaklah Ryouta merangkul akrab Seijurou sambil memamerkan sebuah kotak kecil di masing-masing tangan. Catat, keduanya memasang senyum kelewat lebar. Dan kayak-kayaknya Tetsuna mendapat sekilasan kresek hitam di tangan Ryouta. Apa tuh isinya? Wefie, bersama beberapa pegawai lainnya yang Tetsuna ingat beberapa namanya. Mereka masih mengenakan pakaian kantor. Tetsuna ingat kemeja hitam dengan garis vertikal merah di sebelah kiri yang dikenakan suaminya saat berangkat tadi.

Namun, bukan kenyataan mereka tidak mengajak Tetsuna jalan-jalan yang membuatnya tertohok, melainkan kenyataan akan latar dari foto tersebut serta barang yang dipamerkan tangan mereka. Jubelan manusia, kebanyakan laki-laki. Sekat-sekat. Meja-meja kaca berisi barang dagangan. Serta yang menghebohkan, sebuah spanduk di depan salah satu booth.

ALGOJO BATU
JUAL BERBAGAI MACAM BATU. HARGA BERSAING. BARANG BERSERTIFIKAT

Plok!

Tangan kecil Kouki menepuk-nepuk layar tablet, mengelus-elus gambar yang terpampang gamblang di depan mata. Kouki tertawa bungah, seperti memberitahu Tetsuna kalau ada Papih dan Oom-nya di layar.

"Iya sayang, itu Papih Seijuurou sama Oom Ryouta." Tetsuna meraup handphonenya, bersiap mengetik pesan singkat. Untunglah Kouki masih kecil, pasti dia tidak akan menyadari nada dingin sang mama. Pesan yang diketiknya untuk dua pria tersayangnya berbunyi …

[MAS, BATU AKIKNYA MURAH KAN?]

Diketik capslock. Send.

Tetsuna pengiritan. Tetsuna perhitungan. Tetsuna bukan penggemar perhiasan, barang-barang prestice, apalagi batu-dengan alasan enggank ngerti sebetulnya. Cukup ajak kuliner dia, pasti sudah bahagia.

Telepon rumah dan handphone berbunyi bersamaan. Pasti mereka mau meminta maaf.

Dan, ketika Tetsuna bungkam mengangkat telepon, sadar tak sadar dia membuka ulang laman tentang si warna pakaian garis horizontal.

"Kok sekarang jadi biru-hitam?"

Diketahui setelahnya warna asli pakaian adalah biru-hitam.

.

.

Seijuurou berjanji tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Saphire biru ukuran upil seharga 2 juta dan 5kg dasar opal harga 600 ribu (yang dengan seenak jidat disebut Tetsuna dengan istilah brangkal) akan menjadi jajanan batunya yang pertama dan terakhir. Kata-kata sang istri jelas menohok keras. Bukan karena kalimat "Mas enggak takut kalau batunya ada yang iseng-iseng 'ngisi'?", tetapi oleh kalimat, "Mending uangnya buat beli kulkas baru untuk naruh persediaan milkshake aku."

Seijuurou memilih pisah ranjang malam itu. Tidur di depan televisi murni karena merasa bersalah dan tidak sanggup menatap punggung istrinya dari jarak 30 cm. Jelas, kulkas menang eksistensinya di hati sang pasangan, lebih membuat dia bahagia.

Hesteg: di situ kadang Seijuurou merasa sedih.

Lepas dari membeli, bukan berarti lepas total dari dunia per-akik-an.

Seijuurou itu tidak pernah pulang melebihi maghrib. Sebisa mungkin menyempatkan diri mengimami dua sembahyang terakhir. Kalau terlambat pulang ia pasti mengabari minimal via bbm. Lalu sekarang … "Mas Seijuurou kemana ya?" Enggak ada kabar. Sms ga dibalas, bbm masih D, WA juga masih ceklis dua, parahnya telepon ga diangkat juga.

Sudah lewat maghrib, artinya sudah 15 menit tidak ada kabar. Tetsuna mulai ketar-ketir, bulak balik seperti setrikaan di depan TV, menggigit-gigit kuku tangan, mengecek ponsel tiap 3 detik.

"Astagfirullah… Mas kemana?"

Ketika keringat dingin pertama bergulir di pelipis, Kouki segera dilarikan ke tetangga depan rumah. Istri Rinnosuke pasti tidak keberatan menjaga putranya barang sebentar.

"Pak Seijuurou hilang?!" teriak Shinji memecah koakan gagak. "Sejak kapan hilangnya?"

"Lima belas menit yang lalu," Tetsuna ngos-ngosan. "Saya titip Kouki sebentar ya, Bu."

Dan Shinji mengucap wassalam semenit setelah Tetsuna menghilang ke dalam redupnya malam, tersadar juga karena Kouki yang mengompol dalam gendongan. Shinji berpikir: "Kalau saya hilang 15 menit seperti itu, bakal dicariin Mas Rin ga, ya?

Hesteg lagi: di situ kadang Shinji merasa galau.

.

Tetsuna berlari. Berlari, berlari, dan ngos-ngosan. Kepalanya serasa mau pecah. Efek dari mantan anggota pecinta alam jelas sudah musnah. Belum apa-apa perutnya sudah kalikibeun, alias kram. Karena habis makan roti bakar dua porsi juga sih. Dan selama pencariannya, Seijuurou belum juga diketahui di mana rimbanya. LED ponsel tidak berkedip, tidak ada notifikasi apa-apa yang berarti sang suami belum membalas.

Dia berbelok, mencoba mencari keluar komplek perumahan. Ah~ Tetsuna berada dalam mode kumal. Hanya daster biru motif naga serta sandal jepit beda merek dan beda nomor yang dikenakannya. Semoga tidak ada tetangga yang menyadari dia siapa. Mau taruh di mana mukanya nanti kalau-kalau ada yang sadar dia berlari keliling komplek dalam keadaan menyedihkan begitu lalu melapor pada RT RW kalau ada warganya yang 'agak-agak'. Hii… ogah!

Sampai di luar komplek, di sana Tetsuna menemukan sebuah mesjid. Ramai para pemuda dan bapak yang baru pulang, juga ramai oleh orang-orang yang berkumpul mengelilingi sesuatu di pinggir mesjid tersebut. Sepertinya mereka tengah menyaksikan sesuatu. Tidak jelas apa karena pagar manusia yang mengerumun.

Nyaris saja dilewati kalau Tetsuna tidak melihat bentukan vespa tua di pinggir kerumunan tersebut.

D 48 JKT. Nopol milik suaminya! Tidak ada penumpangnya, tidak ada helm digantung di atas spion. Hanya seonggok logam biru bermesin.

Kecelakaan!? Atau perkelahian?! Mas-nya kan suka ikut-ikutan nonton kehebohan.

Kerumunan Tetsuna babat minggir.

"Ya Allah Ya Rabb! Mas! Permisi! Permisi! Itu suami saya! Izinkan saya lewat! Itu suami—"

"Loh? Sayang? Ada apa ke sini? Nungguin aku jadi imam? Maaf, aku ikut jama'ah-an di sini. Atau punya batu juga untuk diasah? Aku sedang pesan ukir nama Kouki. Tetsuna juga mau?"

Bukan kecelakan, bukan pula perkelahian karena memang tidak terjadi apa-apa.

TERIMA ASAH BATU AKIK.

BISA UKIR NAMA.

BOLEH DITUNGGU.

Yang ada hanyalah Seijuurou, pulang terlambat karena asyik jongkok berkerumun dengan mereka-mereka yang sehobi. Penyuka akik. Pemerhati alat asah.

Seijuurou adalah korban batu, Tetsuna adalah korban harapan kosong, korban tipu trending topik.
Dan Ryouta, adalah korban tancapan panah cupid.

.

Tetsuna Kuroko atTetsuna_Kuroko
Sakitnya tuh di sini, Mas atSeijuurouAkashi #galau #harkos

Ryouta Kise atkiseryouta07
Semoga keluarga suka pada dia #amin

Tetsuna Kuroko atTetsuna_Kuroko
Suami terlambat pulang? Coba cek tukang batu akik #harkos


Pojok CN: makasih kpd Kurokonyil, scarletjacket, Rey Ai, O'Rei'nji Fishcake, Yumi Murakami, Dee Cavallone, shizuka clytaemnestra, scarletjacket, Guest, AzuraLunatique, usei, atsuki aichann, RallFreecss, Mizukinokawaii, Chafujitaoz, readers, favers, followers XD